cover
Contact Name
Andang Firmansyah
Contact Email
andang.firmansyah@fkip.untan.ac.id
Phone
+6281802745388
Journal Mail Official
swadesi@untan.ac.id
Editorial Address
Kampus FKIP Universitas Tanjungpura Jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Swadesi: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
ISSN : 27742857     EISSN : 27742830     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/swadesi.vi.id
Jurnal Swadesi adalah jurnal yang dibentuk oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Tanjungpura pada tahun 2017. Awal mula dibentuknya jurnal ini karena terinspirasi untuk mengembangkan dan membagikan ilmu pengetahuan yang telah ditulis oleh para penulis di bidang pendidikan dan ilmu sejarah. Kami mengundang kepada para penulis untuk memasukkan artikelnya di Jurnal Swadesi Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Tanjungpura. Fokus kajian dari jurnal ini adalah pendidikan sejarah dan ilmu sejarah. Tulisan yang masuk akan direview oleh mitra bestari dari perguruan tinggi di Indonesia. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian dan kajian pustaka dengan rumpun Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah.
Articles 37 Documents
EKSISTENSI PARTAI PERSATUAN DAYAK PADA PEMILU 1955 Rikaz Prabowo
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 1, No 1 (2020): SWADESI, Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.415 KB) | DOI: 10.26418/swadesi.v1i1.35943

Abstract

This Research aims to describe: (1) Dayak political awakening before election 1955 (2) The struggle PPD in the face of election 1955, (3) Impact PPD post-election victory 1955. This study uses a critical history method. Based on the results of the research can be concluded: first, the political movement of Dayak society, especially in West Kalimantan, began to rise after the proclamation independence of Indonesia with the founding of Dayak In Action (DIA) on 3 November 1945. He was later changed to PPD on 30 November 1946. Secondly, The PPD also conducts consolidation and cadre, maximizing the grassroots potential of the Dayak community, as well as conducting the campaigns in areas.Third, PPD successfully won the 1955 election and occupied strategic positions of government in both the executive and legislative . PPD also sent his deputy for DPR-RI and constituency. In addition, PPD managed to deliver J. C Oevaang Oeray was elected as the Governor of the regional head of West Kalimantan.
Kajian Historis Pembentukan Sub Komandemen Sumatera Selatan (SUBKOSS) Tahun 1945-1948 Berlian Susetyo; Ravico Ravico
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 2, No 2 (2021): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v2i2.48710

Abstract

Abstrak: Militer merupakan alat pertahanan dan kekuatan sebuah negara, dan benteng terdepan apabila ada upaya mengganggu sebuah kedaulatan negara. Termasuk perjuangan militer Indonesia melawan kolonial Belanda pasca proklamasi khususnya di Sumatera Selatan. Perjuangan tentara Indonesia khususnya di Sumatera Selatan masih menarik untuk dikaji, hal ini disebabkan masih sedikitnya sarjana yang tertarik menulisnya. Kajian ini bertema sejarah militer terbentuknya Sub Komendemen Sumatera Selatan diteliti menggunakan metode penelitian sejarah  dengan tahapannya yaitu heuristik, verifikasi, intepretasi dan histortiografi. Untuk menganalisa data kajian ini menggunakan pendekatan militer untuk menjawab problem solvingnya. Sehingga dapat ditarik benang merahnya bawah sejarah Sub Komandemen Sumatera Selatan (SUBKOSS) diawal memiliki konflik interen yang pada akhirnya dapat dipecahkan secara kemiliteran dari pemerintah pusat. Selanjutnya SUBKOSS pernah berubah nama menjadi Divisi VIII/Garuda dan kembali lagi menjadi SUBKOSS setelah adanya kebijakan Reorganisasi dan Rasionalisasi (RERA) didalam tubuh Tentara Nasional Indonesia pada Mei 1948. 
NILAI-NILAI MORAL DALAM CERITA RAKYAT SAKERA DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN SEJARAH Fitriyah, Lailatul
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 3, No 2 (2024): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v3i2.86414

Abstract

Sakera sebagai tokoh lokal daerah yang berasal dari Madura sangat familiar di kalangan masyarakat Pasuruan. Hal ini tidak lepas dengan jasanya dalam melakukan perlawanan terhadap kolonial Belanda di Pasuruan. Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui terkait nilai-nilai moral dalam cerita rakyat sakera dan relevansinya dengan pembelajaran sejarah. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mencari data dan informasi melalui dokumen seperti jurnal, papers, artikel, dan media lain untuk mendukung dalam proses penulisan artikel. Dalam penelitian ini peneliti juga menggunakan sumber lisan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat yang merupakan bagian dari tradisi lokal yang membentuk kearifan lokal masyarakat. Dengan sumber lisan ini dapat mendukung sumber-sumber yang diperoleh sebelumnya dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Sakera memiliki nilai-nilai moral yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran terutama dalam pembelajaran sejarah. Dengan nilai-nilai moral yang terkadung dalam cerita rakyat Sakera memiliki relevansi yang sangat penting untuk menjaga ketahanan nilai-nilai budaya dan tradisi lokal yang dapat membentuk karakter generasi muda agar sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa.
PERJALANAN STASI SANTA MARIA DARI FATIMA DI PENAJAM PASER UTARA MENJADI PAROKI (1980-2000) Nanayu, Kinanthi; Vinco, Michael Silvester Mitchel; Sopyan, Muhamad
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 3, No 2 (2024): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v3i2.87880

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan perjalanan Stasi Santa Maria dari Fatima di Penajam Paser Utara (PPU) menjadi paroki (1980-2000). Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Penelitian ini membahas tentang perkembangan Agama Katolik di PPU, perjalanan Stasi Santa Maria dari Fatima di PPU menjadi paroki (1980-2000), dan pengaruh pembentukan paroki terhadap masyarakat sekitar. Hasil penelitian menemukan sejak tahun 1907 penyebaran Agama Katolik di Kalimantan Timur dihadapkan dengan wilayah yang sangat luas, maka pada 1976 Kongregasi MSF meminta bantuan pada Kongregasi OMI untuk melayani di Kota Balikpapan dan Kecamatan Balikpapan Seberang (saat ini PPU). Perjalanan Stasi Santa Maria dari Fatima menjadi paroki dihadapkan pada tantangan geografis dengan medan sulit, administrasi tidak efektif, dan masyarakat yang homogen. Kehadiran paroki mendorong pembangunan infrastruktur, sehingga memicu pertumbuhan permukiman baru di Kelurahan Gunung Seteleng, PPU. Dengan penelitian ini diharapkan kisah-kisah perjuangan masyarakat pedalaman untuk memperoleh hak-haknya dapat diperhatikan dan didukung.
MAKNA SIMBOLIS TRADISI SAWAKA PADA MASYARAKAT BOLENGLANG KERTASARI Silviani, Pani; Sudarto, Sudarto
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 3, No 2 (2024): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v3i2.86553

Abstract

Tradisi Sawaka tidak hanya dipandang sebagai peristiwa penting dalam kehidupan individu, tetapi juga sebagai bagian dari kebudayaan yang beragam dan unik. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna simbolis benda-benda yang digunakan dalam tradisi Sawaka dengan berfokus pada lima syarat ritual, yaitu belut atau sidat, ayam jantan sempurna, kelapa kuning, uang koin, dan bunga 7 rupa. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen atau arsip. Data yang sudah terkumpul,kemudian dilakukan analisis yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna simbolis pada ragam benda-benda ritual merupakan simbol pengharapan, doa dan cita-cita keluarga untuk si jabang bayi kelak setelah lahir ke dunia, sehingga dapat memiliki kepribadian dan jiwa sesuai dengan makna yang di simbolkan pada benda-benda ritual tersebut terutama dalam menjalani hidup dan kehidupannya.
PERAN SUNAN GUNUNG JATI DALAM MENYEBARKAN ISLAM DI WILAYAH CIREBON: STUDI ATAS JEJAK SEJARAH DAN WARISAN BUDAYA ISLAM Supendi, Usman; Wahyuni, Supi Septia
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 3, No 2 (2024): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v3i2.87047

Abstract

Penelitian ini membahas peran strategis Sunan Gunung Jati dalam menyebarkan Islam di Cirebon serta kontribusinya dalam membentuk identitas budaya Islam setempat. Sebagai salah satu anggota Wali Songo, Sunan Gunung Jati dikenal tidak hanya sebagai penyebar agama, tetapi juga sebagai pendiri Kesultanan Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif, memanfaatkan sumber primer seperti naskah kuno, catatan sejarah, dan wawancara dengan budayawan serta sejarawan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan dakwah Sunan Gunung Jati didukung oleh strategi akulturasi budaya, seperti penggunaan seni wayang dan tradisi lokal lainnya sebagai media dakwah, serta pendirian masjid dan pesantren, termasuk Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Temuan ini menegaskan peran Sunan Gunung Jati dalam membangun budaya dan pemerintahan bercorak Islam di Cirebon serta relevansinya bagi perkembangan Islam di Nusantara.
DAMPAK WABAH CACAR DI JAWA PADA TAHUN 1963-1967 Merisa, Shinta Juwita Dwi
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 3, No 2 (2024): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v3i2.86948

Abstract

Wabah cacar yang melanda Pulau Jawa pada tahun 1963-1967 merupakan salah satu krisis kesehatan masyarakat yang sangat serius yang pernah dihadapi oleh pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, melalui pendekatan historis, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan pola interaksi sosial, pengaruh terhadap aktivitas ekonomi, dan munculnya stigma terhadap penderita cacar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wabah ini memiliki dampak multidimensi yang signifikan, mengakibatkan perubahan drastis dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Jawa. Upaya pemerintah dalam menangani wabah, termasuk program vaksinasi massal dan kolaborasi dengan WHO, menunjukkan evolusi penting dalam kebijakan kesehatan publik Indonesia. Strategi penanganan yang diterapkan, meskipun menghadapi berbagai tantangan, terbukti efektif dalam mengendalikan penyebaran penyakit dan berkontribusi pada upaya global eradikasi cacar. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa pengalaman Indonesia memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kesiapsiagaan, respons cepat, dan kerjasama internasional dalam menghadapi krisis kesehatan global.
Strategi TRI dalam Perang Konvoi Sukabumi Cianjur Tahun 1945-1946 Noeha, Oellien
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 4, No 1 (2025): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v4i1.92594

Abstract

Perlawanan terhadap konvoi Sekutu di wilayah Cianjur-Sukabumi tahun 1945-1946 mencerminkan kesiapsiagaan Tentara Republik Indonesia (TRI) dalam mempertahankan kedaulatan pasca-proklamasi. Penelitian ini menyoroti strategi TRI, termasuk taktik "hit and run" dan pemanfaatan jembatan Cisokan sebagai medan tempur yang krusial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis menurut Kuntowijoyo, melalui pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Kajian ini turut mengungkap dinamika pertempuran antara pasukan TRI di bawah pimpinan Letkol Eddie Soekardi dan konvoi Sekutu yang dipimpin Brigadir N.D. Wingrove. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dislokasi pasukan, taktik gerilya, serta pemanfaatan medan seperti Jembatan Cisokan secara strategis oleh TRI berhasil menahan dan melemahkan kekuatan konvoi Sekutu. Kegagalan Sekutu menembus jalur Cianjur-Bandung memperlihatkan keunggulan strategi lokal dalam perang kemerdekaan, sekaligus mengangkat peran penting wilayah Cianjur dalam sejarah perjuangan bersenjata pasca-Proklamasi.
Pengaruh Tarian Srimpi Muncar Mangkunegaran terhadap Kelestarian Kesenian Mataram Islam di Praja Mangkunegaran Edhi Wicaksono, Daniel; Acharya Bhamakerti, Leo; Camillo Matahatikoe, Liam
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 4, No 1 (2025): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v4i1.92231

Abstract

Kesenian menjadi krusial dalam perkembangan dan pembentukan identitas suatu masyarakat. Hal ini dikarenakan sifatnya yang turun-temurun dan perkembangan atas penyesuaian suatu kelompok terhadap sekitar, serta kesadarannya sebagai sebuah masyarakat. Kesenian, lebih spesifiknya seni tari, merupakan sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dari Sejarah Indonesia, khususnya Masa Mataram Islam. Salah satu pewaris dan penerus kesenian Mataram Islam tersebut merupakan Praja Mangkunegaran. Berbagai macam tarian berkembang di Praja Mangkunegaran, salah satunya adalah Srimpi Muncar Maka dari itu, penelitian ini disusun dengan tujuan menganalisis perkembangan Tarian Srimpi Muncar di Praja Mangkunegaran dan menjelaskan pengaruh Tarian Srimpi Muncar terhadap kelestarian kesenian Mataram Islam di Praja Mangkunegaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Menurut metode ini, penelitian dilakukan dalam lima (5) tahap. Pertama (1), pemilihan topik. Kedua (2), heuristik atau pencarian sumber. Ketiga (3), verifikasi sumber. Keempat (4), interpretasi. Kelima (5), historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa Srimpi Muncar Gaya Mangkunegaran merupakan sebuah perkembangan dan penyusunan ulang oleh Mangkunagara VII terhadap Srimpi Muncar Gaya Yogyakarta. Perkembangan ini menghasilkan sebuah tari yang memadukan Gagrak Mataraman Yogyakarta dengan Gaya Surakarta. Selain itu, Srimpi Muncar juga memainkan peranan penting dalam melestarikan dan mengembangkan kesenian Mataram Islam, serta pencerminan sebuah revivalisme pada masa kekuasaan Mangkunagara VII.
Revolusi Sosial di Mekkah: Jejak Dakwah Rasulullah SAW dalam Mengubah Peradaban Kamila, Ajriya Najwa; Yusniati, Nia; Irham, Miftahul; Al Fahmi, Faiz Fikri; Hudzaifah, Ahmad; Nabila, Farha
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 4, No 1 (2025): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v4i1.89696

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana ajaran Nabi Muhammad membantu mengubah masyarakat Mekkah dari masa jahiliyah menjadi peradaban yang lebih maju. Penelitian ini mengkaji perubahan spiritual, sosial, dan ekonomi yang terjadi melalui pengamatan literatur buku, jurnal, dan publikasi terkait dengan menggunakan metodologi kualitatif yang didasarkan pada penelitian sejarah. Penduduk Mekah mengalami degradasi moral sebelum masuknya Islam dalam bentuk ketidakadilan sosial, diskriminasi gender, penyembahan berhala, dan eksploitasi perempuan dan budak. Bahkan dengan adanya kemajuan dalam seni sastra dan bisnis, kondisi sosial memburuk karena praktik-praktik seperti riba dan perjudian. Tauhid, keadilan, kesetaraan, dan penghargaan terhadap martabat manusia adalah prinsip-prinsip Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, menggantikan nilai-nilai jahiliyah. Persaudaraan Islam menggantikan struktur kesukuan, dan riba digantikan oleh perdagangan yang bermoral, yang dibantu oleh zakat dan sedekah untuk mengurangi kesenjangan sosial. Masyarakat yang lebih damai yang berpusat pada kemakmuran bersama merupakan hasil dari perubahan ini. Selain menciptakan peradaban baru di Mekah, revolusi teologis dan sosial Nabi Muhammad menjadi sumber inspirasi yang tak lekang oleh waktu. Studi ini menunjukkan bagaimana ajaran Nabi Muhammad dapat menjadi katalisator bagi transformasi sosial yang signifikan dan bertahan lama.

Page 3 of 4 | Total Record : 37