cover
Contact Name
Muhammad Ruswandi Djalal
Contact Email
wandi@poliupg.ac.id
Phone
+6285250986419
Journal Mail Official
sinergi@poliupg.ac.id
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan KM.10 Tamalanrea, Makassar 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Sinergi
ISSN : 16931548     EISSN : 26849372     DOI : http://dx.doi.org/10.31963/sinergi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Politeknik Negeri Ujung Pandang mempublikasikan hasil penelitian pada Bidang Teknik Mesin dan Energi.
Articles 417 Documents
Analisis Karakteristik Kekakuan Beam dari Bahan Komposit Epoxy-Serat Bambu dengan Metode Elemen Hingga Hammada Abbas; Hairul Arsyad; Lukmanul Hakim Arma
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 7, No 2 (2009): Oktober 2009
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.297 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v7i2.1045

Abstract

Penelitian ini menyelidiki karakteristik komposit epoxy-serat bambu yang berkatian dengan sifat kekakuannya (modulus elastisitas komposit dengan pengujian tarik, pergeseran beam dalam arah sumbu Y pada berbagai titik dan dalam arah sumbu X sepanjang beam dengan menggunakan metode elemen hingga, penguatan yang ditimbulkan oleh serat bambu). Komposit ini memiliki ciri unisotropic. Serat bambu disusun dengan arah 0°, 30°, 45°, 60° dan 90° menjadi bentuk beam sepanjang 300 mm. Hasil penelitian menunjukkan kontribusi serat arah 30o paling besar dalam penguatan modulus elastisitas komposit sebesar 993 N/mm2 dan defleksi terkecil sebesar 4,55 mm.
MODEL SIMULASI HIBRID PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DAN LISTRIK TENAGA ANGIN Maman Suherman
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 15, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.427 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v15i1.1184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa dengan melakukan simulasi mahasiswa bisa lebih mudah memahami prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) maupun Pembangkit Listrik Tenaga Angin/Bayu (PLTB), Juga dapat mengetahui Output yang dihasilkan dari kedua pembangkit PLTS dan PLTB dan diharapkan penelitian ini bisa dijadikan rujukan praktikum untuk pengembangan sistem edukasi di laboratorium. Hasil simulasi dari beberapa percobaan pengukuran mengunakan software Lucas Nulle L@bsoft, hasil data output berupa tegangan, arus dan daya yang dihasilkan langsung terukur dan ditampilkan secara terpadu pada layar komputer yang terhubung dengan modul Analog-digital multimeter CO5127-1Z. Hasil Penelitian menunjukan output DC yang dibangkitkan oleh photovoltaik adalah tegangan sebesar13,3 Volt, arus 2,90 Ampere dan daya 38,57 Watt. Sedangkan pada pembangkit turbin angin menunjukan tegangan Output DC sebesar 12,83 Volt, arus 1,05 Ampere dan daya 13,47 Watt. Untuk output dari inverter PLTS pada beban 40 Watt, hasil simulasi menunjukan tegangan Output AC sebesar 219,9 Volt, arus 0,178 Ampere dan daya 39,14 Watt. Sedangkan pada PLTB diperoleh tegangan sebesar 216,2 Volt, arus 0,218 Ampere dan daya yang dihasilkan sebesar 47,13 Watt. Setelah dihibrid diperoleh Tegangan 221,5 Volt, arus 0,217 Ampere dan daya 48,1 Watt.
Pembangkitan Microwave Plasma Dalam Berbagai Jenis Cairan Muhammad Firdan Nurdin; Andi Erwin Eka Putra; Novriany Amaliah
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 20, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.45 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v20i1.3454

Abstract

Teknologi pembangkitkan plasma dalam cairan dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik 2.45 GHz oven microwave telah dilakukan sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pembangkitan microwave plasma dalam berbagai sampel cairan seperti cairan rontgen, pure water, air baku PDAM dan air laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangkitan plasma dalam berbagai sampel cairan membutuhkan waktu awal pembangkitan sekitar 1-2 detik pada tekanan 6.7 kPa. Karakteristik warna plasma yang dihasilkan dalam cairan rontgen dan air laut adalah sama yakni orange, dan karakteristik warna plasma yang dihasilkan dalam pure water dan air baku PDAM adalah sama yakni pink.
Performan Pemanas Air dengan Menggunakan Tiga Kolektor Plat Datar yang Disusun Secara Seri Firman Firman; Chandra Buana; HR Fajar
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.136 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v9i2.1077

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan perbandingan efisiensi antara sebuah pemanas air kolektor surya plat datar dan tiga unit pemanas air kolektor surya plat datar yang disusun secara seri. Penelitian pemanas air kolektor surya pelat datar dilakukan dengan membandingkan 3 buah unit kolektor yang disusun seri dengan 1 unit kolektor. Pengambilan data ini dilakukan pada siang hari dengan asumsi bahwa sinar datang tegak lurus terhadap permukaan kolektor. Kondisi pengujian penelitian ini dilakukan sistem aliran paksa dengan tiga variasi laju aliran fluida masuk kolektor. Efisiensi maksimum untuk 3 unit kolektor surya plat datar yang disusun seri sebesar 29,63% , sedangkan untuk 1 unit kolektor sebesar 19,44%.
Analisis Proses Manufaktur Alat Pengepres Geram Mesin Perkakas Muas M; Arthur Halik R; Dian Ekawati; Ahmad Hasbullah; Satria Anggara Samudra
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 17, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.049 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v17i2.2080

Abstract

Scattred industrial trash on mechanical company’s workshop will be dangerous for operator and employee. The aims of this research are to design, analyze and compare the function of automatic press tool of machining trash to a manual process. Method of this research are designing, manufacturing and testing. A tool was designed using inventor software, assembled and manufactured, then tested. As results, trash becomes neater, smaller, thus easier moved to the recycle process. It can operate with 2 ton maximum pressure and dimention 28,6 cm x 28,6 cm with 25 cm depth. Press tool  produces an average pressing time with an automatic system 21.89 sec and reduction in space volume 7.670,7 mm3,whereas manual process, average pressing time 34,38 sec, space volume reduction 5.887,3 mm3.
Analisis Variabel Temperatur Media Pendingin Air Garam terhadap Sifat Mekanik Baja K-945 EMS 45 Abram Tangkemanda; Syaharuddin Rasyid; Muas M; Muh Rusdi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.892 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v12i1.1112

Abstract

Baja K-945 EMS 45 adalah salah satu jenis baja paduan yang dengan komposisi kandungan (% berat) C 0,48%, Si 0,30%, dan Mn 0,70%. Baja ini merupakan baja karbon sedang yang mempunyai kekuatan tarik 60-70 Kg/mm2. Kekerasan pada baja ini dapat ditingkatkan melalui proses quenching dengan menggunakan media pendingin air. Kekerasan yang dapat dicapai Baja EMS-45 bila diquenching pada media pendingin air (suhu kamar) adalah 58 HRC. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel temperatur media pendingin air garam terhadap sifat mekanik baja K-945 EMS-45 dengan memvariasikan temperatur media quenching pada suhu 5, 10, 15, 20, 25, dan 30OC. Metode yang digunakan adalah proses pemanasan spesimen pada temperatur 850OC dengan waktu penahanan selama 30 menit, selanjutnya spesimen diquencing pada temperatur media pendingin yang berbeda. Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kenaikan nilai kekerasan pada Baja K945 EMS-45 dengan adanya memvariasikan temperatur media pendingin. Kekerasan terbesar terjadi pada suhu 0OC sebesar 61,77 HRC dan nilai kekerasan semakin menurun dengan naiknya suhu media pendingin. Nilai kekuatan impak berbading terbalik dengan nilai kekerasan dengan naiknya temperatur media pendingin. Nilai impak Baja K945 EMS-45 pada suhu 0OC sebesar 63,5 N.m dan mengalami kenaikan kekuatan impak sejalan dengan naiknya suhu media pendingin.
PENGARUH EMBOSSING TERHADAP KEKUATAN LENTUR DAN KEKERASAN PADA SIRIP RODA TRAKTOR TANGAN Yosrihard Basongan; Muhammad Arsyad Suyuti; Syaputra Dermawan; Dewi Ratih M
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.737 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i2.1507

Abstract

Sirip roda traktor merupakan bagian terpenting dari sebuah traktor untuk membajak sawah. Rusaknya sirip roda traktor disebabkan karena kurangnya kemampuan sirip roda traktor menahan beban lentur serta dipengaruhi oleh usia sirip itu sendiri. Penelitian sebelumnya telah dibuat alat bantu bending yang juga dapat digunakan untuk pembentuk sirip roda besi traktor tangan dengan sistem hidrolik, dengan satu tahapan proses penekukan, dua embossing berbentuk radius sebagai tulangan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh embossing pada kekuatan lentur dan kekerasan sirip roda traktor dengan menggunakan variasi model embossing segitiga, jumlah embossing 1, serta tinggi embossing 4, 5, 6 mm dengan material baja karbon St 42, ketebalan pelat 3.8 mm. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan semakin tinggi embossing maka beban lentur maksimum yang dihasilkan semakin besar, dimana beban lentur maksimum terbesar diperoleh oleh sirip roda traktor dengan model embossing segitiga, dan tinggi embossing 6 mm didapatkan tegangan lentur 147,143 N/mm2. Hasil uji kekerasan sirip roda traktor dengan model embossing segitiga, tinggi 6 memiliki kekerasan terbesar yaitu 171,43 HB.
Analisis Tahanan Tanah pada Perumahan Bumi Tamalanrea Permai Makassar Herman Nauwir; Sukma Abadi; Muh Ishak Syaid; Jerry M. Hendra
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.988 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v13i2.1152

Abstract

Sistem Pembumian adalah perencanaan instalasi kelistrikan untuk sistem proteksi yang bertujuan untuk memberikan solusi menyeluruh berupa perlindungan peralatan elektronik, bangunan, ketersediaan layanan, dan keselamatan manusia terhadap kemungkinan bahaya kejut listrik serta kerusakan akibat petir/tegangan berlebih. Perencanaan sistem pembumian membutuhkan nilai tahanan jenis tanah dan batang elektroda yang digunakan agar dapat mengetahui nilai pembumian, diantaranya menggunakan alat ukur dan perhitungan dengan menggunakan perumusan untuk mencapai nilai grounding yang ditetapkan. Menurut PUIL 2000 [3.13.2.10] Resistans nilai pembumian total seluruh sistem tidak boleh lebih dari 5 Ω. Hasil pengukuran dan perhitungan di Perumahan Bumi Tamalanrea Permai didapatkan nilai rata-rata tahanan jenis tanah sebesar 24.501 Ω. Dari data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa secara umum jenis tanah yang ada pada perumahan tersebut tergolong jenis tanah rawa. Namun demikian, 6 blok diantaranya tidak termasuk kategori tersebut, yakni blok A, B, C, E dan L dikarenakan memiliki tahanan jenis rata-rata di atas 30 Ω
Rancang Bangun Pengereman Motor Direct Current Pada Mobil Listrik Muhammad Ali Faisal Fadhilah; Cornelius Sarri; Masing Masing; Prihadi Murdiyat
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 19, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.312 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v19i1.2722

Abstract

Artikel ini mempresentasikan rancang bangun pengereman dinamik dan hasil pengujiannya pada prototype mobil listrik yang dibangun di Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Samarinda. Pengereman dinamik dilakukan dengan mengatur nilai tahanan variable yang kedua ujungnya dihubungkan dengan motor untuk mendapatkan rangkaian lup tertutup. Pengujian dilakukan dengan tiga cara. Pada cara pertama dan kedua, mobil diuji secara stasioner di Laboratorium Jurusan Teknik Elektro. Pengujian pertama dilakukan ketika motor DC penggerak mobil tidak dibebani. Pada cara kedua, motor DC dihubungkan dengan roda bagian belakang dengan menggunakan rantai dan gir. Agar roda bergerak dengan bebas, bagian bawah mobil diganjal. Pada pengujian ketiga, beban adalah badan mobil secara keseluruhan dan seorang supir. Pengujian dilakukan untuk mengukur jarak yang ditempuh ketika rem dengan tiga resistansi berbeda diaktifkan pada kecepatan 9 m/detik. Pada pengujian pertama, dengan putaran konstan sebesar 3000 rpm dan nilai tahanan tertinggi sebesar 365 Ω didapat waktu pengereman hingga poros motor berhenti selama 3.13 detik. Untuk nilai tahanan 60 Ω diperoleh waktu pengereman 1.61 detik. Pada pengujian kedua, di mana kecepatan putar dikonversi menjadi kecepatan, diperoleh bahwa dengan kecepatan 9 m/s dan tahanan tertinggi sebesar 365 Ω, waktu pengeremannya mencapai 5.54 detik. Untuk nilai tahanan 60 Ω diperoleh waktu pengereman 3.336 detik. Untuk pengujian ketiga, mobil diuji saat dijalankan di area datar di kampus Politeknik. Dengan menggunakan tiga jenis nilai tahanan yaitu: 90 Ω, 70 Ω, dan 50 Ω, jarak mobil dari saat pertama pengereman hingga berhenti berturut-turut adalah: 38.3 m, 32.3 m, 18.2 m.
Pengaturan Sudut α Digunakan pada Pengereman motor Induksi 3 Phasa Hatma Rudito
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 7, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.607 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v7i1.1034

Abstract

Braking in induction machine is very important, in this paper discuss problem how to brake machine so that get process good braking and not arouse destruction. In this paper also fundamental topic is dinamic braking use controlled converter 1 phasa and aplication in induction machine 3 phase. Base on data result have doing to get so much litle angle α process braking is quickly and in angle α so much big braking no happen. This braking doing on moment magnetic field in rotor stasionary.