cover
Contact Name
Esi Emilia
Contact Email
esiemilia@unimed.ac.id
Phone
+6281380427767
Journal Mail Official
jurnalandaliman@unimed.ac.id
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, 20221, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27771121     DOI : https://doi.org/10.24114/jgpkm.v2i1
Core Subject : Health,
Jurnal Andaliman : Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat (JGPKM) adalah jurnal ilmiah di bidang gizi. JGPM merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Gizi Universitas Negeri Medan. Jurnal ini published setiap 6 bulan sekali yaitu pada bulan Juli dan Desember. JGPKM merupakan jurnal yang berfokus pada penelitian dan studi literatur terkait gizi, pangan dan masyarakat. Adapun JGPKM menerima bidang-bidang penelitian terkait Gizi Pangan, Gizi Klinik, Gizi Masyarakat, dan Gizi Institusi Komersial dan Non Komersial
Articles 57 Documents
The Relationship Between Physical Activity and Stress Levels with the Incidence of Diabetes Mellitus in the Working Area of Semanding Health Center, Tuban Regency Almadana Daragati Ciptoningrum; Tysa Runingsari
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/0frsns27

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan dipengaruhi oleh faktor gaya hidup seperti aktivitas fisik dan tingkat stres. Aktivitas fisik yang rendah dan stres berkepanjangan dapat memicu peningkatan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan aktivitas fisik dan tingkat stres dengan kejadian diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control dengan sampel 194 responden yang terdiri dari 97 kasus dan 97 kontrol yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan Global Physical Activity Questionnaire dan tingkat stres menggunakan Depression Anxiety Stress Scale. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas fisik (p=0,001) dan tingkat stres (p=0,000) berhubungan dengan kejadian diabetes melitus. Disimpulkan bahwa peningkatan aktivitas fisik dan pengelolaan stres penting dalam pencegahan diabetes melitus.
HUBUNGAN ANTARA SCREEN TIME, DURASI TIDUR, DAN KONSUMSI SNACK KEMASAN YANG MENGANDUNG MSG (Monosodium Glutamate)  DENGAN KEJADIAN OBESITAS (Pada Siswa MA Islamiyah Senori) syafika_2003 robin; Miftahul Munir
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/3wm4km03

Abstract

Obesitas merupakan kondisi kelebihan lemak tubuh akibat ketidakseimbangan antara asupan kalori dan energi yang digunakan. Faktor yang memengaruhi obesitas antara lain tingginya screen time, buruknya durasi tidur, serta seringnya konsumsi snack kemasan yang mengandung MSG (Monosodium Glutamate). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara screen time, durasi tidur, dan konsumsi snack kemasan yang mengandung MSG pada siswa MA Islamiyah Senori. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 469 siswa dengan sampel 216 responden yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner QueST, PSQI, dan FFQ. Pengukuran obesitas menggunakan IMT/U. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan screen time (p=0,000), durasi tidur (p=0,000), dan konsumsi snack kemasan (p=0,000) berhubungan dengan kejadian obesitas. Berdasarkan hal tersebut maka penting dalam mengatur waktu screen time, waktu tidur, dan konsumsi snack kemasan.   
PERBEDAAN TINGGI BADAN AKTUAL BERDASARKAN TINGGI LUTUT (CHUMLEA) DAN PANJANG ULNA (ILAYPERUMA) PADA INDIVIDU DEWASA elfrida_khurnia4 shandy; Dian Ayu Ainun Nafies
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/c2v6jd17

Abstract

Tinggi badan merupakan parameter penting dalam penilaian status gizi, namun tidak selalu dapat diukur secara langsung pada kondisi tertentu seperti keterbatasan mobilitas. Oleh karena itu, diperlukan metode alternatif untuk memperkirakan tinggi badan. Penelitian ini bertujuan membandingkan estimasi tinggi badan berdasarkan tinggi lutut dan panjang ulna pada individu dewasa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang terhadap 239 responden yang dipilih secara stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran tinggi badan aktual, tinggi lutut, dan panjang ulna menggunakan alat antropometri standar. Analisis dilakukan dengan uji Kolmogorov–Smirnov dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan rata-rata tinggi badan aktual 160 cm, estimasi tinggi lutut 163 cm, dan panjang ulna 159 cm. Terdapat perbedaan bermakna (p < 0,05), di mana tinggi lutut cenderung melebihkan nilai, sedangkan panjang ulna lebih mendekati tinggi badan aktual. Dengan demikian, panjang ulna dapat digunakan sebagai metode alternatif yang lebih akurat dalam memperkirakan tinggi badan. Kata kunci: antropometri; estimasi tinggi badan; panjang ulna; tinggi lutut   ABSTRACT Height is an important parameter in nutritional assessment, but it cannot always be measured directly in individuals with certain limitations. Therefore, alternative methods are needed to estimate height. This study aimed to compare height estimation based on knee height and ulna length in adults. A quantitative cross-sectional design was used with 239 respondents selected through stratified random sampling. Data were collected by measuring actual height, knee height, and ulna length using standard anthropometric tools. Analysis was performed using the Kolmogorov–Smirnov test and the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the mean actual height was 160 cm, knee height estimation was 163 cm, and ulna length estimation was 159 cm. A significant difference was found (p < 0.05), where knee height tended to overestimate, while ulna length was closer to actual height. Thus, ulna length is a more accurate alternative for estimating height. Keywords: anthropometry; height estimation; knee height; ulna length
Relationship Between Food Acceptability and Food Service Satisfaction with Food Waste in the Free Nutritious Meal Program at MTs 1 Tuban Faidlun Ni&#039;matin Nadhifa Nadhifa; Dwi Kurnia Purnama Sari
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/564btn66

Abstract

Sisa makanan merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan makanan institusi. Tingginya sisa makanan pada program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah menunjukkan bahwa asupan gizi siswa belum terpenuhi secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan daya terima makanan dan kepuasan pelayanan makanan terhadap sisa makanan pada Program MBG di MTs Negeri 1 Tuban. Desain penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 272 siswa kelas VII, VIII, dan IX dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data daya terima dan kepuasan pelayanan dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan sisa makanan diukur dengan metode Comstock. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan mayoritas siswa memiliki daya terima yang baik, yakni 41,2% menyatakan puas dan 37,1% sangat puas. Sebesar 78,3% siswa memiliki sisa makanan dalam kategori sedikit (<20%) dan 21,7% masuk kategori banyak (≥20%). Terdapat hubungan signifikan antara daya terima makanan dengan sisa makanan (r = -0,763; p = 0,000) dan antara kepuasan pelayanan makanan dengan sisa makanan (r = -0,625; p = 0,000). Daya terima dan kepuasan pelayanan makanan berperan penting dalam menekan sisa makanan. Peningkatan variasi menu dan kualitas pelayanan diperlukan untuk mengoptimalkan keberhasilan program MBG
The Effect of Aloe Vera Pudding (Aloe vera L.) and Dragon Fruit Pudding (Hylocereus polyrhizus) on Blood Glucose Levels in Patients with Diabetes Mellitus ANGGUN JUNISA; Dwi Kurnia Purnamasari
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/7vpm5h78

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disease characterised by persistent hyperglycaemia resulting from impaired insulin production or action. Non-pharmacological management through natural functional foods continues to gain attention, including the use of aloe vera and red dragon fruit. This study aimed to determine the effect of aloe vera pudding and dragon fruit pudding on blood glucose levels in DM patients within the working area of Semanding Public Health Centre, Tuban Regency. A true experimental design with a two-group pre-test and post-test approach was employed. Twenty adult DM patients were selected by purposive sampling and assigned equally to two groups. Group one consumed aloe vera pudding (250 g/day) and group two consumed dragon fruit pudding (250 g/day) for seven consecutive days. Blood glucose was measured before and after the intervention using a glucometer. Data were analysed using the Paired T-Test and Independent T-Test. Results showed that aloe vera pudding significantly reduced blood glucose (p=0.027), and dragon fruit pudding likewise (p=0.001). However, the comparison between groups revealed no statistically significant difference (p=0.374). Both puddings are therefore considered potential complementary therapies for glycaemic control in DM patients.
HUBUNGAN USIA MENARCHE DAN ASUPAN ZAT GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA: STUDI CROSS SECTIONAL  DI SMK NEGERI 1 KOTA PALU sil18_ tarakolo; Lilik Sofiatus Solikhah; Hardianti
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/35g5zw27

Abstract

Latar Belakang: Gangguan siklus menstruasi dialami oleh sebagian besar remaja putri. Dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan reproduksi, termasuk risiko infertilitas. Faktor yang memengaruhi keteraturan siklus antara lain usia menarche dan asupan gizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia menarche dan asupan zat gizi (energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin C, dan zat besi) dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri. Metode: Desain analitik Cross-Sectional pada 100 remaja puteri di SMK Negeri 1 Kota Palu, yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Data usia menarche dan siklus menstruasi dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan asupan zat gizi melalui food recall. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan p<0,05. Hasil: Sebanyak 53% remaja putri mengalami siklus menstruasi tidak normal. Usia manrche tidak berhubungan signifikan dengan siklus menstruasi sedangkan asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin C dan zat gizi menunjukkan hubungan yang signifikan P<0,05. Simpulan: Asupan zat gizi makro dan mikro (vitamin C dan zat besi) berhubungan signifikan dengan siklus menstruasi pada remaja, sedangkan usia menarche tidak. Saran: Mempertimbangkan faktor lain yang berpotensi memengaruhi siklus menstruasi, seperti stres, aktivitas fisik, dan status gizi. Tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan di sekolah berkaitan dengan sistem reproduksi.  
Pengaruh Pemberian Smoothies Stroberi (Fragaria× Ananassa) Pisang (Musa Paradisiaca) dan Chia Seed (Salvia Hispanica L) Terhadap Kadar Kolestrol Total Risse Gandhira Lindkhane; Yuliati Widiastuti; Asysyifa Riana
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/3aydf338

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian global, dengan hiperkolesterolemia sebagai faktor risiko utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian smoothies stroberi, pisang, dan chia seed terhadap kadar kolesterol total pada karyawan RSUD Bedas Kertasari Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan desain quasi experimental two group pre-post test with control design dengan teknik purposive sampling. Sampel berjumlah 20 karyawan dengan kadar kolesterol ≥200 mg/dL, dibagi menjadi kelompok intervensi (n=10) yang menerima smoothies Stropichia sebanyak 250 ml per hari selama 10 hari berturut-turut disertai edukasi gizi, dan kelompok kontrol (n=10) yang hanya menerima edukasi gizi tanpa intervensi smoothies. Formulasi terpilih mengandung stroberi 100 gram, pisang 50 gram, chia seed 7,5 gram, dan 50 ml air dengan kandungan serat 5,53 gram serta vitamin C 72,42 mg per sajian. Seluruh subjek memiliki asupan serat yang kurang dengan rata-rata 8,52 gram per hari dan 65% subjek memiliki asupan vitamin C yang rendah. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar kolesterol total pada kelompok intervensi sebesar 30,8 mg/dL dari 264,20 menjadi 233,40 mg/dL dengan nilai p=0,009, sedangkan kelompok kontrol mengalami penurunan sebesar 45,5 mg/dL dengan nilai p=0,049. Namun demikian, perbandingan perubahan kadar kolesterol antar kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan nilai p=0,526. Disimpulkan bahwa pemberian smoothies stroberi, pisang, dan chia seed berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar kolesterol total, meskipun tidak berbeda bermakna dibandingkan kelompok kontrol