cover
Contact Name
Widia Ningsih
Contact Email
widianingsih633@gmail.com
Phone
+6285960430213
Journal Mail Official
jcsjurnal@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sendang Recidence, Blk. F No.02, Sendang, Kec. Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45611
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Comprehensive Science
ISSN : 296247     EISSN : 29624584     DOI : https://doi.org/10.36418/jcs
This journal publishes research articles covering multidisciplinary sciences, which includes: Humanities and social sciences, contemporary political science, Educational sciences, religious sciences and philosophy, economics, Engineering sciences, Health sciences, medical sciences, design arts sciences and media. Published articles are from critical and comprehensive research, studies or scientific studies on important and current issues or reviews of scientific books.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,406 Documents
Analisis Semiotika Dekonstruksi Makna pada Gambar Indonesia Gelap (Jacques Derrida) Muizatul Hasanah
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4232

Abstract

Perkembangan media digital telah mendorong munculnya visualisasi kritik sosial-politik yang tersebar luas melalui media sosial, salah satunya melalui gambar “Indonesia Gelap” yang dipublikasikan oleh BEM Universitas Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna visual dalam gambar tersebut dengan pendekatan semiotika dekonstruksi Jacques Derrida. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika dekonstruktif terhadap elemen visual seperti simbol Garuda Pancasila, warna gelap, tipografi, serta teks isu sosial-politik yang terkandung dalam gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambar tersebut tidak hanya berfungsi sebagai representasi kritik terhadap kondisi sosial dan politik Indonesia, tetapi juga sebagai ruang dekonstruksi makna simbol negara. Simbol Garuda tidak lagi bersifat tunggal sebagai lambang persatuan, tetapi mengalami pergeseran makna menjadi representasi ketegangan antara negara dan rakyat. Selain itu, penggunaan latar gelap dan daftar isu sosial memperkuat narasi krisis yang dikonstruksi secara visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gambar “Indonesia Gelap” merupakan teks visual yang bersifat terbuka, cair, dan dapat dimaknai secara berlapis, sehingga memperlihatkan bahwa makna dalam media digital tidak pernah stabil dan selalu dapat direkonstruksi melalui pembacaan kritis.
Kinerja Algoritma Branch-and-Bound, Campbell-Dudek-Smith dan Nawazenscore-Ham dalam Meminimasi Makespan pada Penjadwalan Flow Shop Eka K.A Pakpahan; Florence Suwandi; Ari Setiawan
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4234

Abstract

Sektor manufaktur membutuhkan sistem produksi yang efisien agar proses pemenuhan permintaan pelanggan dapat berlangsung tepat waktu dengan penggunaan sumber daya yang optimal. Salah satu aspek penting dalam sistem produksi adalah penjadwalan, terutama pada lingkungan flow shop yang memiliki urutan proses sama untuk setiap pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja algoritma Branch-and-Bound (BB), Campbell-Dudek-Smith (CDS), dan Nawaz-Enscore-Ham (NEH) dalam meminimasi makespan pada penjadwalan flow shop. Metode penelitian dilakukan melalui perancangan dua belas skenario kasus berdasarkan variasi jumlah pekerjaan dan jumlah mesin/proses, yaitu skala kecil, sedang, dan besar. Setiap skenario diuji menggunakan algoritma BB, CDS, NEH-LPT, dan NEH-SPT, kemudian hasilnya dibandingkan berdasarkan nilai makespan dan efisiensi pencarian solusi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa algoritma BB memberikan hasil yang baik pada kasus kecil, tetapi kurang efisien pada kasus besar karena waktu pencarian solusi lebih lama. Pada kasus sedang, CDS dan NEH-LPT menunjukkan kinerja yang kompetitif, sedangkan pada kasus besar NEH-SPT lebih konsisten menghasilkan makespan terbaik dibandingkan metode lainnya. Kesimpulannya, pemilihan algoritma penjadwalan perlu disesuaikan dengan skala sistem produksi. Penelitian ini merekomendasikan NEH-SPT untuk sistem produksi berskala besar karena lebih efisien dan mampu menghasilkan jadwal dengan makespan minimum.
Kinerja Jaringan Perpipaan dalam Pencegahan Back Pressure Gathering Station di PT X Indra Indra; Firdaus Firdaus; Selvia Sarungu
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4236

Abstract

Back pressure yang berlebihan pada gathering station merupakan kendala operasional yang umum dijumpai dalam industri perminyakan karena dapat menghambat laju alir fluida dari kepala sumur, menurunkan efisiensi perolehan hidrokarbon, serta berpotensi merusak peralatan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan laju alir fluida dan distribusi tekanan dalam jaringan pipa dari sumur produksi menuju gathering station, serta mengevaluasi apakah sistem produksi pada lapangan PT X telah beroperasi secara optimal. Metode yang digunakan adalah simulasi numerik dengan perangkat lunak Pipesim berdasarkan data sekunder lapangan yang mencakup spesifikasi perpipaan, data fluida, serta parameter tekanan dan temperatur operasi pada jaringan pipa yang menghubungkan lima sumur produksi aktif (PDL 1–PDL 5) menuju satu gathering station. Hasil simulasi menunjukkan tekanan sumur PDL 1 menurun dari 61 psia menjadi 59,8 psia, PDL 2 dari 60,5 psia menjadi 59,8 psia, PDL 3 dan PDL 4 relatif stabil pada 60 psia dan 59,5 psia, serta PDL 5 menurun dari 70 psia menjadi 60 psia, dengan pressure drop pada setiap jalur berkisar 1–10 psi. Laju alir menuju gathering station hanya menurun sebesar 0,8 bbl/d dari total 27.665,5 bbl/d (0,0028%). Seluruh tekanan operasi yang diperoleh berada dalam rentang standar tekanan operasi sumur minyak (50–500 psi), dan penurunan laju alir tidak lebih dari batas deviasi validasi model perpipaan sebesar 4,58%. Berdasarkan kriteria tekanan operasi, besaran pressure drop, dan penurunan laju alir tersebut, sistem perpipaan pada gathering station PT X dinyatakan beroperasi dalam kondisi optimal tanpa indikasi back pressure yang berlebihan.
Dekonstruksi Positivisme Hukum Kesehatan: Rekonstruksi Paradigma Pertanggungjawaban dan Keadilan Substantif dalam Sistem Kesehatan Digital Berbasis Hakikat Kemanusiaan di Indonesia Ruddy Ricardo Rompas
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4237

Abstract

Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 menegaskan hak setiap orang untuk hidup sejahtera lahir dan batin serta memperoleh pelayanan kesehatan. Rezim hukum kesehatan Indonesia masih bertumpu pada tradisi positivistik yang menempatkan aturan tertulis sebagai tolok ukur utama legalitas. Pendekatan ini memberikan kepastian, tetapi tidak selalu menghadirkan keadilan substantif dalam perkara malpraktik medis maupun dalam frontir baru kesehatan digital—diagnosis berbantuan kecerdasan buatan, rekam medis elektronik, telemedicine, dan penyelenggaraan BPJS Kesehatan. Dengan mengacu pada mazhab sosiologi hukum, teori keadilan John Rawls, serta pendekatan kapabilitas Amartya Sen, artikel ini mendekonstruksi paradigma positivistik dan merekonstruksi kerangka humanistik yang berpijak pada hakikat kemanusiaan. Penelitian yuridis-normatif ini menelaah Pasal 359–360 KUHP, Pasal 1365 KUHPerdata, UU No. 17 Tahun 2023, UU No. 27 Tahun 2022, dan putusan MKDKI 2020–2024. Artikel mengusulkan indikator operasional keadilan substantif—aksesibilitas, akuntabilitas, akseptabilitas, dan kualitas—sebagai instrumen evaluasi regulasi kesehatan digital, serta merekomendasikan doktrin pertanggungjawaban berlapis, lembaga ombudsman kesehatan digital independen, dan standar adaptif yang mengacu pada EU AI Act dan FDA SaMD framework.
Dampak Media Sosial pada Konsentrasi Belajar Mahasiswa di Era Digital Muhammad Syafiq Al Katiri; Moh Bahrul Ulum; Riska Febri Herdiyanti; Antika Aisyah Af Faras; Muh. Anwar Fu’ady
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4239

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah menjadikan media sosial sebagai bagian penting dalam kehidupan mahasiswa, baik sebagai sarana komunikasi, hiburan, maupun pendukung aktivitas akademik. Namun, tingginya intensitas penggunaan media sosial juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan konsentrasi belajar akibat adanya berbagai distraksi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap konsentrasi belajar mahasiswa di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 107 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur variabel penggunaan media sosial dan konsentrasi belajar. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS versi 26 setelah melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsentrasi belajar mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,011 dan kontribusi sebesar 6,1%. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial tidak selalu menjadi faktor penghambat konsentrasi, tetapi dapat berfungsi sebagai media pendukung pembelajaran apabila digunakan secara terarah dan sesuai kebutuhan akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan penggunaan media sosial melalui literasi digital dan regulasi diri menjadi aspek penting dalam menjaga efektivitas proses belajar mahasiswa di era digital.
Evaluasi Lost Circulation Berdasarkan Faktor Mekanis pada Sumur “X” dan Parameter Pemboran Rizal Marzuki; Jan Friadi Sinaga; Fatma Fatma
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4240

Abstract

Kegiatan pemboran minyak dan gas bumi sering menghadapi berbagai permasalahan operasional, salah satunya adalah lost circulation atau kehilangan sirkulasi lumpur pemboran yang dapat menyebabkan peningkatan biaya, keterlambatan operasi, serta gangguan terhadap kestabilan sumur. Permasalahan ini terjadi ketika fluida pemboran masuk ke dalam formasi akibat ketidakseimbangan tekanan maupun karakteristik formasi yang ditembus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyebab terjadinya lost circulation pada Sumur “X” di Lapangan SBR berdasarkan faktor mekanis pemboran serta menganalisis efektivitas metode penanganan yang digunakan. Metode penelitian dilakukan melalui analisis data pemboran dengan mengevaluasi beberapa parameter mekanis, meliputi tekanan formasi (formation pressure), tekanan hidrostatik, tekanan rekah formasi, Equivalent Circulating Density (ECD), dan Bottom Hole Circulating Pressure (BHCP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian lost circulation pada kedalaman 5.458–5.471 ft dengan total kehilangan lumpur sebesar 187 bbl tidak disebabkan oleh tekanan pemboran yang melebihi batas kemampuan formasi. Nilai tekanan rekah formasi sebesar 4.223,8 psi masih lebih tinggi dibandingkan tekanan formasi sebesar 3.605,7 psi, tekanan hidrostatik sebesar 3.690,9 psi, dan BHCP sebesar 3.916,66 psi. Penanganan menggunakan Lost Circulation Material (LCM) berupa fiber, granular, dan graphite dengan konsentrasi 30 ppb mampu menurunkan kehilangan lumpur hingga 91%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa lost circulation pada Sumur “X” lebih dipengaruhi oleh karakteristik zona kehilangan dibandingkan faktor mekanis pemboran, sedangkan penggunaan LCM efektif untuk mengatasi permasalahan kehilangan sirkulasi.
Analisis Tingkat Kematangan dan Sifat Fisik Tanah Gambut pada Perbedaan Umur Kelapa Sawit di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya Silvia Cindi; Bambang Widiarso; Romiyanto
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4221

Abstract

Lahan gambut merupakan ekosistem penting yang memiliki fungsi ekologis sebagai penyimpan karbon dan pengatur tata air, namun memiliki karakteristik fisik yang rentan mengalami degradasi akibat perubahan penggunaan lahan, terutama untuk perkebunan kelapa sawit. Aktivitas budidaya kelapa sawit pada lahan gambut dapat memengaruhi tingkat kematangan gambut dan perubahan sifat fisik tanah melalui proses drainase, dekomposisi bahan organik, serta perubahan struktur tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan dan sifat fisik tanah gambut pada perbedaan umur tanaman kelapa sawit di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya serta mengetahui hubungan antara kadar serat dengan parameter sifat fisik tanah gambut. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan dan analisis laboratorium dengan membandingkan dua penggunaan lahan kelapa sawit berumur 2 tahun dan 13 tahun. Parameter yang diamati meliputi tingkat kematangan gambut, kedalaman gambut, kedalaman muka air tanah, kadar serat, kadar air kondisi lapangan, bobot isi, porositas total, dan permeabilitas tanah. Analisis data dilakukan menggunakan uji independent sample t-test dan uji korelasi Spearman pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan gambut pada kedua umur tanaman didominasi oleh kategori saprik. Perbedaan umur tanaman kelapa sawit tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat fisik tanah gambut, ditunjukkan oleh parameter kadar serat, kadar air, bobot isi, porositas total, dan permeabilitas yang tidak berbeda nyata secara statistik. Nilai porositas tanah tergolong porous hingga sangat porous, sedangkan permeabilitas tanah termasuk kategori agak lambat. Hasil korelasi menunjukkan bahwa kadar serat tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar air, bobot isi, porositas, maupun permeabilitas tanah gambut. Kesimpulannya, perbedaan umur tanaman kelapa sawit selama 2 tahun dan 13 tahun pada lokasi penelitian belum menyebabkan perubahan signifikan terhadap karakteristik fisik tanah gambut, namun pengelolaan tata air dan konservasi tetap diperlukan untuk mempertahankan fungsi ekologis lahan gambut.
Perencanaan Desain Adapter Flange 11” 10.000 Psi × 11” 15.000 Psi Berdasarkan Perhitungan Minimum Thickness dan Critical Area untuk Optimalisasi Blow Out Preventer Sepryanto Fernandus D; Fatma Fatma; Esterina Natalia Paindan
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4250

Abstract

Operasi pengeboran minyak dan gas memiliki risiko terjadinya kick yang dapat berkembang menjadi blowout apabila tidak dikendalikan dengan sistem keselamatan yang memadai. Salah satu komponen penting dalam sistem pengendalian tekanan sumur adalah Blow Out Preventer (BOP), yang membutuhkan adapter flange dengan kemampuan mekanis tinggi untuk menahan tekanan ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi adapter flange 11” 10.000 Psi × 11” 15.000 Psi berdasarkan perhitungan minimum thickness dan critical area sesuai standar API Spec 6A guna memastikan keandalan operasional BOP. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data spesifikasi material, dimensi flange, serta standar API 6A, kemudian dilakukan perhitungan minimum thickness dan critical area pada komponen adapter flange. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai minimum thickness material desain pada sisi 10.000 Psi sebesar 0,853 inch dan material aktual sebesar 0,67 inch, sedangkan pada sisi 15.000 Psi diperoleh nilai 1,34 inch dan 1,04 inch. Nilai tersebut masih lebih kecil dibandingkan ketebalan aktual pabrikan, yaitu 5,56 inch dan 7,38 inch, sehingga komponen dinyatakan aman. Analisis critical area menghasilkan nilai T1 sebesar 1,78 inch, dengan T2 sebesar 3,75 inch pada sisi 10.000 Psi dan 6,25 inch pada sisi 15.000 Psi. Berdasarkan hasil tersebut, desain adapter flange memenuhi persyaratan API Spec 6A dan memiliki kemampuan yang baik dalam menahan tekanan tinggi pada sistem BOP.
Perencanaan Squeeze Cementing pada Sumur “RH-205” Lapangan “SGT” Menggunakan Metode Balance Plug Ricky Hizkia; Kukuh Jalu Waskita; Nuruddin Kafy El-Ridlo
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4259

Abstract

Squeeze cementing merupakan salah satu metode penyemenan sekunder yang digunakan untuk memperbaiki kualitas penyemenan, menutup zona perforasi yang tidak diinginkan, serta menjaga integritas sumur selama kegiatan produksi berlangsung. Pada Sumur “RH-205” Lapangan “SGT” terjadi peningkatan produksi air (water cut) pada interval perforasi tertentu sehingga diperlukan perencanaan penyemenan ulang untuk melakukan isolasi zona yang sudah tidak ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pekerjaan squeeze cementing menggunakan metode balance plug dengan menentukan kebutuhan volume slurry cement, jumlah semen, volume spacer ahead, spacer behind, displacement fluid, serta nilai Maximum Allowable Surface Pressure (MASP) yang aman selama operasi berlangsung. Metode penelitian dilakukan melalui pengumpulan dan pengolahan data sumur serta data semen, kemudian dilanjutkan dengan perhitungan teknis berdasarkan kapasitas casing, tubing, interval perforasi, karakteristik slurry, tekanan rekah formasi, dan parameter desain lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan total slurry cement sebesar 7 bbl dengan jumlah semen sebanyak 34 sack menggunakan semen kelas G dan kebutuhan air pencampur sebesar 4,046 bbl. Volume spacer ahead yang diperlukan sebesar 5 bbl, spacer behind sebesar 0,95 bbl, serta displacement fluid sebesar 12,02 bbl. Nilai MASP yang diperoleh sebesar 557,02 psi sehingga tekanan operasi masih berada dalam batas aman terhadap tekanan rekah formasi. Berdasarkan hasil analisis, metode balance plug dinilai sesuai diterapkan pada Sumur “RH-205” karena mampu memberikan desain penempatan semen yang terkontrol dan mendukung keberhasilan isolasi zona.
Optimizing Services at PDAM Tirta Darma Ayu in Indramayu Regency Based on Customer Needs Afiffudin Afiffudin; Yanto Heryanto
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4261

Abstract

Clean water services are essential public services that directly affect community welfare and quality of life. As a regional water utility company, PDAM Tirta Darma Ayu in Indramayu Regency faces challenges in ensuring reliable, responsive, and customer-oriented services, particularly in terms of water distribution, complaint handling, and consistent service quality. This study aims to optimize PDAM Tirta Darma Ayu services based on customer needs by evaluating service quality dimensions and identifying factors that hinder service effectiveness. This research employed a qualitative descriptive method conducted at PDAM Tirta Darma Ayu in Indramayu Regency, particularly in Bangodua District. Data were collected through in-depth interviews, field observations, documentation studies, and monitoring of customer interactions through the official Facebook platform of PDAM Tirta Darma Ayu. Data validity was ensured through triangulation techniques, while data analysis was conducted using descriptive analysis. The findings indicate that the tangible and empathy dimensions of service quality have been implemented effectively, supported by adequate facilities, professional personnel, and customer-oriented services. However, the reliability, responsiveness, and assurance dimensions still require improvement due to inaccurate water meter recordings, delayed responses to digital complaints, uncertainty regarding repair completion times, and customer concerns about water quality. The study concludes that PDAM Tirta Darma Ayu needs to strengthen technical accuracy, digital complaint management, service transparency, and customer communication systems to enhance customer satisfaction and public trust.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 8 (2026): Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 6 (2026): Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 5 (2026): Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 4 (2026): Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 3 (2026): Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 11 (2025): Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 10 (2025): Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 9 (2025): Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 8 (2025): Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 7 (2025): Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 6 (2025): Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 5 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 4 No. 4 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 4 No. 3 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 12 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 11 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 10 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 9 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 8 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 7 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 6 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 5 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 4 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 3 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 12 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 11 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 9 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 8 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 7 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 6 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 5 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 4 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 3 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 1 No. 5 (2022): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Comprehensive Science (Jcs) Vol. 1 No. 3 (2022): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Comprehensive Science (JCS) More Issue