cover
Contact Name
Sussanti
Contact Email
kampus.stiap.palu@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kampus.stiap.palu@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nuri No. 18, Tanamodindi, Palu, Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
PARADIGMA
ISSN : -     EISSN : 28285735     DOI : 10.55100/paradigma
Core Subject : Social,
Jurnal Ini berfokus pada kajian ilmu administrasi, atau lebih dikhususkan pada bidang administrasi publik yang mengacu pada manajemen publik dan kebijakan publik.
Articles 51 Documents
Kinerja Pegawai Kelurahan Kayumalue Pajeko Kecamatan Palu Utara Kota Palu Handy Wahyu Kusnadi U. Tadja Lembah
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.967 KB) | DOI: 10.55100/paradigma.v1i2.53

Abstract

Kajian ini tentang Kinerja pegawai kelurahan kayumalue pajeko . Tipe penelitian ini adalah penelitian Deskriptif, Penelitian deskriptif adalah metode yang mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, wawancara dan Studi Pustaka. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 (Lima) orang yaitu Sekretaris Lurah Kayumalue Pajeko, Kepala Seksi dan Staf di Kelurahan serta Tokoh Masyarakat Kelurahan Kayumalue Pajeko. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh data penelitian. Teori yang digunakan ialah konsep yang dikemukakan oleh Agus Dharma tentang Penilaian Kinerja Pegawai yaitu :  Kuantitas, Kualitas dan Ketepatan Waktu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, kinerja pegawai kelurahan kayumalue pajeko cukup baik terkait masalah kuantitas dan kualitas kinerja. Tetapi, masalah ketepatan waktu masih belum maksimal, yang dimana terdapat banyak keluhan masyarakat tentang masalah ketepatan waktu pegawai terkait pelayanan kepada masyarakat
Implementasi Alokasi Dana Desa Tolongano Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Fitriani Abdullah
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.931 KB) | DOI: 10.55100/paradigma.v1i2.54

Abstract

Penelitian ini berujuan untuk mengetahui dan mediskripsikan tentang Implementasi  Kebijakan  Alokasi Dana Desa Tolongano Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah. Kegunaan penelitian ini secara Teoritis dan Praktis. Dalam Kajian Pustaka menjelaskan Konsep Administrasi, Administrasi Publik, Kebijakan Publik, Implementasi Kebijakan dan Alokasi Dana Desa. Alur Pikir oleh teori Van Meter dan Van Horn yang meliputi faktor Standar dan Tujuan, Sumberdaya, Ciri atau Sifat badan Pelaksana, Komunikasi Antar Organisasi, Disposisi Implementor dan Lingkungan Sosial Ekonomi Dan Politik. Penelitian dengan metode kualitatif, Lokasi Penelitian Desa Tolongano Kecamatan Banawa Selatan, Waktu Penelitian selama tiga bulan, Informan merupakan unsur yang terkait dengan Alokasi dana desa yaitu berjumlah 5 (lima) orang. Definisi Konsep berkaitan dengan model implementasi kebijakan  tersebut. Jenis data kualiatif, dan sumber data yaitu data Sekunder dan Data Primer. Pembahasan menjelaskan, terhadap hasil wawancara dan hasil analisis serta teori secara gambling. Peneliti memberikan kesimpulan bahwa pelaksanaannya di lapangan pelaksanaan fungsi belum sepenuhnya berjalan dengan baik, Kurang pahamnya masyarakat akan adanya program Alokasi Dana Desa sehingga perlu adanya sosialisasi dan transparansi penggunaan dana Alokasi Dana Desa dari pemerintahan desa kemudian pertanggungjawaban penggunaan Alokasi Dana Desa oleh pengelola keuangan desa. Pertanggungjawaban penggunaan Alokasi Dana Desa merupakan bentuk konsekuensi atas penggunaan dana publik yang dipercayakan kepada pemerintah desa.
Implementasi Alokasi Dana Desa Tolongano Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Fitriani Abdullah
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.071 KB) | DOI: 10.55100/paradigma.v1i2.54

Abstract

Penelitian ini berujuan untuk mengetahui dan mediskripsikan tentang Implementasi Kebijakan Alokasi Dana Desa Tolongano Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah. Kegunaan penelitian ini secara Teoritis dan Praktis. Dalam Kajian Pustaka menjelaskan Konsep Administrasi, Administrasi Publik, Kebijakan Publik, Implementasi Kebijakan dan Alokasi Dana Desa. Alur Pikir oleh teori Van Meter dan Van Horn yang meliputi faktor Standar dan Tujuan, Sumberdaya, Ciri atau Sifat badan Pelaksana, Komunikasi Antar Organisasi, Disposisi Implementor dan Lingkungan Sosial Ekonomi Dan Politik. Penelitian dengan metode kualitatif, Lokasi Penelitian Desa Tolongano Kecamatan Banawa Selatan, Waktu Penelitian selama tiga bulan, Informan merupakan unsur yang terkait dengan Alokasi dana desa yaitu berjumlah 5 (lima) orang. Definisi Konsep berkaitan dengan model implementasi kebijakan tersebut. Jenis data kualiatif, dan sumber data yaitu data Sekunder dan Data Primer. Pembahasan menjelaskan, terhadap hasil wawancara dan hasil analisis serta teori secara gambling. Peneliti memberikan kesimpulan bahwa pelaksanaannya di lapangan pelaksanaan fungsi belum sepenuhnya berjalan dengan baik, Kurang pahamnya masyarakat akan adanya program Alokasi Dana Desa sehingga perlu adanya sosialisasi dan transparansi penggunaan dana Alokasi Dana Desa dari pemerintahan desa kemudian pertanggungjawaban penggunaan Alokasi Dana Desa oleh pengelola keuangan desa. Pertanggungjawaban penggunaan Alokasi Dana Desa merupakan bentuk konsekuensi atas penggunaan dana publik yang dipercayakan kepada pemerintah desa.
Kualitas Pelayanan Pelanggan Service Kendaraan Pada PT. Balindo Manunggal Bersama Kota Palu Dwi Rizki Setyaningrum; Nasir Mangngasing; Fachrul Reza
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Kualitas Pelayanan Pelanggan Service Kendaraan di PT. Balindo Manunggal Bersama Kota Palu. Jenis Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penarikan informan menggunakan purposive. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang. Teori yang digunakan yaitu Teori dari Idup Suhady, yang terdiri dari 4 (empat) aspek yaitu : Tepat, Cepat, Murah dan Ramah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan service kendaraan yang ada di PT. Balindo Manunggal Bersama Kota Palu relatif belum maksimal, Ada beberapa faktor atau aspek yang menjadi penyebab sehingga pelayanan yang diberikan kepada pelanggan masih belum maksimal yaitu pada aspek cepat dan Murah. Pada aspek cepat, Pelayanan service kendaraan pelanggan belum bisa dikatakatan cepat karena pengerjaan service kendaraan hanya dilakukan oleh 9 orang teknisi dengan unit kendaraan service mobil Honda yang masuk dengan jumlah kisaran 35-45 unit mobil per-hari yang membuat keadaan bengkel menjadi overload atau kelebihan kapasitas sehingga membuat estimasi waktu service kendaraan pelanggan yang dijanjikan pada saat awal penerimaan service menjadi lewat atau lebih lama dari waktu pengerjaan yang dijanjikan. Kemudian dari aspek Murah, Peneliti menemukan beberapa keluhan pelanggan yang mengeluhkan mengenai harga jasa service perawatan berkala kendaraan Honda masih belum bisa dikatakan murah karena biaya service tersebut masih belum bisa dijangkau oleh banyak pelanggan service dan menjadi kendala bagi pelanggan yang datang untuk melakukan service kendaraan sehingga  membuat pelanggan masih berfikir untuk melakukan perawatan berkala di bengkel resmi Honda di PT. Balindo Manunggal Bersama Kota Palu. Dengan demikian , diharapkan agar masalah-masalah tersebut diatas, dapat diatasi dengan mengedepankan pelayanan yang prima, sehingga pelanggan dapat merasakan kualitas pelayanan service kendaraan yang berpihak kepada  seluruh pelanggan yang ada melakukan service di PT. Balindo Manunggal Bersama Kota Palu
Kualitas Pelayanan Kesehatan Gigi di Puskesmas Bulili Kota Palu Farida Lasimpala; Nuraisyah Nuraisyah; Filo Leonardo Tinggogoy
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Kualitas Pelayanan Kesehatan Gigi di Puskesmas Bulili Kota Palu. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data, dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penarikan informan menggunakan purposive. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang. Teori yang digunakan yaitu teori dari Idup Suhady, yang terdiri dari 4 (empat) aspek yaitu: tepat, cepat, murah dan ramah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, peneliti menarik kesimpulan bahwa kualitas pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas Bulili relatif belum maksimal. Ada beberapa faktor atau aspek-aspek yang mejadi penyebab sehingga pelayanan kesehatan gigi yang diberikan kepada pasien relatif belum maksimal, yaitu masih lambannya tenaga medis dalam memberikan pelayanan kepada pasien gigi yang berobat ke Puskesmas Bulili karena kurangnya sumber daya perawat di Poli Gigi, termasuk persediaan obat-obatan yang dibutuhkan pasien gigi juga masih terbilang sangat kurang. Selain itu fasilitas yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan secara cepat kepada pasien juga masih sangat minim, sehingga sebagian pasien harus dirujuk ke rumah sakit. Dengan demikian, diharapkan agar masalah-masalah tersebut di atas, dapat diatasi  dengan mengedepankan pelayanan yang prima, sehingga pasien dapat merasakan kualitas pelayanan kesehatan gigi yang berpihak kepada seluruh pasien/masyarakat yang ada di sekitar wilayah kerja Puskesmas Bulili Kota Palu.
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah An-Naarojil di Desa Kalukubula Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Nita Triana; Suasa Suasa; M Syukur
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah An-Naarojil di Desa Kalukubula Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Dasar penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan tipe penelitiannya deskriptif. Jenis data menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data, dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penarikan informan menggunakan purposive. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif model Miles dan Huberman. Teori yang digunakan adalah teori Hersey dan Blanchard yang terdiri dari Instruksi, Konsultasi, Partisipasi dan Delegasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti melalui data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehubungan dengan pembahasan mengenai kepemimpinan Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah An-Naarojil di Desa Kalukubula Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa kepemimpinan kepala sekolah,  masih belum maksimal karena kepala sekolah dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin yaitu masih rendahnya kemampuan kepala madrasah dalam membangkitkan dan memupuk kepercayaan pada diri para pendidik dan staff madrasah, kemampuan kepala madrasah dalam membina kerja sama dalam memajukan dan melaksanakan program-program pendidikan keagaamaan juga masih rendah, Kemampuan kepala madrasah dalam mendorong para pendidik serta staf madrasah agar penuh kerelaan dan tanggung jawab berpartisipasi secara efektif pada setiap usaha–usaha sekolah untuk mencapai tujuan-tujuan madrasah dengan sebaik-baiknya, juga belum optimal. Dalam hal ini kepala sekolah kurang aktif dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan di sekolah maupun di luar sekolah dan lebih banyak mendelegasikannya kepada guru atau staf sekolah. Selain itu, kepala sekolah kurang aktif berkomunikasi dengan para guru dan peserta didik.
Gaya Kepemimpinan Kepala Desa Loru Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Tiswan Tiswan; Isbon Pageno; Sussanti Sussanti
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan Kepala Desa Loru Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Dasar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, yang mana merupakan suatu penelitian yang menghasilkan dan mengelola data yang sifatnya deskriptif, seperti traskripsi wawancara dan observasi. Sedangkan tipe penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, yang merupakan suatu penelitian yang berupaya mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya, untuk itu peneliti dibatasi hanya mengungkapkan fakta-fakta dan tidak menggunakan hipotesa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu Sekretaris Desa Loru, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Loru, Ketua RT 003 Dusun I Desa Loru serta Masyarakat Desa Loru. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kondensasi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori yang dikemukakan oleh Hersey dan Blanchard (dalam Sudaryono, 2014 & Pasolong, 2008), yang mana mengklasifikasikan gaya kepemimpinan situasional menjadi empat indikator, yaitu : intruksi, konsultasi, partisipasi serta delegasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ke empat indikator tersebut berjalan dengan baik. Pada bagian instruksi, Kepala Desa Loru memberikan arahan yang cukup jelas dan selalu mengawasi bawahannya agar menjalankan tugas sebagai mana mestinya. Pada bagian konsultasi, adanya arahan yang diberikan oleh kepala desa kepada aparat desa dan juga komunikasi dua arah berjalan dengan baik. Pada bagian partisipasi, terlihat bahwa adanya hubungan yang baik yang terjalin antara kepala desa dan aparat desa. Pada bagian delegasi, adanya pemberian kewenangan kepada aparat desa lain dengan batasan tertentu. Namun, pada bagian delegasi juga terdapat hal yang tidak dapat dilaksanakan seperti memberikan kewenangan penuh kepada bawahan dalam mengurus segala sesuatu. Hal ini disebabkan oleh adanya aturan yang mengikat kepala desa, dan juga hal tersebut secara tidak langsung dapat membuat indikator delegasi tidak berjalan dengan maksimal
Implementasi Kebijakan Dana Desa Di Desa Bugis Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong Sussanti Sussanti; Iskam B Tae
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan Kebijakan   Dana Desa Di Desa Bugis Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong Dasar penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dan tipe penelitiannya adalah deskriptif. Jenis data menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data, dilakukan melalui observasi, wawancara dan  dokumentasi. Teknik penarikan informan menggunakan purposive. Analisis data yang digunakan yaitu model interaktif dalam analisis data, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teori Edward III yang terdiri dari empat aspek, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, bahwa pelaksanaan Kebijakan  Dana Desa Di Desa Bugis Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong relatif belum efektif, yaitu sosialisasi tentang dana desa yang dilakukan pemerintah desa relatif masih terbatas pada orang-orang tertentu saja. Sumber daya manusia perangkat desa sebagian besar masih belum memiliki pengalaman, karena sebagian besar aparat desa orang-orang yang baru dipilih. Aspek disposisi disini dapat diartikan sebagai pengelolaan anggaran masih relatif belum transparan. Struktur birokrasi belum sepenuhnya masyarakat diikutsertakan dalam pengawasan
Praktek Kolusi dan Nepotisme Dalam Birokrasi Jisman Jisman
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55100/paradigma.v1i2.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan Kolusi dan Nepotisme di Indonesia, dan juga untuk mengetahui praktik kolusi dan nepotisme yang terjadi pada masa Orde Lama, Orde Baru, dan pada era Reformasi. Penelitian ini menggunakan metode studi Pustaka, yang mana merupakan suatu metode pengumpulan data yang diarahkan kepada pencarian data serta informasi melalui dokumen, baik dokumen tertulis maupun dokumen elektronik. Dengan menggunakan landasan tiga era (Orde lama, orde baru dan reformasi) sebagai landasan dalam melihat praktek kolusi dan nepotisme dalam birokrasi yang ada di Indonesia, peneliti ingin melihat hal-hal yang memiliki indikasi adanya praktek kolusi dan nepotisme tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa Indonesia yang telah berusia 74 tahun belum cukup dewasa dalam menghadapi praktik Kolusi dan Nepotisme yang ada, dan hal tersebut diperparah pada masa Orde Baru yang kurang lebih 32 tahun berkuasa. Era reformasi yang dinilai mampu menekan hal tersebut malah ikut-ikutan terlena dengan praktik yang telah mendarah daging pada masa orde baru tersebut. Lebih lanjut lagi bahwa hukum di Indonesia hanya berfokus kepada pemberantasan korupsi, walaupun dalam undang-undang dituliskan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Jika saja pemerintah memperhatikan Kolusi dan Nepotisme dan membuatkan regulasi yang kuat terkait permasalahan tersebut maka bisa dipastikan praktik korupsi di Indonesia akan berkurang, sebab korupsi bisa terlaksana selama bertahun tahun dan pelakunya seakan kebal terhadap hukum karena adanya praktik kolusi dan nepotisme di dalamnya.
Sistem Penanggulangan Bencana Alam (Studi Kasus Negara Di Wilayah Ring Of Fire) Syugiarto, Syugiarto; Widana, Alifa Raema
PARADIGMA : Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 (2023): Special Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55100/paradigma.v2si.55

Abstract

Penelitian ini sendiri berfokus pada studi komparatif yang memperlihatkan system penanggulangan bencana di beberapa negara yang wilayahnya berada di atas ring of fire. Negara tersebut dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan, diantaranya : 1). Negara maju yang memiliki system penanggulangan bencana terbaik dari negara-negara lain, dan; 2). Memiliki teknologi yang dapat menanggulangi terjadinya bencana ekstrim. Metode yang digunakan dalam tulisan ini yaitu Studi Kepustakaan / Library Research Adapun hasil penelitian dalam tulisan ini sendiri memperlihatkan bahwa Sistem penanggulangan bencana alam ke lima negara yang terletak di wilayah Ring of Fire Pacific tersebut memiliki sistem terbaik di seluruh dunia. Jepang hanya membutuhkan waktu 5 menit pada saat terjadi bencana, mereka mampu memberikan informasi kepada masyarakat melalui JMA, agar secepatnya melakukan proses evakuasi ke tempat yang aman. Chile memiliki lembaga respon pertama pada saat terjadi bencana yang mana setiap lembaga respon pertama tersebut memiliki staf ahli dengan pengetahuan dan pengalaman skenario risiko yang berbeda tiap lembaga. Meksiko memiliki sistem penanggulangan bencana berupa alat yang diberi nama SASMEX / Seismic Alert System of Mexico. Alat tersebut memiliki lebih dari 8200 sensor seismik yang mana akan mengirimkan peringatan kepada pemerintah jika terjadi gempa berkekuatan diatas 5,5 Skala Richter. Amerika serikat menyediakan komunikasi darurat bencana yang memberikan dukungan telekomunikasi, logistik, dan operasi mandiri melalui detasemen (staf, peralatan, dan aset peralatan) yang segera dapat digunakan, dan diletakkan ke 6 lokasi yang telah ditentukan Selandia baru membuat sebuah kementerian yang berfokus mengurangi risiko, siap, merespons dan pulih dari keadaan darurat, serta memasukkan strategi ketahanan bencana nasional ke dalam undang-undang yang mengatur 6 sektor penting di Selandia Baru