cover
Contact Name
Adi Jaya
Contact Email
adijaya@agr.upr.ac.id
Phone
+628125158847
Journal Mail Official
jptupr@upr.ac.id
Editorial Address
LPPM-UPR Jl. H. Timang. Kompleks UPR Palangka Raya
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Kaharati
ISSN : -     EISSN : 27985288     DOI : https://doi.org/10.52850/jptupr.v2i2
Jurnal Penelitian UPR merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil penelitian multidisiplin mencakup aspek biofisik, sosial ekonomi dan budaya, dalam suatu Wilayah Daerah Aliran Sungai dan apabila memungkinkan lebih mengarah pada Lahan Rawa sesuai Pola Ilmiah Pokok Universitas Palangka Raya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 56 Documents
Invigorasi Benih Tiga Varietas Padi (Oryza Sativa L) Dengan Larutan Tauge Hairu Suparto; Muhammad Imam Nugraha; Ici Piter Kulu
Jurnal Penelitian UPR Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.117 KB) | DOI: 10.52850/jptupr.v2i2.5497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara varietas dan konsentrasi larutan ekstrak tauge terhadap vigor dan viabilitas benih padi, serta mengetahui konsentrasi larutan tauge terbaik terhadap viabilitas benih padi. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktorial. Faktor pertama varietas padi yaitu V1=Inpari 30, V2=Balimau, V3=Siam Epang dan faktor kedua konsentrasi larutan tauge yaitu K1=10%, K2=20%, K3=30% yang diulang sebanyak 3 (tiga) kali, sehingga diperoleh 27 satuan percobaan.  Invigorasi benih dalam larutan tauge dengan konsentrasi 10% pada varietas padi Siam Epang (K1V3) merupakan perlakuan terbaik dan mampu meningkatkan potensi tumbuh, daya berkecambah dan keserempakan tumbuh. Perendaman benih pada konsetrasi 10% larutan ektrak tauge dan varietas Siam Epang merupakan perlakukan faktor tunggal terbaik untuk kecepatan tumbuh.
Gambaran Kepatuhan Mengkonsumsi Obat Pada Penderita Hipertensi di Puskemas Pekauman, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Tahun 2022 Theresia Jamini
Jurnal Penelitian UPR Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v3i1.8298

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Peningkatan angka kejadian hipertensi berdampak pada penurunan kualitas hidup dari penderitanya. Tidak hanya berdampak pada penurunan kualitas hidup penderitanya, tetapi juga dapat berdampak pada perubahan sistem tubuh manusia bahkan dapat menyebabkan kematian. Salah satu penyebabnya adalah ketidakpatuhan penderita dalam mengkonsumsi obat hipertensi. Penderita hipertensi harus selalu rutin minum obat hipertensi dan tidak boleh putus obat apapun alasannya. Obat hipertensi sifatnya adalah memperlebar pembuluh darah sehingga dapat memperlancar peredaran darah yang dapat mencegah peningkatan tekanan darah pada penderitanya, Oleh sebab itu  diharapkan penderita rutin mengkonsumsi obat hipertensi. Kepatuhan dalam mengkonsumsi obat hipertensi menjadi sangat penting bagi penderita hipertensi.  Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bagaimana gambaran kepatuhan mengkonsumsi obat pada penderita hipertensi di Puskesmas Pekauman, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Tahun 2022. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Desain penelitiannya adalah cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Responden penelitian berjumlah 30 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil analisa penelitian yang dapat diperoleh dari 30 responden adalah bahwa  terdapat 19 responden (63,3%) patuh dalam mengkonsumsi obat hipertensi dan terdapat 11 responden (36,7%)  tidak patuh mengkonsumsi obat hipertensi. Kepatuhan penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat hipertensi di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Tahun 2022 adalah mayoritas dalam kategori patuh.
Kesamaan Pemikiran yang Terkandung Dalam Puisi-puisi Revolusi Chairil Anwar dengan Puisi-puisi W.B. Yeats Penyang
Jurnal Penelitian UPR Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v3i1.8305

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mencoba membandingkan karya dua pengarang yang berbeda, khususnya puisi William Butler Yeats dan karya Chairil Anwar. Memang, terungkap bahwa W.B. Yeats bukanlah seorang penulis dari Amerika Serikat, tetapi tulisan-tulisannya sangat dikenal luas di seluruh dunia, terutama di kalangan masyarakat yang telah mengalami campur tangan pihak ketiga. Akibatnya, orang-orang di Amerika Serikat sangat menghormati karyanya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Amerika Serikat adalah rumah bagi sejumlah populasi yang terpinggirkan, yang paling terkenal adalah orang Afrika-Amerika dan penduduk asli Amerika. Melalui pembacaan puisi Chairil Anwar dan Yeats, seseorang dapat memahami kekhasan karya-karya mereka yang khas. bahwa ada kesejajaran yang harus dilihat antara karya kedua penyair tersebut. Kedua penulis dianggap kontemporer tidak hanya untuk masa di mana mereka hidup, tetapi juga karena ide-ide yang diungkapkan dalam tulisan mereka mencerminkan ambisi nasional para penulis.
Pengaruh Teknik Pengemasan, Jenis Kemasan dan Kondisi Penyimpanan terhadap Sifat Fisik dan Organoleptik pada Buah Apel Utari Yolla Sundari; Muh. Andis Hidayatullah; Fauziah Fiardilla
Jurnal Penelitian UPR Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v3i1.8352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh berbagai teknik pengemasan, jenis kemasan dan kondisi penyimpanan yang diberikan kepada komoditas pertanian terhadap kualitas dan mutu bahan yang meliputi sifat fisik (kekerasan) dan organoleptik (rasa, warna, tekstur). Jenis komoditas pertanian yang digunakan adalah buah apel. Perlakuan yang akan diberikan adalah perbedaan jenis kemasan, perbedaan teknik pengemasan dengan cara coating dan penyimpanan pada suhu dingin. Ada dua  jenis kemasan yang digunakan yaitu polyethylene (PE) dan polypropylene (PP), sedangkan untuk bahan coating digunakan yaitu dengan pati sitrat + CMC dan pati sitrat + kitosan. Setelah dilakukan pengamatan terhadap organoleptik didapatkan hasil penelitian bahwa pemberian coating pati sitrat+CMC yang dikemas dengan plastik PE memberikan nilai pada rasa, tekstur, dan warna yang lebih baik, yaitu secara berurutan 4,6 (normal); 4,4 (agak keras) dan 3,4 (cerah). Untuk hasil pada uji kekerasan yaitu coating memberikan hasil terkecil untuk nilai kekerasan, yaitu 8,4 (mm/g/s) yaitu coating pati sitrat+kitosan dan kemasan plastik PP, 9,04 (mm/g/s) untuk coating pati sitrat+CMC dan kemasan plastik PP serta 10,85 (mm/g/s) untuk tanpa coating dan kemasan PP.
Uji Efektivitas Pestisida Nabati Daun Mengkudu Terhadap Pengendalian Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai Hairu Suparto; Akhmad Gazali; Antar Sofyan; Risma Nur Hikmah; Ici Piter Kulu
Jurnal Penelitian UPR Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v3i1.8513

Abstract

Anthracnose is a disease that attacks and is very feared in chili cultivation. The low production and productivity of chili plants is caused by this disease. The purpose of this study was to determine the effectiveness and concentration of noni leaf pesticides on the control of anthracnose. This research was arranged using a completely randomized design (CRD) with one factor, namely the treatment of giving concentrations of vegetable pesticides and noni. The treatment consisted of 6 levels of treatment, namely DM0 = Control (0 ml Noni leaf extract solution), DM1 = Noni leaf extract solution 5 g/100 ml water, DM2 = Noni leaf extract solution 10 g/100 ml water, DM3 = Leaf extract solution noni 15 g/100 ml water, DM4 = Noni leaf extract solution 20 g/100 ml water, FS = synthetic fungicide as positive control. The experiment was carried out 4 times, so that 24 experimental units were obtained. The results showed that noni leaf pesticides were effective in controlling anthracnose in cayenne pepper plants with an effective concentration found in DM4 treatment with 20 g/100 ml of water extract solution of noni leaf.
Motivasi Belajar Mahasiswa Dalam Mengikuti Metode Pembelajaran Daring Di STIKES Suaka Insan Pada Masa Transisi Pendemi Covid-19 Septi Nursery
Jurnal Penelitian UPR Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v3i1.8374

Abstract

Masa Transisi Pandemi Covid 19 membuat mahasiswa harus belajar secara daring, untuk tantangan pembelajaran secara daring erat kaitannya dengan motivasi belajar mahasiswa. Seperti pada mahasiswa STIKES Suaka Insan yang mengatakan mengalami penurunan motivasi disebabkan oleh jaringan internet yang tidak stabil, rasa jenuh dan bosan karena menghadap laptop dalam waktu lama, serta tidak bisa langsung bertemu dengan teman-teman seangkatan dan dosen di kampus. Penelitian menggambarkan motivasi belajar mahasiswa mengikuti metode pembelajaran daring di STIKES Suaka Insan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif metode survey. Sampel sebanyak 33 orang, instrumen penelitian adalah kuesioner sebanyak 23 pernyataan, dilakukan uji valid dengan person produk moment dan uji reliabelitas dengan alpha cronbach. Analisa data menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar mahasiswa baik sebanyak 21,2%, motivasi belajar cukup sebanyak 30,3%, motivasi belajar kurang baik sebanyak 36,4% dan motivasi belajar tidak baik sebanyak 12,1%. Rekomendasi dari penelitian ini adalah dosen diharapkan membuat kegiatan belajar yang lebih menarik dan inovatif dalam memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga tampilan materi belajar lebih menyenangkan, ada kegiatan yang menarik selama belajar daring seperti games, intonasi suara yang seimbang.  
Runtun Waktu 119 Tahun Standardized Precipitation Index (SPI) 12 Bulanan Di Sebagian DAS Kahayan Tengah, Sebagian DAS Sebangau Hulu, Dan Sebagian DAS Katingan Hilir, Provinsi Kalimantan Tengah Bismart Ferry Ibie; Mahdi Santosa; Cakra Birawa; Ici Piter Kulu
Jurnal Penelitian UPR Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v3i1.8614

Abstract

Salah satu varibel biogeofisik penting untuk menggambarkan karakteristik wilayah tertentu, baik berdasarkan batas administrasi maupun batas Daerah Aliran Sungai (DAS)/Sub DAS adalah informasi tentang curah hujan. Dalam kaitannya dengan Pengelolaan DAS, informasi ini harus dapat diolah dan dimanfaatkan dengan baik, sehingga Rencana Pengelolaan DAS yang disusun berdasarkan Karakteristik DAS tersebut, dapat mendukung secara maksimal berbagai kegiatan perencanaan pembangunan dalam periode tertentu. Standardized Precipitation Index/SPI (Indeks Kekeringan Terstandarisasi/IKT), merupakan salah satu bentuk analisis Curah Hujan yang dapat memberikan informasi tentang tingkat kebasahan dan kekeringan suatu wilayah baik dalam batas administrasi atau sesuai batas DAS/Sub DAS tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2023 di Palangka Raya dengan Cakupan Wilayah studi sekitar 55,66 Km2. Data ditabulasi dengan menggunakan Excell 2010, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Perangkat Lunak DrinC V 1.7 (91). Disimpulkan bahwa: Hampir 75% Kriteria SPI selama 119 tahun berada dalam Kriteria SPI Normal, dimana CH terbanyak sekitar 2.250 mm/tahun berjumlah 33 tahun, dengan Nilai SPI sekitar nol (0) sebanyak 34 tahun; Kejadian SPI Sangat Basah dimulai dari tahun 1955-1956, dimana Kejadian SPI Sangat Basah terjadi sebanyak 3 tahun, yaitu pada tahun: 1955-1956, 1984-1985, dan 2010-2011 yang merupakan tahun terbasah dari keseluruhan periode tahun yang dikaji. Sedangkan kejadian SPI Sangat Kering terjadi sebanyak 4 tahun, yaitu pada tahun: 1961-1962, 1965-1966 sebagai tahun terkering dari seluruh tahun yang dikaji, dan tahun 1969-1970, dan tahun 1972-1973; Kriteria SPI Agak Basah, Basah, dan Sangat Basah, masing-masing sebesar 7,56%; 4,20%; dan 2,52% dengan 72,27 masing-masing 1 dalam 13,22 Tahun/13 Tahun, 1 dalam 23,80 Tahun/24 Tahun, dan 1 dalam 39,67 Tahun/40 Tahun. Sedangkan Kriteria SPI Agak Kering, Kering, dan Sangat Kering, masing-masing sebesar 3,36%; 6;72%; dan 3,38% dengan Tingkat Kerawanan (severity), masing-masing adalah: 1 dalam 29,75 Tahun/30 Tahun, 1 dalam 14,88 Tahun/15 Tahun; dan 1 dalam 29,75 Tahun/30 Tahun. Sedangkan untuk Kriteria SPI Normal adalah 72,27% dengan Tingkat Kerawanan (Severity) sebesar 1 dalam 1,38 Tahun/1 Tahun; Meskipun Kriteria SPI Sangat Kering dan Sangat Basah dengan Persentase Kejadian masing-masing sebesar 2,52% dan 3,38% relative rendah. Akan tetapi, frekuensi dan interval waktu kejadian untuk Tingkat Kerawanan Sangat Kering dan Sangat Basah, sejak tahun 1955-1956 hingga tahun 2020, menunjungkan rentang Nilai SPI yang cenderung semakin besar dengan periode yang semakin pendek terjadi pada tahun-tahun berikutnya.
Efektivitas Ekstrak Bawang Putih dan Daun Sirsak Terhadap Tingkat Mortalitas dan Palatabilitas Larva Plutella Xylostella L. Pada Tanaman Sawi Secara In-Vitro Ici Piter Kulu
Jurnal Penelitian UPR Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v2i2.9121

Abstract

Tanaman sawi merupakan salah satu komoditas sayuran yang cocok dibudidayakan pada iklim tropis khususnya di Indonesia. Namun pada saat budidaya, sawi rentan terkena serangan hama ulat daun Plutella xylostella L. (Lepidoptera: Plutellidae). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak bawang putih dan daun sirsak terhadap tingkat mortalitas dan palatabilitas larva P. xylostella pada tanaman sawi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 sampai dengan bulan Januari 2023 di Laboratorium Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua arah yaitu pengaruh jenis pestisida nabati dan konsentrasi pestisida nabati. Pestisida nabati yang digunakan adalah ekstrak bawang putih dan daun sirsak. Perbanyakan dan pemeliharaan larva P. xylostella dilakukan di dalam laboratorium. Aplikasi pestisida nabati dilakukan dengan menyemprotkan pestisida nabati ke pakan sebanyak 3 kali dalam selang waktu 2 hari sekali. Variabel yang diamati adalah mortalitas dan palatabilitas larva P. xylostella. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa perlakuan DS4 (ekstrak daun sirsak 90%) menyebabkan mortalitas tertinggi di antara perlakuan yang lain. Sedangkan perlakuan DS3 (ekstrak daun sirsak 70%) memiliki kemampuan terbaik dalam menurunkan aktivitas makan larva P. xylostella.
Uji Efektivitas Ekstrak Buah Bintaro (Cerbera Manghas L.) Terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera Litura F) Secara In-Vitro Ici Piter Kulu
Jurnal Penelitian UPR Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v1i1.9150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui efikasi ekstrak buah bintaro terhadap tingkat mortalitas larva ulat grayak (Spodoptera litura F) secara in-vitro dan konsentrasi yang tepat meningkatkan mortalitas larva ulat grayak (Spodoptera litura F) secara in-vitro. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan, yaitu: B0 = Kontrol, B1 = Ekstrak buah bintaro 30% (30 ml ekstrak buah bintaro + 70 ml air), B2 = Ekstrak buah bintaro 50% (50 ml ekstrak buah bintaro + 50 ml air), B3 = Ekstrak buah bintaro 70% (70 ml ekstrak buah bintaro + 30 ml air), B4 = Ekstrak buah bintaro 90% (90 ml ekstrak buah bintaro + 10 ml air) dan diulang sebanyak 5 kali, sehingga diperoleh 25 satuan percobaan. Masing-masing satuan percobaan menggunakan 10 larva ulat grayak (Spodoptera litura F) dengan instar III, sehingga terdapat 250 ekor larva ulat grayak (Spodoptera litura F) yang digunakan untuk percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insektisida nabati ekstrak buah bintaro pada perlakuan B4 (90 ml ekstrak buah bintaro + 10 ml air) dengan presentase mortalitas sebesar 56% dan memiliki daya bunuh (efikasi) terbaik dengan presentase 56% diikuti oleh perlakuan B3 (70 ml ekstrak buah bintaro + 30 ml air) dengan presentasi sebesar 52%.
Efektivitas Pemberian Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Pada Hama Utama Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum L.) di Desa Bukit Pinang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya Ici Piter Kulu
Jurnal Penelitian UPR Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v1i2.9152

Abstract

Efektivitas Pemberian Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Pada Hama Utama Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum L.) di Desa Bukit Pinang, Kec. Pahandut, Kota Palangka Raya. Dilaksanakan di lahan milik Bapak Yani kelompok tani Rukun Bersama, di desa Bukit Pinang, Kec. Pahandut, Kota Palangka Raya. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan April-Juli 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial, yang terdiri dari 4 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali sehingga didapatkan 20 satuan percobaan. Perlakuan yang digunakan terdiri dari: P0 = Tanpa insektisida nabati (Kontrol 0%), P1 = Ekstrak daun pepaya konsentrasi 200 ml/L, P2 = Ekstrak daun pepaya konsentrsai 400 ml/L, P3 = Ekstrak daun pepaya konsentrsai 600 ml/L. Hasil penelitian menunjukan Mortalitas total% hama pada tanaman tomat paling rendah terdapat pada perlakuan kontrol dengan tingkat kematian hama 0, dan mortalitas hama paling tinggi terdapat di perlakuan P3 dengan konstrasi 600ml/L sebesar 2,60%. Intensitas serangan paling rendah dalam pengendalian hama tanaman tomat dengan menggunakan ekstrak daun pepaya yaitu dengan konsentrasi 600ml/L sebesar 3,18% dan perlakuan kontrol yang kerusakan paling tinggi mencapai 6,98%. Efektivitas ekstrak daun pepaya pada perlakuan ekstrak daun pepaya konsentrasi 600ml/L yang paling baik karena mempunyai keefektivan dengan nilai Ei sebesar 59,1%, kemudian disusul dengan perlakuan P1 dengan konsentrasi ekstrak daun pepaya 200 ml/L dengan Ei 37,59%. Dan efikasi terendah terdapat pada perlakuan P2 dengan konsentrasi ekstrak daun pepaya 400 ml/L dengan Ei 32,58%.