cover
Contact Name
Emmy Syafitri
Contact Email
esyafitri@dharmawangsa.ac.id
Phone
+6285217605627
Journal Mail Official
jai_dw@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Alamat : Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan Kontak : Tel. 061 6635682 - 6613783 Fax. 061 6615190
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Aquaculture Indonesia
ISSN : 28089626     EISSN : 28089634     DOI : https://doi.org/10.46576/jai
JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia merupakan jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan penelitian empiris kajian ilmiah (review) dan perkembangan ilmu pengetahuan terkini di bidang akuakultur (budidaya perairan). FOKUS JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia adalah produksi bidang akuakultur air tawar, payau maupun laut. Tak hanya fokus pada pertambahan kuantitas ikan melalui pembibitan, pemeliharaan, kesehatan, dan teknologi pakan, JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia juga menyangkut tentang kelestarian lingkungan di mana budidaya ikan tersebut dilakukan. Adapun CAKUPAN dalam jurnal ini berkaitan dengan : Manajemen Kesehatan Ikan Nutrisi dan Pengembangan Pakan Ikan Genetika dan Pemuliaan Ikan Biologi, Fisika, dan Kimia Perairan Mikrobiologi Perairan Teknologi dan Manajemen Akuakultur Bioteknologi Akuakultur dan Pengembangan Industri Perikanan
Articles 82 Documents
PEMBERIAN KOMBINASI PAKAN EKSTRAK BAYAM DAN EKSTRAK KANGKUNG PADA MEDIA KULTUR INFUSORIA TERHADAP KEPADATAN POPULASI DAN INDEKS KERAGAMANNYA Irham Fadhlan; Dwi Tika Afriani; Uswatul Hasan
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v2i1.2049

Abstract

Penelitian ini dilaksakan pada bulan Februari – Maret 2022, bertempat di Laboratorium Basah Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa. Pakan alami merupakan pakan yang baik untuk benih ikan hias maupun ikan konsumsi karena pakan alami mudah untuk dicerna, memiliki nilai gizi tinggi untuk pertumbuhan larva, dan memiliki ukuran yang sesuai dengan bukaan mulut larva. Penelitian Ini dilaksakan pada 27 Februari – 04 Maret 2022, bertempat di Laboratorium Basah Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Pakan Ekstrak Bayam dan Ekstrak Kangkung serta kombinasinya terhadap kepadatan kultur infusoria. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 3 ulangan. P1=Ekstrak bayam 100gr/liter; P2=Ekstrak kangkung 100gr/liter; P3=Ekstrak bayam 50gr/liter/Ekstrak kangkung 50gr/liter; P4=Ekstrak bayam 25gr/liter/Ekstrak kangkung 75gr/liter; P5=Ekstrak bayam 75gr/liter/Ekstrak kangkung 25gr/liter. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan sel tertinggi infusoria yaitu P3 sebanyak 320x10⁴sel/ml. sedangkan untuk kepadatan yang terendah terdapat pada P1 sebanyak 45x10⁴sel/ml. Dan untuk laju pertumbuhan harian yang tertinggi yaitu pada perlakuan perlakuan P3 yaitu sebanyak 4,02x10⁴ sel/ml/hari, dan nilai laju pertumbuhan terendah terletak pada perlakuan P1 yaitu sebanyak 2,62x10⁴ sel/ml/hari. Pada penelitian ini, terdapat 2 jenis infusoria yaitu Paramecium sp dan Volvox sp
PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH BUAH-BUAHAN PEPAYA, NANAS DAN SEMANGKA TERHADAP PERTUMBUHAN MAGGOT BSF (Hermetia illucens) Dicky Syahputra; Uswatul Hasan; Helentina Mariance Manullang
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v2i2.2092

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 Maret 2022 sampai dengan tanggal 07 April 2022 di Laboratorium Basah Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen atau pengamatan secara langsung dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan biomassa mutlak tertinggi maggot terdapat pada perlakuan D (limbah buah-buahan 30% papaya, 40%   nanas dan 30% semangka /1 gram telur BSF) dengan biomassa rata-rata 2.077 gram, sedangkan biomassa terendah terdapat pada perlakuan B (limbah nanas 100% /1 gram telur BSF) dengan biomassa rata-rata 1.347 gram. Hasil anava menunjukkan berpengaruh sangat nyata (highly significant) (P>0.01). Populasi tertinggi maggot terdapat pada perlakuan D dengan populasi rata-rata 65.318,67 ekor, sedangkan populasi terendah maggot terdapat pada perlakuan A (limbah pepaya 100% /1 gram telur BSF) dengan populasi rata-rata 61.783,33 ekor. Hasil anava menunjukkan berpengaruh sangat nyata (highly significant) (P>0.01). Panjang tertinggi maggot terdapat pada perlakuan A dan perlakuan D dengan panjang rata-rata 0,60 cm, sedangkan panjang terendah maggot terdapat pada perlakuan B dengan panjang rata-rata 0,53 cm. Hasil anava menunjukkan berpengaruh nyata (significant) (P>0.05).
POTENSI TEPUNG Lumbricus sp DAN TEPUNG Tubifex sp TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN MAS KOKI (Carassius auratus) Muamar Qodhi Anshori Manurung; Uswatul Hasan; Helentina Mariance Manullang
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v2i2.2106

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 25 Maret sampai dengan 24 April 2022, bertempat di Labolatorium Basah Universitas Dharmawangsa Medan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui  pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan mas koki (Carassius auratus) yang diberikan pakan tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus) dan tepung cacing sutra (Tubifex sp). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode uji T dengan 2 perlakuan. Perlakuan yang di jadikan penelitian yaitu: Bak 1: diisi ikan mas koki 150 ekor yang di berikan pakan tepung cacing tanah (Lumbricus sp.) yang memiliki protein 76%. Bak 2: diisi ikan mas koki 150 ekor yang diberi pakan tepung cacing sutra (Tubifex sp.) Hasil penelitian ini adalah pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan mas koki yang diberi pakan tepung cacing tanah (Lumbricus sp.) yang dilaksanakan selama 30 hari yang terbaik terdapat pada tepung cacing tanah (Lumbricus sp.) adalah 90% dan untuk pakan tepung cacing sutra (Tubifex sp.) adalah 86%
PENGARUH KONSENTRASI FERMENTASI KULIT PISANG KEPOK, DEDAK DAN AZOLLA PINNATA TERHADAP PRODUKTIVITAS PAKAN CACING SUTRA (Tubifex sp) DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK SCRS (SEMI CLOSED RESCULATING SYSTEM) BERTINGKAT Aman Jaya Zalukhu; Uswatul Hasan; Dwi Tika Afriani
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v2i2.2111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi fermentasi kulit pisang kepok, dedak dan Azolla pinnata terhadap pertumbuhan biomassa Cacing Sutra (Tubifex sp). Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 15 Desember 2021 sampai 28 Januari 2022 di Laboratorium Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa. Metoda yang digunakan adalah metoda eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial yang terdiri dari 3 Perlakuan dan 3 ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan pertumbuhan Biomassa Cacing Sutra (Tubifex sp) yang tertinggi terdapat pada perlakuan A dengan rata-rata biomassa mutlak yaitu 108.03 gram, dan yang terendah terdapat pada perlakuan C dengan rata-rata biomassa mutlak yaitu 57,2 gram. Hasil analisis variansi menunjukkan pemberian fermentasi kulit pisang kepok, dedak dan azolla pinnata berpengaruh nyata (significant) (P> 0.05) terhadap biomassa mutlak cacing sutra (Tubifex sp). Populasi tertinggi terdapat pada perlakuan A rata-rata 30.738,03 individu, sedangkan terendah perlakuan perlakuan C rata-rata 15.664,9 individu. Hasil analisis variansi menunjukkan pemberian fermentasi kulit pisang kepok, dedak dan Azolla pinnata ada pengaruh nyata (significant) (P> 0.05) terhadap populasi cacing sutra. Pengukuran kualitas air pH air berkisar antara 6,5-7 dan suhu air berkisar antara 26,6-27,50C
KEPADATAN POPULASI MAGGOT (Hermentiai illucens) PADA MEDIA KULTUR YANG BERBEDA Tri Hadi Setiawan; Bambang Hendra Siswoyo; Helentina Mariance Manullang
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v2i2.2151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media kultur yang berbeda terhadap kepadatan populasi maggot serta mengetahui media kultur manakah yang cocok terhadap kepadatan populasi maggot.  Penelitian ini  dilaksanakan pada bulan Febuari sampai dengan Maret 2022 bertempat di UPR Lembayung Dusun I Patumbak Kabupaten Deli Serdang. Dari hasil uji ANAVA terhadap produksi maggot menunjukkan F hitung > dari F tabel pada taraf 0.05 %.  Oleh karena itu pada penelitian ini hasil yang diperoleh pada setiap perlakuan berbeda nyata sehingga Ho ditolak dan H1diterima. produksi bobot maggot yang paling tinggi terdapat pada perlakuan A (Sisa limbah rumah makan) sebesar 673 gram, diikuti perlakuan B (Ampas tahu) sebesar 606 gram, perlakuan C (dedak) sebesar 513 gram, dan yang terendah pada perlakuan D (bungkil kelapa sawit) sebesar 239 gram.  Suhu pada setiap media rata-rata 29 – 32 0C dan pH selama penelitian diperoleh 6,8 -6,9
PENGARUH LEVEL C : N RASIO PAKAN TERHADAP PARAMETER KUALITAS AIR DAN PARAMETER BIOLOGI PERTUMBUHAN UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DENGAN MODEL BUDIDAYA TANPA PERGANTIAN AIR MENGGUNAKAN MOLASES SEBAGAI SUMBER KARBON ORGANIK Pohan Panjaitan
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v2i2.3257

Abstract

Permasalahan utama pengembangan industri budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) intensif adalah akumulasi nitrogen tak organik beracun yang harus dikendalikan dengan frekuensi pergantian air yang sering. Studi ini mengkaji metode baru untuk mengurangi nitrogen tak organik yaitu melalui pertumbuhan populasi bakteri heterotrofik. Panambahan karbon organik berupa molases ke dalam tambak budidaya udang demgan model tanpa pergantian air, dapat menghasilkan pertumbuhan bakteri heterotrofik yang optimal. Molases dapat meningkatkan level C:N rasio pakan pada budidaya udang dengan model tanpa pergantian air. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh level rasio C:N pakan terhadap parameter kuakitas air dan parameter biologi pertumbuhan udang ternasuk rasio konversi pakan. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan yaitu mulai Februari sampai dengan April 2023 di panti benih udang daerah Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatra Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  adalah metoda eksperimental Ada lima perlakuan yang diuji dalam penelitian antara lain: (1) perlakuan tanpa menggunakan molase dengan rasio C:N = 6,5:1 (2) perlakuan menggunakan molase dengan level rasio C:N = 15,0:1; (3) perlakuan menggunakan molase dengan level rasio C:N = 17,5:1; (4) perlakuan menggunakan molase dengan level rasio C:N = 20,0:1 dan (5) perlakuan menggunakan molase dengan level  rasio C:N = 22,5:1. Setiap perlakuan memiliki tiga ulangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa level rasio C:N pakan berpengaruh nyata terhadap parameter kualitas air dan parameter biologi pertumbuhan udang. Berdasarkan parameter kualitas air dan parameter biologi pertumbuhan udang mencakup rasio konversi pakan, maka perlakuan yang terbaik dalam percobaan ini adalah perlakuan menggunakan molasses dengan level C:N rasio pakan = 20,0:1
EFEKTIVITAS WAKTU PEMELIHARAAN MENGGUNAKAN PROBIOTIK EM4 (Effective Microorganisme-4) TERHADAP POPULASI DAPHNIA MAGNA Ahmad Fadillah; Uswatul Hasan; Dwi Tika Afriani
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v2i2.2075

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas waktu dan berapa lama waktu peningkatan pemeliharaan menggunakan probiotik EM4 (Effective Microorganisme-4) dengan dosis 1 ml untuk semua perlakuan, Laju pertumbuhan populasi tertinggi terdapat pada perlakuan A dengan waktu panen selama 5 hari mendapat hasil tertinggi rata – rata 87 ekor. Hal ini dikarenakan oleh adanya peningkatan populasi yang optimal. Sedangkan untuk perlakuan B dengan waktu panen selama 7 hari mendapat hasil rata – rata 23 ekor, perlakuan C dengan waktu panen selama 9 hari mendapat hasil rata – rata 13 ekor dan perlakuan D dengan waktu panen selama 12 hari mendapat hasil rata – rata 7 ekor, Hasil analisi variansi menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata pada perlakuan 5 hari, 7 hari, 9 hari dan 12 hari. Terlihat bahwa rata-rata tidak sama antar perlakuan, atau angka antar perlakuan jauh berbeda. Sedangkan dari hasil pengecekan parameter air diperoleh, suhu 27 – 310C, pH 8– 8,8
PENGARUH JENIS KELAMIN DAN SUMBER BIBIT TERHADAP PRODUKSI KEPITING CANGKANG LUNAK Pohan Panjaitan; Bandung Sihombing; Herlina Mariance Manullang
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i1.3841

Abstract

Sekarang ini ada peningkatan konsumsi global kepiting.  Peningkatan  konsumsi global     berdampak positip terhadap  perekonomi    Indonesia,  tetapi   produksi kepiting hasil tangkapan   dari  laut        Indonesia termasuk wilayah    Kabupaten Langkat  masih  rendah.  Salah satu  strategi untuk mengatasi  masalah remdahnya  produksi kepiting hasil tangkap dari laut  adalah   pengembangan  industri   budidaya  kepiting soka atau kepiting cangkang lunak.  Ada  sejumlah  spesies kepiting  yang  dapat dijadikan   menjadi  kepiting cangkang lunak  dan dapat  dibudidayakan  sebagai comtoh  kepiting bakau dan spesies lainnya antara lain Portunus pelagicus dan Callinectes sapidus.Tulisan ini merupakan laporan hasil penelitian mengenai pengaruh jenis kelamin dan sumber bibit kepiting terhadap produksi kepiting cangkang lumah.  Sehimgga tujuan penelitian tersebut adalah mendapatkan informasi mengenai pengaruh jenis kelamin dan sumber bibit terhadap produksi kepiting cangkang lumak. Penelitian ini  dilaksanakan  di unit tambak    selama empat bulan,  yaitu dari  Agustus sampai  November 2020 yang berlokasi  di  Desa Tanjung Ibus Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara, berlokasi di inot tambak  milik peneliti. Penelitian ini berupa percobaan factorial dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK)  dengan  2 (dua)  factor perlakuan .  Factori perlakuan  pertama adalah jenis kelamin (K) yang terdiri dari 3 jenis  yaitu  betina dengan bentuk perut V (K1),  betina dengan bentuk perut U (K2) dan jantan (K3). Faktortor perlakuan   kedua adalah sumber bibit (S) yang terdiri dari hasil tangkapan langsung dari laut (S1) dan  dari tangkapan setelah dibesarkan  terlebih dahulu   (S2). Setiap kombinasi perlakuan  diulangan  3 (tiga)  kali.   Parameter uji yang digunakan untuk mengevaluasi pengaruh perlakuan    dalam penelitian ini  antara lain: prosentase  kelulushidupan,   total produksi dan kualitas air (suhu, pH, salinitas,dan kandungan oksigen terlarut ).Uji   sidik ragam dalam  percobaan factorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK)    dalam studi ini menunjukkan  bahwa faktor perlakuan sumber bibit   dan     faktor perlakuan  jenis kelamin bibit  berpenpanruh nyata   terhadap produksi kepiting lunak tetapi interaksi   antara      perlakuan sumber bibit dan perlakuan jenis kelamin bibit tidak nyata pengaruhnya terhadap produksi kepiting lunak.   Jenis kelamin dan sumber bibit kepiting  berpengaruh nyata  tetapi   interaksi kedua factor perlakuan tersebut    tidak nyata terhadap produksi kepiting lunak.   Kepiting berjenis kelamin betina bentuk V memiliki produksi kepiting lunak lebih tinggi   dibandingkan dengan kepiting berjenis kelamin betina bentuk U dan dengan kepiting yang berjenis kelamin jantan
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorhiza Roxb) PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio) Chatrine Grace Halawa; Bambang Hendra Siswoyo; Emmy Syafitri
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i1.3261

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa penelitian dilakukan dari tanggal 24 Februari 2023 sampai 29 Maret 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan ekstrak temulawak (Curcuma xanthorhiza Robx) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan mas (Cyprinus carpio). Dari hasil ANAVA menunujukan bahwa pengaruh penambahan ekstrak temulawak pada pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan benih ikan mas berbeda nyata. Pertumbuhan terbaik dari setiap perlakuan adalah perlakuan A (ekstrak temulawak 6 gr/kg pakan) dengan pertumbuhan berat mutlak 0,7 gram, pertumbuhan panjang mutlak 1,7 cm. Perlakuan B (ekstrak temulawak 7 gr/kg pakan) pertumbuhan berat mutlak 0,6 gram, pertumbuhan panjang mutlak 1,6 cm. Perlakuan C (ekstrak temulawak 8 gr/kg pakan) pertumbuhan berat mutlak 0,5 gram, pertumbuhan panjang mutlak 1,4 cm. Kelulusan hidup sebesar 100% di perlakuan A (ekstrak temulawak 6 gr/kg pakan), perlakuan B (ekstrak temulawak 7 gr/kg pakan), dan perlakuan C (ekstrak temulawak 8 gr/kg pakan) 92,5%. Kualitas air yang tergolong baik pada benih ikan mas pengukuran suhu rata-rata 260C – 280C. Kisaran pH antara 6,5-8,5.
PENGARUH KOMBINASI MADU DAN VITAMIN C DALAM PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Pebry Aisyah Putri Batubara; Krisman Umbu Henggu; Emmy Syafitri
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i1.3899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi madu dan vitamin C dalam pakan komersial terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 8 Mei sampai dengan 3 juni 2023 bertempat di Laboratorium Basah Fakulatas Perikanan Program Studi Akuakultur Universitas Dharmawangasa. Ikan nila ukuran 3–5 cm dipelihara pada ember berukuran 20 L dengan padat penebaran 15 individu ember selama 56 hari. Pakan yang diberikan adalah pellet yang di campur madu dan Vitamin C dengan dosis: A Kontrol pakan ikan komersial, B Vit C 200 mg + madu 200 ml/kg, C Vit C 200 mg + madu 400 ml/kg dan D Vit C 200 mg + madu 600 ml/kg. Frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari yaitu pagi, siang dan sore hari. Penelitian ini disusun menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian madu dan vitamin C berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan benih ikan nila. rerata pertumbuhan berat dan panjang tertinggi terdapat pada perlakuan D yaitu Vit C 200 mg + madu 600 ml/kg sebesar 8,06 gr dan kelulushidupan benih ikan nila pada perlakuan D menunjukkan hasil 100%.