cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Pertumbuhan Tanaman Manglid (Magnolia champaca (L) Baill Ex Pierre) Umur Empat Bulan dari Beberapa Pohon Induk di Trenggalek Jawa Timur Pudjiono, Sugeng
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.971 KB)

Abstract

Salah satu tanaman hutan yang dikembangkan adalah Manglid (Magnolia champaca (L) Baill. Ex Pierre). Pohon manglid yang dimanfaatkan adalah kayunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pohon induk yang menghasilkan keturunan yang mempunyai pertumbuhan baik. Rancangan yang digunakan adalah RCBD dengan 50 pohon induk, 3 blok, 3 treeplot. Karakter pertumbuhan yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter leher akar dan persentase hidup tanaman pada umur 4 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pohon induk berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi dan diameter. Tinggi tanaman berkisar 37cm sampai 190cm dengan rerata 107cm. Pohon induk terbaik untuk tinggi tanaman adalah pohon induk nomor 13. Diameter batang berkisar 0,3cm sampai 1,7cm dengan rerata 0,9cm. Pohon induk terbaik diameter batangnya adalah pohon induk nomor 18. Persentase hidup tanaman 33% - 100% dengan rerata 90,7%.
Uji Karakteristik Hasil Enkapsulasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropusandrogynus L. merr) dengan Variasi Dekstrin Nahak, Menci A; Ballo, Apriliana; Nge, Sonya Titin M.
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.856 KB)

Abstract

Katuk (Sauropus androgynus L. Merr) adalah salah satu tanaman pangan yang banyak tumbuh dan menjadi bahan pangan lokal dan dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan karena memiliki sumber suplemen yang mempunyai potensi cukup baik untuk kesehatan tubuh. Manfaat daun katuk sebagai bahan makanan tambahan dan juga berpotensi untuk mengobati penyakit seperti penyakit kulit, mengatasi sembelit, menyembuhkan luka, menurunkan demam. Daun katuk mengandung beberapa senyawa kimia antara lain alkaloid, papaverin, protein, lemak, vitamin, mineral, saponin, flavonoid dan tanin. Pengolahan daun katuk menjadi serbuk ekstrak daun katuk dapat dilakukan secara enkapsulasi. Enkapsulasi adalah suatu proses dimana sel-sel dipertahankan dalam matriks atau membran. Enkapsulasi memerlukan penambahan enkapsulan antara lain berupa campuran dekstrin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuikarakteristik serbuk ekstrak daun katuk. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 faktor yang terdiri dari 5 perlakuan dan 1 kontrol. Jumlah penambahan campuran dekstrin pada ekstrak pekat daun katuk dengan variasi perlakuan konsentrasi sebesar 10%, 11%, 12%, 13%, dan 14%. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak dua kali. Analisis parameter yang diamati meliputi; kadar air, total polifenol, dan perhitungan perlakuan terbaik. Dari Hasil Penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa dengan penambahan dekstrin menurunkan kadar air, total polifenol. Hasil analisis kadar air dengan kisaran 6%-14%. Hasil total polifenol dengan kisaran 0,8510-1,195mg/g. Maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun katuk dengan variasi dekstrin dapat menurun kadar air, total polifenol, dan hasil perhitungan nilai terbaik pada konsentrasi 10%.
Keragaman Serangga Polinator pada Tumbuhan Edelweiss Jawa (Anaphalis Javanica) di Gunung Slamet Jawa Tengah Hidayat, Prihanto Arif; Pratiknyo, Hery
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.205 KB)

Abstract

Serangga penyerbuk merupakan serangga yang berperan sebagai agen menempelnya serbuk sari ke putik. Tumbuhan berbunga Edelweiss Jawa (Anaphalis javanica) tumbuh dan berkembang pada daerah puncak gunung, memiliki manfaat ekologi sangat besar yaitu sebagai penahan tanah gunung dari erosi limpasan air hujan, sebagai habitat beberapa burung juga bunganya sebagai sumber makanan beberapa serangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman serangga polinator dan mengetahui kelimpahan spesies serangga polinator pada tumbuhan A. javanica di Gunung Slamet, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel metode scan sampling (Martin & Bateson, 1993) yaitu mengamatimetode dan menangkap dengan kite netting serangga yang hinggap pada bunga tumbuhan A. javanica sepanjang jalur pendakian Gunung Slamet. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali ulangan dengan interval waktu 30 hari. Hasil identifikasi diperoleh serangga polinator pada A. javanica di Gunung Slamet sebanyak 364 individu dari 6 spesies yaitu Eristalis lineata, Episyrphus viridaureus, Lucilia caesar, Xylocopa confusa, Eurema hecabe dan Chrysolina polita. Kelimpahan tertinggi yaitu Eristalis lineata (60,16%) sedangkan terendah yaitu Xylocopa confusa (0,55%). Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) = 1,180, indeks kemerataan Shannon-Evennes(E) = 0,659 dan Dominansi Simpson’s (D) = 0,413. Keanekaragaman serangga polinator pada A. javanica Gunung Slamet termasuk kategori rendah disebabkan spesies serangga polinator pengunjung bunga bersifat generalis untuk berbagai bunga, sehingga A. javanica juga sebagai sumber alternatif polen dan madu, akibatnya ragam specesnya rendah, kemerataan dan kelimpahannya rendah dan tidak adanya dominansi.
Uji Indikator Asam Basa Alternatif dari Umbi Bit dengan Variasi Lama Perendaman Bahan dan Suhu Pengeringan Adhni, Eisah Nur; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.568 KB)

Abstract

Sifat asam dan basa suatu zat dapat diketahui menggunakan indikator asam basa. Indikator alami dapat dibuat dengan memanfaatkan pigmen pada tumbuhan. Umbi bit dapat dijadikan sebagai indikator asam basa karena mengandung betasianin yang menghasilkan pigmen merah-violet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan warna kertas indikator asam basa dari ekstrak umbi bit dengan variasi lama perendaman dan suhu pengeringan yang dapat digunakan sebagai indikator asam basa alternatif. Metode penelitian ini bersifat eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu lama perendaman bahan (23 jam, 24 jam dan 25 jam) dan suhu pengeringan (45oC, 55oC dan 65oC). Parameter penelitian ini yaitu perubahan warna kertas indikator asam basa dari ekstrak umbi bit setelah diuji dengan larutan asam dan basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan paling baik pada perlakuan suhu pengeringan 65oC dan lama perendaman bahan selama 25 jam karena mampu menunjukkan gradasi perubahan warna yang lebih jelas (merah burgundy pada asam kuat, merah burgundy dan merah mahogany pada asam lemah, hijau green tea pada basa kuat, jingga dan jingga coral pada basa lemah) dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Studi Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ektrak Etanol Daun Mangga Bachang (Mangifera foetida Lour.) dan Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Kristiningrum, Nia; Hernawati, Sri; Aulia, Rizki Putri; Wardani, Pramudia
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.447 KB)

Abstract

Radikal bebas berperan sebagai pemicu pada berbagai penyakit degeneraif diantaranya adalah diabetes melitus dan hipertensi. Secara umum ada mekanisme perlindungan dalam sel dan jaringan tubuh terhadap radikal bebas namun pertahanan dari dalam tubuh seringkali masih kurang sehingga dapat menyebabkan stres oksidatif pada sel. Resiko dari penyakit ini dapat dikurangi dengan mensuplai senyawa antioksidan alami yang berasal dari tanaman. Diantara tanaman yang memiliki potensi sebagai antioksidan yaitu rosella (Hibiscus sabdariffa L.). Kelopak bunga rosella mengandung banyak asam organik seperti asam sitrat, asam askorbat, dan pektin serta mengandung polifenol seperti antosianin, asam fenolik, dan flavonoid.Tanaman lain yang didugamemiliki potensi sebagai antioksidan adalah mangga pakel (Mangifera foetida Lour.). Hal ini disebabkan karena kandungan mangiferin pada daun mangga yang merupakan senyawa golongan polifenol. Pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas antioksidan kombinasi antara ekstrak etanol daun mangga pakel dan kelopak bunga rosella dalam berbagai perbandingan dengan tujuan mendapatkan kombinasi yang memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi. Metode yang digunakan pada pengujian aktivitas antioksidan adalah metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picryl hydrazyl). DPPH merupakan senyawa radikal bebas yang stabil. Dalam bentuk radikal DPPH dapat diabsorbansi pada panjang gelombang 515-520 nm tetapi dengan adanya reaksi dengan senyawa antioksidan akan mengalami penurunan absorbansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai IC50 untuk ekstrak etanol daun mangga pakel sebesar 7,634±0,142 µg/ml, ekstrak etanol kelopak bunga rosella 83,154±0,286 µg/ml, dan nilai IC50 kombinasi ekstrak etanol daun mangga pakel dengan ekstrak etanol kelopak bunga rosella pada perbandingan 2:1 adalah 27,005±0,218 µg/ml, perbandingan 1:1 adalah 43,277±0,504 µg/ml dan perbandingan 1:2 adalah 58,171±0,875 µg/ml. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak yang memiliki aktivitas antioksidan terbesar adalah ekstrak etanol daun mangga pakel, sedangkan kombinasi ekstrak yang memiliki aktivitas antioksidan terbesar adalah kombinasi ekstrak etanol daun mangga pakel dan ekstrak etanol kelopak bunga rosella dengan perbandingan 1:1.
Uji Toksisitas Obat Nyamuk Bakar Herbal Berbahan Ekstrak Daun Permot (Passiflora Foetida) : Kajian Histopatologis Hati dan Ginjal Mencit Susilowati, Rina Priastini
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.13 KB)

Abstract

Aedes aegypti adalah nyamuk yang berperan sebagai vector penyakit demam berdarah dengue (DBD). Salah satu upaya untuk mengendalikan populasi Aedes aegypti menurunkan angka kematian karena penyakit DBD melalui pemanfaatan bioinsektisida. Ekstrak biji krisan yaitu piretrin telah banyak digunakan sebagai bahan dasar obat nyamuk bakar, sedangkan ekstrak daun permot (Passiflora foetida) belum banyak diteliti dan dimanfaatkan sebagai salah satu bahan aktif obat nyamuk. Uji toksisitas obat nyamuk bakar berbahan ekstrak daun permot (Passiflora foetida) dilakukan pada hewan mencit jantan (Mus musculus). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek organ hati dan ginjal mencit jantan yang diberi paparan obat nyamuk bakar berbahan ekstrakdaun permot. Satu kelompok kontrol (tanpa paparan obat nyamuk bakar) dan lima kelompok perlakuan paparan obat nyamuk bakar berbahan ekstrak daun permot dengan dosis 500 ppm, 1000 ppm, 2000 ppm, 3000 ppm dan 4000 ppm. Sediaan hati dan ginjal dibaca dan dianalisis dengan menggunakan mikroskop cahaya pembesaran 400x untuk melihat perubahan gambaran histopatologisnya. Data dianalisis dengan uji Anova dilanjutkan dengan uji Post Hoc bila berdistribusi normal atau dengan uji Kruskal Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann Whitney bila tidak berdistribusi normal. Tidak ada mencit yang mati maupun menunjukkan gejala toksikseperti hiperagresifitas maupun kepasifan setelah paparan obat nyamuk bakar berbahan ekstrak daun permot. Secara histopatologis pemberian paparan obat nyamuk bakar berbahan ekstrak daun permot dosis 500 ppm hingga 3000 ppm tidak menunjukkan kerusakan jaringan di hati maupun ginjal seperti halnya kelompok kontrol, sedangkan dosis 4000 ppm menyebabkan hati dan ginjalmencit jantan mengalami nekrosis sel parenkim.
Prevelensi dan Kelimpahan Ektoparasit pada Ikan Garra Rufa (Cyprinion macrostamus) yang Dijual di Pasar Ikan Purwokerto Prasetyarti, Utami; Rokhmani, R
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.314 KB)

Abstract

Ikan Garra rufa (Cyprinion macrostamus) adalah ikan hias air tawar sebagai komoditas ekspor , yang dapat digunakan untuk terapi kesehatan. Ikan ini, memiliki kemampuan yang unik dibandingkan dengan ikan hias lainnya, bahwa ikan ini mampu mengurangi efek penyakit psoriasis dan penyakit kulit. Apabila seseorang yang mengalami masalah kulit melakukan terapi Spa dengan ikan ini, maka ikan tersebut secara spontan akan mengerumuni kulit yang banyak mengandung sel kulit mati. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui jenis, prevalensi dan kelimpahan ektoparasit pada ikan Garra Rufa Yang Dijual di Pasar ikan Purwokerto. Metode penelitian ini adalah survei dengan pengambilan sampel ikan sejumlah 100 ekor. Hasil penelitian ini, jenis ektoparasit yang ditemukan adalah Gyrodactilus sp. dan Ichtyobodo sp. ; prevalensi ektoparasit pada ikan garra rufa yang dijual di pasar ikan Purwokerto adalah 52 %, dengan kelimpahannya adalah rendah.
Penggunaan Bioinsektisida dari Ekstrak Daun Tephrosia Vogelii untuk Mengatasi Hama Wereng di Desa Tanggaran, Trenggalek Ocktaviani, Yovi; Trimayanto, Sigit; Putri, Sovranita Ramadhani Setiawan; Kusumawati, Nita
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.245 KB)

Abstract

Petani di desa Tanggaran sering dirugikan karena tanaman padi diserang hama wereng. Penggunaan pestisida sintetik seperti kabofuran telah banyak memberikan dampak negatif terhadap manusia, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun Tephrosia vogelii dengan pelarut etil asetat sebagai bionsektisida yang ramah lingkungan dalam mengatasi hama wereng (N. lugens) pada tanaman padi. Pada penelitian ini, pengujian dilakukan dengan metode residu pada bibit padi berumur kurang lebih 2 minggu atau 14 hari. Pengujian dilakukan pada 4 macam konsentrasi larutan berbeda yaitu 0 mg/L (sebagai kontrol), 10 mg/L, 100 mg/L, dan 1000 mg/L. Pengujian dilakukan dengan 2 kali pengulangan (duplo). Parameter yang diamati adalah mortalitas hama wereng (N. lugens). Hasil pengujian menunjukkan rata-rata mortalitas hama wereng dari konsentrasi ekstrak paling kecil berturut-turut adalah 6.6667%, 28.5714%, 46.4286%, dan 93,3333%. Analisis diolah menggunakan perhitungan LC50 (analisis probit) dengan metode persamaan garis linier pada aplikasi Microsoft Office Exel. Berdasarkan perhitungan, nilai LC50 diperoleh sebesar 1,8148 mg/L. Artinya nilai LC50 ekstrak daun T. vogelii berada pada tingkat toksisitas sangat toksik.
Analisis Virtual Screening Senyawa Alami Kandidat Agonis PPAR Rahmawati, Ritia; Amin, Mohamad; Lestari, Umie
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.249 KB)

Abstract

Senyawa alami pada tanaman berpotensi memiliki aktivitas antikanker, antioksidan, antiinflamasi, dan anti penuaan. Penuaan merupakan suatu proses yang bersifat universal, progresif, endogen, ireversibel, dan merusak. Agonis berperan dalam aktivitas PPAR-γ terkait patofisiologi osteoporosis yang berkaitan dengan usia dengan meningkatkan jumlah adiposit dalam sumsum tulang dan penurunan jumlah osteoblas, serta penyakit terkait usia, seperti diabetes tipe II, obesitas, atherosklerosis, dan penyakit kardiovaskular. Pioglitazone merupakan salah satu derivat Thiazolidinediones TZD. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mencari senyawa alami kandidat agonis PPAR-γ yang memiliki pola pengikatan yang sama dengan senyawa pioglitazone, dimana pioglitazone telah diketahui sebagai agonis dari PPAR-γ dan termasuk dalam kelompok thiozolidineiones. Ligand binding domain dan entry code dari PPAR-γ didapatkan dari UniPort. Entry code yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2XKW. Pdb file dari 2XKW diperolehdari the RCSB PDB akan digunakan untuk validasi struktur 3D dan virtual screening. Validasi struktur 3D PPAR-γ menggunakan SAVES websever. Virtual screening (VS) yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan MTiOpenScreen webserver, dan software Pyrx 0,8. Hasil virtual screening divisualisasikan dengan software PyMol dan LigPlot. Berdasarkan binding affinity dan hasil interaksi dengan menggunakan software PyMol dan LigPlot disimpulkan bahwa senyawa ochnaflavone dengan kode ZINC28462577 memiliki potensi sebagai kandidat agonis PPAR-γ karena sama-sama mengikat Cys285 dan Arg288 melalui interaksi hidrofobik.
Hand Sanitizer Dalam Bentuk Gel dari Pelepah Pisang dengan Penambahan Alkohol dan Triklosan Nopitasari, N; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.688 KB)

Abstract

Komposisi hand sanitizer yang umum dipasarkan mengandung alkohol dengan kadar 65-95% yang akan mengakibatkan iritasi pada kulit. Oleh karena itu, untuk mencegah iritasi pada kulit dalam pembuatan hand sanitizer menggunakan ektrak pelepah pisang yang mengandung flavonoid, saponnin, dan tanin yang bersifat antibakteri dengan penambahan alkohol kurang dari 65% dan triklosan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui uji organoleptik dengan parameter warna, aroma, pH dari hand sanitizer dalam bentuk gel berbahan pelepah pisang dengan penambahan alkohol dan triklosan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan analisis data deskriptif kualitatif. Faktor satu yaitu konsentrasi ekstrak pelepah (P), P1= 5ml, P2= 5,5ml, P3= 6ml dan faktor dua yaitu perbandingan alkohol dan triklosan (A), A1= 3ml: 2g, A2= 2ml: 1,75g, A3= 1ml: 1,5g. Hasil uji organoleptik warna light ivory dan aroma berbau khas pisang yang paling pekat terdapat pada perlakuan P3A3 dan pH pada semua perlakuan bernilai 4 (bersifat asam).