cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Model Problem Based Learning Dan Keterampilan Generikmahasiswa FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya pada Mata Kuliah Mikrobiologi Mustofa, Romy Faisal
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.051 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran pada mata kuliah mikrobiologi serta hasil belajar yang diperoleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya setelah mengikuti kegiatan perkuliahan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses pembelajaran berlangsung dan hasil belajar yang diperoleh mahasiswa selama dan setelah mengikuti proses perkuliahan pada mata kuliah mikrobiologi. Pengumpulan data menggunakan angket. Sebanyak 60 mahasiswa yang telah mengikuti dan lulus pada perkuliahan mikrobiologi pada semester 4 tahun ajaran 2014/2015 dijadikan sebagai sampel penelitian. Sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling dari populasi yang berjumlah 90 mahasiswa. Selanjutnya data yang diperoleh diolah dengan menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki ketertarikan terhadap mata kuliah mikrobiologi terutama dalam kegiatan praktikum. Pelaksanaan pembelajaran dalam mata kuliah mikrobiologi ternyata belum dilaksanakan secara maksimal diindikasikan dari tidak tersosialisasinya model pembelajaran yang digunakan oleh dosen yang berdampak pada berbagai keterampilan generik yang tidak dapat dilatih dan dikembangkan secara maksimal.
Produksi Kroto Semut Rangrang (Oecophylla Smaragdina yang Dibudidaya dengan Pakan Sumber Protein Berbeda Dwijayanto, D; Arif, A; Basuki, Edi; Darsono, D
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.713 KB)

Abstract

Semut rangrang (Oecophylla smaragdina) telah diidentifikasi sebagai agen biokontrol pada berbagai jenis tanaman. Penurunan populasi dari tahun 2009-2012 sangat tajam, yakni berkisar 50% dari jumlah semula. Populasi semut rangrang pada tahun 1999-2006 cukup melimpah sehingga banyak tanaman hias maupun tanaman pangan dapat terselamatkan dari hama. Salah satu faktor penyababnya adalah perburuan telur atau larva (kroto) semut rangrang tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem. Hasil kroto yang ada di pasaran berasal dari alam, sedangkan alam tidak setiap saat menyediakan kroto. Disisi lain permintaan kroto terusmeningkat, maka budidaya semut rangrang menjadi sangat penting untuk memenuhi permintaan kroto yang tinggi dan pelestarian habitat baik unsur abiotik maupun biotik mempengaruhi kelimpahan semut rangrang di alam. Produksi kroto semut rangrang hasil budidaya pada dasarnya saat ini belum menjawab kebutuhan pasar yang ada. Kebutuhan akan kroto masih sangat jauh terpenuhi karena metode dan sistem para peternak masih banyak yang menggunakan cara yang belum tepat. Dampaknya adalah produksi kroto tidak maksimal. Penelitian ini dilakukan di Grendeng, Purwokerto Utara, Banyumas selama bulan februari sampai maret 2014. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan sumber protein berbeda terhadap produksi kroto semut rangrang yang dibudidaya dan mengetahui jenis pakan sumber protein yang menghasilkan tingkat produksi kroto semut rangrang tertinggi yang dibudidaya. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas pakan sumber protein ulat hongkong (Tenebrio molitor), jangkrik (Gryllus assimilis), dan ulat kandang (Alphitobius diaperinus) masingmasing sebanyak 2 g dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali selama 25 hari. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pakan sumber protein berbeda (Tenebrio molitor, Gryllus assimilis, Alphitobius diaperinus) tidak berpengaruh nyata terhadap produksi kroto semut rangrang yang dibudidaya. Tingkat produksi kroto semut rangrang yang dibudidaya dengan pemberian pakan sumber protein ulat hongkong sebesar 50,98 g (3.568 individu), jangkrik sebesar 51,25 g (3.587 individu), dan ulat kandang sebesar 45,11 g (3.157 individu).
Penanganan Anak Cerebral Palsy Melalui Permainan Bowling Di PAUD Inklusi Saymara Kartasura Aisyah, Sarah Andriani
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.221 KB)

Abstract

Anak cerebral palsy perlu diberi penanganan khusus sehingga hambatan perkembangan yang dialami anak mampu diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanganan anak cerebral palsy melalui permainan bowling. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2017 di PAUD Inklusi Saymara Kartasura dengan subyek seorang anak cerebral palsy yang bernama Surya pada kelompok TK-LB. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis model Miles and Huberman, yaitu dengan melakukan reduksi data, penyajian data (data display), dan conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukan bahwa Surya mengalami kesulitan dalam melempar benda terutama bola kearah sasaran dan masih membutuhkan bantuan dari guru. Hal inilah yang menunjukan bahwa Surya mengalami hambatan perkembangan motorik kasar, setelah mendapat terapi dengan permainan bowling, Surya sudah dapat melempar bola kearah sasaran dengan merobohkan pin bowling dan Surya sudah mampu melakukan aktivitasnya secara mandiri.
Inventarisasi Capung (Insecta: Odonata) dan Variasi Habitatnya di Resort Tegal Bunder dan Teluk Terima Taman Nasional Bali Barat (Tnbb) Wijayanto, Alfin Galih; Nafisah, Nur Apriatun; Laily, Zainul; Zaman, Mokhamad Nur
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.473 KB)

Abstract

Capung (Odonata: Insecta) adalah salah satu serangga yang mempunyai nilai penting bagi kelangsungan ekosistem, maka perlu dilakukan kajian pada ordo ini. Inventarisasi capung dan ragam habitatnya belum diteliti di TNBB. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis anggota Odonata dengan variasi habitat di Resort Tegal Bunder dan Teluk Terima Taman Nasional Bali Barat. Hasil pengambilan data capung di kedua resort TNBB tersebut secara keseluruhan didapatkan 26 spesies yang termasuk ke dalam 5 famili, yaitu Aeshnidae (1 spesies), Libellulidae (18 spesies), Chlorochyphidae (1 spesies), Coenagrionidae (5 spesies), dan Protoneuridae (1 spesies). Habitat yang tersedia pada lokasi penelitian diantaranya di Resort Tegal Bunder yaitu rawa hutan musim, rawa mangrove, savana, dan hutan musim. Sedangkan di Resort Teluk Terima ada sungai, rawa mangrove, dan hutan musim.
Pembuatan Display Pembelajaran IPA dengan Menggunakan Model Group Investigation Meningkatkan Keterampilan Literasi pada Siswa SMPIT Al Haraki Maidona, Siti
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.427 KB)

Abstract

Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang telah dianggap belajar sesuatu jika ia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Pada kurikulum 2013 berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI no 103 tahun 2014 pasal 2 disebutkan bahwa pembelajaran tingkat dasar dan menengah dilaksanakan berbasis aktivitas dengan karakteristik antara lain interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Selainitu kontekstual, memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian peserta didiksertasesuai dengan minat, bakat, kemampuan, dan perkembangan psikologis peserta didik.Maka diperlukan suatu strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik tersebut.Tujuanpembuatannaskahinovasipembelajaranini adalah untuk mencari strategi dalam pembelajaran IPA dengan materi fotosintesis agar peserta didik lebih mengerti dan memahami materi yang dipelajari. Selainitujuga memberikan kontribusi terhadap pemecahan masalah praktis dan pengembangan keprofesionalan pendidik sebagai agen pembelajaran. Group Investigation adalah model metode pembelajaran kooperatif yang paling kompleks. Hal ini disebabkan oleh metode ini memadukan beberapa landasan pemikiran, yaitu berdasarkan pandangan konstruktivistik, democratic teaching, dan kelompok belajar kooperatif.Berdasarkan pandangan konstruktivistik, proses pembelajaran dengan model group investigation memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan aktif dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan sampai cara mempelajari suatu topik melalui investigasi. Democratic teaching adalah proses pembelajaran yang dilandasi oleh nilai-nilai demokrasi, yaitu penghargaan terhadap kemampuan, menjunjung keadilan, menerapkan persamaan kesempatan, dan memperhatikan keberagaman peserta didik . Group investigation adalah kelompok kecil untuk menuntun dan mendorong siswa dalam keterlibatan belajar. Metode ini menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok (group process skills). Hasil akhir dari kelompok adalah sumbangan ide dari tiap anggota serta pembelajaran kelompok yang notabene lebih mengasah kemampuan intelektual siswa dibandingkan belajar secara individual yang kemudiandituangkandalambentuk display pembelajaranyang dibuatdaribahan-bahandaurulang yang mudahdidapat di sekitarkita.
Analisis Keterampilan Proses Sains Pada Mata Praktikum Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Tahun Akademik 2016/2017 Tania, Tantri; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.266 KB)

Abstract

Mata kuliah Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi FKIP UMS, berbobot 3 sks dengan praktikum. Mata praktikum ini memuat keterampilan-keterampilan praktikum yang harus dimiliki mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan KPS mahasiswa semester IV Pendidikan Biologi FKIP UMS. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2017. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester IV prodi P. Biologi FKIP UMS tahun akademik 2016/2017 yang menempuh mata praktikum fispertumb. Data berupa nilai KPS, nilai pretest, dan nilai laporan yang diperoleh dari praktikum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh keterampilan proses sains terhadap hasil belajar mahasiswa P. Biologi FKIP UMS. Ditinjau dari rata-rata tiap aspek KPS dengan rata-rata maks yaitu 552. Diperoleh aspek observasi 541, aspek menggunakan alat dan bahan 545,5, aspek interpretasi data 465, dan aspek komunikasi secara tertulis 455,5. Hasil penguasaan KPS paling tinggi yaitu pada aspek menggunakan alat dan bahan, serta penguasaan KPS paling rendah itu pada aspek komunikasi secara tertulis.
Pelaksanaan Pendekatan Saintifik Berbasis Ice Breaker pada Pembelajaran IPA Bagi Anak Tunagrahita Ringan DISLB C YPAC Semarang Styani, Wahyu Agus; Yusuf, Munawir; Fadhilah, Siti Sutarmi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.858 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kegiatan perencanaan danpelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, dan penggunaan Ice Breaker dalam pembelajaran IPA.Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SLB YPAC C Semarang. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah: 1) wawancara mendalam, 2) pengamatan terlibat, 3) dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan perencanaan pembelajaran meliputi: 1) silabus dan RPP IPA yang disesuaikan materi ajar yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, pelaksanaan pembelajaran mengacu pada 5 M (M1= mengamati, M2= menanya, M3= mencoba, M4= menalar, M5= mengomunikasi). 2) PenggunaanIce Breakeroleh guru dilakukan secara spontan, di awal kegiatan pembelajaran, di inti kegiatan pembelajaran, serta pemberian Ice breaker di akhir kegiatan pembelajaran. 3) Jenis kegiatan ice breaker yang diterapkan oleh jenis ice breaker berupa tepuk tangan, lagu, gerak badan dan games untuk memecahkan kejenuhan di kelas.
Modifikasi Lingkungan untuk Pengendalian Schistosomiasis di Daerah Endemis Sulawesi Tengah Nurwidayati, Anis
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.005 KB)

Abstract

Schistosomiasis merupakan penyakit parasit paling mematikan kedua setelah malaria. Schistosomiasis di Indonesia hanya ditemukan di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu di dataran tinggi Lindu, Kabupaten Sigi dan dataran tinggi Napu dan dataran tinggi Bada, Kabupaten Poso. Schistosomiasis di Indonesia disebabkan oleh cacing trematoda Schistosoma japonicum. Cacing ini membutuhkan keong perantara untuk melangsungkan siklus hidupnya, yaitu Oncomelania hupensis lindoensis. Keong tersebut berkembang biak di habitat yang disebut daerah fokus. Pengendalian fokus keong menjadi salah satu upaya penting dalam memutus rantai penularan schistosomiasis. Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai modifikasi lingkungan sebagai upaya pengendalian fokus keong perantara schistosomiasis dalam rangka pengendalian schistosomiasis. Makalah disusun berdasarkan studi literatur dan data sekunder yang dikumpulkan. Hasil menunjukkan bahwa pengendalian keong yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan adalah secara mekanik dan kimia. Pengendalian secara mekanik dilakukan dengan manajemen dan modifikasi lingkungan berupa penanaman lahan kosong dengan tanaman produktif, mengubah daerah fokus keong menjadi sawah atau kolam ikan. Kesimpulan yang diperoleh adalah modifikasi lingkungan yang dilakukan secara tepat, terpadu dan intensif dapat membantu menurunkan angka prevalensi schistosomiasis.
Analisis Model Mental Siswa SMA dengan Kemampuan Berpikir Ilmiah Berbeda dalam Memahami Konsep Larutan Elektrolit Rahmadani, Aprilia
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.288 KB)

Abstract

Larutan elektrolit merupakan materi kimia yang melibatkan konsep abstrak, fenomena kimia, operasimatematika dan kegiatan praktikum. Karakteristik materi tersebut menimbulkan konsekuensi bahwa siswaharus mempunyai beberapa kemampuan agar mampu mempelajarinya dengan baik. Kemampuan yangdiperlukan diantaranya kemampuan berpikir ilmiah, kemampuan pemahaman representasi kimia, kemampuanmatematika, dan kemampuan praktikum. Berdasarkan beberapa penelitian ke empat kemampuan tersebut masihbelum dimiliki oleh sebagian besar siswa sehingga materi larutan elektrolit dianggap sulit dan berpengaruh padakonstruksi model mental siswa. Tingkat model mental siswa dipengaruhi oleh tingkat kemampuan berpikirilmiahnya dan gambaran model mental siswa dapat diketahui melalui kemampuan pemahaman representasiyang dimiliki siswa. Ananilis model mental siswa perlu dilakukan untuk melihat gambaran model mental siswadalam memahami konsep-konsep kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan hubunganmodel mental dengan kemampuan berpikir ilmiah siswa
Efektivitas Konsorsia Bakteri Indigen dalam Mereduksi Logam Berat Merkuri (Hg) Limbah Cair Tepung Agar Wulandari, Septiana; Suarsini, Endang; Ibrohim, I
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.121 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian laboratorium untuk menguji efektivitas konsorsia bakteri indigen dalam mereduksi logam Hg pada limbah cair industri tepung agar. Penelitian dilakukan berdasarkan hasil observasi awal, bahwa terkandung logam berat Hg sebesar 1,1093 mg/L dalam limbah tepung agar. Nilai tersebut melebihi batas minimal yang ditetapkan pemerintah PP No.82 Th. 2001 yakni kadar Hg minimal 0,002 mg/L. Kadar Hg yang tinggi akan bersifat toksik bagi kehidupan makhluk hidup. Proses pengolahan limbah melalui pendekatan Biologi dapat dilakukan dengan memanfaatkan bakteri indigen pereduksi Hg. Bakteri indigen paling potensial yang diperoleh adalah Pseudomonas stutzeri dan Actinomyces viscosus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas konsorsia bakteri dalam mereduksi logam berat Hg. Uji reduksi dilakukan dengan berbagai konsentrasi isolat yakni 3%, 4%, 5%, 6%, dan 7% dari 100ml limbah yang terdiri dari isolat A:Pseudomonas stutzeri, B: Actinomyces viscosus dan konsorsia AB: gabungan dariPseudomonas stutzeri dan Actinomyces viscosus. Data efektivitas konsorsia bakteri dalam mereduksi Hg dianalisis menggunakan uji statistik anava dua jalur. Konsorsia bakteri indigen konsentrasi 7% mampu menurunkan kadar Hg sebesar 74,5%.