cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Analisis Pemahaman Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Masyarakat Kota Malang Wahyudi, Benny Satria; Irawati , Mimien Henie; Sueb, S; Susilowati, S; Budiasih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.137 KB)

Abstract

Masalah ketahanan pangan merupakan masalah global selama dua dekade terakhir termasuk di Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan yaitu melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia seperti memanfaatkan lahan pekarangan yang dikenal dengan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat Kota Malang mengenai program KRPL. Metode penelitian yang digunakan yaitumetode wawancara. Sampel lokasi penelitian dilakukan kelurahan Lowokwaru, kelurahan Bareng dan kelurahan Bandungrejosarikota Malang pada bulan Juni-Agustus 2015 dan bulan Februari-Maret 2016 dengan jumlah responden sebanyak 43 responden. Berdasarkan hasil wawancara terhadap masyarakat diperoleh hasil, yaitumasyarakat yang memiliki luas pekarangan di sekitar rumah <100m2 sebanyak 88,375%, pekarangan rumah sudah dimanfaatkan untuk menamam kebutuhan sayur sehari-hari 46,51%, mengetahui program KRPL 93%, pernah mengikuti sosialisasi penyuluhan program KRPL74,41%, pernah menerima materi penyuluhan budidaya lele dalam terpal23,26%, pernah menerima materi penyuluhan cara pembuatan biogas 27,91%,pernah menerima materi penyuluhan pembuatan vertikultur 34,88%, pernah menerima materi penyuluhan pembuatan pupuk cair 18,60%, pernah menerima materi penyuluhan pembuatan pupuk kompos 37,21%, pernah mengikuti pelatihan KRPL disajiakan dalam bentuk video, booklet, dan modul 0%, dan berminat mengikuti sosialisasilanjutan penyuluhan tentang program KRPLmenggunakan video 100%.
Media Alternatif Bibit F0 Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) menggunakan Ekstrak, Bubur dan Tepung Beras Ketan Putih Agustin, Adinda Regiliani; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.61 KB)

Abstract

Biji-bijian yang mempunyai nilai karbohidrat tinggi dapat dijadikan bahan pembuatan media alternatif bagi pertumbuhan bibit F0 jamur. Beras Ketan Putih merupakan bahan yang mengandung karbohidrat tinggi yaitu 79,40 dalam setiap 100 g beras. Kandungan karbohidrat paling tinggi adalah tepung beras ketan putih sebesar (46,03 %) , kemudian bubur beras ketan putih (16,19%) dan ekstrak beras ketan putih (2,94%), sehingga dapat menjadi sumber nutrisi untuk pertumbuhan miselium jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan miselium jamur tiram dan jamur merang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan desain penelitian eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu F1: variasi media beras ketan putih terdiri dari ekstrak, bubur dan tepung dan F2: indukan jamur tiram dan jamur merang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan perumbuhan miselium bibit F0 jamur tiram yang tercepat pada media tepung (J1M3) yaitu 3,65 cm dan yang terlambat media ekstrak (J1M1) yaitu 2,05cm. Miselium bibit F0 jamur tiram berwarna putih kompak dan tebal.
Pemahaman Guru IPA SMP terhadap Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri Sulaeman, Asep Agus
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.966 KB)

Abstract

Tujuan studi ini untuk mengetahui pemahaman guru dan pemetaan pemahaman pembelajaran berbasis inkuiri guru IPA SMP. Metode penelitian dalam studi ini menggunakan metode quantitatif research. Data pemahaman guru IPA SMP tentang pembelajaran berbasis inkuiri terdiri atas pemahaman istilah inkuiri, manfaatnya, perencanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran berbasis inkuiri. Responden dalam studi ini adalah guruguru IPA SMP, peserta pelatihan peningkatan kompetensi di PPPPTK IPA, perwakilan dari provinsi seluruh Indonesia. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 35 orang. Instrumen yang digunakan dalam studi ini adalah kuesioner persepsi (self evaluation) terhadap pembelajaran IPA berbasis inkuiri. Adapun data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif deskriptif. Hasilnya, 58,10% guru memahami dan sangat memahami istilah penggunaan inkuiri dalam pembelajaran, 60% guru kurang memahami manfaat pembelajaran berbasis inkuiri, 55,10% guru kurang dan tidak memahami perencanaan pembelajaran berbasisi inkuiri, dan 71,43% guru kurang dan tidak mengetahui evaluasi pembelajaran berbasis inkuiri.
Pemanfaatan Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum) dan Daun Sirih sebagai Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Lalat Buah (Bactrocera sp.) Anugraheni, Dyah Dwi; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.823 KB)

Abstract

Bactrocera sp. merupakan serangga hama yang dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa jenis buah. Pengendalian hama serangga menggunakan insektisida kimia dapat menyebabkan berbagai kerugian seperti pencemaran lingkungan. Penggunaan bahan alami pada tanaman kemangi mengandung metil eugenol yang bersifat atraktan, sedangkan kandungan fenol, terpenoid, eugenol, dan kavicol pada daun sirih yang bersifat racun bagi serangga dapat menjadi alternatif dalam pembuatan insektisida nabati. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas insektisida nabati ekstrak tanaman kemangi (Ocimum basilicum) dan daun sirih terhadap mortalitas lalat buah (Bactrocera sp.).Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan analisis data deskriptif kuantitatif menggunakan analisis varian dua jalur (Twoway Anava). Penelitian terdiri dari 6 perlakuan dengan dua faktor yaitu, faktor pertama jenis insektisida dengan pelarut yang berbeda (A), A1= Insektisida nabati ekstrak daun sirih+tanaman kemangi dengan pelarut Etanol 70%; dan A2= Insektisida nabati ekstrak daun sirih+tanaman kemangi dengan pelarut metanol 70% dan faktor kedua, konsentrasi insektisida nabati (K), K1= Konsentrasi 30%; K2= Konsentrasi 40%; dan K3= Konsentrasi 50%. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat mortalitas paling tinggi terdapat pada perlakuan A2K3 dengan rerata mortalitas sebesar 96,67%. Hasil menunjukan bahwa ekstrak tanaman kemangi dan daun sirih dapat dijadikan sebagai insektisida nabati yang mematikan hama lalat buah.
Uji Kertas Indikator Asam Basa dari Ekstrak Bunga Pacar Air dengan Variasi Suhu Pengeringan dan Jenis Pelarut Qoirunnisa, Marissa Ajekrun; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.916 KB)

Abstract

Indikator asam basa sangat penting keberadaannya di sekolah menengah untuk praktikum menentukan sifat larutan suatu bahan. Indikator asam basa alami dapat dibuat dari beberapa jenis tumbuhan yang mengandung antosianin. Bunga pacar air menandung pigmen warna merah yang merupakan senyawa flavonoid yaitu antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan bunga pacar air dengan variasi suhu pengeringan dan jenis pelarut yang berbeda sebagai indikator asam basa alternatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan dua faktor yaitu suhu pengeringan (600C, 700C, dan 800C) dan jenis pelarut (etanol 96%, etanol 96% + HCl 1%, dan etanol 96% dan asam sitrat 3%). Parameter dalam penelitian adalah perubahan warna pada kertas indikator asam basa dari ekstrak bunga pacar air setelah ditetesi larutan asam dan basa. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas terbaik ditunjukkan oleh kertas indikator asam basa dengan suhu pengeingan 800C dan pelarut etanol 96% karena menunjukkan warna yang lebih kontras (berwarna golden yellow pada suasana basa kuat, red violet pada basa lemah, traffic red pada asam kuat dan rasberry red pada asam lemah), dan cenderung stabil sehingga mampu membedakan larutan asam basa kuat dan asam basa lemah.
Pertumbuhan Miselium Bibit F0 Jamur Merang pada Media Alternatif Ekstrak, Bubur dan Tepung Biji Koro Benguk Hartini, Tri; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.509 KB)

Abstract

Biji koro benguk adalah salah satu jenis biji yang memiliki karbohidrat 55,3 g, air 12, 8 g, abu 3,3 g, lemak 4,7 g, protein 23,9 g dan kalsium 201 mg sehingga mampu mencukupi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan jamur merang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan miselium bibit F0 jamur merang pada media alternatif ekstrak, bubur dan tepung biji koro benguk. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu pola faktorial dengan dua kali pengulangan. Faktor penelitian yaitu jenis media berupa ekstrak (M1), bubur (M2) dan tepung (M3) biji koro benguk. Parameter yang diamati yaitu diameter, ketebalan dan warna miselium. Pengamatan dilakukan pada hari ke 3 dan hari ke 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan miselium paling cepat pada media ekstrak benguk yaitu 8,2 cm, sedangkan pertumbuhan miselium paling lambat pada media tepung benguk yaitu 0,8 cm. Ketebalan miselium pada semua media biji koro benguk tampak tipis. Warna miselium pada semua media biji koro benguk tampak tumbuh berwarna putih.
Penguasaan Konsep Biologi Berbasis Konsep Fisika Menggunakan Pembelajaran Tematik dengan Model Problem Based Learning Damayanti, Wiwid; Perdana, Kurnia Fani; Sukarmin, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.731 KB)

Abstract

Penguasaan konsep Biologi masih banyak bergantung pada materi Biologi saja, padahal banyak disiplin ilmu lain yang dapat mendukung penguasaan konsep Biologi. Fisika merupakan salah satu ilmu yang dapat menjelaskan mekanisme dari banyak proses Biologis. Pembelajaran tematik adalah suatu konsep pendekatan belajar-mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa. Pelaksanaan pendekatan ini bertolak dari satu topik atau tema yang dipilih untuk dikembangkan guru. Tema tersebut ditujukan untuk menjadikan konsep-konsep dari bidang studi terkait sebagai alat untukmempelajari dan menjelajahi tema. Model Problem Base Learning mendorong guru untuk melibatkan siswa di berbagai proyek berorientasi masalah dan membantu mereka menyelidiki suatu permasalahan. Model pembelajaran ini berfokus pada interdisipliner atau keterkaitan antardisiplin ilmu, meskipun berbasis pada suatu masalah tetapi dapat dipusatkan pada subyek tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan penguasaan konsep Biologi berbasis konsep Fisika menggunakan pembelajaran tematik dengan model Problem Base Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Adapun langkah-langkah penelitian kepustakaan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi, (1) memiliki ide umum mengenai topik penelitian; (2) mencari informasi yang mendukung topik; (3) mempertegas fokus penelitian; (4) mencari dan menemukan bahan bacaan yang diperlukan dan mengklasifikasi bahan bacaan; (5) membaca dan membuat catatan penelitian; (6) mereview dan memperkaya lagi bahan bacaan; dan (7) mengklasifikasi lagi bahan bacaan dan mulai menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Biologi sangat tepat jika dikaitkan dengan konsep Fisika yang disampaikan menggunakan pembelajaran tematik dengan model Problem BaseLearning. Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa penguasaan konsep Biologi berbasis konsep Fisika yang disampaikan menggunakan pembelajaran tematik dengan model Problem Base Learning adalah suatu metode pembelajaran yang tepat.
Peningkatan Motivasi Belajar Fisika dengan Metode Hypnoteaching pada Siswa SMA Pangesti, Janantika Pramuditya; Dewi, Dwi Anggara Kusuma; Wibowo, Fajar
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.17 KB)

Abstract

Kurikulum 2013 menuntut proses pembelajaran Student Center Learning (SCL) termasuk pada pembelajaran fisika. Pembelajaran berbasis SCL menuntut partisipasi aktif dari siswa yang dipengaruhi oleh tinggi rendahnya motivasi belajar. Penulisan makalah ini dilatarbelakangi oleh kurangnya motivasi belajar siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) pada mata pelajaran fisika. Cara belajar siswa yang hanya didorong oleh tuntutan menunjukkan kurangnya motivasi belajar siswa. Dalam mengerjakan tugasnya siswa cenderung mengandalkan atau meminta bantuan kepada pihak luar. Penulisan makalah ini berdasarkan pada pengkajian berbagai sumber yang sudah valid. Makalah ini membahas peranan metode hypnoteaching dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SMA terhadap mata pelajaran Fisika. Hypnoteaching merupakan cara mengajar yang unik, kreatif dan imajinatif. Sebelum proses belajar mengajar berlangsung siswa dikondisikan untuk siap belajar. Metode Hypnoteaching mengutamakan kondisi psikologis siswa serta suasana belajar yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran fisika.
Penerapan Model Pembelajaran Quantum Berbasis Media Interaktif pada Mata Pelajaran IPA Sekolah Menengah Pertama Zahrotunnisa, Z; Pranata, Johan; Aprianto, Fathoni Reza; Ruswandi, Ahmad; Pangestu, Langgeng
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.741 KB)

Abstract

Kemendikbud menyatakan bahwa pada tahun 2012, nilai rata-rata siswa di Indonesia dalam menguasai materi IPA adalah 67,00. Hal tersebut menunjukan bahwa mata pelajaran IPA masih dianggap sukar oleh sebagian besar siswa Sekolah Menengah Pertama. Berbagai model pembelajaran mulai diterapkan untuk meningkatkan pencapaian indikator pembelajaran, salah satunya adalah model pembelajaran quantum. Namun model tersebut memiliki beberapa kekurangan, diantaranya: membuat ketidakteraturan di dalam kelas, membutuhkan waktu yang lama dalam pelaksaannnya, dan membutuhkan alat dan bahan yang banyak. Maka dari itu, penulis berusaha mengurangi kelemahan model pembelajaran quantum dengan menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis Microsoft Power Point. Tujuan dari penelitian ini adalah memaksimalkan model pembelajaran quantum, mengembangkan media pembelajaran interaktif dengan Microsoft Power Point, dan meningkatkan minat siswa terhadap materi pembelajaran IPA Sekolah Menengah Pertama. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi pustaka dan penelitian dan pengembangan (research and development). Prosedur pembuatan media pembelajaran interaktif terdiri dari beberapa tahap, yaitu: (1) persiapan materi, (2) pembuatan peta konsep, (3) pembuatan kata kunci (4) pembuatan desain pada Microsoft Power Point. Hasil dari penelitian ini adalah media pembelajaran interaktif berbasis Microsoft Power Point pada mata pelajaran IPA Sekolah Menengah Pertama. Media interaktifini dapat membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran, meningkatkan pencapaian indikator, menambah nilai kesan pembelajaran, dan memaksimalkan model pembelajaran quantum.
Model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) dalam Pembelajaran Fisika Nuryana, Herti; Proborini, Anisa Safera; Najaah, Lathifah Safiinatun; Hetiningsih, Meyke; Arfian, Fardani
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.907 KB)

Abstract

Indonesia telah mengalami banyak perubahan kurikulum sebanyak sebelas kali terhitung dari kurikulum 1947 sampai dengan sekarang kurikulum 2013. Namun pada kenyataannya kurikulum 2013 juga banyak mengalami permasalahan sehingga ada sekolah yang kembali pada kurikulum sebelumnya, yaitu KTSP. Akan tetapi permasalah lain juga terdapat pada cara guru dalam menggunakan model pembelajaran. Model pembelajaran yang konvensional menyebabkan siswa tidak termotivasi dan malas belajar. Untuk itu diperlukan model pembelajaran baru yaitu ARCS. Sintaks pada model ARCS memadukan antara keaktifan siswa dengan pendekatan ilmiah dan penyampaian materi yang menarik serta mudah dipahami. Alur pembelajaran memerlukan pengeplotan waktu dengan kegiatan yang tepat agar kekurangan model ARCS dapat tertutupi oleh kelebihan ARCS. Alur pembelajaran ARCS akan membuat kegiatan pembelajaran terarah dan tersusun dengan teratur serta menarik untuk siswa. Dari penelitian yang telah dilakukan hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung adalah 1,87 dan ttabel yang diperoleh adalah 1,66 sehingga H0ditolak dan hal ini membuktikan adanya pengaruh yang signifikan pada hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran ARCS. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model ARCS dapat meningkatkan hasil belajar dan meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Dalam konteks pembelajaran dibutuhkan dukungan motivasi dalam setiap waktu untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dukungan ini dapat diwujudkan dengan desain instruksional. Melalui penggunakan model ARCS dalam pembelajaran Fisika menjadikan siswa mampu memahami keterkaitan konsep satu dengan yang lain sehingga hasil belajar siswa memiliki perubahan yang positif. Selain itu dapat juga menumbuhkan rasa percaya diri siswa dan siswa menjadi tahu kemampuan mereka.