cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Kekuatan Tarik dan Kekuatan Sobek Kertas dari Alang-Alang Melalui Proses Organosolv dengan Pelarut Etanol dan Lama Pemasakan yang Berbeda Asngad, Aminah; Syalala, Yoni
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.956 KB)

Abstract

Pulp dan kertas yang dihasilkan 90% menggunakan bahan baku kayu sebagai sumber bahan berserat selulosa yang dapat mengakibatkan terganggunya kestabilan lingkungan. Alang-alang memiliki kandungan serat terutama kandungan selulosa sebesar 45% sehingga dapat digunakan sebagai bahan alternatif pembuat kertas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dan kekuatan sobek kertas dari alang-alang melalui proses organosolv dengan pelarut etanol dan lama pemasakan yang berbeda. Penelitian dilakukan di Lab. Biokimia Pend.Biologi UMS dan lab.UGM, dengan menggunakan metode eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan 3 kali ulangan. Adapun faktor 1 yaitu konsentrasi etanol (K), K1 :30%, K2 :40%, K3 :50% dan faktor 2 yaitu lama pemasakan (L), L1:60 menit, L2 :90 menit. Hasil penelitian menunjukkan kertas dengan kekuatan tarik dan kekuatan sobek tertinggi pada perlakuan K3L1 (konsentrasi etanol 50% dan lama pemasakan 60 menit) dengan 1,48 N/mm2 untuk kekuatan tarik dan 2,32N/mm2 untuk kekuatan sobek. Hasil penelitan dapat disimpulkan alang-alang dapat dibuat kertas melalui proses organosolv.
Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Merang (Volvariella volvaceae) pada Media Alternatif Tepung Biji Sorgum dengan Konsentrasi yang Berbeda Zubaidah, Lailia; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.757 KB)

Abstract

Biji sorgum termasuk kedalam lima jenis serealia yang dibudidayakan dan menjadi pangan fungsional. Tepung sorgum seberat 100 g memiliki kandungan protein 11.41%, zat besi 11.68%, lemak 1.41%, serat pangan tidak larut 15.13%, dan karbohidrat sebesar 86.47% sehingga nutrisi yang dibutuhkan oleh miselium jamur merang tercukupi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan miselium bibit F0 jamur merang pada media alternatif tepung biji sorgum dengan konsentrasi yang berbeda. Jenis penelitian merupakan deskriptif kualitatif, dengan desain penelitian eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktor yang terdiri dari 3 perlakuan dan 2 kali pengulangan dan pengamatan pada hari ke 3, 5 dan ke 7. Faktor penelitian berupa konsentrasi media tepung, konsentrasi 10% (K1), konsentrasi 15% (K2), konsentrasi 20% (K3). Hasil penelitian yaitu miselium jamur merang dapat tumbuh pada media tepung biji sorgum pada konsentrasi 10%, 15% dan 20%. Pertumbuhan miselium paling cepat pada hari ke 7 pada media tepung biji sorgum konsentrasi 15% dengan diameter pertumbuhan 8 cm dan yang paling lambat dengan konsentrasi 20% dengan diameter pertumbuhan 6.75 cm. Pada media tepung biji sorgum pertumbuhan miselium tidak rapat.
Pemanfaatan Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum) dan Ekstrak Daun Mimba sebagai Pengendali Lalat Buah (Bactrocera sp.) Trihutant, Intan Wahyu; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.085 KB)

Abstract

Insektisida alami merupakan obat yang digunakan untuk membasmi serangga yang merugikan. Bactrocera sp. merupakan salah satu jenis serangga hama yang dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa jenis buah-buahan sehingga merugikan bagi petani buah. Penggunaan insektisida alami dari tanaman kemangi dan daun mimba dapat membasmi lalat buah jenis Bactrocera sp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas insektisida alami ekstrak tanaman kemangi (Ocimum basilicum) dan ekstrak daun mimba dengan jenis pelarut yang berbeda dan variasi konsentrasi terhadap mortalitas lalat buah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan analisis data deskriptif kuantitatif dan menggunakan analisis lanjut Kruskall-Wallis. Penelitian ini terdiri dari 6 perlakuan dan 2 faktor. Faktor pertama yaitu jenis insektisida dengan pelarut yang berbeda dan factor kedua yaitu konsentrasi insektisida. Hasil penelitian insektisida terhadap mortalitas lalat buah paling tinggi yaitu pada perlakuan insektisida alami ekstrak tanaman kemangi dan ekstrak daun mimba dengan pelarut metanol dan konsentrasi 65% dengan rerata mortalitas sebesar 96.67%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tanaman kemangi dan daun mimba dapat dimanfaatkan untuk membasmi lalat buah.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Nursyamsi SY, N; Aloysius, Duran Corebima; Susilo, Herawati
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.429 KB)

Abstract

Kecakapan berpikir adalah salah satu dasar keterampilan pendukung pada abad 21. Salah satukecakapan berpikir adalah keterampilan berpikir kritis.. Rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa terlihat dari rendahnya siswa menjawab benar dalam Program For Internasional Student Assessment (PISA) 2012 dan menempati urutan 64 dari 65 negara. Dalam studi PISA (2012), siswa Indonesia lemah dalam menyelesaikan soal-soal yang membutuhkan Higher Order Thinking Skill (HOTS) seperti soal yang berhubungan dengan penyelesaian masalah kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran NHT terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Postest Non-equivalent Control Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Muara Badak pada semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2. Dua kelas yang digunakan masing-masing berjumlah 30 siswa. Data diperoleh dari tes menggunakan soal essai. Data penelitian ini dianalisis menggunakan Anakova. Hasil analisis data menunjukkan bahwa strategi pembelajaran memberikan pengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis. Atas dasar perbandingan rerata terkoreksi diketahui bahwa strategi pembelajaran NHT memberikan pengaruh lebih besar yaitu sebesar 25,89%, dibandingkan pengaruh yang disebabkan oleh pembelajaran konvensional.
Kestabilan Karakter Fenotip Melon (Cucumis melo L. ‘Sun Lady’) Hasil Budidaya di Dusun Jamusan, Prambanan, D.I. Yogyakarta Ishak, Muhammad Alif; Daryono, Budi Setiadi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.978 KB)

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) kini berkembang sebagai salah satu komoditas unggulan holtikultura di Indonesia. Permintaan konsumen terhadap buah melon diperkirakan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Namun terdapat kendala dari ketersediaan dan harga benih melon yang mahal karena umumnya diimpor dari luar negeri. Salah satunya adalah melon ‘Sun Lady’ yang berasal dari Taiwan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter dan kestabilan fenotip melon ‘Sun Lady’ yang ditanam di Dusun Jamusan, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Metode yang dilakukan meliputi pengolahan lahan, persemaian, penanaman, perawatan dan pemeliharaan tanaman serta pengambilan sampel buah dan karakteristik fenotip buah. Sampel diambil dari empat blok, tiap blok dipilih 12 tanaman. Karakter yang diamati terdiri dari karakter kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan pada saat fase vegetatif tanaman berhenti (23-25 HST). Hasil data karakter kuantitatif dianalisis menggunakan pengujian ANOVA melalui software PKBSTAT 2.02 satu faktor pada taraf signifikansi α = 0,05 dan α = 0,01. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa karakter fenotip secara kualitatif berbeda dengan melon ‘Sun Lady’ hasil penelitian sebelumnya yaitu warna kelopak bunga Yellow Green RHS 145 A, warna kepala putik Yellow RHS 6 A, warna batang Green RHS 139 C, warna daging buah Light Yellow Orange RHS 23 C, warna biji Dark Orange Yellow RHS 20 B dan warna kulit buah Light Yellow RHS 8 C serta memiliki rata-rata berat buah yang lebih besar yaitu 991,87 gr. Analisis sidik ragam pada taraf signifikansi α = 0,05 dan α = 0,01 menunjukan bahwa buah melon ‘Sun Lady’ memiliki karakter fenotip yang unggul, seragam dan stabil walaupun ditanam pada waktu dan lokasi berbeda, sehingga dapat dijadikan pembanding dalam pengembangan benih unggul melon dalam negeri.
Hand Sanitizer dalam Bentuk Gel Dari Daun Serai dengan Penambahan Alkohol dan Triklosan Anggreini, Ciptiningtyas Kensi; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.462 KB)

Abstract

Ekstrak daun serai memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, geraniol dan sitronelal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan hand sanitizer untuk mengurangi penggunaan alkohol dan triklosan. Tujuan penelitian ini untuk menguji organoleptik (aroma, warna, dan pH) yang dihasilkan dari gel hand sanitizer berbahan daun serai dengan penambahan alkohol dan triklosan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimetal dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial sebanyak 2 faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak daun serai (K), K1=5 L, K2= 5,5 mL, K3=6 mL dan faktor kedua yaitu perbandingan alkohol dan triklosan (A), A1= 3ml:2gr, A2= 2ml: 1,75gr, A3= 1ml: 1,5gr, dengan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa uji organoleptik warna yang paling pekat Brown Beige dan aroma yang paling kuat terdapat pada perlakuan K3A3, sedangkan untuk parameter pH semua perlakuan memiliki nilai pH 4 (ersifat asam).
Pemanfaatan Ekstrak Daun Lidah Buaya (Aloe Vera) dan Ekstrak Daun Seledri (Apium graveolens L.) terhadap Laju Pertumbuhan Rambut Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Wicaksono, Etis; Hariyatmi, H
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.341 KB)

Abstract

Potensi daun lidah buaya dan daun seledri yang kurang dimanfaatkan dikalangan masyarakat memunculkan gagasan untuk membuat sebuah produk baru yang memberikan manfaat lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan rambut pada tikus putih (Rattus norvigicus) akibat pemberian kombinasi ekstrak daun lidah buaya dan ekstrak daun seledri. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor, faktor 1 lidah buaya (L) adalah L1(85%), L2(90%), danL3(95%)dengan faktor 2 seledri(S) adalah S1(5%),S2(10%), dan S3(15%). Penelitian menggunakan 27 ekor tikus putih dengan 9 perlakuan dan tiap perlakuan menggunakan 3 ekor tikus putih dengan dosis 0,2 ml/4cm2/2 kali sehariselama 18 hari. Pengukuran dilakukan 3 hari sekali selama 18 hari. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji One Way Anova didapatkan sebaran data berdistribusi normal (p value>0,05), homogen (p value >0,05) dan berpengaruh terhadap laju pertumbuhan rambut tikus putihFhitung(5%)>Ftabel(5%). Pemberian kombinasi ekstrak daun lidah buaya dan ekstrak daun seledri dengan dosis 0,2 ml/200 g BB frekuensi 2 kali sehari selama 18 hari mempercepat laju pertumbuhan rambut tikus putih dengan rata-rata laju tertinggi L3S3 (lidah buaya 95%, seledri 15%) sebesar 0,32 mm/hari dan laju terendah ditunjukan pada kombinasi L3S2 (lidah buaya 95%, seledri 10%) sebesar 0.13 mm/hari. Dari hasil dan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan pemberian perlakuan kombinasi ekstrakdaun lidah buaya dan ekstrak daun seledri mampu memberikan efek meningkatkan laju pertumbuhan rambut tikus putih.
Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Pendidikan Biologi pada Matakuliah Ekologi Hasanah, Umi; Susilo, Herawati; Suwono, Hadi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.161 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu soft skill yang harus dimiliki mahasiswa dalam dunia pekerjaan dan menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari kemampuan tersebut juga dikembangkan dalam matakuliah sesuai kurikulum KKNI 2013. Berpikir kritis merupakan berpikir reflektif yang berfokus pada apa yang dipercayai atau yang dilakukan. Ekologi merupakan salah satu matakuliah yang dekat dengan komponen lingkungan dan permasalahan lingkungan. Kemampuan berpikir kritis pada matakuliah ekologi ini sangat penting sekali untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis mahasiswa pendidikan biologi pada matakuliah ekologi. Studi ini merupakan bagian dari studi eksperimen untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah mahasiswa pendidikan biologi angkatan 2014 Universitas Negeri Malang dengan jumlah 77 mahasiswa. Kemampuan berpikir kritis diukur dengan tes tulis dengan menggunakan soal essay. Kemampuan berpikir kritis yang dianalisis merupakan kemampuan berpikir kritis sebelum diterapkan suatu model yang diduga dapat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Kriteria berpikir kritis dinilai berdasarkan empat (5) kriteria jawaban. Data yang diperoleh dianalisis dan dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada indikator merumuskan masalah terkait permasalahan ekologi terdapat 31% mahasiswa yang mampu menyampaikan rumusan masalah yang sesuai dan fokus pada pertanyaan. Pada indikator menganalisis argumen terdapat 20% mahasiswa yang mampu menyampaikan jawaban disertai argumen jelas dan saling berhubungan. Pada indikator melakukan induksi terdapat 40% mahasiswa yang dapat menginduksi sesuai dengan data pada soal dan uraiannya jelas. Pada indikator melakukan deduksi terdapat 40% mahasiswa yang mampu menguraikan dengan jelas, sesuai dan fokus pada soal. Pada indikator evaluasi dan memutuskan serta melaksanakan suatu tindakan terdapat 31% mahasiswa mampu menguraikan dengan jelas, sesuai dan aplikatif. Berdasarkan analisis di atas, solusi yang dapat ditawarkan adalah perlunya penggunaan model pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis mahasiswa terhadap penyelesaian permasalahan ekologi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa pendidikan biologi.
Karakterisasi Labu Kuning (Cucurbita moschata) berdasarkan Karakter Morfologi di Daerah Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat Furqan, Muhammad; Suranto, S; Sugiyarto, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.7 KB)

Abstract

Tanaman labu kuning merupakan salah satu tanaman yang sangat berpotensisebagai sumber makanan bergizitinggi seperti karbohidrat, lemak dan protein, sehingga dapat dijadikan sebagai makanan alternatif pengganti beras.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan karakterisasi tanaman labu kuning berdasarkan karakter morfologi, meliputi: karakter daun, batang, buah dan biji. Penelitian ini dilakukan secara ekploratif langsung. Pengambilan sampel dikhususkan pada tanaman labu kuning varietas lokal yang terdapat pada 4 lokasi berbeda di daerah Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data kualitatif dan kuantitatif dianalisis secara deskriptif.serta metode Unweight Pair Group Method Arithmetik (UPGMA) untuk mengatahui hubungan kekerabatan antar aksesi tanaman labu kuning. Hasil penelitian ditemukan 7 variasitanaman labu kuning di daerah kabupaten bima, meliputi: variasi bulat, bulat oval, bulat ceper, bulat melintang, bulat lonjong, segi empat, dan pir. Tanaman labu kuning berbentuk bulat melintang dan labu kuning berbentuk bulat lonjong mengelompok pada koeefisian dissimilarity sebesar 0,014 dengan kemiripan karakter morfologi yang paling banyak, sedangkan labu kuning berebentuk bulat dan labu kuning berbentuk bulat ceper mengelompok pada koeefisian dissimilarity sebesar 0,57 dengan kemiripan karakter morfologi yang paling sedikit.
Keanekaragaman Capung (Odonata) di Pulau Nusakambangan Bagian Barat Zaman, Mokhamad Nur; Fuadi, Bakhtiar Fahmi; Purwanto, Pratama Bimo; Syafii, Imam; Yusuf, Muhammad; Hidayat, Mochamad Romli; Hardhaka, Tri; Adi, Arfiansyah; Laily, Zainul; Ikram, Adryan Muhamad; Rifai, Ahmad Saikhu; Rouf, Muhamad Solakhudin Ar
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.777 KB)

Abstract

Kawasan pulau bisa saja memiliki keanekaragaman dan keunikan biodiversitas dari pulau besar di sekitarnya. Salah satunya keanekaragaman capung yang hidupnya bergantung pada perairan tawar di pulau tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keanekaragaman jenis capung di pulau Nusakambangan bagian barat. Pengambilan data dilakukan dengan mengeksplorasi beberapa tipe habitat yaitu rawa mangrove, sawah, hutan primer, dan sungai. Setiap perjumpaan dilakukan pendataan spesies dan jumlah individu per spesies. Hasil penelitian menunjukan ada 23 spesies dari 9 famili. Jumlah individu yang terhitung adalah 229. Jumlah tertinggi dimiliki oleh Heliocypha fenestrata sebanyak 48 individu. Nilai indeks keanekaragaman capung sebesar 2,44 artinya struktur komunitas capung sangat stabil.