cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Sidoarjo pada Mata Pelajaran Biologi Maghfiroh, Nuril; Susilo, Herawati; Gofur, Abdul
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.372 KB)

Abstract

Paradigma pembelajaran abad 21 menekankan pada kemampuan siswa dalam mencari tahu dari berbagai sumber, merumuskan permasalahan, berpikir analitis dan kerjasama serta berkolaborasi dalam menyelesaikanmasalah. Generasi abad 21 perlu belajar kecakapan hidup abad 21 yang meliputi kecakapan berpikir, bertindak, dan kecakapan hidup di bumi. Salah satu kecakapan hidup yang harus dimiliki di abad 21 adalah kemampuan berpikir kreatif. Kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuan atau proses berpikir untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah. Kemampuan berpikir kreatif siswa turut memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa itu sendiri. Aspek kemampuan berpikir kreatif yaitu fluency (kelancaran), flexibility (keluwesan), originality (keaslian), elaboration (merinci), dan metaphorical thinking (berpikir metafora). Studi ini merupakan bagian dari studi eksperimen untuk meningkatkan kemampuan berpikirkreatif siswa. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Sidoarjo yang terdiri dari enam kelas jurusan IPA dengan jumlah siswa sebanyak 229 orang. Kemampuan berpikir kreatif diukur melalui tes tulis yang kemudian dianalisis dengan rubrik penilaian yang sudah disesuaikan untuk setiap aspek berpikir kreatif. Kemampuan berpikir kreatif yang dianalisis merupakan kemampuan berpikir kreatif sebelum diterapkan suatu model pembelajaran yang diduga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Hasil analisis berpikir kreatif siswa menunjukkan sebanyak 93% siswa memenuhi aspek kelancaran, 72% memenuhi aspek keaslian, 49% memenuhi aspek keluwesan, 46% memenuhi aspek merinci, dan 29% memenuhi aspek berpikir metafora. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa siswa telah memenuhi berbagai aspek kemampuan berpikir kreatif namun belum maksimal. Solusi yang ditawarkan berdasarkan hasil analisis tersebut adalah perlunya penerapan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran biologi.
Mind Map sebagai Model Pembelajaran Menilai Penguasaan Konsep dan Alat Evaluasi Menilai Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Putri, Lukita Octavia Lukman
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.352 KB)

Abstract

Mind map atau peta pikiran merupakan teknik pencatatan yang dikembangkan pada tahun 1970-an oleh Tony Buzan. Mind map mengembangkan suatu teknik mencatat yang didasari oleh teori kerja otak sebelah kanan dan sebelah kiri untuk memahami, mengatur, mengorganisasi dan menyimpan informasi. Dalam penelitian ini, Mind Map digunakan sebagai model pembelajaran dan rubrik evaluasi. Penelitian ini menganalisis pengaruh dari model pembelajaran Mind Map terhadap penguasaan konsep dengan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui thitung (2,1865) > ttabel (2,113). Selain itu, juga menganalisis pengaruh model pembelajaran Mind Map terhadap evaluasi pembuatan Mind Map oleh siswa untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif. Hasil analisis rubrik selama tiga kali pertemuan menunjukkan bahwa pembuatan Mind Map secara rutin meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian mix method dengan pengolahan data secara kuantitatif dan kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar dan rubrik penilaian mind map.
Potensi Ekstrak Kayu Manis sebagai Obat Kumur Alami Riani, Utami Yuli
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.375 KB)

Abstract

Bahan yang digunakan untuk pembuatan obat kumur alami semestinya mengandung zat antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak kayu manis terhadap luas zona hambat pertumbuhan bakteri mulut serta mengetahui potensi ekstrak kayu manis untuk dijadikan obat kumur alami. Metode yang digunakan adalah metode sumuran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Shapiro-wilk dan dilanjutkan uji Kruskal-Wallis dengan hasil menunjukkan signifikansi kurang dari 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna terhadap luas zona hambat pada konsentrasi yang berbeda, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa konsentrasi kayu manis berpengaruh terhadap luas zona hambat yang dihasilkan dan berpotensi untuk dijadikan obat kumur alami.Isolat bakteri mulut yang digunakan sebagai bakteri uji adalah Gram positif dengan sel yang berbentuk kokus, bakteri ini berperan penting dalam penyebab karies gigi.
Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Negeri 4 Sidoarjo Prabowo, Chandra Adi; Ibrohim, I; Saptasari, Murni
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.115 KB)

Abstract

Pembelajaran abad 21 bertujuan mempersiapkan siswa agar mampu memecahkan berbagai permasalahan yang terjadi pada masa yang akan datang. Pembelajaran abad 21 menuntut siswa untuk menjadi pelajar aktif (active learners). Dalam konteks pembelajaran sains, pembelajaran berorientasi untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam mendapatkan dan mengolah informasi melalui pola berpikir yang sistematis. Siswa dituntut untuk memiliki keterampilan terintegrasi dalam melakukan proses sains seperti mengidentifikasi variabel, menafsirkan data, merumuskan hipotesis, mendefinisikan secara operasional, dan melakukan percobaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan proses sains terintegrasi siswa kelas X SMA Negeri 4 Sidoarjo. Subjek penelitian ini adalah siswa jurusan MIA kelas X SMA Negeri 4 Sidoarjo yang berjumlah 229 siswa. Keterampilan proses sains diukur dengan menggunakan tes keterampilan proses sains terintegrasi yang meliputi lima aspek keterampilan proses sains terintegrasi. Hasil analisis keterampilan proses sains siswa menunjukkan pencapaian keterampilan proses sains siswa masih tergolong rendah dan perlu untuk ditingkatkan.
Kajian Konseptual Proses Berpikir Kreatif dan Pemecahan Masalah Uloli, Ritin; Probowo, P; Prastowo, Tjipto
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.083 KB)

Abstract

Manusia selalu diperhadapkan pada permasalahan sehingga diperlukan suatu proses berpikir kreatif untuk memecahkan masalah tersebut. Siswono (2004) menjelaskan proses berpikir kreatif merupakan suatu proses yang mengkombinasikan berpikir logis dan berpikir divergen. Berpikir divergen digunakan untuk mencari ideide untuk menyelesaikan masalah sedangkan berpikir logis digunakan untuk memferivikasi ide-ide tersebut menjadi sebuah penyelesaian yang kreatif. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk melatihkan keterampilan berpikir kreatif melalui pembelajaran fisika karena konsep dan prinsipnya dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah. Tujuan utama pendidikan adalah mengembangkan sepenuhnya bakat individu, mewujudkan potensi kreatif, pencapaian tujuan pribadi serta tanggung jawab terhadap kehidupan sosial dalam masyarakat. Saat ini mahasiswa belum mampu memberikan jawaban secara divergen dan proses berpikir kreatif mahasiswa belum maksimal dalam memahami konsep fisika. Untuk itu perlu dilakukan suatu usaha bagaimana proses berpikir kreatif mahasiswa dalam memecahkan masalah. Hubungan proses berpikir kreatif dan pemecahan masalah penting untuk dikaji. Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh dalam memecahkan masalah fisika adalah meliputi tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Dalam makalah ini akan dieksplorasi hubungan antara proses berpikir kreatif dengan pemecahan masalah.
Potensi Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) terhadap Beberapa Penyakit pada Sistem Cardiovascular Saraswati, Rahel Aulia; Setyaningsih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.924 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara zamrud khatulistiwa yang memiliki banyak potensi tanaman obat. Belimbing wuluh merupakan salah satu tanaman kaya manfaat. Populasi tanaman ini sangat melimpah di masyarakat baik di pekarangan atau sebagai tanaman peneduh di halaman rumah. Tanaman ini merupakan tanaman tropis yang dapat berbuah sepanjang tahun. Semua bagian tubuh tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dari akar, batang, daun, buah sampai bunga yang memiliki manfaat. Bunga belimbing wuluh berkelompok, keluar dari batang atau cabang yang besar. Ukuran bunga kecil-kecil berbentuk bintang, warnanya ungu kemerahan. Saat ini bagian bagian dari tanaman ini belum banyak dimanfaatkan. Padahalkandungan zat kimia seperti kalium oksalat, tanin, pektin, flavonoid, asam galat dan asam ferulat yang terkandung dalam bunga belimbing wuluh dapat bermanfaat untuk pengobatan beberapa penyakit seperti batuk, penyakit cardiovascular seperti hipertensi, diabetes, hiperkolesterolemia dan dislipidemia. Setiap kandungan zat kimia pada bunga belimbing wuluh memiliki potensi tersendiri dalam pengobatan penyakit. Kajian tentang potensi tanaman belimbing wuluh ini didasarkan pada kajian beberapa literatur.
Pengaruh Aplikasi Bio-Slurry Cair terhadap Pertumbuhan Bunga Kol (Brassica oleracea var. botrytis L.) Varietas Dataran Rendah Zulaehah, Ina; Supraptomo, Edi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.509 KB)

Abstract

Bunga kol termasuk sayuran yang kaya akan manfaat sehingga dibudidayakan secara intensif. Bunga kol (Brassica oleraceae var. Botrytis L.) dapat juga tumbuh di dataran rendah (0-200 m dpl). Bio-slurry cair merupakan hasil samping instalasi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, yang tentunya akan mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Tujuan dari penelitian, ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi bio-slurry cair terhadap pertumbuhan bunga kol varietas dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2015 - Februari 2016 di Kebun Percobaan Balai Penelitian Lingkungan Pertanian. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 1 faktor. Varietas bunga kol yang digunakan varietas pertiwi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dosis bio-slurry cair 250 ml/tanaman dengan ditambah setengah dosis pupuk anorganik mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun. Bioslurry cair dapat dipergunakansebagaipupukuntuktanaman bunga kol, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik.
Kelimpahan Tungau Parasit pada Larva Nyamuk Aedes sp. di Daerah Endemis Demam Derdarah Dengue Kabupaten Banjarnegara Budianto, Bambang Heru; Basuki, Edi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.899 KB)

Abstract

Insidence Rate demam berdarah dengue (IR-DBD) di Banjarnegara dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Meningkatnya IR yang terjadi karena meningkatnya populasi vektor DBD yaitu nyamuk Aedes sp. Kelimpahan populasi nyamuk ini biasanya ditekan oleh banyak musuh alaminya, dan salah satunya adalah tungau parasit. Beberapa faktor yang diduga mempengaruhi kelimpahan tungau parasit pada nyamuk Aedes sp. adalah temperatur, pH dan Dissolved Oxygen (DO). Tujuan penelitian adalah mengetahui familia tungau parasit yang menginfeksi larva Aedes sp dan menentukan kelimpahan serta faktor ekologis yang menentukan kelimpahan tungau parasit pada larva Aedes sp. Metode yang digunakan adalah survey dengan teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Tungau parasit yang diperoleh di identifikasi menggunakan buku identifikasi Pesic (2003), Gerecke (2004) dan Proctor (2006). Analisis data menggunakan software SPSS 16, dengan analisis regresi linear, quadratic, dan cubic untuk menentukan factor kunci kelimpahan tungau parasite larva Aedes sp. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini ditemukan tiga familia tungau parasit yaitu familia Pionidae, Hydrachnidae dan Hydryphantidae. Faktor ekologi tungau parasit larva Aedes sp yaitu temperature, pH dan DO. Kelimpahan tungau parasit pada larva nyamuk Aedes sp. di daerah endemis demam berdarah dengue di Kabupaen Banjarnegara ditentukan paling utama adalah oleh temperatur. Faktor ekologis temperatur 89% menentukan kelimpahan tungau parasit.
Studi Pendahuluan Serta Kemampuan Awal Keterampilan Berpikir Kritis dan Berpikir Kreatif Siswa SMA Negeri di Bojonegoro Retnosari, Nilam; Susilo, Herawati; Suwono, Hadi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.308 KB)

Abstract

Abad XXI merupakan era globalisasi yang ditandai dengan semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kecakapan hidup yang penting pada abad XXI menurut Greenstein (2012) adalah kecakapan berpikir (thinking) yang dibagi menjadi berpikir kritis dan berpikir tingkat tinggi, pemecahan masalah, berpikir kreatif serta metakognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan angket studi pendahuluan dan kemampuan awal keterampilan berpikir kritis dan berpikir kreatif siswa di SMA Negeri di Bojonegoro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Angket studi pendahuluan diberikan kepada tiga sekolah di Bojonegoro yaitu di SMA Negeri 1 Sumberrejo, SMAN 1 Bojonegoro dan SMAN 1 Kalitidu sedangkan kemampuan awal berpikir kritis dan berpikir kreatif siswa siswa diperolah dari SMA Negeri 1 Sumberrejo. Populasi penelitian adalah seluruh siswa di SMA Negeri 1Sumberrejo Tahun Ajaran 2015/2016 dengan sampel siswa kelas XI IPA 1, XI IPA 2, dan XI IPA 5. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-April 2016. Data diperoleh dengan angket siswa, instrumen keterampilan berpikir kritis dan berpikir kreatif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis angket siswa menunjukkan bahwa sebagian besar guru mengajar dengan ceramah, diskusi kelompok dan penugasan. Selanjutnya untuk aspek media pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru berupa power point, video, gambar dan torso untuk materi tertentu saja. Indikator keterampilan berpikir kritis yang dinilai meliputi aspek melakukan deduksi, melakukan induksi, merumuskan masalah, serta memberikan argumen sedangkan indikator berpikir kreatif yang dinilai meliputi aspek fluency (kelancaran), originality (keaslian), elaboration (elaborasi), dan flexibility (fleksibilitas). Data hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih kurang sedangkan berpikir kreatif siswa sedang dan indikator paling tinggi pada aspek fluency.
Hand Sanitizer dalam Bentuk Gel dari Daun Mangga Manalagi dengan Penambahan Alkohol dan Triklosan Setyawati, Eni; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.666 KB)

Abstract

Hand sanitizer pada umumnya mengandung alkohol dengan kadar 65-95%, yang dapat mengakibatkan iritasi pada kulit. Pada penelitian ini dibuat hand sanitizer dengan penambahan alkohol kurang dari 65 %, triklosan dan ekstrak daun mangga manalagi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri karena daunnya mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, steroid, tanin, dan saponin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui uji organoleptik ( warna, aroma, pH ) dari gel hand sanitizer tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor yaitu konsentrasi ekstrak daun mangga ( 5 ml, 5,5 ml, 6 ml ) dan perbandingan alkohol dengan triklosan A1= 3ml:2gr, A2= 2ml: 1,75gr, A3= 1ml: 1,5gr , data yang diperoleh dianalisis dengan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua perlakuan menunjukkan pH 3 (bersifat asam). Warna yang dihasilkan hampir sama dengan kepekatan yang berbeda dan aroma khas daun mangga yang paling kuat adalah M3A3.