cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Manfaat Media Campuran Daun Pisang Kering (Klaras) dan Batang Jagung pada Produktivitas Jamur Merang (Volvariella Volvaceae) yang Ditanam pada Keranjang Suparti, S; Utami, Novia Tri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.703 KB)

Abstract

Media pertumbuhan untuk jamur merang pada umumnya adalah jerami padi. Jamur merang tumbuh membutuhkan nutrisi yang berupa selulosa, hemiselulosa, lignin yang diperoleh dari jerami padi. Akan tetapi pada musim tertentu, jerami padi sulit untuk didapatkan. Daun pisang kering dan batang jagung memiliki kandungan selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang bisa digunakan sebagai media alternatif untuk pertumbuhan jamur merang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui produktivitas jamur merang pada media campuran daun pisang kering dan batang jagung yang ditanam pada keranjang. Metode yang digunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri dari satu faktor yaitu penambahan daun pisang kering sebanyak 500 g, 375 g, 250 g, 125 g, dan 0 g dengan batang jagung sebanyak 0 gr, 125 g, 250 g, 375 g, dan 500 g.Data diuji dengan analisis One Way Anova.Hasil penelitian menunjukkan disetiap perlakuan jamur merang dapat tumbuh dengan baik tetapi media yang paling baik pada perlakuan B2 (jerami padi 250 g dan batang jagung 250 g) dengan rerata pertumbuhan miselium 3 hari, rerata muncul badan buah 9,5 hari, rerata diameter tudung buah 2,8 cm, dan rerata bobot segar badan buah 69,5g.
Studi Pelaksanaan Praktikum Biologi di SMA Al Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 Agustina, Putri; Saputra, Alanindra; Rohmah, Triyan Rifa'i Nur; Pratiwi, Eka Larasati Zulfa; Satiti, Dinar Indriati; Alvyah, W Riza
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.608 KB)

Abstract

Biologi merupakan bagian dari sains atau ilmu pengetahuan alam (IPA). Sebagai bagian dari sains, pembelajaran Biologi seharusnya menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung. Salah satu upaya mewujudkan experiental learning pada pembelajaran Biologi adalah melalui pelaksanaan praktikum. Tujuan penelitian ini antara lain adalah untuk mengetahui: (1) kualitas laboratorium sebagai penunjang dalam pelaksanaan praktikum Biologi; (2) kualitas pengelolaan laboratorium Biologi; (3) pemanfaatan laboratorium Biologi; serta (4) kendala dalam pelaksanaan praktikum Biologi di SMA Al Islam 1 Surakarta tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SMA Al Islam 1 Surakarta pada bulan Februari - Juli 2019. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, serta wawancara. Analisis data dilaksanakan secara deskriptif menggunakan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) kualitas laboratorium Biologi masuk dalam kategori baik dengan rata-rata skor 64.35%; (2) kualitas pengelolaan laboratorium Biologi masuk dalam kategori baik dengan rata-rata skor 76.65%; (3) pemanfaatan laboratorium Biologi masuk dalam kategori sangat tinggi dengan rata-rata 86%; serta (4) kendala utama dalam pelaksanaan praktikum meliputi tempat pelaksanaan praktikum yang kurang nyaman, praktikum kurang memanfaatkan lingkungan sekitar, serta belum adanya evaluasi pada saat praktikum.
Uji Protein, Kalsium dan Total Asam Dadih (Keju Tradisional) Sari Kedelai dengan Variasi Buah yang Berbeda Suryani, Titik; Wahyuni, Antrik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.316 KB)

Abstract

Dadih merupakan salah satu keju tradisional yang bahannya dari susu kerbau yang difermentasikan dalam bambu selama 48 jam dan ditutup dengan daun pisang. Sari kedelai sebagai salah satu alternatif bahan baku dadih yang dapat dikonsumsi oleh penderita lactose intolerance dengan penambahan jeruk manis dan jambu biji merah untuk mengurangi aroma langu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar protein, kalsium dan total asam serta organoleptik dadih sari kedelai dengan variasi buah (jeruk manis dan jambu biji merah). Metode penelitian ini dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal terdiri atas 7 perlakuan yaitu jeruk manis dan jambu biji merah ( 22 ml, 24 ml, 26 ml /200 ml sari kedelai ) dan 1 kontrol tanpa penambahan buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein tertinggi dadih 12,33 g/ℓ pada 24 ml jambu biji merah, kalsium tertinggi dadih 4,97 g/ ℓ pada 26 ml jeruk manis dan total asam tertinggi dadih 0,67% pada 22ml jambu biji merah.
Respon Pertumbuhan Tanaman Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) dari Provenan Pasaman pada Daerah Beriklim Kering Yudohartono, Tri Pamungkas
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.749 KB)

Abstract

Karakteristik habitat jabon di Pasaman berbeda dengan lokasi pembangunan tanaman di Gunung Kidul. Adaptabilitas tanaman merupakan indikator yang penting dalam evaluasi jenis dan provenan Penelitian ini bertujuan untuk menilai kemampuan beradaptasi tanaman jabon dari provenan Pasaman pada lokasi uji di Gunung Kidul. Plot tanaman didesain sub galur (sub line system) dengan Rancangan Acak Kelompok. Jumlah famili yang digunakan adalah 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persen hidup tanaman per blok berkisar 4 % hingga 92 % dengan rata-rata total 23,81 %. Rendahnya persen hidup tanaman jabon dari provenan Pasaman mungkin disebabkan rendahnya keragaman genetik dan kesesuaian tempat tumbuh. Pertumbuhan tanaman jabon baik tinggi dan diameter antar famili tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Sementara itu, variasi pertumbuhan yang signifikan untuk tinggi dan diameter dijumpai antar blok Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan lebih dominan dibanding faktor genetik.
Potret Penguasaan Konsep Awal Mata Kuliah Protista Mahasiswa Biologi Universitas Negeri Malang Saleh, Rahmat; Mahanal, Susriyati; Zubaidah, Siti; Setiawan, Deny
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.582 KB)

Abstract

Penguasaan konsep awal merupakan salah satu indikator keberhasilan belajar siswa sebelum menempuh proses pembelajaran. Penguasaan konsep awal sangat penting bagi mahasiswa sebagai tolok ukur langsung yang digunakan oleh guru/dosen untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai materi yang akan diberikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengungkap penguasaan konsep awal mata kuliah protista mahasiswa Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu survey. Partisipan pada penelitian ini adalah mahasiswa Biologi semester genap tahun akademik 2019/2020 pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang sebanyak 60 orang. Data penelitian diperoleh dari pretest pada mata kuliah Protista. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur penguasaan konsep awal mata kuliah protista mahasiswa yaitu berupa tes essay. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep awal mata kuliah protista mahasiswa Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang berada pada kategori sangat rendah.
Aktivitas Antibakteri pada Sabun Cair Daun Sintrong dan Serai dengan Pelarut Methanol dan Etanol Intan, Uci Nurmala; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.986 KB)

Abstract

Sabun yang dipasarkan pada umumnya menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh terutama kulit karena dapat mengakibatkan iritasi. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya iritasi dilakukan pembuatan sabun alternatif dengan bahan alami dan ramah lingkungan. Adapun bahan alami yang dapat digunakan diantaranya daun sintrong dan serai, karena mengandung saponin, tanin, flavonoid, alkanoid yang bersifat anti bakteri. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada sabun cair dari daun sintrong dan serai menggunakan pelarut polar. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan analisis Two Way Anova. Faktor 1 yaitu bahan (B), B1 : simplisia daun sintrong dan simplisia serai (25% : 75%), B2 : simplisia daun sintrong dan simplisia serai (50% : 50%), B3 : simplisia daun sintrong dan simplisia serai (75% : 25%) dan faktor 2 yaitu pelarut (P), P1 : pelarut methanol, P2 : pelarut etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan ukuran diameter zona hambat bakteri, dengan diameter paling tinggi pada perlakuan B1P1 memiliki ukuran diameter rata-rata 3,31 cm. Disimpulkan sabun yang paling efektif digunakan adalah sabun dengan perlakuan B1P1 karena memiliki daya hambat yang lebih besar.
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Lotion Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.) Sugiharto, Resita; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamida
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.787 KB)

Abstract

Kunyit (Curcuma domesticae Val.) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan fungsional yang dapat tumbuh dan berkembang di seluruh Indonesia. Kunyit diketahui memiliki kandungan curcumin cukup tinggi sehingga memiliki beberapa efek farmakologi seperti antioksidan. Antioksidan merupakan komponen penting yang digunakan untuk perlindungan tubuh dari sinar ultra violet dan dapat diaplikasikan dalam bentuk lotion. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sediaan lotion ekstrak kunyit dan menguji mutu fisik sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI-16-4399-1996). Metode penelitian ini bersifat eksperimental yang terdiri dari pembuatan simplisia dan ekstraksi menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 96%. Formulasi menggunakan ekstrak kunyit dengan konsentrasi 0,8% (F1); 1,6% (F2); 2,4% (F3) serta kontrol basis (F0). Evaluasi karakteristik mutu fisik sediaan lotion meliputi pengamatan organoleptik, pengujian homogenitas, pengukuran daya sebar dan uji pH. Sediaan di evaluasi selama 16 hari yang disimpan pada suhu kamar. Data dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan SNI. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketiga formula menghasilkan lotion yang homogen, kental, tekstur halus, tidak berbau, berwarna putih (F0), berwarna orange tua (F1), berwarna orange muda (F2), berwarna kuning (F3). Nilai pH pada F0, F1, F2, F3 berturut turut adalah 7,9; 7,3; 7; 6,7 dan nilai daya sebar pada F0, F1, F2, F3 bertutut turut adalah 1,7; 1,5; 1,7; 1,9. Selama penyimpanan 16 hari, hasil uji organoleptis pada lotion F0, F1, F2 dan F3 tidak mengalami perubahan. Nilai daya sebar dan pH pada lotion F0, F1, F2, F3 mengalami perubahan nilai. Semakin tinggi formulasi maka semakin besar nilai daya sebar, sedangkan nilai pH justru semakin menurun. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu mutu fisik sediaan lotion ekstrak kunyit sesuai dengan SNI, pada penyimpanan 16 hari organoleptis sediaaan tidak terjadi perubahan, pH yang tidak stabil karna terjadi penurunan, dan daya sebar sebar yang tidak stabil karna terjadi peningkatan.
Aktivitas Antibakteri pada Sabun Cair Daun Petai Cina dan Serai dengan Pelarut Etanol dan Metanol Fadhilah, Umniati; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.453 KB)

Abstract

Sabun mandi berbahan kimiawi pada umumnya mengandung banyak senyawa kimia yang tidak semua limbahnya dapat terurai sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu untuk mengurangi limbah dari sabun perlu dilakukan alternatif pembuatan sabun ramah lingkungan dari bahan alami. Adapun bahan yang dapat digunakan diantaranya daun petai cina dan serai karena mengandung senyawa antibakteri. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui daya antibakteri pada sabun cair dari daun petai cina dan serai dengan pelarut etanol dan metanol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan analisis data anova dua jalur. Faktor perlakuan terdiri dari 2 yaitu faktor 1 : perbandingan daun petai cina dan serai (E), E1 : 25% : 75%, E2 : 50% : 50% dan E3 : 75% : 25%, faktor 2 : jenis pelarut (P), P1 : etanol 96% dan P2 : metanol. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan diameter zona hambat. Diameter zona hambat terbesar yaitu pada perlakuan E1P2 sebesar 32,43 mm dan diameter zona hambat terkecil pada perlakuan E1P1 sebesar 14,36 mm. Simpulan dari penelitian ini, sabun yang paling efektif dalam menghambat bakteri adalah perlakuan E1P2.
Formulasi dan Penentuan Nilai SPF (Sun Protection Factor) Bedak Padat Ekstrak Bekatul (Oryza sativa) Yulianti, Rika; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamida
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.087 KB)

Abstract

Sinar ultraviolet (UV) merupakan radikal bebas yang dapat memicu kanker kulit sehingga dibutuhkan senyawa tabir surya sebagai pelindung kulit. Bekatul (Oryza sativa) merupakan komoditi yang berasal dari kulit ari padi-padian hasil samping penggilingan padi yang telah disaring dan dipisahkan dari sekam. Bekatul mengandung senyawa yang dominan antara lain oryzanol, tokoferol, tokotrienol, fitosterol. Senyawa ini dapat melawan radikal bebas seperti sinar UV dengan menghambat proses pigmentasi dengan menahan aktivitas eritema tirosinase. Senyawa ini bekerja dengan menghalangi sinar UV untukbertransmisi didalam kulit. Berdasarkan khasiat tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak bekatul (Oryza sativa) sebagai bedak padat tabir surya dan mengetahui aktivitas tabir surya pada bedak padat ekstrak bekatul (Oryza sativa). Metode penelitian yang digunakan bersifat eksperimental. Penelitian ini terdiri dari pengumpulan simplisia, ekstraksi bekatul, skrining fitokimia, pengujian Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan fase gerak N- Heksan : etil asetat (3:5) dan fase diam silika gel F254. Ekstrak diformulasikan menjadi bedak padat dengan konsentrasi 5% (F1), 10% (F2), 15% (F3) dan kontrol basis (F0). Formulasi bedak diuji mutu fisik sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan penentuan nilai SPF (Sun Protection Factor) menggunakan metode spektrofotometri. Data mutu fisik dianalisis secara deskriptif, sedangkan data nilai SPF dianalisis menggunakan SPSS One Way Annova. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mutu fisik bedak padat ekstrak bekatul F1, F2 dan F3 telah memenuhi syarat mutu fisik sediaan bedak padat sesuai SNI 16- 4955-1998. Rata-rata nilai SPF bedak padat F1, F2 dan F3 berturut turut adalah 7,10±0,92; 7,80±0,93; dan 8,64±0,91. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan nilai SPF antar formula (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu Aktifitas tabir surya pada bedak padat ekstrak bekatul pada konsentrasi 5% dan 10% memiliki proteksi ekstra sedangkan konsentrasi 15% memiliki aktivitas proteksimaksimal.
Perbandingan Variasi Pelarut dari Ekstrak Daun Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) terhadap Rendemen dan Aktivitas Antibakteri Dewatisari, Whika Febria
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.836 KB)

Abstract

Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) memiliki kandungan berbagai macam metabolit sekunder sehingga berpotensi sebagai antibakteri. Salah satu bakteri yang sering menyerang tubuh manusia adalah Escheria coli. Bakteri E. coli merupakan bakteri yang terdapat pada saluran pencernaan manusia dan hewan, namun bakteri ini dapat berubah menjadi oportunis patogen bila hidup di luar usus, misal pada saluran kemih. Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan variasi pelarut terhadap rendemen ekstrak Lidah Mertua untuk mendapatkan pelarut yang tepat yang berpotensi sebagai antibakteri. Ekstraksi lidah Mertua dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut n-heksan (non polar), aseton (semi polar), dan etanol(polar), menggunakan ekstraksi secara maserasi. Pengujian efektivitas antibakteri ekstrak kasar daun Lidah Mertua dilakukan terhadap bakteri E. coli menggunakan metode sumur difusi. Metode tersebut dilakukan dengan cara mengukur diameter zona bening di sekitar sumuran. Adanya zona bening di sekitar sumuran menunjukkan aktivitas antibakteri. Pelarut yang paling berpotensi sebagai antibakteri dilanjutkan dengan uji KHM (Konsentrasi Hambat Minimum). KHM dilakukan pada konsentrasi 250; 125; 62,5; 31,25; 15,625 mg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etanol merupakan pelarut yang paling berpotensi menghambat pertumbuhan E. coli, hal ini ditunjukkan dengan pembentukan zona bening sebesar 24 mm, 23 mm, dan 24 mm, diikuti oleh n heksan sebesar 19 mm,18 mm, 18mm dan aseton sebesar 18 mm, 17 mm, 15 mm. Nilai KHM ekstrak etanol lidah mertua terhadap bakteri E. coli adalah 125 mg/mL.