cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Peran Edukasi Gizi Terhadap Pengetahuan, Perilaku dan Sikap Konsumsi Remaja di SMK Bhinneka Karya Simo Boyolali Warjito, W; Mustofa, Akhmad; Suhartatik, Nanik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.383 KB)

Abstract

Kesehatan merupakan aspek terpenting dalam siklus individu, khususnya remaja. Makanan yang dikonsumsi remaja sangat mempengaruhi status gizi individu. Terutama remaja yang memiliki aktivitas sekolah yang padat, kebanyakan remaja akan memilih makanan cepat saji atau junk food. Pemilihan makanan tersebut termasuk perilaku konsumsi kurang baik, maka diperlukan pendekatan edukatif untuk meningkatkan pengetahuan. Dengan pengetahuan mengenai gizi, diharapkan remaja akan mengatur pola makannya. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan informasi mengenai pengetahuan, perilaku konsumsi dan keterkaitan konsumsi remaja dengan edukasi gizi yang diberikan. Penelitian ini bermanfaat untuk mewujudkan kesadaran mengkonsumsi makanan sehat dan pentingnya pola konsumsi yang baik dan benar. Penelitian dilaksanakan di SMK Bhinneka Karya Simo Boyolali dengan menggunakan responden berusia 15-18 tahun. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan angket kuesioner dengan pre-post test group design dengan membagi 2 kelompok (kelompok perlakuan dan kelonpok tanpa perlakuan). Kelompok perlakuan diberikan edukasi gizi. Hasil menunjukan bahwa pemberian edukasi gizi tidak berpengaruh terhadap pengetahuan, perilaku dan sikap konsumsi siswa.
Uji Stabilitas Fisika Hand Sanitizer Antiseptik Berbasis Daun Stevia dan Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) Maulana, Muhammad Rifki; Ariningrum, Nurul Diah; Nurjanah, Bety Anisa Dwi; Harismah, Kun
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.627 KB)

Abstract

Pada awal Maret 2020 di pasaran terjadi kelangkaan persediaan hand sanitizer hal ini disebabkan karena masyarakat memborong sebagai antisipasi untuk menjaga kebersihan agar terhindar dari virus corona. Untuk memenuhi kebutuhan hand sanitizer telah dilakukan penelitian tentang pembuatan dan uji kualitas hand sanitizer dari daun stevia dan kulit nanas. Kulit nanas sebagai limbah masih mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Tanaman stevia (Stevia rebaudiana) selain sebagai pemanis alami juga berpotensi sebagai antimikroba karena mengandung senyawa alkaloid, tanin, dan flavonoid. Tujuan penelitian untuk menganalisis stabilitas fisika dari handsanitizer dengan bahan antiseptik berupa daun stevia dan kulit nanas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama yaitu penambahan ekstrak kulit nanas (N) (N1= 0; N2= 0,25; N3= 0,5; N4= 0,75; dan N5= 1) dan faktor kedua yaitu penambahan ekstrak daun stevia (S) (S1= 0; S2= 0,25; S3= 0,5; S4= 0,75; dan S5= 1) dengan pengujian sifat fisik setiap tiga hari sampai 4 kali. Uji stabilitas fisika yang digunakan yaitu uji pH, densitas, homogenitas dan daya sebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH semua sampel berada dalam range antara 6,2 - 6,5 yang menandakan bahwa handsanitizer bersifat asam. Densitas paling besar terdapat pada sampel N2S4 dengan densitas 1,09 gram/mL. Homogenitas semua sampel seragam atau homogen. Daya sebar terbesar terdapat pada sampel N2S4 dengan daya sebar berdiameter 6 cm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak daun stevia dan kulit nanas termasuk mempunyai stabilitas fisika yang baik.
Penayangan Eco-Brick Inovation melalui Media Tvri dan Latar Belakang Demografi terhadap Sikap Peduli Lingkungan Masyarakat Pesisir Kota Bandar Lampung Bakri, Samsul; Jaya, Arif Setia; Ashaf, Abdul Firman; Hidayati, Sri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.642 KB)

Abstract

Wilayah pesisir kota Bandar Lampung mempunyai potensi sumber daya alam yang beragam. Wilayah ini kini mengalami kemerosotan fungsi ekologis karena pencemaran limbah rumah tangga terutama sampah yang berbahan plastik. Hal ini karena beban cemaran terus meningkat akibat sampah plastik yang memerlukan waktu ratusan tahun untuk dapat teruraikan secara alami oleh mikroba, sementara sumber pencermarannya juga terus bertambah. Penelitian ini ditujukan untuk menentukan pengaruh konten eco-brick dalam siaran TVRI dan variabel demografi terhadap sikap peduli lingkungan masyarakat pesisir. Kemasan film ini didedahkan (exposed) menggunakan video player kepada 10 kelompok dengan anggota 10 orang per kelompok. Metode penelitian ini adalah wawancara tentang demografi partisipan yang dipetakan berdasarkan: umur, kelamin, pendidikan, etnis-budaya, pekerjaan, dan juga rasa ketertarikan pada bisnis eco-brick. Variabel daya tarik terhadap informasi bisnis eco-brick dan variabel demografis ini diperlakukan sebagai variabel prediktor dalam model Ordinally Regression. Sikap kepedulian terhadap penyelamatan lingkungan digunakan sebagai variabel respon dalam skala ordinal bernilai 0, 1, dan 2. Masing-masing skala ini merepresentasikan respon rendah, sedang dan tinggi. Optimasi parameter model dan uji hipotesis dilakukan pada taraf nyata 95% menggunakan software Minitab 17. Berdasakan hasil regresi ordinal yang menggunakan piranti lunak Minitab V.16 pada selang kepercayaan 10% menunjukan bahwa ecobrick innovation berpengaruh nyata dengan P value 0,010 dan ods ratio 11,76. Variabel dummy yang berpengaruh nyata pada sikap peduli lingkungan adalah nelayan, pedagang, trust, dan pendatang. Simpulan yang dapat dibuat bahwa (a) sikap kepedulian partisipan adalah 11,76 kali lebih tinggi bagi yang tertarik pada bisnis eco-brick dibandingkan dengan yang tidak, (b) masyarakat pendatang merupakan 3.77 kali lebih tinggi dari pada yang asli setempat (c) masyarakat nelayan maupun pedagang lebih rendah yang masing-masing hanya 0.18 dan 0.04 dari pada yang pekerjaannya serabutan. Implikasi kebijakan yang disarankan dari penelitian ini adalah bahwa inovasi eco-brick dapat dijadikan insentif untuk menyerap para pekerja serabutan agar lebih lebih produktif sekaligus sebagai strategi penyelamatan lingkungan pesisir.
Seleksi Primer RAPD untuk Autentikasi Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.) Subositi, Dyah; Maruzy, Anshary; Wijaya, Nur Rahmawati
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.8 KB)

Abstract

Kumis kucing (Orthosiphon aristatus) merupakan tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional oleh masyarakat umum maupun industri. Tanaman ini berpotensi dipalsukan atau terjadi kekeliruan dengan tekelan (Eupatorium riparium) karena mempunyai morfologi daun yang mirip terutama dalam bentuk simplisia. Penggunaan karakter morfologidan fitokimia dalam autentikasi tanaman obat mempunyai keterbatasan karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan umur fisiologis tanaman. Penanda molekular RAPD merupakan salah satu metode autentikasi tumbuhan obat yang tidak dipengaruhi oleh kedua faktor tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk seleksi primer RAPD sebagai tahap awal dalam autentikasi kumis kucing. Isolasi DNA genom dilakukan pada kumis kucing, tekelan dan campuran keduanya, selanjutnya dilakukan amplifikasi menggunakan 20 primer RAPD. Tiga primer RAPD tidak dapat menghasilkan produk amplifikasi dan total fragmen yang dihasilkan sebanyak 97 fragmen DNA, serta polimorfisme sebesar 43,3%. Sebanyak 3 primer RAPD yaitu OPK2, OPL-1 dan OPM1menghasilkanmasingmasingsatufragmen spesifik pada kumis kucing dan tekelan. Primer RAPD tersebut dapat digunakan untuk autentikasi kumis kucing dengan tekelan.
Analisis Hubungan Variabel Lingkungan terhadap Kejadian Metastase Kanker Payudara di Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2018 Salam, Deby Mipa; Muhartono; Sukohar, Asep; Bakri, Samsul
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.587 KB)

Abstract

Banyak faktor-faktor yang dapat menyebabkan seorang wanita menderita kanker payudara dan menyebar ke jaringan lain, terutama faktor lingkungan yang 90% berpengaruh terhadap kejadian kanker payudara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara variabel lingkungan terhadap kejadian metastase kanker payudara di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 26 orang pasien kanker payudara wanita yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Metode pengukuran berupa hasil wawancara untuk variabel bebas dan rekam medis dan/atau hasil pemeriksaan patologi anatomi untuk variabel terikat. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2018. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan uji Chi-square dan uji Fisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genetik (p=0,046), paparan asap rokok (p=0,009) dan pestisida (p= 0,028) berhubungan dengan kejadian metastase pada kanker payudara. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan berhubungan dengan kejadian metastase kanker payudara.
Kondisi Lingkungan Rumah Sakit berdasarkan Angka Kuman Udara Ruang Rawat Inap Praptiwi, Juni; Rahardjo, Setyo Sri; Sunarto, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.149 KB)

Abstract

Rumah Sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat dapat menjadi tempat penularan penyakit, gangguan kesehatan serta memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan, sehingga upaya mewujudkan rumah sakit yang sehat, bersih, dan tertib harus dilakukan agar tidak terjadi penyebaran kuman patogen di lingkungan rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi lingkungan rumah sakit berdasarkan angka kuman udara ruang rawat inap RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian survey analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data diperoleh dengan cara obsevasi di lapangan menggunakan alat laboratorium untuk pengukuran suhu, kelembaban, pencahayaan serta angka kuman udara ruang dan wawancara menggunakan kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan petugas. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa suhu berkorelasi positif dengan angka kuman udara ruang rawat inap (sig 0.032), kelembaban tidak ada hubungan dengan angka kuman udara ruang rawat inap, namun kelembaban mempunyai korelasi positif dengan suhu (sig 0.000), pencahayaan berkorelasi positif dengan angka kuman udara ruang (sig 0.010), dan pengetahuan petugas berkorelasi negatif dengan angka kuman udara ruang rawat inap (sig 0.001). Hasil uji T (T-Test) menunjukkan bahwa ada perbedaan jumlah angka kuman udara ruang perawatan sebelum jam kunjung (pre kunjungan) dan pada saat jam kunjung (sig 0.002). Kondisi lingkungan rumah sakit yang terdiri dari suhu, kelembaban, pencahayaan dan angka kuman udara ruang rawat inap di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo sebagian besar masih belum memenuhi syarat sehingga perlu dilakukan upaya perbaikan dan pengendalian lingkungan yang lebih baik.
Potensi Limbah Serat Kayu dari Pelepah Pisang Kering sebagai Bahan Baku Pembuatan Frame Kacamata Kustiyani, Feti; Wijayanti, Siwi Sih Widhi; Sukmawati, Pramudita Dwi; Wrihatno, Anggi; Shafardan, Yuma Setiaji; Setyaningsih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.479 KB)

Abstract

Pisang yang memiliki nama ilmiah Musa paradisiaca L. merupakan salah satu jenis buah tropis yang mempunyai potensi cukup tinggi untuk dimanfaatkan. Tanaman pisang tidak hanya buahnya saja yang dapat dimanfaatkan, tapi juga batang dan daunnya dapat dimanfaatkan. Akan tetapi bila tanaman pisang inI sudah tidak berbuah lagi, batangnya atau yang dikenal dengan nama pelepah pisang, cenderung tidak dimanfaatkan dan dibuang begitu saja sebagai limbah sampai mengering. Limbah tak selamanya menjadi bahan yang tidak berguna. Contoh seperti halnya pelepah pisang yang sudah mongering, apabila dilihat dari anatomi seratnya, pelepah pisang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku produk papan serat karena serat pada pelepah ini termasuk bahan serat kayu. Serat pada batang pisang mengandung selulosa yang manfaat untuk memperkuat dinding sel tanaman sehingga pelepah pisang mempunyai potensi serat yang berkualitas baik. Dengan kata lain serat kayu dari pelepah pisang dapat dijadikan salah satu alternatif bahan baku potensial untuk pembuatan papan partikel dan papan serat. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengkaji lebih luas potensi dari serat pelepah pisang sebagai bahan baku pembuatan frame kacamata. Pengkajian mendalam tentang serat kayu pada pelepah pisang ini didasarkan pada kajian beberapa literatur yang berupa hasil-hasil penelitian relevan yang telah dipublikasikan pada skripsi, thesis, jurnal nasional terindeks, maupun jurnal internasional bereputasi.
Strategi Pengelolaan Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Provinsi DIY Haryadi, H; Sunarto, S; Sugiyarto, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.905 KB)

Abstract

Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang mempunyai fungsi untuk perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. TNGM memiliki karakter yang unik karena terletak pada kawasan gunung berapi yang masih aktif dan secara periodik masih sering mengeluarkan material vulkanik dari dalamnya. Selain kegiatan restorasi, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat dalam mengelola kawasan TNGM merupakan kunci dari kembalinya keanekaragaman hayati pasca erupsi. Penyusunan strategi pengelolaan kawasan TNGM menjadi penting, agar kawasan tersebut tetap terjaga fungsinya sebagai penyangga kehidupan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan melalui analisis SWOT serta wawancara dengan masyarakat yang tinggal di kawasan yang berbatasan langsung dengan TNGM serta pengelola TNGM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi SO (strength-oppurtunity) dapat digunakan untuk mengelola kawasan TNGM, yaitu dengan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam kegiatan pengelolaan. Kerjasama antara para stakeholder dan masyarakat dalam pengelolaan kawasan TNGM juga diperlukan, agar tidak terjadi tumpang-tindih keperluan.
Identifikasi Morfologi dan Pertumbuhan Bakteri pada Cairan Terfermentasi Silase Pakan Ikan Wardhani, Adeline Kusuma; Uktolseja, Jacob L.A.; Djohan, D
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.154 KB)

Abstract

Kebutuhan pakan ikan di Indonesia menunjukkan peningkatan seiring dengan bertambahnya kapasitas produksi dan konsumsi ikan oleh masyarakat. Salah satu faktor yang mendukung peningkatan produksi pakan ikan ialah pemanfaatan bahan baku dari tanaman lokal umbi singkong (Manihot esculenta) dan daun turi (Sesbania grandiflora). Bahan baku lokal tersebut diproses melalui fermentasi menjadi silase tanaman yang dapat digunakan sebagai pakan ikan. Pembuatan pakan ikan dari silase tanaman akan memperpanjang masa simpan dan meningkatkan kualitas pakan. Cairan terfermentasi dapat digunakan sebagai inokulum silase silase karena cairan terfermentasi mengandung kelompok bakteri asam laktat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi morfologi bakteri yang tumbuh dalam cairan terfermentasi serta mengetahui pertumbuhan bakteri selama 24 jam dan 48 jam cairan terfermentasi silase pakan ikan. Cairan terfermentasi dibuat dari umbi singkong (yang dijemur 2 hari) dan daun turi yang dihaluskan kemudian diinkubasi secara anaerob selama 4 hari (CT4). Bakteri dari CT4 diinokulasikan pada medium agar dan setelah 48 jam dilakukan streaking jenis-jenis untuk identifikasi morfologi. Perhitungan pertumbuhan bakteri dilakukan dengan menghitung jumlah koloni bakteri yang terbentuk (CFU) pada medium agar selama 24 jam dan 48 jam cairan terfermentasi (CT4). Pada penelitian ini diperoleh tiga jenis bakteri dalam cairan terfermentasi (CT) dengan ciri morfologi koloni yang berbeda. Koloni bakteri A berbentuk bulat, putih kekuningan dan tepi rata. Koloni bakteri B berbentuk iregular, putih susu dan tepi bergelombang. Koloni bakteri C berbentuk bulat, putih susu dan tepi rata. Rata-ratajumlah koloni bakteri A sebesar 23,33 CFU/mL pada 24 jam dan 33,33 CFU/mL pada 48 jam. Rata-rata jumlah koloni bakteri B sebesar 13,17 CFU/mL pada 24 jam dan 17,67 CFU/mL pada 48 jam. Rata-rata jumlah koloni bakteri C sebesar 8,33CFU/mL pada 24 jam dan 11,5 CFU/mL pada 48 jam. Koloni bakteri A menunjukkan pertumbuhan tertinggi yang diduga karena mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi CT4 pada suhu kamar.
Uji Orgonaleptik dan Uji Fisik Terhadap Obat Kumur Herbal Stevia dan Kopi Robusta Aliantrie, Shafira Putri; Astanto, Agung Rifai Windi; Wulansari, Luthfia Dyah Puspita; Harismah, Kun
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.695 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan ekstrak daun stevia dan kopi robusta dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans pada obat kumur herbal. Penelitian ini termasuk jenis rancangan acak lengkap(RAL) dengan dua kali pengulangan. Latar belakang yang mendasari yaitu karena banyak obat kumur yang dijual dipasaranbanyak mengandung alkohol. Alkohol yang tertinggal di dalam rongga mulut dapat menyebabkan karies gigi. Maka dari itu dibuatlah produk obat kumur herbal dari daun stevia dan kopi robusta. Daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) memiliki efeksebagai antibakteri yang dapat menghambat bakteri penyebab karies pada gigi. Kandungan yang paling banyak pada stevia yaitu zat steviosid yang berfungsi penghambat bakteri kariogenik sehingga mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans yang ada di dalam mulut. Selain stevia bahan lain yang digunakan adalah kopi robusta yang mana memiliki kandungankafein yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Metode yang digunakan dalampembuatan yaitu metode infundasi dimana daunstevia direbus kedalam air mendidih 90oC dengan waktu 15 menit dengan perbandingan air dan ekstrak stevia 1 : 2. Penentuan kualitas produk degan dilakukan beberapa uji, yaitu uji pH, organoleptik, fisik, antibakteri. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin banyak ekstrak stevia yang ditambahkan maka semakin asam, warna semakin gelap, viskositas semakin kental, dan daya hambat bakteri terhadap obat kumur semakin banyak menghambat.