cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsms@unisba.ac.id
Phone
+6282321980947
Journal Mail Official
bcsms@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Medical Science
ISSN : -     EISSN : 28282205     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsms.v2i2
Core Subject : Humanities, Health,
Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ISPA, JKN, Nyeri leher, Origin, Paritas, Pasien, Denyut Nadi, Imunisasi, Perawat, Phlebitis, PHBS, pneumonia Abortus Spontan, Pola Menstruasi, rumah sakit Pendidikan, Sektor Informal Pengetahuan, Shift kerja malam, sindrom koroner akut, Status Gizi Mahasiswa kedokteran, status sosio ekonomi, Tekanan Darah, Tingkat Stres, Troponin T , Type of occupation, ventrikel kiri, dan Wanita Premenopause. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 494 Documents
Hubungan Makan Larut Malam dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Kadar Lemak Tubuh Mochammad Zamzam Alfarizi; Mirasari Putri; Usep Abdullah Husin
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10968

Abstract

Abstract. This literature sutdy gathered various previous studies to show the relationship between late-night eating with body mass index (BMI) and body fat levels, the results of this study showed a relationship between late-night eating habits with body mass index (BMI) and body fat levels. Previous studies have revealed a mechanism between late-night eating habits and increased BMI and body fat levels. That is, someone with an eating disorder is more at risk for having a higher BMI and body fat levels compared to people without eating disorders. This late-night eating habit has a role in the circadian cycle that regulates several metabolic effects on the body, such as glucose metabolism, sleep cycles, diet, and fat synthesis. Abstrak. Studi literatur ini mengumpulkan berbagai studi sebelumnya untuk menunjukan mengenai hubungan makan larut malam dengan indeks massa tubuh (IMT) dan kadar lemak tubuh. hasil studi ini menunjukkan adanya hubungan yang dantara kebiasaan makan larut malam dengan indeks massa tubuh (IMT) dan kadar lemak tubuh. Penelitian-penelitian sebelumnya mengungkapkan mekanisme antara kebiasaan makan larut malam dengan peningkatan IMT dan kadar lemak tubuh. Artinya, seseorang dengan gangguan pola makan lebih beresiko untuk memiliki IMT dan kadar lemak tubuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang tanpa gangguan pola makan. Kebiasaan makan larut malam ini memiliki peran dalam siklus sirkadian yang mengatur beberapa efek metabolik pada tubuh, seperti metabolisme glukosa, siklus tidur, pola makan, dan sintesis lemak.
Efektivitas Pemberian Metformin terhadap Perbaikan Manifestasi Klinis pada Pasien Sindrom Polikistik Ovarium Maulani Nurmuji Atmapratiwi; Lelly Yuniarti; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10975

Abstract

Abstract. Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) is a common endocrine disorder characterized by ovulatory dysfunction, hyperandrogenism, and the presence of polycystic ovaries. Metformin, which is an insulin sensitizer agent, is the most widely used therapy in the management of PCOS. This research aims to explore and analyze articles discussing the effectiveness of metformin in improving clinical manifestations in polycystic ovarian syndrome patients. This research is a Scoping Review of articles published in 2012-2022 from the Pubmed, Springer Link, ScienceDirect, and Taylor and Francis databases that meet the criteria of Population (women with PCOS), Intervention (administration of metformin), Comparison (therapy other than metformin), Outcome (improvement of ovarian dysfunction and size of polycystic features, improved fertility, reduced body weight, reduced insulin resistance, improved menstrual cycle, hyperinsulinemia, hyperandrogenism, and abnormal metabolic disorders), Study (randomized controlled trials). The PRISMA diagram method was used in this research. From the four databases, 7,389 articles were obtained, which were then screened according to the inclusion criteria, feasibility test, and critical review according to the Joanna Briggs Institute checklist, resulting in 11 articles. Based on the results of the analysis of 11 articles, 10 articles stated that single metformin therapy was superior in reducing BMI, waist circumference, blood glucose, HOMA index, and improving the menstrual cycle compared to myoinositol therapy, rosiglitazone, letrozole, oral contraceptive pills, clomiphene citrate, cupping fennel seeds, and ovaries. There is 1 article that states that metformin therapy can improve ovulatory dysfunction. Abstrak. Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) merupakan gangguan endokrin umum yang ditandai dengan disfungsi ovulasi, hiperandrogen, dan adanya polikistik pada ovarium. Metformin merupakan agen sensitizer insulin adalah terapi yang paling banyak digunakan dalam penatalaksanaan PCOS. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis artikel yang membahas efektivitas metformin terhadap perbaikan manisfestasi klinis pada pasien polycystic ovarian syndrome. Penelitian ini merupakan Scoping Review artikel yang terbit tahun 2012-2022 dari database Pubmed, Springer Link, SienceDirect, dan Taylor and Francis yang sesuai dengan kriteria dengan Population (wanita penderita PCOS), Intervention (pemberian metformin), Comparison (terapi selain metformin), Outcome (perbaikan disfungsi ovarium dan ukuran gambaran polikistik, perbaikan fertilitas, menurunkan berat badan, mengurangi resistensi insulin, memperbaiki siklus menstruasi, hyperinsulinemia, hiperandrogenisme, dan kelainan metabolisme abnormal), Study (randomized controlled trials). Metode diagram PRISMA digunakan dalam penelitian ini, dari keempat database didapat 7,389 artikel yang kemudian dilakukan skrinning sesuai dengan kriteria inklusi, uji kelayakan, dan telaah kritis sesuai dengan checklist Joanna Briggs Institute dihasilkan 11 artikel. Berdasarkan hasil analisis dari 11 artikel terdapat 10 artikel yang menyatakan bahwa terapi metformin tunggal lebih unggul dalam menurunkan BMI, lingkar pinggang, glukosa darah, HOMA indeks, dan memperbaiki siklus menstruasi dibandingkan dengan terapi myoinositol, rosiglitazone, letrozole, pil kontrasepsi oral, clomiphene citrate, bekam biji adas dan ovarium. Terdapat 1 artikel yang menyatakan bahwa terapi metformin dapat memperbaiki disfungsi ovulasi.
Hubungan Performa Motorik Kasar Berdasarkan Gross Motor Function Classification System pada Anak Cerebral Palsy dengan Tingkat Kecemasan Ibu di RS Al-Islam Bandung Tahun 2023 Alissa Fajrina Salsabila; Cice Tresnasari; Widayanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10999

Abstract

Abstract. Cerebral palsy (CP) is a movement disorder, postural change, and communication disorder that occurs in children during development. The severity of movement disorders can be seen from gross motor performance assessed using the Gross Motor Function Classification System (GMFCS). Children's gross motor limitations can have an impact on the mother's anxiety level, because mothers are required to be more intensive in caring for their children compared to normal children. To assess the mother's anxiety level, the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS) questionnaire was used. This study aims to analyze the relationship of gross motor performance of CP children based on GMFCS with maternal anxiety. This study used analytic observation method with cross sectional research design. The research data were processed using the chi-square test. The results of this study indicate that most of the gross motor levels of CP children at Al-Islam Bandung Hospital in 2023 are at GMFCS level V. Most mothers who have CP children are at a mild level of anxiety. There is no relationship between gross motor performance based on GMFCS in CP children with the level of maternal anxiety at Al-Islam Bandung Hospital in 2023 (p = 0,245). The anxiety level of mothers of CP patients is influenced by many factors, including stress management skills, clinical assessment and positive support from the surrounding environment. Abstrak. Cerebral Palsy (CP) merupakan gangguan gerakan, perubahan postur, dan gangguan komunikasi yang terjadi pada anak selama masa perkembangan. Tingkat keparahan gangguan gerakan dapat dilihat dari performa motorik kasar yang dinilai menggunakan Gross Motor Function Classification System (GMFCS). Keterbatasan motorik kasar anak dapat memberi dampak terhadap tingkat kecemasan ibu, sebab ibu dituntut lebih intensif dalam merawat anaknya dibandingkan dengan anak normal. Untuk menilai tingkat kecemasan ibu digunakan kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan performa motorik kasar anak CP berdasarkan GMFCS dengan kecemasan ibu. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Data hasil penelitian diolah menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar level motorik kasar anak CP di RS Al-Islam Bandung Tahun 2023 berada pada level GMFCS V. Sebagian besar ibu yang memiliki anak CP berada tingkat kecemasan ringan. Tidak terdapat hubungan performa motorik kasar berdasarkan GMFCS pada anak CP dengan tingkat kecemasan ibu di RS Al-Islam Bandung tahun 2023 (p = 0,245). Tingkat kecemasan ibu pasien CP dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain kemampuan manajemen stres, assesmen klinis dan dukungan positif dari lingkungan sekitar.
Analisis Kejadian Stunting terhadap Perkembangan pada Anak Usia 3-5 Tahun di Kecamatan Padalarang Bandung Barat 2023 Magfira Putri Darna; Lisa Adhia Garina; Dicky Santosa
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11003

Abstract

Abstract. Indonesia is the 4th country in the world and 2nd in Southeast Asia with the highest Stunting rate, namely; 149.2 million cases in 2020. Development in the first 1,000 days is an aspect that is closely related to Stunting, an aspect that can be disrupted in the form of developmental obstacles. This study aims to analyze the relationship between Stunting and development in children aged 3-5 years in Padalarang District, West Bandung. This research is an analytical observational study with a cross sectional approach. Purposive sampling was carried out in the population, the research sample came from primary data taken from filling out questionnaires and measuring body height using a microtoise and entered into the Kuisioner Pra Screening Perkembangan (KKSP). Data were analyzed using univariate and bivariate tests using the Man Whitney test. The number of respondents was 87 children with the characteristics of the respondents being mostly female (51%), with an average age of 45.19 months and most of them were stunted (51), 49% were stunted and 51% were very stunted. The results of the analysis obtained a p value of 0.72 (>0.05) which shows that there is no significant difference between Stunting and development in children aged 3-5 years. Development is influenced by many factors other than nutrition, such as internal factors (mother's role, psychological function) and external factors such as the child's growing environment. Abstrak. Indonesia merupakan negara ke-4 di dunia dan ke-2 di Asia Tenggara dengan angka Stunting tertinggi yaitu; 149,2 juta kasus pada tahun 2020. Perkembangan pada periode 1.000 hari pertama merupakan aspek yang sangat berhubungan erat dengan Stunting, aspek yang dapat terganggu dapat berupa hambatan perkembangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara Stunting dan perkembangan pada anak usia 3—5 tahun di Kecamatan Padalarang Bandung Barat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Dilakukan purposive sampling pda polulasi, sampel penelitian berasal dari data primer yang diambil dari dari pengisian kuesioner dan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise dan dimasukan ke dalam Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KKSP). Data dianalisis dengan uji univariat dan bivariat dengan uji Man Whitney. Jumlah responden sebanyak 87 anak dengan karakteristik responden mayoritas berjenis kelamin perempuan (51%), dengan rata-rata usia 45,19 bulan dan mayoritas mengalami Stunting (51), pada stunted sebesar 49% dan pada severy stunted sebesar 51% Hasil analisis didapatkan nilai p sebesar 0,72 (>0,05) yang menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara Stunting dan perkembangan pada anak usia 3—5 tahun. Perkembangan dipengaruhi banyak faktor lainnya selain gizi seperti faktor internal (peran ibu, fungsi psikis) dan eksternal seperti lingkungan tumbuh anak.
Hubungan Hipoalbuminemia dengan Mortalitas Pasien Pneumonia di RSUD Subang Tahun 2020-2022 Siti Fani Farida Hendrik; Ieva Baniasih Akbar; Widayanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11010

Abstract

Abstract. Pneumonia is an infectious disease that is a health problem in both developing and developed countries with a high mortality rate. Based on Riskesdas 2018, the incidence of pneumonia in Indonesia has increased by 1% from 2013. In addition, pneumonia is included in the ten diseases with the highest of case fatality rate (CFR) highest in Indonesia. Pneumonia is an inflammatory condition with high catabolism which can cause a decrease in albumin levels in the blood. This situation makes examining serum albumin levels an objective examination in determining the severity of pneumonia patients. This study aims to analyze the relationship between the degree of hypoalbuminemia and mortality status in pneumonia patients at Subang District Hospital in 2020-2022. This research is a analytic correlation study using a cross-sectional study. Data collection used secondary data from medical records of 70 patients who experienced pneumonia at Subang District Hospital in 2020-2022. Data were analyzed using univariate and bivariate tests and analyzed using tests Chi-Square. The majority of pneumonia patients in this study were >65 years old and male. The majority of patients experienced moderate hypoalbuminemia, 52 patients (74%) with a mortality rate in pneumonia patients of 49% or 30 patients. The Chi-Square test shows a p value of 0.012 where the P value is smaller than 0.05. There is a relationship between albumin levels and the mortality status of pneumonia patients at Subang District Hospital, West Java in 2020-2022. Abstrak. Pneumonia merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan baik di negara berkembang maupun di negara maju dengan angka kematian yang tinggi. Berdasarkan Riskesdas 2018 angka kejadian pneumonia di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 1% dari tahun 2013. Selain itu pneumonia termasuk kedalam sepuluh penyakit dengan angka case fatality rate (CFR) tertinggi di Indonesia. Pneumonia merupakan kondisi inflamasi dengan katabolisme yang tinggi sehingga dapat menyebabkan penurunan kadar albumin didalam darah. Keadaan tersebut menjadikan pemeriksaan kadar albumin serum menjadi pemeriksaan objektif dalam menentukan keparahan pasien pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara derajat hipoalbuminemia dengan status mortalitas pada pasien pneumonia di RSUD Subang tahun 2020-2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi menggunakan studi potong lintang. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dari rekam medis 70 pasien yang mengalami pneumonia di RSUD Subang tahun 2020-2022. Data di analisis menggunakan uji univariat dan bivariat dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Mayoritas pasien pneumonia pada penelitian ini berusia >65 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Mayoritas pasien mengalami hipoalbuminemia sedang sebanyak 52 pasien (74%) dengan angka kematian pada pasien pneumonia sebesar 49% atau sebanyak 30 pasien. Uji Chi-Square menunjukan nilai p sebesar 0.012 dimana nilai P lebih kecil dari 0.05. Terdapat hubungan antara kadar albumin dengan status mortalitas pasien pneumonia RSUD Subang Jawa Barat tahun 2020-2022. Kadar albumin menurun dapat menjad tanda keparahan pasien pneumonia.
Hubungan Obesitas dengan Kejadian Hipertensi pada Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Tahun 2023 Efendi Rosedevi; Yuli Susanti; Susan Fitriyana
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11011

Abstract

Abstract. The world of health is currently experiencing an epidemiological transition where Non-Communicable Diseases (NCDs) are one of the concerns in the world. Hypertension is one of the NCDs with the most sufferers, as many as 1.13 billion people with hypertension worldwide. One of the risk factors that cause hypertension is obesity. Obesity can cause an increase in Sympathetic Nervous System (SNS) activity which causes sodium retention in the blood vessels, increasing blood volume and pressure in the blood vessels. This study aims to determine the relationship between obesity and the incidence of hypertension in lecturers at the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung in 2023. This study is a quantitative study with an observational analytic research design conducted at the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung using simple random sampling techniques in the population, the research sample comes from primary data in the form of measurement results of body weight, height, and blood pressure. Data were analyzed by univariate and bivariate analysis and fisher’s exact test. The number of respondents was 44 people with the characteristics of the majority of respondents being female, age more than equal to 35 years. The majority of respondents were obese (52.2%) and had normal blood pressure (43.2%). The results of this research obtained a p-value of 0.105 which indicates that there is no relationship between obesity and the incidence of hypertension in lecturers at the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung in 2023. Abstrak. Dunia kesehatan saat ini mengalami transisi epidemiologi dimana Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi salah satu perhatian di dunia. Hipertensi merupakan salah satu PTM dengan penderita terbanyak, yaitu sebanyak 1,13 miliar penderita hipertensi di seluruh dunia. Faktor risiko yang menyebabkan terjadinya hipertensi salah satunya obesitas. Kondisi obesitas dapat menyebabkan peningkatan aktivitas Sympathetic Nervous System (SNS) yang menyebabkan retensi natrium di dalam pembuluh darah, meningkatkan volume darah dan tekanan di dalam pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi pada dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung menggunakan teknik simple random sampling pada populasi, sampel penelitian berasal dari data primer berupa hasil pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah. Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat serta dilakukan uji fishers exact. Jumlah responden sebanyak 44 orang dengan karakteristik responden mayoritas berjenis kelamin perempuan, usia lebih dari sama dengan 35 tahun. Mayoritas responden berada pada kondisi obesitas (52.2%) dan berada pada kondisi tekanan darah normal (43.2%). Hasil penelitian ini didapatkan p-value sebesar 0.105 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan antara obesitas dengan kejadian hipertensi pada dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tahun 2023.
Hubungan Status Gizi dengan Tingkat Kebugaran pada Siswa SMAN 9 Bandung Tahun Ajaran 2023/2024 Sonia Valerina Mandala; Ratna Dewi Indi Astuti; Susanti Dharmmika
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11029

Abstract

Abstract.The lack of fitness in high school students could lead to a decrease in terms of cognitive function and academic achievement. The decrease of fitness can occur due to various factors, one of which is nutritional status. This research aims to determine the relationship between nutritional status and fitness in students at SMAN 9 Bandung. The research employs a descriptive method with a cross-sectional approach. Total sampling was used to select 98 student from SMAN 9 Bandung for the academic year 2023/2024. To asses the relationship between nutritional status and fitness level, fisher-exact test analysis was conducted. The result indicates that the majority of student have a normal body weight (77%). However, their fitness level shows that a majority of students have very poor fitness (64,3%). The fisher-exact test test result p = 0,811, indicating no significant relationship between nutritional status and fitness in students at SMAN 9 Bandung for academic 2023/2024. This could occur due to a lot of that affects fitness such as physical activity and sedentary life. Abstrak. Kurangnya kebugaran pada siswa SMA dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan menurunkan capaian akademik pada siswa. Penurunan kebugaran ini dapat terjadi karena berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhi kebugaran salah satunya adalah status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kebugaran pada siswa SMAN 9 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan sample menggunakan random sampling dan didapatkan 98 orang siswa SMAN 9 Bandung tahun ajaran 2023/2024. Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan tingkat kebugaran dilakukan analisis menggunakan fisher-exact test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki berat badan yang normal (77%). Tingkat kebugaran pada siswa SMAN 9 Bandung menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kebugaran yang sangat buruk (64,3%). Hasil uji fisher-exact test diperoleh p = 0,811 sehingga tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kebugaran pada siswa SMAN 9 Bandung tahun ajaran 2023/2024. Hal ini dapat disebabkan karena masih banyak faktor yang mempengaruhi kebugaran seperti aktivitas fisik dan gaya hidup sedentary.
Pengaruh Diabetes Melitus Tipe 2 Tidak Terkontrol terhadap Komplikasi Nefropati Diabetik Nunik Purnamasari; Nuzirwan Acang; Harvi Puspa Wardani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11035

Abstract

Abstract. Type 2 diabetes is a metabolic disorder characterized by an increase in blood sugar due to decreased insulin secretion by pancreatic beta cells. The International Diabetes Federation (IDF) states that in 2021, 537 million people in the world have diabetes. West Java is ranked first with 186,809 people. Type 2 diabetes mellitus is divided into two groups, namely controlled and uncontrolled type 2 diabetes. Type 2 diabetes that is not well controlled can cause various complications, one of which is diabetic nephropathy. This study aims to determine the effect of uncontrolled type 2 diabetes mellitus on diabetic nephropathy complications. This study used a retrospective cohort method and was analyzed using the chi square test. The results of this study indicate that there is a significant relationship between the incidence of diabetic nephropathy and uncontrolled type 2 diabetes mellitus at Al-Ihsan Bandung Hospital. The more uncontrolled blood sugar of type 2 diabetes mellitus patients can increase the risk of diabetic nephropathy. Abstrak. Diabetes tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas. International Diabetes Federation (IDF) menyatakan tahun 2021 terdiri 537 juta orang didunia mengalami diabetes. Jawa Barat berada diperingkat pertama yaitu 186.809 orang. Diabetes melitus tipe 2 terbagi menjadi dua kelompok yaitu diabetes tipe 2 terkontrol dan tidak terkontrol. Diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan berbagai komplikasi salah satunya nefropati diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diabetes melitus tipe 2 tidak terkontrol terhadap komplikasi nefropati diabetik. penelitian ini menggunakan metode cohort retrospective dan dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian nefropati diabetik dengan diabetes melitus tipe 2 tidak terkontrol di RSUD Al-Ihsan Bandung. Semakin tidak terkontrolnya gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 dapat meningkatkan resiko nefropati diabetik.
Gambaran Kebiasaan Konsumsi Makanan dan Minuman Tinggi Gula dan Prevalensi Karies Gigi di SDN 042 Gambir Bandung Ghaitsa Aulia Maghfira; Yuniarti; Meta Maulida Damayanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11062

Abstract

Abstract. Children are a group that has a high risk of dental caries. This is because children have habits and preferences for consuming sweet foods and drinks. These sweet foods and drinks contain sugar which can be a factor in the emergence of dental caries. This study aims to determine the description of consumption habits of foods and drinks high in sugar and the prevalence of dental caries in grade 5 and 6 children at SDN 042 Gambir Bandung. This research used an analytical observational method, with a cross sectional approach, which was conducted at SDN 042 Gambir Bandung, with a total of 78 respondents who met the inclusion criteria. Data was obtained from filling out questionnaires regarding consumption habits of foods and drinks high in sugar and dental examinations were carried out to determine dental caries status. The results of this study showed that the majority of students consumed foods and drinks high in sugar in the high category, namely 50 people (64.1%), with almost all students suffering from dental caries, namely 69 students (88.5%). Abstrak. Anak-anak merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi dalam kejadian karies gigi. Hal ini disebabkan karena anak-anak memiliki kebiasaan dan kegemaran dalam mengonsumsi makanan dan minuman manis. Makanan dan minuman manis tersebut mengandung gula yang dapat menjadi faktor timbulnya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebiasaan konsumsi makanan dan minuman tinggi gula dan prevalensi karies gigi pada siswa SDN 042 Gambir Bandung. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional, yang dilakukan di SDN 042 Gambir Bandung, dengan jumlah responden 78 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh dari pengisian kuesioner untuk kebiasaan konsumsi makanan dan minuman tinggi gula dan dilakukan pemeriksaan gigi untuk melihat status karies gigi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dengan kategori tinggi, yaitu sebanyak 50 orang (64,1%), dengan hampir seluruh siswa menderita karies gigi, yaitu sebanyak 69 siswa (88,5%).
Gambaran Lemak Tubuh dan Tingkat Kebugaran Jasmani pada Atlet Bulu Tangkis Remaja Putri KONI Jawa Barat Tahun 2023 Audhrey Tyara Mizard; Ieva Baniasih Akbar; Umar Islami
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11074

Abstract

Abstract. Badminton is a sport that is very popular in Indonesia. Physical fitness and body fat are important indicators for athletes to pay attention to. The aim of this research is to determine the description of body fat and physical fitness levels in young female badminton athletes at KONI West Java in 2023. The method of this research is analytical research with a cross sectional design. Thirty-three female youth badminton athletes from KONI West Java aged 11-17 years were research subjects using a non-probability sampling method with a total sampling technique. Body fat percentage is measured with the BIA test. Physical fitness is measured using the bleep test method. This research shows that female youth badminton athletes KONI West Java have an average body fat of 23.16% (moderate). KONI West Java female youth badminton athletes have an average physical fitness level of 46.23 ml/kg/min (excellent). Based on this research, it is hoped that it can show a picture of body fat and physical fitness so that KONI West Java female youth badminton athletes can pay attention to body fat percentage and physical fitness levels to improve the athletes' performance & achievements. Physical fitness can also be influenced by other factors such as nutritional intake, lifestyle and exercise. Abstrak. Bulu tangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat digemari di Indonesia. Kebugaran jasmani dan lemak tubuh merupakan indikator yang penting untuk diperhatikan bagi para atlet. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran lemak tubuh dan tingkat kebugaran jasmani pada atlet bulu tangkis remaja putri KONI Jawa Barat Tahun 2023. Metode penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Tiga puluh tiga atlet bulu tangkis remaja putri KONI Jawa Barat usia 11-17 tahun menjadi subjek penelitian menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik total sampling. Persentase lemak tubuh diukur dengan BIA test. Kebugaran jasmani diukur dengan metode bleep test. Penelitian ini menunjukkan bahwa atlet bulu tangkis remaja putri KONI Jawa Barat memiliki lemak tubuh dengan rata-rata yaitu 23,16% (moderate). Atlet bulu tangkis remaja putri KONI Jawa Barat memiliki tingkat kebugaran jasmani dengan rata-rata yaitu 46,23 ml/kg/min (excellent). Berdasarkan penelitian ini, diharapkan dapat memperlihatkan gambaran lemak tubuh dan kebugaran jasmani sehingga atlet bulu tangkis remaja putri KONI Jawa Barat dapat memperhatikan persentase lemak tubuh dan tingkat kebugaran jasmani untuk meningkatkan kinerja & prestasi para atlet. Kebugaran jasmani juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti asupan gizi, gaya hidup, serta latihan.