cover
Contact Name
Flesia Welly Ferianti
Contact Email
flesiawellyferianti@gmail.com
Phone
+6282251430097
Journal Mail Official
jurnalalkhawarizmi2@gmail.com
Editorial Address
STKIP Melawi JL. RSUD KM4 Nanga Pinoh Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : 27762270     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika publishes original research papers, case reports, and review articles. The publication include the topic abaut Mathematics education
Articles 110 Documents
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI GENDER PADA SISWA KELAS VIII SMPN 11 PONTIANAK ANNISA, ANNISA
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2329

Abstract

Abstrak: Kemampuan komunikasi dalam matematika dikenal dengan kemampuan komunikasi matematis yang harus dimiliki siswa selama belajar dalam pembelajaran matematika. Komunikasi matematis tidak terlepas dari perbedaan gender. Berdasarkan hasil pra-obeservasi bersama Guru Matematika kelas VIII SMP Negeri 11 Pontianak diperoleh informasi bahwa siswa perempuan lebih cendrung memiliki kemampuan komunikasi matematis yang baik dibandingkan siswa laki-laki, namun mereka rata-rata cenderung lebih unggul dari pada siswa perempuan dalam tes visual ruang. Hasil dari penelitian ini diperoleh ketercapaian komunikasi matematis siswa perempuan lebih unggul terhadap siswa laki-laki dalam kemampuan menyusun pertanyaan terhadap situasi yang diberikan disertai alasan. Adapun beberapa hasil tersebut juga didukung dari perhitungan uji-t dapat dilihat bahwa hasil uji-t hitung adalah 2,1212 dari nilai tersebut bahwa thitung > ttable , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dari komunikasi matematis siswa perempuan dan laki-laki. Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi, Matematis, Siswa Abstract : Communication skills in mathematics are known as mathematical communication skills that students must have while studying mathematics. Mathematical communication cannot be separated from gender differences. Based on the results of pre-observations with the Class VIII Mathematics Teacher at SMP Negeri 11 Pontianak, information was obtained that female students were more likely to have good mathematical communication skills than male students, but on average they tended to be superior to female students in the spatial visual test. The results of this research showed that female students' mathematical communication achievements were superior to male students in their ability to formulate questions about given situations with reasons. Some of these results are also supported by t-test calculations. It can be seen that the calculated t-test result is 2.1212. From this value, tcount > ttable, it can be concluded that there is a significant difference in the mathematical communication of female and male students. Keywords: Communication Skills, Mathematical, Student.
Analisis Kesalahan Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Literasi Matematis Berdasarkan Teori Kastolan Kamila, Nazwa Guseynova; Khaerunnisa, Etika; Fathurrohman, Maman
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2334

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis kesalahan serta faktor penyebab kesalahan yang siswa lakukan dalam menyelesaikan soal literasi matematis berdasarkan teori Kastolan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 5 SMAN 1 Ciruas. Intrumen dalam penelitian ini terdiri dari instrumen tes literasi matematis yang berjumlah 6 butir soal dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian melakukan 3 jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal literasi matematis, yaitu kesalahan konseptual sebesar 42,53%, kesalahan prosedural sebesar 31,61%, dan kesalahan teknik sebesar 25,86%. Kesalahan konseptual terjadi karena subjek penelitian terbiasa mengerjakan soal secara langsung ke prosedur penyelesaiannya tanpa menuliskan rumusnya terlebih dahulu. Penyebab terjadinya kesalahan prosedural antara lain tidak mengetahui langkah penyelesaian yang harus dilakukan selanjutnya, kurangnya kemampuan dalam memanipulasi langkah penyelesaian, kurangnya kemampuan dalam menerapkan operasi perpangkatan pada suatu bilangan, dan kurang terbiasanya mengerjakan jenis soal seperti yang diberikan. Penyebab terjadinya kesalahan teknik antara lain kurangnya kemampuan dalam melakukan operasi aljabar bentuk akar, belum selesainya prosedur penyelesaian yang dilakukan sehingga berdampak pada tidak adanya hasil, serta tidak menerapkan prosedur penyelesaian soal dengan tepat sehingga berdampak pada salahnya perhitungan. Kata Kunci: analisis kesalahan, soal literasi matematis, teori kastolan   Abstract : This study aims to identify and describe the types of errors and factors that cause errors made by students in solving mathematical literacy problems based on Kastolan theory. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The subjects in this research were students of class XII IPA 5 at SMAN 1 Ciruas. The instrument in this research consisted of a mathematical literacy test instrument consisting of 6 questions and an interview guide. The research results showed that research subjects made 3 types of errors in solving mathematical literacy questions, namely conceptual errors of 42.53%, procedural errors of 31.61%, and technical errors of 25.86%. Conceptual errors occur because research subjects are used to working on problems directly to the solution procedure without writing down the formula first. Causes of procedural errors include not knowing what solution steps to take next, not being able to manipulate the solution steps, not being able to apply exponentiation operations of a number, and not understanding how to work on the type of problem given. Causes of technical errors include lack of ability to perform algebraic operations in the form of roots, not completing the solution procedure so that it does not produce results, and not applying the problem solving procedure correctly resulting in incorrect calculations. Keywords: error analysis, mathematical literacy problems, castolan theory  
STRATEGI SCAFFOLDING UNTUK MENGATASI TANTANGAN PENGERJAAN SOAL EKSPONEN PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Hapsari, Tiara; Sudiansyah, Sudiansyah
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2335

Abstract

Abstrak : Kesulitan peserta didik dalam mengerjakan soal matematika dapat disebabkan oleh kurangnya pemahaman peserta didik tentang materi prasyarat, sehingga pijakannya tidak kuat untuk menjawab soal-soal pada materi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja upaya scaffolding yang diberikan guru untuk mengatasi kesulitan peserta didik SMK dalam mengerjakan soal eksponen. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif, dan sampel yang dipilih secara acak dari melihat hasil Tes Diagnostik. Sampel tersebut sudah meliputi jawaban peserta didik dalam kriteria nilai tinggi, sedang, dan rendah. Kemudian sampel dianalisis dan diberikan scaffolding kepada responden, scaffolding dilakukan secara mandiri dengan teknik wawancara dan dilaksanakan untuk memberikan bantuan seminimal mungkin agar terbangun konjektur berpikir peserta didik untuk mengatasi kesulitan yang dialaminya dalam mengerjakan soal eksponen. Scaffolding yang diberikan berupa pemberian tugas terstruktur yang termasuk dalam scaffolding level 1, mengingatkan kembali konsep yang pernah dipelajarinya yang termasuk dalam scaffolding level 2, dan membantu peserta didik menghubungkan dan mengembangkan konsep yang telah dimiliki peserta didik yang termasuk dalam scaffolding level 3. Di akhir, peneliti memberikan Tes akhir untuk melihat seberapa efektif scaffolding yang diberikan. Kata Kunci: Eksponen, Kesulitan Peserta Didik, Scaffolding  Abstract: The difficulty of students in solving mathematics problems can be caused by their lack of understanding of prerequisite materials, resulting in weak foundations to answer questions on new topics. This study aims to describe the efforts of scaffolding provided by teachers to overcome the difficulties of vocational high school students in solving exponent problems. The method employed in this research is qualitative descriptive, and the sample was randomly selected based on the results of the Diagnostic Test. The sample includes responses from students categorized into high, medium, and low achievement criteria. Then, the samples were analyzed, and scaffolding was provided to the respondents. The scaffolding was conducted independently through interview techniques and implemented to provide assistance minimally to build students' conjectural thinking to overcome difficulties they encountered in solving exponent problems. The scaffolding provided includes structured task assignments, which are categorized as scaffolding level 1, recalling previously learned concepts categorized as scaffolding level 2, and assisting students in connecting and developing concepts they already possess categorized as scaffolding level 3. In the end, the researcher administered a final test to assess the effectiveness of the provided scaffolding. Keywords: Exponents, Student Difficulty, Scaffolding.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL DAN KETERAMPILAN PROSEDURAL MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN DIFERENSIASI BERBANTUAN LKPD TERSTRUKTUR Susanti, Widya; Sudiansyah, Sudiansyah
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2336

Abstract

Abstrak : Pendekatan diferensiasi dalam pengajaran matematika dalam era kurikulum merdeka menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan dalam mencapai pemahaman konseptual dan keterampilan prosedural yang mendalam dengan menyesuaikan metode pengajaran sesuai kebutuhan individual siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan pedagogis (PTP) untuk mengevaluasi efektivitas intervensi pembelajaran yang menggunakan pendekatan diferensiasi berbantuan LKPD terstruktur dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan kelancaran prosedural siswa pada materi Eksponen. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kedua aspek pemahaman matematis, dengan skor rata-rata pemahaman konseptual meningkat dari 33,46 menjadi 70,77, dan skor rata-rata kelancaran prosedural meningkat dari 50 menjadi 80. Meskipun terdapat variasi antara subjek, temuan ini menyoroti bahwa intervensi pembelajaran menggunakan pendekatan diferensiasi berbantuan LKPD terstruktur dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika. Implikasi praktis dari penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan pendekatan diferensiasi dan penggunaan LKPD terstruktur dalam pengajaran matematika untuk memaksimalkan potensi belajar siswa. Kata Kunci: Keterampilan Prosedural, Pendekatan Diferensiasi, Pemahaman Konseptual, dan, LKPD terstruktur   Abstract: Differentiation approach in mathematics teaching in the era of curriculum freedom becomes one of the solutions to address the challenges in achieving deep conceptual understanding and procedural skills by adjusting teaching methods according to individual student needs. This study employs the pedagogical action research method (PTP) to evaluate the effectiveness of learning interventions using a differentiation approach aided by directed Student Worksheets (LKPD) in improving students' conceptual understanding and procedural fluency in Exponents material. The results show a significant improvement in both aspects of mathematical understanding, with the average conceptual understanding score increasing from 33.46 to 70.77, and the average procedural fluency score increasing from 50 to 80. Despite variations among subjects, these findings highlight that learning interventions using a differentiation approach aided by directed LKPD can be an effective strategy in enhancing student understanding in mathematics learning. The practical implications of this study emphasize the importance of implementing differentiation approaches and using directed LKPD in mathematics teaching to maximize student learning potential.  Keywords: Procedural Skills, Differentiation Approach, Conceptual Understanding, Directed LKPD
ANALISIS GAYA BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP MELAWI FERIANTI, FLESIA WELLY; SAPUTRI, LINDA DWI
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2338

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapat gambaran tentang klasifikasi gaya belajar yang dimiliki mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP Melawi Angkatan 2022. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket dan Observasi. Adapun langkah penelitian ialah: 1) penyusunan instrumen; 2) pengambilan data; 3) analisis data; 4) uji validitas data; dan 5) pelaporan. Kriteria yang digunakan dalam pengujian keabsahan data menggunakan Kepercayaan (kreadibility) melalui triangulasi sumber dan memperpanjang kehadiran di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki kecenderungan bergaya belajar Visual, yaitu sebesar 47,83%, diikuti gaya belajar Audio dan Kinestetik dengan prosentase secara berturut- turut yaitu 33,70% dan 18,48%. Dengan sebaran gaya belajar ditinjau dari tingkat kognitif: (a) 47,83% mahasiswa bergaya belajar visual terdiri dari 9,09% level kognitif tinggi; 52,27% level kognitif sedang dan 38,64% mahasiswa yang memiliki level kognitif rendah; (b) 33,70% mahasiswa bergaya belajar visual terdiri dari 12,90% level kognitif tinggi; 64,52% level kognitif sedang dan 22,58% mahasiswa yang memiliki level kognitif rendah; dan (c) 18,48% mahasiswa bergaya belajar visual terdiri dari 0% level kognitif tinggi; 64,71% level kognitif sedang dan 35,29% mahasiswa yang memiliki level kognitif rendah. Artinya, tidak ada gaya belajar yang lebih baik dari yang lainnya. Kata Kunci: klasifikasi, gaya belajar, VAK,  visual, auditori, kinestetik   Abstract : The aim of this research is to get an idea of the classification of learning styles of Mathematics Education students at STKIP Melawi Class of 2022. The data collection method uses questionnaires and observation. The research steps are: 1) preparation of instruments; 2) data collection; 3) data analysis; 4) test data validity; and 5) reporting. The criteria used in testing the validity of the data use credibility through source triangulation and extended presence in the field. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the majority of students have a tendency towards a Visual learning style, namely 47.83%, followed by Audio and Kinesthetic learning styles with percentages respectively of 33.70% and 18.48%. With the distribution of learning styles in terms of cognitive level: (a) 47.83% of students have a visual learning style consisting of 9.09% of high cognitive level; 52.27% of students had moderate cognitive level and 38.64% of students had low cognitive level; (b) 33.70% of students have a visual learning style consisting of 12.90% of high cognitive levels; 64.52% of students had moderate cognitive level and 22.58% of students had low cognitive level; and (c) 18.48% of students with a visual learning style consisting of 0% high cognitive level; 64.71% had medium cognitive level and 35.29% of students had low cognitive level. This means that no learning style is better than another. Keywords: classification, learning styles, VAK, visual, auditory, kinesthetic
Analisis kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Siswa Kelas V Ditinjau dari Gender Manggala, Satria Adhi
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): VOL 5 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v5i2.2390

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi sudut di kelas V SD 1 Prambatan Lor. Sampel penelitian ini berdasarkan gender yakni perempuan dan laki-laki. Subjek Penelitian ini terdiri dari 2 laki-laki dan 2 perempuan. Pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara, tes berupa soal essay yang terdiri dari 4 butir soal. Pada soal terdapat indikator dalam kemampuan pemecahan masalah matematis yakni memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memerika kembali. Analisis data menggunakan kualitatif deskriptif, dimana sampel yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan secara rinci kegiatan yang berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah matematis. Hasil dari penelitian ini adalah subjek 1 (laki-laki) jawaban lengkap, subjek 2 (laki-laki) jawaban kurang lengkap, subjek 3 (perempuan) jawaban lengkap, dan subjek 4 (perempuan) jawaban kurang lengkap.
PENGARUH IMPLEMENTASI MATA KULIAH STATISTIK TERHADAP PEMAHAMAN MAHASISWA DALAM ANALISIS DATA PENELITIAN Septiadi, Wahyu; Ferianti, Flesia Welly
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): VOL 4 NO 1
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i1.2488

Abstract

Abstract: The solution to the problem of students' lack of knowledge and understanding in research data analysis is to carry out research entitled "The Effect of Implementation of Statistics Courses on Student Understanding in Research Data Analysis". This research is research that aims to improve students' ability to understand the flow and analysis of research data using quantitative methods. It is known that the number of samples in this research was 25 students from all study programs involved in the research. The results of the normality test were known from 25 students, so the residual value of the x variable (Implementation of Statistics Courses) and the y variable (Student understanding in research data analysis) was found to be 0.83 > 0.05, so it can be stated that the data is normally distributed. The results of the homogeneity test were found that based on mean it had a value of 0.852 > 0.05 and the data could be said to be homogeneous. Based on the results of the T test using simple regression in concluding this research, the results of the T test were found, namely the significance value was 0.000 < 0.05. Apart from that, compared with the T table value, the calculated T result was found to be 4.813 > 2.069, based on the results of the T test it can be It was concluded that there was an influence of the implementation of statistics courses on students' understanding of research data analysis. Keywords: Implementation of Statistics Courses, student understanding in statistical data analysisAbstrak: Solusi permasalahan kurangnya pengetahuan dan pemahaman mahasiswa dalam analisis data penelitian adalah dengan dilaksanakannya Penelitian yang berjudul “Pengaruh Implementasi Mata Kuliah Statistik Terhadap Pemahaman Mahasiswa Dalam Analisis Data Penelitian”. Penelitian ini adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami tentang alur dan analisis data penelitian yang menggunaka metode kuantitatif. Diketahui bahwa jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 25 orang mahasiswa dari seluruh prodi yang terlibat dalam penelitian. Adapun hasil uji normalitas adalah diketahui dari 25 mahasiswa maka ditemukan nilai residual dari varibael x (Implementasi Mata Kuliah Statistik) dan variabel y (Pemahaman mahasiswa dalam analisis data penelitian) adalah sebesar 0,83 > 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa data berdistribusi Normal. Adapun hasil uji homogenitas adalah ditemukan bahwa pada based on mean memiliki nilai sebesar 0,852 > dari 0,05 dan data dapat dikatan Homogen. Berdasarkan hasil uji T menggunakan regresi sederhana dalam penyimpulan penelitian ini maka ditemukan hasil uji T yaitu nilai signifikansi adalah sebesar 0,000 < 0,05 selain itu juga dibandingkan dengan nilai T tabel maka ditemukan hasil T hitung sebesar 4,813 > 2,069, berdasarkan hasil uji T maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh implementasi mata kuliah statistik terhadap pemahaman mahasiswa dalam analisis data penelitian.Kata kunci: Implementasi Mata Kuliah Statistik, Pemahaman mahasiswa dalam analisis data statistik
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA KELAS VII DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA ALJABAR kusumawati, nela dwi; Prasetyowati, Dina
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): VOL 5 NO 1
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v5i1.2515

Abstract

Abstrak: Artikel ini menjelaskan tentang kemampuan literasi numerasi siswa kelas VII saat menyelesaikan soal cerita pada materi aljabar. Penelitian ini dilakukan di MTs Tarbiyatul Aulad yang berlokasi di Desa Perdopo Kecamatan  Gunungwungkal Kabupaten Pati dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 33 siswa. Data diperoleh dari tes kemampuan literasi numerasi dan wawancara, kemudian data dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif studi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi numerasi sebesar 33 siswa menunjukkan kategori baik dengan nilai rata-rata 84,5. Siswa dengan nilai tertinggi dapat memenuhi dua sampai tiga indikator, sedangkan siswa dengan nilai tes keterampilan literasi numerasi yang rendah hanya memenuhi satu tes indikator. Tidak terpenuhinya indikator disebabkan oleh kesalahan siswa antara lain : 1) Tidak menuliskan informasi data yang diketahui dan ditanyakan, 2) Salah dalam menyelesaikan permasalahan, 3) Salah dalam menghitung, dan 4) Tidak menuliskan kesimpulan hasil jawaban yang diperoleh. Kata Kunci: kemampuan literasi numerasi, aljabar, soal cerita.   Abstract : This article describes junior high school students' literacy numeracy skills in solving story problems on algebra. The research was conducted at private junior high school located in Perdopo, Gunungwungkal, Pati with 33 students research subjects. The data were obtained through the literacy numeracy skills test and interview results, and then the data were analyzed using a qualitative descriptive study. The results showed that the literacy numeracy skills of 33 students showed an good category with an average score of 84,5. Students with the highest score can fulfilled two to three indicators, while students with low score of literacy numeracy skills test only fulfilled one indicator. The unfulfillment of indicators is caused by student errors include: 1) Not writing known data information and asked, 2) Wrong in solving the problem, 3) Wrong when calculating, and 4) Not writing conclusions on the results of the answers obtained. Keywords: literacy numeracy skills, algebra, story problems.    
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS KESIAPAN BELAJAR Fitriyah, Nur Ana; Rahayuningsih, Suesthi; Feriyanto, Feriyanto
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): VOL 5 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v5i2.2557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dalam penerapan model pembelajaran berdiferensiasi berbasis kesiapan belajar untuk mendukung kemampuan penalaran matematis siswa SMP, mendeskripsikan aktivitas siswa saat penerapan model pembelajaran berdiferensiasi berbasis kesiapan belajar untuk mendukung kemampuan penalaran matematis siswa SMP, dan mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa SMP setelah menerapkan model pembelajaran berdiferensiasi berbasis kesiapan belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain One Shot Case Study. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh sebagai berikut: Aktivitas guru menggunakan model pembelajaran berdiferensiasi berbasis kesiapan belajar memperoleh presentase 89,3% pada kategori sangat baik. Aktivitas siswa saat pembelajaran menggunakan model pembelajaran berdiferensiasi berbasis kesiapan belajar pada materi statistika penyajian data memperoleh rata – rata presentase 76,8% pada kategori baik. Hasil tes kemampuan penalaran matematis siswa dari 26 siswa apabila dihitung secara klasikal memperoleh presentase sebesar 73,1% dalam kategori minimal tinggi.Kata Kunci: Pembelajaran Berdiferensiasi, Kesiapan Belajar, Kemampuan Penalaran Matematis Siswa.                                            This research aims to describe the teacher’s activities in applying the differentiated learning model based on students readiness to support the mathematical reasoning skill SMP student, describe student activities in applying the differentiated learning model based on students readiness to support the mathematical reasoning skill SMP student, and describe the mathematical reasoning skill SMP student after applying the differentiated learning model based on students readiness. This research used a quantitative descriptive research method with the One Shot Case Study design. Based on the result of data analysis, the following results were obtained: The teacher’s activities during differentiated learning model based on students readiness were get score 89,3% in very good category. Student activities during the differentiated learning model based on students readiness were get an average score 76,8% in good category. The mathematical reasoning skill of 26 students obtained a percentage of 73,1% in minimum high category.Keywords: Differentiated Learning, Students Readiness, Mathematical Reasoning Skill Student.
KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTU MEDIA KARTU SOAL sari, sita oktavia; rahayuningsih, suesthi; anjariyah, deka
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): VOL 5 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v5i2.2561

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model problem based learning (PBL) berbantu media kartu soal untuk mendukung kemampuan literasi matematika siswa dilihat dari aktivitas guru, aktivitas siswa, dan kemampuan literasi matematika siswa. Populasi dari penelitian ini siswa kelas VIII MTs. Miftahul Ulum Gondang. Penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling yakni kelas VIII-A yang terdiri dari 24 siswa. Penelitian yang digunakan menggunakan kuantitatif deskriptif dengan desain one shoot case study. Kriteria keberhasilan yang digunakan adalah pembelajaran dikatakan efektif jika ketiga aspek tersebut terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mendapatkan presentase 94% sehingga termasuk dalam kategori sangat baik aktivitas siswa mendapatkan presentase 83% sehingga termasuk dalam kategori baik dan hasil tes kemampuan literasi matematika diketahui bahwa siswa memperoleh kriteria kemampuan literasi matematika baik sebanyak 21 siswa, adapun presentase secara klasikal yakni 87%. Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), Media, Kartu Soal, Literasi Matematika   Abstract : This study aims to determine the effectiveness of the problem based learning (PBL) model assisted by question card media to support students' mathematical literacy skills from teacher activities, student activities, and students' mathematical literacy skills. The population of this study is grade VIII students of MTs. Miftahul Ulum Gondang. This study uses Simple Random Sampling, namely class VIII-A consisting of 24 students. The research used used descriptive quantitative with a design one shoot case study. The success criterion used is that learning is said to be effective if these three aspects are met. The results of the study showed that teacher activities received a percentage of 94% so that they were included in the very good category, student activities received a percentage of 83% so that they were included in the good category and the results of the mathematical literacy ability test were known that students obtained the criteria for good mathematical literacy skills as many as 21 students The classical percentage is 87%. Keywords: Problem Based Learning (PBL), Media, Question Cards, Mathematical Literacy

Page 10 of 11 | Total Record : 110