cover
Contact Name
Flesia Welly Ferianti
Contact Email
flesiawellyferianti@gmail.com
Phone
+6282251430097
Journal Mail Official
jurnalalkhawarizmi2@gmail.com
Editorial Address
STKIP Melawi JL. RSUD KM4 Nanga Pinoh Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : 27762270     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika publishes original research papers, case reports, and review articles. The publication include the topic abaut Mathematics education
Articles 103 Documents
MOTIVASI DAN DAYA SERAP MATERI BANGUN DATAR DALAM PEMBELAJARAN DENGAN PENGANTAR BAHASA DAYAK MA’APH Ferianti, Flesia Welly; Linda Dwi Saputri; Aprima Tirsa
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): VOL 5 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v5i2.4442

Abstract

Abstract Students in the learning process still need their mother tongue to help understand the meaning and intent comprehensively, because some students are still interfered with by their mother tongue. The mother tongue used at SMPN 2 Nanga Mahap is Ma'aph. This study aims to increase motivation and absorption of flat shape material with an introduction to the Ma'aph Dayak language. The method used is research and development of 4-D models. The products developed are in the form of RPP and LKPD which contain the mother tongue. Based on the results of the development, the percentage of RPP validation is 86.7% and LKPD is 88.6% which is classified as very valid or feasible to use. 75% of students' motivation is included in the good category and the absorption capacity is fulfilled classically, namely 86% of students who achieve the KKM score. This shows that learning the material of flat shapes with the introduction of the Ma'aph Dayak language increases students' motivation and absorption. For researchers who want to apply mother tongue learning tools, it is expected that they must master the local language well and understand the characteristics of the research subject. Keywords: Mother Tongue, Students' Motivation, Absorption
ANALISIS TINGKAT KECEMASAN MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL ULANGAN TENGAH SEMESTER DI MA SAIRUN PULAU RHUN Kurniawati, Reiza
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): VOL 5 NO 1
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v5i1.3967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana tingkat kecemasan matematika siswa kelas X MA Sairun Pulau Rhun. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengukuran kecemasan siswa dianalisis berdasarkan hasil pengisian angket 13 siswa dan wawancara terstruktur terhadap 4 Subjek yang dipilih berdasarkan 4 kategori tingkat kecemasan, yakni dangat tinggi, tinggi sedang dan rendah. Hasil penelitian diperoleh  9 siswa atau 69,23% dari jumlah keseluruhan siswa kelas X MA Sairun mengalami kecemasan matematis dari kategori sedang ke sangat tinggi. Dan hanya 4 siswa atau 30,77% yang dikategorikan pada tingkat kecemasan matematis rendah. siswa menunjukan gejala somatik dan psikologis yang disebabkan oleh kurang percaya diri, kurangnya keyakinan saat menyelesaikan soal, tidak memahami soal akibat dari ketidakpahaman terhadap materi, guru tidak memberikan soal yang bervariasi sehingga siswa tidak dapat menjawab soal diluar soal-soal yang pernah diberikan saat proses belajar mengajar serta kurangnya motivasi siswa dalam belajar matematika.  Kata Kunci : Analisis, Kecemasan Matematika, UTS 
PENGARUH KECERDASAN LOGIS MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Anggita, Shella; Edy, Sarwo; Huda, Syaiful
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): VOL 5 NO 1
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v5i1.4490

Abstract

Penelitian ini berupaya mengkaji dampak kecerdasan logis matematis terhadap komunikasi matematika dan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif yang memanfaatkan analisis jalur. Populasi penelitian terdiri dari semua siswa SMP kelas tujuh di Kabupaten Balongpanggang, dengan sampel 227 siswa yang dipilih dengan seleksi acak kelompok proporsional. Instrumen penelitian terdiri dari uji deskriptif yang dirancang sesuai dengan indikator masing-masing variabel. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kecerdasan logis matematika secara signifikan mempengaruhi keterampilan komunikasi matematika dan pemecahan masalah. Selain itu, kemampuan komunikasi matematika secara substansial mempengaruhi keterampilan pemecahan masalah matematika. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kecerdasan logis matematis dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah siswa dalam pendidikan matematika.
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Statistika Setelah Penerapan Model Discovery Learning Miskawaih, Al Lian; Rahayuningsih, Suesthi; Anjariyah, Deka
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): VOL 5 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v5i2.2529

Abstract

Abstrak : Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dalam penerapan model discovery learning untuk mendukung kemampuan berpikir kritis siswa pada materi statistika, mendeskripsikan aktivitas siswa dalam penerapan model discovery learning untuk mendukung kemampuan berpikir kritis siswa pada materi statistika dan juga mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa setelah menerapkan model discovery learning. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain One Shot Case Study. Dalam pemilihan sampel dari suatu populasi peneliti menggunakan metode Simple Random Sampling dan kelas VIII-A terpilih sebagai sampel penelitian dengan jumlah siswa sebanyak 32. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melalui observasi dan tes kemampuan berpikir kritis siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan aktivitas guru memperoleh presentase 92,1% yang termasuk kategori sangat baik dan aktivitas siswa juga mendapatkan presentase 94,1% yang termasuk kategori sangat baik. Hasil tes kemampuan berpikir kritis siswa setelah menerapkan model pembelajaran discovery learning menunjukkan bahwa siswa memliki kemampuan berpikir kritis sangat tinggi 28,12%, tinggi 4,75 % , sedang 3,12 %, rendah 18,75%, sangat rendah 6,25 %. Kemudian juga  menghitung kemampuan berpikir kritis siswa secara klasikal dimana siswa yang mendapat nilai minimal pada kategori tinggi atau > 70. Dari data tes kemampuan berpikir kritis terdapat sebanyak 23 siswa dari 32 siswa yang mendapatkan nilai > 70 dalam melaksanakan tes kemampuan berpikir kritis dan mendapatkan presentase 71,87 %.Kata Kunci : Discovery Learning; kemampuan Berpikir Kritis Siswa; Statistika
Analisis Kesulitan Siswa dalam Proses Pemecahan Masalah Matematis pada Materi SPLDV Berdasarkan Langkah Polya Taqiyudin, Muhammad Afif; Fasya, Robby Ismail; Sholahuddin, Dzaki Fadhillah; Herman, Tatang; Hasanah, Aan
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): VOL 4 NO 1
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i1.1767

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam proses pemecahan masalah matematis pada materi sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan langkah-langkah Polya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa pada salah satu SMA Swasta di Bekasi. Pemilihan subjek dilakukan dengan wawancara kepada guru yang mengajar dan didapatkan satu subjek dengan tingkat pemecahan masalah sedang dan dua subjek dengan tingkat pemecahan masalah rendah. Selanjutnya, siswa diberikan tugas pemecahan masalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Dalam pemecahan masalah, digunakan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, menyusun rencana pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan, dan memeriksa kembali hasil pemecahan. Dari analisis data, siswa dengan kemampuan sedang mampu melakukan perencanaan pemecahan masalah serta mampu menyelesaikan pemecahan masalah secara tepat. Namun siswa tidak melakukan tahap pemeriksaan kembali. Siswa dengan kemampuan penalaran rendah tidak mampu dalam memahami masalah serta melakukan perencanaan pemecahan masalah. Penyelesaian masalah yang diberikan oleh siswa dengan kemampuan penalaran rendah juga tidak tepat dan tidak melakukan pemeriksaan kembali. Disarankan kepada guru untuk mengecek kembali pemahaman siswa mengenai materi prasyarat danmemanfaatkan teknologi dengan tujuan mengurangi kesulitan siswa dalam memahami materi.
PENGARUH KURIKULUM MARDEKA BELAJAR TERHADAP MINAT SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Dwi Saputri, Linda; Welly Ferianti, Flesia; Septiadi, Wahyu
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): VOL 4 NO 1
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i1.1852

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurikulum mardeka belajar terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 7 SMP Setya Budi berjumlah  53 siswa dengan 2 kelas. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Data dianalisis menggunakan analisis regresi. Sebelum dilakukan uji regresi, maka dilakukan uji normalitas dan uji linearitas. hasil penelitian diperoleh bahwa kurikulum mardeka belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar siswa pada mata Pelajaran matematika.Kata Kunci: Kurikulum mardeka, Minat belajar.  Abstract: This research aims to determine the effect of the freedom to learn curriculum on students' interest in learning in mathematics. The method used is a quantitative method. The subjects in this research were 53 grade 7 students at Setya Budi Middle School in 2 classes. The techniques used to collect data are  questionnaires. Data were analyzed using regression analysis. Before the regression test is carried out, a normality test and linearity test are carried out. The research results showed that the freedom to learn curriculum had a significant influence on students' interest in learning in mathematics.Keywords: Freedom curriculum, interest in learning
DAMPAK KURANGNYA PRAKTIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA: PENTINGNYA LATIHAN TERSTRUKTUR BAGI PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA Apriani, Feny; Sudiansyah, Sudiansyah
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): VOL 4 NO 1
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i1.1856

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengeksplorasi dampak kurangnya praktik dalam pembelajaran matematika terhadap siswa tingkat menengah. Dari hasil kuisioner, 54,84% responden mengalami dampak signifikan dari kurangnya waktu praktik, memengaruhi keterlibatan dalam aktivitas matematika di luar jam pelajaran. Sementara 32,26% merasakan dampak pada kualitas praktik matematika, menunjukkan kesulitan dalam mendalami konsep. Dalam aspek kritis, 66,94% responden menyatakan kurangnya praktik mempengaruhi pemahaman dan tindakan kritis mereka. Lebih lanjut, 46,24% merasa dampak pada pemahaman konsep, dan 39,78% mengaitkannya dengan penurunan minat dan motivasi. Meskipun sebagian kecil (12,90%) berupaya mengatasi keterbatasan waktu, hasil menyoroti perlunya peningkatan praktik matematika. Kesimpulannya, kurangnya praktik dalam pembelajaran matematika berdampak pada keterlibatan, pemahaman konsep, tindakan kritis, dan motivasi siswa. Perbaikan dalam alokasi waktu, program latihan, dan kualitas praktik matematika diperlukan untuk meningkatkan pembelajaran matematika di tingkat menengah. Kata Kunci: Praktik, Latihan Terstruktur, Konsep Matematika.   Abstract : This research explores the impact of insufficient practice in mathematics learning on middle school students. The questionnaire results reveal that 54.84% of respondents experience a significant impact of insufficient time for practice, affecting their engagement in mathematical activities beyond regular class hours. Additionally, 32.26% feel the impact on the quality of their mathematical practice, indicating difficulties in delving into concepts. Concerning critical thinking, 66.94% of respondents state that the lack of practice affects their understanding and critical thinking abilities. Furthermore, 46.24% perceive an impact on their understanding of mathematical concepts, and 39.78% associate it with a decline in interest and motivation. While a small portion (12.90%) makes efforts to overcome time constraints, the findings underscore the need for improving mathematical practice. In conclusion, insufficient practice in mathematics learning affects student engagement, conceptual understanding, critical thinking, and motivation. Improvements in time allocation, practice programs, and the quality of mathematical practice are necessary to enhance mathematics learning in middle school..Keywords: Practice, structured exercises, mathematical concepts'.  
Pengaruh Metode Pembelajaran Hybrid Terhadap Self-Efficacy Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Lubis, Ulfa Annisa; Diva, Dian Fatma
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): VOL 4 NO 1
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i1.2313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh metode pembelajaran hybrid terhadap self-efficacy siswa dalam pembelajaran matematika di Indonesia. Metode pembelajaran hybrid menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online, yang memungkinkan siswa untuk berinteraksi langsung dengan guru dan teman sebaya serta belajar secara mandiri sesuai dengan kecepatan mereka sendiri. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Partisipan penelitian ini  dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen yang mengikuti metode pembelajaran hybrid dan kelompok kontrol yang mengikuti metode pembelajaran konvensional.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran hybrid memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap self-efficacy siswa dalam matematika. Rata-rata skor self-efficacy siswa pada kelompok eksperimen meningkat dari 3.2 menjadi 4.0, sementara pada kelompok kontrol hanya meningkat dari 3.1 menjadi 3.2. Analisis paired samples test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0.05). Selain itu, prestasi matematika siswa pada kelompok eksperimen juga meningkat lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini mendukung penerapan metode pembelajaran hybrid sebagai strategi efektif untuk meningkatkan self-efficacy dan prestasi siswa dalam matematika.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI GENDER PADA SISWA KELAS VIII SMPN 11 PONTIANAK ANNISA, ANNISA
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2329

Abstract

Abstrak: Kemampuan komunikasi dalam matematika dikenal dengan kemampuan komunikasi matematis yang harus dimiliki siswa selama belajar dalam pembelajaran matematika. Komunikasi matematis tidak terlepas dari perbedaan gender. Berdasarkan hasil pra-obeservasi bersama Guru Matematika kelas VIII SMP Negeri 11 Pontianak diperoleh informasi bahwa siswa perempuan lebih cendrung memiliki kemampuan komunikasi matematis yang baik dibandingkan siswa laki-laki, namun mereka rata-rata cenderung lebih unggul dari pada siswa perempuan dalam tes visual ruang. Hasil dari penelitian ini diperoleh ketercapaian komunikasi matematis siswa perempuan lebih unggul terhadap siswa laki-laki dalam kemampuan menyusun pertanyaan terhadap situasi yang diberikan disertai alasan. Adapun beberapa hasil tersebut juga didukung dari perhitungan uji-t dapat dilihat bahwa hasil uji-t hitung adalah 2,1212 dari nilai tersebut bahwa thitung > ttable , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dari komunikasi matematis siswa perempuan dan laki-laki. Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi, Matematis, Siswa Abstract : Communication skills in mathematics are known as mathematical communication skills that students must have while studying mathematics. Mathematical communication cannot be separated from gender differences. Based on the results of pre-observations with the Class VIII Mathematics Teacher at SMP Negeri 11 Pontianak, information was obtained that female students were more likely to have good mathematical communication skills than male students, but on average they tended to be superior to female students in the spatial visual test. The results of this research showed that female students' mathematical communication achievements were superior to male students in their ability to formulate questions about given situations with reasons. Some of these results are also supported by t-test calculations. It can be seen that the calculated t-test result is 2.1212. From this value, tcount > ttable, it can be concluded that there is a significant difference in the mathematical communication of female and male students. Keywords: Communication Skills, Mathematical, Student.
Analisis Kesalahan Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Literasi Matematis Berdasarkan Teori Kastolan Kamila, Nazwa Guseynova; Khaerunnisa, Etika; Fathurrohman, Maman
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2334

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis kesalahan serta faktor penyebab kesalahan yang siswa lakukan dalam menyelesaikan soal literasi matematis berdasarkan teori Kastolan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 5 SMAN 1 Ciruas. Intrumen dalam penelitian ini terdiri dari instrumen tes literasi matematis yang berjumlah 6 butir soal dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian melakukan 3 jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal literasi matematis, yaitu kesalahan konseptual sebesar 42,53%, kesalahan prosedural sebesar 31,61%, dan kesalahan teknik sebesar 25,86%. Kesalahan konseptual terjadi karena subjek penelitian terbiasa mengerjakan soal secara langsung ke prosedur penyelesaiannya tanpa menuliskan rumusnya terlebih dahulu. Penyebab terjadinya kesalahan prosedural antara lain tidak mengetahui langkah penyelesaian yang harus dilakukan selanjutnya, kurangnya kemampuan dalam memanipulasi langkah penyelesaian, kurangnya kemampuan dalam menerapkan operasi perpangkatan pada suatu bilangan, dan kurang terbiasanya mengerjakan jenis soal seperti yang diberikan. Penyebab terjadinya kesalahan teknik antara lain kurangnya kemampuan dalam melakukan operasi aljabar bentuk akar, belum selesainya prosedur penyelesaian yang dilakukan sehingga berdampak pada tidak adanya hasil, serta tidak menerapkan prosedur penyelesaian soal dengan tepat sehingga berdampak pada salahnya perhitungan. Kata Kunci: analisis kesalahan, soal literasi matematis, teori kastolan   Abstract : This study aims to identify and describe the types of errors and factors that cause errors made by students in solving mathematical literacy problems based on Kastolan theory. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The subjects in this research were students of class XII IPA 5 at SMAN 1 Ciruas. The instrument in this research consisted of a mathematical literacy test instrument consisting of 6 questions and an interview guide. The research results showed that research subjects made 3 types of errors in solving mathematical literacy questions, namely conceptual errors of 42.53%, procedural errors of 31.61%, and technical errors of 25.86%. Conceptual errors occur because research subjects are used to working on problems directly to the solution procedure without writing down the formula first. Causes of procedural errors include not knowing what solution steps to take next, not being able to manipulate the solution steps, not being able to apply exponentiation operations of a number, and not understanding how to work on the type of problem given. Causes of technical errors include lack of ability to perform algebraic operations in the form of roots, not completing the solution procedure so that it does not produce results, and not applying the problem solving procedure correctly resulting in incorrect calculations. Keywords: error analysis, mathematical literacy problems, castolan theory  

Page 9 of 11 | Total Record : 103