cover
Contact Name
Leo Yosdimyati Romli
Contact Email
yosdim21@gmail.com
Phone
+6281559748893
Journal Mail Official
jurnalabdimedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 A Candimulyo Jombang Jawa Timur Indonesia
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Abdi Medika
ISSN : 28281454     EISSN : 28278410     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
The Abdi Medika journal is dedicated to the advancement of sciences in the field of community service. Community service, particularly in the health sector, encompasses nursing, midwifery, health analytics, public health, medicine, nutrition, and other health sciences in the context of community empowerment, training and use, appropriate technology (TTG), and development education. health that is sustained.
Articles 55 Documents
Pemeriksaaan Golongan Darah dan Kadar Hemoglobin di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Pelangi Distrik Abepura Kota Jayapura Indra Taufik Sahli; Asrianto Asrianto; Rina Purwati; Asrori Asrori; Dwi Setiani; Novianti Yoyo Simega
Jurnal Abdi Medika Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Abdi Medika Desember 2022
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v2i2.1095

Abstract

Pemeriksaan golongan darah berkaitan dengan transfusi dan berhubungan dengan penyakit. Hemoglobin merupakan protein darah yang memiliki fungsi dalam translokasi oksigen ke jaringan. Kadar Hemoglobin berkaitan dengan nutrisi dan penyakit. Pengabdian kepada masyarakat terdiri atas survei dan perizinan, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan, intervensi dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dua pemeriksaan yaitu pemeriksaan golongan darah ABO menggunakan metode direct dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan metode Sahli dan Hb meter. Tahap intervensi dilakukan selama enam pekan berupa pemberian bubur kacang hijau. Tahap evaluasi dilakukan pemeriksaan kembali kadar hemoglobin. Anak-anak LKSA Pelangi belum mengetahui golongan darah dan beberapa anak mengalami kecacingan. Kecacingan berimplikasi terhadap kadar hemoglobin. Target kegiatan ini adalah data golongan darah dan kadar hemoglobin anak-anak binaan. Berhasil dilakukan pemeriksaan golongan darah dan kadar hemoglobin. Hasil pemeriksaan golongan darah menunjukkan golongan darah O (51,61%), B (35,48%), A (9,67%) dan AB (3,22%). Golongan darah merupakan identitas penting dalam transfusi darah. Golongan darah juga berkaitan erat dengan suatu penyakit. Hasil pemeriksaan hemoglobin menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata kadar hemoglobin dari 11,03 g/dl menjadi 12,83 g/dl setalah dilakukan intervensi. Kadar hemoglobin bergantung pada usia, jenis kelamin, dan paparan penyakit tertentu. Hemoglobin dikaitkan dengan anemia, sehingga kontrol hemoglobin pada anak-anak selalu dapat diagendakan untuk dilakukan pemeriksaan. Kegiatan ini adalah berhasil melakukan pemeriksaan golongan darah dan kadar hemoglobin.
Penyuluhan Gaya Hidup Sehat Remaja Liliek Pratiwi; Harnanik Nawangsari
Jurnal Abdi Medika Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Abdi Medika Desember 2022
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v2i2.1122

Abstract

Masa remaja adalah fase kehidupan antara masa kanak-kanak dan dewasa, dari usia 10 hingga 19 tahun. Ini adalah tahap perkembangan manusia yang unik dan waktu yang penting untuk meletakkan dasar kesehatan yang baik. Remaja mengalami pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial yang cepat. Hal Ini memengaruhi bagaimana perasaan, pemikiran, pengambilan keputusan, dan interaksi mereka dengan dunia di sekitar mereka.Meskipun dianggap sebagai tahap kehidupan yang sehat, ada kematian, penyakit, dan cedera yang signifikan pada masa remaja. Banyak dari ini dapat dicegah atau diobati. Selama fase ini, remaja menetapkan pola perilaku, misalnya terkait dengan pola makan, aktivitas fisik, penggunaan narkoba, dan aktivitas seksual - yang dapat melindungi kesehatan mereka dan kesehatan orang lain di sekitarnya, atau membahayakan kesehatan mereka sekarang dan di masa mendatang. masa depan. Remaja dalam tumbuh dan berkembang untuk kesehatan yang baik, remaja membutuhkan informasi, termasuk pendidikan seksualitas komprehensif yang sesuai dengan usia; kesempatan untuk mengembangkan kecakapan hidup; pelayanan kesehatan yang dapat diterima, adil, sesuai dan efektif; dan lingkungan yang aman dan mendukung. Mereka juga membutuhkan kesempatan untuk berpartisipasi secara bermakna dalam perancangan dan pelaksanaan intervensi untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan mereka. Memperluas kesempatan seperti itu adalah kunci untuk menanggapi kebutuhan dan hak khusus remaja1. Obesitas dan gangguan kesehatan mental adalah dua masalah kesehatan masyarakat substansial yang mengancam kesehatan dan kinerja akademik remaja. Tingkat prevalensi obesitas dan masalah kesehatan mental / psikososial bahkan lebih tinggi pada remaja minoritas, dengan dua kondisi seringkali hidup berdampingan. Tiga puluh dua persen remaja sekarang kelebihan berat badan. Remaja yang obesitas lebih cenderung terlihat buruk dalam keterampilan sosial dan kebiasaan gizi, prestasi akademik yang tidak memadai, depresi, stres, dan kecemasan dibandingkan remaja non-obesitas. Lebih lanjut, sekitar satu dari empat remaja memiliki gangguan kesehatan mental, namun <25% dari 15 remaja juta remaja yang terkena dampak menerima pengobatan. Berbagai faktor berkontribusi terhadap obesitas pada remaja, termasuk penurunan aktivitas fisik, gizi buruk, dan depresi. Karena waktu yang dihabiskan remaja di lingkungan belajar, sekolah menjadi tempat untuk membekali remaja dengan keterampilan untuk meningkatkan perilaku gaya hidup sehat, kesehatan mental, keterampilan sosial, dan prestasi akademik2. Masa remaja seharusnya menjadi masa paling sehat dalam hidup kita. Tapi buka surat kabar mana pun dan ada kemungkinan besar akan menemukan artikel tentang masalah kesehatan remaja saat ini. Baik itu narkoba atau kekerasan yang dipicu alkohol, obesitas, penindasan maya, atau sexting, yang dikhawatirkan adanya kemungkinan bahwa generasi ini dalam bahaya. Tidak diragukan lagi bahwa masa remaja saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Sebagai permulaan, ini dimulai lebih awal karena pubertas telah mengalami tren penurunan selama lebih dari satu abad. Ini juga berlangsung lebih lama dengan tekanan untuk tetap bersekolah, yang berarti transisi yang secara historis menandai akhir masa remaja sekarang terjadi jauh di kemudian hari. Dan ini telah menjadi generasi yang tinggal di rumah karena kebanyakan anak muda tidak memiliki sarana keuangan untuk pindah dari rumah saat mereka mau.Akhirnya, sebagian besar, remaja saat ini akan menjadi orang tua di usia tiga puluhan, bukan remaja atau dua puluhan. Salah satu akibatnya adalah perjalanan dari masa kanak-kanak hingga dewasa tidak lagi hanya melintasi masa remaja tetapi berjalan selama beberapa dekade. Ini berarti masa remaja sekarang menjadi bagian yang lebih besar dari jalan hidup daripada tahap mana pun dalam sejarah manusia.Itulah salah satu alasan mengapa pengangguran kaum muda penting. Jika seorang muda tidak berhasil melakukan transisi ke pekerjaan, konsekuensi ekonominya bagi dia, generasi berikutnya, dan bangsanya sangat besar dampaknya.Remaja seringkali melakukan perilaku nekat seperti minum dan merokok yang berdampak merugikan bagi kesehatannya di kemudian hari.Ini adalah tahun-tahun yang meletakkan dasar bagi kesehatan di sepanjang kehidupan. Itu juga ketika bagian otak yang mendukung kesehatan mental dan emosional sedang dibentuk3. Perkembangan kebiasaan sehat pada masa kanak-kanak dan remaja berpeluang besar untuk berubah menjadi kebiasaan sehat pada kehidupan dewasa. Oleh karena itu, sangatlah mendasar untuk mengajarkan dan mendorong kebiasaan hidup sehat pada remaja, dan Keperawatan memainkan peran mediasi dalam proses ini. Namun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja memiliki pengetahuan tentang kesehatannya dan masalah-masalah yang ditimbulkan oleh kebiasaan buruk tersebut. Hal ini lebih terkait dengan budaya praktik ini daripada informasi aktual, tetapi disoroti bahwa pemahaman ini penting untuk tindakan yang akan direncanakan dan dikembangkan bersama kelompok ini melalui strategi pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan menjadi alat yang esensial, karena menganggap remaja sebagai individu dengan pengetahuan yang terkadang perlu disadarkan melalui pengetahuan lain untuk membangun dan / atau meningkatkan praktik mereka. Peran perawat adalah menyediakan peralatan yang didasarkan pada individualitas masing-masing remaja, yaitu melampaui transmisi pengetahuan ilmiah. Setelah melihat analisis masalah di atas,dari pihak RRi Pro2 Cirebon mengajak kami berpartisipasi aktif sebagai relawan narasumber khusus acara Life Style topiknya yaitu Gaya Hidup Sehat Remaja. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian pada masyarakatsebagai bagian kewajiban dosen, mengingat kegiatan seperti penyuluhan secara luar jaringan masih belum dapat dilakukan karena masih pandemic dan protocol kesehatan pemerintah. Oleh karena itu, telah diselenggarakannya siaran melalui RRI Pro 2 Cirebon.
Penyuluhan Tehnik Menyusui yang Benar Dwi Anik Karya Setiarini; Harnanik Nawangsari; Dhita Yuniar Kristianingrum
Jurnal Abdi Medika Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Abdi Medika Desember 2022
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v2i2.1126

Abstract

Menyusui merupakan suatu proses pemberian ASI pada bayi dari payudara ibu. Keterampilan yang dimiliki oleh ibu dan bayi yang keduanya membutuhkan waktu dan kesabaran untuk pemenuhan nutrisi pada bayi selama 6 bulan. Teknik menyusui merupakan salah satu faktor yang sangat besar dalam produksi ASI. Oleh karena itu kami dari pihak institusi melakukan kegiatan pengabdian masyarakat agar dapat membantu dalam peningkatkan tingkat keberhasilan ibu dalam menyusui. Pada pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan kontribusi agar dapat membantu ibu memperlancar pemberian ASI dan produksi ASI. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode pendekatan survey yaitu pengumpulan data pada bayi yang berjumlah 20 bayi di PMB Ruliati, SST., M.Kes Jogoroto Jombang secara Prospectif Study selama 1 bulan. Analisis data yang digunakan data kualitatif dan statistik deskriptif. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah Setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan 16 (80 %) ibu menyusui dengan kategori baik dalam melakukan posisi menyusui yang benar. Setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan 18 (90 %) ibu menyusui dengan kategori baik dalam melakukan perlekatan menyusui yang benar. Dalam memberikan edukasi/informasi kepada ibu menyusui sangat membantu dan efektif dilakukan secara berkesinambungan dan penting sekali dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan untuk memberikan motivasi untuk memberikan ASI kepada bayinya dengan memperhatikan teknik menyusui yang benar sehingga tingkat keberhasilan ibu menyusui dalam memberikan ASI saja mulai dari umur bayi 0-6 bulan. Kata kunci: Teknik Menyusui
Pendidikan Tentang Pentingya Dukungan Keluarga dalam Pemberian ASI Eksklusif Fera Yuli Setiyaningsih; Any Isro’aini; Ratna Dewi Permatasari; Tri Purwanti; Nining Mustika Ningrum; Yana Eka Mildiana; Henny Sulistyawati
Jurnal Abdi Medika Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Abdi Medika Desember 2022
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v2i2.1135

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi, karena kandungan gizinya sangat khusus dan sempurna serta sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi. WHO dan UNICEF telah mengeluarkan peraturan baru tentang pemberian “ASI segera” sebagai salah satu tindakan “life saving” adapun maksud dari pearaturan tersebut adalah untuk menyelamatkan bayi baru lahir. Data yang dipaparkan oleh UNICEF pada tahun 2012 hanya 39% bayi mendapatkan ASI eksklusif. Pada tahun 2015 keberhasilan pemberian ASI eksklusif mencapai 40% di dunia. Dukungan keluarga merupakan faktor eksternal yang paling besar pengaruhnya terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Ibu menyusui membutuhkan dukungan dan pertolongan, baik ketika memulai maupun melanjutkan menyusui hingga 2 tahun yaitu dukungan keluarga terutama suami dan tenaga kesehatan. Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pretest dan posttest menggunakan kuesioner yang berisi tentang ASI eksklusif. Peserta dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu menyusui, suami dan keluarga. Tempat kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Brambang Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Waktu kegiatan pengabdian masyarakat pada bulan September sampai Oktober tahun 2022. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat di dapatkan sebelum penyuluhan dilakukan pengetahuan ibu dan keluarga sebagian besar kurang yaitu 75%, setelah dilakukan penyuluhan pengetahuan ibu dan keluarga sebagian besar baik yaitu 78.1%. Dari hasil pretest dan posttest diketahui terdapat peningkatan pengetahuan ibu menyusui dan keluarga tentang ASI eksklusif. Tingkat dukungan keluarga merupakan faktor pendukung terlaksanya pemberian ASI eksklusif.
Manajemen Pemberian ASI Eksklusif Sejak Dini Pada Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Kejadian Stunting Maharani Tri Puspitasari; Harnanik Nawangsari; Leo Yosdimyati Romli
Jurnal Abdi Medika Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Abdi Medika Desember 2022
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v2i2.1136

Abstract

Munculnya masalah terkait resiko kejadian stunting pada balita di masyarakat salah satunya disebabkan akibat rendahnya pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil terkait pentingnya pemberian ASI Ekslusif. Target pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengoptimalkan manajemen ASI Ekslusif sejak dini pada ibu hamil sebagai upaya pencegahan kejadian stunting. Jenis luaran yang akan dihasilkan sesuai dengan rencana kegiatan adalah perubahan manajemen kesehatan masyarakat dengan indikator peningkatan pengetahuan terkait pentingnya pemberian ASI Ekslusif. Pendekatan metode yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan mitra program pengabdian kepada masyarakat adalah dengan menggunakan pendekatan survei data ibu hamil melalui kader kesehatan. Pengumpulan datanya bersifat prospectif study, selama 2 minggu yaitu pada bulan oktober 2022 dan dilakukan analisis data secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah diberikan sebuah manajemen terkait ASI ekslusif sejak dini didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan atau perubahan pada pengetahuan ibu hamil terkait pentingnya pemberian ASI esklusif dalam rangka pencegahan kejadian stunting. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik sebesar 64 % (16 responden). Kesimpulan dari hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan adalah manajemen pemberian ASI ekslusif sejak dini pada ibu hamil sangat berperan dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil khususnya pentingnya pemberian ASI ekslusif dalam rangka upaya pencegahan kejadian stunting.
Penyuluhan dan Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu pada Lansia Produktif sebagai Upaya Pencegahan DM di Desa Panglungan Wonosalam Jombang Erawati Erawati
Jurnal Abdi Medika Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Abdi Medika Mei 2023
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v3i1.1172

Abstract

Pengabdian Masyarakat adalah kegiatan yang bertujuan membantu masyarakat dalam aktivitas seperti pencegahan penyakit Diabetes Melitus (DM). DM merupakan penyakit yang berhubungan dengan sindrom metobolik dengan ciri meningkatnya kadar glukosa darah. Orang dengan sindroma metabolik yang memiliki resiko diabetes mempunyai kondisi gula darah puasa yang meningkat, obesitas abdominal, kadar kolesterol yang tinggi, serta hipertensi. Kegiatan Pengmas pada topik ini bertujuan memberikan informasi Penyuluhan Dan Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) Pada Lansia Produktif Sebagai Upaya Pencegahan DM Di Desa Panglungan Wonosalam Jombang. Metode: Kegiatan pengmas dilakukan menggunakan penyuluhan, diskusi, dan pemeriksaan GDS. Pengmas dilakukan pada ibu PKK di Desa Panglungan Wonosalam Jombang sejumlah 30 orang. Hasil dari pemeriksaan GDS 20% ibu memiliki kadar Gula darah tinggi dan 80% ibu kadar gula darah menunjukan normal. Hal ini terjadi karena ibu-ibu dengan kadar gula tinggi sebelumnya sudah dinyatakan Penderita DM oleh pihak Kesehatan dan melakukan pengobatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai DM terbukti dengan nilai evaluasi yang baik. Ibu dengan gula darah tinggi sudah melakukan pengobatan dan rutin control serta ibu-ibu di kegiatan sehari-hari melakukan aktifitas untuk mencegah DM.
Peningkatan Pengetahuan Melalui Edukasi Pada Ibu Hamil Tentang Stunting dan Wasting di Desa Dapur Kejambon Kabupaten Jombang Siti Fatimah; Ayu Mayhesa Gemilang R; Nadila Aulia
Jurnal Abdi Medika Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Abdi Medika Mei 2023
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v3i1.1180

Abstract

Awal masa kehamilan sampai usia anak dua tahun merupakan priode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dimasa priode tumbuh kembang menentukan perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan tubuh yang membutuhkan asupan gizi seimbang. Anak yang mengalami stunting akibat kekurangan gizi protein secara kronis dan anak mengalami wasting akibat penurunan berat badan yang akut dapat dimasukkan dalam kriteria anak kurus. Masalah dalam pengabdian masyarakat ini adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang gizi yang dibutuhkan ibu hamil dapat mengakibatkan resiko terhadap kejadian stunting dan wasting pada balita. Target kegiatan adalah ibu hamil di Desa Dapur Kejambon kehamilan trimester 1, 2 dan 3. Luaran yang dihasilkan adalah adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang gizi ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting dan wasting. Metode atau bentuk kegiatan yang digunakan memberikan penyuluhan penyampaian materi dengan media poster dan leaflet,diskusi diakhiri evaluasi. Penilaian mengenai pemahaman ibu hamil tentang gizi ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting dan wasting dengan tiga tahap (diawali dengan pretest, penyampaian materi penyuluhan,evaluasi post test). Hasil kegiatan menunjukkan bahawa terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah post test sebesar 85% pengetahuan baik. Kesimpulan dari hasil kegiatan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada ibu hamil tentang pencegahan stunting dan wasting sehingga bisa merubah prilaku dan sikap dalam pemenuhan gizi kehamilan. .
Peningkatan Pengetahuan Melalui Edukasi Pada Ibu Hamil Tentang Pentingnya Suplemen Zat Besi dan Asam Folat di Desa Dapur Kejambon Kabupaten Jombang Alfira Fitriana
Jurnal Abdi Medika Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Abdi Medika Mei 2023
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v3i1.1183

Abstract

Anemia adalah salah satu penyebab Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Penyebab dari anemia pada ibu hamil adalah karena kekurangan zat besi. Oleh karena itu ibu hamil wajib mengkonsumsi suplemen zat besi dan asam folat 90 tablet selama kehamilan untuk mengurangi angka kejadian anemia. Untuk meningkatkan kerutinan ibu dalam mengkonsumsinya maka perlu dilakukan pemberian edukasi kepada ibu hamil tentang pentingnya suplemen zat besi dan asam folat secara teratur. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya suplemen zat besi dan asam folat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pre test dan post test menggunakan kuisioner tentang suplemen zat besi dan asam folat. Pesertanya adalah 18 ibu hamil di desa Dapur Kejambon Jombang. Waktu kegiatan pengabdian masyarakat adalah pada bulan Januari 2023. Hasil kegiatan ini adalah hasil pre test sebelum dilakukan penyuluhan diketahui bahwa sebagian besar ibu hamil mempunyai tingkat pengetahuan tentang suplemen zat besi dan asam folat yang kurang yaitu sebanyak 12 dari 18 ibu hamil (66.67 %). Sedangkan hasil post test setelah diberikan edukasi sebagian besar ibu hamil mempunyai tingkat pengetahuan tentang suplemen zat besi dan asam folat yang Baik yaitu sebanyak 15 dari 18 ibu hamil (83.33%). Dapat disimpulkan bahwa setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya supplement zat besi dan asam folat selama kehamilan sehingga diharapkan ibu lebih rutin untuk mengkonsumsi supplement zat besi dan asam folat selama kehamilannya.
Pembinaan Kader dalam Meningkatkan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Wanita Usia Subur Mitayakuna Stianto
Jurnal Abdi Medika Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Abdi Medika Mei 2023
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia cakupan peserta kb aktif metode jangka panjang masih tergolong rendah, yaitu : AKDR (7,4%), AKBK (7,4%), MOW (2,7%), dan MOP (0,5%) yang masih berada jauh dibawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yaitu 66%. Sementara itu untuk Provinsi Jawa Timur cakupan peserta kb aktif masih belum mencapai target yaitu 60,5%. Di Desa Dapur Kejambon salah satu desa di wilayah Puskesmas Tambakrejo dimana cakupan metode kontrasepsi jangka panjang masih rendah. Sebagian besar peserta KB aktif memilih suntikan dan pil sebagai alat kontrasepsi, bahkan sangat dominan yaitu 80%, padahal suntikan dan pil merupakan metode kontrasepsi jangka pendek sehingga tingkat efektifitas dalam pengendalian kehamilannya pun rendah. Luaran wajib adalah publikasi jurnal. Penyuluhan kepada kader dan pelatihan cara melakukan konseling. Sebelum sosialisasi/penyuluhan dilakukan pre test didapatkan hasil pengetahuan kader KB kurang yaitu 66,67%, sedangkan setelah dilakukan sosialisasi/penyuluhan pengetahuan kader meningkat yaitu 83,33% Kader yang telah ditunjuk oleh pusat pelayanan kesehatan setempat bekerjasama dengan tim kesehatan untuk dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Tehnik SADARI Maharnani Tri Puspitasari; Harnanik Nawangsari; Leo Yosdimyati Romli; Octo Gyan Falesta
Jurnal Abdi Medika Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Abdi Medika Mei 2023
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v3i1.1197

Abstract

Kanker payudara umumnya ditandai dengan adanya benjolan pada payudara, namun tidak semua benjolan pada payudara berarti kanker. Meskipun demikian, jika ditemukan benjolan pada payudara sebaiknya tetap waspada dan secepatnya dipastikan apakah benjolan tersebut bersifat jinak (tumor) atau kanker, semakin cepat kanker terdiagnosis, keberhasilan pengobatan akan semakin besar. Target pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengoptimalkan kegiatan penyuluhan tentang deteksi dini melalui SADARI pada Ibu dan Remaja sebagai upaya meningkatkan pengetahuan tentang perawatan payudara dan deteksi kanker payudara. Jenis luaran yang akan dihasilkan sesuai dengan rencana kegiatan adalah perubahan kemampuan perawatan dan deteksi kanker payudara dengan indikator peningkatan pengetahuan. Pendekatan metode yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan mitra program pengabdian kepada masyarakat adalah dengan menggunakan pendekatan survei. Pengumpulan datanya bersifat prospectif study, selama 2 minggu dan selanjutnya data yang didapatkan dilakukan analisis data secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah diberikan edukasi atau penyuluhan tentang SADARI didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan tentang perawatan payudara dan deteksi kanker payudara. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi hanya sebagian kecil dari responden yang memiliki pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 4 reponden (14,81%) dan setelah diberikan edukasi lebih dari separuh responden memiliki pengetahuan yang baik sebesar 59,26% (16 responden). Kesimpulan dari hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan adalah kediatan edukasi atau penyuluhan SADARI sangat berperan dalam meningkatkan pengetahuan responden tentang perawatan payudara dan deteksi dini kanker payudara.