cover
Contact Name
Leo Yosdimyati Romli
Contact Email
yosdim21@gmail.com
Phone
+6281559748893
Journal Mail Official
jurnalabdimedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 A Candimulyo Jombang Jawa Timur Indonesia
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Abdi Medika
ISSN : 28281454     EISSN : 28278410     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
The Abdi Medika journal is dedicated to the advancement of sciences in the field of community service. Community service, particularly in the health sector, encompasses nursing, midwifery, health analytics, public health, medicine, nutrition, and other health sciences in the context of community empowerment, training and use, appropriate technology (TTG), and development education. health that is sustained.
Articles 55 Documents
Pemberdayaan Ibu Pkk di Desa Wonokoyo Kulon Kec. Beji Pasuruan dalam Upaya Pengembangan Desa Sehat : Pemantauan Komplikasi Secara Mandiri Penyakit Diabetus Millitus Sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi Moch Bahrudin; Tanty Wulan Dari; Siti Maimuna; Sutomo Sutomo; Leo Yosdimyati Romli
Jurnal Abdi Medika Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Abdi Medika Desember 2023
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v3i2.1233

Abstract

Posyandu lansia merupakan kegiatan untuk meningkatkan kesehatan lansia yang mau dan mampu melaksanakan kegiatan lansia terutama dalam upaya- upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di bawah pembinaan petugas kesehatan puskesmas di wilayah setempat yang dilakukan atas kesadaran diri sendiri dan tanpa pamrih. Dengan pemberdayaan ibu-ibu PKK diharapkan terlaksananya upaya promosi kesehatan dan pencegahan (preventiv) terutama untuk penyakit Diabetus millitus dan komplikasinya. Terdeteksinya penyakit Diabetus millitus dan komplikasinya secara dini di masyarakat, dan posyandu lansia mampu mengambil inisiatif untuk segera menyelesaikan masalah-masalah penyakit Diabetus millitus dan komplikasinya yang ada disekitarnya. Tujuan kegiatan ini adalah pemberdayaan ibu PKK dalam pengolahan penyakit Diabetus millitus di Desa Wonokoyo. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab dan pengukuran gula darah stik. Hasil dari kegiatan yang paling utama diantaranya : sebagian besar peserta kegiatan pengabdian masyarakat memahami tentang pengobatan dan pengolahan penyakit serta komplikasi yang meliputi : pengertian, kriteria, tanda dan gejala, pengobatan ringan dari diabetes millitus, serta ada 3 pertanyaan dari peserta diantaranya adalah jenis makanan yang boleh dikomsumsi oleh pasien Diabetus millitus, tata cara minum obat dan penggunaan obat dari tumhuh-tumbuhan misalnya daun salam. Implikasi kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK tentang pengetahuan pengobatan dan pencegahan penyakit Diabetus millitus. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini Sebagian besar atau mayoritas peserta sangat antusias dan memahami tentang pengobatan dan pengolahan penyakit Diibetus millitus di tingkat keluarga yang pada akhirnya meningkatkan derajat hidup pasien Diabetus millitus.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Mengelolah Penyakit Hipertensi dan Komplikasinya di Desa Kedungringin Kec. Beji Kabupaten Pasuruan Moch Bahrudin; Tanty Wulan Dari; Siti Maimuna; Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih; Sutomo Sutomo
Jurnal Abdi Medika Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Abdi Medika Desember 2023
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v3i2.1234

Abstract

Penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyebab komplikasi ke penyakit diantaranya gagal ginjal dan stroke serta penyebab kematian tertinggi, kondisi ini perlu untuk dilakukan pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit darah tinggi. Berdasarkan hasil survey, bahwa hampir di setiap rumah tangga terdapat pasien hipertensi. Situasi seperti ini diperlukan pendekatan di tatanan Kesehatan keluarga, tenaga Kesehatan yang paling dekat dengan keluarga adalah kader Kesehatan. Kader Kesehatan sebagai tenaga sukarela bidang kesehatan di tingkat dasar diantaranya membantu merawat ditatanan keluarga dengan masalah penyakit darah tinggi pilar kekuatan Kesehatan di tatanan Desa atau rukun warga, sehingga kader kesetan ikut berperan menjaga Kesehatan diwilayahnya, terutama dengan masalah penyakit darah tinggi, Perbedaan pengelolahan penyakit darah tinggi akan menimbulkan komplikasi, maka kader kesehatan perlu diberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang pengelolahan penyakit darah tinggi. dalam situasi ini, posisi kader Kesehatan sangat menentukan perawatan penyakit darah tinggi. Tujuan kegiatan ini adalah pemberdayaan kader Kesehatan dalam pengolahan penyakit penyakit darah tinggi di Desa kedungringin. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab dan simulasi pengukuran tekanan darah. Hasil dari kegiatan ini adalah Sebagian besar peserta kegaiatan ini memahami tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pengobatan ringan dari penyakit darah tinggi. Ada 5 pertanyaan dari peserta diantaranya adalah pengolahan makanan yang harus dihindari, pengobatan ringan bila penyakit darah tinggi dan cara minum obat darah tinggi. Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat akan dapat memenuhi kebutuhan keluarga adalah adanya standart yang sama untuk bisa digunakan kader kesehatan dalam menentukan tindakan dalam pengolahan penyakit penyakit darah tinggi di rumah tangga, yang pada akhirnya menurunkan jumlah komplikasi yang diakibatkan oleh tekanan darah tinggi.
Bimbingan Senam Kaegle Pada Wanita Lansia Untuk Mengatasi Inkontinenstia Urin di Posyandu Lansia Desa Ngumpul Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang Ruliati Ruliati; Hindiyah Ike S; Inayatur Rosyidah Rosyidah
Jurnal Abdi Medika Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Abdi Medika Desember 2023
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v3i2.1241

Abstract

Masalah kesehatan lanjut usia makin banyak keluhan yang dialami oleh lansia, Inkontinensia urin merupakan salah satu masalah yang dialami oleh lansia dan perlu mendapatkan perhatian seiring dengan meningkatnya opulasi lanjut usia. Inkontinensia urin adalah pengeluaran urin tanpa disadari (involunter), dalam jumlah dan frekuensi yang prevalensi kelainan ini cukup tinggi, yakni pada wanita lebih kurang 10 40% dan 4-8% sudah dalam keadaan cukup parah pada saat datang berobat. Pada pria, prevalensinya lebih rendah dari pada wanita, yaitu separuhnya. Survey yang dilakukan di berbagai negara Asia didapatkan bahwa prevalensi pada beberapa bangsa Asia adalah 14,8% pada wanita dan 6,8% pada pria. Komplikasi yang ditimbulkan seperti infeksi saluran kemih, infeksi kulit pubis, gangguan tidur, dekubitus, tidak percaya diri, mudah dan isolasi sosial. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengurangi inkontinensia urin dengan melakukan latihan kegel dengan cara pengumpulan ada 25 lansia yang mengalami inkontinensia urin di Posyandu Lansia desa Ngumpul, Kec. Jogoroto Kab. Jombang. Hasil dari kegiatan ini didapatkan lansia dengan masalah Inkontinensia urine mengalami peningkatan kualitas dan kemampuan berkemih dengan baik setelah melaksanakan senam kegel secara rutin diperoleh hasil inkontinensia sebanyak 21 ( orang (27%) sebelum latihan, sedangkan hasil setelah latihan rutin berkurang 6 (13%). Hasil dan evaluasi menunjukkan bahwa lansia yangmelakukan senam kegel secara teratur, lansia mengalami peningkatan kemampuan buang air kecil dengan benar, dan penurunan terjadinya keluarnya air seni spontan (ngompol).
Meningkatkan Peran Aktif Lansia dalam Pengendalian Hipertensi Melalui Terapi Genggam Jari Maharnani Tri Puspitasari; Harnanik Nawangsari; Leo Yosdimyati Romli
Jurnal Abdi Medika Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Abdi Medika Desember 2023
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v3i2.1297

Abstract

Penuaan adalah proses alami yang tidak terhindarkan dengan dampak fisik, mental, sosial, ekonomi, dan psikologis. Hipertensi, khususnya pada lansia, menjadi masalah kesehatan serius dengan risiko stroke dan perubahan struktural pembuluh darah yang meningkatkan tekanan darah. Penanganan dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis, seperti terapi genggam jari. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan dan deteksi dini lansia dalam pengendalian hipertensi melalui pendekatan non farmakologis yaitu terapi genggam jari. Metode yang digunakan dalam program pengabdian kepada masyarakat adalah survei data lansia melalui kader kesehatan di Desa Banjartanggul Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto, dengan 52 responden pada bulan September 2023. Pengumpulan data berlangsung selama 1 minggu, dan hasilnya diolah dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden yaitu sebanyak 29 responden (55,77%) memiliki kemampuan pengendalian hipertensi yang baik setelah pelatihan senam genggam jari, dan sebagian besar dari mereka memiliki tekanan darah tinggi yaitu sebanyak 35 responden (67,31%). Kenaikan tekanan darah dapat disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan buruk, dan stres. Terapi relaksasi dengan teknik genggam jari membantu mengurangi ketegangan fisik dan emosional. Kesadaran diri dan pengetahuan yang lebih baik mendukung kemampuan individu dalam mengelola dan mendeteksi hipertensi secara dini. Teknik terapi genggam jari dianggap sebagai pendekatan yang praktis dan dapat dilakukan mandiri dalam pengendalian hipertensi. Kesimpulan dari hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan adalah melalui terapi genggam jari telah berhasil mencapai respon yang baik. Harapannya, kegiatan semacam ini dapat menjadi rutinitas bagi lansia dalam setiap pertemuan posyandu lansia, sebagai langkah untuk pengendalian dan deteksi dini hipertensi.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Initial Assessment dan Manajemen Jalan Napas Melalui Peer Teaching di SMK Modern Al-Rifa’ie Malang Taufan Arif; Fitriana Kurniasari Solikhah; Eddi Sudjarwo
Jurnal Abdi Medika Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Abdi Medika Desember 2023
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v3i2.1319

Abstract

Sebuah kegawatan dapat terjadi dimana saja. Masyarakat menjadi yang pertama kali menemukan korban kecelakaan. Kesalahan dalam pertolongan pertama dapat mengakibatkan kondisi korban semakin parah. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini diharapkan siswa dapat melakukan initial assessment dan manajemen jalan napas pada korban kecelakaan lalu lintas. Masalah di SMK Al-rifa’ie Malang ini belum memiliki Palang Merah Remaja sehingga mayoritas siswa belum mengetahui tindakan initial assessment dan manajemen jalan napas pada korban kecelakaan lalu lintas. Target dan luaran kegiatan ini adalah menanamkan jiwa kegawatdaruratan tentang initial assessment dan manajemen jalan napas. Metode dan cara pelaksanaan Pengabdian Masyarakat terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Lokasi kegiatan di SMK Modern Al – Rifa’ie Malang dengan jumlah peserta 60 orang dan dibagi 3 kelompok. Tingkat pengetahuan sebelum diberikan sosialisasi seluruhnya memiliki tingkat pengetahuan kurang (100,0%), sedangkan setelah diberikan sosialisasi sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan sedang (70,0%). Terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang initial assessment dan manajemen jalan napas dalam penanganan kegawatdaruratan di SMK Modern Al-Rifa’ie Malang. Diharapkan materi initial assessment dapat dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan SMK agar dapat menunjang sistem kegawatdaruratan nasional.
Effleurage Massage Terhadap Derajat Laserasi Perinium Pada Ibu Bersalin Primipara Meinawati, Lusianah
Jurnal Abdi Medika Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Abdi Medika Mei 2024
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v4i1.1343

Abstract

Laserasi perineum merupakan kondisi perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat persalinan. Laserasi perineum terjadi pada hampir semua persalinan. Laserasi perineum dapat dilakukan tindakan pencegahan melalui effleurage massage. Effleurage massage bertujuan untuk meningkatkan aliran darah, elastisitas dan relaksasi otot-otot dasar panggul dengan cara memijat perineum pada saat hamil usia kehamilan > 32 minggu atau 1-6 minggu sebelum persalinan, pemijatan tersebut dilakukan sebanyak 16 kali pada usia kehamilan > 32 minggu sampai 38 minggu. Effleurage massage membantu menyiapkan persalinan ibu dengan nyaman dan tenang dan pencegahan terhadap komplikasi yang terjadi saat persalinan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada ibu bersalin primipara yang mengikuti kelas ibu hamil dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan di Bidan Praktik Mandiri Lilis Suryawati yang berjumlah 50 ibu hamil. Ibu hamil tersebut dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan dimana 25 orang untuk kelompok perlakuan dan 25 orang untuk kelompok kontrol. Hasil treatmen effleurage massage menunjukkan derajat laserasi perineum pada ibu bersalin primipara dengan laserasi perineum derajat I adalah 20 orang (40%), ibu bersalin primipara dengan robekan perineum derajat II sebanyak 30 orang (60%), tidak ada ibu bersalin primipara yang mengalami laserasi perineum derajat III dan IV. Kesimpulan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Ibu bersalin primipara yang tidak mengalami laserasi perineum adalah ibu yang sudah mendapatkan treatment effleurage massage secara teratur dan rutin pada kelas ibu hamil yang dilakukan sesuai jadwal sedangkan ibu bersalin primipara yang tidak dilakukan effleurage massage sebagian besar mengalami laserasi perineum, sehingga pengaruh effleurage massage terhadap derajat laserasi perinium. Saran bidan dibantu dengan kader untuk dapat mengoptimalkan dan mengaktifkan pelaksanaan pemberian treatmen effleurage massage pada ibu hamil usia kehamilan > 34 minggu. Kegiatan tersebut bisa terus dilaksanakan dan dikemas dalam kegiatan kelas ibu hamil
Manfaat Prenatal Massage dan Facial Aroma Terapi Untuk Meredakan Stress Pada Ibu Hamil di Desa Tambakrejo Puskesmas Tambakrejo Kabupaten Jombang Nawangsari, Harnanik; Isro'aini, Any; Yulisetiyaningsih, Fera; Nufus, Hidayatun
Jurnal Abdi Medika Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Abdi Medika Mei 2024
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v4i1.1360

Abstract

Kehamilan normal biasanya berlangsung 280 hari (40 minggu). Selama proses kehamilan ini terjadi perubahan-perubahan yang sangat menakjubkan baik pada ibu maupun janin. Perubahan-perubahan yang terjadi selama proses kehamilan tidak hanya bersifat fisiologis tetapi dapat juga bersifat psikologis. Perubahan fisiologis merupakan perubahan-perubahan yang ditandai oleh perubahan bentuk fisik, baik pada ibu hamil maupun pada janin.Tujuan utama program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada kesempatan ini adalah untuk mengurangi stress, memberikan ketenangan, mendukung dan memelihara kesehatan selama kehamilan dengan prenatal massage dan facial aroma terapi pada ibu hamil di desa Tambakrejo Puskesmas Tambakrejo Kecamatan tembelang Kabupaten Jombang. metode pengumpulan data sesuai observasional dengan cara observasi lapangan (field observation) di desa Tambakrejo Puskesmas Tambakrejo Kabupaten Jombang dan wawancara mendalam (deep interview) dengan responden ibu hamil. Menurut waktu pengumpulan datanya bersifat Prospectif Study yaitu selama 1 minggu. Menurut analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan statistik deskriptif. Kelas ibu hamil dengan pemberian terapi prenatal massage dan facial aroma terapi dilakukan pada bulan Maret-April 2024. Peserta sebanyak 30 ibu hamil. Hasil dari hasil pre-test sebelum dilakukan terapi tentang prenatal massage dan facial aroma terapi yaitu 6 orang (20%) memiliki kecemasan sedang dalam menghadapi kehamilan, 16 orang (53,3%) memiliki kecemasan ringan dan 8 orang (26,7%) tidak mengalami kecemasan dalam menghadapi kehamilannya. Dan data tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah ibu hamil trimester 3 mengalami kecemasan karena masalah ketidaknyamanann selama masa kehamilan.
Deteksi Dini Kehamilan Resiko Tinggi Melalui Pemeriksaan Antenatal Care Mustikaningrum, Nining
Jurnal Abdi Medika Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Abdi Medika Mei 2024
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v4i1.1361

Abstract

Kehamilan berisiko tinggi adalah kehamilan yang cenderung berpotensi mengganggu kesehatan dan membahayakan keselamatan ibu hamil, janin, ataupun keduanya. Pada dasarnya semua kehamilan memang memiliki risiko tersendiri. Namun, terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kehamilan menjadi lebih berisiko, misalnya ibu yang mengidap penyakit bawaan atau memiliki riwayat kehamilan yang bermasalah sebelumnyaKehamilan resiko tinggi adalah kehamilan yang dapat menyebabkan ibu hamil dan bayi menjadi sakit atau meninggal sebelum kelahiran berlangsung. Target dan luaran program pengabdian masyarakat ini adalah meningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan terutama pada ibu hamil dengan resiko tinggi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendekatan survei dengan pengumpulan data ibu hamil yang berjumlah 30 orang ibu hamil melalui kader kesehatan Desa Jelakombo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. Kegiatan ini dilakukan secara berkesinambungan selama 6 bulan (September 2023-Februari 2024). Data yang didapatkan dari hasil pengabdian masyarakat ini berupa data kuantitatif, data kualitatif dan statistik deskriptif. Dari hasil survey sebelum kegiatan Pengabdian Masyarakat yaitu sebelum dilakukan pendidikan kesehatan tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan yaitu 18 orang (60%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan, sedangkan 12 orang (40%) memiliki pengetahuan yang baik tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan 24 orang (80%) memiliki pengetahuan yang baik tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan, sedangkan 6 orang (20%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan. Kesimpulan dari hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan adalah kepatuhan ibu hamil dalam melakukan ANC mengalami peningkatan setelah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang kehamilan resiko tinggi
Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Ibu Menyusui Dalam Pemberian Terapy Komplementer Breast Spa dan Pijat Oksitosin di Wilayah Kerja Puskesmas Pulolor Jombang Sulistyawati, Henny; Herlina, Herlina
Jurnal Abdi Medika Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Abdi Medika Mei 2024
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v4i1.1362

Abstract

Menyusui merupakan proses yang alamiah yang tidak mudah di lakukan. Cakupan ASI eksklusif tidak lepas dari masalah yang terjadi dalam proses menyusui diantaranya adanya kepercayaan yang salah bahwa ASI keluar sedikit atau ASI kurang mencukupi kebutuhan bayi. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh ibu, kondisi psikologis atau emosi ibu, bentuk payudara yang tidak normal sehingga tidak dapat berperan dalam proses menyusui, isapan bayi (reflex isap/kekuatan mengisap, lama mengisap, dan keseringan mengisap) juga dapat mempengaruhi produksi ASI. Berbagai penelitian yang telah dilakukan di Indonesia untuk memperlancar produksi ASI diantaranya adalah metode Pijat Oksitosin, Teknik Marmet, Kompres Hangat, Massage Rolling (punggung), Massage Endorphin, Breast Care, tetapi karena keterbatasan informasi di layanan kesehatan tentang prosedur pelaksanaan maka metode-metode ini hanya dikenal saja tetapi jarang diberikan oleh tenaga kesehatan sebagai Care Giver kepada pasien. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui dalam pemberian terapy komplementer Massage Endorphin dan pijat laktasi. Desain penelitian ini adalah pra- Experimental One-Group Pretest Design dengan responden ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Pulolor Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang sebanyak 30 peserta. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui tentang terapy komplementer sesudah diberikan penyuluhan dan demonstrasi dengan metode demonstrasi dan booklet. Pemberian demonstrasi memberikan efek positif terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui tentang Breast Care dan pijat oksitosin. Terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan setelah diberi demonstrasi.
Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar Bayi dengan Baby Swim Mildiana, Yana Eka; Permatasari, Ratna Dewi; Sulistyawati, Henny; Isro'aini, Any; Yulisetiyaningsih, Fera; Novitasari, Rista; Purwanti, Tri
Jurnal Abdi Medika Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Abdi Medika Mei 2024
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v4i1.1363

Abstract

Masa bayi merupakan tahapan dimana pertumbuhan dan perkembangan berjalan sangat cepat dan penting, namun tidak dapat dipungkiri adanya masalah keterlambatan setiap perkembangan bayi. Kurangnya stimulasi dini pada bayi merupakan salah satu penyebab keterlambatan dalam proses tumbuh kembang bayi. Hal ini bisa disebabkan karena ibu yang kurang paham pentingnya stimulasi yang dapat dilakukan sendiri dirumah sehingga lebih efektif dan efisien serta kurang memahami pentingnya perkembangan anak yang sesuai usianya. Ibu bayi lebih banyak mementingkan pertumbuhan namun tidak pada perkembangan bayi. Dengan demikian institusi pendidikan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu Baby Swim untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar yang dilaksanakan pada semua bayi usia 9 bulan yang mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasarnya di Desa Tambak Rejo Jombang.kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2024. Sehingga ibu nantinya dapat memberikan stimulasi Baby Swim sendiri di rumah sehingga perkembangan motorik kasar dapat meningkatkan. Pada pengabdian masyarakat ini menggunakan metode berenang untuk bayi, kegiatan berenang dilakukan setiap 2 kali seminggu selama 4 minggu dan berkesinambungan dilakukan dirumah dengan keluarga. Hasil dari pengabdian masyarakat didapatkan setelah dilakukan Baby Swim selama 4 minggu menunjukkan bahwa sebagian besar bayi mengalami peningkatan perkembangan motorik kasar sebanyak 12 bayi (80%). Treatment Baby Swim merupakan alternatif yang menyenangkan namun efektif dan efisien dalam upaya meningkatkan motorik kasar bayi.