cover
Contact Name
Leo Yosdimyati Romli
Contact Email
yosdim21@gmail.com
Phone
+6281559748893
Journal Mail Official
jurnalabdimedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 A Candimulyo Jombang Jawa Timur Indonesia
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Abdi Medika
ISSN : 28281454     EISSN : 28278410     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
The Abdi Medika journal is dedicated to the advancement of sciences in the field of community service. Community service, particularly in the health sector, encompasses nursing, midwifery, health analytics, public health, medicine, nutrition, and other health sciences in the context of community empowerment, training and use, appropriate technology (TTG), and development education. health that is sustained.
Articles 50 Documents
Pencegahan Picky Eater Melalui Tui Na Massage Pada Balita Usia 1 Sampai dengan 5 Tahun di Desa Candimulyo Lusianah Meinawati; Ratna Dewi Permatasari
Jurnal Abdi Medika Vol 2 No 01 (2022): Jurnal Abdi Medika Mei 2022
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.026 KB) | DOI: 10.35874/jam.v2i01.983

Abstract

Kondisi sulit makan pada anak balita usia 1 s.d 5 tahun dapat memberikan dampak buruk bagi proses pertumbuhan dan perkembangan. Selama ini, untuk mengatasi kesulitan makan pada anak orang tua multivitamin tanpa memperhatikan penyebab. Perkembangan teknik pijat mulai berkembang seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi, yakni pijat Tui Na. Penyebab umum kesulitan makan pada bayi diantaranya adalah daya tahan tubuh menurun, gangguan tidur, gangguan keseimbangan dan koordinasi, juga anak menjadi agresif, impulsif dan stunting Upaya untuk mengatasi kesulitan makan dapat dilakukan dengan cara farmakologi maupun non farmakologi. Upaya dengan farmakologi antara lain dengan pemberian miltivitamin, dan micronutrien lainnya. Sedangkan non farmakologi antara lain melalui minuman herbal / jamu, pijat salah satunya Tui Na Massage. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nafsu makan pada balita usia 1 s.d 5 tahun melalui Tui Na massage. Metode yang dilakukan adalah dengan cara pelaksanaan Tui Na Massage di Desa Candimulyo Kec. Jombang Kab. Jombang dan wawancara mendalam (deep interview) terhadap ibu balita. Dari hasil pemantauan berat badan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan bahwa berat badan balita setelah diberikan treatment Tui Na massage, sebagian besar balita mengalami peningkatan berat badan yaitu sebanyak 7 balita (70%). Dari hasil survey tersebut menunjukkan bahwa pemberian treatment Tui Na massage dapat digunakan sebagai salah satu upaya dalam peningkatan berat badan balita melalui bertambahnya nafsu makan bayi setelah diberikan treatment Tui Na massage.
Optimalisasi Perkembangan Motorik pada Bayi dengan Baby Gym Nining Mustika Ningrum; Tri Purwanti; Yana Eka Mildiana
Jurnal Abdi Medika Vol 2 No 01 (2022): Jurnal Abdi Medika Mei 2022
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.243 KB)

Abstract

Perkembangan motorik pada bayi merupakan hal yang membutuhkan perhatian khusus dari orangtua karena bayi merupakan masa emas/golden period. Setiap orang tua menginginkan bayinya mengalami tumbuh kembang secara optimal. Namun sering kali bayi mengalami keterlambatan perkembangan motorik yang disebabkan karena kurangnya stimulasi yang diberikan oleh orangtua kepada bayinya. Target dan luaran program pengabdian masyarakat ini adalah mengoptimalkan tumbuh kembang bayi terutama pada perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendekatan survei dengan pengumpulan data bayi usia 3-12 bulan yang berjumlah 25 bayi melalui kader posyandu Desa Pesantren Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang. Data yang didapatkan dari hasil pengabdian masyarakat ini berupa data kuantitatif, data kualitatif dan statistik deskriptif. Hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan selama 3 bulan ini adalah sebelum dilakukan baby gym terdapat 9 bayi (36%) memiliki keterlambatan perkembangan motorik dan setelah dilakukan baby gym terdapat 4 bayi (16%) yang masih memiliki keterlambatan perkembangan motorik karena terdapat beberapa penyebab lain yang tidak bisa diatasi dengan hanya dilakukan stimulasi. Kesimpulan dari hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan adalah stimulasi dengan baby gym terbukti efektif dalam mengatasi keterlambatan perkembangan motorik pada bayi.
Terapi Famili Psychoeducation Terhadap Kecemasan Ibu Pada Anak Yang Telah Mengalami Pelecehan Seksual Iva Milia Hani Rahmawati; Inayatur Rosyidah
Jurnal Abdi Medika Vol 2 No 01 (2022): Jurnal Abdi Medika Mei 2022
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.838 KB)

Abstract

Abstrak Pelecehan seksual merupakan kejadian yang banyak terjadi pada anak anak sampai dengan remaja. Terapi family Psycoeducation efektif untuk mengurangi kecemasan pada ibu yang merawat anak yang telah mengalami pelecehan seksual. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengurangi kecemasan yang terjadi pada ibu yang mempunyai anak yang telah mengalami pelecehan seksual. Di Wilayah kerja women crisis center (WCC) Kabupaten Jombang. Pengabdian ini dilakukan menggunakan metode Pre dan Post Tes design yang dilakukan ke ibu yang mempunyai anak yang telah mengalami pelecehan seksual untuk mengetahui kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan terapi family psycoeducation pada ibu yang mempunyai anak yang telah mengalami pelecehan seksual. Sampelnya adalah 25 responden. Hasil sebelum dilakukan Terapi family Psycoeducation kecemasan sebanyak 19 Ibu (76%) yang mmempunyai anak yang telah mengalami pelecehan seksual mengalami kecemasan, dan setelah diberikan Terapi family Psycoeducation kecemasan ibu yang mempunyai anak yang telah mengalami pelecehan seksual menjadi berkurang sejumlah 16 (67%). Saran yang dapat diberikan adalah Terapi family Psycoeducation efektif menurunkan kecemasan pada ibu yang mempunyai masalah psikososial, sehingga dapat dilakukan sebagai upaya preventif tersebut utuk pencegahan masalah psikososial yang ada di masyarakat. Kata kunci: Terapi family Psycoeducation, pelecehan seksual, Anak Abstract Sexual harassment is a common occurrence in children and adolescents. Psychoeducation family therapy is effective for reducing anxiety in mothers who care for children who have experienced sexual experiences. The purpose of this Community Service Program (PKM) is to reduce anxiety that occurs in mothers who have experienced sexual experiences. In the Work Area of ​​the Women Crisis Center (WCC) Jombang Regency. This service is carried out using the Pre and Post Test design methods that are carried out on mothers who have experienced children to find out their fears before and before family psychoeducation therapy is carried out on mothers who have experienced sexual experiences. The sample is 25 respondents. The results that were carried out before psychoeducation family therapy anxiety were 19 mothers (76%) who had experienced anxiety, and after psychoeducation family therapy the anxiety experienced by children who had difficulties was reduced by 16 (67%). The advice that can be given is Psychoeducation family therapy is effective in reducing anxiety in mothers who have psychosocial problems, so that it can be done as an effort to prevent psychosocial problems that exist in the community. Keywords: Family Psychoeducation Therapy, sexual abuse, Children
Sosialisasi dan Edukasi Manfaat Pijat Bayi dalam Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar dan Motorik Halus pada Bayi Usia 3 – 24 Bulan Fera Yuli Setiyaningsih; Any Isro'aini; Henny Sulistyawati
Jurnal Abdi Medika Vol 2 No 01 (2022): Jurnal Abdi Medika Mei 2022
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1816.462 KB)

Abstract

Diperkirakan lebih dari 20 juta anak balita di Negara berkembang gagal mencapai potensi perkembangan optimalnya karena masalah kemiskinan, malnutrisi, atau lingkungan yang tidak mendukung, sehingga mempengaruhi perkembangan kognitif, motorik, emosi, dan sosial anak. Tujuan utama kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya pijat bayi untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar dan motorik halus pada bayi usia 3-24 bulan. Metode yang digunakan adalah pendekatan survei yaitu pengumpulan data dengan metode secara observasional dengan cara observasi lapangan, wawancara mendalam dan pemberian penyuluhan. Jumlah responden 18 orang ibu balita. Analisis data menggunakan kualitatif dan statistik deskriptif. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar ibu mempunyai pengetahuan kurang yaitu (72,2%). Setelah dilakukan penyuluhan sebagian besar pengetahuan ibu baik yaitu (66,7%). Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah pemberian penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya pijat bayi untuk meningkatkan perkembangan motoric kasar dan motorik halus.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Motorik Kasar Pada Bayi Dhita Yuniar Kristianingrum; Dwi Anik Karya Setiarini; Imam Fatoni; Inayatul Aini
Jurnal Abdi Medika Vol 2 No 01 (2022): Jurnal Abdi Medika Mei 2022
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.337 KB)

Abstract

Tumbuh kembang bayi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor genetik, faktor hormonal dan faktor lingkungan. Agar tumbuh kembang bayi tercapai secara optimal dibutuhkan stimulasi pijatan pada bayi. (Soetjiningsih, 2012). Oleh karena itu kami dari pihak institusi melakukan kegiatan pengabdian masyarakat agar dapat membantu dalam meningkatkan motorik kasar pada bayi dengan baby spa. Pada pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan kontribusi agar dapat membantu ibu dalam mempercepat pertumbuhan motorik kasar pada bayi seperti mampu mengontrol lengan, mampu mengontrol badan, mampu mengontrol tungkai dan mampu mengontrol koordinasi jari tangan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode pendekatan survey yaitu pengumpulan data pada bayi yang berjumlah 20 bayi di PMB Ruliati, SST., M.Kes Jogoroto Jombang secara Prospectif Study selama 1 bulan. Analisis data yang digunakan data kualitatif dan statistik deskriptif. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah setelah dilaksanakan pijat bayi pada bayi sejumlah 20 hasilnya 60 % meningkat dari 40 % sebelum dilakukan pijat bayi. Pijat bayi ternyata sangat berpengaruh terhadap peningkatan motorik kasar pada bayi. Terbukti dengan pemberian pijat bayi dapat memberi stimulasi perkembangan bayi sesuai dengan usia.
Pemeriksaaan Golongan Darah dan Kadar Hemoglobin di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Pelangi Distrik Abepura Kota Jayapura Indra Taufik Sahli; Asrianto Asrianto; Rina Purwati; Asrori Asrori; Dwi Setiani; Novianti Yoyo Simega
Jurnal Abdi Medika Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Abdi Medika
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v2i2.1095

Abstract

Pemeriksaan golongan darah berkaitan dengan transfusi dan berhubungan dengan penyakit. Hemoglobin merupakan protein darah yang memiliki fungsi dalam translokasi oksigen ke jaringan. Kadar Hemoglobin berkaitan dengan nutrisi dan penyakit. Pengabdian kepada masyarakat terdiri atas survei dan perizinan, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan, intervensi dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dua pemeriksaan yaitu pemeriksaan golongan darah ABO menggunakan metode direct dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan metode Sahli dan Hb meter. Tahap intervensi dilakukan selama enam pekan berupa pemberian bubur kacang hijau. Tahap evaluasi dilakukan pemeriksaan kembali kadar hemoglobin. Anak-anak LKSA Pelangi belum mengetahui golongan darah dan beberapa anak mengalami kecacingan. Kecacingan berimplikasi terhadap kadar hemoglobin. Target kegiatan ini adalah data golongan darah dan kadar hemoglobin anak-anak binaan. Berhasil dilakukan pemeriksaan golongan darah dan kadar hemoglobin. Hasil pemeriksaan golongan darah menunjukkan golongan darah O (51,61%), B (35,48%), A (9,67%) dan AB (3,22%). Golongan darah merupakan identitas penting dalam transfusi darah. Golongan darah juga berkaitan erat dengan suatu penyakit. Hasil pemeriksaan hemoglobin menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata kadar hemoglobin dari 11,03 g/dl menjadi 12,83 g/dl setalah dilakukan intervensi. Kadar hemoglobin bergantung pada usia, jenis kelamin, dan paparan penyakit tertentu. Hemoglobin dikaitkan dengan anemia, sehingga kontrol hemoglobin pada anak-anak selalu dapat diagendakan untuk dilakukan pemeriksaan. Kegiatan ini adalah berhasil melakukan pemeriksaan golongan darah dan kadar hemoglobin.
Penyuluhan Gaya Hidup Sehat Remaja Liliek Pratiwi; Harnanik Nawangsari
Jurnal Abdi Medika Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Abdi Medika
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v2i2.1122

Abstract

Masa remaja adalah fase kehidupan antara masa kanak-kanak dan dewasa, dari usia 10 hingga 19 tahun. Ini adalah tahap perkembangan manusia yang unik dan waktu yang penting untuk meletakkan dasar kesehatan yang baik. Remaja mengalami pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial yang cepat. Hal Ini memengaruhi bagaimana perasaan, pemikiran, pengambilan keputusan, dan interaksi mereka dengan dunia di sekitar mereka.Meskipun dianggap sebagai tahap kehidupan yang sehat, ada kematian, penyakit, dan cedera yang signifikan pada masa remaja. Banyak dari ini dapat dicegah atau diobati. Selama fase ini, remaja menetapkan pola perilaku, misalnya terkait dengan pola makan, aktivitas fisik, penggunaan narkoba, dan aktivitas seksual - yang dapat melindungi kesehatan mereka dan kesehatan orang lain di sekitarnya, atau membahayakan kesehatan mereka sekarang dan di masa mendatang. masa depan. Remaja dalam tumbuh dan berkembang untuk kesehatan yang baik, remaja membutuhkan informasi, termasuk pendidikan seksualitas komprehensif yang sesuai dengan usia; kesempatan untuk mengembangkan kecakapan hidup; pelayanan kesehatan yang dapat diterima, adil, sesuai dan efektif; dan lingkungan yang aman dan mendukung. Mereka juga membutuhkan kesempatan untuk berpartisipasi secara bermakna dalam perancangan dan pelaksanaan intervensi untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan mereka. Memperluas kesempatan seperti itu adalah kunci untuk menanggapi kebutuhan dan hak khusus remaja1. Obesitas dan gangguan kesehatan mental adalah dua masalah kesehatan masyarakat substansial yang mengancam kesehatan dan kinerja akademik remaja. Tingkat prevalensi obesitas dan masalah kesehatan mental / psikososial bahkan lebih tinggi pada remaja minoritas, dengan dua kondisi seringkali hidup berdampingan. Tiga puluh dua persen remaja sekarang kelebihan berat badan. Remaja yang obesitas lebih cenderung terlihat buruk dalam keterampilan sosial dan kebiasaan gizi, prestasi akademik yang tidak memadai, depresi, stres, dan kecemasan dibandingkan remaja non-obesitas. Lebih lanjut, sekitar satu dari empat remaja memiliki gangguan kesehatan mental, namun <25% dari 15 remaja juta remaja yang terkena dampak menerima pengobatan. Berbagai faktor berkontribusi terhadap obesitas pada remaja, termasuk penurunan aktivitas fisik, gizi buruk, dan depresi. Karena waktu yang dihabiskan remaja di lingkungan belajar, sekolah menjadi tempat untuk membekali remaja dengan keterampilan untuk meningkatkan perilaku gaya hidup sehat, kesehatan mental, keterampilan sosial, dan prestasi akademik2. Masa remaja seharusnya menjadi masa paling sehat dalam hidup kita. Tapi buka surat kabar mana pun dan ada kemungkinan besar akan menemukan artikel tentang masalah kesehatan remaja saat ini. Baik itu narkoba atau kekerasan yang dipicu alkohol, obesitas, penindasan maya, atau sexting, yang dikhawatirkan adanya kemungkinan bahwa generasi ini dalam bahaya. Tidak diragukan lagi bahwa masa remaja saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Sebagai permulaan, ini dimulai lebih awal karena pubertas telah mengalami tren penurunan selama lebih dari satu abad. Ini juga berlangsung lebih lama dengan tekanan untuk tetap bersekolah, yang berarti transisi yang secara historis menandai akhir masa remaja sekarang terjadi jauh di kemudian hari. Dan ini telah menjadi generasi yang tinggal di rumah karena kebanyakan anak muda tidak memiliki sarana keuangan untuk pindah dari rumah saat mereka mau.Akhirnya, sebagian besar, remaja saat ini akan menjadi orang tua di usia tiga puluhan, bukan remaja atau dua puluhan. Salah satu akibatnya adalah perjalanan dari masa kanak-kanak hingga dewasa tidak lagi hanya melintasi masa remaja tetapi berjalan selama beberapa dekade. Ini berarti masa remaja sekarang menjadi bagian yang lebih besar dari jalan hidup daripada tahap mana pun dalam sejarah manusia.Itulah salah satu alasan mengapa pengangguran kaum muda penting. Jika seorang muda tidak berhasil melakukan transisi ke pekerjaan, konsekuensi ekonominya bagi dia, generasi berikutnya, dan bangsanya sangat besar dampaknya.Remaja seringkali melakukan perilaku nekat seperti minum dan merokok yang berdampak merugikan bagi kesehatannya di kemudian hari.Ini adalah tahun-tahun yang meletakkan dasar bagi kesehatan di sepanjang kehidupan. Itu juga ketika bagian otak yang mendukung kesehatan mental dan emosional sedang dibentuk3. Perkembangan kebiasaan sehat pada masa kanak-kanak dan remaja berpeluang besar untuk berubah menjadi kebiasaan sehat pada kehidupan dewasa. Oleh karena itu, sangatlah mendasar untuk mengajarkan dan mendorong kebiasaan hidup sehat pada remaja, dan Keperawatan memainkan peran mediasi dalam proses ini. Namun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja memiliki pengetahuan tentang kesehatannya dan masalah-masalah yang ditimbulkan oleh kebiasaan buruk tersebut. Hal ini lebih terkait dengan budaya praktik ini daripada informasi aktual, tetapi disoroti bahwa pemahaman ini penting untuk tindakan yang akan direncanakan dan dikembangkan bersama kelompok ini melalui strategi pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan menjadi alat yang esensial, karena menganggap remaja sebagai individu dengan pengetahuan yang terkadang perlu disadarkan melalui pengetahuan lain untuk membangun dan / atau meningkatkan praktik mereka. Peran perawat adalah menyediakan peralatan yang didasarkan pada individualitas masing-masing remaja, yaitu melampaui transmisi pengetahuan ilmiah. Setelah melihat analisis masalah di atas,dari pihak RRi Pro2 Cirebon mengajak kami berpartisipasi aktif sebagai relawan narasumber khusus acara Life Style topiknya yaitu Gaya Hidup Sehat Remaja. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian pada masyarakatsebagai bagian kewajiban dosen, mengingat kegiatan seperti penyuluhan secara luar jaringan masih belum dapat dilakukan karena masih pandemic dan protocol kesehatan pemerintah. Oleh karena itu, telah diselenggarakannya siaran melalui RRI Pro 2 Cirebon.
Penyuluhan Tehnik Menyusui yang Benar Dwi Anik Karya Setiarini; Harnanik Nawangsari; Dhita Yuniar Kristianingrum
Jurnal Abdi Medika Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Abdi Medika
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v2i2.1126

Abstract

Menyusui merupakan suatu proses pemberian ASI pada bayi dari payudara ibu. Keterampilan yang dimiliki oleh ibu dan bayi yang keduanya membutuhkan waktu dan kesabaran untuk pemenuhan nutrisi pada bayi selama 6 bulan. Teknik menyusui merupakan salah satu faktor yang sangat besar dalam produksi ASI. Oleh karena itu kami dari pihak institusi melakukan kegiatan pengabdian masyarakat agar dapat membantu dalam peningkatkan tingkat keberhasilan ibu dalam menyusui. Pada pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan kontribusi agar dapat membantu ibu memperlancar pemberian ASI dan produksi ASI. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode pendekatan survey yaitu pengumpulan data pada bayi yang berjumlah 20 bayi di PMB Ruliati, SST., M.Kes Jogoroto Jombang secara Prospectif Study selama 1 bulan. Analisis data yang digunakan data kualitatif dan statistik deskriptif. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah Setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan 16 (80 %) ibu menyusui dengan kategori baik dalam melakukan posisi menyusui yang benar. Setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan 18 (90 %) ibu menyusui dengan kategori baik dalam melakukan perlekatan menyusui yang benar. Dalam memberikan edukasi/informasi kepada ibu menyusui sangat membantu dan efektif dilakukan secara berkesinambungan dan penting sekali dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan untuk memberikan motivasi untuk memberikan ASI kepada bayinya dengan memperhatikan teknik menyusui yang benar sehingga tingkat keberhasilan ibu menyusui dalam memberikan ASI saja mulai dari umur bayi 0-6 bulan. Kata kunci: Teknik Menyusui
Pendidikan Tentang Pentingya Dukungan Keluarga dalam Pemberian ASI Eksklusif Fera Yuli Setiyaningsih; Any Isro’aini; Ratna Dewi Permatasari; Tri Purwanti; Nining Mustika Ningrum; Yana Eka Mildiana; Henny Sulistyawati
Jurnal Abdi Medika Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Abdi Medika
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v2i2.1135

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi, karena kandungan gizinya sangat khusus dan sempurna serta sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi. WHO dan UNICEF telah mengeluarkan peraturan baru tentang pemberian “ASI segera” sebagai salah satu tindakan “life saving” adapun maksud dari pearaturan tersebut adalah untuk menyelamatkan bayi baru lahir. Data yang dipaparkan oleh UNICEF pada tahun 2012 hanya 39% bayi mendapatkan ASI eksklusif. Pada tahun 2015 keberhasilan pemberian ASI eksklusif mencapai 40% di dunia. Dukungan keluarga merupakan faktor eksternal yang paling besar pengaruhnya terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Ibu menyusui membutuhkan dukungan dan pertolongan, baik ketika memulai maupun melanjutkan menyusui hingga 2 tahun yaitu dukungan keluarga terutama suami dan tenaga kesehatan. Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pretest dan posttest menggunakan kuesioner yang berisi tentang ASI eksklusif. Peserta dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu menyusui, suami dan keluarga. Tempat kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Brambang Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Waktu kegiatan pengabdian masyarakat pada bulan September sampai Oktober tahun 2022. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat di dapatkan sebelum penyuluhan dilakukan pengetahuan ibu dan keluarga sebagian besar kurang yaitu 75%, setelah dilakukan penyuluhan pengetahuan ibu dan keluarga sebagian besar baik yaitu 78.1%. Dari hasil pretest dan posttest diketahui terdapat peningkatan pengetahuan ibu menyusui dan keluarga tentang ASI eksklusif. Tingkat dukungan keluarga merupakan faktor pendukung terlaksanya pemberian ASI eksklusif.
Manajemen Pemberian ASI Eksklusif Sejak Dini Pada Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Kejadian Stunting Maharani Tri Puspitasari; Harnanik Nawangsari; Leo Yosdimyati Romli
Jurnal Abdi Medika Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Abdi Medika
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v2i2.1136

Abstract

Munculnya masalah terkait resiko kejadian stunting pada balita di masyarakat salah satunya disebabkan akibat rendahnya pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil terkait pentingnya pemberian ASI Ekslusif. Target pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengoptimalkan manajemen ASI Ekslusif sejak dini pada ibu hamil sebagai upaya pencegahan kejadian stunting. Jenis luaran yang akan dihasilkan sesuai dengan rencana kegiatan adalah perubahan manajemen kesehatan masyarakat dengan indikator peningkatan pengetahuan terkait pentingnya pemberian ASI Ekslusif. Pendekatan metode yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan mitra program pengabdian kepada masyarakat adalah dengan menggunakan pendekatan survei data ibu hamil melalui kader kesehatan. Pengumpulan datanya bersifat prospectif study, selama 2 minggu yaitu pada bulan oktober 2022 dan dilakukan analisis data secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah diberikan sebuah manajemen terkait ASI ekslusif sejak dini didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan atau perubahan pada pengetahuan ibu hamil terkait pentingnya pemberian ASI esklusif dalam rangka pencegahan kejadian stunting. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik sebesar 64 % (16 responden). Kesimpulan dari hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan adalah manajemen pemberian ASI ekslusif sejak dini pada ibu hamil sangat berperan dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil khususnya pentingnya pemberian ASI ekslusif dalam rangka upaya pencegahan kejadian stunting.