cover
Contact Name
Leo Yosdimyati Romli
Contact Email
yosdim21@gmail.com
Phone
+6281559748893
Journal Mail Official
jurnalabdimedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 A Candimulyo Jombang Jawa Timur Indonesia
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Abdi Medika
ISSN : 28281454     EISSN : 28278410     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
The Abdi Medika journal is dedicated to the advancement of sciences in the field of community service. Community service, particularly in the health sector, encompasses nursing, midwifery, health analytics, public health, medicine, nutrition, and other health sciences in the context of community empowerment, training and use, appropriate technology (TTG), and development education. health that is sustained.
Articles 60 Documents
Edukasi Anti Bullying Dan Kekerasan Seksual Khanifah, Farach; Puspitasari, Evi
Jurnal Abdi Medika Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Abdi Medika Desember 2025
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v5i2.1484

Abstract

Bullying dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan masih menjadi permasalahan serius yang belum menemukan solusi efektif, khususnya di Indonesia. Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), angka kasus bullying terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan mayoritas korban berasal dari jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai bullying serta mendorong peran aktif sekolah dan orang tua dalam pencegahan. Kegiatan edukasi dilakukan pada tanggal 25 Januari 2025 di SDN Sambirejo 1 Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang, dengan sasaran siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan jumlah 78 siswa.Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, dan evaluasi pemahaman siswa melalui formulir pertanyaan. Kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang bullying, jenis-jenisnya, dampak yang ditimbulkan, serta cara pencegahannya. Sosialisasi ini juga mendorong partisipasi aktif siswa dan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Hasil pre-test menunjukkan tingkat pengetahuan sebesar 50%, dan meningkat menjadi 80% pada post-test setelah sosialisasi. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya anti-bullying yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Peningkatan Kinerja Bidan Melalui Personal Training, Building Self-Efficacy dan Asertivitas Personal Meinawati, Lusianah; Sayekti, Sri
Jurnal Abdi Medika Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Abdi Medika Desember 2025
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v5i2.1521

Abstract

Keberhasilan upaya kesehatan ibu, diantaranya dapat dilihat dari indikator Angka Kematian Ibu (AKI). Definisi AKI adalah jumlah kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan, dan nifas atau pengelolaannya tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh, dll di setiap 100.000 kelahiran hidup. World Heatlh Organization (WHO) memperkirakan di Indonesia terdapat sebesar 126 kematian ibu setiap 100.000 kelahiran hidup dengan jumlah total kematian ibu sebesar 6400 pada tahun 2017. Angka ini sudah terjadi penurunan dari angka kematian ibu menurut SDKI 2018 yaitu sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Prevalensi AKI di Jawa Timur cenderung meningkat pada dua tahun terakhir. AKI Provinsi Jawa Timur pada tahun 2022 mencapai 499 kasus angka ini jauh lebih rendah dibanding tahun 2021 sebesar 1.279 kasus. Bidan sebagai tenaga profesional dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak wajib mematuhi standar pelayanan kebidanan. Kinerja bidan dalam menerapkan standar pelayanan kebidanan berdampak dan mempunyai daya ungkit terhadap kualitas pelayanan antenatal yang selanjutnya berkontribusi terhadap penurunan angka morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi. Bidan dengan self-efficacy dan asertivitas yang baik akan menghasilkan kinerja yang optimal. asertif sebagai kemampuan seseorang untuk berperilaku jujur, terbuka, penuh percaya diri dan teguh pendiriannya terhadap dirinya, dan jujur, serta terbuka mengekspresikan pendapat kebutuhan secara proporsional. Sasaran kegiatan Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah bidan praktik mandiri di wilayah kerja Puskemas Tambak Rejo Kabupaten Jombang. Mengacu kepada butir Analisis Situasi, permasalahan mitra adalah rendahnya kepercayaan diri bidan praktik mandiri dalam membuat keputusan terkait diagnosa pemeriksaan.
Peningkatan Pengetahuan Dan Kesadaran Masyarakat Tentang Pemantauan Tekanan Darah Melalui Edukasi Kesehatan Puspitasari, Maharnani Tri; Putri Andini, Carlene Natasya; Romli, Leo Yosdimyati
Jurnal Abdi Medika Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Abdi Medika Desember 2025
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v5i2.1544

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas kardiovaskular di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 34,1%. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memantau tekanan darah secara berkala, sehingga deteksi dini sering terlambat dilakukan. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kebiasaan masyarakat dalam melakukan pemantauan tekanan darah melalui edukasi kesehatan. Pendekatan yang digunakan adalah community-based participatory research yang melibatkan partisipasi aktif warga di Desa Candimulyo, Jombang. Intervensi diberikan melalui dua sesi edukasi interaktif disertai pemeriksaan tekanan darah. Pengumpulan data dilakukan sebelum dan dua minggu setelah program menggunakan kuesioner terstruktur, dengan kategori pengetahuan dan perilaku dibagi menjadi kurang, cukup, dan baik. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kategori baik dari 9,7% menjadi 64,5%. Perilaku pemantauan tekanan darah juga membaik, dari 54,9% peserta yang melakukan pemeriksaan rutin minimal satu kali menjadi 87,1% setelah intervensi. Temuan ini memperlihatkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik pemantauan tekanan darah, sehingga berpotensi diterapkan sebagai model intervensi di tingkat komunitas.
Edukasi Manfaat Prenatal Massage Dan Pemberian Prenatal Massage Di Desa Tambakrejo Jombang Setiyaningsih, Fera Yuli; Isro'aini, Any; Sulistyawati, Henny; Permatasari, Ratna Dewi; Mildiana, Yana Eka
Jurnal Abdi Medika Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Abdi Medika Desember 2025
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v5i2.1545

Abstract

Prenatal massage adalah pijat yang dilakukan pada ibu hamil untuk memperlancar sirkulasi darah dan mengurangi keluhan yang sering dialami ibu hamil. Jenis pijatan disesuaikan dengan perubahan tubuh ibu hamil. Pada ibu hamil tubuh akan mengalami perubahan fisik, maupun perubahan psikologis yang disebabkan oleh peningkatan hormon kehamilan. Perubahan yang terjadi menyebabkan ibu hamil mengalami ketidaknyaman seperti, konstipasi, sering buang air kecil, sesak nafas, edema, kram kaki dan nyeri punggung. Ketidaknyamanan dalam kehamilan seperti Nyeri punggung 70%, sering berkemih 50%, Konstipasi 40%, sesak napas 60%, bengkak kaki 20%, perut kembung 30%, sakit kepala 20%, strie gravidarum 50%, hemoroid 60% berdasarkan data tersebut nyeri punggung merupakan ketidaknyamanan yang paling banyak dialami oleh ibu hamil. Hasil penelitian menyebutkan bahwa terdapat cara farmakologis dan nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri punggung. Penggunaan metode farmakologis tidak lagi direkomendasikan karena dianggap berbahaya dan memiliki efek serius pada janin. Penatalaksanaan metode non farmakologis dapat dilakukan dengan memberikan pijatan lembut seperti prenatal massage, kompres hangat, senam hamil dan latihan pernapasan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada ibu hamil di Desa Tambakrejo diketahui bahwa ibu hamil sebagain besar ibu hamil mengalami keluhan nyeri punguung. Ibu hamil belum pernah melakukan prenatak massage untuk mengurangi keluhan tersebut. Kegiatan Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan di Desa Tambakrejo. Jumlah KK di Desa Tambakrejo 1.324 KK, dengan jumlah ibu hamil trimester 3 sebanyak 6 ibu hamil. Kegiatan yang akan dilakukan adalah informasi dan pengetahuan melalui kegiatan penyuluhan tentang prenatal massage
Penguatan Kapasitas Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Dan Monitoring Pertumbuhan Balita di Desa Kepuhklagen Wringianom Kabupaten Gresik Nufus, Hidayatun; Novitasari, Rista
Jurnal Abdi Medika Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Abdi Medika Desember 2025
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v5i2.1551

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan seperti Desa Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Kondisi ini berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak serta produktivitas generasi di masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam pencegahan stunting melalui edukasi gizi seimbang dan monitoring pertumbuhan balita. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif kepada ibu balita, pelatihan kader posyandu mengenai pencatatan dan interpretasi Kartu Menuju Sehat (KMS), serta pendampingan dalam evaluasi hasil pemantauan pertumbuhan anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi dan pola asuh, keterampilan kader dalam melakukan monitoring pertumbuhan balita, serta meningkatnya kesadaran orang tua terhadap pencegahan stunting sejak dini. Dengan demikian, penguatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan monitoring pertumbuhan balita terbukti efektif sebagai strategi pencegahan stunting di Desa Kepuhklagen Wringinanom Kabupaten Gresik, sekaligus mendukung terwujudnya generasi sehat dan berkualitas.
Edukasi Habit Forming Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Untuk Mencegah Penyakit Pada Pekerja Pemilah Sampah Di Tpa Banjardowo Jombang Ruliati Ruliati; Imaniar Intan Harmawati; Octo Gyan Falesta; Ifada Qurrata A'yun Amalia
Jurnal Abdi Medika Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Abdi Medika Mei 2026
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v6i1.1573

Abstract

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan lingkungan kerja dengan risiko kesehatan tinggi akibat paparan debu, mikroorganisme, limbah infeksius, serta gas hasil pembusukan sampah. Pekerja pemilah sampah berpotensi mengalami gangguan kesehatan seperti penyakit kulit dan gangguan saluran pernapasan. Hasil observasi awal menunjukkan pekerja telah mengetahui pentingnya personal hygiene, namun belum membiasakan penggunaan alat pelindung diri (APD) secara konsisten. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui pendekatan habit forming. Metode yang digunakan adalah edukasi, ceramah, diskusi, demonstrasi, serta pembiasaan perilaku sehat secara berulang. Peserta kegiatan berjumlah 31 pekerja. Hasil menunjukkan 67% pekerja berjenis kelamin laki-laki dan 33% perempuan. Seluruh pekerja (100%) memiliki pengetahuan tentang personal hygiene, namun keluhan kesehatan masih ditemukan yaitu batuk pilek (58%), pusing (25%), dan gatal kulit (17%). Pendekatan habit forming membantu pekerja membangun kebiasaan menggunakan APD dan menjaga kebersihan diri secara rutin. Disimpulkan bahwa pembentukan kebiasaan sehat efektif dalam mencegah penyakit akibat kerja pada pekerja TPA.
Program Kapsul Buita (Kelas Ibu Plus Balita Keluarga Cerdas, Sehat dan Bahagia) Zeny Fatmawati; Wahyunik Tyas Asih; Baroroh Barir; Fera Yuli Setiyaningsih; Dhita Yuniar Kristianingrum
Jurnal Abdi Medika Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Abdi Medika Mei 2026
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v6i1.1614

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan cairan lain baik susu formula, air putih, air jeruk, atau makanan tambahan lain sebelum bayi mencapai usia enam bulan. Manfaat pemberian ASI bagi ibu dapat mencegah perdarahan pasca persalinan, mempercepat inovulasi uterus, mengurangi risiko anemia, mengurangi risiko kanker ovarium dan payudara, memperkuat ikatan batin antara ibu dan bayi yang dilahirkan.Program Kapsul Buita merupakan inovasi team pengabdian masyarakat sebagai solusi pemecahan masalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang manfaat ASI ekskluasif. Metode pelaksanaan dilakukan dengan memberikan edukasi, demontrasi dan brain storming dengan peserta, kegiatan ini dilakukan pada bulan Januari 2025 sesuai jadual kegiatan kelas ibu balita di balai Desa Ngimbang Kabupaten Lamongan. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 80%, dari rata-rata skor awal 20% menjadi 100% setelah kegiatan. Peserta yang terdiri dari 16 ibu menyusui menunjukkan perubahan perilaku dan pemahaman yang nyata terhadap pentingnya pemberian ASI eksklusif, cara menyusui yang benar, upaya peningkatan produksi ASI dan pentingya dukungan keluarga terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Pemberian Edukasi kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu balita dan keluarga dalam pemberian dan keberhasilan ASI eksklusif sehingga terwujud generasi keluarga yang cerdas, sehat dan bahagia.
Pemberdayaan Lansia Melalui Skrining Kesehatan Berkala Dan Edukasi Pola Hidup Sehat Maharnani Tri Puspitasari; Leo Yosdimyati Romli; Carlene Natasya Putri Andini
Jurnal Abdi Medika Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Abdi Medika Mei 2026
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v6i1.1616

Abstract

Peningkatan populasi lansia di wilayah pedesaan sering kali tidak dibarengi dengan literasi kesehatan yang memadai, sehingga risiko penyakit degeneratif tetap tinggi. Desa Banjartanggul di Kabupaten Mojokerto menghadapi tantangan serupa di mana deteksi dini penyakit tidak menular masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian lansia melalui skrining kesehatan berkala dan edukasi pola hidup sehat. Program ini menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan pada Januari 2026. Partisipan terdiri dari 25 lansia yang dipilih secara purposive. Instrumen kegiatan meliputi pemeriksaan biokimia (tekanan darah, gula darah, asam urat) dan kuesioner pengetahuan (pre-test dan post-test). Hasil skrining menunjukkan bahwa 60% lansia mengalami hipertensi dan 52% memiliki kadar asam urat tinggi. Setelah diberikan edukasi berbasis Kebutuhan Dasar Manusia (KDM), terjadi peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 45%, dengan capaian tertinggi pada indikator kesadaran skrining rutin (96%). Program ini efektif mengubah paradigma lansia dari perilaku kuratif menjadi preventif-proaktif. Sinergi antara pemeriksaan fisik dan edukasi berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mewujudkan lansia yang sehat dan berdaya di tingkat desa.
Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Penanganan Awal Kegawatdaruratan Maternal Neonatal Melalui Edukasi Dan Simulasi Miftahul Khairoh; Arkha Rosyaria Badrus
Jurnal Abdi Medika Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Abdi Medika Mei 2026
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v6i1.1623

Abstract

Kegawatdaruratan maternal neonatal masih menjadi penyebab utama tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai tanda bahaya kehamilan, persalinan, dan kondisi neonatal menyebabkan keterlambatan penanganan dan rujukan. Upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan simulasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kondisi kegawatdaruratan maternal neonatal. Permasalahan utama yang ditemukan adalah kurangnya pemahaman kader dan ibu hamil mengenai deteksi dini kegawatdaruratan maternal neonatal. Target kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penanganan awal kegawatdaruratan. Luaran kegiatan berupa peningkatan pengetahuan peserta, media edukasi, dokumentasi kegiatan, dan artikel pengabdian masyarakat. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan simulasi penanganan awal kegawatdaruratan maternal neonatal. Sasaran kegiatan terdiri dari ibu hamil dan kader kesehatan sebanyak 35 peserta di Desa Pasean Wilayah Kerja Puskesmas Pasean. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai tanda bahaya maternal neonatal serta peningkatan keterampilan dasar penanganan awal dan sistem rujukan cepat. Peserta aktif mengikuti simulasi dan mampu mempraktikkan langkah awal penanganan kegawatdaruratan. Edukasi dan simulasi efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penanganan awal kegawatdaruratan maternal neonatal sehingga dapat mendukung penurunan risiko keterlambatan penanganan ibu dan bayi.
Pelatihan 25 Kompetensi Kader Posyandu Integrasi Layanan Primer Sebagai Upaya Preventif Stunting Any Isro'aini; Lusianah Meinawati; Fera Yuli Setiyaningsih; Ratna Dewi Permatasari; Henny Sulistyawati; Yana Eka Mildiana
Jurnal Abdi Medika Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Abdi Medika Mei 2026
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v6i1.1627

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang memerlukan perhatian serius karena berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Anak yang mengalami stunting tidak hanya memiliki tinggi badan di bawah standar usianya, tetapi juga berisiko mengalami gangguan perkembangan kognitif, penurunan kemampuan Pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai upaya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan promotif dan preventif yang melibatkan lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat. Berdasarkan strategi nasional percepatan pencegahan stunting, penanganan stunting memerlukan keterlibatan lintas sektor serta penguatan peran masyarakat melalui pemberdayaan kader kesehatan2). Upaya tersebut dilakukan karena faktor penyebab stunting tidak hanya berkaitan dengan masalah gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh, sanitasi lingkungan, pendidikan, dan akses pelayanan kesehatan. Kabupaten Jombang sebagai salah satu wilayah di Provinsi Jawa Timur masih menghadapi tantangan dalam upaya penurunan angka stunting. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer yang mampu menjangkau masyarakat secara menyeluruh