cover
Contact Name
Zidnal Falah
Contact Email
jusindo.jsi@gmail.com
Phone
+6285322218207
Journal Mail Official
muhammadzidnal31@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sendang Residence Blok H1, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Published by Publikasi Indonesia
ISSN : 27753077     EISSN : 27750892     DOI : 10.36418
Core Subject : Health,
Ruang lingkup dan fokus penelitian terkait bidang kajian dengan penekanan pada pendekatan, yang meliputi: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Kesehatan Kerja; Hyperkes), Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan), Ilmu Gizi, Epidemiologi, Teknik Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Asuransi Jiwa dan Ilmu Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Ilmu Olah Raga, Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Administrasi Rumah Sakit, Entomologi (Kesehatan, Fitopatologi), Ilmu Biomedis, Ergonomi, Fisiologi Kerja, Fisioterapi, Analis Medis, Fisiologi (Olahraga ), Reproduksi (Biologi dan Kesehatan), Akupunktur, Rehabilitasi Medis.
Articles 411 Documents
Manfaat pemberian ASI pada Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Indrianto, Eriawan; Rahmah, Rahmah
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.153

Abstract

Latar Belakang: Status gizi mencerminkan keseimbangan antara asupan nutrisi dari makanan dan kebutuhan tubuh untuk menunjang fungsi metabolik. Bayi yang tidak memperoleh ASI secara eksklusif memiliki potensi lebih besar mengalami kematian akibat infeksi seperti diare dan pneumonia. Maka dari itu, pemberian ASI eksklusif sangat disarankan karena menjadi sumber utama energi dan zat gizi bagi bayi usia 0–12 bulan, serta dilanjutkan bersama MP-ASI hingga usia 2 tahun. Metode: Kajian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah sejumlah artikel ilmiah mengenai pengaruh ASI terhadap status gizi bayi, terutama bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) pada rentang usia 0–12 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif. Kesimpulan diperoleh dari sintesis berbagai jurnal yang ditelaah. Dari lima artikel ilmiah, ditemukan bahwa ASI mengandung komponen penting seperti zat antibakteri, antiinflamasi, pengatur sistem imun, dan leukosit hidup. Kesimpulan: ASI terbukti memberikan dampak positif terhadap kesehatan bayi prematur dengan BBLR, seperti mengurangi risiko terjadinya necrotizing enterocolitis (NEC), sepsis onset lambat, gangguan perkembangan saraf, retinopati prematuritas, serta bronkopulmonari displasia (BPD). Oleh karena itu, ASI direkomendasikan sebagai sumber utama nutrisi enteral untuk bayi prematur.
Uji Toksisitas dan Kapasitas Antioksidan ABTS pada Apium Graveolens Maharani, Karennina Larissa; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.157

Abstract

Seledri (Apium graveolens) merupakan tumbuhan yang mudah ditemukan, dapat dikonsumsi dan umumnya dapat digunakan sebagai  pengobatan karena memiliki banyak manfaat terutama dalam bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui kandungan kapasitas antioksidan dan toksisitas pada Apium graveolens. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental in vitro. Analisis yang digunakan meliputi uji kapasitas antioksidan 2,2’-azino-bis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic)acid (ABTS) dan uji toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Pada uji kapasitas antioksidan menunjukan nilai IC50 11,446 µg/mL, termasuk ke dalam kategori antioksidan yang sangat kuat. Penelitian ini menunjukan bahwa Apium graveolens merupakan antioksidan yang cukup efektif. Tingkat toksisitas Apium graveolens yang ditunjukan dengan nilai LC50 didapatkan sebesar 269,153 µg/mL, termasuk ke dalam kategori toksisitas toksik sedang sehingga memiliki potensi sebagai antimitosis. Berdasarkan hasil ini, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai aplikasi klinis ekstrak seledri, terutama dalam pengembangan suplemen antioksidan untuk pencegahan penyakit degeneratif.
Uji Fenolik Total dan Kapasitas Antioksidan Ekstrak Buah Psophocarpus tetragonolobus Darma, Timothy Halomoan; Limanan, David; Yulianti, Eny
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.159

Abstract

Reactive Oxygen Species (ROS) adalah molekul oksigen reaktif yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari metabolisme sel normal, terutama di mitokondria. Meskipun ROS memainkan peran penting dalam proses fisiologis, akumulasi berlebih dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada biomolekul seperti DNA, protein, dan lipid. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan ROS dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) diketahui memiliki kapasitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi kapasitas fenolik total dan kapasitas antioksidan keseluruhan dari ekstrak metanol yang berasal dari kecipir. Penelitian ini menggunakan desain studi eksperimental in vitro. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan metanol sebagai pelarut. Analisis meliputi tes kapasitas antioksidan menggunakan 1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl (DPPH) dan uji fenolik total. Uji kapasitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 sebesar 47,7 µg/mL, mengklasifikasikannya sebagai antioksidan sangat kuat. Temuan ini menunjukkan potensi ekstrak kecipir sebagai antioksidan yang efektif. Sementara untuk uji fenolik totalnya 34,90 mg GAE/gram dengan pengenceran dua kali. Ekstrak metanol buah kecipir memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami yang efektif dengan aktivitas antioksidan yang kuat, serta kandungan fenolik yang tinggi, sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut dalam aplikasi kesehatan, khususnya pencegahan penyakit akibat stres oksidatif.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Terhadap Siklus Haid pada Remaja Putri SMKN 1 Karawang Aryana, Shalsabiela Putri; Yapri, Julius Chandra
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.160

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator status gizi yang berpotensi memengaruhi kesehatan reproduksi, termasuk keteraturan siklus menstruasi. Obesitas pada remaja putri dapat meningkatkan risiko gangguan siklus akibat ketidakseimbangan hormon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan siklus menstruasi pada remaja putri di SMKN 1 Karawang. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross-sectional, dengan pengumpulan data yang dilakukan pada Januari 2024. Sampel terdiri dari 161 responden yang dipilih melalui teknik non-random sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.. Hasil penelitian ini terdapat adanya hubungan yang signifikan antar Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi (oligomenore) remaja putri di SMKN 1 Karawang. Diperoleh nilai p = 0,000 dimana angka ini lebih kecil dari α = 0,05.  Disimpulkan bahwa peningkatan frekuensi Indeks Massa Tubuh yang berlebih (overweight) akan meningkatkan frekuensi terjadinya gangguan siklus menstruasi (oligomenore).
Hubungan Durasi Penggunaan Gawai dengan Handgrip Strength pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2022 Maharani, Faadhilah Indira; Setiadi, Tjie Haming
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.161

Abstract

Penggunaan gawai (smartphone, tablet) yang berlebihan di kalangan mahasiswa dapat mempengaruhi kesehatan fisik, termasuk kekuatan genggaman tangan (handgrip strength). Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan handgrip strength pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional atau potong lintang. Subjek pada studi ini merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022 yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data durasi penggunaan gawai dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu, penggunaan tinggi (≥ 7 jam/hari) dan penggunaan rendah (< 7 jam/hari), berdasarkan kuesioner Handgrip strength diukur menggunakan hand dynamometer CAMRY. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney U untuk membandingkan handgrip strength antara kedua kelompok. Total 130 mahasiswa berpartisipasi dalam penelitian ini. Rata-rata handgrip strength tangan dominan untuk kelompok penggunaan tinggi adalah 22,79 ± 6,80 kg, sedangkan untuk kelompok penggunaan rendah adalah 29,38 ± 7,91 kg. Uji Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam handgrip strength antara kedua kelompok (U = 951,500, p < 0,001). Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa dengan durasi penggunaan gawai yang lebih tinggi memiliki handgrip strength yang lebih rendah.
Sebaran Nilai INR pada Pasien Stroke Iskemik dengan Atrial Fibrilasi di RSUD Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2017-2023 Meganindita, Frisca; Priyana, Andria
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.162

Abstract

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling umum, dengan fibrilasi atrium sebagai faktor risiko utama karena dapat menyebabkan pembentukan thrombus yang berujung pada embolisasi dan stroke iskemik. Pasien stroke iskemik dengan atrial fibrilasi menerima terapi antikoagulan oral dengan warfarin serta melakukan pemantauan INR (International Normalized Ratio). INR merupakan pemeriksaan penting untuk dilakukan yang berguna untuk menilai risiko atau status koagulasi dari pasien. Penelitian ini memperoleh data dari rekam medis pada pasien rawat inap yang terdiagnosa stroke iskemik dengan atrial fibrilasi yang ada di RSUD Cengkareng. Didapatkan 51 pasien rawat inap dengan rerata usia 63.98 tahun dan mayoritas pasien yang terdiagnosa stroke iskemik berusia <65 tahun yaitu 23 (45.1%) serta jenis kelamin laki – laki lebih banyak daripada perempuan sebanyak 29 (56.9%) laki – laki dan 22 (43.1%) perempuan. Penghitungan rerata nilai INR didapatkan hasil 1.5531. Berdasarkan nilai INR normal yaitu 2 – 3, pasien rawat inap yang terdiagnosa stroke iskemik dengan atrial fibrilasi di RSUD Cengkareng nilai INR nya 4 (7.8%) tercapai dan 47 (92.2%) tidak tercapai nilai normal. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai capaian nilai INR di setiap kunjungan rawat inap pasien stroke iskemik dengan atrial fibrilasi sehingga dapat menjadi pertimbangan data evaluasi terapi pasien.
Uji Kapasitas Antioksidan Pada Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Dengan Metode DPPH, FRAP Asyraf, Muhammad Zain Alwi; Limanan, David; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.165

Abstract

Antioksidan berperan sebagai pelindung dari kerusakan oksidatif, termasuk antioksidan eksogen yang bisa didapatkan dari bahan-bahan herbal. Salah satu contoh antioksidan eksogen alami yang banyak ditemukan di Indonesia adalah kayu secang (Caesalpinia sappan L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kapasitas antioksidan dari ekstrak kayu secang menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dan FRAP (ferric reducing antioxidant power). Hasil uji kapasitas antioksidan dengan metode DPPH pada ekstrak kayu secang menunjukkan nilai IC50 sebesar 99,996 µg/mL, sementara dengan metode FRAP nilai IC50 yang diperoleh adalah 24,853 µg/mL. Berdasarkan nilai ini, kayu secang memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat menurut metode FRAP (nilai IC50 ≤ 50 µg/mL) dan aktivitas antioksidan kuat menurut metode DPPH (nilai IC50 antara 50 – 100 µg/mL). Dengan demikian, kayu secang (Caesalpinia sappan L.) berpotensi dimanfaatkan sebagai antioksidan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Motivasi Ibu tentang Kebersihan Gigi dan Mulut dengan Karies Gigi pada Anak TK Negeri Pembina Cibinong Bogor Anjani, Almaida Refi; Mijaata, Djoko Micni
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan motivasi ibu dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan kejadian karies gigi pada anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina Cibinong, Bogor. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross-sectional dengan melibatkan 107 ibu dan anak yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan motivasi ibu, serta pemeriksaan fisik gigi dan mulut anak untuk mendeteksi karies. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu (p = 0,676) dan motivasi ibu (p = 1,000) dengan kejadian karies gigi pada anak. Meskipun mayoritas ibu memiliki tingkat pengetahuan dan motivasi yang baik, hasil ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lain seperti pola makan dan akses terhadap layanan kesehatan gigi mungkin lebih berpengaruh terhadap kejadian karies gigi. Penelitian lebih lanjut dengan memperhatikan variabel internal dan eksternal lainnya diperlukan untuk memahami secara lebih mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi kebersihan gigi dan mulut anak.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Osteoarthritis pada Lansia di RSUD Pantura M.A Sentot Patrol Tahun 2021 - 2023 Safitri, Siva Eka; Ruslim, Daniel
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.167

Abstract

Indeks massa tubuh (IMT) merupakan alat ukur yang dilakukan untuk skrining obesitas dan risiko kesehatan yang ditimbulkannya. Semakin tinggi indeks massa tubuh, maka semakin tinggi risiko penyakit yang dapat dialami, salah satu penyakit yang timbul dari indeks massa tubuh tinggi atau obesitas ialah osteoartritis. Osteoartritis dapat terjadi diberbagai rentang usia, yang paling banyak terkena adalah kelompok lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian osteoartritis pada lansia di RSUD Pantura M.A sentot patrol. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross sectional dan pengolahan data dilakukan dengan teknik analisis univariat. Hasil penelitian ini, dari 116 lansia yang mengalami osteoarthritis, mayoritas memiliki berat badan berlebih dengan 64 orang (55,2%). Namun, hasil uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,933. Penelitian ini menyimpulkan bahwa IMT tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian osteoarthritis pada lansia di RSUD Pantura M.A Sentot Patrol.
Gambaran Hidrasi Kulit dan Dermatitis Kontak Alergi pada Mahasiswa FK UNTAR Angkatan 2021 Pengguna Hand Sanitizer Saedi, Aura Justitia Leonita Faradila; Wijayadi, Linda Julianti
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.169

Abstract

Penggunaan hand sanitizer telah meningkat secara signifikan di kalangan mahasiswa, termasuk di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Namun, penggunaan rutin hand sanitizer dapat mempengaruhi kadar hidrasi kulit dan meningkatkan risiko dermatitis kontak alergi. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dan bersifat deskriptif.  Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Kadar hidrasi kulit diukur menggunakan alat ukur korneometer, sementara keberadaan dermatitis kontak alergi dinilai dengan anamnesis melalui kuesioner dan didukung dengan pemeriksaan fisik melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar hidrasi kulit tangan banyak dialami oleh perempuan dibanding laki-laki dan 28 subjek penelitian mengalami gejala dermatitis kontak alergi. Penggunaan hand sanitizer yang berlebihan dapat berkontribusi pada penurunan kadar hidrasi kulit dan meningkatkan risiko dermatitis kontak alergi di kalangan mahasiswa. Langkah-langkah preventif dan perawatan perlu dipertimbangkan untuk meminimalkan dampak negatif penggunaan hand sanitizer pada kulit.