cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsps@unisba.ac.id
Phone
+6285211144661
Journal Mail Official
bcsps@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp: +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Psychology Science
ISSN : -     EISSN : 28282191     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i3
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 490 Documents
Hubungan antara Perilaku Cybersex dengan Sleep Quality pada Pengguna Twitter Diah Puspitasari; Lilim Halimah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.9492

Abstract

Abstract. The global era has made the internet a primary necessity for its users, including the need for social media usage. Inappropriate use of Twitter social media can have negative effects such as cybersex behavior. For those who continuously engage in cybersex and constantly think about pornographic content, it impacts sleep quality. This study aims to determine the relationship between cybersex behavior and sleep quality among Twitter users. The study utilizes a correlational method with 97 respondents. Sleep quality is measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) developed by Buysee et al. (1989). Internet Sex Screening is used to measure cybersex behavior. Data analysis technique employs the Spearman rank correlation. The research findings show a correlation coefficient of r = -0.648 with a p-value of 0.000 < 0.05. This means that there is a significant negative relationship between cybersex behavior and sleep quality among Twitter users. Abstrak. Era global menjadikan internet sebagai kebutuhan utama bagi para penggunanya, termasuk pada kebutuhan akan penggunaan media sosial. Penggunaan media sosial twitter yang tidak tepat dapat menimbulkan dampak negatif seperti perilaku cybersex. Bagi mereka yang Mengakses cybersex secara terus menerus dan selalu memikirkan konten – konten pornografi berdampak pada kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku cybersex dan sleep quality pada pengguna Twitter. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan responden sebanyak 97 orang. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang disusun oleh Buysee et al. (1989). Internet Sex Screening digunakan untuk mengukur perilaku cybersex. Teknik analisis data menggunakan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan nilai r= -0.648 dengan nilai p = 0.000 <0.05. Artinya Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara perilaku cybersex dengan sleep quality pada pengguna Twitter.
Pengaruh Problematic Internet Use Terhadap Subjective Well-Being Pada Mahasiswa Universitas Islam Bandung Nisa Nurafifah; Muhammad Ilmi Hatta
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.9493

Abstract

Abstract. Students who experience anxiety, stress, and experience problematic internet use can have low subjective well-being (Hui et al., 2011; Chen, 2011). Students are prone to experiencing problematic internet use, because the University itself provides wifi that can be accessed anywhere, besides that students also have a lot of free time because there is no definite schedule (Frangos et al., 2011). According to Caplan (2010) problematic internet use is the existence of excessive internet use characterized by certain characteristics of behavior and cognition, which causes a negative impact both in learning and social. The purpose of this study was to determine the effect of problematic internet use on subjective well-being in students of the Islamic University of Bandung. The research method used in this study is quantitative with a causality research design. The measuring instrument for problematic internet use is the Generalized Problematic internet use Scale 2 (GPIUS2), while for subjective well-being using the satisfaction with life scale (SWLS) and the Postive and Negative Affect Scale (SPANE). The sample taken was 390 students. And the results showed that problematic internet use has a negative effect on subjective well-being. The partial determination coefficient test results show that problematic internet use affects SWLS by 11.1%, while SPANE by 44.8%. This means that problematic internet use has a negative and significant influence on subjective well-being with affective aspects, namely through the Postive and Negative Affect Scale (SPANE) which has the greatest influence on problematic internet use in Bandung Islamic University students. Abstrak. Mahasiswa yang mengalami kecemasan, stress, serta mengalami problematic internet use dapat memiliki subjective well-being yang rendah (Hui et al., 2011; Chen, 2011). Mahasiswa rawan mengalami problematic internet use, karena di Universitas sendiri menyediakan wifi yang dapat diakses dimana saja, selain itu mahasiswa juga banyak memiliki waktu luang karena tidak ada jadwal yang pasti (Frangos et al., 2011). Menurut Caplan (2010) problematic internet use adalah adanya penggunaan internet yang berlebihan yang ditandai dengan ciri tertentu dari perilaku serta kognisi, yang menyebabkan adanya dampak negatif baik dalam pembelajaran maupun sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh problematic internet use terhadap subjective well-being pada mahasiswa Universitas Islam Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas. Alat ukur problematic internet use adalah Generalized Problematic internet use Scale 2 (GPIUS2), sedangkan untuk subjective well-being menggunakan alat ukur satisfaction with life scale (SWLS) dan Scale Postive and Negative Affect (SPANE). Sampel yang yang diambil sebanyak 390 mahasiswa. Dan didapatkan hasil bahwa problematic internet use berpengaruh negatif terhadap subjective well-being. Hasil uji koefisien determinasi parsial menunjukan bahwa problematic internet use berpengaruh terhadap SWLS sebesar 11,1%, sedangkan SPANE sebesar 44,8%. Artinya problematic internet use memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap subjective well-being dengan aspek afektif yakni melaui Scale Postive and Negative Affect (SPANE) yang memiliki pengaruh paling besar problematic internet use pada mahasiswa Universitas Islam Bandung.
Pengaruh Social Support terhadap Kematangan Karier Siswa Kelas XII SMAN di Kota Bandung Hasna Siti Hanifah; Dewi Rosiana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.9511

Abstract

Abstrack. Career maturity is characterized by the ability of students to make career choices. In fact, the concept of career development and career maturity is usually not a serious concern, either in the school environment, the world of work, or Indonesian society in general. High school students, especially those in class XII, must decide whether to continue their tertiary education or enter the workforce directly. Adolescents often experience external influences during the process of social development, so it is helpful for them to make their own decisions about their choice of work. Therefore, social support is needed for students to develop career maturity. This study aims to determine how much influence social support has on the career maturity of class XII students of SMAN in Bandung City. This study uses the social support theory model from House and the career maturity theory model from Super. This research method uses causality with a quantitative approach. This study used a psychological measuring instrument scale from Hanifah and a career maturity scale from Sartika. The population in this study were students of class XII SMAN in Bandung City with the final sample obtained as many as 274 students of class XII SMAN in Bandung City. The data analysis used is a simple linear regression test technique. The results of data processing show an R-square of 0.123, which means that the influence of the social support variable (X) on the career maturity variable (Y) is 12.3%. While the remaining 87.7% is the influence exerted by other factors not examined. Obtained a significance value of 0.000 <0.005 So it can be concluded that the social support variable influences the career maturity variable of class XII students of SMAN in Bandung City. Keywords: Social support, Career Maturity, Class XII High School Students Abstrak. Kematangan karier ditandai dengan kemampuan siswa dalam menetapkan pilihan kariernya. Kenyataannya, konsep perkembangan karier dan kematangan karier biasanya belum menjadi perhatian serius, baik di lingkungan sekolah, dunia kerja, ataupun masyarakat Indonesia pada umumnya. Siswa sekolah menengah atas, khususnya yang berada di kelas XII, harus memutuskan apakah akan melanjutkan pendidikan perguruan tinggi atau langsung memasuki dunia kerja. Remaja sering mengalami pengaruh eksternal selama proses perkembangan sosial, sehingga membantu bagi mereka untuk membuat keputusan sendiri tentang pilihan pekerjaan mereka. Maka dari itu, social support diperlukan bagi siswa untuk mengembangkan kematangan karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh social support terhadap kematangan karier siswa kelas XII SMAN di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan model teori social support dari House dan model teori kematangan karier dari Super. Metode penelitian ini menggunakan kausalitas dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan skala psikologis alat ukur dari Hanifah dan skala kematangan karier dari Sartika. Populasi pada penlitian ini adalah siswa kelas XII SMAN di Kota Bandung dengan sampel akhir yang didapatkan yaitu sebanyak 274 siswa kelas XII SMAN di Kota Bandung. Analisis data yang digunakan adalah teknik uji regresi linier sederhana. Hasil pengolahan data menunjukkan R-square sebesar 0.123 yang artinya bahwa pengaruh variable social support (X) terhadap variable kematangan karier (Y) sebesar 12.3%. Sedangkan sebanyak 87.7% sisanya merupakan pengaruh yang diberikan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti. Didapatkan nilai signifikasi sebesar 0.000 < 0.005 Sehingga dapat disimpulkan bahwa variable social support berpengaruh terhadap variabel kematangan karier siswa kelas XII SMAN di Kota Bandung. Kata Kunci: Social support, Kematangan Karier, Siswa Kelas XII SMA
Hubungan antara Self Esteem dengan Perilaku Asertif Siswa SMP di Kabupaten Cianjur Afwa Azkury Kusumah; Dewi Rosiana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.9514

Abstract

Abstract. Self-esteem is an assessment made by individuals in viewing themselves, especially the attitude of rejecting, accepting, and believing in one's abilities, significance, success and worth. Assertiveness is the ability to express opinions and needs in an honest and open manner. Adolescents must develop assertive behavior in social relations so that they can communicate and interact well in the family, school and community environment. If adolescents do not have both attitudes, it will affect the ability to interact and adjustment to the environment. The purpose of this study was to determine the relationship between self-esteem and the assertive behavior of junior high school students in Cianjur Regency. This study used a sample of 270 respondents and used ordinal scale data for both variables using the correlational method. In this study, using questionnaire data collection regarding self-esteem from Coopersmith (1967) and assertive behavior based on the theory of Rathus (1980) which was adapted by Wulandari in 2018. The results of data processing show that there is a positive relationship between self-esteem and assertive behavior Middle school students in Cianjur Regency amounted to 0.607 which is classified as moderate, meaning that the higher the level of self-esteem, the higher the assertive behavior, the lower the level of self-esteem, the lower the level of assertive behavior of junior high school students in Cianjur district. Abstrak. Harga diri (self esteem) merupakan penilaian yang dibuat individu dalam memandang dirinya, terutama sikap menolak, menerima, serta percaya terhadap kemampuan diri, keberartian, kesuksesan serta keberhargaan. Asertivitas yaitu kemampuan dalam mengungkapkan pendapat dan kebutuhan yang dilakukan secara jujur dan terbuka. Remaja harus mengembangkan perilaku asertifnya dalam hubungan sosial supaya bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Jika remaja tidak memiliki kedua sikap tersebut maka akan mempengaruhi kemampuan untuk berinteraksi serta penyesuaian terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self esteem dengan perilaku asertif siswa SMP di Kabupaten Cianjur. Penelitian ini memakai sampel 270 responden serta menggunakan data berskala ordinal untuk kedua variable dengan metode korelasional. Di dalam penelitian ini, menggunakan pengumpulan data kuisioner mengenai self esteem dari Coopersmith (1967) dan perilaku asertif berdasarkan teori Rathus (1980) yang telah diadaptasi oleh Wulandari pada tahun 2018. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa ada hubungan yang positif antara self esteem dengan perilaku asertif siswa SMP di Kabupaten Cianjur sebesar 0.607 yang tergolong sedang, artinya semakin tinggi tingkat self esteem maka semakin tinggi juga perilaku asertif, semakin rendah tingkat self esteem maka semakin rendah juga tingkat perilaku asertif siswa SMP di kabupaten Cianjur.
Hubungan Academic Stress dengan Problematic Internet Use pada Mahasiswa Pengguna Social Media di Universitas Islam Bandung Amelia Nisa Aqila; Lilim Halimah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.9521

Abstract

Abstract. The improper utilization of the internet can lead to the occurrence of Problematic Internet Use among students. As students rely on the internet for their learning process, they are also susceptible to the risks of Problematic Internet Use. Excessive usage can disrupt study time, diminish productivity levels, and disturb the balance between academic and social life, resulting in Academic Stress. This research aims to examine the correlation between Academic Stress and Problematic Internet Use among students who utilize social media at the Islamic University of Bandung. The study was conducted on 429 students, aged between 18-24 years, who access the internet for more than 5 hours daily, outside of academic or professional purposes, consequently experiencing physical and psychological issues due to internet usage. The data was collected using an adapted questionnaire from the Student-Life Stress Inventory and the Generalized Problematic Internet Use Scale 2 (GPIUS-2). Data analysis was performed using the Pearson Product Moment correlation test with the assistance of IBM SPSS 26 software for Windows. The results of the data analysis indicate a correlation coefficient value of r=0.795 with a significance level of P=0.000<0.05, its mean there is significantly a strong positive relationship between Academic Stress and Problematic Internet Use among students who utilize social media at the Islamic University of Bandung. Abstrak. Penggunaan internet yang tidak tepat dapat mengakibatkan Problematic Internet Use Mahasiswa. Mahasiswa sebagai pengguna internet untuk proses pembelajaran pun berisiko terhadap Problematic Internet Use. Penggunaan yang berlebihan dapat mengganggu waktu belajar, mengurangi tingkat produktivitas, dan mengubah keseimbangan antara kehidupan akademik dan sosial yang berdampak pada Academic Stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Academic Stress dengan Problematic Internet Use pada mahasiswa pengguna social media di Universitas Islam Bandung. Penelitian dilakukan kepada 429 mahasiswa di Universitas Islam Bandung dengan rentang usia 18-24 tahun dan mengakses internet lebih dari 5 jam per hari diluar kepentingan akademik atau professional sehingga mengalami masalah fisik maupun psikologis akibat penggunaan internet. Alat pengumpul data berupa kuesioner adaptasi Student-Life Stress Inventory dan Generalized Problematic Internet Use Scale 2 (GPIUS2). Analisis data menggunakan uji teknik korelasi Pearson Product Moment dengan alat bantu software IBM SPSS 26 for windows. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r=0.795 dengan nilai P=0.000<0.05 artinya secara signifikan terdapat hubungan positif dengan kategori yang kuat antara Academic Stress dan Problematic Internet Use pada Mahasiswa pengguna social media di Universitas Islam Bandung.
Komitmen Organisasi pada Pegawai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat I Farid Rizqy Alfaidz Mujahid; Umar Yusuf Supriatna
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.9577

Abstract

Abstract. One of the organizations that has a role in the Indonesian economy is the Directorate General of Taxes (DGT). The largest contribution to state revenue comes from the taxation sector, namely 1,865.7 trillion or 83.5% of total state revenue. West Java Regional Office of DGT I shows good performance with overall task achievement averaged 97.04%.In this study it was found that as many as 49 people (81.7%) had very high organizational commitment, 8 people (13.3%) had high organizational commitment, 3 people (5% ) has low organizational commitment, and there are no employees who have very low organizational commitment (0%). Abstrak. Organisasi yang memiliki peran dalam perekonomian Indonesia salah satunya adalah Direktorat Jenderal Pajak (DJP. Kontribusi terbesar pendapatan negara berasal dari sektor perpajakan yaitu 1.865,7 Triliun atau sebesar 83,5% dari total pendapatan negara. Kanwil DJP Jawa Barat I menunjukkan konerja yang baik dengan seluruh pencapaian tugas rata-rata97,04%. Pada penelitian ini diketahui bahwa sebanyak 49 orang (81,7%) memiliki komitmen organisasi yang sangat tinggi, 8 orang (13,3%) memiliki komitmen organisasi yang tinggi, 3 orang (5%) memiliki komitmen organisasi yang rendah, dan tidak ada pegawai yang memiliki komitmen organisasi yang sangat rendah (0%).
Hubungan Self-Esteem dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Islam Bandung Maovangi Day, Vania; Rosiana, Dewi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9597

Abstract

Abstract. This study aims to look at the relationship between the level of confidence and scientific knowledge of students in a certain year at the Islamic University of Bandung (UNISBA). Procrastination is defined as the activity of delaying or avoiding tasks. While self-esteem is an individual's evaluation of himself, includes both positive and negative things, and describes the extent to which a person's belief in personal abilities, achievements, and self-worth. The measuring instruments used in this study were the Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI) by Coopersmith, and the Academic Procrastination Scale by Ferrari (1995). The results show that there is a relationship between self-esteem and academic procrastination in final year students at Bandung Islamic University. With a correlation coefficient value of 0.706 which indicates that there is a negative relationship between self-esteem and academic procrastination in final year students at Bandung Islamic University, which means that if self-esteem increases, academic procrastination decreases and vice versa. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara tingkat kepercayaan dan keilmiahan mahasiswa pada tahun tertentu di Universitas Islam Bandung (UNISBA). Prokrastinasi didefinisikan sebagai kegiatan menunda atau menghindari tugas. Sementara self-esteem merupakan evaluasi individu yang dilakukan terhadap dirinya sendiri, mencakup hal positif dan juga negative, dan menggambarkan sejauh mana keyakinan seseorang akan kemampuan pribadi, pencapainnya, dan nilai dirinya. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI) oleh Coopersmith, dan skala Prokrastinasi akademik oleh Ferrari (1995). Hasil menunjukkan bahwa adanya hubungan antara self-esteem dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa tingkat akhir di universitas islam bandung. Dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.706 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan korelasi negatif antara self-esteem dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa tingkat akhir di universitas islam bandung yang artinya jika self-esteeem meningkat maka prokrastinasi akademik menurun begitupun sebaliknya.
Gambling Memahami Motivasi dan Dampak Judi Slot di Kalangan Mahasiswa: Pemahaman Motivasi Dampak Judi Slot Di Kalangan Mahasiswa Wibiru, Rafa Perwira Wibiru; Shafa Nurul Zahran; Uswatun Hasanah; Balqis Nabila; Rama Wijaya Abdul Rozak
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9661

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the impact of slot gambling activities that are increasingly spreading among university students and to find the motivation of students who play slot gambling. This is despite the fact that a large number of studies have been conducted on gambling, particularly slot games in university students. This study used qualitative methods, which involved participatory observation and interviews. The purpose of this study was to gain a deeper understanding of individual motivations as well as the impact of playing slots. The results of this study contain a better understanding of university students who participate in slot games and the consequences that may result from such involvement. This research can provide a basis for policy and be good for preventing and addressing the adverse effects of slot gambling among university students. This research also paves the way for further research that can learn more about the psychosocial and motivational aspects of gambling in university students. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari aktivitas judi slot makin menyebar di kalangan mahasiswa serta mencari motivasi mahasiswa yang bermain judi slot. Terlepas dari fakta bahwa sejumlah besar penelitian telah dilakukan terkait perjudian, khususnya permainan slot pada mahasiswa. Studi ini menggunakan metode kualitatif , yang melibatkan observasi partisipan dan wawancara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang motivasi individu serta dampak yang ditimbulkan oleh bermain slot. Hasil penelitian ini berisi pemahaman yang lebih baik tentang mahasiswa yang berpartisipasi dalam permainan slot dan akibat yang mungkin dihasilkan dari keterlibatan tersebut. Penelitian ini dapat memberikan dasar untuk kebijakan dan menjadi baik untuk mencegah serta mengatasi efek buruk perjudian slot di kalangan mahasiswa. Penelitian ini juga membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut yang dapat memppelajari lebih lanjut tentang psikososial dan motivasi dari perjudian di lingkungan mahasiswa.
Pengaruh Work Life Balance terhadap Work Engagement pada Guru SLB Annisa Dinda Zaytuna; Dinda Dwarawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9717

Abstract

Abstract. Work engagement (Schaufeli and Bakker, 2004; Schaufeli, 2012) is a state of affective motivation or positive thinking in which employees feel energetic (vigor), enthusiastic (dedication), and immersed in their activities (absorption). Work life balance (Fisher et al., 2009) defines the balance between work and personal life that affects individual well-being. This study aims to determine the effect of work life balance on work engagement in special school teachers. This study used a sample of 214 permanent special school teachers. The hypothesis in this study is that work life balance has a significant effect on work engagement in special school teachers. The method used in this research is quantitative causality method using multiple linear regression analysis techniques using a sample of 214 respondents. The measuring instrument used is the Utrecht Work Engagement Scale (UWES) developed by Schaufeli and Bakker (2004) which was adapted by Kristiana et al. (2018) into a 9-item version and a work life balance measuring instrument developed by Fisher et al. (2009) which was adapted by Gunawan et al. (2019). The results of this study indicate that simultaneously, work life balance influences work engagement by 12.9%. While partially, only the Personal Life Enhancement of Work (PLEW) dimension has an influence, which is 12.7%. Abstrak. Work engagement (Schaufeli dan Bakker, 2004; Schaufeli, 2012) merupakan keadaan motivasi afektif atau pemikiran positif yang di mana karyawan merasakan energik (vigor), antusias (dedication), dan tenggelam dalam aktivitas mereka (absorption). Work life balance (Fisher et al., 2009) mendefisikan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang berpengaruh untuk kesejahteraan individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work life balance terhadap work engagement pada guru Sekolah Luar Biasa (SLB). Penelitian ini menggunakan sampel guru tetap SLB sebanyak 214 orang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah work life balance berpengaruh signifikan terhadap work engagement pada guru SLB. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif kausalitas dengan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda yang menggunakan sampel responden sebanyak 214 orang. Alat ukur yang digunakan adalah Utrecht Work Engagement Scale (UWES) yang dikembangkan oleh Schaufeli dan Bakker (2004) yang diadaptasi oleh Kristiana et al. (2018) menjadi versi 9 item dan alat ukur work life balance yang dikembangkan oleh Fisher et al. (2009) yang diadaptasikan oleh Gunawan et al. (2019). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan, work life balance memberikan pengaruh terhadap work engagement sebesar 12.9%. Sedangkan secara parsial hanya dimensi Personal Life Enhancement of Work (PLEW) memberikan pengaruh yaitu sebesar 12.7%.
Stress Akademik pada Mahasiswa Rantau Tahun Pertama Kota Bandung Nisrina Najwa; Umar Yusuf Supriatna
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9718

Abstract

Abstract. Overseas students experience more stress than non-overseas students (Handayani, 2020). The stress felt by first-year overseas students comes from academic pressure. To deal with academic stress experienced by students, students need mental strength, namely patience. This study aims to determine how much impact patience has on academic stress and which aspects of patience have the most impact on academic stress in first-year overseas students in the city of Bandung. The research design used in this study is a quantitative study with a non-experimental causality design using a patience variable measuring tool compiled by Yusuf (2021) with a validity value range of 0.5-0.8 and a reliability of 0.93 and an academic stress measuring instrument constructed by Rizka Hadian Permana, S .Psi., M.Psi and Lilim Halimah, BHSc., MHSPY based on Sarafino's theory with a validity value range of 0.316-0.862 and a reliability of 0.977. The sampling technique used was inccidental sampling and 109 respondents were tested using multiple linear regression tests. The results of the multiple regression test show that there is a significant effect between patience and academic stress, with an r-square value of 0.400 or 40%. The aspects of patience that have a significant effect on academic stress are the aspects of steadfastness and perseverance. Abstrak. Mahasiswa rantau lebih banyak mengalami stres dibandingkan dengan mahasiswa yang bukan rantau (Handayani, 2020). Stres yang dirasakan mahasiswa rantau tahun pertama salah satunya bersumber dari tekanan akademik. Untuk menghadapi stres akademik yang dialami mahasiswa, maka mahasiswa memerlukan kekuatan mental yaitu kesabaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kesabaran terhadap stres akademik serta aspek kesabaran mana yang paling berpengaruh terhadap stres akademik pada mahasiswa rantau tahun pertama di Kota Bandung. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain kausalitas non eksperimen menggunakan alat ukur variabel kesabaran yang disusun oleh Yusuf (2021) dengan rentang nilai validitas 0.5-0.8 dan reliabilitas 0.93 serta alat ukur stres akademik yang dikonstruksikan oleh Rizka Hadian Permana, S.Psi., M.Psi dan Lilim Halimah, BHSc., MHSPY berdasarkan teori Sarafino dengan rentang nilai validitas 0.316-0.862 dan reliabilitas 0.977. Teknik sampling yang digunakan adalah inccidental sampling dan mendapatkan 109 responden yang diuji dengan uji regresi linear berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan antara kesabaran dan stres akademik, dengan nilai r-square sebesar 0.400 atau 40%. Adapun aspek kesabaran yang berpengaruh signifikan terhadap stres akademik adalah aspek tabah dan tekun.