cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsps@unisba.ac.id
Phone
+6285211144661
Journal Mail Official
bcsps@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp: +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Psychology Science
ISSN : -     EISSN : 28282191     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i3
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 490 Documents
Pengaruh Person-Job Fit terhadap Turnover Intention pada Karyawan di Perusahaan Startup Digital Yulia Kartika; Sita Rositawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.7467

Abstract

Abstract. The problem of retaining employees not to leave the company is a challenge until now. Person - job fit is a condition that describes the suitability between employees and their jobs (Cable & DeRue, 2002). The existence of this suitability can influence many attitudes and work behavior of employees, one of which is the intention to leave their job. This study aims to determine how much influence person-job fit has on employee turnover intention in digital startup companies. Research using quantitative methods with causality design. The subjects in this study were 104 respondents who were employees at digital startup companies in the city of Bandung. The measuring instrument used in this study is the perceived fit scale from Cable & DeRue (2002) adapted by Pramesti & Astiti (2020) and turnover intention from Abid & Butt (2017) based on the theory of Mobley & Hollingsworth (1978) which was adapted by Farisan & Mubarak (2022). Data were analyzed using multiple linear regression analysis techniques. The results of the study show that there is a negative and significant effect of person-job fit on turnover intention with a significant influence of 68.7% (R Square = .687). Partially, need – supplies aspect gives that the most influence. Abstrak. Permasalahan dalam mempertahankan karyawan untuk tidak keluar dari perusahaan merupakan suatu tantangan hingga saat ini. Person – job fit merupakan keadaan yang menggambarkan kesesuaian diantara karyawan dengan pekerjaannya (Cable & DeRue, 2002). Adanya kesesuaian ini dapat mempengaruhi banyak sikap dan perilaku kerja karyawan, salah satunya yaitu niat untuk meninggalkan pekerjaan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh person – job fit terhadap turnover intention pada karyawan di perusahaan startup digital. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas. Subjek dalam penelitian ini yaitu 104 responden yang berstatus sebagai karyawan pada perusahaan startup digital di Kota Bandung. Alat ukur yang digunakan adalah perceived fit scale dari Cable & DeRue (2002) yang diadaptasi oleh Pramesti & Astiti (2020) dan turnover intention dari Abid & Butt (2017) berdasarkan teori Mobley & Hollingsworth (1978) yang diadaptasi oleh Farisan & Mubarak (2022). Data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif dan signifikan dari person – job fit terhadap turnover intention dengan besar pengaruh sebesar 68.7% (R Square = .687). Secara parsial aspek need – supplies merupakan aspek yang memberikan pengaruh paling besar.
Studi Deskriptif Employee Engagement pada karyawan PT Trans Retail Indonesia Fadhillah Akhmad Purnomo; Umar Yusuf Supriatna
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.7475

Abstract

Abstract. In facing the rapid advancements in technology and new innovations, especially in running business operations, companies strive to employ various strategies to sustain their existence. The purpose of this research is to examine the influence of patience on employee engagement among the employees. The research design employed is non-experimental causality with a quantitative approach, involving a sample size of 126 employees. The study focuses on the employees of PT Trans Retail Indonesia. The measurement tools used in this research are the Patience Measurement Scale developed by Yusuf, U (2021), and the Employee Engagement Scale (EES) adapted to the Indonesian language by Astari et al. (2022). The data analysis technique employed is multiple linear regression analysis using SPSS version 27. The results indicate a significant influence of 0.324, implying that the impact of patience on employee engagement is 32.4%. Abstrak. Dalam menghadapi perkembangan teknologi dan inovasi baru terutama dalam menjalankan bisnis perusahaan pastinya akan mengupayakan segala cara untuk mempertahankan bisnisnya untuk terus eksis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kesabaran terhadap employee engagement pada karyawan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kausalitas non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 126 karyawan. Penelitian ini menggunakan studi sampel yaitu karyawan PT Trans Retail Indonesia. Alat ukur dalam penelitian ini untuk mengukur kesabaran adalah alat ukur kesabaran dari Yusuf, U (2021) dan untuk mengukur employee engagement menggunakan alat ukur Employee Engagement Scale (EES) yang sudah di adaptasi ke Bahasa Indonesia oleh Astari et al 2022. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 27 dengan hasil yang ditemukan pengaruh sebesar 0.324 yang artinya pengaruh dari kesabaran terhadap employee engagament adalah 32.4%.
Pengaruh Self-Control terhadap Internet Gaming Disorder pada Mahasiswa di Kota Bandung Agam Gumilang; Muhammad Ilmi Hatta
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.7583

Abstract

Abstract. The number of online game players continues to increase each year. This serves as evidence of the progress and accessibility of technology, which is becoming easier for anyone to access. Individuals can experience internet gaming disorder due to high engagement in online gaming activities. Self-control is known to play a role in influencing internet gaming disorder. However, previous research has yielded inconsistent results. This study aims to determine the extent of the influence of self-control on internet gaming disorder. The sample used in this research consisted of 102 individuals, aged between 18-25 years, who were college students and players of First Person Shooter online games. The sampling technique employed in this study was purposive sampling. The measurement tools used in this study were the Internet Gaming Disorder Scale and the Self-Control Scale. Based on the results of statistical tests, the significance value of the regression coefficient between self-control and internet gaming disorder was found to be sig = 0.189 > 0.05. Therefore, it can be concluded that self-control does not have a significant effect on internet gaming disorder. Additionally, based on the R-square score of 0.017, it can be stated that self-control only accounts for 1.7% of the variance in internet gaming disorder. Abstrak. Pemain game online jumlahnya semakin meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut merupakan bukti dari kemajuan dan kecanggihan teknologi yang semakin mudah diakses oleh siapapun. Individu dapat mengalami internet gaming disorder dikarenakan aktivitas online gaming yang tinggi. Kontrol diri diketahui berperan memberikan pengaruh terhadap internet gaming disorder. Namun, terdapat inkonsistensi hasil dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh self-control terhadap internet gaming disorder. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 102 orang berusia antara 18-25 tahun yang merupakan mahasiswa pemain game online jenis Frist Person Shooter. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pada penelitian ini, alat ukur yang digunakan adalah Internet Gaming Disorder Scale dan Self-Control Scale. Berdasarkan hasil uji statistik, nilai signifikansi koefisien regresi antara self-control terhadap internet gaming disorder sebesar sig = 0.189 > 0.05. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa self-control tidak berpengaruh signifikan terhadap internet gaming disorder. Selain itu, berdasarkan skor r square = 0,017 dapat dikatakan bahwa self-control hanya berpengaruh sebesar 1,7% terhadap internet gaming disorder.
Pengaruh Gaya Kelekatan terhadap Perilaku Cybersex pada Emerging Adulthood di Indonesia Sri Wulan Putri; Endah Nawangsih
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.7612

Abstract

The development of the internet in the last era has become more advanced and sophisticated, and it is easily accessible to everyone. But it can be detrimental if it is not wise to use it. It will intentionally or unintentionally get information whose contents contain pornographic content in the form of images, videos, text, or telephone calls called cybersex. Most accessors of pornography on the internet are emerging adulthood individuals 18-24 years old, because this period is the right time for all changes and developments in sexuality, romantic relationships, identity, values, and increased risk behavior. The purpose of this study is to obtain empirical data on the effect of attachment style on cybersex behavior in emerging adulthood in Indonesia. This study was conducted using the causality method involving 173 respondents from various provinces in Indonesia. The measuring instrument used to measure attachment style is the Experience in Close Relationship (ECR-R) compiled by Brennan, Clark, and Shaver, which was adapted into Indonesian by Willy Steven and colleagues. For the variables of cybersex behavior, it is to use the ISST (Internet Sex Screening Test) compiled by Delmonico and Griffin, which has been adapted by Putri. The results of this study show that attachment style has a positive effect of 6.2% on cybersex behavior in Indonesia. Perkembangan internet di era serakang sudah semakin maju dan canggih yang mudah diakses oleh semua orang. Tetapi dapat merugikan apabila tidak bijak dalam menggunakannya maka akan secara sengaja atau tidak sengaja mendapatkan informasi yang isinya memuat konten pornografi yang berupa gambar, video, text, ataupun panggilan telepon yang disebut dengan istilah cybersex. Pengakses pornografi di internet paling banyak adalah individu emerging adulthood 18-24 tahun, karena masa ini merupakan masa yang tepat untuk segala perubahan dan perkembangan seksualitas, hubungan romantis, identitas, nilai-nilai, dan peningkatan perilaku berisiko. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data empiris mengenai pengaruh gaya kelekatan terhadap perilaku cybersex pada emerging adulthood di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kausalitas yang melibatkan 173 responden yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur gaya kelekatan adalah Experience in Close Relationship (ECR-R) yang disusun oleh Brennan, Clark, dan Shaver yang diaptasi kedalam Bahasa Indonesia oleh Willy Steven dan Kolega . Untuk variabel perilaku cybersex adalah menggunakan ISST (Internet Sex Screening Test) yang disusun oleh Delmonico dan Griffin yang telah diadaptasi oleh Putri. Hasil penelitian ini menunjukan hasil bahwa gaya kelekatan berpengaruh positif sebesar 6.2% terhadap perilaku cybersex di Indonesia.
Pengaruh Resiliensi terhadap Psychological Well Being pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Islam Bandung Sekar Ayu Nurhandari Mulya; Agus Budiman
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.7634

Abstract

Abstract. Psychological well-being is a condition of individuals who have a positive attitude towards themselves, can make their own decisions, regulate the environment according to their needs, have life goals, and try to develop themselves. (Ryff, 1989). It is important for medical students to have high psychological well-being because they will be recognized as "medical doctors" who are required to maintain a high level of academic achievement to achieve the desired professionalism, so necessary to be able to maintain healthy coping strategies in response to stress, it is closely related to their resilience. Resilience is a personal quality that allows individuals to continue to thrive when facing difficult situations (Connor and Davidson, 2003). This study aims to determine how resilience affects psychological well-being in 248 medical students at the Islamic University of Bandung. The hypothesis of this study is that resilience has a significant influence on psychological well-being in medical students at the Islamic University of Bandung. The method used in the research is quantitative causality method with simple linear regression analysis and the sampling technique used is Proportionate stratified random sampling. The measuring instruments used are The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RIS) for resilience and Ryff Scale of Psychological Well-Being (RSPWB) for Psychological well-being. The results showed that resilience had a significant effect on psychological well-being in medical students at the Islamic University of Bandung with a contribution of 52.8%, meaning that the higher the resilience ability of medical students, the significantly improved their psychological well-being. Abstrak. Psychological well-being merupakan kondisi individu yang memiliki sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain, dapat membuat keputusan sendiri dan mengatur lingkungan yang sesuai dengan kebutuhannya, memiliki tujuan hidup, serta berusaha mengembangkan dirinya (Ryff, 1989). Mahasiswa kedokteran penting untuk memiliki psychological well being yang tinggi karena mereka akan diakui sebagai "dokter medis" yang diwajibkan untuk mempertahankan tingkat prestasi akademik yang tinggi untuk mencapai tanggung jawab dan profesionalisme yang diinginkan, maka perlu kemampuan untuk mempertahankan strategi coping yang sehat dalam menanggapi stress, hal itu berkaitan erat dengan resiliensi yang dimiliki. Resiliensi adalah kualitas personal yang memungkinkan individu untuk terus berkembang ketika menghadapi situasi sulit (Connor dan Davidson, 2003). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh resiliensi terhadap psychological well-being pada 248 mahasiswa kedokteran Universitas Islam Bandung. Hipotesis penelitian ini adalah resiliensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap psychological well-being pada mahasiswa kedokteran Universitas Islam Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif kausalitas dengan analisis regresi linear sederhana dan teknik sampling yang digunakan yaitu Proportionate stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RIS) untuk resiliensi dan Ryff Scale of Psychological Well-Being (RSPWB) untuk Psychological well-being. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi berpengaruh secara signifikan terhadap psychological well-being pada mahasiswa kedokteran Universitas Islam Bandung dengan kontribusi sebesar 52.8%, artinya semakin tinggi kemampuan resiliensi mahasiswa kedokteran maka secara signifikan akan meningkatkan psychological well-being nya.
Pengukuran Implicit Association terhadap Istilah yang Berkaitan dengan Narkoba pada Remaja SMA Salwa Azzahra; Andhita Nurul Khasanah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.7658

Abstract

The problem of drugs in Indonesia is becoming serious because the cases are increasing among teenagers. The National Narcotics Agency has carried out various prevention program efforts, one of which is the "Anti-Drugs" campaign. There are various terms used in drug prevention campaigns. There is an impact of the terms used, one of which is the effect on the implicit association. This study aims to look at the different levels of implicit association with the terms narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahguna in adolescents at SMA Telkom Bandung. This study uses a quantitative method with a nonprobability sampling technique, namely convenience sampling. Researchers create a google form to select participants according to the characteristics of the sample. The measuring tool used in this study uses the GNAT (Go No-Go Association Task) which measures the strength of the implicit association on the target words narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna paired with evaluative attributes. Data analysis in this study uses d-prime (d), which measures the sensitivity of each term where greater sensitivity indicates a stronger association with the term. Hypothesis testing with data processing is done with the JASP program. The results show that there is a level of implicit association in the terms narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna with positive and negative evaluative attributes. Permasalahan narkoba di Indonesia marak terjadi dan kasusnya meningkat di kalangan remaja. Oleh karena itu berbagai upaya pencegahan dilakukan salah satunya seperti kampanye “Anti Narkoba”. Terdapat istilah yang bervariasi yang digunakan dalam kampanye pencegahan narkoba. Terdapat dampak dari istilah yang digunakan tersebut salah satunya berpengaruh pada implicit association. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan level implicit association terhadap istilah narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahguna terhadap remaja SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik sampling nonprobability yaituconvenience sampling. Peneliti menyebarkan google form untuk menjaring partisipan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan GNAT (Go No-Go Association Task) yang mengukur kekuatan implicit association pada kata target narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahguna dipasangkan dengan atribut evaluatif. Analisis data penelitian ini menggunakan d-prime (d’) yaitu mengukur sensitivitas dari setiap istilah dimana sensitivitas yang lebih besar menunjukkan asosiasi yang lebih kuat pada istilah. Uji hipotesis dengan pengolahan data dilakukan dengan program JASP. Hasil menunjukkan bahwa terdapat level implicit association pada istilah narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahguna dengan atribut evaluatif positif dan negatif.
Pengaruh Work-Family Conflict terhadap Turnover Intention pada Medical Representative Rindri Evelin; Anna Rozana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.9167

Abstract

This study aims to determine the effect of work-family conflict on turnover intention in medical representatives. Turnover intention is the desire of employees to leave their jobs. Medical representatives who have a family carry out two important roles in life, roles in work and roles in the family. When roles in work and roles in the family are contradictory, this creates a conflict called work-family conflict. This research is a quantitative study with 86 medical representatives in the city of Bandung who are married and have children. Measurements were carried out using the Work-Family Conflict Scale adapted by Indah Soca Kuntari, M.Psi., Psikolog (2015) and the turnover intention measuring tool compiled by Maya Sita Darlina, M.Si. (2012). Data analysis was performed using multiple regression analysis. The results showed that work-family conflict had a significant effect on turnover intention in medical representatives with a percentage of 30.3% (R2 = .303) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work-family conflict terhadap turnover intention pada medical representative. Turnover intention adalah keinginan dari karyawan untuk meninggalkan pekerjaannya. Medical representative yang telah berkeluarga menjalani dua peran penting dalam kehidupan, yaitu peran dalam pekerjaan dan peran dalam keluarga. Ketika peran dalam pekerjaan dan peran dalam keluarga saling bertentangan, maka memunculkan sebuah konflik yang disebut dengan work-family conflict. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 86 medical representative di Kota Bandung yang telah menikah dan memiliki anak. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur Work-Family Conflict Scale yang diadaptasi oleh Indah Soca Kuntari, M.Psi., Psikolog (2015) dan alat ukur turnover intention yang disusun oleh Maya Sita Darlina, M.Si. (2012). Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-family conflict berpengaruh signifikan terhadap turnover intention pada medical representative dengan persentase pengaruh sebesar 30.3% (R2 = .303).
Hubungan Subjective Well-Being dengan Flow Bermain Game Mobile Legend pada Komunitas X Muhmmad Farheza Mahendra Hanafi; Siti Qodariah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.9293

Abstract

The development of online games in the world is very rapid, including in Indonesia, both the players and the types of games. Mobile Legend is a Multiplayer Online Battle Arena type game and also an online game with the most users in Indonesia. Many researchers use online games as their research but only focus on negative things and also do not specialize in the types of games played by their users. The aim of this research is to obtain empirical data regarding the relationship of subjective well-being with the flow of playing mobile legend games in community x. The research design used in this research is a non-experimental quantitative research. In this study involved 36 active players in the x community in the city of Bandung. The measuring tools used are the Scale of Positive and Negative Experience (SPANE), the Satisfaction With Life Scale (SWLS) to measure subjective well-being and the Flow State Scale. Based on the results of data collection that has been done, 86.1% of community X game players have high subjective well-being, and 91.7% of players have high flow. The results of statistical tests show that subjective well-being and flow have a significant positive relationship of 73.3% Abstrak. Perkembangan game online di dunia sangat pesat tidak terkecuali di Indonesia baik para pemain dan juga jenis gamenya. Mobile Legend merupakan game berjenis Multiplayer Online Battle Arena dan juga game online dengan pengguna terbanyak di Indonesia. Banyak peneliti yang menggunakan game online sebagai penelitianya tetapi hanya berfokus pada hal negatif dan juga tidak mengkhususkan pada jenis game yang dimainakan oleh para penggunanya.Tujuan penelitian ini untuk memperoleh data empiris mengenai hubungan subjective well-being dengan flow bermain game mobile legend pada komunitas x. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimental. Dalam penelitian ini melinatkan 36 pemain aktif pada komunitas x di kota Bandung. Alat ukur yang digunakan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE), Satisfaction With Life Scale (SWLS) untuk mengukur subjective well-being dan Flow State Scale. Berdasar pada hasil pengumpulan data yang telah dilakukan sebanyak 86,1% pemain game komunitas X memiliki subjective well-being tinggi, dan 91,7% pemain memiliki flow tinggi. Hasil pengujian statistika menunjukkan jika subjective well-being dengan flow memiliki hubungan positif yang signifikan sebesar 73,3%
Pengaruh Body Image dan Perilaku Diet Terhadap Hasil Performa Atlet Senam di Jawa Barat Nabilah Rizki Utami Haryono; Suci Nugraha
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.9435

Abstract

Abstract. Gymnastic athletes require optimal physical and mental conditions to achieve their best performance. Factors such as body dissatisfaction and excessive weight contribute to suboptimal performance among gymnastic athletes in West Java. This phenomenon indicates issues related to body image and diet behavior that influence the performance of gymnastic athletes. This research aims to examine the influence of body image and diet behavior on the performance of gymnastic athletes in West Java. The study adopts a quantitative method and involves 43 respondents who are gymnastic athletes. The measurement tools utilized in this study include the Diet Behavior Scale (Andea, 2010) comprising 28 items with a reliability coefficient of 0.858, the Body Image Scale (Andea, 2010) consisting of 39 items with a reliability coefficient of 0.893, and secondary data on gymnastic performance based on the Code of Points. The data analysis employs multiple linear regression analysis. Based on the regression results, it is found that body image significantly contributes to athletes' performance by 21.7% with a significance value of 0.001 (p < 0.05), while diet behavior significantly contributes to athletes' performance by 34.8% with a significance value of 0.000 (p < 0.05). Simultaneously, both factors contribute 25.970 with a significance level of 0.000 < 0.05. The calculations reveal that the combined influence of body image and diet behavior on athletes' performance amounts to 56.5%. These findings demonstrate a significant positive relationship between body image, diet behavior, and athletes' performance. Abstrak. Atlet senam membutuhkan kondisi fisik dan mental yang optimal untuk mencapai performa terbaiknya, faktor ketidakpuasan terhadap tubuh yang dimiliki dan berat badan yang terlalu berat menyebabkan penampilan performa atlet senam di Jawa Barat menjadi kurang maksimal. Fenomena ini menunjukan masalah dalam body image dan perilaku diet yang memiliki pengaruh terhadap performa atlet senam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh body image dan perilaku diet terhadap hasil performa atlet senam di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang diujikan pada 43 responden atlet senam. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Skala perilaku diet (Andea, 2010) berjumlah 28 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,858, Skala body image (Andea, 2010) berjumlah 39 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,893, dan data sekunder performa senam berdasarkan (code of points). Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil regresi, diperoleh bahwa body image memiliki kontribusi dan signifikan terhadap performa atlet sebesar 21,7% dengan nilai signifikansi 0,001 (p<0,05) dan perilaku diet memiliki kontribusi dan signifikan terhadap performa atlet sebesar 34,8% dengan signifikasi 0,000 (p<0,05). Secara simultan sebesar 25,970 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil perhitungan diatas, terlihat bahwa besarnya pengaruh body image dan perilaku diet terhadap performa atlet adalah sebesar 56,5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara body image dan perilaku diet terhadap performa atlet.
Hubungan Peer Conformity dengan Perilaku Kenakalan pada Santri Pondok Pesantren “X” Ciamis Mutiara Salma Syifa; Lilim Halimah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.9488

Abstract

Abstract. Delinquent behavior is a component of maladaptive behavior that can occur in adolescents. Delinquent behavior can occur in various settings, including educational settings, such as the case of delinquent behavior among teenage students at "X" Boarding School in Ciamis. One of the contributing factors to students becoming delinquent is their interaction with their peers, and the nature of this interaction can be reflected in their conformity to peer behavior. The purpose of this research is to explore the relationship between peer conformity and delinquent behavior among teenage students at "X" Boarding School in Ciamis Regency. This research adopts a quantitative approach with a non-experimental-causal research method. The subjects of this study are 100 teenage students at "X" Boarding School in Ciamis Regency. The analysis technique used is Pearson correlation analysis. The measurement tool used to assess delinquent behavior in adolescents is a tool developed by Rachma & Halimah (2017) based on Santrock's (2002) theory of adolescent delinquency. Peer conformity is measured using The Conformity Scale (Mehrabian & Stefl, 1995) adapted by Ganta & Seotjana (2002). The findings of this research indicate a positive correlation, albeit a low one, between peer conformity and delinquent behavior among adolescent students at the "X" Islamic boarding school in Kab. Ciamis. The correlation coefficient obtained for peer conformity is 0.324.. Abstrak. Perilaku kenakalan merupakan salah satu bagian bagian dari perkembangan perilaku maladaptive yang dapat terjadi pada remaja. Perilaku kenakalan, dapat terjadi di berbagai setting dan salah satunya dalam setting pendidikan. Seperti perilaku kenakalan yang terjadi pada santri remaja pondok "X" Ciamis. Salah satu faktor penyebab santri menjadi nakal yaitu karena interaksi santri dengan santri yang lainnya, bentuk interaksi santri dengan santri lainnya dapat dicerminkan dalam perilaku konform dengan teman sebaya. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui hubungan yang terjadi pada peer conformity dengan perilaku kenakalan pada santri remaja di pondok pesantren "X" Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian non eksperimen– kausalitas. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 santri remaja pondok pesantren "X" Kab. Ciamis. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis korelasi Pearson. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur perilaku kenakalan pada remaja dengan menggunakan alat ukur yang disusun oleh Rachma & Halimah (2017) yang berlandaskan teori kenakalan remaja Santrock (2002). Untuk mengukur peer conformity dengan menggunakan The Conformity Scale (Mehrabian, & Stefl, 1995) yang telah diadaptasi oleh Ganta & Seotjana (2002). Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan positif yang cenderung rendah antara peer conformity dengan perilaku kenakalan pada santri remaja pondok pesantren "X" Kab. Ciamis. Nilai korelasi yang diperoleh pada peer conformity menunjukan nilai hasil 0.324