cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 828 Documents
Pengembangan Desa Girikarto, Kabupaten Gunung Kidul sebagai Desa Wisata Pabubung, Michael Reskiantio; Aldo Ario Sulistyawan; Cicilia Nandira Prasetiyono; Anastasia Telly Wijaya Kusuma; Dwi Sus Rini; I Wayan Agus Kusumajaya; Vennya Etika Monica Sari; Given Erly Nice Leiwakabessy; Lisyanti Sinaga; Charten Lungguk Tambunan; Wenseslaus Dwiyanto Putra
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Girikarto Village is a village located in Panggang District, Gunungkidul, Yogyakarta. Girikarto Village is located in the southern part of the Gunung Kidul region and is on the border of the Indian Ocean. Girikarto Village has a variety of village potentials that can be managed by the local community. This effort is needed to provide education to residents around the village of Girikarto so that they can develop the existing potentials and know the social conditions of the village. To assist the community in developing the potential of Girikarto Village, a problem identification process is carried out first. Because there is no direct fieldwork in this process, research will be carried out via the internet. From the results of the research, it is strengthened by a literature study using several sources such as books, journals, articles and news. Then the author determines the purpose of community service in Girikarto village. After determining the objectives, the data obtained were collected for the development of village potential. After selecting the data, the authors will carry out the stages of data analysis as a further development. The potentials that can be developed are coastal tourism, culinary innovations of instant tiwul, arts, and teak forests with good management of facilities and infrastructure.
Inovasi Kewirausahaan Tempe Jagung di Desa Bedoyo Kapanewon Ponjong Kabupaten Gunungkidul Sundari Handoko, Victoria
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.7641

Abstract

Desa Bedoyo Wetan yang terletak di Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul memiliki produksi bahan pangan yang berlimpah, terutama jagung. Warga Bedoyo Wetan yang menghasilkan jagung hanya menjual jagung dalam bentuk mentah. KKN UAJY kelompok 62 melakukan inovasi dengan mengolah jagung menjadi tempe agar dapat dipasarkan selain bentuk mentah. Pengolahan jagung menjadi bentuk tempe dapat menjadi alternatif disaat harga kedelai naik. Selain itu tempe jagung juga mengandung karbohidrat yang tinggi. Pengolahan tempe jagung melibatkan warga-warga Bedoyo Wetan yang memiliki lahan tanaman jagung sehingga diharapkan selain memanen dan menjual jagung mentah dapat menambah kewirausahaan baru dengan penjualan tempe jagung.
Potensi Desa dan Pengolahan Pohon Kersen Desa Sitimulyo Kapanewon Piyungan Kabupaten Bantul Pramusiwi, Aloysia Desy
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.7666

Abstract

Desa Sitimulyo adalah salah satu dari tiga desa yang terletak di Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagian besar warga disini adalah petani. Dengan demikian, dapat dipahami potensi desa berupa hasil bumi merupakan sumber penghasilan pokok. Menyangkut potensi desa, terdapat potensi lain yakni pariwisata seperti Air Terjun Tuwondo Kami juga memfokuskan pada pengolahan Pohon Kersen sebagai alternatif khas yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Informasi terkait sudah kami telusuri lebih lanjut melalui situs resmi maupun jurnal yang mendukung topik pembahasan, sehingga dihasilkan luaran kelompok 02 KKN berupa jurnal, makalah, video, dan e-book yang dapat menjadi sarana informasi, referensi, inovasi pengembangan potensi Desa Sitimulyo ke depannya bagi pembaca secara umum dan masyarakat Desa Sitimulyo secara khusus.
Program Upcycling Sampah Plastik di Kawasan Kompleks Candi Borobudur: (“Plastic Waste Upcycling Program at the Borobudur Temple Compounds”) Khaerunnisa, Khaerunnisa; Cininta, Mutiara
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.7809

Abstract

Peningkatan jumlah wisatawan tidak hanya berdampak baik, tetapi juga berdampak buruk bagi lingkungan kawasan Kompleks Candi Borobudur. Salah satu dampak buruk dari meningkatnya jumlah wisatawan adalah meningkatnya jumlah sampah di kawasan tersebut. Total sampah yang dihasilkan di kawasan Candi Borobudur sebelum pandemi rata-rata 4 ton per hari dan meningkat menjadi 8 ton di akhir pekan. Jumlah ini menurun selama pandemi menjadi rata-rata sekitar 0,5 ton hingga 1 ton per hari. Keberadaan sampah di kawasan Candi Borobudur merupakan salah satu risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia yang dapat mengancam kelestarian warisan dunia ini. Masalah ini diperparah dengan kenyataan bahwa kawasan Candi Borobudur masih mengandalkan TPA Pasuruhan dalam hal pengelolaan sampah, yang mana saat ini TPA Pasuruhan sudah ditutup karena over kapasitas. Penutupan TPA tersebut mengharuskan warga di kawasan Kompleks Candi Borobudur harus menyelesaikan permasalahan sampahnya secara insitu. Menindaklanjuti hal tersebut, tim pengabdian bekerja sama dengan Balai Konservasi Borobudur, bersama sama dengan masyarakat Desa Ngadiharjo dan Komunitas Agawe Sinau telah melakukan perencanaan dan pelaksanaan program peningkatan kapasitas warga dalam pengelolaan sampah terutama untuk sampah anorganik dengan metode upcycle. Selain pelaksanaan pengabdian secara partisipatif, pengabdian ini menghasilkan luaran berupa buku monograf Otak-atik Upcycle Sampah Plastik dan buku saku diari pemilahan sampah.
Optimalisasi Strategi Pemasaran Gula Jawa di UMKM Gula Merah Leugit Padukuhan Kabrokan Kulon Kurnianingtyas, Chandra Dewi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i1.7813

Abstract

Padukuhan Kabrokan Kulon is an Padukuhan located in Sendangsari Village, Pajangan District, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. Padukuhan Kabrokan Kulon has a lot of potential in the field of tourism objects and natural resources. One of the potentials in the field of natural resources is palm sugar SMEs. However, due to limitations in communication, technology, access to information, and funds, the potential of the Kabrokan Kulon Padukuhan, especially the Java sugar MSMEs, is not being utilized to its full potential. Therefore, there is a need for empowerment through educational activities about packaging design for Javanese sugar SMEs, socialization of simple bookkeeping, and also empowering Javanese sugar SMEs through branding communication to Javanese sugar SMEs in Padukuhan Kabrokan Kulon. So that from the results of data collection, the servant chose the potential of natural resources in Padukuhan Kabrokan Kulon, namely Javanese sugar SMEs which were made and discussed in village potential, moodboards, packaging from besek, videos on the potential of Javanese sugar villages and simple bookkeeping. From the results of the video, it is hoped that it will be useful and the village's efforts to maximize village potential.
Perancangan Destinasi Wisata Taman Kuliner Gilangharjo dan Lapangan Jodog dengan Pendekatan Third Place Cininta, Mutiara; Sekarlangit, Nimas; Wicaksono, Galih Bimo
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.7871

Abstract

Taman Kuliner Gilangharjo merupakan salah satu titik destinasi wisata andalan yang direncanakan menjadi pusat wisata kuliner di Desa Gilangharjo. Namun sejak diresmikan pada tahun 2022, kondisinya semakin sepi dikarenakan aktivitas pada beberapa ruang yang tidak semestinya dan bahkan mengganggu di sekitar area tersebut. Padahal letaknya yang berdekatan dengan Lapangan Jodog yang sehari-harinya ramai digunakan warga sebagai tempat berolahraga, membuat lokasi ini dapat menjadi destinasi wisata yang berpotensi besar bagi Desa Gilangharjo sebagai desa wisata. Adanya atraksi rutin yang mampu menarik warga sekitar maupun wisatawan lokal seperti gerobak sapi dan pasar klitikan setiap Pon, telah menjadi tradisi dan budaya khas masyarakat Gilangharjo semakin memperkuat potensi area ini menjadi ruang publik maupun destinasi wisata baru. Menggunakan pendekatan ruang ketiga (third place), area Taman Kuliner Gilangharjo dan Lapangan Jodog diolah kembali agar pengunjung lintas komunitas lebih banyak berkegiatan di tempat ini, mulai dari bersosialisasi, bersantai, dan menghabiskan waktu mereka. Metode yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan abdimas ini adalah dengan analisis SWOT, diawali dengan identifikasi kekuatan, kekurangan, peluang dan ancaman melalui survei dan wawancara dengan pihak desa dan pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini menghasilkan rancangan masterplan Taman Kuliner Gilangharjo dan Lapangan Jodog dengan fasilitas tambahan seperti pasar klitikan, musholla, dan area olahraga.
Pelatihan Akuntansi UMKM Berbasis Excel kepada Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ekonomi, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Pratama, Yohanes Mario; Widyatini, Ignatia Ryana; Budiharta, Pratiwi; Ardiati, Aloysia Yanti; Purwaningsih, Anna; Budisantoso, A. Totok; Iswari, Tabita Indah; Kurniawati, Anggreni Dian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.7873

Abstract

MGMP Economics is a forum for high school teachers in economics subjects which was formed in order to discuss and solve problems related to the economics learning process. Every educator is encouraged to improve professional skills in their respective fields, one of which is financial literacy. This Community Service aims to provide Excel-based EMKM accounting training with the aim of providing knowledge regarding the importance of accounting in a business, especially MSMEs. This service method is in the form of face-to-face counseling on August 3, 2023. The participants are given training regarding basic accounting equations, profit and loss reports, statements of financial position, and the accounting cycle using Excel. Simple exercises are the material for discussion in this training so that participants can understand them well. The participants took part in this training enthusiastically and were able to understand material related to the preparation of EMKM financial reports using Excel. Keywords — MSME, MGMP Economics, MSME’s Accounting, Financial Report, Excel MGMP Ekonomi adalah wadah guru SMA mata pelajaran ekonomi yang dibentuk dalam rangka membahas dan menyelesaikan permasalahan terkait proses pembelajaran ekonomi. Setiap pendidik didorong untuk meningkatkan kemampuan profesional di bidangnya masing-masing, salah satunya literasi keuangan. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan akuntansi EMKM berbasis excel dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan terkait pentingnya akuntansi dalam suatu usaha, khususnya UMKM. Metode pengabdian ini berupa penyuluhan secara tatap muka pada tanggal 3 Agustus 2023. Para peserta diberikan pelatihan terkait persamaan dasar akuntansi, laporan laba rugi, laporan posisi keuangan, dan siklus akuntansi menggunakan excel. Latihan-latihan soal sederhana menjadi bahan diskusi dalam pelatihan ini supaya peserta dapat memahami dengan baik. Para peserta mengikuti pelatihan ini dengan antusias dan dapat memahami materi terkait penyusunan laporan keuangan EMKM menggunakan excel. Kata Kunci—UMKM, MGMP Ekonomi, Akuntansi EMKM, laporan keuangan, Excel
Pelatihan Pengolahan Produk dari Bunga Mawar pada Masyarakat di Kawasan Sapuangin, Merapi, Klaten Widhiastuti, Stefani Santi; Mursyanti, Exsyupransia; Sidharta, Bernardus Boy Rahardjo; Atmodjo, Patricius Kianto; Junedi, Sendy; Arsiningtyas, Ines Septi; To'bungan, Nelsiani
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.8082

Abstract

Roses are one of the commodities in the Sapuangin area, Pemalang, Klaten. The fluctuating selling price and short shelf life make fresh roses only a secondary product. Therefore, a training is needed to process rose flowers into products with high economic value and longer shelf life. This community service aims to enhance the community's knowledge in processing various products from rose flowers. The activities include survey, socialization, training implementation, and evaluation. The training consists of 7 topics from June to July 2023, where participants receive oral explanations and practical demonstrations of the materials provided. The evaluation includes assessing the participants' knowledge through questionnaires given at the beginning and end of the community service, as well as satisfaction evaluation. The entire community service runs smoothly, with participants able to practice making raw materials, solid soap, bath salts, aromatherapy candles, rosewater, and hand sanitizer. Participants also learn about the different types of roses. The average score of the questionnaires from 15 respondents before the training was 21.33 ± 2.61, increasing by 53.49% to 32.74 ± 3.90 from 19 respondents. 68.42% of participants expressed very satisfied, and 31.58% expressed satisfied with participating in the community service activities. In conclusion, the community service has improved the knowledge and skills of the Sapuangin Village community in creating products from rose flowers that have higher economic value and longer shelf life. Keywords — roses, soap, candles, hand sanitizer, rosewater   Abstrak— Mawar merupakan salah satu komoditi di kawasan Sapuangin, Pemalang, Klaten. Harga jual yang tidak menentu dan masa simpan pendek menyebabkan mawar segar hanya menjadi produk sampingan. Oleh karena itu diperlukan kegiatan pelatihan pengolahan bunga mawar menjadi produk dengan nilai ekonomis tinggi dan masa simpan panjang. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengolah bunga mawar menjadi berbagai macam produk. Kegiatan meliputi tahap survey, sosialisasi, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Pelatihan terdiri dari 7 materi mulai Juni-Juli 2023, dimana peserta diberi penjelasan secara lisan dan mempraktekkan secara langsung materi yang diberikan. Evaluasi meliputi evaluasi tingkat pengetahuan melalui kuesioner yang diberikan di awal dan di akhir kegiatan pengabdian, serta evaluasi kepuasan. Seluruh kegiatan pengabdian berjalan lancar, peserta dapat mempraktekkan pembuatan simplisia, sabun padat, garam mandi, lilin aromaterapi, air mawar dan handsanitizer. Peserta juga mengetahui jenis-jenis bunga mawar. Nilai rata-rata kuesioner dari 15 responden sebelum pelatihan adalah 21,33 ± 2,61, meningkat sebesar 53,49% menjadi 32,74 ± 3,90 dari 19 responden. 68,42% peserta menyatakan sangat puas dan 31,58% menyatakan puas mengikuti kegiatan pengabdian. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat Desa Sapuangin dalam membuat produk dari bunga mawar yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dengan masa simpan panjang.   
Masterplan Gereja Santa Maria Fatima Magelang dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi Ardhiansyah, Nicolaus Nino; Benediktus Ola , frengky; Shacharisha, Shavira
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.8128

Abstract

Bermula pada tahun 1971, Gereja Katolik Santa Maria Fatima Magelang memperoleh lahan tanah seluas 3000 m 2 yang mana didalamnya terdapat bangunan eksisting gudang beras. Kemudian gudang beras ini direnovasi difungsikan sebagai bangunan gereja. Perkembangan Gereja Santa Maria Fatima Magelang mengalami peningkatan jumlah umat sehingga, upaya Gereja dilakukan proses pembangunan secara bertahap dan organik. Namun seiring berjalannya waktu, Gereja Santa Maria Fatima Magelang mengalami berbagai permasalahan yang membuat lingkungan Gereja tidak tertata dengan baik dan tidak memiliki citra keselarasan bangunan. Permasalahan yang timbul yaitu permasalahan drainase, kapasitas gereja yang kurang memadai, kebisingan karena lokasi gereja yang berada di pinggir jalan utama, dan kapasitas parkir yang tidak memadai. Sejalan dengan Gerakan Laudato Si yang dijalankan oleh gereja gereja diwilayah Keuskupan Agung Semarang pendekatan Arsitektur Ekologi diharapkan mampu menghasilkan keselarasan antara manusia dengan lingkungan alamnya. Dengan adanya kegiatan Penyusunan Masterplan Gereja Santa Maria Fatima Magelang diharapkan dapat memperbaiki fasilitas dan infrastruktur kawasan, Citra Gereja, dan dapat menampung pertumbuhan umat gereja kedepannya.  
Pendampingan Masyarakat dalam Perencanaan Penataan Permukiman Kumuh di Kampung Pedak Baru, Bantul Bawole, Paulus; Sutanto, Haryati
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.8139

Abstract

Architectural works of poor communities in informal settlements are often recoqnized as Marginalized Architecture, because indeed the people who create the Architecture is in these settlements are people who are marginalized by the social strata of urban society. They develop the house according to their needs and abilities. Methods of development, planning and design as well as the use of building materials are often very suitable for the needs of the local community, the local climate and even according to their daily income. In SDGs 2030 it is hoped that the settlements of these marginal communities can be eliminated. One of the marginal settlements in Bantul Regency is located in Kampung Pedak Baru, Bangun Tapan Village. The situation of marginal settlements developed on the banks of the Gajahwong river needs to be developed. Through community assistance conducted by lecturers from Duta Wacana Christian University, community-based slum settlement planning was carried out. With a totally participatory planning model, this community service program can be implemented well together with the team KOTAKU program supported by the Bantul Regency regional government. As a result of the total participatory model in planning slum development, the people of Kampung Pedak Baru are satisfied because they were involved in the planning process. Apart from that, currently the Bantul Regency Government is still negotiating with the Central Government to finance the implementation of the slum area development plan in Kampung Pedak Baru. Architectural works of poor communities in informal settlements are often recoqnized as Marginalized Architecture, because indeed the people who create the Architecture is in these settlements are people who are marginalized by the social strata of urban society. They develop the house according to their needs and abilities. Methods of development, planning and design as well as the use of building materials are often very suitable for the needs of the local community, the local climate and even according to their daily income. In SDGs 2030 it is hoped that the settlements of these marginal communities can be eliminated. One of the marginal settlements in Bantul Regency is located in Kampung Pedak Baru, Bangun Tapan Village. The situation of marginal settlements developed on the banks of the Gajahwong river needs to be developed. Through community assistance conducted by lecturers from Duta Wacana Christian University, community-based slum settlement planning was carried out. With a totally participatory planning model, this community service program can be implemented well together with the team KOTAKU program supported by the Bantul Regency regional government. As a result of the total participatory model in planning slum development, the people of Kampung Pedak Baru are satisfied because they were involved in the planning process. Apart from that, currently the Bantul Regency Government is still negotiating with the Central Government to finance the implementation of the slum area development plan in Kampung Pedak Baru.