cover
Contact Name
Dhanan
Contact Email
lppm.amni@gmail.com
Phone
+6289667747299
Journal Mail Official
admin@jurnal.unimar-amni.ac.id
Editorial Address
Jl. Sukarno Hatta No. 180 Semarang, 50199
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM
ISSN : 14126826     EISSN : 26232030     DOI : https://doi.org/10.33556/jstm
Jurnal Sains dan Teknologi MARITIM berisi tulisan ilmiah di bidang Kemaritiman, Kepelabuhanan, Ilmu kenautikaan, Teknik Mesin, permesinan kapal. Jurnal Sains dan Teknologi Maritim juga membahas mengenai bidang Transportasi baik itu transportasi darat, laut maupun udara yang kesemuanya merupakan hasil penelitian maupun kajian pustaka.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 248 Documents
EFEKTIVITAS SISTEM DELEGASI GAJI AWAK KAPAL Niken Devi Rosita
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM VOLUME XVI, NOMOR 2, MARET 2017
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.06 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v0i2.150

Abstract

Delegation of salary is the act of rights transfer against a person or a party designated by the sea agreement letter signed by crew and ship owners. This system prevents the action of hedonist behavior by crew’s ship. Salary that delegated organized 50-60% of the total crew’s salaries but that not including incentives. Ship Incentive received by crew’s ship on board directly. From the results of questionnaire toward 58 respondents who comprise the crew of PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk concluded that the crew felt helped by the existence of a salary delegation system and the delegation of salary in the company has been running well and effectively.Keywords : The System Delegates , Salary Crew , EvektifitasDelegasi gaji merupakan tindakan pengalihan atas sejumlah hak terhadap seseorang atau pihak yang ditunjuk berdasarkan perjanjian kerja laut yang ditandatangani awak kapal dan pemilik kapal. Sistem ini mencegah tindakan pemborosan awak kapal dalam penggunaan gaji. Gaji yang didelegasikan bekisar 50-60% dari total gaji awak kapal tidak termasuk insentif kapal. Insentif yang merupakan bonus tambahan bagi awak kapal diterima langsung diatas kapal. Dari hasil kuesioner terhadap 58 responden yang terdiri dari awak kapal PT. Arpeni Pratama Ocean Line, Tbk disimpulkan bahwa awak kapal merasa terbantu dengan adanya sistem delegasi gaji serta sistem delegasi gaji di perusahaan tersebut telah berjalan lancar dan efektif.Kata kunci : Sistem delegasi, Gaji awak kapal, Evektifitas
MENJAGA KESTABILAN SUHU RUANG EVAPORATOR BERDAMPAK PADA HASIL PRODUKSI AIR TAWAR FRESH WATER GENERATOR Ali Khamdila; Santhi Wilastari; Agus Saleh
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 19, No 2 (2019): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.257 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v19i2.200

Abstract

Maintaining a Fresh Water Generator from the loss of vacuuming means getting the best fresh water production process. The balance of the heated substance and the heater measurement inside the evaporator could effect on the steam result or even could influence the steam process. There are many factors that could cause the loss or the decreasing of vacuuming when operating Fresh Water Generator, such as system leakage, the lack of sea water volume used for vacuuming, the balance of water ejector capability to maintain the steam volume inside Fresh Water Generator, the brine ejector capability to maintain the unused brine water and condension water being exhaust of Fresh Water Generator. Keywords: Condenser, Evaporator, Ejector, Ejector PumpMenjaga serta mempertahankan kondisi Fresh Water Generator dari kevakuman merupakan hal yang harus selalu diperhatikan secara baik,dengan tujuan untuk mendapatkan proses produksi air tawar secara optimal. Pengaturan keseimbangan antara media untuk memanaskan dan media untuk dipanaskan didalam ruang evaporator berdampak pada hasil uap yang diproduksi ataupun justru berpengaruh terhadap proses penguapan. Banyak faktor penyebab hilangnya ataupun turunnya kevakuman pada saat pengoperasian fresh water generator,seperti kebocoran pada sistem,kurangnya kapasitas volume air laut yang digunakan oleh ejector pump untuk proses kevakuman, tidak seimbangnya kemampuan air ejector menjaga jumlah uap yang ada di dalam ruang fresh water generator , kemampuan brine ejector menjaga jumlah air brine dan air kondensasi yang tidak tertampung diruang kondensor untuk di buang keluar dari ruang fresh water generator.Kata kunci : Kondensor, Evaporator, Ejector, Ejector Pump
ANALYSIS POLA PROMOSI SEBAGAI BENTUK KOMPENSASI TERHADAP KINERJA ANAK BUAH KAPAL Renny Hermawati; Kundori Kundori
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 21, No 1 (2020): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.175 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v21i1.260

Abstract

Program promosi jabatan yang dilaksanakan oleh perusahaan bagi anak buah kapal dapat dilaksanakan dengan dua metode. Metode tersebut adalah dengan on board promotion maupun promotion after bargaining agreement. Suatu perusahaan pelayaran akan memiliki tim yang kompeten di bidang kepelautan. Tim ini bertugas melaksanakan dan menjamin bahwa proses promosi anak buah kapal baik on board promotion maupun promotion after bargaining agreement telah dilaksanakan dengan baik dan mendapatkan hasil yang optimal. Untuk mengetahui efektifitas dari masing-masing program promosi yang dilaksanakan oleh perusahaan bagi anak buah kapal, dilaksanakan suatu analisa khusus bagi kedua program tersebut.  Metode yang digunakan untuk menganalisa program tersebut adalah library research dan SWOT Analisys. Library research dilakukan dengan mempelajari literature atau bahan bacaan seperti buku, majalah, jurnal dan lain-lain yang berhubungan dengan program promosi jabatan bagi karyawan (dalam hal ini adalah anak buah kapal) di suatu perusahaan (dalam hal ini adalah PT Gemilang Bina Lintas Tirta). Sedangkan SWOT Analisys berfungsi untuk melakukan pengkajian terhadap proses yang sudah berjalan, dengan melakukan pengkajian terhadap empat komponen penting, yang meliputi Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats. Hasil yang didapatkan dari dilaksanakannya SWOT Analysis pada pola promosi anak buah kapal di PT Gemilang Bina Lintas Tirta adalah promotion after bargaining agreement lebih efektif daripada on board promotion.
PENGARUH PELAYANAN, TARIF BONGKAR /MUAT DAN FASILITAS PENUMPUKAN BARANG TERHADAP MINAT PENGGUNA JASA PT. (PERSERO) PELINDO III CABANG TANJUNG EMAS SEMARANG Hendra Saprianto, Sri Ernawati Saprianto, Ernawati
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM VOLUME XII, NO 1 SEPTEMBER 2013
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v0i0.14

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel-variabel yang dapat mempengaruhi minat pengguna jasa PBM PT (Persero) Pelabuhan Indonesia  III Cabang Tanjung Emas Semarang. Populasi terdiri dari  Perusahaan Bongkar / Muat berjumlah 29 Perusahaan yang masih aktif tahun 2013, dengan menggunakan metode sampling  jenuh atau sensus, yaitu bila semua anggota populasi di gunakan sebagai sampel   Dari analisa data yang diperoleh,  mengidentifikasikan bahwa, fasilitas penumpukan memiliki pengaruh terhadap pengguna jasa PBM PT (Persero) Pelabuhan Indonesia  III Cabang Tanjung Emas Semarang, terbukti dengan angka t hitung yang lebih besar dibandingkan t tabel dengan keofisien regresi fasilitas penumpukan sebesar 0.376 yang bertanda positif. Disamping itu pelayanan juga diperoleh hasil adanya pengaruh positif dan signifikan  terhadap minat untuk menggunakan jasa PBM PT.(Persero) Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang. Hal ini dibuktikan dengan melihat angka t hitung yang lebih besar dibandingkan t tabel  dengan koefisien regresi pelayanan sebesar 0.137 juga bertanda  positif. Hal ini berarti semakin baik fasilitas penumpukan dan pelayanan yang diberikan pihak PBM PT.(Persero) Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang kepada para pengguna jasa, maka akan semakin meningkatkan minat untuk menggunakan jasa pada PBM PT.(Persero) Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang.  Satu-satunya variable yang tidak mempunyai pengaruh yaitu Tarif Bongkar/ Muat.    Kata kunci :  Fasilitas penumpukan, pelayanan, minat pengguna jasa.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KEPULAUAN AYAU KABUPATEN RAJA AMPAT TERHADAP KESELAMATAN PELAYARAN DI ALUR PELAYARAN SEMPIT Siswanto Siswanto; Arief Nashrul Firdani; Lay Tjarles; Muji Setiyono; Alfian Jainul Cahya; Ilham Marasabessy; Yuniar Ayu Hafita; Heri Sutanto; Moejiono Moejiono; I Komang Hedi P; Marcelinus Petrus Saptono; Johanes Ohoiwutun; Sony Rumalutur
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 23, No 1 (2022): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4289.859 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v23i1.329

Abstract

Kepulauan Ayau merupakan salah satu pulau terluar yang ada di Indonesia berada di bagian Indonesia Timur yang berada di bagian utara dari Provinsi Papua Barat. Sulitnya akses menuju ke kepulauan Ayau selain dari jaraknya yang jauh dari Pulau Waigeo juga terdapat karang-karang laut indah yang mengelilingi kepulauan Ayau. Karang-karang tersebut menyebabkan kapal harus berhati-hati untuk masuk kedalam perairan kepulauan Ayau ketika melewati alur pelayaran sempit untuk dapat sandar di pulau Abidon. Penelitian ini menggunakan analisa fishbone dalam menentukan faktor – faktor penunjang keselamatan pelayaran di alur pelayaran sempit kepulauan Ayau.  Alur pelayaran dikepulauan Ayau tidak terdapat buoy sebagai rambu pemandu pada alur pelayaran sempit. Upaya yang dilakukan oleh masyarakat sekitar terhadap keselamatan pelayaran adalah memasang ranting kayu pada batu karang yang dangkal sebagai penanda alur pelayaran. Kearifan lokal yang peduli dengan keselamatan pelayaran ini berharap bisa memandu kapal untuk bisa mampir dan menunjukan keindahan karang laut di kepulauan Ayau.
IMPLEMENTASI STRATEGI BERTAHAN DAN MENYERANG UNTUK KEBERHASILAN PERUSAHAAN PELAYARAN NIAGA NASIONAL INDONESIA Suwarno Suwarno
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM VOLUME XV, No 2 MARET 2016
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v0i2.93

Abstract

In industries in which there is strategic interaction among competing firms, companies are continuously involved in defensive and offensive strategies. In this paper we discuss several defensive and offensive strategies that managers can you for market success. Defensive strategies are divided into pre-entry and post-entry stretegies. Marketing managers should attempt to discourage would be entrants before entry has occurred. They can achieve this goal by engaging in pre-entry startegies. After entry is occurred it is more difficult to persuade new entrants to exit the industry. For this reason, marketing managers should use different defensive strategies for defending their positions in pre-entry and post-entry situations. Similarly, what happens to the determination of a defensive strategy or a offensive strategy in the Indonesian National Shipping Company of Commerce.Key words: Defensive strategies, offensive strategies, pre-entry strategies, post-entry strategies. Dalam industri di mana ada interaksi strategis antara perusahaan yang bersaing, perusahaan terus terlibat dalam strategi bertahan dan menyerang. Dalam tulisan ini kita membahas beberapa strategi bertahan dan menyerang bahwa manajer  Anda dapat untuk mencapai kesuksesan pasar. strategi bertahan dibagi menjadi strategi sebelum-masuk dan setelah-masuk. Manajer pemasaran harus berusaha untuk mencegah akan pendatang sebelum telah terjadi masuk . Mereka dapat mencapai tujuan ini dengan terlibat dalam strategi sebelum-masuk. Setelah terjadi masuk lebih sulit untuk membujuk pendatang baru untuk keluar dari industri. Untuk alasan ini, manajer pemasaran harus menggunakan strategi bertahan yang berbeda untuk membela posisi mereka dalam situasi sebelum-masuk dan sesudah-masuk. Demikian pula, yang terjadi pada penentuan strategi  bertahan atau strategi menyerang  di lingkungan Perusahaan Pelayaran Niaga Nasional Indonesia. Kata Kunci:   Strategi bertahan, Strategi menyerang, sebelum masuk strategi, setelah masuk     strategi.
ZONA EKONOMI EKSLUSIF (ZEE) DALAM POROS MARITIM DAN TOL LAUT Joko Dwi Sugihartono
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 18, No 1 (2018): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.083 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v0i1.183

Abstract

in Indonesia is a region bordering the sea region of Indonesia determined by the law which included sea bed, land under it and water above it with the limit of 200miles. This is measured from Indonesian line of the sea.This whole time a lot of people see the shoreline as the sea border. This perspective makes us alienated and lack of knowledge to take advantage of the sea. This understanding also conjures the idea sea toll, to confirm that Indonesia is maritime country. Sea toll means building sea transportation with ships or sea logistic system which will serve nonstop back and forth from Sabang to Merauke. One of the factors to support this is by building ports (deep sea port) order to give faraway to big ships. A course that spreading as far as 5,000 kilometers or an eighth circumference of the earth One of the purposes of sea toll is to move the economy as efficient and evenly as possible. With the hope that, there will be ships back and forth on Indonesian water, so logistics cost will be cheap. That is why; sea toll is one of President Joko Widodo’s priorities which are also meant to develop Indonesia as maritime country and develop Indonesia as national unity. In addition sea toll can also be affirmation, that Indonesia is in every regions even if it is through ships.Keywords : Exclusive Economic Zone (ZEE) , Sea Toll , The Shaft Maritime, A Seaport
PENGARUH DISIPLIN KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA DOSEN POLITEKNIK BUMI AKPELNI SEMARANG evyana diah kusumawati; Sulida Erliyana; Iik Suryati Azizah
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 20, No 2 (2020): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.64 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v20i2.235

Abstract

The purpose of this research is to know about (1) the influence of work discipline on lecturers’ performance, (2) the influence of work environment on lecturers’ performance, (3) the influence of competence on lecturers’ performance and (4) the influence of work discipline, work environment and competence on lecturers’ performance. The population on this research is 140 lecturerss of Polytechnic Bumi Akpelni of Semarang. The data collecting method is questionnaire.The trial of this instrument was conducted on 58 lecturers of study program Port and Shipping Manajemen, Deck Department and Engine Department of Polytechnic Bumi Akpelni of Semarang. The data analysis used was multiple regression analysis technique. Before analyzing the data, an analysis of the requirements for the test is held, including the Normality, Heterocedasticity and Autocorrelation tests. The results of this research are: (1) The results of the partial t test, the value of t arithmetic> t table with a significance of 0.000 <0.05, which shows that each variable level of work discipline, level of work environment and level of competence has a significant positive effect on lecturers’ performance. It means that the higher the level of work discipline, the level of work environment and the level of competence, the higher the performance of lecturers.(2) The result on the simultaneous f test, a significance value of 0.000 <0.05 is obtained. So, that it can be said that the level of work discipline, the level of work environment and the level of competence together have a significant influence on lecturers’ performance. (3) The results of the determination test obtained are 0.874. It means that the influence of the level of work discipline, the level of work environment and the level of competence on lecturers’ performance is 87.4% while the remaining 12.6% is influenced by other factors not examined in this study. The equation of multiple regression lines Y = 0.071 + 0.487X1 + 0.222X2 + 0.307X3Keywords: Work discipline, work environment, competence and of lecturers’ performancePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja dosen, (2) pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja dosen, (3) pengaruh kompetensi terhadap kinerja dosen (4) pengaruh disiplin kerja, lingkungan kerja dan kompetensi terhadap kinerja dosen. Populasi dalam penelitian ini adalah Dosen Politeknik Bumi Akpelni Semarang dengan jumlah 140 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner. Uji coba instrumen ini dilakukan terhadap 58 dosen Politeknik Bumi Akpelni Semarang prodi KPN, Nautika dan Teknika, analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi ganda. Sebelum analisis data terlebih dahulu diadakan pengujian persyaratan analisis meliputi uji Normalitas, Heterokedastisitas dan Autokorelasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) Berdasarkah hasil uji t parsial diperoleh nilai t hitung > t tabel dengan signifikansi 0.000 < 0.05, yang menunjukan bahwa masing-masing variabel tingkat disiplin kerja, tingkat lingkungan kerja dan tingkat kompetensi memberikan pengaruh positif signifikan terhadap kinerja dosen artinya semakin tinggi tingkat disiplin kerja, tingkat lingkungan kerja dan tingkat kompetensi maka semakin tinggi pula kinerja dosen. Berdasarkan uji f simultan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, sehingga dapat dikatakan tingkat disiplin kerja, tingkat lingkungan kerja dan tingkat kompetensi bersama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja dosen. (3) Berdasarkan hasil uji determinasi diperoleh hasil 0.874 yang artinya adalah pengaruh dari tingkat disiplin kerja, tingkat lingkungan kerja dan tingkat kompetensi terhadap kinerja dosen adalah sebesar 87.4% sedangkan 12.6% sisanya dipengaruhi oleh factor-faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Persamaan garis regresi ganda Y = 0.071 + 0.487X1 + 0.222X2 + 0.307X3Kata kunci : Disiplin kerja, Lingkungan kerja, Kompetensi dan Kinerja dosen
ANALISIS PENGARUH PROFESIONALISME PELAUT, KEPUASAN KERJA, DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN Suharso Suharso
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM VOLUME XI, NO 2 MARET 2013
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v0i0.5

Abstract

This research examines about direct and indirect effects of four variables by five hypotheses. Merchant seafarers professionalism to job satisfaction (H1),  professionalism to organizational commitment (H2),  Job satisfaction to organizational commitment (H3), Job satisfaction to personal performance ( H4), and organizational commitment to personal performance (H5). The respondents were the Indonesian merchant seafarers to the amount of 135 people from multidimension. Because of high mobility of merchant seafarers, the sampling method was accidental sampling.  Pre research   was taken by validity and reliability terst using questionares from 40 respondents.The result of research describes respondents’ profile from age, rank, certificate, during sea services, take home pay, last hired company and recent job status. Empirical finding indicates that hypothesis 1 can be proved because estimation parameter between seafarers professionalism and  job satisfaction shows CR+ 1.976 or >2.00. P+ 0.048 level with significancy 0.05 or it indicates positive significant. Hypothesis 2 can be proved  because estimation parameter between professionalism and organizational commitment shows CR= 2.124 and P=0.034 or it indicates positive significant. Hypothesis 3 can be proved because estimation parameter between job satisfaction and organizational commitment shows CR=4.109 and P=0.000.  Hhypothesis 4 can be proved because estimation parameter between job satisfaction and performance shows CR =3.221 and P=0.001. Hypothesis 5 can be proved because estimation between organizational commitment and personal performance shows CR =2.171 atau > 2.00 level with P =0.03 with significancy 0.05 or it indicates positive significant.Based on standardized regresion weight, indicators which have the biggest coeficient are suggested to: building solid teamwork, enhance transfer of knowledge from senior to junior seafarers, arrange rank promotion program in ship, and improve the certainity of vision, mission, and organizational regulation of shipping company. Next research agenda is re-research using purposive sampling.Key words : Professionalism, Indonesian Seafarers Profession, Job satisfaction, Personal Performance.    
MANAGING INDONESIA TO BECOME THE WORLD MARITIME AXIS Mariana Kristiyanti; Endah Fauziningrum
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 22, No 2 (2022): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.584 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v22i2.316

Abstract

Wilayah Indonesia yang paling luas adalah lautan. Jadi, bukan tidak mungkin menjadikan Indonesia sebagai pusat maritim dunia atau bahkan sebagai poros maritim dunia, seperti yang kita impikan. Dalam sejarah Amanna Gappa disebutkan bahwa hukum maritim dunia berasal dari Nusantara. Hal tersebut menjadi latar belakang yang kuat bagi Indonesia untuk bangkit melalui maritim. Untuk itu diperlukan pengelolaan laut. Tanpa pengelolaan laut yang terstruktur dan terintegrasi, impian untuk membangun Indonesia melalui maritim hanya akan menjadi mimpi. Ini menjadi manfaat karena anugerah Tuhan terbesar Indonesia adalah lautan yang merupakan dua pertiga dari letak geografis Indonesia. Untuk memanfaatkannya, Indonesia harus memiliki pengelolaan laut yang khas. Ini mencakup konsep pertahanan, keamanan dan keselamatan. Ini adalah konsep kedaulatan tentang pembatasan dan pengaturan di laut. Karena ada perbedaan konsep darat dan laut. Ada pagar atau batas yang jelas di darat. Sebaliknya, laut adalah perairan terbuka lebar tanpa batas. Landasan Indonesia sebagai poros maritim dunia diharapkan dengan mengoptimalkan pengelolaan laut. Kata kunci : Manajemen, Maritim, Poros maritim