cover
Contact Name
Tri Angka Rini
Contact Email
triangkarinidepok@gmail.com
Phone
+6285215262430
Journal Mail Official
jurnal.jagaddhita@gmail.com
Editorial Address
Wisma Unindra TB. Simatupang, Jl. Nangka Raya No.58 C, RT.5/RW.5, Tj. Bar., Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12530
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jagaddhita: Jurnal Kebangsaan dan Wawasan Nusantara
ISSN : 28093976     EISSN : 28091892     DOI : https://doi.org/10.30998/jagaddhita.v1i1
Core Subject : Social,
Jagaddhita is a scientific journal that is managed by the Centre Study of Pancasila, Universitas Indraprasta PGRI Jakarta. This journal focused on the publication of the results of scientific research dedicated to all aspects related to citizenship studies, civic education (curriculum, teaching, instructional media and evaluation), political education, law education, moral education, multicultural education, anti-corruption, anti-radicalism, local wisdom, national insight, and religious philosophy.
Articles 51 Documents
IDENTITAS NASIONAL DAN NASIONALISME DI ERA DIGITAL: DALAM KAJIAN KEWARGANEGARAAN Manalu, Dian Krisna; Gresia Br. Bukit, Dipia; Hutabarat, Marsaulina
JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Kebangsaan Vol 4, No 1 (2024): JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Nusantara
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jagaddhita.v4i1.3650

Abstract

Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam konteks identitas nasional dan nasionalisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak era digital   terhadap   pembentukan   dan   perkembangan   identitas   nasional   serta   manifestasi nasionalisme dalam perspektif kewarganegaraan. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis berbagai sumber dan data terkait fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era digital telah menciptakan ruang baru bagi ekspresi identitas nasional dan nasionalisme, namun juga menimbulkan tantangan baru. Media sosial dan platform digital lainnya menjadi arena penting dalam pembentukan opini publik dan mobilisasi sentimen nasionalis. Di sisi lain, globalisasi digital juga berpotensi mengikis batas-batas tradisional identitas nasional. Penelitian ini menemukan bahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki peran krusial dalam menjembatani kesenjangan antara identitas nasional tradisional dan realitas digital. Diperlukan pendekatan baru dalam pendidikan kewarganegaraan yang mempersiapkan warga negara untuk berpartisipasi secara kritis dan bertanggung jawab dalam lanskap digital, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai nasionalisme. Kesimpulannya, era digital menuntut redefinisi dan adaptasi konsep identitas nasional dan nasionalisme, serta pendekatan yang lebih dinamis dalam kajian dan praktik kewarganegaraan.
Peran Pendidikan Dalam Membentuk Kesadaran Bela Negara diKalangan Pelajar SMP Islam Harapan Ibu Kartono, Kartono; Gufron, Uup; Siregar, Nujuluddin
JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Kebangsaan Vol 4, No 1 (2024): JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Nusantara
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jagaddhita.v4i1.3655

Abstract

Indonesia, sebagai negara kepulauan yang kaya akan keragaman suku dan budaya, menghadapi tantangan dalam menanamkan kesadaran bela negara, terutama di kalangan generasi milenial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pendidikan dalam membentuk kesadaran bela negara di kalangan pelajar SMP Islam Harapan Ibu. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif analitis, yang melibatkan studi kepustakaan dan analisis peraturan perundang-undangan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi materi bela negara dalam kurikulum pendidikan nasional masih kurang optimal, dan terdapat penurunan kesadaran bela negara di kalangan pelajar. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung nilai-nilai bela negara juga belum dimaksimalkan. Simpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai bela negara dalam pendidikan formal dan non-formal. Saran yang diberikan adalah perlunya penguatan kurikulum, pelatihan bagi pendidik, serta peningkatan kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada bela negara untuk meningkatkan kesadaran dan cinta tanah air di kalangan pelajar. Dengan demikian, pendidikan diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan dalam membentuk generasi yang memiliki kesadaran bela negara yang kuat.
EKSISTENSI KELUARGA HUKUM SOSIALIS DI DUNIA DAN KEMUNGKINAN KOMPILASINYA SECARA DE FACTO PADA HUKUM NASIONAL Widayatmo, Santyo; Bea Kurniawaty, Julia
JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Kebangsaan Vol 4, No 1 (2024): JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Nusantara
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jagaddhita.v4i1.3656

Abstract

Artikel ini membahas eksistensi nilai-nilai hukum sosialis dalam hukum nasional Indonesia dan kemungkinan integrasinya dalam kerangka ideologi Pancasila. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip keadilan sosial dan kolektivisme dapat diadaptasi dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh keluarga hukum sosialis terhadap hukum nasional dan mengeksplorasi potensi integrasi lebih lanjut. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif, yang berfokus pada kajian norma hukum yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sosialis telah diintegrasikan dalam berbagai regulasi, seperti UUD 1945 dan UU Ketenagakerjaan, yang mencerminkan perlindungan terhadap masyarakat. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun terdapat elemen hukum sosialis dalam hukum nasional, penerapannya harus tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip Pancasila untuk mencapai keadilan sosial yang berkelanjutan. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi lebih dalam tentang implementasi nilai-nilai ini dalam praktik hukum sehari-hari.
PENGGUNAAN APLIKASI QUIZIZZ SEBAGAI MEDIA UNTUK MELAKSANAKAN EVALUASI PEMBELAJARAN KEWARGANEGARAAN Kristiningsih, Kristiningsih
JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Kebangsaan Vol 4, No 1 (2024): JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Nusantara
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jagaddhita.v4i1.3844

Abstract

Pengajaran dan pembelajaran Kewarganegaraan telah berubah dari metode konvensional di mana siswa dapat berada dalam kondisi pembelajaran tatap muka dengan guru dan teman-temannya, kini menjadi modern dengan bantuan teknologi yang melibatkan berbagai platform seperti Quizizz yang dapat di akses secara gratis dan mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan media Quizizz sebagai aplikasi evaluasi pembelajaran kelas. Quizizz merupakan aplikasi permainan pendidikan yang sifatnya naratif dan fleksibel yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan materi maupun sebagai media evaluasi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan metode pengumpulan data observasi dan studi kepustakaan atau library research, yaitu membaca, menelaah, dan mengkaji buku-buku maupun tulisan-tulisan yang berkaitan dengan pembahasan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Quizizz diterima secara positif di kalangan mahasiswa karena efektivitas, kelayakan, dan kemudahan penggunaan, serta dapat meningkatkan motivasi mereka. Maka, penggunaan Quizizz dapat menjadi salah satu media pembelajaran dan penilaian pembelajaran Kewarganegaraan  pada tingkat universitas.
MENUMBUHKAN NASIONALISME DAN SIKAP BELA NEGARA MELALUI PELATIHAN MILITER PADA ANAK BERMASALAH: TINJAUAN PSIKOLOGIS, HAM, DAN SUARA ORANG TUA Kurniawaty, Julia Bea; Widayatmo, Santyo; Widyastuti, Myta
JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Kebangsaan Vol 4, No 2 (2025): JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Nusantara
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jagaddhita.v4i2.4074

Abstract

Menurunnya rasa nasionalisme di kalangan generasi muda, khususnya pada anak-anak bermasalah yang terlibat dalam kenakalan remaja, menjadi tantangan serius dalam pembangunan karakter bangsa. Salah satu pendekatan yang mulai banyak diperbincangkan adalah pelatihan militer sebagai media pembentukan kedisiplinan dan sikap bela negara. Artikel ini membahas secara kritis potensi pelatihan militer terhadap anak bermasalah melalui perspektif psikolog anak, hak asasi manusia (HAM), dan pandangan orang tua. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelatihan militer dapat bermanfaat jika diterapkan secara edukatif, non-represif, dan berbasis nilai rehabilitatif. Program ini harus sejalan dengan prinsip perlindungan anak dan melibatkan orangtua serta tenaga profesional psikologi anak.
REFLEKSI HARDIKNAS DAN HARKITNAS : NASIONALISME DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN Paturahman, Maman
JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Kebangsaan Vol 4, No 2 (2025): JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Nusantara
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jagaddhita.v4i2.4190

Abstract

Semangat nasionalisme telah menjadi fondasi utama dalam memperkuat persatuan dan kedaulatan bangsa Indonesia sejak masa kebangkitan nasional hingga mencapai kemerdekaan. Namun, dalam era globalisasi yang semakin cepat, gairah nasionalisme mulai memudar, mengancam identitas dan semangat cinta tanah air generasi muda. Masalah ini menjadi perhatian karena pentingnya revitalisasi nasionalisme sebagai modal utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran pendidikan dalam merevitalisasi nasionalisme dan menyediakan rekomendasi strategis untuk memperkuat semangat cinta tanah air di kalangan generasi muda. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research), menelaah berbagai sumber literatur terkait nasionalisme, pendidikan, dan sejarah bangsa Indonesia seperti buku, jurnal, dan dokumen resmi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme melalui karakter, pengetahuan sejarah, dan pembelajaran nilai-nilai Pancasila. Selain itu, pendidikan perlu menumbuhkan kesadaran akan makna keberagaman dan hakikat kedaulatan. Kesimpulan, revitalisasi nasionalisme harus menjadi bagian integral dari sistem pendidikan melalui pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Saran, pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menyusun program pendidikan yang mampu membangkitkan semangat cinta tanah air dan nasionalisme secara berkelanjutan.
IDENTITAS NASIONAL DAN NASIONALISME DI ERA DIGITAL DALAM KAJIAN KEWARGANEGARAAN SISKA, YENI FRAN
JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Kebangsaan Vol 4, No 2 (2025): JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Nusantara
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jagaddhita.v4i2.4155

Abstract

Era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pembentukan dan pemaknaan identitas nasional serta nasionalisme di kalangan generasi muda Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika identitas nasional dan nasionalisme di era digital dengan fokus pada Generasi Z. Melalui studi literatur dari berbagai sumber ilmiah, artikel, dan laporan penelitian, artikel ini mengungkap bagaimana media sosial dan arus globalisasi mempengaruhi cara mahasiswa memahami, mengekspresikan, dan mempertahankan identitas kebangsaan. Temuan menunjukkan bahwa kemudahan akses informasi dan keterpaparan terhadap budaya asing dapat mengikis rasa kebanggaan nasional dan menimbulkan krisis identitas. Fenomena seperti gaya hidup kebarat-baratan, lunturnya nilai-nilai Pancasila, dan melemahnya sopan santun menjadi tantangan nyata. Namun demikian, era digital juga membuka peluang strategis dalam penguatan nasionalisme melalui optimalisasi pendidikan kewarganegaraan, literasi digital, dan penyebaran konten budaya lokal. Dengan pendekatan yang relevan dan kolaboratif, generasi muda dapat diarahkan menjadi agen aktif dalam pelestarian identitas nasional. Artikel ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat dalam merespons tantangan dan memanfaatkan peluang era digital untuk memperkuat kohesi nasional di Indonesia.
KONTROVERSI DIBALIK ATURAN LEPAS HIJAB PASKIBRAKA 2024 DALAM MENJAGA NILAI-NILAI KEBHINNEKAAN DAN PERSATUAN SETIAWAN, MOHAMMAD HERIS
JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Kebangsaan Vol 4, No 2 (2025): JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Nusantara
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jagaddhita.v4i2.4044

Abstract

Kontroversi mengenai aturan lepas hijab bagi Anggota Paskibraka 2024 memunculkan isu hangat tentang kebhinekaan dalam persatuan. Isu tersebut menjadi perdebatan tentang kebebasan beragama, hak asasi manusia, dan nilai-nilai kebhinekaan. Di satu sisi, ada yang berpendapat bahwa aturan tersebut bertujuan untuk menjaga keseragaman dan kedisiplinan dalam upacara kenegaraan. Namun disisi lain, banyak yang berpendapat bahwa aturan tersebut telah merampas nilai-nilai kebebasan beragama dan bertentangan dengan prinsip kebhinekaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi Pustaka. Data dikumpulkan melalui studi observasi, literatur review, dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa kebhinekaan dalam persatuan harus tetap dijaga sekalipun dalam upacara resmi kenegaraan demi menjaga nilai-nilai kebebasan beragama sesuai dengan Pancasila sila pertama.
Pendidikan Pancasila di Era Digital: Mengembangkan Kewarganegaraan Digital Dalam Membangun Keadaban Pada Siswa Nurfitriyanti, Maya; Damayanti, Nina
JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Kebangsaan Vol 4, No 2 (2025): JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Nusantara
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jagaddhita.v4i2.3688

Abstract

Indeks keberadaban warganet Indonesia di posisi terendah di Asia Tenggara. Fakta ini diperoleh berdasarkan laporan Digital Civility Index (DCI) oleh Microsoft tahun 2020. Tujuan dari survei ini adalah untuk menghitung tingkat keberadaban digital yang dimiliki pengguna internet di seluruh dunia saat berkomunikasi secara digital. Sebagai negara yang berlandaskan pancasila, seharusnya persoalan keadaban tidak menjadi masalah bagi karakter bangsa Indonesia. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil studi menunjukkan bahwa kesadaran digital warga negara Indonesia rendah karena tidak memiliki kompetensi yang ideal dalam memperoleh pembelajaran kewarganegaraan digital. Warga digital yang kompeten mampu menyelesaikan tantangan baru yang berkaitan dengan partisipasi masyarakat seperti perbedaan budaya, menghormati hak-hak individu, dan menjauhi kejahatan digital. Dalam usaha membangun keadaban digital tersebut, dibutuhkan proses pembelajaran yang tepat guna agar kompetensi kewarganegaraan digital dapat dimiliki oleh setiap warga negara
PENDIDIKAN YANG SESUAI DENGAN IDENTITAS MANUSIA INDONESIA Luthfiralda, Nurhidayati
JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Kebangsaan Vol 4, No 2 (2025): JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Nusantara
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jagaddhita.v4i2.3664

Abstract

Penelitian ini membahas tentang unsur-unsur identitas manusia Indonesia dan implementasinya dalam pendidikan Indonesia. Rumusan masalah yang diangkat artikel ini adalah: 1) Apa unsur identitas Manusia Indonesia?. 2) Bagaimana implementasi pendidikan yang sesuai dengan identitas manusia Indonesia?. Metode penelitian yang diaplikasikan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis studi pustaka atau Library Research. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan yang dapat menghasilkan peserta didik yang sesuai dengan identitas manusia Indonesia dan adaptif terhadap perkembangan abad 21. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pancasila, nilai kebinekaan, dan religiositas haruslah masuk dalam proses pembelajaran di elemen lingkungan belajar, yang meliputi: keluarga, masyarakat, dan sekolah.