Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra)
JOURNAL BASTRA (Language and Literature) is a publicly accessible journal published by the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This journal is published four times a year, every January, April, July, and October. This journal contains the results of research (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies covering several areas of study as follows. Indonesian language education includes studies on linguistic learning, phonology learning, morphology learning, syntax learning, semantic learning, pragmatics learning, discourse learning, sociolinguistic learning, and psycholinguistic learning. Indonesian literature education includes studies on poetry learning, fiction prose learning, and drama and film learning. Indonesian, includes studies on linguistics, phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, discourse, sociolinguistics, and psycholinguistics. Indonesian literature includes studies on poetry, prose fiction, drama, and film with a structural approach, stylistics, semiotics, sociology of literature, psychology of literature, psychoanalysis, literary ecology, deconstruction, philology, phenomenology, feminism, literary reception, and literary anthropology.
Articles
712 Documents
KEMAMPUAN AFEKTIF MAHASISWA DALAM MENGIKUTI MATA KULIAH UMUM BAHASA INDONESIA SELAMA PEMBELAJARAN JARAK JAUH
Indah Puspitasari
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI-MARET 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (273.145 KB)
|
DOI: 10.36709/bastra.v7i1.63
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan afektif mahasiswa dalam mata kuliah Bahasa Indonesia dan kemampuan afektif mahasiswa dalam pembelajaran jarak jauh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix methode menggunakan strategi concurent embedded. Concurent embedded merupakan strategi yang menggabungkan analisis data, pendekatan kuantitatif, dan kualitatif secara bersamaan. Di dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang dilakukan di Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang Program Studi S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam melalui luring dan daring, kemampuan afektif mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang Program Studi S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam menunjukkan perbedaan dari sebelum pandemi dan setelah pandemi. Kemampuan afektif mahasiswa dalam pelaksanaan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) menunjukkan hasil yang kurang baik pada aspek kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, minat dan perhatian mahasiswa. Adapun kemampuan afektif mahasiswa dalam pelaksanaan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) secara umum menunjukkan sikap yang kurang baik pada aspek kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, minat dan perhatian mahasiswa.
KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL KETIKA HUJAN MENANGIS KARYA EKA ARYANI
Ahmad Ramadhan;
Sahlan
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI-MARET 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.627 KB)
|
DOI: 10.36709/bastra.v7i1.65
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pengembangan konflik dalam alur cerita novel Ketika Hujan Menangis karya Eka Aryani serta mengidentifikasi konflik sosial yang terdapat dalam novel tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian iniadalah model analisis isi. Proses analisis pada penelitian ini menggunakan pendekatan struktural serta mengacu pada teori Tafsir yang membedakan tahapan alur menjadi lima bagian dan juga teori Rahmat M yang membagi konflik sosial menjadi empat jenis. Penelitian ini mengungkap bahwa pola pengembangan konflik dalam alur cerita novel Ketika Hujan Menangis terdiri atas empat bagian yaitu tahap pemunculan konflik, tahap peningkatan konflik, tahap klimaks, dan tahap penyelesaian konflik. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap bahwa konflik sosial yang terdapat dalam novel Ketika Hujan Menangis berjenis konflik antarindividu dan konflik antarkelompok. Penelitian ini menjelaskan pula implikasi penelitian terhadap pembelajaran sastra di sekolah strata SMA/MA kelas XII semester II baik dari rpp, silabus, dan materi ajar. Hasil penelitian pada novel Ketika Hujan Menangis karya Eka Aryani, dengan pembahasan mengenai konfik sosial menggunakan pendekatan stuktural, yaitu dengan menelaah teks yang ada dalam karya sastra yang kemudian mengidenkipsikan pola pengembangan konflik dalam alur cerita novel Ketika Hujan Menangis serta mengidentifikasi konflik sosial yang terdapat di dalam novel Ketika Hujan Menangis karya Eka Aryani. Penelitian ini berimplikasi terhadap pembelajaran di masyarakat maupun di dunia pendidikan.
ANALISIS STRUKTUR FISIK DAN STRUKTUR BATIN PUISI DALAM ANTOLOGI PUISI “SURAT DARI MATAHARI” KARYA SYAIFUDDIN GANI RR
Arwis;
Irianto Ibrahim
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI-MARET 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.113 KB)
|
DOI: 10.36709/bastra.v7i1.66
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur fisik dan struktur batin puisi dalam antologi puisi “Surat Dari Matahari” karya Syaifuddin Gani.Masalah dalam penelitian adalah bagaimanakah struktur fisik dan struktur batin dalam antologi puisi “ Surat dari Matahari ” karya Syaifuddin Gani ? Metode yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode deskritif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Antologi Puisi “Surat dari Matahari”Teknik yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah teknik baca catat.Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan pendekatan struktural. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah struktur fisik dan struktur batin puisi yang terdiri dari tiga puisi yang masing-masing memiliki enam struktur fisik yaitu: Diksi, tipografi, pengimajian, kata konkret, bahasa figuratif, dan versifikasi. Dan empat struktur batin yaitu: Tema, nada, perasaan, dan amanat.
MAKNA UNGKAPAN DALAM ADAT PERKAWINAN SUKU MANGGARAI KABUPATEN MANGGARAI BARAT NUSA TENGGARA TIMUR
Andriana Lajim;
La Yani Konisi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI-MARET 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (194.448 KB)
|
DOI: 10.36709/bastra.v7i1.67
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Makna Ungkapan dalam Adat Perkawinan Suku Manggarai Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa makna ungkapan dalam adat perkawinan suku Manggarai di Desa Benteng Ndope Kecamatan Pacar Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur terdapat pada tahap Rekak Dokong, Tuke Mbaru, Wagal dan Podo. Salah satu ungkapan yang terdapat dalam tahap praperkawinan yaitu Ita kala le paang, tuluk pu’un batu mbaun (melihat daun sirih, kami datang mencari pohon tempat ia bertumbu). Dalam adat perkawinan Manggarai kala dalam ungkapan ini diartikan sebagai seorang gadis atau wanita muda yang akan dipinang atau dijadikan istri. Makna dari ungkapan kala le paang, tuluk pu’un batu mbaun adalah seorang juru bicara adat selaku wakil dari laki-laki menyampaikan maksud kedatangan mereka kepada pihak perempuan yaitu mereka menyampaikan rasa ketertarikan anak mereka dengan gadis yang mereka kunjungi. Dari beberaa tahap dalam adat perkawinan Manggarai memiliki ungkapan-ungkapan yang disampaikan saat berdialog. Ungkapan tersebut memiliki makna yang ingin disampaikan, baik bagi penutur maupun bagi mitratutur. Diharapkan agar masyarakat suku Manggarai tetap mempertahankan adat perkawinan sebagai salah satu ciri khas daerah dan unsur kebudayaan nasional. Diharapkan agar masyarakat suku Manggarai khususnya para generasi muda agar melibatkan diri disetiap acara kebudayaan khususnya adat perkawinan agar kebudayan tersebut tidak akan punah serta dapat dilestarikan kepada generasi lanjutnya.
SAPAAN DALAM BAHASA MENUI
Ismayanti;
Zalili Sailan;
Aris Badara
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL BASTRA EDISI APRIL-JUNI 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (483.169 KB)
|
DOI: 10.36709/bastra.v7i2.69
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan informasi tentang pemberian bentuk sapaan dalam Bahasa Menui.Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan etnografi komunikasi dengan teknik simak,teknik catat,wawancara terbuka dan observasi partisipan. Ruang lingkup penelitian ini adalah bagian dari bentuk sapaan dalam bahasa Menui pada masyarakat kelurahan ulunambo,baik sapaan dalam lingkungan keluarga maupun di luar lingkungan keluarga, Penelitian ini termaksud penelitian deskriptif yang mengguraikan dan menyajikan data-data yang diperoleh secara sistematis,factual,dan akurat. Data dan sumber data adalah keseluruhan bentuk sapaan bahasa Menui yang dipergunakan oleh penuturnya. Sumber data adalah tiga orang sebagai informan utama, ditambah peneliti sendiri sebagai penutur asli. Temuan penelitian ini bahwa untuk sapaan dalam keluarga adalah “ufangku,ua,nina,anantama,anatina. Dan sapaan dalam masyarakat. Bentuk–bentuk sapaan bahasa Menui diperoleh oleh kedudukan pembicara dan lawan bicara, sistem kekerbatan,umur,jenis kelamin,serta saling menghargai. Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan, maka penulis dapat menyimpulkansebagai berikut Bentuk sapaan bahasa Menui, pemakaiannya didasari beberapa pertimbangan yakni, (1) kedudukan pembicara dengan lawan bicara, (2) jenis kelamin antara pembicara dan jenis kelamin antara pembicara dan lawan bicara, (3) berdasarkan usia antara pembicara dan lawan bicara, (4) berdasarkan kekeluargaan antara pembicara dengan lawan bicara, dan (5) berdasarkan situasi pembicara lawan bicara.
NILAI MORAL DALAM NOVEL ORANG-ORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA MELALUI KAJIAN SOSIOLOGI
Indah Mei Diastuti
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI-MARET 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.4 KB)
|
DOI: 10.36709/bastra.v7i1.70
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai moral yang terkandung dalam novel karya Andrea Hirata. Metode penelitian dekskriptif kualitatif. Dengan menggunakan metode deksriptif peneliti mudah menemukan data serta objek dalam penelitianya. Metode ini dapat membantu memecahkan masalah yang diselidiki dengan menggambar subyek atau non obyek (Instansi, seseorag, khalayak, dan lain-lain) menurut fakta-fakta yang ada dan sebaigamana mestinya. Hasil ini meliputi empat nilai moral yaitu: a. Nilai moral tolong menolong; Nilai kejujuran; c. Visioner; d. Saling menghargai. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat empat nilai-nilai moral yang terkandung pada novel yang berjudul Orang- Orang Biasa karya Andrea Hirata yang dapat diambil pertama tolong menolong demi tujuan yang mulia ini merupakan nilai moral yang harus dimiliki oleh semua manusia, Kedua adalah kejujuran, di mana ini merupakan nilai utama dalam hidup, Ketiga adalah sikap visioner demi kelangsungan hidup yang baik, dan yang keempat adalah sikap saling menghargai agar tidak memandangan rendah dan meremehkan orang lain.
FAKTOR TERJADINYA REGISTER PADA KOMUNIKASI DI PONDOK PESANTREN
Yulianah Prihatin;
Diana Mayasari
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI-MARET 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.406 KB)
|
DOI: 10.36709/bastra.v7i1.71
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya register pada komunikasi di Pondok Pesantren KH. Abdul Hadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripstif kualitatif. Data yang didapatkan berupa data audio dan catatan berupa kata-kata atau tingkah laku yang dideskripsikan menjadi bentuk laporan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, baca dan catat. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren KH. Abdul Hadi Dusun Mbecek, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap register yang terdapat pada tuturan santri di KH. Abdul Hadi disebabkan oleh beberapa faktor tranmisi bahasa yang kemudian diadopsi menjadi bahasa yang beragam dalam lingkungan pesantren. Faktor – faktor tersebut meliputi faktor situasi dan kondisi saat tuturan diucapkan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa terjadinya register dalam tuturan di pondok pesantren dipengaruhi oleh keragaman bahasa yang ada. Kompleksitas di pondok pesantren memungkingkan tuturan yang dilakukan mengalami banyak variasi bahasa. Faktor itu antara lain faktor adanya situasi tertentu yang mempengaruhi dan faktor yang menyatakan kondisi dengan situasi tertentu. Register yang terjadi mampu memunculkan keragaman bahasa dan bentuk norma-norma yang mampu mengubah situasi. Dengan kata lain, register pada setiap komunitas mampu memunculkan norma-norma dalam situasi dan kondisi tertentu.
PEMANFAATAN GOOGLE MEET DAN GOOGLE CLASS ROOM DALAM SEMINAR KELOMPOK BERBASIS PEMBELAJARAN MIND MAP
Nanang Heryana
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI-MARET 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (954.528 KB)
|
DOI: 10.36709/bastra.v7i1.72
Penelitian ini befokus pada aspek menentukan, menggambarkan secara terperinci, dan menguraikan analisis pemanfaatan google meet serta google classroom dalam seminar kelompok mahasiswa berbasis pembelajaran mind map pada mata kuliah Wicara Publik (WP). Penelitian ini berbentuk kualitatif dan metode deskriptif. Penggunaan google meet dan google classroom dalam seminar kelompok mahasiswa berbasispembelajaran mind map sebagai sumber data. Data penelitian ini berupa desain, dan keefektifan pembelajaran berupa hasil pembelajaran dalam seminar kelompok mahasiswa berbasis pembelajaran mind map pada mata kuliah WP yang diperoleh melalui hasil penilaian seminar dan jawaban responden setelah mengikuti pembelajaran (kuesioner). Pereduksian dan penyajian data serta penyimpulan termasuk tahap teknik analisis. Mahasiswa memperoleh hasil yang sangat baik dalam aspek afektif, kognitif, dan psikomotor dalam seminar kelompok. Responden lebih dominan menyetujui keefektifan penggunaan aplikasi dan metode tersebut dalam pembelajaran online. Secara aspek kemudahan, 50% sangat setuju, 47% setuju dan hanya 3% yang masih ragu. Secara aspek penyampaian dan pemahaman materi, 41% sangat setuju, 54% setuju, dan hanya 7 % yang masih ragu. Secara aspek manfaat, 30% sangat setuju dan 70% setuju.
PASCAKOLONIALISME TOKOH-TOKOH DALAM NOVEL 1998 KARYA RATNA INDRASWARI IBRAHIM
Arisni Kholifatu Amalia Shofiani;
Icha Fadhilasari
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI-MARET 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.866 KB)
|
DOI: 10.36709/bastra.v7i1.73
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan hibriditas, mimikri, dan ambifalensi dalam Novel 1998 Karya Ratna Indraswari Ibrahim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan mendeskripsikan tokoh atau subjek di dalam data. Sumber data penelitian ini adalah Novel 1998 karya Ratna Indraswari Ibrahim. Hasil penelitian ini yaitu terdapat sisa-sisa sejarah zaman kolonial, terbukti adanya hibriditas, mimikri, dan ambivalensi di dalam novel. Keberadaan ketiga hal tersebut dalam novel “1998” secara fisik di dominasi oleh pascakolonial. Berdasarkan analisis yang telah dijabarkan, dapat disimpulkan bahwa dalam Novel 1998 ini terdapat sisa-sisa sejarah jaman kolonial, terbukti adanya hibriditas, mimikri, dan ambivalensi di dalam novel. Keberadaan ketiga hal tersebut dalam novel 1998 secara fisik di dominasi oleh pascakolonial. Artinya pengarang cenderung menunjukkan bahwa masi ada sisa-sisa kolonial dan yang akan selalu menolak untuk lupa atas tragedi yang disisakan oleh tahun 1998.
KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR TEKS DRAMA “HIDUP ITU KOMEDI” SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BUNTAO’ TORAJA UTARA
Marlin Foresta;
Fahruddin Hanafi;
La Yani Konisi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI-MARET 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.994 KB)
|
DOI: 10.36709/bastra.v7i1.74
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur teks drama “Hidup Itu Komedi” siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buntao’ Toraja Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, maka kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur teks drama “Hidup Itu Komedi” siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buntao’ Toraja Utara aspek tema mencapai 67,5%, aspek tokoh dan penokohan mencapai 95%, aspek amanat mencapai 37,5%, aspek latar mencapai 90%, aspek alur mencapai 90%, aspek dialog mencapai 55%, aspek bahasa mencapai 70%. Sedangkan total keseluruhan aspek mencapai 37,5%. Dari pernyataan tersebut, maka dapat disimpulkan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buntao’ Toraja Utara bahwa kemampuanmengidentifikasi unsur-unsur teks drama “Hidup Itu Komedi” siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buntao’ Toraja Utara secara klasikal masuk dalam kategori tidak mampu, karena tidak mencapai 85% siswa yang mempunyai kemampuan >80%. Kesimpulan - Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pembelajaran drama sebaiknya dilaksanakan secara proporsional antara teori dan praktik dalam menulis dan membaca drama. Dengan demikian secara intensif siswa akan terbiasa dan memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi drama. Dari tujuh aspek mengidentifikasi unsur-unsur drama siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buntao’ Toraja Utara pada aspek amanat memperoleh persentase kemampuan paling rendah. Untuk itu, perlu adanya latihan dan penjelasan materi yang intensif bagi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran drama, sehingga siswa dapat lebih mengerti mengenai unsur-unsur drama.