Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MAKNA SIMBOLIS GERAKAN TARI MONDOTAMBE STUDI KASUS SANGGAR ANA SEPU KABUPATEN KONAWE Irianto Ibrahim, Astin
JURNAL HUMANIKA Jurnal Humanika Vol. 1, No. 1 Maret 2019
Publisher : JURNAL HUMANIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.07 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses pelaksanaan tari mondotambe studi kasus sanggar ana sepu kabupaten konawe. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif, Teknik pengumpulan dan penelitian data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara, observasi, dokumentasi. Pendekatan semiotika untuk menganalisis tari mondotambe pada masyarakat tolaki kabupaten konawe. Teknik analisis data menggunakan triangulasi dan teknik keabsahan data dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan sejarah tari mondotambe, fungsi tari mondotambe selain untuk menyambut para prajurit yang baru kembali dari medan perang, tari Mondotambe juga sebagai tari penyambutan terhadap tamu-tamu Kerajaan Konawe di Unaaha, pembukaan suatu bangunan, pembukaan suatu kegiatan yang diselenggarakan maupun acara-acara ritual seperti perkawinan. Persiapan yang dilakukan sebelum menari tari mondotambe adalah pemilihan materi dengan menentukan anggota kelompok tari yang akan tampil, lalu menentukan materi tari. Materi tari adalah pemilihan jenis tari daerah yang akan diperagakan yaitu tari Mondotambe, Setelah para penari atau kelompok sudah menentukan materi tari yang akan diperagakan, dilakukan latihan gerakan dasar, musik dan alat musik.Kata Kunci: makna simbolis gerakan, tari mondotambe.
PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM BENTUK PENINGKATAN KAPASISTAS MASYARAKAT DESA/KELURAHAN BERBASIS PRODUK INOVASI DALAM PENANGGULANGAN COVID-19 DI SULAWESI TENGGARA Yunus, Yunus; Sailan, Zalili; Balawa, La Ode; Ibrahim, Irianto
Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial, Politik, Budaya, Hukum, Ekonomi Vol 2, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.343 KB) | DOI: 10.52423/anoa.v2i1.14875

Abstract

Tujan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengalaman/pengetahuan baru bagi masyarakat untuk memahami pentingnya Penangulangan Covid-19 di Sulawesi Tenggara; membantu masyarakat dalam pengembangan kecakapan dalam menghasilkan produk inovasi dalam upaya Penangulangan Covid-19 di Sulawesi Tenggara; memberikan pengalaman/pengetahuan baru bagi masyarakat Desa/Kelurahan tentang pentingnya suasana hidup sehat dan segar, sehingga dapat melaksanakan segala tugas-tugas rutin dengan baik tanpa mengalamami kelelahan yang berarti, khususnya dalam  upaya penangulangan Covid-19 di Sulawesi Tenggara; melatih kelompok-kelompok masyarakat sehingga mereka dapat mengembangkan diri mencapai hidup sehat dan segar sejahtera lahir batin melalui aktifitas olahraga dan penciptaan produk inovasi yang bermanfaat. Metode pelaksanaan KKN tematik ini secara tekhnis melalui pengorganisasian jarak jauh dengan menggunakan berbagai fasilitas media dan teknologi informasi. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama satu (1) bulan dengan luaran yang: a) Menghasilkan masker kesehatan yang bermanfaat untuk program pencegahan COVID-19 per kelompok desa; b) Membantu penyemprotan disinfektan di desa/kelurahan lokasi KKN; c) Menjadi sukarelawan di POSKO SATGAS COVID-19 selama pelaksanaan KKN Tematik dalam penyaluran bantuan pemerintah kepada masyarakat; d) Membantu distribusi masker bagi masyarakat yang terdampak COVID-19 di desa pelaksanaan KKN Tematik; e) membantu pemerintah dalam mensosialisasikan tangap pencegahan Covid-19; f) membantu masyarakat dalam proses pembutan Jamu dan Teh Kelor; g) Membantu masyarakat dalam penyediaan Pembuatan medi/alat cuci tangan, Pembuatan handsanitiser.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS NELAYAN MELALUI PEMBENTUKAN LEMBAGA EKONOMI KERAKYATAN DI DESA BAJO INDAH, KECAMATAN SOROPIA, KABUPATEN KONAWE Tunda, Amin; Jabar, Aryuni S.; Sarmadan, Sarmadan; Sofian, Nur I.; Tawulo, Megawati Asrul; Tuwu, Darmin; Lusianai, Wa Ode; Jayadisastra, Yoenita; Yusuf, Bakri; Ibrahim, Irianto; Supiah, Hj. Ratna
Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial, Politik, Budaya, Hukum, Ekonomi Vol 1, No 01 (2020): ANOA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.202 KB) | DOI: 10.52423/anoa.v1i01.10823

Abstract

Komunitas nelayan adalah kelompok masyarakat yang hidup di daerah pesisir. Streotipe yang melekat pada mereka adalah kelompok yang minim dalam peningaktan Sumber Daya Manusia (SDM). Pada konteks penghasilan, komunitas nelayan memiliki pendapatan yang dapat digolongkan dalam kelompok masyarakat sejahtera. Namun, kurangnya SDM membuat kelompok ini tidak mampu mengelola keuangan secara baik. Olehnya itu, dipandang perlu melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung konsep pemberdayaan komunitas nelayan melalui pemanfaatan Lembaga Ekonomi Kerakyatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman komunitas nelayan dalam pengeloaan keuangan dan pentingnya lembaga ekonomi kerakyatan dalam peningkatan kesejahteraan. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Dalam upaya pemecahan masalah komunitas nelayan, maka digunakan metode Focus Goup Discussion (FGD) atau diskusi kelompok terarah untuk mengetahui permasalah serta penanganan atau penemuan solusi secara bersama. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yakni; Kesepakatan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mengikuti kelas belajar informal; Meningkatnya pemahaman komunitas nelayan terhadap tata kelola kuangan rumah tangga; Komunitas nelayan secara bersama-sama menentukan potensi resource, pemanfaatanya, serta pengelolaannya; Komunitas nelayan dan pemerintah desa sepakat membentuk koperasi desa yang bersumber dari dana ADD.
POLA MOTIF CERITA ASAL-USUL RAJA PERTAMA DALAM LEGENDA MUNA, WOLIO, DAN TOLAKI Mustafa Husba, Zakiyah; Aso, La; Ibrahim, Irianto
Jurnal Penelitian Budaya Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.082 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v6i2.19920

Abstract

In an effort to reveal the structure of the motifs in the legend stories of the origins of the first king as a step in obtaining historical and cultural knowledge of But and Tolaki ethnic communities, it is hoped that this research can be a frame of reference for the protection and development of Southeast Sulawesi regional literature. The purpose of this study is to describe  patterning of the motifs of the origin story of the first king from the legends of Muna, Wolio, and Tolaki. This research is based on the motive theory of Alan Dundes. Motive theory is used to find the class of motives for each item or sequence of events in the story. The patterns of motifs in the form of tables and schemes are arranged based on the Stith Thompson index motifs. The method used in this research is qualitative method. Data collection techniques with library reading and note-taking techniques, as well as recording and note-taking interview techniques. The data processing is done by triangulation technique. The research data was examined using qualitative descriptive techniques through 2 stages, namely indexing motifs and patterning motifs. The results of the analysis show that there are 9 motifs in the three stories, mythological motifs, magic, other worlds, wise and foolish, restoration of fate, society, natural cruelty, and sex motives. Furthermore, 4 dominant motifs or the same motif are found in the 3 stories of the first kings of Muna, Wolio, and Tolaki, namely mythological motifs, other worlds, wise and foolish, and society motifs.Keywords: motif, legend, Muna, Wolio, and Tolaki
PENGEMBANGAN PENULISAN CERPEN BERBASIS CERITA RAKYAT (Development of Creating Short Story Based on Folktale) La Ode ode Syukur; Irianto Ibrahim; La Ode Sahidin; Nur Israfyan Sofyan; NFN Alias
Kandai Vol 18, No 2 (2022): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v18i2.4549

Abstract

The process of creating literary works is a creative process that requires a comprehensive imagination space. Literature and human life are two inseparable sides. The existence of short stories has not been widely used as a medium and source of short story writing. Therefore, this study examines the development of short story writing based on folklore. The purpose of this study was to describe and explain the development of writing literary works based on folklore for students of the Department of Indonesian Language and Literature Education, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This research uses analytical descriptive method. The data source is in the form of short stories written by students of the Department of Indonesian Language and Literature Education. The results of this study indicate that the development of short story writing based on folklore is carried out through: (1) developing a theme as a short story identity in the form of the emergence of various themes such as brotherhood, affection, patriotism, spirit of life, and work ethic, and honesty, (2) Plot As Storytelling innovation is described by the variety of plots shown for a folklore such as backwards or mixed plots, as well as fleshback plots, and (3) Setting as the field of events Short stories are presented according to the reality of current conditions and atmosphere. Proses penciptaan karya sastra merupakan proses kreatif yang membutuhkan ruang imajinasi komperhensif. Karya sastra dan kehidupan manusia merupakan dua sisi yang tidak dapat terpisahkan. Keberadaan cerita pendek belum banyak digunakan sebagai media dan sumber penulisan cerpen. Oleh karena itu, dalam penelitian ini mengkaji tentang pengembangan penulisan cerpen berbasis cerita rakyat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pengembangan penulisan karya sastra berbasis cerita rakyat pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif analitik. Sumber data berupa naskahcerpen yang tulis mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan penulisan cerpen berbasis cerita rakyat dilakukan melalui: (1) pengembangan tema sebagai identitas cerpen berupa munculnya beragam seperti tema persaudaraan, kasih sayang, patriotisme, semangat hidup, dan etos kerja,dan kejujuran, (2) Alur Sebagai Inovasi Penceritaan digambarkan dengan ada variasi alur yang ditampilkan untuk sebuah cerita rakyat seperti dengan alur mundur ataupun alur campuran, maupun alur fleshback, dan (3) Latar sebagai Medan peristiwa Cerpen disajikan sesuai realita kondisi dan suasana masa kini.
KONFLIK TOKOH DALAM NOVEL “DEAR ALLAH” KARYA DIANA FEBI Nirwana; Irianto Ibrahim; Sri Suryana Dinar
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i1.144

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk konflik dalam novel Dear Allah dan faktor-faktor yang melatarbelakangi konflik yang terjadi dalam novel Dear Allah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa konflik yang terdapat dalam novel Dear Allah ini berupa konflik internal dan konflik eksternal. Konflik internal terjadi pada cerita, seperti Wildan yang mengkhitbah Zulfa, Naira harus menahan rasa sakit sebab Ia sangat menginginkan Wildan. Pernikahan Wildan batal, Naira keguguran, dan Aisyah mencintai laki-laki namun beda keyakinan. Konflik eksternal yaitu konflik sosial dan konflik elemental yang dialami tokoh novel Dear Allah. Konflik sosial terjadi pada cerita, seperti saat Genta memaksa Naira menjawab pertanyaannya, Athifa marah-marah kepada Naira, Wildan berkelahi dengan Genta, Ayah Wildan marah kepada Wildan, Aneke menyindir Naira di depan keluarga Wildan, dan Ibu Roy mendorong Naira. Konflik elemental terjadi pada cerita, seperti saat Naira kecelakaan karena hujan.
Pelestarian Bahasa Daerah Berbasis Literasi Digital Bagi Masyarakat Desa Sahidin, La Ode; Ibrahim, Irianto; Syukur, La Ode; Yunus; Saidiman; Zulzaman, La Ode Akhiri; Syah, William; Firmansah , Muhammad
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi November 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i1.293

Abstract

Pelestarian bahasa daerah merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kekayaan budaya, khususnya di tengah tantangan globalisasi yang mengancam eksistensinya. Program ini bertujuan untuk melestarikan bahasa daerah melalui pendekatan berbasis literasi digital. Metode kegiatan melibatkan pelatihan literasi digital kepada 25 peserta, terutama generasi muda, untuk memproduksi konten digital dalam bentuk video pendek dan cerita rakyat. Pelatihan ini dilakukan selama tiga bulan dengan bimbingan intensif dalam penggunaan teknologi digital dan platform media sosial. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan literasi digital peserta, dari 30% sebelum pelatihan menjadi 85% setelah pelatihan. Sebanyak 25 video pendek dan 20 cerita rakyat berbasis bahasa daerah berhasil diproduksi dan dipublikasikan melalui media sosial. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan literasi digital efektif dalam meningkatkan keterampilan teknologi dan kesadaran peserta terhadap pentingnya pelestarian bahasa daerah. Kesimpulannya, penggunaan teknologi digital merupakan solusi yang relevan dan berkelanjutan untuk pelestarian bahasa daerah, serta berpotensi diterapkan di wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PETERNAK MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA HIJAUAN MAKANAN TERNAK UNGGUL DI KELURAHAN WATUMOTOBE, KECAMATAN KAPONTORI, KABUPATEN BUTON Badaruddin, Rusli; Saili, Takdir; Ido, Irfan; Ibrahim, Irianto; Syamsuddin, Syamsuddin; Munadi, La Ode Muh.
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 1 No. 6 (2024): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, November 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/rx159b07

Abstract

Watumotobe Village in Kapontori District, Buton Regency, has the potential to develop forage (HMT) to support the availability of quality feed for local livestock. However, the limited knowledge of local farmers regarding superior HMT cultivation techniques is a challenge. This community service program aims to improve the skills of farmers through training in planting HMT such as odot grass, molato, red elephant grass, pakchong, and indigofera. The training method involves delivering interactive materials, field practice in demonstration plots, and technical assistance in plant maintenance. The results of the activities showed an increase in understanding and skills of farmers in cultivating HMT, which is expected to support independent and sustainable livestock feed security. This program also encourages cooperation between farmers in managing local forage resources as a step towards feed self-sufficiency in Buton Regency.
Pemanfaatan Media Wattpad dalam Pembelajaran Menulis Puisi Peserta Didik Kelas XI SMA Adili, La Ode; Ibrahim, Irianto; Dinar, Sri Suryana; Sahidin, La Ode; Syukur, La Ode; Tike, La; Saidiman; Nurfadillah; Risna
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi November 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i1.274

Abstract

Upaya pembaharuan dalam proses pembelajaran sangat diperlukan guna meningkatkan mutu pendidikan. Inovasi tersebut ditandai dengan munculnya berbagai konsep baru tentang pemanfaatan teknologi digital. Perkembangan konsep dalam dunia pembelajaran menuntut peran guru yang strategis. Salah satu media digital yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah aplikasi wattpad. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah memberi pelatihan dan praktik pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan aplikasi wattpad. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik. Analisis data hasil praktik pembelajaran mengacu pada standar KKTP Bahasa Indonesia Kelas XI SMA. Rangkaian pelaksanaan pengabdian ini meliputi kegiatan: (1) pengantar ketua tim pengabdian; (2) sambutan kepala sekolah; (3) penyampaian materi tentang media wattpad dan tanya jawab; (4) praktik pembelajaran menggunakan media wattpad; dan (5) analisis hasil evaluasi kegiatan pembelajaran. Berdasarkan analisis data hasil praktik pembelajaran, dapat diketahui bahwa dari 26 peserta didik, terdapat 12 peserta didik (46,15%) yang berada pada kategori sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial. Selanjutnya, 14 peserta didik (53,85%) berada pada kategori sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih. Dapat pula dikemukakan bahwa tidak terdapat peserta didik yang berada pada kategori belum mencapai ketuntasan, remedial di seluruh bagian serta remedial di bagian yang diperlukan
Penguatan Literasi dan Seni Budaya Berbasis Pertunjukan Puisi bagi Anak-Anak Komunitas the La Malonda Institute Ibrahim, Irianto; Sahidin, La Ode; Syukur, La Ode; Alias; Zulzaman, La Ode Akhiri; Sofian, Nur Israfyan; Haris, Amalia Putri; Muda, Efram Bala
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i2.347

Abstract

Penguatan literasi dan seni budaya merupakan sarana bagi anak dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kepekaan sosialnya. Melalui pertunjukkan puisi anak-anak belajar mengembangkan kemampuan literasi dan budaya sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter mulia. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi anak-anak komunitas The La Malonda Institute melalui pertujukkan puisi sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya pada anak-anak. Melalui pendekatan partisipatif dan berkelanjutan, program ini dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan positif pada kemampuan literasi, kualitas karya puisi, dan keterampilan seni pertunjukan. Peserta mengalami dampak sosial dan psikologis yang positif, termasuk peningkatan kepercayaan diri dan keterampilan sosial. Keberlanjutan program didukung oleh pembentukan kelompok belajar, pengembangan modul mandiri, dan kemitraan strategis. Temuan ini menegaskan efektivitas integrasi literasi dan seni budaya dalam pembentukan karakter dan pengembangan potensi anak-anak. Kesimpulan dari pelaksanaan program kegiatan ini adalah penguatan literasi dan seni budaya berbasis pertunjukkan puisi berdampak positif bagi peningkatan kemampuan literasi, kualitas karya puisi, dan performa peserta melalui tes tertulis