cover
Contact Name
Nurul Shofiah
Contact Email
nurulshofiah@uin-malang.ac.id
Phone
+6282231369172
Journal Mail Official
jips@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Psikologi - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang - Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS)
ISSN : 28284577     EISSN : 28284577     DOI : https://doi.org/10.18860/jips.v2i1.xxxxx
Focus and Scope Journal of Indonesian Psychological Science publishes peer-reviewed articles which provides detailed assistance for Authors to reach publication. It publishes research reports and scientific papers in psychology and/or related sciences which aims to advance science, knowledge, and theory of psychology. Journal of Indonesian Psychological Science accepts manuscripts of both academic and professional applied research (theoretical and/or empirical) that emphasize the novelty and originality of studies. The whole spectrums of research in psychology are welcome, which includes, but is not limited to the following topics: Transpersonal Psychology Social Psychology Cyber Psychology Psychology in Workplace and Organization Positive Psychology Educational and developmental Psychology Managing and understanding human Psychomectrics Intervention or applied psychology
Articles 90 Documents
Motivasi perilaku catcalling pada pria dewasa awal Andriani, Marisa Putri; Alzena, Ardela Clarissa; Rifany, Nadia; Fitri, Hanifa Asya; Firdaus, Muhammad; Sari, Liliyana
Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS) Vol 4, No 1 (2024): Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS)
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jips.v4i1.26298

Abstract

Catcalling is one form of sexual harassment that is highly pervasive but often disregarded, although the majority of women around the world have experienced catcalling at least once in their lifetime. The present study aimed to investigate the motivations of early adult male to engage in catcalling and the intended reactions of the catcallers. A total of 137 males aged 18–25 who were previously classified as women were recruited as participants by using convenience sampling. The data were collected by using the calling motivations and reactions scale from Walton & Pedersen (2021). The results showed that the most frequent type of catcalling behavior was staring intentionally (81%) and making a specific comment about appearance (65.7%). In addition, the most popular reason for catcalling among early adult men was flirtation or flattery, followed by gratification, cost, or benefit motives. Beside that, most catcallers in this study hoped that the recipients (mostly women) would smile at them and pay attention to them in response to being catcalled. Therefore, this study indicates that most subjects engage in catcalling because they want to flatter or flirt with the recipients and expect positive responses from women after being catcalled. KEY WORDS: catcalling; street harassment; motivation; early adult male ABSTRAK Catcalling adalah salah satu bentuk pelecehan seksual yang sering terjadi tetapi sering diabaikan, meskipun mayoritas wanita di seluruh dunia pernah mengalami catcalling setidaknya sekali seumur hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki motivasi pria dewasa awal untuk melakukan catcalling dan bentuk reaksi yang diinginkan oleh orang yang melakukan catcalling (catcallers). Sebanyak 137 laki-laki berusia 18-25 tahun yang pernah melakukan catcalling pada perempuan direkrut sebagai partisipan dengan menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala motivasi dan reaksi catcalling dari Walton & Pedersen (2021) yang diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis perilaku catcalling yang paling sering dilakukan pria dewasa awal adalah menatap dengan sengaja (81%) dan memberikan komentar tertentu tentang penampilan (65.7%). Selain itu, alasan paling populer terjadinya catcalling pada pria dewasa awal adalah motif rayuan/sanjungan, diikuti oleh adanya motif kepuasan dan keuntungan yang diterima catcallers. Selain itu, sebagian besar catcallers dalam penelitian ini berharap bahwa orang yang menerima catcalling (umumnya wanita) akan tersenyum dan memperhatikan mereka setelah menerima catcalling. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pria dewasa awal melakukan catcalling karena mereka ingin menyanjung atau menggoda wanita, dan mereka juga mengharapkan respon positif dari wanita setelah terlibat dalam aktivitas catcalling. KATA KUNCI Catcalling; pelecehan di jalan; motivasi; pria dewasa awal Copyright ©2024. The Authors. Published by Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS). This is an open access article under the CC BY NO SA. link: Creative
Komunikasi interpersonal terhadap kepuasan pernikahan pada perempuan usia dewasa awal Soulthana, Lhaily; Priyanggasari, Al Thuba Septa; Kartika, Firlia Candra
Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS) Vol 3, No 2 (2023): Journal of Indonesian Psychologycal Sciences (JIPS)
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jips.v3i2.23956

Abstract

Individuals need to know the meaning of satisfaction for their life partner and act in a way so that their life partner gets satisfaction. This descriptive quantitative research was conducted to determine the effect of interpersonal communication on marital satisfaction in early adulthood women and how much influence it has. The participants in this study were early adult women totaling 100 respondents. This research data collection tool is a psychological scale consisting of an interpersonal communication scale and a marriage satisfaction scale. The results of this study can be concluded that one of the factors of early adult women having marriage satisfaction is due to their interpersonal communication skills KEY WORDS: early adult women; interpersonal communication; marital satisfaction ABSTRAK Individu perlu mengetahui arti kepuasan bagi pasangan hidupnya dan bertindak suatu hal agar pasangan hidupnya mendapatkan kepuasan. Penelitian kuantitatif deskriptif ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal terhadap kepuasan pernikahan pada perempuan usia dewasa awal dan seberapa besar pengaruhnya. Partisipan dalam penelitian ini adalah perempuan usia dewasa awal yang berjumlah 100 responden. Alat pengumpulan data penelitian ini adalah skala psikologi yang terdiri dari skala komunikasi interpersonal dan skala kepuasan pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien sebesar 29,3%, dengan taraf signifikansi sebesar 0,000. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor perempuan usia dewasa awal memiliki kepuasan pernikahan disebabkan oleh kemampuan komunikasi interpersonal yang dimiliki. KATA KUNCI kepuasan pernikahan;komunikasi interpersonal;perempuan dewasa awal Copyright ©2023. The Authors. Published by Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS). This is an open access article under the CC BY NO SA. link: Creative Commons — Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International — CC BY-NC-SA 4.0
Impulsivity, peer pressure, and social media usage as predictors of addictive gambling behavior among undergraduates Ajayi, Mojisola S.; Lawal, Yusuf O.; Uye, Emmanuel E.
Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS) Vol 4, No 1 (2024): Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS)
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jips.v4i1.26307

Abstract

The increased rate of gambling in our society has become a menace that affects nearly every Nigerian youth, including undergraduates. Studies using different predictors of addictive gambling behavior have produced varying results. Therefore, this study investigated impulsivity, peer pressure, and social media usage as predictors of addictive gambling behavior among undergraduates in Nigeria. A cross-sectional survey design using the purposive sampling technique was used to select three universities. Data were collected from 258 undergraduates using validated scales. The collected data were analyzed using zero-order correlation and multiple regression analysis. The result revealed that peer pressure was significantly correlated with addictive gambling behavior. Also, impulsivity, peer pressure, and social media usage jointly predicted addictive gambling behavior. However, only peer pressure independently predicted addictive gambling behavior. The conclusion is that peer pressure is a strong predictor of addictive gambling behavior. The implication of this finding is that parents, university authorities, and other stakeholders should design programmes and policies to reduce peer pressure on problem gambling. KEY WORDS: addictive gambling behavior; impulsivity; peer pressure; social media usage ABSTRAK Meningkatnya tingkat perjudian di masyarakat kita telah menjadi ancaman yang mempengaruhi hampir setiap pemuda Nigeria termasuk mahasiswa. Penelitian yang menggunakan prediktor yang berbeda dari perilaku perjudian yang membuat ketagihan telah memberikan hasil yang bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini menyelidiki impulsif, tekanan teman sebaya, dan penggunaan media sosial sebagai prediktor perilaku perjudian yang membuat ketagihan di kalangan mahasiswa di Nigeria. Desain survei cross-sectional menggunakan teknik purposive sampling digunakan untuk memilih tiga universitas. Data dikumpulkan dari 258 mahasiswa dengan menggunakan skala yang telah divalidasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan korelasi orde nol dan analisis regresi berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa tekanan teman sebaya berkorelasi secara signifikan dengan perilaku perjudian yang membuat ketagihan. Selain itu, impulsif, tekanan teman sebaya, dan penggunaan media sosial secara bersama-sama memprediksi perilaku perjudian yang membuat ketagihan. Namun, hanya tekanan teman sebaya yang secara independen memprediksi perilaku perjudian yang membuat ketagihan. Kesimpulannya adalah bahwa tekanan teman sebaya adalah prediktor kuat dari perilaku perjudian yang membuat ketagihan. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa orang tua, otoritas universitas, dan pemangku kepentingan lainnya harus merancang program dan kebijakan untuk mengurangi tekanan teman sebaya pada masalah perjudian KATA KUNCI perilaku perjudian adiktif; impulsif; tekanan teman sebaya; penggunaan media sosial Copyright ©2024. The Authors. Published by Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS). This is an open access article under the CC BY NO SA. link: Creative Commons — Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International — CC BY-NC-SA 4.0
Pengaruh persepsi dukungan organisasi terhadap kesiapan untuk berubah pada karyawan Mursalim, Alifiah Hidayati; Tsabitah, Anisa Hasna; Widiasih, Puti Archianti
Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS) Vol 3, No 1 (2023): Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS)
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jips.v3i1.20458

Abstract

Changes in the company are a must in the face of increasingly fierce global competition. This change is initiated by individuals within the company, namely the employees. With this, the organization contributes to encouraging employees to be ready to make changes. This study aimed to determine the effect of organizational support on employee readiness to change. The study involved participants consisting of 155 employees who are actively working in both private and public companies in the Greater Jakarta area. This research was conducted using a non-probability sampling technique with data withdrawal, purposive sampling and a quantitative survey research approach. The results showed that the perception of organizational support significantly affects the readiness of employees to change by 24.8%, which means that the perception of organizational support positively affects the agility of employees to change. This study also proves that the higher the perceived organizational support of employees in Jabodetabek, the higher the employee's readiness to change.KEY WORDS: perceived organization support; employee; readiness to changeABSTRAKPerubahan dalam perusahaan merupakan suatu keharusan dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Perubahan ini diawali oleh individu-individu di dalam perusahaan, yaitu karyawan. Dengan adanya hal tersebut, organisasi turut andil dalam mendorong karyawan untuk siap melakukan perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pengaruh dukungan organisasi terhadap kesiapan karyawan untuk berubah. Penelitian ini melibatkan partisipan yang terdiri dari 155 karyawan yang aktif bekerja di perusahaan swasta maupun negeri di wilayah Jabodetabek. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik non-probability sampling dengan penarikan sampel purposive sampling dan pendekatan penelitian survei kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dukungan organisasi berpengaruh signifikan terhadap kesiapan karyawan untuk berubah sebesar 24,8%, yang berarti persepsi dukungan organisasi berpengaruh positif terhadap kelincahan karyawan untuk berubah. Penelitian ini juga membuktikan bahwa semakin tinggi persepsi dukungan organisasi yang dimiliki karyawan di Jabodetabek, maka semakin tinggi pula kesiapan karyawan untuk berubah.KATA KUNCI persepsi dukungan organisasi; karyawan; kesiapan berubah Copyright ©2023. The Authors. Published by Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS). This is an open access article under the CC BY NO SA. link: Creative Commons — Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International — CC BY-NC-SA 4.0
Gambaran motivasi berprestasi pada mahasiswa setelah mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Rahman, Yunita; Wafa, Iqbal Ali
Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS) Vol 4, No 1 (2024): Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS)
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jips.v4i1.22749

Abstract

The Student Exchange Program influences student achievement motivation. The article explains that after participating in the program it brings achievement motivation to students. The participants in this study were four students. This study uses the phenomenological method. This data collection uses four steps: interview transcripts, koding, categorization, and sub-theme conclusions. The results of this study found that, First, how the experience can encourage various aspects such as reinforcement and self-confidence in achievement motivation. Second, these things become achievement motivation that shape the process of self-development in students to develop talents. Third, how the program becomes a motivating factor for students to achieve achievements by having high responsibility, taking risks, and existence in lifeKEY WORDS:  Achievement motivation; reinforcements; develop talent ABSTRAKProgram Pertukaran Mahasiswa mempengaruhi motivasi berprestasi mahasiswa. Dari artikel menjelaskan kalau setelah mengikuti program tersebut membawa motivasi berprestasi pada mahasiswa. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah empat mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi. Pengumpulan data ini menggunakan empat langkah: transkrip wawancara, koding, kategorisasi, dan kesimpulan sub-tema. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa, Pertama, bagaimana pengalaman tersebut dapat mendorong berbagai aspek seperti reinforcement dan kemampuan percaya diri dalam motivasi berprestasi. Kedua, hal-hal tersebut menjadi motivasi berprestasi yang membentuk proses pengembangan diri pada mahasiswa untuk mengembangkan bakat. Ketiga, bagaimana program tersebut menjadi faktor pendorong bagi mahasiswa untuk meraih prestasi dengan memiliki tanggung jawab yang tinggi, megambil risiko, dan eksistensi hidupKATA KUNCImotivasi berprestasi; penguatan; mengembangkan bakat  Copyright ©2024. The Authors. Published by Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS). This is an open access article under the CC BY NO SA. link: CreativeCommons — Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International — CCBY-NC-SA 4.0  
Penanganan yang berfokus pada emosi dan ide bunuh diri pada mahasiswa Mumtaza, Atira; Safira, Annisa; Wulandari, Nabila
Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS) Vol 4, No 1 (2024): Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS)
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jips.v4i1.24634

Abstract

This study investigates the relationship between emotional-focused coping and suicidal ideation in college students. This study aims to understand the extent to which emotion-focused coping skills can influence suicidal thoughts among college students. The research uses a quantitative descriptive method with an instrument in the form of a Likert-scale questionnaire. The research sample involved 101 students from UIN Malang. The results of the analysis show that there is a significant negative relationship between emotional-focused coping and the concept of suicidal ideation, with a coefficient of determination of -0.500. This indicates that 25% of suicidal tendencies can be explained by low emotional-focused coping. Variables measured in emotional control include self-blame, avoidance efforts, and thoughts about desires. Meanwhile, the concept of suicide is measured through fulfilled desires and plans. A total of 30 of the 41 items in this study were considered valid. These findings highlight the importance of understanding emotional-focused coping in efforts to reduce the risk of suicide among students. KEY WORDS: emotional focused coping ; suicidal ideation; student ABSTRAK Studi ini menyelidiki hubungan antara emotional focused coping dan ide tentang bunuh diri pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana kemampuan coping yang berfokus pada emosi dapat mempengaruhi pemikiran bunuh diri di kalangan mahasiswa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa kuesioner skala Likert. Sampel penelitian melibatkan 101 mahasiswa dari UIN Malang. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara emotional focused coping dan konsep ide bunuh diri, dengan koefisien determinasi sebesar -0.500. Ini mengindikasikan bahwa 25% kecenderungan bunuh diri dapat dijelaskan oleh rendahnya emotional focused coping. Variabel yang diukur dalam pengendalian emosional meliputi kesalahan pada diri sendiri, upaya menghindari, dan pemikiran tentang keinginan. Sementara itu, konsep bunuh diri diukur melalui keinginan dan rencana yang terpenuhi. Sebanyak 30 dari 41 item dalam penelitian ini dianggap valid. Temuan ini menyoroti pentingnya pemahaman tentang emotional focused coping dalam upaya mengurangi risiko bunuh diri di kalangan mahasiswa. KATA KUNCI emotinal focused coping; ide bunuh diri; mahasiswa Copyright ©2024. The Authors. Published by Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS). This is an open access article under the CC BY NO SA. link: Creative Commons — Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International — CC BY-NC-SA 4.0
Efikasi diri dan pengambilan keputusan karir pada mahasiswa tingkat akhir Putri, Anggun Fadillah; Priyanggasari, Al Thuba Septa; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman
Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS) Vol 4, No 1 (2024): Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS)
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jips.v4i1.21293

Abstract

ABSTRACTThe Central Statistics Agency at Malang in 2022 noted that 14% of the 360,000 unemployed were college graduates. Doubts about career choices are considered to be able to contribute to high unemployment rates. Students who are in the early adult development phase are required to be able and realistic in choosing a career. This research aims to determine the relationship between self-efficacy and career decision-making among final-year students in Malang City. The respondents used in this research were 100 people using a purposive sampling technique. The results of the correlation test show that there is an influence of self-efficacy on career decision-making (R = 0.904 and R squared = 0.817). This shows that self-efficacy is able to have an influence of 81.7% on final-year student career decision-making. The implication of this research is that students are expected to be able to further increase their self-efficacy to improve career decisions in the future.KEY WORDS: Self-efficacy; career decision making; college student ABSTRAKBadan Pusat Statistik Kota Malang tahun 2022 mencatat bahwa 14% dari 360.000 pengangguran adalah berasal dari lulusan perguruan tinggi. Keraguan akan pemilihan karir dianggap mampu menyumbang tingginya angka pengangguran. Mahasiswa yang termasuk ke dalam fase perkembangan dewasa awal, dituntut mampu dan realistik dalam menentukan karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya keterkaitan antara efikasi diri terhadap pengambilan keputusan karir pada mahasiswa akhir di Kota Malang. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya pengaruh dari efikasi diri terhadap pengambilan keputusan karir sebesar R = 0,904 dan R Square = 0,817. Hal ini menunjukan efikasi diri mampu memberikan pengaruh sebesar 81,7% terhadap pengambilan keputusan karir mahasiswa akhir. Implikasi dari penelitian ini adalah mahasiswa diharapkan mampu semakin meningkatkan efikasi diri untuk meningkatkan keputusan karir di masa mendatang.KATA KUNCIEfikasi diri; pengambilan keputusan karir; mahasiswa tingkat akhir Copyright ©2024. The Authors. Published by Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS). This is an open access article under the CC BY NO SA. link: CreativeCommons — Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International — CCBY-NC-SA 4.0  
Dinamika resiliensi pada wanita single-parent dengan anak speech delay Husna, Nida Febriani Salwa; Pratiwi, Lila
Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS) Vol 3, No 2 (2023): Journal of Indonesian Psychologycal Sciences (JIPS)
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jips.v3i2.22757

Abstract

Individu dapat mencapai resilien jika ia mampu menghadapi, mengatasi, belajar, dan dapat berubah dari keadaan sulit yang dialami. Penelitian ini menjelaskan proses pencapaian resiliensi wanita single-parent dengan anak speech delay. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dan teknik snowballs. Pengambilan data melalui wawancara semi terstruktur dan observasi dari tiga informan. Analisis data menggunakan teknik Coding, Categories, Themes. Hasil penelitian ini menemukan perasaan menjadi single-parent dan merawat anak speech delay, Hal-hal yang dilakukan untuk mencapai resiliensi, dan tanggapan keluarga dan masyarakat mengenai single-parent dan anak speech delay. Dengan demikian, individu memiliki banyak cara untuk bertahan dalam keadaan sulit sehingga dapat meminimalkan hambatan yang mungkin terjadi dan dibantu dengan dukungan internal maupun eksternal. KEY WORDS: single parent; speech delay; resilience ABSTRACT Individuals can achieve resilience if they are able to face, overcome, learn, and can change from the difficult circumstances experienced. This research explains the process of achieving resilience of single-parent women with speech delay children. This research uses a phenomenological approach and snowballs technique. Data were collected through semi-structured interviews and observations from three informants. Data analysis using Coding, Categories, Themes techniques. The results of this research found feelings of being a single-parent and caring for speech delay children, things done to achieve resilience, and family and neighborn responses regarding single parents and speech delay children. Thus, individuals have many ways to survive in difficult circumstances so as to minimize the obstacles that may occur and are assisted by internal and external support. KEY WORDS: single parent; speech delay; resilience Copyright ©2023. The Authors. Published by Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS). This is an open access article under the CC BY NO SA. link: Creative Commons — Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International — CC BY-NC-SA 4.0
Religiusitas dengan authentic happiness pada Pelajar Rasyid, Abdullah; Pandya, Muhammad Fikran
Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS) Vol 4, No 1 (2024): Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS)
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jips.v4i1.20485

Abstract

This research aims to determine the relationship between religiosity and authentic happiness in MAN 2 Pasuruan students. This research uses quantitative methods by looking at the correlation between two variables. The scales used in this research are the religiosity scale (validity: 14 items, coefficient value > 0.300, reliability 0.903) and the authentic happiness scale (validity: 1 item, coefficient value > 0.300, reliability 0.961). The number of respondents was 275 MAN 2 Pasuruan students taken from classes X, XI, and XII randomly via a questionnaire. The data analysis technique in this study used product moment analysis with a correlation coefficient of 0.135 and a significance level of 0.025
Spousal communication and socio-demographic variables as predictors of domestic violence among married couples Uye, Emmanuel E.; Ehondor, Esohe G; Sholarin, Abiola E.
Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS) Vol 3, No 2 (2023): Journal of Indonesian Psychologycal Sciences (JIPS)
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jips.v3i2.23388

Abstract

The menace of domestic violence has continued to shake many marriages in Nigeria with attendance consequences on the couples, children and society. Studies have examined factors predicting domestic violence with contradicting results. Therefore, this study examined spousal communication and socio-demographic predictors of domestic violence among married couples. The study adopted cross-sectional survey design while purposive sampling technique was used to select three communities in Ketu Local Government Area in Lagos State. Data were collected from 250 participants using validated questionnaires. Data collected were analysed to test two hypotheses. The result showed significant relationship between spousal communication, income level and domestic violence. Also, the result indicated that spousal communication and income level jointly predicted domestic violence. Furthermore, spousal communication, income level, number of children and length of years in marriage independently predicted domestic violence. The study concluded that spousal communication and socio-demographic variables were strong predictors of domestic violence. It is recommended that married couples should create quality time for communication among themselves KEY WORDS: domestic violence; income level; spousal communication ABSTRAK Ancaman kekerasan dalam rumah tangga terus mengguncang banyak pernikahan di Nigeria dengan konsekuensi yang terjadi pada pasangan, anak-anak, dan masyarakat. Studi telah menguji faktor-faktor yang memprediksi kekerasan dalam rumah tangga dengan hasil yang bertentangan. Oleh karena itu, penelitian ini menguji komunikasi antarsuami-istri dan prediktor sosiodemografi dari kekerasan dalam rumah tangga di antara pasangan yang sudah menikah. Studi ini mengadopsi desain survei lintas-seksional sementara teknik pemilihan sampel yang disengaja digunakan untuk memilih tiga komunitas di Wilayah Pemerintahan Lokal Ketu di Negara Bagian Lagos. Data dikumpulkan dari 250 peserta menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Data yang terkumpul dianalisis untuk menguji dua hipotesis. Hasil menunjukkan hubungan yang signifikan antara komunikasi antarsuami-istri, tingkat pendapatan, dan kekerasan dalam rumah tangga. Juga, hasil tersebut menunjukkan bahwa komunikasi antarsuami-istri dan tingkat pendapatan secara bersama-sama memprediksi kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu, komunikasi antarsuami-istri, tingkat pendapatan, jumlah anak, dan lamanya tahun dalam pernikahan secara independen memprediksi kekerasan dalam rumah tangga. Studi ini menyimpulkan bahwa komunikasi antarsuami-istri dan variabel sosiodemografi merupakan prediktor kuat dari kekerasan dalam rumah tangga. Disarankan agar pasangan yang sudah menikah menciptakan waktu berkualitas untuk berkomunikasi di antara mereka sendiri.Top of FormBottom of Form KATA KUNCI KDRT; tingkat pendapatan; komunikasi antar suami-istri Copyright ©2023. The Authors. Published by Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS). This is an open access article under the CC BY NO SA. link: Creative Commons — Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International — CC BY-NC-SA 4.0