cover
Contact Name
Iman Aji Wijoyo
Contact Email
uppm@polbangtanmalang.ac.id
Phone
+6281233393899
Journal Mail Official
ojs@polbangtanmalang.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Cipto 144 A Bedali Lawang, Malang, Jawa Timur, Indonesia Telp. (0341) 427771-3 Fax. (0341) 427774
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKSTENSIA
ISSN : 14124866     EISSN : 26565978     DOI : https://doi.org/10.34145/agriekstensia
Scope of agricultural sciences with priority on agriculture extension, social, economics, and applied research on agriculture (including animal husbandry) in a broad sense based on the needs of farmers.
Articles 170 Documents
Teknologi dalam Rantai Pasok Agribisnis: Analisis Bibliometrik tentang Perannya dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Annisa Vira Widayanti; Raka Selaksa Charisma Muchammad; Akbar Hariputra; Aditya Arief Rachmadhan
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 1 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i1.3738

Abstract

Climate change, global disruptions, and unequal food distribution have made food security a critical and urgent global issue. In response, digital technologies offer strategic opportunities to enhance the efficiency, transparency, and resilience of agribusiness supply chains. However, existing research remains fragmented, often lacking thematic integration and a global perspective on how digital innovations contribute to food security. This study aims to systematically map the global research landscape through a bibliometric analysis of 100 Scopus-indexed articles published between 2019 and 2025, focusing on the intersection of digital technology, agribusiness, and food security. Using VOSviewer, five major thematic clusters are identified: blockchain and traceability, digital supply chain platforms, artificial intelligence, sustainability transformation, and data-driven agribusiness. The findings show that technologies such as blockchain, IoT, and AI play a vital role in supporting food system availability, accessibility, and stability. Emerging topics such as circular economy and digital inclusion reflect a shift toward more sustainable and equitable digital food systems. This study not only synthesizes existing academic discourse but also provides strategic insights for future research, policy design, and inclusive technological adoption—particularly in developing regions. As such, it serves as an essential foundation for designing systemic, inclusive, and sustainable digital transformation in agrifood systems to address the urgent challenge of global food security.
Formulasi Sinbiotik Terenkapsulasi Berbasis Fitase untuk Meningkatkan Kadar Fosfor Pakan Unggas Ihza Agistna; Khairil Anwar; Muhamad Ali; Djoko Kisworo; Anwar Rosyidi; Budi Indarsih; Zaid Al Gifari
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 1 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i1.3745

Abstract

This study aimed to optimize the utilization of rice bran as poultry feed through the development of a synbiotic containing lactic acid bacteria (Pediococcus pentosaceus) capable of producing the enzyme phytase. Although rice bran contains a high amount of phosphorus, most of it is bound in the form of phytic acid, which is poorly digested by poultry. Therefore, the ability of P. pentosaceus to hydrolyze phytate in rice bran was evaluated through a fermentation process, indicated by an increase in free phosphorus levels. Subsequently, the synbiotic formulation was encapsulated using the extrusion method with natural coating materials, sodium alginate and chitosan. In-vitro viability tests were conducted under simulated gastrointestinal conditions at pH 2.0 and 7.2, with incubation times of 1 to 3 hours at 37°C, and varying chitosan concentrations of 1%, 2%, and 3%. The results showed that P. pentosaceus effectively hydrolyzed phytic acid, as indicated by an 18% increase in phosphorus after 72 hours of incubation. Moreover, encapsulation using 3% chitosan was the most effective in maintaining bacterial viability, reaching 25.33 log CFU/ml at pH 7.2 and 22.00 log CFU/ml at pH 2.0. This study concludes that encapsulated synbiotics have the potential to serve as functional feed to improve the efficiency of rice bran utilization in poultry.
KcBK Rumput Kumpai Tembaga (Hymenachne acutigluma) dengan Penambahan Ampas Tahu dan Bungkil Inti Sawit (BIS) Asih Pujiastuti; Gusti M Sofyannoor; Ida Ketut Mudhita; Dedi Mulyadi; M Mundzir; Amin Wahyudi
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 1 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i1.3747

Abstract

Rumput kumpai tembaga (Hymenachne acutigluma) merupakan salah satu jenis hijauan rawa yang memiliki produksi biomassa tinggi dan tersebar luas di lahan basah atau rawa. Rumput ini berpotensi sebagai sumber hijauan pakan ternak, namun tingkat pemanfaatannya masih rendah dan belum digunakan secara maksimal. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai nutrisi dan palatabilitas, rumput kumpai tembaga dikombinasikan atau disuplementasi dengan bahan pakan tambahan seperti ampas tahu dan bungkil inti sawit (BIS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi pakan, konsumsi BK dan KcBK secara in vivo. Metode penelitian adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (rumput kumpai tembaga 10% dari BB+ampas tahu 1%), P1 (P0+bungkil inti sawit 1% ), P2 (P0+bungkil inti sawit 2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ampas tahu dan bungkil inti sawit pada rumput kumpai tembaga tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi pakan, konsumsi bahan kering (BK), maupun kecernaan bahan kering (KcBK). Penambahan ampas tahu dan BIS dalam pakan basal masih mampu menyediakan protein, energi dan serat yang diperlukan ternak untuk kebutuhan hidup pokok, pertumbuhan dan aktivitas fisiologisnya. Konsumsi pakan tertinggi pada P2 21,81±1,96 kg/BS dan terendah pada P0 15,76±0,97 kg/BS. Sedangkan Konsumsi BK tertinggi pada P2 8,25±0,80 kg/ekor/hr dan terendah pada P0 5,48±0,36 kg/ekor/hr. KcBK tertinggi pada perlakuan P2 68,78% dan terendah P0 54,54%.    
Mitigasi Risiko Rantai Pasok Sayur Organik di CV. XY dengan Metode HOR (House of Risk) Muzdalifa Tiin Maezura; Vamya Zolafa Yesfy; Muhammad Rifqi Alauddin; Dwi Laila Maulida MAULIDA
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 1 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i1.3750

Abstract

This study aims to analyze and identify risks in the organic vegetable supply chain distribution at CV. XY Surabaya using the House Of Risk (HOR) method. The main prblems faced by the company include fluctuating demand, delivery delays, product demage, and order mismatches. The HOR method is employed to identify risk agents and prioritize mitigation strategies. The results show that the highest ARP values are found in crop failure, careless human resources, and mismatched producs. The recommended priority mitigation strategies include employee training, competent staff selection, and strict sorting and grading SOPs before delivery. The application of the HOR method has proven effective in formulating afficient and preventive actions to minimize potential losses caused by supply chain risk
Pembuatan Glukosa Cair dari Singkong Putih dan Mukibat dengan Metode Hidrolisis Enzimatis Maylina Ilhami Khurniyati; Roichatul Jannah
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 1 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i1.3760

Abstract

Kebutuhan gula di Indonesia semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan pendapatan per kapita. Bahan baku yang digunakan untuk penelitian ini adalah singkong jenis putih dan mukibat. Singkong (Manihot esculenta) merupakan makanan pokok bagi penduduk Indonesia, yang dikenal dengan kandungan pati cukup tinggi yaitu sebanyak 85% dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan gula cair. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui konsentrasi enzim amilase yang digunakan untuk menghasilkan rendemen glukosa cair paling banyak, 2) mengetahui jenis singkong yang mengandung rendemen glukosa cair paling banyak, dan 3) mengetahui karakteristik fisik glukosa cair yang paling disukai. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan 2 faktor yaitu faktor A varietas singkong, faktor B konsentrasi enzim amilase 0,1 ml, 0,4 ml, 0,7 ml, dan 1 ml masing masing diulang sebanyak 2 kali. Pati yang digunakan pada penelitian ini sebesar 40gr/percobaan. Berdasarkan hasil analisa parameter yang diuji, dihasilkan kadar glukosa tertinggi pada jenis singkong putih dengan konsentrasi 1 ml, analisa pati bewarna biru tua, rendemen 75,71%, kadar gula 34 brix%. Penambahan dosis amilase mempercepat proses hidrolisis pati menjadi dekstrin dan oligosakarida, glukosa dan maltosa sehingga selama proses sakarifikasi produk hidrolisis yang berupa gula reduksi bertambah.
Efektivitas Pupuk Organik Cair dan Nanosilika terhadap Produksi dan Kualitas Bawang Merah (Allium cepa L.) Nina Dwi Lestari; Meita Kusuma Irawati; Ieke Wulan Ayu; Yulia Nuraini
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3790

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dapat menurunkan pH dan kandungan bahan organik tanah. Pupuk organik cair dapat meningkatkan ketersediaan hara melalui aktivitas mikroorganisme di dalamnya. Selain itu, pupuk silika berperan dalam menstimulasi fotosintesis, memperkuat jaringan tanaman, dan mengurangi transpirasi. Aplikasi teknologi nano pada POC dan silika dapat meningkatkan efisiensi pemupukan karena diaplikasikan dalam dosis rendah dan mudah diserap tanaman. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh POC berteknologi nano dan nanosilika terhadap produksi tanaman bawang merah (Allium cepa L.). Penelitian dilakukan pada November 2024–Maret 2025 di Desa Junrejo, Kota Batu, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat kering umbi, Lenght Root Volume, Dry Root Volume, dan serapan fosfor tanaman.. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan P5 (POC nano, nanosilika, dan pupuk anorganik) memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman sebesar 33 cm, jumlah daun sebanyak 30 helai, jumlah umbi sebanyak1253 buah/m2, berat kering umbi sebesar 2787 g/m2, Lenght root volume sebesar, Dry root volume sebesar, dan serapan fosfor tanaman sebesar 1,84 g/tanaman. Strategi pemupukan ini efektif dalam meningkatkan efisiensi pemupukan dan produksi bawang merah.
Tingkat Adopsi Pemanfaatan Pekarangan Rumah melalui Program P2L di KWT Dewi Sri Fariz Farhan Rizkyawan; Budi Sawitri; Arum Pratiwi
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi pemanfaatan pekarangan rumah melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di KWT Dewi Sri, Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Juni 2025 Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja dengan berdasarkan pada potensi dan permasalahan yang ada. Sasaran penelitian berjumlah 20 orang yaitu keseluruhan anggota KWT dengan teknik sensus. Hasil tingkat adopsi anggota mengenai pemanfaatan pekarangan rumah melalui program P2L berdasarkan lima tahapan adopsi yaitu; 1) Tahap kesadaran termasuk kategori ”paham”, 2) Tahap minat termasuk kategori ”suka”, 3) Tahap menilai termasuk kategori ”bermanfaat”, 4) Tahap mencoba termasuk kategori ”sulit”, dan 5) Tahap menerima termasuk kategori ”kurang setuju”. Pengakategorian tersebut berdasarkan rata-rata jawaban anggota pada butir pernyataan yang merujuk pada instrumen penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwasanya tingkat adopsi anggota kelompok bervariasi namun belum menyentuh pada hasil yang paling maksimal. Sehingga diperlukannya penyuluhan dan pendampingan secara intensif agar tingkat adopsi anggota dapat meningkat dan optimal sekaligus pelaksanaan program dapat berjalan dengan optimal dan berkelanjutan.
Velvet Bean (Mucuna pruriens) Productivity Undershade as a Feed Source Rini Dwi Wahyuni; Hermanto Hermanto; Herni Sudarwati; Hanief Eko Sulistiyo
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3840

Abstract

This research, conducted under the shade of Albizia chinensis trees in Kediri, Indonesia, specifically tested whether pruning the beans at different growth stages (80, 100, or 120 days after planting) would boost productivity. Using a rigorous randomized block design across an 800 m² field, the study measured fresh and dry biomass, along with seed yields. The key finding was that the timing of pruning made no significant difference to the final yield. Instead, the most important factor was something more fundamental: access to water. Plots closer to a water source performed better, highlighting that basic resource availability is far more critical than pruning in this type of agroforestry system. While there were slight yield increases in some pruned plots, the results were too inconsistent to be statistically meaningful. Ultimately, the study confirms that velvet bean is a resilient crop, capable of growing with minimal inputs in shaded conditions. To truly optimize its production as a soybean alternative, farmers and agroforesters should focus on integrated strategies like improving irrigation or soil health, rather than investing effort in pruning. This work provides valuable insights for cultivating resilient legumes in challenging environments
Analisis Kelayakan Usaha dan Edukasi Pertanian pada Budidaya Tanaman Tomat Mukhlis Mukhlis; Niken Rani Wandansari; Bambang Priyanto
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3885

Abstract

Kegiatan Program Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui usaha riil berbasis komoditas unggulan. Penelitian ini berfokus pada budidaya tanaman tomat (Solanum lycopersicum) di lahan terbuka dan pelaksanaan edukasi pertanian kepada siswa SMA. Penelitian dilakukan dalam dua siklus produksi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis usaha menunjukkan peningkatan R/C ratio dari 1,07 pada siklus pertama menjadi 5,8 pada siklus kedua, dengan tambahan pendapatan Rp 5.466.717. Kegiatan edukasi pertanian meningkatkan pengetahuan siswa dari 66% menjadi 92%. Temuan ini menunjukkan bahwa budidaya tomat layak secara ekonomi serta efektif sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan dan penyuluhan pertanian bagi generasi muda.
Inovasi Teknologi Media Tanam dan Pupuk Organik Cair pada Fase Aklimatisasi Planlet Pisang Cavendish Frisila Vira Delvia; Sari Megawati; Elea Nur Aziza; Geraldo Adinugra Rimartin
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3960

Abstract

Keberhasilan aklimatisasi tanaman hasil budidaya secara kultur jaringan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, media tanam dan nutrisi, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media tanam dan konsentrasi pupuk organik cair (POC) yang sesuai terhadap pertumbuhan planlet pisang cavendish (Musa acuminata C.) pada aklimatisasi. Penelitian dilaksanakan bulan November 2023 sampai Februari 2024 di Greenhouse Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kota Yogyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu media tanam dengan perlakuan M0 (cocopeat), M1 (cocopeat dan tanah humus) (1:1), dan M2 (cocopeat, arang sekam, dan pasir steril) (1:1:1). Faktor kedua yaitu konsentrasi POC yang terdiri dari perlakuan P0 (0 ml/liter), P1 (2 ml/liter), P2 (4 ml/liter), dan P3 (6 ml/liter). Hasil penelitian menunjukan bahwa media tanam M1 (cocopeat: tanah humus) dengan perbandingan 1:1, berpengaruh sangat nyata terhadap variabel tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, diameter batang, dan panjang akar panjang akar. Perlakuan POC yaitu P2 (4 ml/liter) berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah akar dan perlakuan P1 (2 ml/liter) berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah helai daun. Perlakuan media tanam dan konsentrasi POC berinteraksi tidak nyata terhadap pertumbuhan planlet pisang cavendish (Musa acuminata C.).

Filter by Year

2016 2025