cover
Contact Name
Iman Aji Wijoyo
Contact Email
uppm@polbangtanmalang.ac.id
Phone
+6281233393899
Journal Mail Official
ojs@polbangtanmalang.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Cipto 144 A Bedali Lawang, Malang, Jawa Timur, Indonesia Telp. (0341) 427771-3 Fax. (0341) 427774
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKSTENSIA
ISSN : 14124866     EISSN : 26565978     DOI : https://doi.org/10.34145/agriekstensia
Scope of agricultural sciences with priority on agriculture extension, social, economics, and applied research on agriculture (including animal husbandry) in a broad sense based on the needs of farmers.
Articles 170 Documents
Ukuran Populasi Efektif dan Laju Silang dalam per Generasi Sapi Bali Jacob W. Lakotani; Rajab Rajab; Bercomien J. Papilaya
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.2406

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui ukuran populasi efektif dan silang dalam per generasi sapi Bali Di Kecamatan Teon Nila Serua Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan jalan mewawancarai responden sebanyak 10 peternak tiap desa sampel yang dipilih secara acak (random sampling), dan observasi (pengamatan) langsung di lapangan. Peubah yang diamati meliputi struktur populasi, populasi aktual, ukuran populasi efektif, dan laju silang dalam per generasi. Hasil penelitian menunjukkan struktur populasi sapi Bali di Kecamatan TNS terkomposisi atas 41,45% jantan dan 58,55% betina, dan bila ditinjau dari kategori umur maka terdapat 44,00% sapi dewasa (jumlah dari 14,91%  jantan dan 29,09% betina), 33,82% sapi muda (16,36% jantan dan 17,45% betina), dan 22,18% anak sapi (terdiri dari 10,18% jantan dan 12,00% betina). Populasi aktual sapi Bali adalah 121 ekor, dengan ukuran populasi efektif sebesar 108,43; (2) laju silang dalam (inbreeding) per generasi sapi Bali di Kecamatan Teon Nila Serua adalah 0,04%, mengindikasikan bahwa kondisi populasi sapi Bali dan indikasi terjadinya silang dalam (inbreeding) masih aman.
Uji ZPT Alami Kulit Bawang Merah dan Kompos Eceng Gondok Terhadap Pertumbuhan Jeruk Purut Mulyanti Mulyanti; Sofia Keumalasari; Dewi Yana; Lukman Martunis; Ayuliza Ayuliza
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3062

Abstract

Kelebihan bibit dari stek adalah tanaman buah-buahan tersebut akan mempunyai sifat yang  sama dengan induknya terutama dalam hal bentuk buah, ukuran, warna dan rasanya. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menstimulasi pertumbuhan tunas adalah dengan mengkombinasi zat pengatur tumbuh. Penambahan zat pengatur tumbuh alami kulit bawang merah dapat mengontrol perkembangan jaringan meristem, sehingga akan mempengaruhi pemanjangan sel, dengan penambahan konsentrasi zat pengatur tumbuh yang sesuai dapat membantu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan stek jeruk purut setelah diberikan kompos eceng gondok dan ZPT kulit bawang merah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah kompos eceng gondok (faktor P) dengan empat taraf faktor kedua konsentrasi lama perendaman ZPT kulit bawang merah faktor E dengan empat taraf. Sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 2 ulangan maka ada 32 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bawah kombinasi perlakuan kompos eceng gondok dan perendaman stek dalam ZPT kulit bawang merah tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah tunas, pertambahan panjang tunas, dan pertambahan jumlah daun baik antar perlakuan maupun dengan kontrol.
Pengaruh Jenis Unggas Terhadap Kualitas Organoleptik Abon Harapin Hafid; Nurul Ardianti; Fitrianingsih Fitrianingsih
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3066

Abstract

Jenis unggas ditengarai memiliki serat otot yang berbeda karena adanya perbedaan pola pemeliharaan, umur potong, dan jenis pakan sehingga jika diolah menjadi abon diduga memberikan hasil produk yang berbeda kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh jenis daging unggas terhadap kualitas organoleptik abon. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancanngan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan pada uji kualitas fisik dan 25 panelis untuk uji organoleptik. Perlakuan yang digunakan adalah P1: daging ayam kampung, P2: daging entok, dan P3: daging itik alabio. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah kualitas organoleptik meliputi warna, aroma, tekstur, rasa, kerenyahan, dan penerimaan umum. Data yang diperoleh dianalisis ragam. Selanjutnya apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) dari jenis unggas yang berbeda terhadap tekstur abon dengan nilai 2,56±0,82 (P1), 2,84±0,69 (P2) dan 2,28±0,68 (P3), namun tidak berpengaruh nyata dengan peubah warna, aroma, rasa, kerenyahan, dan penerimaan umum.  Disimpulkan bahwa abon dari daging jenis unggas ayam kampung lebih baik dibandingkan dengan yang berasal entok dan itik alabio.
Integrasi Teknologi Penundaan Ekstraksi dan Tingkat Kemasakan Buah pada Produksi Benih Cabai Rawit Varietas JS CR 02 Rukha Heny Pramubinasih; Elea Nur Aziza; Agus Wartapa; Annisa Khoiriyah
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penundaan ekstraksi dan tingkat kemasakan buah yang terbaik terhadap mutu benih dan pertumbuhan semai benih cabai rawit varietas JS CR 02. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih dan greenhouse Polbangtan Yogyakarta Magelang Jurusan Pertanian Kampus Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah waktu penundaan ekstraksi dan faktor kedua adalah warna buah. Analisis data menggunakan uji Analysis of Varian (ANOVA) dan uji lanjut dengan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan terbaik penundaan ekstraksi dan warna buah cabai rawit varietas JS CR 02 berpengaruh nyata terhadap mutu benih dan tidak berpengaruh nyata terhadap mutu pertumbuhan semai benih. Perlakuan terbaik terhadap mutu benih adalah perlakuan R2H3 (penundaan ekstraksi dua hari, warna buah merah tua) terhadap variabel bobot 1.000 butir, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, indeks vigor, dan daya berkecambah benih. Pertumbuhan semai benih terbaik dihasilkan dari tingkat kemasakan buah H3 (warna merah tua) terhadap variabel berat kering kecambah normal, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar bibit, dan bobot kering bibit.
Keunggulan Karakter Agronomi Calon Varietas Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) JS CK 01 Zantri Nanda Anggraini; Asih Farmia; Elea Nur Aziza
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3398

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keunggulan karakter agronomi, mutu benih, dan mendapatkan penciri khusus dari cabai merah keriting calon varietas JS CK 01. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Oktober 2023 di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang pada bulan November 2023 – Maret 2024, dan di Greenhouse Tefa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang pada bulan April – Mei 2024. Metode pelaksanaan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan empat ulangan dan satu faktor yaitu varietas. Calon varietas yang diuji adalah JS CK 01, dan tiga varietas pembanding yaitu CMK Tavi, Vigor Tavi, dan Rizki Tavi. Karakter yang diamati meliputi karakter kualitatif dan kuantitatif. Untuk parameter mutu benih yang diamati adalah daya kecambah benih, kecepatan tumbuh benih, keserempakan tumbuh benih, potensi tumbuh maksimum, dan kadar air. Sedangkan untuk morfologi tumbuhan, yang diamati adalah daun, batang, akar, bunga, dan buah. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji F (ANOVA) dan uji lanjut BNJ (Beda Nyata Jujur) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cabai merah keriting calon varietas JS CK 02 memiliki nilai produksi buah per hektar tinggi, dan memiliki penciri utama tangkai daun pendek dengan sisi daun bergelombang, bentuk buah silindris panjang dengan permukaan buah yang rata, serta mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah di Kabupaten Sleman DI Yogyakarta pada musim kemarau.
Uji Pertumbuhan Tanaman Jagung Manis (Zea Mays L. Saccharata) dengan Pemanfaatan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Media Tanam Maya Rupang; Nardy Noerman Najib; Maulana Ikhsan Aji
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 1 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i1.3419

Abstract

Kebutuhan jagung manis di Indonesia terus meningkat, namun sampai saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal sehingga dilakukan impor untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan campuran media tanam tanah dan limbah tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan rancangan perlakuan faktor tunggal, yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu J0 = kontrol, J1 = 1:1, J2 = 2:1, J3 = 3:1, J4 = 4:1 dengan 5 ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan tandan kosong kelapa sawit sebagai media tanam tanaman jagung manis memberikan dampak yang signifikan pada beberapa parameter pengamatan. Tinggi tanaman pada pengukuran tanaman umur 34 HST dan 48 HST dengan rata-rata tertinggi (44,38 cm dan 99,50 cm), jumlah daun pada pengukuran tanaman umur 34 HST dengan rata-rata tertinggi (8,80 cm), panjang daun pada pengukuran tanaman umur 20 HST dan 34 HST dengan rata-rata tertinggi (29,46 cm dan 59,84), lebar daun pada pengukuran tanaman umur 34 HST dan 48 HST dengan rata-rata tertinggi (5,50 cm dan 9,36 cm) dan panjang tongkol dengan rata-rata tertinggi (17,76 cm). Beragam faktor dapat memengaruhi pertumbuhan jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai media tanam bagi tanaman jagung manis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman.
Respon Fisiologi Benih Kedelai (Glycine max L. Merril) terhadap Cekaman Masam Menggunakan Larutan H2SO4 Muhamad Kadapi; Annazhif Baqiatussalaf; Murgayanti Murgayanti
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 1 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i1.3425

Abstract

Upaya peningkatan kedelai dilakukan dengan berbagi cara, salah satunya adalah ekstensifikasi lahan. Program ekstensifikasi lahan ini menemui beberapa kendala yaitu lahan sub marginal yang satu diantaranya adalah lahan masam. Sehingga diperlukan benih unggul bermutu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kultivar unggul yang memiliki kualitas fisiologis benih yang baik pada kondisi cekaman asam. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran pada bulan Januari-Februari 2024. Rancangan percobaan yang digunakan adalah non-experimental design dengan dua perlakuan, media tumbuh kontrol (aquades) dan media tumbuh asam menggunakan H2SO4 (pH 4) yang diujikan pada dua kultivar kedelai (Demas 1 dan Dega 1, serta masing-masing perlakuan diulang delapan kali. Hasil analisis menggunakan uji t menunjukan bahwa kultivar Demas 1 lebih baik dibandingkan kultivar Dega 1 pada kondisi cekaman masam yang ditunjukkan oleh karakter berikut: persentase daya berkecambah, kecepatan perkecambahan, panjang akar dan indeks toleransi stres. Oleh karena itu, dari hasil penelitian ini untuk produksi benih di lahan asam dapat digunakan kultivar Demas. Maka, penelitian lanjutan untuk kapasitas produksi benih kultivar kedelai ini perlu dikaji.  
Faktor-Faktor Produksi Usahatani Padi Varietas Mapan P-05 di Desa Taman Fajar Linda Anggraini; Sri Indar Yati; Wintari Mandala
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 1 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i1.3518

Abstract

Petani padi di Desa Taman Fajar, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, mayoritas menggunakan varietas padi Mapan P-05 namun menghadapi kendala produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor produksi dalam usahatani padi varietas Mapan P-05 dan melibatkan 65 petani melalui kuesioner. Padi varietas Mapan P-05 banyak digunakan petani sawah di Desa Taman Fajar, tetapi muncul kendala pada efisiensi faktor produksi. Penelitian kuantitatif ini mewawancarai 65 petani menggunakan kuesioner dan menganalisis data dengan Customer Satisfaction Index (CSI), Importance–Performance Analysis (IPA), serta regresi linier berganda berbasis fungsi Cobb–Douglas. Nilai CSI tercatat 71,19% (kategori “puas”). IPA menempatkan ketahanan penyakit pada Kuadran A (penting-kinerja rendah) dan ketahanan hama serta rasa-aroma beras pada Kuadran B (penting-kinerja tinggi). Model regresi signifikan (F = 22,332; p < 0,001; R² = 0,654). Luas lahan (β = 0,264; t = 3,97; p < 0,001), pupuk (β = 0,168; t = 8,05; p < 0,001) dan pestisida (β = 0,091; t = 4,25; p < 0,001) berpengaruh positif terhadap produksi, sedangkan tenaga kerja (t = -0,46; p = 0,65) dan peralatan pertanian (t = -1,58; p = 0,12) tidak signifikan. Temuan ini menegaskan perlunya optimalisasi input lahan, pemupukan berimbang, dan perlindungan tanaman untuk meningkatkan produktivitas varietas Mapan P-05.
Analisis Pengaruh Faktor Ekonomi Terhadap Keputusan Pembelian Ayam Broiler di Jawa Timur Suryanto David Zet; Karunia Setyowati Suroto; Ariani Trisna Murti
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 1 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i1.3588

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Jawa Timur karena data menunjukkan adanya tren peningkatan produksi dan konsumsi daging ayam di daerah tersebut. Melimpahnya ayam broiler dan ayam ras menunjukkan betapa pentingyan sektor peternakan unggas dalam memenuhi kebutuhan konsumen akan daging ayam. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor ekonomi yang berpengaruh dan yang paling dominan terhadap keputusan pembelian daging ayam brioler. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian kuantitatif dengan metode acidental sampling yang mengkaji keterkaitan antar faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan konsumen memiliki pengaruh yang baik dan terhadap keputusan pembelian, dengan hasil t tabel 7,874 ± 1,985 dan nilai signifikansi 0,001 ± 0,05, hal ini diharapkan kputusan pembelian masyarakat sangat dipengaruhi oleh harga. Nilai signifikansi sebesar 0,001 ± 0,05 dan t tabel sebesar 3,862 ± 1,985 mendukung prediksi tersebut. Pemilihan produk yang akan dibeli dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh lokasi transaksi. Nilai signifikansi sebesar 0,001 ± 0,05 dihitung untuk t tabel yaitu 8,443 ± 1,985. F-hitung menunjukkan bahwa variabel independen dan dependen dalam penelitian ini mempunyai hubungan yang kuat.
Penggunaan Mimosa Sebagai Agen Penyamak Pengganti Formaldehyde pada Proses Penyamakan Kulit Ikan Lencam (Lethrinus lentjan) Laili Rachmawati; Emiliana Anggriyani; Mustafidah Udkhiyati; Nur Mutia Rosiati; Nais Pinta Adetya
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 1 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i1.3701

Abstract

Ikan lencam memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kulit samak. Permasalahan yang dihadapi adalah masih banyak produksi kulit samak menggunakan bahan penyamak formaldehyde, yang diketahui sebagai bahan penyamak yang tidak aman dan berkontribusi terhadap masalah pencemaran lingkungan. Mimosa merupakan salah satu jenis bahan penyamak alami yang berasal dari tanaman acacia. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan mutu kulit ikan lencam yang disamak dengan mimosa dan formaldehyde dengan standar SNI 06-4586-1998. Proses penyamakan menggunakan drum penyamakan. Kulit ikan lencam disamak dengan 2 perlakuan, yaitu 6% mimosa  dan 6% formaldehyde, dan dilanjutkan dengan proses pasca penyamakan dan finishing. Hasil yang didapatkan yaitu kulit ikan lencam tersamak mimosa memiliki kuat tarik (2.893,87±170,59 N/cm2) dan kuat sobek (629,88±12,84 N/cm) yang lebih rendah dari kulit ikan lencam tersamak formaldehyde (p<0,05), tetapi masih memenuhi standar SNI 06-4586-1998. Kemuluran kulit ikan lencam tersamak mimosa (61,82±2,80%) lebih besar dari SNI 06-4586-1998, tetapi lebih rendah dari kulit ikan lencam tersamak formaldehyde (p<0,05). Suhu kerut kulit ikan lencam tersamak mimosa (68,24±0,33 °C) tidak berbeda nyata (p<0,05) dengan kulit ikan lencam tersamak formaldehyde. Kesimpulan dari enelitian ini adalah bahan penyamak mimosa dapat digunakan sebagai pengganti formaldehyde pada proses penyamakan kulit ikan lencam, sehingga lebih aman untuk lingkungan

Filter by Year

2016 2025