cover
Contact Name
Ilfa Khairina
Contact Email
japi@unitri.ac.id
Phone
+6281333369595
Journal Mail Official
japi@unitri.ac..id
Editorial Address
Unitri Press Jln. Telaga Warna Tlogomas Malang Jawa Timur Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JAPI: Jurnal Akses Pengabdian Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25483463     DOI : (DOI) 10.33366.
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) mrupakan jurnal pengabdian masyarakat berkala 6 bulanan yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil pengabdian masyarakat Scope jurnal terdiri dari berbagai hasil penelitian yang sudah diterapkan pada masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 291 Documents
Upaya Memaksimalkan Potensi Lokal Bagi Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Melalui Pembinaan Tata Kelola BUMDes Sabar Alim, Desa Balesari Kabupaten Malang Mimin Anwartinna; Sukma Ayu Putri; Ariandi A. Zulkarnain
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.123 KB) | DOI: 10.33366/japi.v7i2.3377

Abstract

 Peningkatan peranan serta penguatan kelembagaan BUMDes di Indonesia saat ini menjadi fokus utama bagi semua desa di Indonesia sebagai sarana untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki. Upaya mendorong pembangunan desa lewat berbagai aspek seperti bagaimana memanfaatkan potensi desa secara maksimal dan menggali potensi desa yang lebih banyak lagi, juga menjadi goals BUMDes. Seperti halnya di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Sebagai salah satu desa yang lokasinya relatif jauh dari pusat kota, pada kenyataannya, Desa Balesari menyimpan begitu banyak potensi asli desa yang belum diberdayakan secara maksimal. Berdirinya BUMDes Sabar Alim yang sejatinya diharapkan dapat menjadi “mesin tambahan” pendorong kemajuan Desa Balesari dan perbaikan ekonomi masyarakat lokal, pada faktanya belum bisa memenuhi cita-cita besar tersebut. BUMDes Sabar Alim masih mengalami berbagai kendala dalam menjalankan perannya, diantaranya, kurangnya tenaga (SDM) kompeten yang duduk dalam jajaran pengurus BUMDes, minimnya pengetahuan dan arus informasi yang didapat terkait peranan BUMDes, hingga belum terjalinnya kemitraan antara BUMDes dengan beberapa perusahaan besar yang berlokasi di area Desa Balesari. Padahal Desa Balesari menyimpan begitu banyak potensi didalamnya, seperti Bunga Mawar berkualitas tinggi, kopi asli Balesari, Ubi Jalar, Jahe, hingga potensi lahan yang potensial dijadikan kawasan wisata. Serangkaian hal inilah yang menjadi perhatian kami untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan bentuk kegiatan sosialisasi langsung dan memotivasi para pengurus BUMDes Sabar Alim dengan tujuan BUMDes Sabar Alim nantinya dapat lebih berdaya dan profesional dalam melaksanakan perannya sebagaimana mestinya menjadi pendorong sekaligus penggerak bagi pembangunan desa dan ekonomi lokal. 
Pertanian Perkotaan Organik di Kecamatan Cemoro Kandang, Kota Malang, Jawa Timur Rizki Alfian; Hariadi Darmawan; Balqis Nailufar
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.021 KB) | DOI: 10.33366/japi.v3i2.1053

Abstract

Pada negara berkembang kegiatan urban farming memiliki tujuan utama memenuhi kebutuhan pangan sehingga pengeluaran biaya untuk pangan berkurang, dan hasil penjualan produk yang berlebih dapat meningkatkan pendapatan. Konsepsi dasar tersebut juga ditemukan implementasinya di kota Malang, tepatnya di Kelurahan Cemorokandang, terdapat “Kelompok Tani Cemara Organik” yang memanfaatkan lahan tidur sebagai kegiatan pertanian perkotaan dengan fokus pada budidaya tanaman pangan berupa hortikultura. Program PKM Pertanian Perkotaan Organik di Kelurahan Cemorokandang ini dilakukan dengan metode PLA (Participatory Learning Action) dan Market Joined. Pada metode PLA tersebut, dilakukan pendampingan produksi mitra pertama oleh tim PKM Urban Farming Organik di Kelurahan Cemorokandang dalam penerapan teknologi vertikultur dalam pertanian organik perkotaan guana optimalisasi lahan produksi dengan melibatkan mitra kedua sebagai produsen pupuk organik. Dari evaluasi dan analisis program kemitraan masyarakat yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) masyarakat sangat mendukung dan antusias untuk maju dan mengembangkan teknologi vertikultur, 2) berdasarkan hasil respondensi, masyarakat merasa mudah dengan teknik vertikultur, 3) Program PKM dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan dalam pemanfaatan lahan pekarangan sempit sehingga menjadi lebih produktif. 4) teknologi vertikultur memberikan hasil produksi yang lebih baik secara kuantitas dan kualitas dalam pemanfaatan lahan sempit kawasan pemukiman.
Pengembangan Usaha Mikro Berbasis Pengelolaan Usaha yang Baik di Desa Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo Endang Siswati; Diky Arista Aditya; Devi Nata; Arum Pratiwi; Rendy Anugrah
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.944 KB) | DOI: 10.33366/japi.v5i2.2109

Abstract

Usaha mikro adalah sebuah usaha yang berskala kecil, memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000,- per tahun tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Umumnya dimiliki secara perseorangan maupun kelompok. Usaha mikro adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Usaha mikro di Indonesia sangat penting bagi ekonomi karena menyumbang 60% dari PDB dan menampung 97% tenaga kerja. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu masyarakat pelaku usaha mikro di Desa Banjar Kemuning untuk mengelola usahanya dengan baik yang berbasis pada pengelolaan manajemen yang benar, melalui edukasi dan penyuluhan. Adapun metode yang digunakan terbagi dalam tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi program. Hasil pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini yaitu program yang dilaksanakan melalui penyuluhan dan edukasi pengelolaan keuangan dan permodalan usaha mikro beserta pemberian bantuan iventaris toko sangat cocok untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, bahkan mampu meningkatkan stabilitas pengembangan usaha menjadi lebih meningkat. 
Pelatihan Akuntansi Manajemen dengan Penerapan Transaction Processing System bagi UMKM yang Berproduksi Menurut Pesanan di Banda Aceh Lukman Ahmad; Harry Idwan; Imilda Imilda; Tarmizi Tarmizi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.37 KB) | DOI: 10.33366/japi.v6i2.2728

Abstract

Pencatatan transaksi adalah kegiatan rutin yang harus dilakukan dalam operasional bisnis. Merupakan kegiatan data-entry yang sangat diperlukan untuk proses bisnis selanjutnya. Transaction Processing System (TPS) adalah pendukung untuk system informasi lainnya, seperti sistem Informasi akuntansi yang sangat diperlukan oleh manajemen suatu bidang usaha. Termasuk UMKM membutuhkan TPS untuk operasinal bisinisnya. Di pasaran telah banyak tersedian aplikasi TPS bahkan berupa mesin kasir Cash Register. Namun bagi UMKM yang memproduksi barang berdasarkan pesanan khusus (special order) haruslah memiliki TPS khusus yang dapat disebut Order Register System. Kemudian hasilnya dapat ditidak-lanjuti ke proses akuntansi, dan untuk pengambilan keputusan. Semua kegiatan itu termasuk kedalam manajemen akuntansi. Di dunia bisnis, UMKM membutuhkan ketrampilan dan pengetahuan tersebut agar dapat bersaing dan berkembang. Jadi pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan adalah memberikan pelatihan pengaplikasian TPS dan akuntansi manajemen. Sedangkan UMKM objek pelaksanaannya di Al Mathar Bingkai, kelurahan Peunayong, kecamtan Kuta Alam, kota Banda Aceh. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukan bahwa para peserta dapat mengaplikasikan bagaimana memudahkan keputusan bisnis, mempredisksi bisnis di masa mendatang, menganalisa tingkat pengembalian, untuk dapat mengidentifikasi masalah bisnis dan untuk perencanaan bisnis.
PRODUK INOVASI KUE DARI LIMBAH BIJI NANGKA, SEBAGAI UPAYA DIVERSIFIKASI PANGAN DAN MENAMBAH PENGHASILAN KELUARGA Rikawanto Eko Muljawan; Wirawan Rangga Pradana
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.315 KB) | DOI: 10.33366/japi.v1i1.461

Abstract

Program Iptek bagi Masyarakat yang telah disetujui didanai oleh Ristekdikti ini adalah upaya diversifikasi makanan dari buah-buahan dengan cara membantu masyarakat dalam memanfaatkan limbah biji nangka menjadi berbagai jenis makanan yang bergizi sehat, mengingat pada saat musim buah nangka, produksi melimpah termasuk diantaranya adalah bijinya yang dibuang sebagai sisa, Selain tinggi protein, karbohidrat, serat, vitamin A, C, dan B, biji nangka juga dilengkapi dengan kalsium, seng, dan fosfor. Biji nangka juga dikenal dengan fitonutriennya seperti lignan, isoflavon, dan saponin yang merupakan antioksidan yang membantu mencegah kanker. Dengan kandungan yang ada dalam biji nangka sudah barang tentu layak untuk dijadikan bahan diversifikasi pangan, dan sebagai sumber pendapatan keluarga dari produksi kue bolu (cake) biji nangka. Dengan metode participatory action maka Mitra I ( ibu Yuniati ) mampu memanfaatkan biji nangka menjadi keripik dan bolu kukus, mitra-II (ibu Ari) mampu mengolah iji nangka menjadi berbagai macam keripik dan kue kering dan mitra-III ibu Nanik mampu mengolah biji nangka menjadi bermacam kue basah pastel, dll.  Pendampingan kepada Mitra-I, II dan II memungkinkan produksi dapat dihasilkan dengan baik dan dengan pengemasan yang menarik produk dapat dipasarkan dengan mudah.Dari hasil perhitungan sederhana, untuk produk makanan kering tiap 400 gr (box) menggunakan bahan tepung terigu mampu memberikan keuntungan Rp 13.000 (40%) sedangkan dengan tepung biji nangka memberikan keuntungan Rp 15.700 (51%).
PENDAMPINGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SENTRA DI GUGUS PAUD III KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG Ayu Asmah; Rina Wijayanti
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.348 KB) | DOI: 10.33366/japi.v3i1.837

Abstract

The development of learning models at early childhood education is based on the needs and interests of the learners. Learning while playing or playing while learning is the main tenet in developing learning models. The ability of teachers in selecting and implementing the learning models influences learners’ behaviors in playing, interecting with peers, and exploring creative activities. The purposes of the present Social Devotion are creating fun activities in learning and suggesting several learning experiences through Sentra Learning Models.The activities presented to the teachers of Gugus PAUD III Pakisaji Region covered 1) coaching on the teories of Sentra Learning Models, 2) coaching on implementing Sentra Learning Models and scheduling the activities of each Sentra, and 3) supervising the implementation of the models in each institution of PAUD. The results of the present social devotion showed that each institution wa able to implemen the models. In addition, it can be concluded that the models not only provide further insights related to the teories of teaching-learning process but also motivate the teachers create better atmosphere of teaching-learning process which cultivates students’ development based on the learners’ needs and interests.
Penataan Taman Mini Market sebagai Fasilitas Desa Wista di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang Debora Budiyono; Rizki Alfian; Irawan Setyabudi; Hendra Kurniawan
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1846.388 KB) | DOI: 10.33366/japi.v5i1.1810

Abstract

Taman merupakan sebuah bentuk ruang terbuka hijau yang memiliki fungsi fisik, ekologis, arsitektural, dan estetika. Berdasarkan fungsi tersebut taman menjadi suatu kebutuhan manusia untuk menghadirkan taman berada di lingkungan tempat tinggal. Saat ini keberadaan taman juga dapat menunjang pengembangan sektor pariwisata di Indonesia. Salah satu tren pengembangan bentuk wisata di Indonesia yaitu desa wisata. Desa wisata merupakan program pemerintah untuk memperdayakan potensi desa dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Namun permasalahannya banyak lingkungan desa yang belum tertata dengan baik sehingga objek dan atraksi serta fasilitas desa wisata kurang menarik. Permasalahan ini juga yang sedang dihadapi oleh desa wisata di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Tujuan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah memperkenalkan pemanfaatan lahan kosong sebagai taman, memperkenalkan jenis-jenis tanaman, manfaat dari taman, dan meningkatkan daya tarik wisata desa. Metode yang digunakan adalah praktek langsung dilapangan dengan melakukan pelaksanaan hard material dan soft material pada Taman Mini Market. Hasil pelaksanaan dari kemitraan ini masyarakat dapat memiliki taman mini market yang indah dan fungsional dalam menunjang fasilitas objek dan atraksi desa wisata di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil pembuatan taman minimarket yang telah dilakukan, masyarakat Desa Mulyorejo antusias, bersedia, dan berharap para dosen akan bekerja sama lebih lanjut dalam penataan desa wisata.
Pengembangan Manajemen Organisasi Kelompok Wanita Tani Dapog sebagai Upaya Memaksimalkan Program Kawasan Rumah Pangan Lestari di Dusun Maron, Desa Pujon Kidul, Malang Hafid Adim Pradana; Devita Prinanda; Ach. Apriyanto Romadhan
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.38 KB) | DOI: 10.33366/japi.v6i1.2189

Abstract

Kawasan rumah pangan lestari (KRPL) merupakan sebutan bagi rumah penduduk yang mengusahakan pekarangan secara intensif agar bisa dimanfaatkan dengan tujuan menjamin kesinambungan penyediaan bahan pangan rumah tangga yang berkualitas. Keberadaan KRPL tidak dapat dilepaskan dari peran dan upaya kelompok masyarakat yang secara bersama-sama mengusahakan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan. Salah satu kelompok masyarakat yang mempunyai peran besar dalam memaksimalkan KRPL ialah Kelompok Wanita Tani (KWT). KRPL Dusun Maron, Desa Pujon Kidul merupakan KRPL percontohan di Kabupaten Malang, yang berada di bawah pengelolaan ibu-ibu setempat yang tergabung dalam KWT Dapog. Secara umum, program KRPL yang dirancang oleh KWT Dapog bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi warga desa. Akan tetapi terdapat problem kelembagaan yang tampak dari banyaknya  anggota-anggota KWT yang tidak aktif. Berangkat dari masalah tersebut, pengabdian masyarakat ini berfokus pada pengembangan manajemen organisasi KWT Dapog sebagai upaya memaksimalkan program kawasan rumah pangan lestari di Dusun Maron, Desa Pujon Kidul. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam bentuk training, Focus Group Discussion (FGD), dan pendampingan. Seluruh kegiatan yang diselenggarakan berlangsung pada Agustus-Desember 2020, dan melibatkan semua anggota KWT Dapog yang terdiri dari 15 orang. Kegiatan pengabdian ini pada akhirnya bermuara pada adanya pembaruan struktur dan susunan organisasi KWT Dapog serta terbentuknya akun media sosial KWT Dapog yang difungsikan sebagai sarana promosi produk hasil olahan tani.
Pemberdayaan Kepatuhan Wajib Pajak Perorangan, Perhitungan Dan SPT Tahunan Secara E-Filling Agoestina Mappadang; Melan Sinaga; Puput Dani Prasetyo Adi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.056 KB) | DOI: 10.33366/japi.v7i2.3610

Abstract

Setiap orang pribadi yang sudah memenuhi dua unsur yaitu memiliki kewajiban pajak secara subjektif dan kewajiban pajak secara objektif. Maka memiliki kewajiban untuk melakukan pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi berdasarkan sistem “selft assessment” apabila sudah memiliki Kartu NPWP.  Dengan perkembangan kemajuan zaman di era digitalisasi, maka sistem pelaporan yang sebelumnya hanya bersifat manual, kini telah beralih ke sistem digital. Sehingga setiap wajib pajak akan dipermudah dalam pelaporan perpajakan melalui sistem “efilling” dalam laman website Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Permasalahan yang terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat khususnya mitra dalam pengetahuan perpajakan dan pelaporan pajak dan juga penggunaan sistem elektronik. Tujuan sosialisasi ini agar masyarakat sebagai wajib pajak orang pribadi memahami penggunaan e-filling yaitu penyampaian SPT secara elektronik, karena dengan pelaporan secara sistem digital akan mempermudah wajib pajak dengan SPT dilakukan secara online dan real time. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pemberdayaan dan sosialisasi dan pelatihan bagi para karyawan dan dosen juga dilakukan pendampingan. Hasil kegiatan ini membuktikan adanya perubahan pemahaman yang baik dan pengetahuan bagi peserta PPM, yang awalnya tidak mengerti menjadi mengerti mengenai kewajiban perpajakan bagi orang pribadi dimulai dari menghitung, mengisi SPT sampai dengan melaporkannya melalui e-filling.
PERBAIKAN PROSES PENGIRISAN ADONAN DAN KEMASAN KERUPUK DI UKM MITRA UD. INDAH PRATAMA DESA KILENSARI KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO Nur Lailatul Rahman; Ika Atsari Dewi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.984 KB) | DOI: 10.33366/japi.v2i2.822

Abstract

Beberapa kendala yang dihadapi oleh perajin kerupuk ikan dan cumi di Desa Kilensari diantaranya minimnya teknologi pengirisan adonan kerupuk dan teknologi pengemasan. Pengirisan adonan kerupuk yang berbentuk lonjong (“lontongan”) hanya menggunakan pisau dan telenan sehingga waktu produksi lama dan ketebalan irisan kerupuk tidak seragam, sedangkan proses pengemasan menggunakan plastik yang direkatkan dengan lilin dan ujung diikat menggunakan tali rafia. Teknologi yang telah diintroduksi yaitu dengan perbaikan metode pengirisan adonan serta pengemasan berupa mesin pengiris adonan kerupuk dan handsealer yang memenuhi syarat LLM (Low Technology, Low Investment, dan Marketable) melalui fasilitasi mesin pengiris adonan kerupuk dan handsealer. Selain itu Well Proven Technolgy yang diterapkan yaitu teknologi bersifat praktis, mudah diterapkan pada masyarakat pada umumnya, serta bisa meningkatkan produktivitas kerja dengan waktu yang lebih efisien dan kapasitas produksi bertambah. Luaran kegiatan ini yaitu (1) penurunan waktu produksi, kemudahan proses pengirisan adonan kerupuk lontongan, dan tebal kerupuk seragam, (2) kemudahan proses sealing dan perbaikan kemasan, (3) pemahaman terhadap manajemen industri (Aspek Produksi, Teknik Pengemasan dan Bauran Pemasaran) yang diketahui dari hasil pre test dan post test yang telah diberikan, dan (4) terbukanya wawasan Mitra akan pentingnya bauran pemasaran.

Page 9 of 30 | Total Record : 291