Articles
291 Documents
Apotik Hidup Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang
Anis Zubair Zubair;
Anak Agung Gede;
Bekti Prihatiningsih Prihatiningsih;
Bambang Nurdewanto Nurdewanto;
Elta Sonalitha Sonalitha
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (820.897 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v4i2.1422
Peningkatan kesejahteraan warga RW dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang digunakan dalam pengabdian ini adalah memberikan pelatihan penanaman, pemanenan, pengawetan, pengemasan, dan pemasaran TOGA untuk warga RW 03 Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan penanaman, pemanenan, pengawetan, pengemasan, dan pemasaran TOGA dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga RW 03 Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang.
Pendayagunaan Limbah Bunga Potong Krisan Dampak dari Pandemi Covid-19 untuk Pembuatan Pupuk Organik di Kota Surabaya
Retno Tri Purnamasari;
Hari Wahyuni
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.732 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v6i1.2329
Bunga potong merupakan tanaman hias yang sangat dibutuhkan oleh berbagai kalangan baik untuk acara pernikahan, hotel, mapun acara-acara lainya. Pengrajin bunga potong sebagai mitra yang bernama Basu Ningsi berlokasi di Jalan Kalijudan Taruna V No. 26, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya ini merupakan pengrajin bunga potong sekaligus petani bunga potong yang memproduksi bunga yang diambil dari kebun sendiri, kebun bunga potong berada di Surabaya dan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah akibat pandemi yang terjadi mengakibatkan produksi tanaman krisan yang sudah terlanjur ditanam dan dipanen terbuang dan belum termanfaatkan. Program pengabdian yang dilakukan bertujuan mengatasi permasalahan pengrajin bunga potong terkait penanganan limbah batang bunga potong krisan yang selama ini hanya dibiarkan saja sebagai sampah organik dikarenakan dampak dari pandemic Covid-19. Apalagi pemasaran bunga kirsan saat ini menurun drastis, sehingga sebagai upaya agar usaha bunga potong yang mitra jalankan tetap eksis, selaku tim pengabdian bermaksud membantu pengusaha bunga potong khususnya krisan dalam pendayagunakan limbah bunga potong krisan sebagai bahan pembuatan pupuk organik atau kompos. Metode yang dilakukan dalam program kemitraan masyarakat yang dilakukan, yaitu memberikan solusi dari permasalahan mitra terkait dengan permasalahan dalam bidang produksi dan permasalahan dalam bidang manajemen. Kegiatan pengabdian ini menitik beratkan pada pengolahan limbah bunga potong krisan menjadi pupuk organik atau kompos dengan beberap kegiatan terkait memberikan pengarahan dan pelatihan kepada mitra tentang pembuatan pupuk organik atau kompos krisan, mempacking hasil pupuk organik atau kompos, design stiker pupuk organik atau kompos sehingga nantinya mitra dapat menghasilkan atau membuat pupuk organik atau kompos secara mandiri dan skala produksi bisa ditingkatkan. Selain itu, kedepan tim pengabdi juga akan membantu dengan pelatihan pemasaran secara online dan akan dijadikan agenda pengabdian selanjutnya.
Peningkatan Kompetensi Siswa Dengan Pelatihan Pembuatan Abon Ikan Lele Dan Analisis Usaha Di SMP Negeri 26, Malang
Eri Yusnita Arvianti;
Herdiana Anggrasari;
Wahidyanti Rahayu Hastutiningtas
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (139.689 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v7i1.3160
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang telah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia. Ikan lele juga memiliki nilai gizi yang tinggi namun karena mengandung nutrisi mengakibatkan cepat mengalami kebusikan sehingga perlu diolah. Abon memiliki tekstur yang kering dan hampir tidak memiliki kadar air, oleh karena itu dapat bertahan berbulan-bulan jika disimpan rapat. Abon dapat meningkatkan daya jual dan memperpanjang umur simpan, bahan baku pembuatan abon ikan lele cukup mudah karena bahan baku mudah didapatkan dan proses pembuatannya yang tidak rumit. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kompetensi siswa dengan memberikan pelatihan pembuatan abon ikan lele dan analisis usahanya.Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah partisipasi langsung. Dari hasil analisis usaha, abon ikan lele dapat dijual Rp10.000 per kemasan yang berisi 20 gram dengan keuntungan kurang lebih Rp5.000 per kemasan. Kedepannya olahan abon dapat dikembangkan menjadi pangan fungsional misalnya abon probiotik, abon kaya serat pangan (substitusi jamur, kelapa), abon kaya antioksi, (substitusi sayuran berwarna), dan abon kaya vitamin (substitusi vitamin A, B, C).
Teknologi Pengolahan Cabe Merah Bagi Kelompok Wanita Tani Desa Sukasari Kabupaten Kepahiang
Novitri Kurniati;
Jafrizal Jafrizal;
Fithri Mufriantie
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (914.753 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v4i1.1215
Sampai saat ini petani cabe di Kabawetan masih mengantungkan usahanya pada penjualan cabe segar. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan petani menyebabkan mereka sama sekali belum mampu mengolah hasil panen cabe menjadi produk pangan lainnya yang memilki nilai tambah dan masa simpan yang lebih lama. Berdasarkana diskusi dan masukan dari ibu-ibu anggota kelompok wanita tani, disepakati untuk memberikan sentuhan teknologi pengolahan pada produk cabe segar yang dihasilkan petani. Disamping menghasilkan produk yang memilki nilai tambah juga sebagai upaya antisipasi kelangkaan cabe pada saat harga melonjak tinggi. Cabe merah diolah menjadi cabe kering, cabe bubuk, abon cabe, pasta dan aneka saos cabe. Solusi ini dipilih dan disepakati dengan pertimbangan pembuatannya sangat mudah dan bahan bahan bakunya sangat melimpah di Kecamatan Kabawetan. Bentuk kegiatan yang dilakukan diantaranya berupa; pendidikan dan penyuluhan tentang pengolahan pascapanen produk sayuran; pelatihan dalam pembuatan cabe kering, cabe bubuk, abon , pasta dan saos cabe merah. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat meningkatkan keterampilan ibu-ibu petani dalam mengolah cabe merah, mengurangi kerugian petani disaat harga anjlok dan bisa menjadi usaha sampingan bagi ibu-ibu petani cabe sehingga dapat meningkatkan penghasilan keluarganya.
Pelatihan Teknik Self Control untuk Mengurangi Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini
Henni Anggraini;
Sarah Emmanuel
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.528 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v5i2.1768
Generasi Alpha merupakan generasi milenial yang sangat akrab dalam penggunaan teknologi. Kebutuhan akan teknologi tidak bisa terpisahkan dari generasi mereka. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada guru dan orang tua peserta didik di PAUD Tunas Bangsa Krebet Bululawang. Para peserta didik di PAUD tersebut sudah mulai mengenal gadget sejak usia dua tahun. Tujuan penggunaan gadget oleh orang tua selain untuk belajar namun juga untuk mengalihkan perhatian anak dan agar lebih tenang ketika orang tua melakukan aktivitas sehingga tidak mengganggu kegiatan orang tua mereka. Untuk mencegah kecanduan gadget pada anak melalui pelatihan self control ini diharapkan orang tua memahami dan memiliki kemampuan melakukan kontrol diri terhadap anak mereka melalui pendampingan dan pengawasan selama penggunaan gadget di rumah. Kegiatan Pelatihan kami lakukan di PAUD Tunas Bangsa Bululawang yang diikuti oleh guru dan orang tua murid di PAUD Tunas Bangsa Krebet Bululawang sebanyak 24 peserta. Pada pelatihan Teknik self control ini peserta yaitu guru dan orang tua dapat memahami serta menerapkan teknik self control tersebut sesuai dengan permasalahan yang dialami peserta didik di PAUD Tunas Bangsa Krebet Bululawang.
Pelatihan Pemanfaatan Tanaman Rimpang di Tengah Pandemi Covid-19 Guna Meningkatkan Imunitas Tubuh
Astri Sumiati;
Debora Budiyono;
Abd. Rohman;
Rona Sari Mahaji Putri
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (492.895 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v6i2.3093
Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh ialah dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat mencegah infeksi serta meningkatkan daya tahan atau imunitas tubuh seperti dengan mengkonsumsi tanaman rimpang (Jahe, Kunyit, Kencur, dan Lengkuas). Tanaman rimpang seringkali dikenal dengan istilah TOGA (Tanaman obat keluarga). TOGA adalah istilah yang digunakan untuk tanaman budidaya atau peliharaan yang bersifat alami serta mudah ditanam pada sekitar pekarangan rumah dan mudah didapatkan dimana saja. Penanaman tanaman TOGA dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah ataupun pada media pot dan polybag. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dari menanam tanaman rimpang sebagai tanaman obat keluarga (TOGA). Kegiatan yang dilakukanyaitu pemberian edukasi serta pelatihan penanaman tanaman rimpang yang bisa ditanam di sekitar pekarangan rumah. Pemahaman peserta mengenai budidaya dan pemanfaatan tanaman rimpang sebagai obat alami atau herbal meningkat 18% setelah mgikuti pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan.
IMPLEMENTASI PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN NGANTANG
Rudy Setiawan;
Rio Febrianto Arifendi;
Swaidatul Masluhiya AF
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.963 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v2i1.596
Sebagai salah satu kecamatan yang berada di kabupaten Malang, Ngantang memiliki prospek yang bagus dalam berbagai bidang, yaitu wisata yang beraneka ragam, budaya yang unik, sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia. Keberadaan wilayah yang demikian dapat dimanfaatkan sebagai pemacu dalam dunia pendidikan, khususnya pemacu dalam mewujudkan pembelajaran yang kontekstual. Konsep pendidikan yang melibatkan keadaan wilayah setempat, akan menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap wilayahnya, sehingga dalam jangka waktu ke depan, peserta didik dapat memiliki rasa memiliki dan mengayomi dalam mengelola lingkungannya, meningkatkan soft skill serta succes skill dalam pengelolaan prospek wilayah. Pendidikan tersebut harus dimulai sejak dini, bahkan SD. Guru berperan sebagai fasilitator bagi peserta didik perlu mengintegrasikan pembelajaran kontekstual dalam pembuatan perangkat pembelajaran. Fakta di lapangan menunjukkan, kebanyakan guru di Kecamatan ngantang masih kesulitan dalam pembuatan perangkat pembelajaran. Fakta tersebut juga didukung oleh Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan ngantang yang menyatakan keluhan guru SD di kecamatan Ngantang tentang banyaknya tuntutan yang diberikan kepada guru, sehingga mereka hanya mengambil perangkat pembelajaran dari internet. Keadaan tersebut menyebabkan peserta didik tidak mengenal sumber belajar yang ada di lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap guru SD di kecamatan Ngantang, agar memiliki tambahan pengetahuan dalam penyusunan perangkat pembelajaran yang kontekstual.
Optimalisasi Peran Dan Fungsi BUMDes Astaguna Dalam Pengembangan Ekonomi Masyarakat Desa Trihanggo
Juhari Sasmito Aji;
Dian Retnaningdiah;
Kemala Hayati
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (196.151 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v7i2.3684
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi unggul di berbagai desa yang ditandai dengan terbentuknya lembaga ekonomi BUMDes yang harus dikembangkan. Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah BUMDes Astaguna yang berada di Desa Trihanggo. Bidang dan tata kelola yang ada dikelompok ini belum mampu mewujudkan tujuan yang diharapkan termasuk sektor perekonomian. Hal tersebut dilatarbelakangi dengan permasalahan yang dihadapi mitra yakni minimnyanya kualitas sumberdaya manusia yang tidak memiliki pengetahuan (intangible) yang cakap terkait pengelolaan BUMDes, rendahnya bidang manajemen unit usaha ditunjukkan dengan tidak adanya keselarasan identifikasi potensi, dan tidak adanya penerapan teknologi informasi komunikasi pada bidang pemasaran. Tujuan kegiatan diupayakan untuk mencapai perbaikan di bidang sumberdaya manusia, manajemen unit usaha, dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi. Solusi yang ingin dicapai yakni menerapkan tata kelola yang baik sesuai dengan prinsip good governance dengan kesiapan kualitas sumberdaya manusia yang optimal dan cakap terkait pengetauan pengelolaan sehingga menjadi jelas terkait tugas pokok fungsi dan koordinasi kerja internal badan. Manajemen unit usaha dengan mewujudkan unit usaha baru sesuai analisis potensi dan asset desa disertai pelibatan masyarakat. Penerapan teknologi informasi komunikasi untuk mendukung produktifitas program dan kegiatan yang meliputi bidang administrasi dan bidang pemasaran guna menunjang sumberdaya manusia agar mencapai melek teknologi.
PKM. Peningkatan Usaha Jamu Saritoga Ukm “Prayogo” dan Karang Taruna “Bhakti” Dusun Lopawon Desa Kebobang Wonosari Kabupaten Malang
Ike Kusdyah Rachmawati;
Any Isvandiari;
Titania Dwi Andini;
Syarif Hidayatullah
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (553.513 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v3i2.1016
Untuk meningkatkan produksi jamu instan herbal salah satu aspek yang diperlukan adalah ketersediaan bahan dan peralatan yang dapat menunjang peningkatan proses produksi .Untuk itu pembuatan jamu herbal instan berbasis bahan rimpang lokal melalui bantuan peralatan modern, menjadi solusi yang perlu diupayakan. Ketersediaan bahan baku lokal dan dukungan peralatan modern akan mendorong produktifitas jamu instan herbal meningkat, karena biaya produksi makin efisien. Peningkatan produksi jamu herbal instan akan menjamin meningkatnya ketersediaan bahan baku siap jual bagi ukm Prayogo dan giat memproduksi produk olahan jamu lainnya. Upaya meningkatkan produksi dan omset penjualan perlu ditopang dengan perbaikan manajemen produksi dan sarana pendukung produksi. Serta penataan manajemen dan sistem pemasaran dengan media online. Tujuan pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat ini untuk meningkatkan produksi baik kuantitas dan kualitas, meningkatkan motivasi dalam berwirausaha bagi mitra, pemahaman dan ketrampilan mitra, omset penjualan dari masing masing mitra, ketentraman/kesehatan masyarakat, menghasilkan produk jamu instan herbal serta varian jenis lainnya. Pelaksanaan kegiatan pada UKM Prayogo, berupa bantuan Peralatan yang digunakan berupa mesin pengekstrak jahe dengan kapasitas produksi 20-30 liter. Pelaksanaan pada Kelompok Karang Taruna “Bhakti” dengan peningkatan dan sosialisasi motivasi berwirausaha, meningkatkan ketrampilan, Tim Pengabdian Pada Masyarakat melakukan pendampingan dengan praktek pembuatan jamu instan herbal, pembuatan media promosi dengan media online. Luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah berupa: (1) Bantuan peralatan mesin pengekstrak jahe instan; (2) diversifikasi produk olahan baru berupa aneka jamu selain jahe (3) publikasi media massa (4) draf Publikasi Ilmiah
Pendampingan Keluarga dan Pemberian Dukungan pada Pasien TBC Minum Obat 6 Bulan
Sugesti Aliftitah;
Nelyta Oktavianisya;
Laylatul Hasanah
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (309.225 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v5i1.1796
Salah satu upaya untuk mengendalikan dan menanggulangi banyaknya penderita TB yaitu dengan pengobatan. Dukungan keluarga akan berdampak pada kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis dalam fase intensif. Kecenderungan penderita untuk bosan dan putus berobat saat pengobatan karena sudah memakan waktu yang lama merupakan salah satu faktor ketidakpatuhan itu sendiri. Permasalahan di Desa Errabu Kecamatan Bluto adalah ketidakberhasilan pengobatan TBC sebanyak 70%. Solusi permasalahan tersebut adalah dengan pendampingan keluarga dan pemberian dukungan pada Pasien TBC Minum Obat 6 Bulan. Tujuan kegiatan PKM yaitu pendampingan keluarga untuk memberikan dukungan pada keberhasilan pengobatan TBC. Kegiatan PKM dilaksanakan di Desa Errabu Kecamatan Bluto pada bulan April-Oktober 2019. Kelompok sasaran PKM adalah masyarakat yang mempunyai anggota keluarga menderita TBC. Hasil kegiatan pendampingan pada keluarga berdampak baik yaitu pasien rutin minum obat dan kontrol ke puskesmas terdekat. Kualitas hidup pasien lebih baik dan merasakan adanya dukungan dari keluarga untuk bisa sembuh.