Articles
48 Documents
Kreativitas Guru PAI dalam Penggunaan Media Pembelajaran di SMK Negeri 1 Purwokerto
Aufa Abida Ahmad Fadilah;
Darodjat Darodjat
Alhamra Jurnal Studi Islam Alhamra, Volume 1, No. 2, Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (960.876 KB)
|
DOI: 10.30595/ajsi.v1i2.10127
Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui mengetahui kreativitas guru PAI dalam penggunaan media pembelajaran di SMKN 1 Purwokerto, 2) mengetahui media pembelajaran yang digunakan guru PAI di SMKN 1 Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data dalam penelitian diperoleh melalui dua cara, yaitu wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru PAI di SMK N 1 Purwokerto rata-rata sudah kreatif dalam penggunaan media. Mereka memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di sekolah meskipun belum lengkap. Karena kreatif itu tidak harus selalu menggunakan alat-alat pembelajaran terbaru, tetapi bagaimana seorang guru dapat mengembangkan ide-ide barunya dalam proses belajar mengajar. Melalui penggunaan media dengan baik maka akan tercapai tujuan pembelajaran dan siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan oleh guru. Adapun media yang digunakan yaitu audio-visual, buku, dan komputer seperti laptop, LCD, handphone, speaker aktif, dan buku paket. Guru PAI memperoleh sumber media dari internet tetapi ada juga guru yang memperoleh sumber media dari audio-visual, laptop dan proyektor. Mereka menerapkan media pembelajaran dengan melihat kondisi peserta didik serta disesuaikan dengan kemampuan siswa supaya tercapai tujuan pembelajaran tersebut.
Teacher and Students' Perceptions in Using Quipper School in English Teaching and Learning During Pandemic Related to Islam and Science
Retno Ayu Cahyaningtyas;
Dyah Kusumastuti
Alhamra Jurnal Studi Islam Alhamra, Volume 3, No. 1, Februari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1105.922 KB)
|
DOI: 10.30595/ajsi.v3i1.11823
The COVID-19 pandemic is not over yet. Rasulullah SAW taught that when a pandemic occurs, we must avoid the outbreak, this is also in accordance with government policy, which is to change the learning system to online. This study investigated how teachers and students perceive the use of an online platform, namely Quipper School, in the implementation of English learning. The researcher used a qualitative descriptive method by observing the implementation of learning and interviewing 1 teacher and 5 students. The researcher concluded that the interest of teachers and students in using the Quipper platform was quite low. In addition, there were many challenges that must be faced by teachers, one of which was the low motivation of students in learning during the pandemic. Therefore, a teacher needs to increase the spirit of learning to his students in accordance with Islam and science.
Pembiayaan Umroh Melalui Dana Talangan Umroh Perspektif Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia
Roanna Davin Pamungkas;
Wage Wage
Alhamra Jurnal Studi Islam Alhamra, Volume 1, No. 1, Februari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1186.681 KB)
|
DOI: 10.30595/ajsi.v1i1.9103
Pembiayaan umrah melalui dana talangan merupakan suatu produk yang dikeluarkan oleh beberapa lembaga keuangan syariah, termasuk PT. Federal International Finance (Amitra). Pembiayaan umrah melalui dana talangan umrah ini menggunakan akad ijarah multijasa, dengan mengacu pada Fatwa DSN MUI No. 09/DSN-MUI/VI/2000 tentang Pembiayaan Ijarah dan Fatwa DSN MUI No. 44/DSN-MUI/VIII/2004 tentang pembiayaan multijasa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pembiayaan umrah melalui dana talangan di PT. Federal International Finance (Amitra) serta analisis perspektif Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan in-depth interview, observasi serta dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis induktif.Berdasarkan hasil penelitian, dalam mekanisme pembiayaan umrah, nasabah berkewajiban menyerahkan uang muka sebesar 20% dari harga paket umrah dengan tambahan biaya registrasi. Ujrah yang didapatkan berdasarkan kesepakatan bersama dan tidak menetapkan adanya denda dan agunan. Analisis perspektif Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia pada pembiayaan umrah di PT. Federal International Finance (Amitra) belum sepenuhnya memenuhi ketentuan dalam fatwa, yaitu adanya jahalah (ketidaktahuan) mengenai biaya administrasi dan kurangnya kemampuan analis pembiayaan.
Kritik Matan Hadis Perspektif Mahmud Abū Rayyah
Siti Qurrotul Aini
Alhamra Jurnal Studi Islam Alhamra, Volume 2, No. 2, Agustus 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1329.842 KB)
|
DOI: 10.30595/ajsi.v2i2.11815
Mahmud Abū Rayyah seorang pemerhati dan peneliti hadis yang dinilai sebagai seorang inkār al-sunnah. Hal tersebut karena ia banyak mengkritik matan hadis Nabi. Atas dasar argumen di atas peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana metode kritik matan hadis Abū Rayyah.Metode yang akan digunakan adalah metode content analisis (telaah isi) dengan pendekatan historis, guna untuk mengetahui latar belakang sosial kehidupan Abū Rayyah sehingga dapat memahami pemikirannya. Dan teori kritik matan Suryadi menjadi landasan untuk menemukan metode kritik matan hadis Abū Rayyah, yaitu: (1) pengujian dengan ayat-ayat al-Quran; (2) pengujian dengan hadis yang lebih sahih; (3) pengujian dengan rasio atau ilmu pengetahuan; (4) pengujian dengan fakta historis. Adapun temuan dari penelitian ini adalah (1) metode yang digunakan Abū Rayyah untuk mengkritik matan hadis sama dengan teori kritik matan hadis Suryadi. (2) Latar belakang kehidupan social membentuk kepribadian Abū Rayyah yang kritis. (3) Metode kritik matan Abū Rayyah menuai banyak kontradiksi sehingga secara tidak langsung Abū Rayyah membuka peluang untuk mengembangkan wawasan studi hadis secara kritis.
Terjemah Al-Quran Jawa Banyumasan: Latar Belakang dan Metode Penerjemahan
I Istianah;
Mintaraga Eman Surya
Alhamra Jurnal Studi Islam Alhamra, Volume 2, No. 1, Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1414.196 KB)
|
DOI: 10.30595/ajsi.v2i1.10272
Terjemah al-Quran dalam bahasa lokal menjadi kekayaan intelektual sekaligus hasil interaksi agama –Kitab Suci- dengan realitas masyarakat yang diseru. Kementrian Agama Republik Indonesia, khususnya Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur dan Khazanah Keagamaan (Puslitbang LKK) Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama, memprakarsai bahasa Jawa Banyumasan menjadi salah satu bahasa untuk memahami al-Quran melalui penerjemahannya. Bahasa tersebut merupakan salah satu bagian dari Bahasa Jawa –yang terdiri dari tingkat tutur basa dan ngoko- di mana merupakan bahasa lokal yang hidup di kalangan masyarakat Jawa, khususnya di wilayah sekitar Banyumas atau sepanjang aliran sungai Serayu.Kajian ini hendak menganalisa epistemologi “Al-Quran dan Terjemah Bahasa Jawa Banyumasan” (QTJB) yang disusun oleh 10 penerjemah dengan latarbelakang keilmuan yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berupa penelitian pustaka (library research) yang ditempuh dengan cara menganalisa muatan isi dari literatur-literarur yang terkait. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan wawancara. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui latarbelakang penyusunan “Al-Quran dan Terjemah Bahasa Jawa Banyumasan” dan gambaran ruang sosial ketika terjemah tersebut disusun; 2) mengetahui sumber dan metode penerjemahan.Penerjemahan al-Quran ini dilakukan secara terstruktur di bawah pemerintah dengan maksud dan tujuan yang berkaitan erat dengan kajian Islam di nusantara yang menjadi prioritas kajian akhir-akhir ini di Indonesia. Sumber utama penerjemahan tersebut yaitu mushaf Al-Quran dan Terjemahnya yang diterbitkan oleh Kemenag RI dengan metode terjemah ḥarfiyyah dan ṭafsīriyyah dan sumber-sumber lain yang berupa kitab-kitab tafsir klasik, serta kamus bahasa Jawa Banyumasan.
Implementasi Pendidikan Karakter Religius di SMP Negeri 5 Purbalingga
Rizal Abdurrachman;
Makhful Makhful
Alhamra Jurnal Studi Islam Alhamra, Volume 1, No. 2, Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (786.321 KB)
|
DOI: 10.30595/ajsi.v1i2.10133
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter religius dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat implementasi pendidikan karakter religius di SMP Negeri 5 Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan jenis penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Sedangkan analisis datanya menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi pendidikan karakter religius di SMP Negeri 5 Purbalingga melalui berbagai program di antaranya. Pengembangan diri, pengintegrasian dalam mata pelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran PAI, serta pengintegrasian dalam budaya sekolah melalui kegiatan 5 S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun). Faktor pendukung implementasi pendidikan karakter religius yaitu sarana prasarana yang memadai seperti terdapat masjid dan alat shalat, media pendukung yang membantu guru dalam memberikan instruksi kepada peserta didik untuk melaksanakan kegiatan rutin keagamaan, serta para guru atau pendidik yang selalu melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan visi misi sekolah. Adapun faktor penghambat dalam implementasi pendidikan karakter religius yaitu kurangnya kesadaran tentang keagamaan pada peserta didik yang memicu tidak semangatnya peserta didik dalam mengikuti kegiatan keagamaan, kurangnya sosok teladan tentang keagamaan bagi peserta didik di rumah yang mengakibatkan peserta didik kurang memahami tentang kewajiban seorang muslim kepada Allah.
Pendekatan Islamic Studies terhadap Koin dan Harta Virtual Game PES 2021 Multiplayer Konami
Eka Permata Sari;
Mochamad Nadif Nasruloh;
Ikfi Dhani Liono;
Munawir Ramadhan
Alhamra Jurnal Studi Islam Alhamra, Volume 3, No. 2, Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (880.511 KB)
|
DOI: 10.30595/ajsi.v3i2.13403
Minat terhadap Studi Islam mengalami peningkatan cukup pesat pada beberapa tahun terakhir dengan adanya revolusi tekhnologi. Perkembangan teknologi seakan tidak pernah berhenti menghasilkan produk-produk teknologi yang tidak terhitung jumlahnya. Produk teknologi yang beragam tentu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan pendidikan, ilmu pengetahuan, kesehatan, atau bahkan hanya sekedar hiburan semata. Muncul berbagai fitur aplikasi games menjadi salah satu aktivitas refleksi ditengah ketatnya kebijakan pandemic serta banyak kolega-kolegia yang memanfatkan games mejadi salah satu penghasilan sehari-hari dengan munculnya koin dan harta virtual. Pengamat Studi Islam penting untuk memberikan gambaran formulasi sebagai wujud responsive terhadap perkembangan teknologi.Salah satu produk teknologi saat ini adalah video games dan online games. Produk online games yang sedang menjadi konsumsi remaja masa kini ialah PES (Pro Evolution Soccer) 2021 konami yaitu sebuah game smartphone, permainan sepak bola dengan setiap player bisa membuat tim sesukanya dengan cara top up/ mengisi koin agar bisa mendapatkan pemain yang diinginkan, seorang gamer harus membeli token koin PES yang bisa diakses lewat Google Play dan aplikasi My Telkomsel. Terdapat sejumlah pilihan paket yang tersedia. Beberapa fitur pemain virtual dibeli secara spekulatif serta multiplayer dilengkapi dengan fitur transaksi virtual secara spekulatif. Sedangkan dalam kajian studi Islam Hukum Ekonomi Syariah menjadi sorotan terkait model akad dan transaksi yang dilakukan pada games online PES.
Praktik Jekat dalam Sewa-Menyewa Sawah di Desa Singasari dalam Perspektif Hukum Islam
Farida Nur Umami;
Wage Wage
Alhamra Jurnal Studi Islam Alhamra, Volume 1, No. 1, Februari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1063.678 KB)
|
DOI: 10.30595/ajsi.v1i1.9120
Muamalah adalah salah satu bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan muammlah adalah salah satukegiatan yang pasti setiap harinya dilakukan oleh setiap manusia. Ada berbagai jenis muamalah yang ada, diantara banyak jenis muammalah ada yang dinamakan sewa-menyewa (ijarah) dan pemberian (hibah). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimna praktik dan pandangan hukum islam terhadap praktik Jekat yang masuk dalam kategori hibah. Jekat muncul karena adanya akad sewa menyewa sawah di desa Singasari Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sifat analisis data adalah induktif yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan akad sewa-menyewa yang ada di desa Singasari menunjukan kesesuaian dengan rukun dan syarat yang sudah di tetapkan oleh ketetapan Fatwa DSN MUI Nomor 09/DSN-MUI/VI/2000 Tentang Pembiayaan Ijarah. Fokus penelitian peneliti adalah pada praktik pungutan jekat yang ada dalam akad sewa menyewa di desa Singasari, yang mucul sebagai adat istiadat atau kebiasaan dari zaman dahulu hingga sekarang. Dalam praktiknya, jekat terbagi menjadi tiga tipe. Dari ketiga tipe tersebut penulis menganalisis pandangan hukum Islam dengan dasar fatwa DSN MUI juga dengan hadis dan pendapat para ulama tentang hibah.
The Impact of Online Learning Activities on Junior Highschool Students in English Subjects and Islamic Views on Education
Adjie Rangga Yasa;
Dyah Kusumastuti
Alhamra Jurnal Studi Islam Alhamra, Volume 3, No. 1, Februari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1281.902 KB)
|
DOI: 10.30595/ajsi.v3i1.11819
Even when the situation makes students unable to meet with teachers directly, the learning process has to keep going so that there is no intelligence gap for students who are still in school during the covid-19 pandemic. The method used in this study is an interview using five questions as the research instrument and has 6 research subjects, consist of 1 English teacher and 5 junior high school students. This research was held to describe the actual conditions at the junior high school level, especially the use of technology and also online learning within the scope of English language education then relate it to the Islamic view of science. Interestingly, the researcher emphasized the results which stated that students and teachers were not quite satisfied with online learning that had been going on for more than a year both in terms of process and results.
Epistemologi Islam di Era Modern: Studi Analisis Pemikiran Feyerabend tentang Anarkisme Epistemologi
Mohamad Nur Wahyudi
Alhamra Jurnal Studi Islam Alhamra, Volume 2, No. 2, Agustus 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1058.002 KB)
|
DOI: 10.30595/ajsi.v2i2.11791
Dalam kajian filsafat epistemologi merupakan bagian yang paling sering dibahas, dikarenakan epistemolgi sendiri merupakan suatu hal yang paling fundamental dalam berbagai disiplin pengetahuan tentunya tidak hanya dalam kajian filsafat.. Dalam hal ini tidak bisa dipungkiri semenjak era renasains di dunia Barat terjadi sebuah transformasi terkait konsep epistemologi yang dijadikan pegangan yaitu rasionalisme dan emperisme, dan dari kedua aliran inilah yang kemudian dijadikan metode utama bagi perkembangan ilmu modern. Dan tentunya ini bertolak belakang dengan kajian atau khazanah keilmuan Islam, dimana dalam kajian khazanah keilmuan Islam tidak hanya mendasarkan sesuatu hanya berdasarkan rasionalitas dan empiris semata, apabila kajian Islam hanya terfokuskan pata kedua titik tersebut bagaimana dengan ranah yang menyangkut masalah trensenden seperti, metafisika, dan hal ini tentunya tidak bisa diraih hanya dengan rasionalitas dan juga tidak bisa dibuktikan secara empiris dan observasi semata. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mencari suatu penerangan apakah sesuatu itu bisa dikatan ilmu pengetahuan apabila hal itu tidak bisa dicari melalui rasionalitas dan observasi empiris, dan disini metode yang penulis gunakan ialah diskriptif-analisis dengan menggunakan teori dari epistemologi anarkisme dari Feyerabend.