cover
Contact Name
ASTARI WULANDARI
Contact Email
astari@untagsmg.ac.id
Phone
+6285727840001
Journal Mail Official
astari@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jln Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SARGA
ISSN : 08534748     EISSN : 29617030     DOI : https://doi.org/10.56444/sarga.v16i2
Core Subject : Engineering,
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism, Journal of interdisciplinary studies in Architecture and Urbanism requires minimal justification. At a time when architecture and urban planning are undergoing substantial changes with the corresponding reconversion of the nature of professional and research activity, the proliferation of academic publications, sometimes with traditional formats and approaches, is somewhat paradoxical. SARGA: Journal of Architecture and Urbanism is published 2 (two) times a year in January and Juli
Articles 245 Documents
Evaluasi Waktu Dengung pada Ruang Seminar Pdt. Rudi Budiman UKDW Tabita Febriawaty Kartika Putri
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3607

Abstract

Ruang seminar Pdt. Rudi Budiman merupakan ruang seminar yang sering digunakan untuk perkuliahan, seminar nasional dan internasional, serta rapat. Ruang seminar Pdt. Rudi Budiman termasuk ke dalam ruang dengan kategori fungsi akustik conference room & lecture hall dengan waktu dengung ideal 0,75 detik. Namun, pada kenyataannya ruang seminar Pdt. Rudi Budiman memiliki waktu dengung lebih kecil dari waktu dengung ideal yang disyaratkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan sebagai evaluasi desain ruang seminar Pdt. Rudi Budiman ditinjau dari aspek akustik. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan melakukan observasi dan perhitungan waktu dengung secara manual pada frekuensi 500Hz dan frekuensi 1000Hz. Dari perhitungan dan analisis yang telah dilakukan, ditemukan bahwa waktu dengung yang rendah pada ruang seminar Pdt. Rudi Budiman diakibatkan oleh dominasi material absorber pada ruangan tersebut.
Presistensi Struktur Spasial di Kawasan Tugumuda Semarang Rosalia Rihadiani; Maria Damiana Nestri Kiswari
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3692

Abstract

Perubahan fisik perkotaan pada simpul jaringan perdagangan dan mobilitas regional sering berimplikasi pada tereduksinya makna dan identitas ruang bersejarah. Kawasan Tugu Muda Semarang merupakan simpul strategis  dalam struktur kota pesisir Semarang yang mengalami transformasi fisik dan fungsi sejak periode kolonial hingga kontemporer, sementara konfigurasi spasial utamanya tetap berlanjut.  Penelitian ini memposisikan keberlangsungan struktur spasial sebagai pisau iris analitis untuk membaca kontinuitas kawasan pusaka perkotaan. Penelitian ini memposisikan persistensi struktur spasial sebagai kerangka analitis untuk membaca kontinuitas kawasan pusaka perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis morfologi kota berbasis kajian historis-komparatif  melalui perbandingan peta kolonial dan kondisi eksisting. Hasil menunjukkan bahwa struktur spasial berperan sebagai kerangka memori kolektif yang mempertahankan identitas kota di tengah transformasi fisik. Temuan ini menawarkan kontribusi konseptual bagi pengembangan pendekatan konservasi perkotaan yang lebih sensitif terhadap keberlanjutan struktur ruang
Integrasi Indeks Kelayakan Berjalan dan Space Syntax pada Koridor Jalan di Banyumanik Setiawan Dudi Prasetio; Raina Ghinaa Pratitasari
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3716

Abstract

Berjalan kaki merupakan moda transpotasi utama manusia dalam bergerak setiap harinya, namun pergerakan pejalan kaki tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur jalan bagi pejalan kaki setidaknya pilihan ruas rute berjalan terbaik dan tercepat juga menjadi salah pertimbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi integrasi Walkability Index (WI) dengan analisis Space Syntax di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelatif, melalui teknik purposive sampling pada 6 koridor utama, dengan menggunakan permodelan DepthmapX. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa jalan Rasamala memiliki nilai tertinggi pada parameter Connectivity (13) dan Integration (2,575), sedangkan kualitas fisik pedestrian tertinggi pada jalan Jati Raya dengan skor WI 65. Hasil analisis statistik pearson correlation menemukan adanya korelasi yang lemah/negatif antara connectivity dan WI  Namun terdapat korelasi yang positif/kuat antara Integration dengan WI . Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa jaringan jalan yang terhubung secara global memiliki potensi pergerakan pejalan kaki alami yang kuat, sehingga perencanaa infrastruktur pedestrian pada masa mendatang diharapkan mempertimbangkan analisis konfigurasi spasial kota disamping untuk pemenuhan fasiliats fisik inklusifnya saja.Berjalan kaki merupakan moda transpotasi utama manusia dalam bergerak setiap harinya, namun pergerakan pejalan kaki tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur jalan bagi pejalan kaki setidaknya pilihan ruas rute berjalan terbaik dan tercepat juga menjadi salah pertimbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi integrasi Walkability Index (WI) dengan analisis Space Syntax di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelatif, melalui teknik purposive sampling pada 6 koridor utama, dengan menggunakan permodelan DepthmapX. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa jalan Rasamala memiliki nilai tertinggi pada parameter Connectivity (13) dan Integration (2,575), sedangkan kualitas fisik pedestrian tertinggi pada jalan Jati Raya dengan skor WI 65. Hasil analisis statistik pearson correlation menemukan adanya korelasi yang lemah/negatif antara connectivity dan WI  Namun terdapat korelasi yang positif/kuat antara Integration dengan WI . Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa jaringan jalan yang terhubung secara global memiliki potensi pergerakan pejalan kaki alami yang kuat, sehingga perencanaa infrastruktur pedestrian pada masa mendatang diharapkan mempertimbangkan analisis konfigurasi spasial kota disamping untuk pemenuhan fasiliats fisik inklusifnya saja.
Pemanfaatan AI Generatif dalam Eksplorasi Arsitektur Tongkonan ke Desain Kontemporer Gustav Anandhita; Peter Ardhianto; Yonathan Purbo Santosa; Ratih Dian Saraswati; Christian Moniaga
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3719

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi transformasi morfologi arsitektur tradisional Tongkonan Toraja ke dalam desain bangunan kontemporer menggunakan Generative AI. Arsitektur Tongkonan menghadapi tantangan adaptasi di tengah modernisasi tanpa kehilangan identitas budayanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental metode campuran (mixed-method) melalui kajian literatur terhadap anatomi struktural (Rattiang Banua, Kale Banua, dan Sulluk Banua) yang kemudian dikurasi menjadi dataset khusus untuk melatih model AI. Desain dievaluasi melalui kerangka kerja ganda, yakni pengujian komputasional Visual Question Answering (VQA) Score dan analisis arsitektural kualitatif. Hasil pengujian VQAScore menunjukkan kecocokan gambar dan teks perintah (prompt) yang tinggi, dengan tipologi Taman memperoleh skor tertinggi (96%) dan Istana Kepresidenan terendah (81%). Namun, analisis kualitatif mengungkap adanya risiko komodifikasi fasad; meskipun AI efektif mengadaptasi bentuk atap secara visual, filosofi tradisional rentan direduksi menjadi sekadar estetika parametrik dangkal tanpa menerjemahkan hierarki keruangan secara utuh. Selain itu, kelayakan tektonika struktural desain belum teruji secara fisik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi AI generatif sangat potensial sebagai jembatan eksplorasi visual awal, namun penerapannya dalam preservasi budaya mutlak mensyaratkan validasi rekayasa struktur dan pelibatan pakar budaya. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan kebaruan metodologis melalui kerangka kerja evaluasi ganda (dual-evaluation framework) yang mengintegrasikan pengukuran komputasional VQA Score dan analisis arsitektural kualitatif, serta kurasi dataset morfologi spesifik untuk meminimalisasi bias visual AI dalam mendesain arsitektur vernakular.
Kajian Spasial Sistem Air, Drainase dan Sirkulasi di Kawasan The Learning Farm Veronika Widi Prabawasari; Lia Schiffer; Nurina Yasin; Agus Suparman; Wahyu Prakosa
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3732

Abstract

Kawasan The Learning Farm berkembang sebagai ruang integratif antara fungsi produksi pertanian, edukasi, dan pengelolaan lingkungan. Perkembangan kawasan yang berlangsung secara organik menyebabkan sistem air, drainase, dan sirkulasi perlu dikaji secara spasial agar keterkaitan antara infrastruktur, topografi, dan aktivitas dapat dipahami secara lebih terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi spasial sistem air, drainase, dan sirkulasi eksisting sebagai dasar penyusunan penataan ekologis kawasan The Learning Farm, Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, wawancara partisipatif, serta interpretasi peta topografi, peta air bersih dan drainase, dan peta jalur sirkulasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola sistem air dan drainase mengikuti karakter kontur lahan dan berhubungan langsung dengan area budidaya serta jalur pergerakan. Sistem sirkulasi eksisting telah menunjukkan pembagian dasar antara jalur kendaraan dan jalur pejalan kaki, namun belum sepenuhnya menggambarkan hierarki fungsi operasional, edukasi, dan kunjungan. Temuan ini menunjukkan bahwa penataan ekologis kawasan perlu didasarkan pada keterpaduan antara arah aliran, jaringan drainase, aksesibilitas, ruang budidaya, dan ruang terbuka. Kontribusi artikel ini terletak pada analisis spasial kondisi eksisting sebagai dasar penyusunan arahan ekologis yang lebih realistis dan kontekstual.