cover
Contact Name
ASTARI WULANDARI
Contact Email
astari@untagsmg.ac.id
Phone
+6285727840001
Journal Mail Official
astari@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jln Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SARGA
ISSN : 08534748     EISSN : 29617030     DOI : https://doi.org/10.56444/sarga.v16i2
Core Subject : Engineering,
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism, Journal of interdisciplinary studies in Architecture and Urbanism requires minimal justification. At a time when architecture and urban planning are undergoing substantial changes with the corresponding reconversion of the nature of professional and research activity, the proliferation of academic publications, sometimes with traditional formats and approaches, is somewhat paradoxical. SARGA: Journal of Architecture and Urbanism is published 2 (two) times a year in January and Juli
Articles 245 Documents
Evaluasi Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Taman Hijau Kota Purwodadi Wahjoerini; Anggun Laras Sakti; Agus Sarwo Edy Sudrajat
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/weak3874

Abstract

Taman Hijau Kota Purwodadi merupakan salah satu ruang terbuka publik yang memiliki peran penting di wilayah Kabupaten Grobogan. Taman ini menjadi tempat beragam aktivitas sosial dan rekreasi bagi warga perkotaan serta memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, pemanfaatannya belum maksimal, terutama karena keterbatasan fasilitas seperti tempat duduk, pencahayaan, dan jalur pejalan kaki, yang dapat mengurangi kenyamanan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menilai fungsi sosial, ekonomi, dan ekologis taman tersebut. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan analisis skor. Hasil kajian menunjukkan bahwa taman berfungsi sebagai ruang sosial, tempat berbagai kegiatan seperti olahraga, rekreasi, dan aktivitas komunitas. Di sisi ekonomi, taman mendukung usaha kecil, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat kurangnya fasilitas seperti tempat khusus bagi pedagang kaki lima dan sarana pembuangan sampah. Dari aspek ekologis, taman masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal penghijauan dan pengelolaan limbah serta air. Evaluasi lanjutan menyoroti tantangan utama yang dihadapi, yakni minimnya fasilitas pendukung, sarana yang belum memadai, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan taman.
Pendekatan Arsitektur Edukatif sebagai Strategi Perancangan Perpustakaan Umum di Surabaya Alifvia Rahmadani Putri; Brina Oktafiana; Failasuf Herman Hendra
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3252

Abstract

Tantangan literasi di era digital semakin kompleks seiring dominasi media visual dan konten instan yang menurunkan minat baca, termasuk di Surabaya sebagai kota metropolitan berkembang di bidang pendidikan. Rendahnya budaya literasi dan keterbatasan fasilitas perpustakaan interaktif menjadi hambatan utama. Peranacangan ini menggunakan pendekatan arsitektur edukatif dengan konsep makro edukasi inklusif serta konsep mikro tatanan lahan intuitif, adaptive learning, dan ruang intuitif inklusif. Pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode perancangan arsitektur educative diterapkan melalui analisis literatur dan objek lapangan yang relevan. Desain perpustakaan difokuskan pada pembelajaran aktif melalui aktivitas sensorik, motorik, fungsi baca, dan ruang interaktif yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pengguna dari anak-anak hingga lansia. Tatanan lahan dirancang harmonis antara ruang dalam dan luar, di mana area komunal luar seperti taman dan playground berfungsi sebagai perpanjangan ruang belajar. Bentuk bangunan mengadopsi elemen geometris sederhana untuk kesan dinamis dan mudah dipahami, menggunakan material ramah lingkungan yang juga menjadi media belajar. Ruang dalam disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan kelompok usia. Perpustakaan ini diharapkan menjadi pusat literasi inklusif dan ruang tumbuh bersama yang mendorong pembelajaran lintas generasi di Surabaya.
Pola Konfigurasi Ruang Komunitas Kampung Maccini Sombala: Analisis Space Syntax pada Kawasan Kumuh Berkepadatan Tinggi Iyad Naufal Mas'um; Andi Muhammad Ikhsan; Muhammad Zaki
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3439

Abstract

Kampung kota merupakan bentuk permukiman yang mempertahankan karakteristik tradisional di tengah tekanan modernisasi perkotaan, namun sering kali mengalami penurunan kualitas lingkungan fisik. Penelitian ini mengambil studi kasus di Kampung RW 06 Kelurahan Maccini Sombala, Kota Makassar, yang teridentifikasi sebagai kawasan kumuh dengan kepadatan tinggi, minim infrastruktur, dan kurangnya ruang interaksi sosial. Permasalahan utama kawasan ini adalah konfigurasi ruang yang tidak terencana sehingga menyebabkan rendahnya konektivitas antar lorong dan minimnya visibilitas ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi penataan kawasan yang responsif terhadap kebutuhan komunitas menggunakan pendekatan Arsitektur Berbasis Komunitas dan diuji dengan metode Space Syntax. Metode penelitian menggabungkan observasi kualitatif kebutuhan warga serta analisis kuantitatif simulasi spasial meliputi Connectivity, Integrity, dan Visibility Graph Analysis. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan banyak area terisolasi dengan tingkat integrasi yang rendah. Melalui usulan desain dengan pola sirkulasi memusat dan sistem jejaring, hasil simulasi ulang menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai konektivitas dan visibilitas. Penataan ini terbukti menciptakan lingkungan yang lebih permeabel, meningkatkan pengawasan alami, serta memfasilitasi interaksi sosial yang lebih baik bagi penghuni.
Eksplorasi Makna Simbolis dalam Arsitektur Tradisional Kampung Tua Nongsa dan Bakau Serip di Kota Batam Lathifa Nursyamsu; Chris Hardiansyah; Elen Nurjanah; Yulias Hidayah; Misnawati; Junior Ikhlas; Carissa Dinar Aguspriyanti
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3449

Abstract

Arsitektur tradisional memiliki peran penting dalam melestarikan identitas budaya suatu komunitas. Di Kota Batam, Kampung Tua seperti Nongsa dan Bakau Serip merupakan contoh nyata dari pelestarian arsitektur tradisional Melayu yang masih dijaga oleh Masyarakat di tengah derasnya arus modernisasi dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna simbolis yang terkandung dalam elemen arsitektur tradisional di dua Kampung Tua tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, melibatkan observasi dan wawancara mendalam dengan penduduk lokal serta ahli budaya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi simbolisme yang ada dalam arsitektur tradisional. Elemen seperti bentuk atap, ornamen, dan warna bangunan dianalisis untuk mengungkap makna yang lebih dalam dari perspektif budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen arsitektur di Kampung Tua Nongsa dan Bakau Serip memuat makna simbolis yang kuat, yang merefleksikan nilai-nilai religius, sosial, dan filosofi hidup masyarakat Melayu. Meskipun modernisasi membawa perubahan, simbolisme dalam arsitektur tradisional ini tetap dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa arsitektur tradisional di Kampung Tua tidak hanya berfungsi sebagai ruang fisik tetapi juga sebagai media penting dalam menjaga dan mengkomunikasikan identitas dan nilai budaya Melayu di Batam.
Perancangan Kawasan Saoraja Bola Subbi'e dalam Membentuk Sense of Place Budaya Bugis Khairun Tamymy Rahman; Andi Muhammad Akbar; Muhammad Zaki
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3489

Abstract

Sektor pariwisata merupakan pilar ekonomi penting bagi Indonesia, namun tantangan pelestarian budaya seringkali terhambat oleh kerusakan fisik artefak sejarah. Kabupaten Bone memiliki warisan arsitektur yang luar biasa seperti Saoraja Bola Subbi’e, namun kondisinya saat ini tidak lagi utuh dan kehilangan nilai otentisitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kembali Kawasan Wisata Budaya Saoraja Bola Subbi’e dengan pendekatan Arsitektur Tradisional Bone guna membentuk sense of place yang kuat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis elemen fisik dan non-fisik arsitektur Bugis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan sense of place dapat dicapai melalui tiga aspek utama: penataan massa bangunan mengikuti orientasi kosmologi Bugis (kiblat dan arah terbit matahari), penerapan ornamen khas pada fasad sebagai simbol status sosial, serta pengaturan elevasi bangunan berdasarkan hierarki kasta. Perancangan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali identitas budaya Kerajaan Bone dan meningkatkan daya tarik wisata daerah pasca-pandemi.
The Application of Tropical Architecture Principles for Sustainability in Residential Houses of Bandar Lampung, Indonesia Viata Viriezky; Tri Seprianto; Puan Jati Megawati; Ahmad Baqir Adrian
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3513

Abstract

The building construction sector accounts for 40% of global energy consumption, with a significant portion used for thermal comfort and lighting. As a tropical country, Indonesia faces challenges in achieving thermal comfort while utilizing natural lighting. An approach to addressing this issue is tropical architecture,  a design strategy that adapts to the tropical climate to enhance user comfort. Meanwhile, residential development continues to grow with population expansion, making house design a crucial aspect as it is a primary need. Therefore, this study examines the implementation of tropical architecture principles in residential buildings and aims to enhance occupant comfort and energy efficiency sustainably. The research employs observation and literature review methods to identify and analyze the application of tropical architecture. Two landed houses in Bandar Lampung were selected as case studies. The findings indicate that combining effective natural ventilation strategies and balanced natural lighting can contribute to occupant comfort and reduce building energy consumption. Additionally, the infiltration areas and the rainwater utilization can help mitigate runoff and improve energy efficiency. This study contributes to sustainable house design concepts to be contextually suited for the tropical climate and offers practical recommendations for architects and developers to support environmentally friendly housing development.
Analisis Penerapan Arsitektur Biofilik Pada Surabaya C2O Library And Collabtive Yasmin Nuwwara Khalisha; Afif Fajar Zakariya
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3567

Abstract

Perpustakaan sebagai tempat menyimpan buku kini berkembang menjadi beberapa fungsi yaitu sebagai tempat belajar, tempat untuk mengembangkan kreativitas, dan tempat berinteraksi sosial.  Desain ruang perpustakaan memiliki peranan penting untuk pengoptimalan berbagai aktivitas yang ada  dan mendukung produktivitas penggunanya. Arsitektur biofilik merupakan salah satu konsep desain yang cocok digunakan pada perpustakaan. Pendekatan arsitektur biofilik adalah konsep desain yang mengintegrasi unsur alam pada bangunan guna meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengguna. studi ini mengkaji penerapan prinsip prinsip arsitektur biophilik pada studi kasus C2O Library and collabtive, yang merupakan perpustakaan independen dengan menerapkan beberapa elemen alam dan keterbukaan. Menerapkan metode yang diawali dengan pengumpulan data, observasi, dokumentasi visual, dan pengelolaan data.  C2O Library and collabtive menggunakan beberapa elemen biophilic yang dapat meningkatkan kenyamanan serta produktivitas penggunanya. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan dampak pada proses pengembangan desain perpustakaan.
Konsep Arsitektur Biofilik Pada Bangunan Studi Banding Bangunan Pendidikan: Studi Kasus SMA IT Al-Haraki, Binus School Bekasi, dan Sekolah Bogor Raya Muhammad Ilham Habibulloh; Lia Rosmala Schiffer; Yonaf Partana
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3570

Abstract

Perkembangan zaman yang ditandai oleh meningkatnya kepadatan kawasan perkotaan berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan binaan, khususnya pada bangunan pendidikan yang semakin minim akses terhadap ruang terbuka hijau, cahaya alami, dan udara segar. Kondisi ini menuntut penerapan pendekatan arsitektur yang mampu merespons keterbatasan lahan sekaligus menjaga kesejahteraan pengguna, salah satunya melalui arsitektur biofilik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi banding terhadap bangunan pendidikan yang menerapkan prinsip biofilik. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif terhadap aspek hubungan bangunan dengan alam, pengolahan ruang terbuka, pencahayaan dan ventilasi alami, serta karakter ruang. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi elemen alam dalam desain mampu menjadi strategi efektif dalam menghadapi kepadatan, meningkatkan kualitas lingkungan belajar, dan mendukung keberlanjutan. Dengan demikian, arsitektur biofilik dapat dipandang sebagai pendekatan desain yang relevan dan adaptif terhadap tantangan kepadatan di era perkembangan perkotaan modern.
Kinerja Fasad Ganda terhadap Pencahayaan dan Efisiensi Energi  pada Bangunan Pendidikan: Studi Kasus Gedung Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Tazkiyatun Nufus; Dyah Hendrawati; Florino Piscal Akbar
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3572

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh fasad ganda (secondary skin) terhadap pencahayaan alami dan efisiensi energi pada ruang kelas dan area sirkulasi Gedung Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII). Metode penelitian menggunakan pendekatan research for design melalui simulasi pencahayaan dengan perangkat lunak DIALux Evo 11.1 pada kondisi ruang dengan dan tanpa fasad ganda. Simulasi dilakukan pada empat tanggal representatif pergerakan matahari dan tiga waktu pengamatan, dengan mempertimbangkan orientasi ruang dan perbedaan ketinggian lantai. Hasil menunjukkan bahwa fasad ganda menurunkan intensitas pencahayaan alami sebesar 30–40%, meskipun pada beberapa ruang cakupan natural light tetap mencapai 100%. Penurunan terbesar terjadi pada ruang sirkulasi sisi selatan dengan reduksi cahaya sebesar 36,73% pada Maret dan 33,66% pada Juni. Pada sisi utara, ruang lantai 3 menerima pencahayaan alami 26,62% lebih tinggi dibanding lantai di bawahnya, menunjukkan pengaruh ketinggian lantai terhadap performa pencahayaan. Analisis efisiensi lampu menunjukkan potensi penghematan energi sebesar 715 kWh atau setara pengurangan biaya listrik Rp 383.875,00. Hasil penelitian menegaskan bahwa efektivitas fasad ganda dipengaruhi orientasi bangunan, posisi ruang, dan desain bukaan sehingga perlu disesuaikan dengan konteks bangunan tropis.
Arsitektur Responsif Panti Wredha: Mengakomodasi Stratifikasi Usia dan Kesehatan Lansia Yogyakarta Nurlintang Anugerah Gustianti; Dyan Agustin
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3599

Abstract

Yogyakarta memiliki jumlah lansia terbanyak di Indonesia, menjadikannya lokasi strategis untuk penelitian fasilitas lansia. Penelitian ini mengkaji hubungan antara desain bangunan panti wredha UPT Budhi Dharma (pemerintah) dan Hospice Hanna (swasta) dengan keberagaman usia dan kondisi kesehatan pengguna. Menggunakan kombinasi metode pengamatan langsung, analisis tata ruang, dan evaluasi kepuasan penghuni, penelitian menemukan perbedaan dan persamaan respon arsitektur dengan kebutuhan lansia sebenarnya. Studi komparatif menunjukkan variasi pendekatan tata ruang dan dampaknya terhadap aktivitas lansia. Pengelompokan berdasarkan kemampuan lansia memperlihatkan kebutuhan berbeda dalam aksesibilitas fisik, orientasi ruang, interaksi sosial, dan adaptabilitas lingkungan. Penelitian mengusulkan model desain dengan ruang fleksibel berdasarkan zona bertingkat, petunjuk lingkungan untuk orientasi, dan optimalisasi pencahayaan alami. Temuan memiliki implikasi praktis bagi pengembangan standar desain panti wredha yang responsif dan mendukung upaya pemerintah menghadapi tantangan aging population Indonesia.