cover
Contact Name
ASTARI WULANDARI
Contact Email
astari@untagsmg.ac.id
Phone
+6285727840001
Journal Mail Official
astari@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jln Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SARGA
ISSN : 08534748     EISSN : 29617030     DOI : https://doi.org/10.56444/sarga.v16i2
Core Subject : Engineering,
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism, Journal of interdisciplinary studies in Architecture and Urbanism requires minimal justification. At a time when architecture and urban planning are undergoing substantial changes with the corresponding reconversion of the nature of professional and research activity, the proliferation of academic publications, sometimes with traditional formats and approaches, is somewhat paradoxical. SARGA: Journal of Architecture and Urbanism is published 2 (two) times a year in January and Juli
Articles 228 Documents
Penerapan Arsitektur Ecotech pada Redesain Gedung Olah Raga Ken Arok Kota Malang: Application of EcotechArchitecture In Redesign Sport Center Building Ken Arok Malang City Ainur Rofiq, Aiko Rainaning Putri; Farida Murti
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.792

Abstract

Gedung Olah Raga Ken Arok Kota Malang merupakan fasilitas olahraga dengan klasifikasi tipe A yang melayani tingkat daerah atau provinsi dengan kapasitas penonton mencapai 5000 jiwa. GOR ini sering digunakan pada berbagai acara baik acara olahraga maupun acara non olahraga. Namun beberapa sarana dan prasarana yang ada di GOR ini masih belum memadai seperti pada sirkulasi, pencahayaan, serta pendinginan pada bangunan. Selain itu lahan parkir pada tapak juga tidak bisa memenuhi kebutuhan ruang parkir dan memiliki sirkulasi yang kurang efektif. Sehingga redesain dengan pendekatan ecotech perlu dilakukan pada bangunan tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Arsitektur ecotech merupakan prinsip arsitektur yang mengikuti perkembangan teknologi serta meperhatikan faktor lingkungan dan iklim. Prinsip arsitektur ecotech yang diterapkan meliputi penataan tapak, pemilihan struktur, konsep pencahayaan alami, konsep sirkulasi antar ruangan, serta bentuk bangunan. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, analisa data, penyajian data, kemudian melakukan pembahasan serta menarik kesimpumpulan. Berdasarkan hasil penelitan didapatkan bahwa arsitektur ecotech dapat diterapkan pada redesain GOR Ken Arok dengan baik karena prinsip desain ini dapat diterapkan di segala aspek baik pada penataan tapak, bentuk bangunan, hingga sirkulasi bangunan. Selain itu karena arsitektur ecotech memehatikan lingkungan maka dapat menjadikan GOR Ken Arok menjadi fasilitas olahraga yang nyaman sekaligus ramah lingkungan. Kata kunci: Gedung Olahraga, Ecotech, GOR Ken Arok
Tipologi Ruang Terbuka Publik Di Kawasan Tepi Air Kota Jambi: Open Public Space Typology of Waterfront Area in Jambi City Nia Indriani; Ardhya Nareswari
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.796

Abstract

Kehadiran ruang terbuka publik memiliki peranan penting dalam konteks perkotaan sebagai tempat bertemu, berinteraksi, dan rekreasi bagi masyarakat. Kota Jambi, sebagai salah satu kota yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan, menghadapi konsekuensi spasial pada kawasan perkotaannya, terutama di kawasan tepi air. Seiring dengan berjalannya waktu, berbagai aktivitas dengan intensitas yang tinggi terjadi di kawasan ini, baik dalam sektor formal maupun informal. Pembangunan fisik seperti permukiman, pusat perbelanjaan, perdagangan, dan fasilitas pendukung lainnya memperkuat kegiatan di sekitarnya dan memberikan peluang kegiatan berekreasi bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan untuk mengumpulkan data tentang bentuk, karakter fisik, dan aktivitas yang ada di ruang terbuka publik tepi air Kota Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipologi ruang terbuka publik tepi air di Kota Jambi melalui bentuk, karakter fisik, dan aktivitasnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang ruang terbuka publik tepi air yang ada di Kota Jambi.
Eksplorasi Aktivitas Bermain Anak di Lingkungan Outdoor Sekolah Dasar: Kids Play Activity Exploration within Primary Outdoor School Environment Mahfuzhoh, Elma; Syam Rachma Marcillia
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.802

Abstract

Kegiatan bermain di sekolah memberikan dampak yang baik pada banyak aspek seperti kesehatan anak melalui aktivitas fisik, aspek kognitif yang membantu anak mengenal lingkungan sekitar, hingga pada aspek sosial melalui komunikasi antar anak dan tenaga pengajar. Elemen lingkungan outdoor sekolah dasar menyediakan ruang yang dapat digunakan anak untuk melakukan eksplorasi berbagai macam permainan, tetapi dengan layout yang dimiliki saat ini oleh sekolah dasar negeri masih terdapat limitasi khususnya pada penyediaan playground. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan ruang outdoor sekolah dasar sebagai ruang bermain anak pada jam istirahat. Penelitian dilakukan di SDN Gondolayu, Yogyakarta melalui metode behavior mapping yang menghasilkan temuan yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan pemanfaatan ruang oleh anak laki-laki dan perempuan serta perbedaan aktivitas bermain oleh anak dalam kelompok usia kelas rendah (kelas 1-3) dengan kelompok usia yang lebih tua (kelas 4-6).
Konsep Extending Tradition pada Fasilitas Kesenian Wayang Thengul di Bojonegoro: Extending Tradition Concept of Wayang Thengul Art Facilities in Bojonegoro Rikza Anjani Lutfiyah; Darmansjah Tjahja Prakasa; Ibrahim Tohar
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.804

Abstract

Wayang thengul merupakan salah satu kesenian tradisional dari Kabupaten Bojonegoro yang sudah diakui oleh Hak Kekayaan Intelektual dan diperkenalkan oleh pemerintah sebagai seni pertunjukan khas Bojonegoro. Akibat pengaruh modernisasi, kesenian ini sudah mulai luntur dan dilupakan karena berkurangnya minat dan motivasi generasi muda untuk melestarikannya. Apalagi di Bojonegoro sendiri sangat minim akan fasilitas yang mampu mewadahi seluruh aktivitas yang berkaitan dengan kesenian wayang thengul baik sebagai pelatihan hingga pertunjukan. Kebanyakan fasilitasnya hanya sebatas rumah sang dalang yang digunakan juga sebagai sanggar pelatihan. Untuk mempertahankan nilai-nilai dari kearifan lokal tersebut diperlukan upaya sebuah fasilitas yang berperan sebagai wadah wisata edukasi budaya kepada masyarakat dengan menerapkan tema Extending Tradition sebagai pendekatan arsitekturnya. Tema ini diterapkan agar masyarakat dapat mempelajari ilmu budaya yang ada sehingga tertanam suatu kebanggaan terhadap budaya di daerahnya. Metode pendekatan desain ini menggunakan tradisi lokal sebagai ide dasar desain dan memodifikasinya agar sesuai dengan masyarakat modern. Konsep desainnya meliputi pada bagian pertapakan, perangkaan, peratapan, persungkupan dan persolekan.
Tingkat Perilaku Pandemic Fatigue Pekerja dalam Mempengarui Okularsentrisme Desain Ruang Kantor pada Sudut Pandang Pandang Neuro-Architecture: The Level of Pandemic Fatigue Among Workers in Influencing Ocularcentrism of Office Space Design from a Neuro-Architectural Perspective Rizka Tri Arinta; Prasasto Satwiko; Robert Rianto Wijaya
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.811

Abstract

Ocularcentrisme menjadi sebuah kepercayaan yang didasarkan hanya pada yang dilihat. Kepercayaan ini membentuk persepsi–persepsi pada otak manusia pada setiap objek yang ada di sekitarnya. Pandemic fatigue di Indonesia adalah hal yang berdampak besar pada pembentukan mental dalam menghadapi pandemi. Gejala mental ini menjadi awal mula tingginya kasus burnout dan depresi yang terjadi saat bekerja. Sehingga dalam penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan tingkatan perilaku yang terjadi pada seseorang dengan gejala pandemic fatigue dalam mempengaruhi pemikiran okularsentrisme pada satu desain ruang kantor yang akan digagas dalam sudut pandang neuroarsitektur. Penelitian ini dilakukan dalam koridor penelitian eksperimental dengan pengolahan data kuantitatif dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modelling) menggunakan software SEM – PLS. dalam melihat kondisi pandemic fatigue saat bekerja terdapat 4 set variabel internal, dan 4 variabel (workload, workflow, work-conflict, dan work climate) dengan 4 sub variabel itu ruang aktifitas, waktu dan prokes yang dipengaruhi secara eksternal. Analisis stastistik dengan menggunakan SEM digunakan untuk mencari korelasi antara pengaruh eksternal terhadap internalnya. Hasil dari penelitian ini terdapat 5 tingkatan gejala kelelahan yang mempengaruhi dilihat dari nilai loading faktor > 0,5 yaitu mulai dari workclimate, workflow, workload, workconflict, hingga motivasi dan kemampuan diri. Hubungan tersebut diperjelas dengan hasil pembentukan okularsentrisme dari 10 stimulus desain ruang kerja yang diberikan. Sehingga temuan ini menjadi sebuah pembuktian bahwa dalam membuat desain ruang kerja terdapat 12 elemen ruang yang harus diolah. Dan satu tempat yang nyaman dan dan aman dari era pandemi adalah pada ruang kerja Pribadinya.
Implementasi Konsep Arsitektur Tradisional Bali dan Prinsip Sustainable Desain (Kasus: Bangunan Pengelola Showcase Mangrove TAHURA Ngurah Rai): Implementation Of Traditional Balinese Architectural Concepts And Sustainable Design Principles (Case: Tahura Ngurah Rai Mangrove Showcase Management Building) Ni Wayan Ardiarani Utami
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.823

Abstract

Ditetapkannya Indonesia sebagai Presidensi G20 untuk tahun 2022, menyebabkan pembangunan untuk acara tersebut dipersiapkan. Penyelenggaran akan dilaksanakan di Provinsi Bali sebagai pusat lokasi penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Provinsi Bali sebagai salah satu Provinsi di Indonesia memiliki peraturan terkait dengan Bangunan, yaitu Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2005 mengenai Arsitektur Tradisional Bali. Penerapan Perda ini wajib dilakukan agar Bali tidak kehilangan jati diri akibat adanya kemajuan teknologi dan perkembangan budaya. Salah satu kemajuan teknologi saat ini dapat dilihat dari adanya konsep Suistainability Design. Bangunan Pengelola Showcase Mangrove ini tidak semata-mata dibangun dengan cepat dan bernafaskan Arsitektur Tradisinal Bali tapi juga diharapkan mampu menjadi bangunan yang sustainable karena berada di wilayah ekosistem Mangrove. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Bangunan Pengelola Showcase Mangrove TAHURA Ngurah Rai telah mengimplementasikan Arsitektur Tradisional Bali dan Sustainable Design dalam pelaksanaan pembangunanya.
Karakteristik Kawasan Tepian Parit Besar di Kota Pontianak: The characteristics of the Parit Besar District in Pontianak City Djarot, Adhitya; Ikaputra
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.827

Abstract

Kota Pontianak adalah kota yang terbentuk dari sungai Kapuas yang terbelah menjadi dua sungai yaitu sungai Kapuas Kecil dan sungai Landak yang menjadi ikonik Kota Pontianak. Dahulunya pusat peradaban kota ini berada di tepian sungai dengan orientasi bangunan dan bentuk yang terpengaruh terhadap sungai dan parit-parit didalamnya, tak ayal kota Pontianak disebut juga dengan kota seribu parit dengan jumlah parit yang mencapai ribuan. Seiring perkembangan zaman dengan berkembangnya berbagai teknologi termasuk moda transportasi darat, orientasi masyarakat secara perlahan yang dahulu mengorientasikan permukiman terhadap air seakan beralih orientasi ke darat sehingga menjadikan kota Pontianak tidak lagi sepenuhnya berorientasi terhadap parit dan sungai. Penelitian melalui studi tipologi dan morfologi koridor parit pada penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik dan identitas bentuk kawasan yang ada di tepian koridor parit di Kota Pontianak sehingga dari hasil penelitian ini diharapkan karakteristik dan identitas itu dapat dikembangkan sehingga mengeluarkan strategi serta melestarikan kota parit.
Pendekatan Konsep Memorabilia pada Pengembangan Fasilitas Wisata Benteng Kastela: The Concept of Memorabilia on The Development of Kastela Fort Tourism Facilities Rizqy Salsabilah Fadhilah; Benny Bintarjo; Muhammad Faisal
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.829

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan bagi daerah yang memiliki lokasi objek wisata dengan mengembangkan potensi pariwisata sebagai salah satu upaya mengoptimalkan pendapatan daerah. Umumnya Kawasan wisata memiliki ciri khas tersendiri sehingga penyediaan sarana dan prasarana maupun hiburan atau wahana wisatanya berkaitan agar dapat dinikmati pada Kawasan tersebut. Untuk atraksi pariwisata masih perlu adanya pengembangan fasilitas penunjang potensi pariwisata pada kawasan ini. Metode penelitian diawali dengan mengumpulkan data lapangan, kemudian melakukan tinjauan Pustaka mengenai daya tarik objek wisata Benteng Kastela. Konsep dasar pada fasilitas ini yang didapatkan adalah “Memoria Heroic dan Nostalgia” dengan konsep pendekatan Memorabilia. Konsep memorabilia diterapkan dengan merencanakan gaya dan karakter visual bangunan. Konsep ini diharapkan dapat memaknai lokasi Benteng Kastela sebagai lokasi yang historical dan potensi daya tarik wisatawan. Adapun penerapan konsep memorabilia dalam pengembangan fasilitas penunjang ini berupa gubahan massa, bentuk aktifitas, dan penonjolan gaya arsitektur beserta ciri dan karakter gaya arsitektur tersebut.
Karakter Pecinan pada Kawasan Bekas Pusat Pusat Perdagangan Kampung Malabero Kota Bengkulu: Characteristics Of Chinatown Area in Ex Trading Center Of Malabero Village, Bengkulu City Mohammad 'Azam Izzuddin; Ikaputra
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.917

Abstract

Kampung Malabero Kota Bengkulu memiliki satu wilayah bagian kecil yang disebut Kampung Cina. Kampung ini sudah lama dijadikan sebagai tempat tinggal bagi orang berdarah Tionghoa dan kampung ini sudah ada sejak zaman penjajahan Inggris, ketika mereka berusaha menguasai perdagangan lada sekitar abad ke-16. Sekitar tahun 1689, setelah kemitraan perdagangan Inggris East India Company (EIC) mengizinkan masuk, banyak orang keturunan Tionghoa pindah ke kota Bengkulu. Tahun 1970-an merupakan masa kejayaan Kampung ini. Di sinilah sebagian besar warga Bengkulu biasa berbelanja aneka dagangan mulai dari kelontong, pakaian, elektronik dan perabotan rumah tangga. Sejarah yang panjang dan keunikan bangunan arsitektur menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisata sejarah yang cukup popular dan mungkin tidak dimiliki oleh daerah lain. Namun, masa kejayaan kampung ini memudar pada 1990-an. Memudarnya kajayaan kawasan kecil ini diiringi oleh redupnya Karakter Pecinan pada Kawasan. Kemunduran daya tarik kawasan muncul pada aktifitas kepariwisataan pecinan Kota Bengkulu ini. Dilatar belakangi oleh kemunduran tersebut, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana eksistensi kampung ini sebagai pecinan. Data penelitian ini adalah data kualitatif, yakni data yang tidak dapat dihitung seperti; gambaran umum, lokasi penelitian, karakteristik kawasan, keberadaan, dan sejarah kawasan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Kampung Cina Kota Bengkulu masih memiliki karakter yang kuat sebagai Pecinan.
Tantangan Penataan Bangunan Rumah Sakit Paska Pandemi: Post Pandemic Hospital Bulding Layouting Challenge Ridha Wahyutomo; Purwanto, L. M. F.
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.1046

Abstract

SARS CoV-2 yang telah menyebabkan kematian jutaan jiwa di seluruh dunia melalui gelombang pandemi COVID-19, telah merubah kebijakan di bidang kesehatan termasuk perihal tata bangunan fasilitas pelayanan kesehatan, salah satunya rumah sakit. Pembenahan struktur dan konstruksi dalam yang tercantum di regulasi berangkat dari kewaspadaan berdasarkan transmisi penularan terutama melalui droplet dan udara. Secara keseluruhan, tujuan dari penulisan ini adalah untuk memaparkan tata bangunan rumah sakit paska pandemi yang tertuang dalam regulasi pemerintah dan pedoman internasional. Penulisan ini merupakan tinjauan literatur dengan menggunakan beberapa sumber pustaka serta hasil penelitian terkait COVID-19 dan tata bangunan bangunan rumah sakit. Semua sumber literatur akan disimpulkan dan disusun secara teoritis. Hasil yang akan diharapkan adalah penjelasan secara teoritis yang berurutan dan jelas terkait tata bangunan rumah sakit paska pandemi.