Articles
68 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 8 No. 2 (2024)"
:
68 Documents
clear
Penerapan Metode Bercerita untuk Membiasakan Anak Mandiri Usia 4-5 Tahun di Pendidikan Anak Usia Dini
Palakiah, Siti Resmi;
Elnawati, Elnawati;
Poppyariyana, Alfian Ashshidiqi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7233
Penerapan metode bercerita merupakan sebuah pendekatan yang efektif dalam membentuk kemandirian anak usia dini, khususnya dalam rentang usia 4-5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode bercerita, hasil penerapan metode bercerita serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penerapan metode bercerita terhadap kemandirian anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang direncanakan dilakukan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukan pada siklus II, kemampuan Berkembang Sangat Baik (BSB) mengalami peningkatan dari siklus I yang awalnya 1 orang (14,28%) menjadi 4 orang (57,14%) diikuti dengan penurunan Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebanyak 2 orang (28,57%). Dari hasil tersebut peneliti menarik kesimpulan bahwa penerapan metode membaca untuk membiasakan anak mandiri usia 4-5 tahun di SPS Dahlia Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi telah memenuhi target keberhasilan karena berdasarkan indikator dikatakan berhasil jika anak mendapat persentase penilaian 52% sampai 67%.
Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Model Problem Based Learning Berdiferensiasi pada Siswa SMP
Kilay, Yanry E;
Farhana, Husna
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7238
Peningkatan Hasil Belajar Materi Pembentukan Diri Melalui Proses Sosialisasi Menggunakan Kebutuhan. dorongan yang sudah terpola baik secara personal kebudayaan maupun sosial. Sehingga kebutuhan ini bisa mempengaruhi proses sosialisasi karena sudah terpola dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini dilakukan pada Siswa Kelas VII A SMP Marie Joseph.Tujuan Penelitian ini untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pembentukan Diri Melalui Proses Sosialisasi Menggunakan PBL Tipe JIGSAW Berdiferensiasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan (Action Research) yang terdiri dari 2 (dua) siklus, Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan Refleksi.Berdasarkan hasil penelitian tindakan bahwa Pembentukan Diri Melalui Proses Sosialisasi Menggunakan PBL Tipe JIGSAW Berdiferensiasi dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. peneliti merekomendasikan: (1) Bagi Guru yang mendapatan kesulitan yang sama dapat menerapkan PBL Tipe JIGSAW Berdiferensiasi untuk meningkatkan Hasil Belajar. (2) Agar mendapatkan hasil yang maksimal maka dihaharapkan guru lebih membuat Pembelajaran PBL Tipe Jigsaw Berdiferensiasi yang lebih menarik dan bervariasi. Persiapan mengunakan waktu yang cukup lama untuk mempersiapkan bahan pembelajaran sesuai gaya belajar peserta didik. Untuk itu, harus mempersiapkan jadwal penelitian yang terperinci dan memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya. Memperhatikan membimbing dan mengarahkan peserta didik selama pembelajaran. berlangsung agar peserta didik mengikuti pembelajaran sesuai tahapan pembelajaran yang telah disiapkan harus lebih memperhatikan konten atau media yang digunakan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Penerapan Model Picture And Picture untuk Meningkatkan Keaktifan Keterampilan Berbicara dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas III Madrasah Ibtidaiyah
Rosidah, Lutfia;
Humaeroh, Iis;
Setiabudi, Dede Indra
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7241
Model Picture and Picture adalah strategi pengajaran yang menggunakan gambar sebagai sumber daya utama untuk belajar dan dapat efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara dengan merangsang kreativitas dan kemampuan komunikasi siswa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan bagaimana meningkatkan Keaktifan Keterampilan Berbicara menggunakan Model Picture And Picture. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan wawancara, pengamatan atau observasi, dokumentasi dan tes sebagai metode pengumpulan data. Dan dalam pengecekan keabsahan data pada penelitian ini mengunakan triangulasi teknik, sumber dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penggunaan media visual gambar memudahkan pengembangan kemampuan berbicara aktif yang didapatkan dari hasil temuan data lapangan dengan memberikan gambar yang menggambarkan berbagai bentuk benda. Dengan tujuan mereka mengumpulkan data dan mengklasifikasikan objek menurut bentuknya. seperti wujud padat, cair, dan gas. Yang selanjutnya, peserta bergiliran mempresentasikan penemuan mereka, sementara peneliti memberikan evaluasi verbal, termasuk narasi yang dibangun berdasarkan visual yang menggambarkan siklus air dan menjelaskan manfaat praktis air dalam tugas sehari-hari. Penerapan metode pembelajaran picture and picture menghasilkan peningkatan bertahap dalam tingkat keterlibatan berbicara siswa pada setiap siklus. Efektivitas model ini dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa telah dibuktikan, khususnya dalam konteks kelas tiga MI Ma'had Al-Zaytun
Penggunaan Ice Breaking dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik pada Pelajaran Tematik Kelas III Madrasah Ibtidaiyah
Fatihani, Nur;
Iswandi, Irvan;
Humaeroh, Iis
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7242
Penelitian ini fokus pada penerapan ice breaking untuk meningkatkan motivasi belajar pada pelajaran tematik kelas III di Madrasah Ibtidaiyah Ma’had Al Zaytun. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar pada kelas III di Madrasah Ibtidaiyah Ma’had Al Zaytun. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Ma’had Al-Zaytun yang terletak di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Populasi penelitian ini adalah kelas 3 B 05 Madrasah Ibtidaiyah Ma’had Al Zaytun yang terdiri dari 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar siswa kelas 3 B 05 setelah penerapan ice breaking. Hasil tes pertama menunjukkan nilai rata-rata 68,5, sementara tes kedua menunjukkan nilai rata-rata 83, dengan selisih 14,5. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas 3 B 05 mengalami peningkatan hasil belajar dengan tujuan meningkatkan motivasi belajar pada pelajaran tematik kelas III
Penerapan Pendekatan STEM pada Pembelajaran Rangkaian Arus Listrik dan Pembangkit Listrik Kelas 5 Sekolah Dasar
Helga, Maria;
Untari, Mei Fita Asri;
Mulyani, Mulyani
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7243
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu usaha dalam memberi keterampilan siswa dalam memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari. Sehingga IPA sering diintegrasikan dengan mata pelajaran lain yang memiliki makna dan tujuan yang sama yaitu membekali siswa dalam menyelesaikan masalah sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menampilkan penerapan pendekatan STEM (Science, Technology, Enginering, Mathematic) dalam pembelajaran IPA kelas 5 SD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif dengan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang mendeskripsikan fakta dan fenomena yang terjadi yaitu penerapan pendekatan STEM pada pembelajaran rangkaian arus listrik dan pembangkit listrik siswa kelas 5 SD. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pendekatan pada 4 aspek: alam, teknologi, rekayasa, dan matematika. Hasil analisis pada pembelajaran yang dilakukan di kelas 5 SD dengan materi arus listrik dan pembangkit listrik dilakukan dengan urutan: eksplorasi siswa pada media papan rangkaian arus listrik (alam atau sains), menghitung jumlah bohlam yang menyala dan mati dari hasil pengamatan (matematika), membuat bohlam menyala dari rangkaian sederhana (rekayasa), dan menyaksikan video pembangkit listrik (teknologi). Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran materi rangkaian arus listrik sederhana dan pembangkit listrik yang dilaksanakan di kelas 5 SD menggunakan pendekatan STEM yang memfasilitasi siswa belajar beragam ilmu pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari.
The Social Learning Theory Albert Bandura for Elementary School Students
Amsari, Dina;
Wahyuni, Etri;
Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7247
Learning is a process of interaction between individuals and the environment and is displayed in the form of desired behavioral changes. Learning in schools must be able to bridge the knowledge that students already have with the new knowledge that will be built. This research discusses how Albert Bandura's social learning theory emphasizes the importance of elementary school students in processing their own knowledge obtained from observing models in their environment. This learning theory can be implemented in learning with the assumption that learning can be through observation, learning is an internal process that is reflected in behavior, learning is a reciprocal influence between environmental variables, behavior and individuals, and behavior is goal-oriented and self-regulated. This provides an understanding that learning is the result of students' ability to interpret knowledge or information, interpret a model that is imitated, then process it cognitively and determine actions according to the desired goals. Students are encouraged to think critically and creatively to analyze problems and find alternative solutions to problems.
Pengembangan Media Kartu Pakota (Penguasaan Kosa Kata) untuk Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Jawa Krama di Sekolah Dasar
Dwi Rahmawati, Putri Caesarani;
Kurniawati, Wahyu
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7250
Masih banyak peserta didik di sekolah dasar yang tidak dapat menggunakan bahasa yang sopan dengan benar ketika berbicara dengan orang yang lebih tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah media pembelajaran Kartu Pakota efektif dalam meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa jawa krama peserta didik kelas IV sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah research and development (R&D) dengan model ADDIE, yaitu analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa 1) Media kartu pakota berhasil dikembangkan menggunakan model ADDIE 2) kualitas media kartu pakota dinyatakan valid oleh ahli materi dan ahli media dengan skor rata-rata 4,00 dan 4,00 3) Media kartu pakota dinyatakan praktis berdasarkan skor rata-rata angket kepraktisan peserta didik dan guru sebesar 4,14 dan 4,81 serta keterlaksanaan pembelajaran guru dan peserta didik dinyatakan sangat baik dengan memperoleh presentase 93% dan 4) Media kartu pakota dinyatakan efektif dari hasil analisis dengan perolehan nilai Sig. 0.00 lebih kecil dari 0,05, Ho ditolak. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa penilaian Kartu Pakota dinyatakan efektif
Optimalisasi Peran Masjid sebagai Sarana Pendidikan Islam di Indonesia
Sholikatin, Hafsah Kurnia Binti;
Natasya, Amalia;
MUnawir, Munawir
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7251
Dalam dinamika pendidikan Islam yang kompleks, masjid dan pendidikan merupakan elemen yang saling terkait erat dan tidak pernah berdiri sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengetahui faktor-faktor penting yang mendorong maksimalisasi fungsi masjid sebagai media pendidikan Islam di Indonesia. Tinjauan pustaka, yang mencakup teori-teori yang relevan dengan permasalahan yang diangkat dalam penyelidikan peneliti, merupakan pendekatan penelitian yang digunakan. Semua informasi yang dikumpulkan dan diperiksa berasal dari karya sastra tertulis atau sumber dokumentasi lainnya, termasuk buku, jurnal, dan artikel yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tertentu. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa, untuk memaksimalkan potensi masjid sebagai sarana pendidikan Islam di Indonesia, ada empat faktor penting yang harus dipahami dan dipraktikkan: agama, pengembangan generasi muda, sosial, dan ekonomi. Administrasi masjid yang efektif dan terstruktur dengan baik telah terbukti menjadi faktor utama dalam memaksimalkan potensi masjid sebagai pusat pengajaran Islam. program-program yang bersifat jangka pendek, menengah, dan panjang, selain olah raga rutin seperti belajar subuh dan hari raya penting Islam. Hasil penelitian ini menawarkan perspektif baru tentang pentingnya memaksimalkan kapasitas masjid sebagai situs utama pengajaran Islam di Indonesia
Peran Guru dalam Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pembelajaran IPAS di Kelas IV Sekolah Dasar
Tsania, Aulia;
Wahyu Kurniawati
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7255
Karakter peduli lingkungan ialah sikap seseorang untuk mencegah parahnya lingkungan alam dan sekitarnya serta upaya dalam memperbaiki kerusakan lingkungan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam menanamkan karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran IPAS di kelas IV SDN Semarangan 1. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan cara guru dalam merencanakan pembelajaran IPAS dengan menyantumkan karakter peduli lingkungan di kelas IV SDN Semarangan 1 adalah dengan merencanakan kurikulum yang akan digunakan, menyusun ATP dan Modul Ajar dengan menyisipkan karakter peduli lingkungan, pelaksanaan pembelajaran dan diakhir pembelajaran melakukan penilaian pembelajaran sesuai dengan Capaian Pembelajaran. Peran guru dalam merencanakan pembelajaran IPAS dengan menyantumkan karakter peduli lingkungan di kelas IV SDN Semarangan 1 diimplementasikan dalam program pengembangan diri di sekolah melalui kegiatan rutin sekolah, kegiatan spontan guru serta keteladanan guru. Faktor pendukung yaitu fasilitas yang memadahi serta sinergi sekolah dengan wali murid. Faktor penghambat yaitu terdapat masih beberapa peserta didik yang kurang peduli terhadap lingkungan. Dampak keberhasilan penanaman karakter ini, peserta didik lebih sadar untuk mencintai lingkungan, menyadari apa yang perlu dilakukan ketika melihat lingkungannya kotor, serta menyadari dampak kebersihan bagi dirinya.
Permasalahan Guru Non Pendidikan Seni Musik dalam Materi Pembelajaran Seni Musik di SMP
Steward, Steven;
Ghozali, Imam;
Putra, Zakarias Aria Widyatama
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7257
Linearitas lulusan dari guru dalam bidang pengajaran menjadi pijakan utama karena terkait atas kompetensi pendidik yang dimiliki. Hal tersebut menjadi latar belakang dalam penelitian ini apabila didapati profil lulusan guru yang tidak sejalan dengan kompetensi pendidik. Tujuan daripada penelitian ini adalah mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh guru non pendidikan musik dalam penyampaian materi pembelajaran seni musik di SMP Negeri 2 Sungai Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber serta dilakukan pula perpanjangan pengamatan agar data yang dianalisis bersifat sahih. Analisis data menggunakan tahapan pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan verifikasi/ penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat ketidaksesuaian bidang ajar guru dengan latar belakang pendidikan yang mempengaruhi kompetensi professional dan pedagogik pada penyampaian materi pembelajaran seni musik. Implikasi dari ketidaksesuaian tersebut berakibat pada kualitas soal yang diberikan pada penilaian tengah semester. Secara keseluruhan, pentingnya penelitian ini bahwa linearitas profil guru dalam mengajar menjadi kunci utama akan keterpahaman pemberian materi walaupun masing-masing lulusan guru (pendidikan) memiliki kompetensi pedagogik.