Articles
77 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 8 No. 5 (2024)"
:
77 Documents
clear
Peningkatan Motorik Halus Anak dengan Pendekatan Media Loose Parts di Kelompok Bermain
Wathoni, Hizbul;
Suparmiati, Suparmiati;
Hopiah, Agnis Marifatul
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8767
Bermula dari temuan melalui observasi awal peneliti tentang minimnya keterampilan motorik halus anak, serta kemampuan dalam menuangkan idenya, sebagian anak dalam menyelesaikan tugasnya masih perlu dibantu oleh guru. Tujuan dari adanya penelitian ini sebagai upaya meningkatkan motorik halus anak terutama dalam melipat, menggunting, mengikat tali dengan penggunaan media loose parts di KB Sabilul Huda Tahun 2023. Penelitian ini menerapkan metode Peneliitian Tindakn Kelas (Classroom Action Research), yang mencakup tahap perncanaan, pelaksanaaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan media loose parts sebagai metode pemblajaran mampu menghasilkan nilai lebih tinggi sebelum dan setelah threatment pada ketrampilan motorik hallus anak. Temuan ini didasarkan pada hasil pengamatan lapangan yang dilakukan oleh peneliti, serta melalui teknik observasi dan dokumentasi selama siklus I dan II, yang mengindikasikan nilai skor dari 44,4% menjadi lebih besar yaitu 77,7% hasilnya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukn, disimpulkan bahwa keguanaan media loose parts efektif dalam merangsang keterampilan motorik halus anak di Kelompok Bermain PAUD Sabilul Huda
Pengembangan E-LKPD Matematika Dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Liveworksheet Pada Materi Pecahan Kelas IV di Sekolah Dasar
Wildaniyah, Khoirani;
Suastika, I Ketut;
Sesanti, Nyamik Rahayu
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8818
Pengembangan E-LKPD matematika dengan model pembelajaran berbasis masalah menggunakan platform liveworksheet dapat memungkinkan pembelajaran interaktif, dan menarik sehingga mempengaruhi tingkat kognitif siswa menjadi bertambah, dan membuat proses pembelajaran lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepraktisan, keefektifan, dan kelayakan media E-LKPD berbasis masalah berbantuan liveworksheet. E-LKPD ini dirancang untuk membantu proses pembelajaran siswa pada materi pecahan senilai. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE yaitu Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Instrument pengumpulan data menggunakan angket (kuisioner). Subjek penelitian yaitu guru dan 8 peserta didik kelas 4 SDN Gondosuli IV Kab. Probolinggo. Analisis data pada tahap penelitian pengembangan meliputi teknik analisis data kualitataif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji kelayakan memperoleh 93,91%, uji kepraktisan 92,75%, dan uji keefektifan 73,46%. Disimpulkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan sangat layak, sangat praktis, dan efektif digunakan pada pembelajaran dan mampu membantu siswa dalam memahami materi yang ditunjukkan pada peningkatan hasil belajar siswa
Metode SQ3R Berbasis Media Wordwall terhadap Keterampilan Membaca Lanjutan (Interpretatif) Peserta Didik di Sekolah Dasar
Melyani, Melyani;
Hamna, Hamna;
Rudini, Moh
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8828
Alasan dilakukannya penelitian ini adalah rendahnya tingkat kemampuan membaca tingkat lanjut (interpretatif) di kalangan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan metode SQ3R berbasis wordwall untuk meningkatkan keterampilan interpretatif (membaca tingkat lanjut)peserta didik. Penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan membaca lanjutan (interpretatif) setelah menerapkan metode SQ3R berbasis media wordwall pada peserta didik kelas V yang berjumlah 14 peserta didik. Peningkatan yang terjadi dalam setiap siklus, yang mana presentase pada siklus I yakni 71% dan menunjukkan peningkatan pada siklus II yakni 92%. Hal ini menjadi bukti bahwa keterampilan membaca lanjutan (interpretatif) peserta didik dapat meningkat melalui penerapan metode SQ3R berbasis media wordwall. Apabila metode yang digunakan dalam penelitian ini terus digunakan dalam pembelajaran disekolah memungkinkan terjadinya peningkatan keterampilan membaca terhadap peserta didik, serta dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran
Analisis Penerapan Pembelajaran Diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Matematika Kelas 4 Sekolah Dasar
Cahyani, Hanun Fitri;
Suryantari, Hadna
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8830
Pembelajaran diferensiasi merupakan bentuk investasi dalam suatu pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan siswa dalam hal kemauan belajar, profil belajar, minat, bakat, dan kemampuan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Bagaimana perencanaan pembelajaran diferensiasi dalam kurikulum merdeka pada mata pelajaran matematika kelas 4 SD Negeri Tegalmulyo, (2) Bagaimana penerapan pembelajaran diferensiasi dalam kurikulum merdeka pada mata pelajaran matematika kelas 4 SD Negeri Tegalmulyo, (3) Bagaimana evaluasi pembelajaran diferensiasi dalam kurikulum merdeka pada mata pelajaran matematika kelas 4 SD Negeri Tegalmulyo.Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Paradigma dalam penelitian ini menggunakan paradigma naturalistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran matematika kelas 4 telah dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang telah dilakukan sesuai dengan kurikulum merdeka menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Secara keseluruhan pendekatan ini membantu meningkatkan motivasi belajar dan prestasi siswa, serta menciptakan suasana kelas yang lebih inklusif
Dampak Perubahan Kebijkan Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka Belajar terhadap Guru dan Siswa
Adriana, Adriana;
Anita, Anita;
Sari, Yunita;
Warman, Warman
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8834
Kebijakan kurikulum adalah suatu fenomena yang terjadi hampir pada setiap pergantian pemimpin. Kurikulum juga merupakan kebijakan yang sangat penting bagi keberhasilan dalam suatu pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai akan sulit tentunya untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang telah di targetkan, maka dari itu tujuan penelitian ini dilakukan untuk dapat menjelaskan bagaimana dampak yang dirasakan terhadap guru dan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualititatif dengan studi literatur. Kurikulum merupakan alat bantu orientasi pertama bagi peserta didik dalam pelajaran sekolah, yang dapat diatur sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan diimplementasikan dalam pembelajaran. Kurikulum Merdeka membawa berbagai dampak positif dan negatif bagi guru. Di satu sisi, kurikulum merdeka tersebut memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi guru dan siswa. Namun, tantangan juga muncul di mana guru harus menyesuaikan diri dengan cara baru dan kebebasan yang lebih besar, yang terkadang bisa membingungkan. Kesulitan dalam menyeimbangkan keterlibatan siswa dengan standar kurikulum menjadi masalah yang perlu diatasi. Kurikulum juga sangat menentukan proses dan hasil suatu sistem pendidikan. Perubahan kurikulum juga sangat diperlukan seiring perkembangan zaman, karena dengan adanya perubahan dunia pendidikan akan selalu bergerak menuju yang lebih baik lagi, baik bagi pendidik maupun peserta didik.
Peran Kepala Sekolah dalam Manajemen Perbedaan Kultur Budaya Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Sekolah Menengah Atas
Gore, Krisantus;
Suryadi, Suryadi;
Idaman, Rimayatuh;
Liman, Bambang;
Warman, Warman
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8855
Dalam penelitian ini, dengan penekanan khusus pada Kota Sangatta, Kutai Timur, peran penting kepala sekolah sebagai manajer dalam mengelola keberagaman etnis di lingkungan pendidikan. Keanekaragaman etnis di daerah ini, yang mencakup suku asli seperti Kutai, Banjar, dan Dayak, serta berbagai suku lain, menciptakan dinamika budaya yang unik tetapi juga menantang untuk pendidikan. Penelitian ini menyelidiki masalah yang dihadapi kepala sekolah, metode untuk membuat lingkungan belajar yang inklusif, dan bagaimana pengelolaan keberagaman budaya berdampak pada pendidik dan karyawan sekolah. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik harus mampu mengatasi prasangka dan stereotip, membangun visi yang inklusif, dan mengajarkan keberagaman budaya. Disebutkan juga betapa pentingnya membangun lingkungan yang menghargai perbedaan dan memanfaatkan keberagaman sebagai aset untuk meningkatkan kohesi sosial dan kualitas Pendidikan. Studi ini meningkatkan pemahaman kita tentang cara-cara manajemen pendidikan dalam konteks multikultural dan menyoroti peran penting kepala sekolah dalam membantu orang-orang dari berbagai etnis hidup bersama
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Lingkungan terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD
Fitrianti, Luthfi;
Mustika, Dea
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8859
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan selama observasi awal, yaitu bahwa dalam proses pembelajaran IPAS, banyak metode yang digunakan bersifat konvensional, di mana guru menjelaskan materi dan siswa berperan sebagai pendengar. Selain itu, sekolah dasar tidak memiliki banyak fasilitas belajar, seperti laboratorium dan sumber belajar lainnya, sehingga pembelajaran tetap berpusat pada guru, seperti yang terjadi di dalam kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pembelajaran berbasis lingkungan terhadap hasil belajar siswa kelas IV di SDN 42 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain eksperimental semu (quasi-experimental design) karena melibatkan dua kelas. Sampel penelitian terdiri dari 29 siswa dari kelas kontrol dan 29 siswa dari kelas eksperimen, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, analisis dokumen, dan uji coba. Dari hasil penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis lingkungan berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV di SDN 42 Pekanbaru. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk penggunaan pembelajaran berbasis lingkungan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS di sekolah dasar.
Analisis Miskonsepsi Cermin Cekung pada Buku BSE IPAS Kelas 5 Kurikulum Merdeka
Arif, Moh Badrus Sholeh;
Dewi, Naomi Dias Laksita;
Darmayanti, Vivi;
Nurhasanah, Nurhasanah
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8861
Miskonsepsi dapat berasal dari peserta didik, pengajar, buku ajar, materi, serta metode pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi terkait permantulan cahaya pada cermin cekung dalam buku BSE IPAS kelas 5 SD Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan lembar pengamatan dan prosedur dokumentasi sebagai alat pengumpulan data. Sumber data berasal dari buku ajar IPAS Kelas V yang diterbitkan oleh Kemendikbud pada tahun 2021. Analisis data dalam penelitian ini mengidentifikasi beberapa bentuk miskonsepsi yang mungkin terjadi, seperti misidentifiction, overgeneralization, oversimpelfications, obselete concept and term dan under generalizations. Misidentifikasi terjadi ketika penjelasan dalam buku tidak sesuai dengan referensi yang tepat. Overgeneralisasi terjadi ketika konsep yang disajikan hanya mencakup sebagian kecil dari topik yang lebih luas. Overgeneralisasi terjadi ketika analogi yang digunakan untuk menjelaskan konsep tidak tepat, sehingga menyebabkan penjelasan yang tidak lengkap atau salah. Obselete concept and term muncul ketika istilah yang digunakan sudah tidak relevan atau ketinggalan zaman. Under generalizations terjadi ketika konsep yang diberikan terlalu luas dan tidak mempertimbangkan pengecualian yang ada. Berdasarkan hasil penelitian, materi cermin cekung dalam Buku IPAS Kurikulum Merdeka dikategorikan Misidentifikasi. Oleh karena itu, disarankan agar pembaca menggunakan bahan belajar tambahan saat mengacu pada buku ini
Pengaruh Peran Orang Tua terhadap Perilaku Prokratisnasi Akademik Siswa
Linda, Nur;
Ummah BK, Muh. Khaerul;
Rudini, Moh
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8865
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran orang tua dan dampaknya terhadap perilaku prokrastinasi akademik siswa. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh signifikan dari peran orang tua terhadap prokrastinasi akademik di SDN 7 Tolitoli. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan total populasi sebanyak 105 siswa dari kelas II, III, IV, dan V, yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, foto, dan analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan antara peran orang tua dan perilaku prokrastinasi akademik sebesar 0,002 < 0,05, yang berarti Ho (tidak ada pengaruh) ditolak dan Ha (ada pengaruh) diterima. Ini menunjukkan bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Mengenali gejala prokrastinasi akademik yang sering dialami siswa di SDN 7 Tolitoli penting untuk mendorong partisipasi guru dan melibatkan orang tua siswa dalam mencari solusi terbaik, agar gejala prokrastinasi yang mengganggu aktivitas sehari-hari siswa dapat diatasi dan tidak menghambat perkembangan akademik mereka
Perbandingan Sistem Pendidikan Indonesia dengan Beberapa Negara: Perbandingan Kurikulum dan Infratruktur
Ariyanti, Lisa;
Astuti, Mutiara;
Izzatika, Amrina;
Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8866
Pendidikan memiliki posisi yang strategi dan sangat penting dalam meningkatkan kualitas semua warga negaranya menjadi warga negara yang memiliki harkat dan martabat. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan sistem pendidikan Indonesia dengan sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, serta Singapura, dengan fokus pada aspek kurikulum dan infrastruktur. Metode yang digunakan ialah analisis kualitatif terhadap sejumlah data yang diperoleh dari beberapa sumber, baik dari buku, artikel ataupun laporan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan di Indonesia cenderung lebih kaku dan berorientasi pada ujian. Jepang memiliki kurikulum yang mewajibkan peserta didiknya memiliki etika dan pendidikan karakter yang baik. Singapura menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel dan berbasis kompetensi. Sedangkan Korea Selatan kurikulumnya menekankan lebih kepada pemberian bekal kompetensi untuk mereka terjun langsung ke lapangan dengan pengalama. Selain itu infratruktur pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan, seperti kekurangan fasilitas dan akses yang tidak merata, dibandingkan dengan negara yang memiliki sistem pendidikan maju serta memiliki infrastruktur modern dan akses yang lebih baik. Temuan ini mengindikasikan perlu adanya reformasi dalam kurikulum dan pengembangan infrastruktur pendidikan di Indonesia untuk meningkatkan pendidikan dan menjawab tuntutan global. Diharapkan penelitian ini bisa dijadikan acuan dalam pembuatan kebijakan dan merumuskan strategi peningkatan sistem pendidikan di Indonesia.