cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Pengaruh fungsi kognitif terhadap kualitas hidup orang dengan epilepsi pada Komunitas Peduli Epilepsi Indonesia di Depok periode November 2017 – Maret 2018 Luvina Syakina; Irawati Hawari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7846

Abstract

Salah satu faktor yang memengaruhi kualitas hidup orang dengan epilepsi adalah penurunan fungsi kognitif yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti usia onset kejang, obat anti epilepsi, keaktifan dalam bekerja, dan frekuensi terjadinya bangkitan. Studi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh fungsi kognitif terhadap kualitas hidup orang dengan epilepsi pada Komunitas Peduli Epilepsi Indonesia di Depok. Studi ini bersifat analitik korelatif melalui pendekatan cross-sectional dengan jumlah subjek studi sebanyak 77 orang. Studi menggunakan metode wawancara dengan kuisioner MMSE dan pengisian kuisioner QOLIE-10. Hasil studi didapatkan 15 orang (19,5%) subjek yang mengalami gangguan fungsi kognitif. Hasil uji Spearman diperoleh fungsi kognitif memiliki pengaruh terhadap kualitas hidup orang dengan epilepsi pada domain efek samping obat anti epilepsi terhadap fisik (r = 0,470) dengan nilai signifikansi Sig. 0.000, energi (r = 0,289) dengan nilai signifikansi Sig. 0.011, kualitas hidup secara keseluruhan (r = -0,343) dengan nilai signifikansi Sig. 0.002, kekhawatiran terjadinya bangkitan (r = -0,256) dengan nilai signifikansi Sig. 0.025, kesulitan mengemudi (r = -0,308) dengan nilai signifikansi Sig. 0.006, dan keterbatasan hubungan sosial (r = 0,397) dengan nilai signifikansi Sig. 0.000.
Hubungan beban tas punggung terhadap low back pain pada pelajar kelas 3 SMA Kolese Gonzaga Angkatan 201 Mario Gisepha Dwiguno; Tjie Haming Setiadi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7847

Abstract

Low back pain merupakan salah satu gejala yang sering diderita oleh banyak orang, mulai dari usia muda sampai lansia. Dari keseluruhan profesi dalam masyarakat, terdapat banyak profesi yang sebagian besar dihabiskan dengan membawa beban dengan tas punggung, salah satunya adalah pelajar SMA. Studi ini dilatarbelakangi oleh permasalahan masih banyaknya pelajar yang tidak sadar dan membawa beban tas punggung yang berlebihan, dimana hal tersebut merupakan salah satu faktor risiko dalam menimbulkan low back pain. Studi dilakukan pada pelajar kelas 3 SMA Kolese Gonzaga angkatan 2015. Studi bersifat analitik dengan cross-sectional study dan pengambilan sampel menggunakan consecutive non-random sampling. Pelajar yang menderita low back pain dengan beban tas yang tidak ideal terdapat sebanyak 38 orang (86.7%) dan beban tas yang ideal sebanyak 12 orang (13.9%). Berdasarkan analisis statistik didapatkan nilai P sebesar 0.001 sehingga terdapat hubungan bermakna antara penggunaan tas punggung yang tidak ideal dengan kejadian LBP dengan PR= 6.14.
Gambaran pemilihan strategi coping terhadap stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Merlyn Priscilla; Yoanita Widjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7848

Abstract

Stres adalah perubahan perilaku dan emosi seseorang yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik eksternal maupun internal. Prevalensi stres pada mahasiswa fakultas kedokteran cukup tinggi. Stres harus diatasi dengan strategi coping karena banyak dampak buruk terjadi akibat stres yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran strategi coping terhadap stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara agar mereka lebih memahami manfaatnya dalam penanganan stres. Studi ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Responden studi sebanyak 184 mahasiswa Angkatan 2017 yang mengikuti blok Ilmu Kesehatan Masyarakat. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner ways of coping dan kuesioner lainnya  untuk menilai faktor – faktor terkait. Hasil studi menunjukkan bahwa strategi coping yang paling sering digunakan oleh mahasiswa FK yaitu accepting responsibility (48,4%), sedangkan yang paling sedikit, yaitu confrontive coping (1,6%). Hal ini sesuai dengan dimensi budaya yang ada di Indonesia, yaitu feminity dan restraint. Seseorang dengan usia,  kepribadian, dan status ekonomi yang berbeda dapat memilih strategi coping yang berbeda pula, namun tidak tergantung dengan jenis kelamin. Hasil studi ini memberikan informasi bagi responden dan institusi mengenai pentingnya pemilihan strategi coping dalam mengatasi stres, agar dapat mengambil langkah selanjutnya yang berdampak positif.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan T-score pada pasien perempuan osteoporosis di Rumah Sakit Gading Pluit periode tahun 2018-2019 Niken Rivie Kenyia; Lydia Tantoso
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7851

Abstract

Kepadatan massa tulang merupakan faktor penting dalam kesehatan tulang yang juga digunakan untuk diagnosa osteoporosis. Nilai kepadatan tulang dapat diukur dengan berabagai macam cara, salah satunya menggunakan alat bone densitometry. Usia, aktivitas fisik, jenis kelamin, diet dan Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan faktor yang dapat mempengaruhi nilai kepadatan tulang. Penurunan kepadatan tulang berhubungan dengan kejadian osteoporosis terutama pada perempuan usia ?50 tahun. Osteoporosis sering terjadi pada tulang belakang (spine), lengan bawah (forearm) terutama bagian distal dan paha (femur). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan IMT dengan T-score sebagai indikator risiko osteoporosis pada pasien perempuan usia ?50 tahun di RS Gading Pluit, Jakarta Utara, tahun 2018-2019. Diantara 83 responden didapatkan penelitian potong lintang ini diambil dari rekam medis. Dari penelitian ini, didapatkan 7.2% respondents dengan klasifikasi IMT kurang, 41% responden normal and 51.8% responden IMT berlebih. Hasil uji One-way ANOVA menyatakan adanya hubungan statistik bermakna antara IMT dengan T-score tulang belakang (P=0.07) dan T-score tulang paha (P=0.043). Tidak didapatkan hubungan bermakna antara IMT dan T-score lengan bawah (P=0.083). Semakin rendah IMT, maka semakin rendah T-score yang berarti semakin rentan terhadap risiko osteoporosis.
Identifikasi Escherichia coli pada susu kedelai tak bermerek di kota Tangerang Ratu Hendriani; Linda Budiarso
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7852

Abstract

Escherichia coli adalah salah satu bakteri yang sering mengontaminasi pangan termasuk susu kedelai. Kontaminasi mikroorganisme di susu kedelai bisa didapat dari penggunaan alat-alat pemrosesan yang kotor, kotoran di wadah pengolahan dan dapat juga berasal dari bahan baku yang tidak higienis debu dan faktor lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri Escherichia coli pada susu kedelai tak bermerek di Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan sebanyak 37 sampel susu kedelai tak bermerek yang dijual pedagang di pinggir jalan di Kota Tangerang. Sampel diperiksa untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya pertumbuhan koloni dengan menggunakan media MacConkey lalu diinokulasi ke media TSIA untuk membuktikan apakah koloni tersebut adalah Escherichia coli atau bukan. Dari hasil penelitian dengan MacConkey didapatkan data bahwa dari 37 sampel, 27 sampel positif koloni, lalu 27 sampel tersebut diinokulasi ke media TSIA dan didapatkan 15 sampel mengandung bakteri Escherichia coli. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar susu kedelai tak bermerek di Kota Tangerang mengandung bakteri Escherichia coli.
Preferensi gaya belajar dan hasil prestasi akademis mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara dengan risiko disleksia Rita Agustin; Wiyarni Pambudi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7853

Abstract

Disleksia adalah kesulitan belajar spesifik yang mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis individu. Karena kesulitan belajar yang dialami oleh orang dengan disleksia, penting bagi orang tua dan staf pengajar untuk mengetahui cara belajar yang dapat membantu individu disleksik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara belajar yang dipilih oleh mahasiswa dengan risiko disleksia dan dampaknya terhadap prestasi akademik. Metode penelitian adalah analitik cross-sectional dengan menggunakan kuesioner sebagai alat untuk skrining risiko disleksia dan cara belajar yang dipilih pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara pada Desember 2017. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik total sampling. Hasil studi didapatkan 32.2% mahasiswa di FK Universitas Tarumanagara berisiko disleksia dan 65% dari mahasiswa tersebut memilih cara belajar secara multisensorik. Analisis terhadap cara belajar dengan risiko disleksia ditemukan nilai p 0.378 dan rasio prevalensi 1.1, yang berarti terdapat hubungan secara epidemiologi. Pada analisis hubungan cara belajar pada mahasiswa dengan risiko disleksia terhadap prestasi akademik, ditemukan nilai p 0.611 dan rasio prevalensi 0.90 yang berarti tidak ditemukan hubungan secara analitik maupun epidemiologi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mahasiswa dengan risiko disleksia lebih memilih cara belajar secara multisensorik. Pemilihan cara belajar tidak mempengaruhi prestasi akademik sehingga perlu dicari cara lain yang dapat membantu mahasiswa disleksik agar dapat memiliki prestasi akademik yang memuaskan.
Perbedaan rerata tekanan darah antara guru dengan pola diet vegetarian dan non-vegetarian di Sekolah Tri Ratna dan Cinta Kasih Tzu Chi tahun 2018 Sherly Puspitasari; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7854

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia, salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi tidak selalu menimbulkan gejala, sehingga penderita tidak menyadari dan tidak mendapatkan pengobatan. Untuk mengurangi risiko hipertensi, dapat dilakukan dengan modifikasi pola hidup dengan diet sehat yaitu  makan dengan kalori seimbang, perbanyak buah dan sayur, mengonsumsi produk rendah lemak jenuh, rendah kolesterol, juga rendah garam dan gula. Diet vegetarian sebagian besar, rendah ataupun tidak mengandung produk hewani, juga lebih rendah lemak total, lemak jenuh dan kolesterol dibandingkan diet non vegetarian. Studi ini berupa analitik cross-sectional yang dilakukan terhadap 68 subjek dengan tujuan untuk melihat adanya perbedaan rerata tekanan darah antara kelompok vegetarian dan non-vegetarian. Data diperoleh menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan Food Recall 24 hour serta pengukuran tekanan darah. Studi ini memperoleh hasil secara statistik signifikan dengan p-value 0,0001 bahwa terdapat perbedaan tekanan darah yang bermakna antara kelompok vegetarian dan non-vegetarian, dengan hasil tekanan darah pada kelompok non vegetarian lebih tinggi dibandingkan kelompok vegetarian.
Analisis jumlah leukosit, lama gejala dan suhu tubuh sebagai prediktor lamanya operasi pada kasus apendisitis akut Siti Fathekhatul Khairiyyah; Peter Ian Limas
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7855

Abstract

Apendisitis adalah inflamasi pada apendiks; patologinya dimulai dari mukosa kemudian melibatkan seluruh lapisan dinding apendiks dalam waktu 24 - 48 jam.  Apendisitis  akut merupakan salah satu keadaan darurat bedah tersering. Gejalanya adalah nyeri daerah epigastrik atau bagian bawah umbilicus, demam dan pada pemeriksaan darah ditemukan lekositosis. Jika diagnosis tidak ditegakkan segera, maka dapat timbul komplikasi yang menyebabkan penanganan dan durasi pada saat tindakan operasi akan lebih sulit dan lebih lama. Tujuan dari studi ini untuk  menganalisis  jumlah  leukosit, lama  gejala, dan suhu tubuh sebagai prediktor lamanya operasi pada pasien apendisitis akut. Studi potong lintang dengan menggunakan data rekam medik pasien post operasi apendisitis di Rumah Sakit Sumber Waras pada bulan Januari - November 2017. Jumlah responden sebanyak 82 orang diambil dengan cara consecutive sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi- square. Didapatkan tidak terdapat hubungan bermakna antara leukosit (p=0,799), lama gejala (p=0,908), dan suhu tubuh (p=0,096) terhadap durasi operasi.
Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Menarche dini pada Siswi SMPN 1 Sumber Kabupaten Cirebon usia 12-15 tahun Tiara Rahmananda; Triyana Sari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7856

Abstract

Menarche merupakan menstruasi yang pertama kali terjadi yang menandakan seorang perempuan sudah memasuki masa pubertas. Namun, belakangan ini terjadi pergeseran usia menarche ke arah yang lebih muda. Indeks Massa Tubuh (IMT) seseorang diyakini memiliki peranan terhadap pergeseran usia menarche. Tujuan studi ini menganalisis hubungan antara IMT dengan menarche dini dengan menggunakan metode potong lintang. Responden sebanyak 151 siswi dengan usia antara 12-15 tahun. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Januari 2019 di SMP Negeri 1 Sumber Kabupaten Cirebon. Pengumpulan data meliputi pengukuran antropometri untuk mengetahui IMT dan pengisian kusioner untuk mengetahui usia menarche. Hasil studi menunjukkan bahwa 129 (85,4%) siswi memiliki IMT dengan kategori dibawah overweight dan 22 (14,6%) siswi memiliki IMT dengan kategori overweight dan 8 (5,3%) diantaranya mengalami menarche dini. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan antara IMT dengan usia menarche (p-value = 0,001, r = 6,800) di SMP Negeri 1 Sumber. Kesimpulan dari studi ini adalah semakin tinggi IMT seseorang maka semakin dini usia menarche. Salah satu cara untuk menormalkan IMT yaitu dengan meningkatkan aktifitas fisik.
Perbandingan fungsi paru antara mahasiswa perokok dan bukan perokok di Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara Verren Natalie; Susy Olivia Lontoh
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7857

Abstract

Rokok mengandung banyak zat berbahaya yang dapat mengakibatkan pembengkakan atau penyempitan saluran udara, kelebihan lendir pada paru, dan gangguan sistem pembersihan paru. Penumpukan zat beracun tersebut menyebabkan iritasi paru, dan akhirnya menurunkan fungsi paru. Penurunan fungsi paru dihubungkan dengan penurunan nilai kapasitas vital paru, kapasitas vital paksa, dan volume ekspirasi paksa satu detik. Ketiga parameter fungsi paru tersebut dapat diukur dengan menggunakan alat spirometri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan fungsi paru antara perokok dan bukan perokok. Penelitian analitik observasional  potong lintang ini melibatkan 82 mahasiswa teknik Universitas Tarumanagara yang berusia 20 - 25 tahun. Kebiasaan merokok diukur dengan kuesioner dan tes fungsi paru dengan alat spirometri. Data dianalisa dengan uji statistik Pearson Chi-square. Berdasarkan indeks Brickman, pada 41 responden bukan perokok, 15 orang diantaranya memiliki fungsi paru normal. sedangkan diantara 41 responden perokok, 32 orang mengalami kelainan fungsi paru. Antara perokok dan bukan perokok, didapatkan perbedaan fungsi paru berdasarkan volume ekspirasi paksa satu detik (P=0.008), namun tidak didapatkan perbedaan fungsi paru berdasarkan kapasitas vital paru dan kapasitas vital paksa (secara berurutan, P=0.185 dan P=0.073).