cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Uji fitokimia, aktivitas antibakteri dan aktivitas antioksidan batang bayam duri Jourdy Keintjem; Siufui Hendrawan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5872

Abstract

Indonesia, sebagai negara tropis, memiliki banyak tanaman obat atau herbal yang potensial untuk promosi kesehatan dan terapi ajuvan. Penggunaan tanaman herbal sebagai pengganti obat juga sedang popular dikarenakan efek samping lebih sedikit dibandingkan penggunaan obat. Namun tentunya harus dapat teruji secara ilmiah. Maka berangkat dari pemahaman tersebut, penelitian ini dilakukan untuk membuktikan apakah tanaman herbal dapat berguna bagi kesehatan. Bayam duri dipilih sebagai objek penelitian dikarenakan kurangnya pengetahuan atau pengujian akan tanaman herbal ini. Tiga pengujian yang dilakukan dalam penelitian kali ini adalah uji fitokimia, uji aktivitas antibakteri dan uji aktifitas antioksidan. Pengujian antibakteri dilakukan terhadap bakteri Escherichia Coli. Pengujian anti oksidan dilakukan pada 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Hasil penelitian tersebut, batang bayam duri segar menunjukkan hasil steroid positif yang tinggi dan saponin positif rendah. Ekstrak kloroform batang bayam duri juga terdeteksi dengan steroid positif yang tinggi, hasil positif rendah terpenoid, fenolik dan flavonoid. Ekstrak batang bayam duri menunjukkan aktivitas antioksidan (IC50) sebesar 896,87 ppm namun tidak ada aktivitas antibakteri terhadap Escherichia Coli. Maka dapat disimpulkan bahwa batang bayam berduri masih dapat berpotensi sebagai antioksidan.
Hubungan tingkat pendidikan formal ibu terhadap kepatuhan dalam pemberian imunisasi dasar di bawah usia 1 tahun di Puskesmas Pancoran Jakarta Selatan periode 2017 – 2018 Kurnia Elsa Oktaviana; Ernawati Ernawati
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5873

Abstract

Imunisasi adalah prosedur terpercaya untuk mencegah penyakit menular yang dapat menimbulkan kecacatan atau kematian pada manusia seperti penyakit tuberkulosis, campak, difteri, pertusis, tetanus, radang selaput otak dan polio. Terdapat faktor yang memengaruhi keputusan orang tua untuk mengimunisasi anaknya, seperti tingkat pendidikan formal ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan formal ibu terhadap kepatuhan imunisasi dasar yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Pancoran pada ibu yang memiliki bayi berumur lebih dari 9 bulan. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional serta pengambilan sampel menggunakan metode consecutive non random sampling dan didapatkan 70 responden. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan 18 orang (25,7%) memiliki pendidikan formal yang tidak cukup atau tidak tamat SMA, dan 52 orang (74,3%) memiliki pendidikan formal cukup atau tamat SMA. Terdapat 33 orang (47,1%) melakukan imunisasi secara lengkap dan tidak tepat waktu (tidak patuh), dan 37 orang (52,9%) melakukan imunisasi secara lengkap dan tepat waktu (patuh). Tidak ada hubungan bermakna antara pendidikan formal tidak cukup (< SMA) dengan tidak tepat waktunya imunisasi dasar (p value = 0,099), tetapi didapatkan bahwa responden dengan pendidikan formal tidak cukup memiliki kemungkinan 1,651 kali (PR = 1,651) lebih besar untuk tidak patuh dalam pemberian imunisasi dasar.
Uji aktivitas antibakteri minyak atsiri daun jeruk Kingkit (Triphasia trifoliata DC) terhadap Escherichia coli secara in vitro Kevin Hardisto; Oentarini Tjandra
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5874

Abstract

Sampai saat ini diare merupakan penyakit yang sering dijumpai di masyarakat dan pengobatannya sering menggunakan antibiotika antara lain Ciprofloxacin. Namun seiring dengan penggunaan yang luas dari Ciprofloxacin banyak menimbulkan efek samping. Maka masyarakat mencari alternatif pengobatan dengan menggunakan bahan alami, yaitu daun jeruk kimkit. Studi ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak atsiri daun jeruk kimkit yang terhadap Escherichia coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menguji aktivitas antibakteri minyak atsiri daun jeruk kimkit terhadap koloni Escherichia coli (ATCC 25922) dengan Ciprofloxacin sebagai kontrol. Uji dilakukan secara in vitro dengan menggunakan metode Kirby-Bauer Disk Difussion. Rerata zona hambat pada minyak atsiri 5 µl didapatkan 4,67 mm; minyak atsiri 10 µl didapatkan 11,33 mm dan pada minyak atsiri 15 µl didapatkan 13,33 mm. Rerata zona hambat Ciprofloxacin (kontrol) 46 mm. minyak atsiri daun jeruk kimkit (Triphasia trifoliata DC) mempunyai aktivitas daya hambat yang kuat terhadap Escherichia coli (ATCC 25922) pada kuantitas 10 µl dan 15 µl.
Hubungan antara penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim faktor risikonya dengan kadar hemoglobin di RS Islam Cempaka Putih Jakarta Pusat Amelia Amelia; Andriana Kumala Dewi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7829

Abstract

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu dari berbagai pilihan alat kontrasepsi. Pemakaian jangka panjang merupakan salah satu kelebihan dari AKDR, tetapi AKDR juga memiliki beberapa efek samping, termasuk menorrhagia yang merupakan keluhan yang paling sering terjadi. Menorrhagia merupakan gangguan menstruasi yang ditandai dengan menstruasi lebih dari 7 hari dan jumlah darah yang keluar lebih dari 80 mL. Menorrhagia dapat disebabkan oleh kelainan pembekuan darah, ketidakseimbangan hormon, infeksi panggul, pemasangan AKDR, dan fibroid termasuk mioma uteri. Studi potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan AKDR terhadap abnormalitas kadar hemoglobin, dan juga mengetahui hubungan faktor-faktor risiko terkait penggunaan AKDR seperti usia, indeks masa tubuh (IMT), lama penggunaan AKDR dan paritas dengan kadar hemoglobin. Pengumpulan data termasuk hasil laboratorium untuk kadar hemoglobin dilakukan di RS Islam Cempaka Putih Jakarta Pusat antara Mei-Agustus 2017.  Dari total 80 responden, kadar hemoglobin rendah didapatkan pada 13 (32,5%) responden diantara 40 pengguna AKDR dan 14 (35,0%) responden diantara 40 pengguna non-AKDR. Penelitian ini tidak mendapatkan hubungan yang bermakna antara penggunaan AKDR dengan terjadinya kadar hemoglobin yang rendah (p=0,81). Walaupun tidak didapatkan hubungan yang bermakna, terdapat indikasi adanya hubungan yang potensial antara faktor-faktor risiko seperti usia, IMT dan lama penggunaan AKDR dengan kejadian kadar hemoglobin rendah
Pengaruh gaya belajar auditori dan visual terhadap kelulusan ujian teori blok Biomedik 2 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara semester ganjil 2018 Angela Christine Sonjaya Putri; Rebekah Malik
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7830

Abstract

Gaya belajar adalah suatu karakteristik, kognitif, afektif dan perilaku psikomotoris. Gaya belajar sebagai indikator yang stabil untuk saling berhubungan dan bereaksi terhadap lingkungan belajar. Gaya belajar dibedakan menjadi tiga kelompok besar, yaitu gaya belajar visual, gaya belajar auditorial dan gaya belajar kinestetik. Secara teori di dapatkan bahwa, mahasiswa yang mempunyai gaya belajar auditori dan visual akan mempunyai hasil belajar ujian teori yang baik, dibandingkan mahasiswa dengan gaya belajar kinestetik. Sedangkan mahasiswa yang memiliki gaya belajar kinestetik akan mempunyai hasil ujian keterampilan lebih baik dibandingkan mahasiswa dengan gaya belajar auditori dan visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya belajar  dengan kelulusan ujian teori blok biomedik 2, pada 192 responden yang diambil secara acak, dengan menggunakan kuisioner. Hasil yang diperoleh yaitu 171 orang (89,1%) memiliki gaya belajar auditori dan visual, sisanya memiliki gaya belajar kinestetik. Dari mahasiswa yang lulus Ujian Teori Blok Biomedik 2 didapatkan 99 orang (51,6%) memiliki gaya belajar auditori dan visual. Hasil perhitungan data dengan Chi Square di dapat p value  0,725 ( > 0,05). Kesimpulan, gaya belajar auditori dan visual tidak berpengaruh terhadap angka kelulusan ujian teori blok Biomedik 2.
Hubungan overweight dan obesitas terhadap hipertensi pada pengemudi bus antar kota PT GM Jakarta Claudya Angelin Te'ne; Idawati Karjadidjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7831

Abstract

Pengemudi bus merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami obesitas. Tingginya prevalensi obesitas pada pengemudi bus disebabkan oleh beberapa faktor seperti tingginya asupan makanan tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Obesitas merupakan salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit kronik tanpa gejala yang dapat menjadi faktor resiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara overweight dan obesitas terhadap kejadian hipertensi pada obesitas bus antar kota. Studi ini merupakan studi analitik dengan metode potong lintang. Pengambilan 166 sampel menggunakan consecutive non random sampling, dengan mengukur berat badan dan tinggi badan untuk memperoleh nilai IMT, lingkar pinggang serta tekanan darah. Sebanyak 25 (15%) responden menderita hipertensi, 87 (52.4%) responden dengan obesitas dan 92 (55.4%) responden dengan obesitas sentral. Hasil studi ini tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara overweight dan obesitas dengan hipertensi (p value 0.28). Tetapi secara epidemiologi, didapatkan orang dengan IMT overweight atau obesitas memiliki risiko menderita hipertensi sebesar 1,636 kali lebih besar dibandingkan orang dengan IMT normal. Selain itu, juga tidak terdapat hubungan antara obesitas sentral dengan hipertensi, (p value 0.69 ; PR 0.82).
Karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 dengan tuberkulosis paru di Rumah Sakit Sumber Waras tahun 2016-2018 Denise Elycia; Samuel Halim
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7832

Abstract

Prevalensi penderita Diabetes Melitus tipe II dan Tuberkulosis paru terus meningkat di seluruh dunia. Pasien DM tipe II akan mengalami penurunan imunitas sehingga mudah terkena infeksi seperti TB paru, yang akan memengaruhi manifestasi klinis dan hasil tatalaksana penderitanya. Studi ini untuk mengetahui karakteristik serta persentase mortalitas pasien DM tipe II dengan TB paru. Studi deskriptif menggunakan metode cross sectional dilakukan pada 50 pasien DM tipe II dengan TB paru di Rumah Sakit Sumber Waras tahun 2016-2018 menggunakan data rekam medis. Didapatkan rata-rata responden berusia 55.1 tahun dan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (64%). Dari 9 responden yang melakukan pemeriksaan HbA1c didapatkan rata-rata kadar HbA1c sebesar 8%, dan rata-rata kadar GDS 220 mg/dl. Pemeriksaan sputum BTA positif pada 17 (34%) responden. Selain itu, hasil foto toraks yang menunjukkan adanya kesan TB paru didapatkan pada 40 (80%) responden. Dari 50 responden, 17 (34%) responden mendapat terapi insulin, 38 (76%) responden mendapat terapi obat antidiabetik oral dan didapatkan juga sebanyak 38(76%) responden yang mendapat terapi OAT. Terdapat 2 responden yang menderita TB ekstrapulmonal, dan persentase mortalitas sebesar 4%. Pasien DM tipe II dengan TB paru harus lebih diperhatikan sehingga dapat mengurangi tingkat mortalitas pasien.
Hubungan aktivitas fisik dengan komposisi tubuh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2013 Devin Valerian Jaya; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7833

Abstract

Berat badan berlebih dan obesitas saat ini menjadi masalah epidemi dengan jumlah melebihi 250 juta atau sekitar 7% dari populasi orang dewasa di dunia dan diperkirakan akan terus meningkat. Pada umumnya dalam menentukan status gizi seseorang digunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), namun IMT tidak dapat membedakan antara massa lemak dan massa bebas lemak. Massa lemak mempunyai hubungan dengan berbagai penyakit non-communicable disease. Tujuan studi ini untuk melihat gambaran pola aktivitas fisik dan komposisi tubuh pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2013 dan mengetahui hubungan antara pola aktivitas fisik dengan komposisi tubuh. Studi ini merupakan studi analitik dengan desain potong lintang dan dilakukan pengambilan 61 subyek secara judgemental. Hasil studi dengan menggunakan Physical Activity Level Questionnaire untuk mengetahui pola aktivitas fisik dan Bioelectrical Impedance Analysis untuk mengetahui komposisi tubuh, didapatkan 31,1% mempunyai pola aktivitas fisik rendah dan masing-masing 34,4% dengan pola aktivitas fisik aktif dan sangat aktif. Subjek dengan pola aktivitas fisik rendah memiliki massa lemak terbanyak di kategori berlebih (45%) dan pola aktivitas fisik aktif dan sangat aktif terbanyak di kategori kurang (43,9%). Hasil uji hipotesis dengan Chi-square didapatkan nilai p-value 0,135 (>0,05) dan nilai PR 1,97, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pola aktivitas fisik dengan komposisi tubuh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2013. Namun, subjek dengan aktivitas fisik rendah memiliki risiko sebesar 1,97 kali lebih besar mengalami massa lemak berlebih dibandingkan dengan subjek dengan aktivitas fisik yang aktif.
Hubungan merokok dengan fungsi kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Wreda Budhi Mulia 2 Jakarta Barat Devina Adelina Wijaya; Noer Saelan Tadjudin
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7834

Abstract

Demensia adalah penyakit neurodegeneratif yang dimulai dari awal kehidupan dan menyebabkan menurunnya fungsi kognitif. Penyakit ini menyebabkan masalah kesehatan masyarakat dan masalah sosial. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya demensia, salah satunya adalah kebiasaan merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan merokok dengan penurunan fungsi kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jakarta Barat. Studi ini merupakan studi analitik dengan desain potong lintang yang dilakukan selama lima bulan. Pengambilan 68 responden lansia secara purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia atau MoCA-Ina yang bersumber dari stroke registri-INA 2012. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square dengan angka kemaknaan p < 0,05. Hasil studi tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara merokok dengan demensia (p = 0,40), tetapi subyek perokok berat memiliki faktor resiko 2,11 kali lebih cenderung mengalami penurunan fungsi kognitif. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara merokok dengan penurunan fungsi kognitif.
Hubungan adiksi internet dan kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2017 Edlin Gisela; Arlends Chris
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7835

Abstract

Sekarang ini internet berkembang dengan pesat, bahkan memicu pada suatu adiksi baru yang disebut adiksi internet. Adiksi internet adalah penggunaan internet secara berlebihan. Adiksi internet dapat menyebabkan berbagai gangguan psikologis seperti kecemasan. Kecemasan merupakan suatu gangguan psikologis berupa perasaan takut yang berlebihan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara adiksi internet dan kecemasan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode potong lintang. Responden dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2017. Responden diminta untuk mengisi 2 kuesioner, yaitu kuesioner Internet Addiction Test untuk mengukur tingkat adiksi internet dan Beck Anxiety Inventory untuk mengukur tingkat kecemasan. Dari 132 responden yang terdiri dari 44 mahasiswa laki-laki dan 88 mahasiswa, 47 (35.6%) responden tidak mengalami adiksi internet, 61 (46.2%) mengalami adiksi internet tingkat mild, 23 (17.4%) mengalami adiksi internet tingkat moderate, dan 1 (0.8%) mengalami adiksi internet tingkat severe. Sedangkan untuk kecemasan 50 (37.9%) responden mengalami kecemasan minimal, 24 (18.2%) mengalami kecemasan tingkat mild, 9 (29.5%) tingkat moderate, dan 19 (14.4%) mengalami kecemasan tingkat severe. Hasil analisa data tidak ditemukan adanya hubungan bermakna secara statistk tetapi hubungan positif kuat secara epidemiologi antara adiksi internet dan kecemasan (p value >0.005; PR 1.274).

Page 11 of 40 | Total Record : 395