cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Depresi dan kerentanan lansia di panti wreda wilayah Jabodetabek Lee, Yuffie Elizabeth; Biromo, Anastasia Ratnawati
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.30813

Abstract

Depresi adalah suatu gangguan psikologis yang sering ditemukan pada lansia, khususnya lansia yang tinggal di panti dan jauh dari keluarga. Sementara frailty merupakan kondisi yang umum ditemui pada lansia sebagai salah satu dampak dari proses penuaan. Berbagai penelitian mendapatkan hasil bahwa depresi dan frailty berhubungan erat, dimana depresi dapat memperberat kondisi frailty dan frailty juga dapat memperberat depresi pada lansia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara depresi dan frailty pada lansia yang tinggal di panti. Studi potong lintang analitik ini melibatkan 124 responden lansia berusia > 60 tahun dengan teknik pengambilan data consecutive sampling. Prevalensi depresi diukur dengan menggunakan kuesioner Geriatric Depression Scale 15 (GDS-15) dan prevalensi frailty diukur dengan FRAIL Scale. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 50 responden (61,7%) mengalami depresi dan frail dan 31 responden (38,3%) mengalami depresi namun tidak frail. Studi mendapatkan adanya hubungan bermakna antara depresi dan frailty dengan p-value 0,001 dan PRR 1,89. Depresi dan frailty dapat terjadi secara bersamaan sekaligus memperberat satu sama lain.
Hubungan hipertensi dengan osteoarthritis genu (radiografi konvensional) di RS Royal Taruma Jakarta Barat Fransisco, Melkior Michael; Widjaya, Inge Friska
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.30842

Abstract

Osteoarthritis (OA) genu, penyakit sendi degeneratif yang disebabkan oleh pemakaian berulang atau ‘wear-and-tear’ pada sendi lutut, dinyatakan WHO pada tahun 2023 sebagai prevalensi terbanyak dari OA. Salah satu modalitas diagnostik yang dapat dipakai ialah menggunakan radiografi konvesional genu. Osteoarthritis genu dapat disebabkan oleh banyak faktor, namun ada faktor resiko yang pengaruhnya masih kurang pasti, yaitu hipertensi. Komplikasi kedua penyakit tersebut sama-sama dapat menyebabkan disabilitas, maka studi ini ingin meninjau lebih lanjut pengaruh hipertensi terhadap OA. Studi bersifat analitik dan menggunakan desain cross-sectional dengan 126 jumlah pasien RS Royal Taruma selama bulan Januari-Maret 2024. Variabel yang diteliti terdiri dari tekanan darah pasien dan nilai Kellgren-Lawrence pasien. Data dianalisis dengan uji chi square dan disajikan ke bentuk tabel. Studi ini menemukan 78 pasien osteoarthritis genu dan juga mengalami hipertensi, dimana di dalam studi ini tidak ditemukan adanya hubungan antara hipertensi dengan dengan terjadinya osteoarthritis genu (p-value = 0.859; PR = 1,01).
Hubungan efikasi diri dengan self-directed learning readiness mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021 Darajat, Salsa Aulia; Tjandra, Oentarini
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.30951

Abstract

Self-Directed Learning, proses mahasiswa berinisiatif untuk merancang pembelajaran dimulai dari menentukan strategi hingga mengevaluasi hasil pembelajarannya, dibutuhkan mahasiswa kedokteran untuk menerapkan belajar sepanjang hayat agar setelah menjadi dokter mereka dapat mengembangkan kompetensinya dengan selalu memperbarui pengetahuan seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi di bidang medis. Tingkat SDL seseorang dapat diukur menggunakan Self-Directed Learning Readiness (SDLR). Faktor yang dapat memengaruhi SDLR antara lain efikasi diri. Efikasi diri merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuan yang dimiliki untuk bertindak dan mengatur hal yang diperlukan dalam mencapai suatu pencapaian. Efikasi diri dapat memengaruhi usaha, ketekunan, dan pencapaian seseorang dalam belajar. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan tingkat SDLR pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021. Studi ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan studi potong lintang. Sebanyak 132 responden mengisi kuesioner General Self Eficacy Scale (GSES) dan Self-Directed Learning Readiness Scale (SDLRS). Hasil studi menunjukkan 65 (49,2%) responden memiliki efikasi dan SDLR sedang, 42 (31,8%) responden memiliki efikasi sedang dan SDLR tinggi, dan sisanya 25 (18,9%) responden memiliki efikasi diri dan SDLR tinggi. Studi ini menujukkan signifikansi antara efikasi diri dengan SDLR (p-value=0,000; PR=2,548).
Gambaran Profil Lipid Pasien Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Cengkareng Jakarta Barat Caesarnoko, Muhamad Agrin; Marina Ludong
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.31024

Abstract

Diabetes melitus menjadi salah satu penyebab kematian dini di seluruh dunia. Selain itu, penyakit ini juga merupakan penyebab utama kebutaan, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Berdasarkan penyebabnya, diabetes diklasifikasikan dalam 3 jenis, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2 dan tipe gestasional. Studi ini bertujuan untuk mengetahui profil lipid pasien diabetes melitus tipe 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi observasional deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian diambil dengan teknik simple random sampling. Besar sampel yang akan diteliti oleh peneliti adalah sebanyak 130 sampel. Data penelitian diambil dari data rekam medis yang menunjukan hasil pemeriksaan profil lipid yang meliputi: kolesterol total, trigliserida, kolesterol HDL, dan kolesterol LDL. Profil Lipid Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng Jakarta Barat dengan kadar nilai rata-rata kolesterol total sebesar 195,36 mg/dL, trigliserida 157,84 mg/dL, HDL 44,77 mg/dL, dan LDL 124,90 mg/dL. Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa pasien memiliki profil lipid yang mendekati batas normal namun dengan kecenderungan peningkatan risiko, terutama pada kadar trigliserida dan LDL yang tinggi serta HDL yang rendah.
Hubungan usia dan jumlah lekosit terhadap tingkat keparahan apendisitis akut di RS Sumber Waras periode 2020-2023 Nurani, Amelia Ambar; Purnomo, Yonathan Adi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.31038

Abstract

Apendisitis ialah peradangan pada apendiks vermiformis, umumnya disebabkan oleh obstruksi lumen. Diagnosis dapat ditegakkan dengan pemeriksaan laboratorium seperti jumlah sel darah putih dan CRP, serta dengan bantuan pemeriksaan radiologi seperti CT scan yang memiliki sensitivitas tinggi dalam mengidentifikasi apendisitis akut. Metode studi ini menggunakan analitik cross sectional dengan data rekam medis Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat selama tahun 2020-2023. Total sampel sebanyak 346 subjek dengan menggunakan teknik total sampling. Uji analisis chi square untuk mengetahui hubungan anatara usia dan jumlah leukosit dengan tingkat keparahan apendisitis akut. Subjek studi ini paling banyak pada kelompok usia tidak berisiko (295 subjek;85,3%), jumlah leukosit ≤18.000/µL (314 subjek; 90,8%), dan apendisitis akut tanpa komplikasi (235 subjek; 67,9%). Hail uji analitik tidak didaptkan hubungan yang signifikan anatara usia dengan derajat apendisitis akut (p-value = 0,067; PRR = 1,429). Namun, antara jumlah leukosit dengan derajat keparahan apendisitis akut memiliki hubungan yang signifikan (p-value = 0,000; PRR = 3,310). 
Gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021 pada penanganan awal tersedak Putra, Robby Tri Juleo; Malik, Rebekah
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.31057

Abstract

Tersedak merupakan kejadian kedaruratan yang sering terjadi, umumnya disebabkan oleh makanan atau benda asing lainnya. Umumnya, keadaan ini terjadi ketika berbicara atau tertawa saat sedang makan.  Mahasiswa kedokteran harus memiliki pengetahuan yang cukup terhadap teknik penanganan awal korban tersedak. Tujuan studi ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan pada mahasiswa kedokteran terkait penanganan awal korban tersedak. Studi yang dilakukan bersifat deskriptif potong lintang terhadap 119 mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021. Pengambilan data melalui kuesioner yang berisi 18 pertanyaan terkait penangan awal korban tersedak. Hasil Tingkat pengetahuan dibagi menjadi tingkat pengetahuan yang “kurang” jika hasil total ≤50%, tingkat pengetahuan yang “cukup” jika >50% hingga <75% dan “baik” jika ≥75%. Pengetahuan mahasiswa kedokteran angkatan 2021 mengenai pertolongan pertama pada pasien tersedak tergolong memiliki tingkat pengetahuan yang “cukup” (73 responden; 61,3%). Sebagian kecil tergolong tingkat pengetahuan yang  “kurang” dalam penanganan pertama korban tersedak, yaitu sebanyak 46 (38,7%) responden dan tidak ada yang memiliki tingkat pengetahuan yang “baik”.  Berdasarkan hasil tersebut, sebaiknya mahasiswa kedokteran diberikan edukasi terkait penangan tersedak dengan tujuan memberikan pertolongan pertama pada siapapun yang membutuhkan karena merupakan keadaan kedaruratan  dan terdapat perbedaan teknik pada bayi, orang dewasa, ibu hamil dan obesitas.
Survei tingkat pengetahuan “pharmacology pain management” mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Putri, Elysia Fadhilah; Johan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.31064

Abstract

Nyeri merupakan perasaan tidak nyaman yang sering dialami dan menjadi alasan paling sering mengapa individu mengunjungi tenaga ahli professional perawatan kesehatan. Pada beberapa kasus ketika seorang dokter tidak kompeten dalam menilai rasa nyeri, mendiagnosis, dan meresepkan obat, akan membuat rasa nyeri menjadi sulit ditangani. Manajemen nyeri yang memadai merupakan kunci utama keselamatan dan kepuasan pasien serta kualitas layanan medis yang diberikan di rumah sakit. Studi ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan terkait pharmacology pain management pada mahasiwa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan tahun 2020. Studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional ini dilakukan dari bulan Januari-Mei 2024. Data studi didapatkan dari hasil 36 pertanyaan kuesioner, meliputi: pain assesment tools, pain pathway, klasifikasi myeri, nyeri nociceptive dan neuropatik, WHO analgesic ladder, serta farmakoterapi nyeri nociceptive dan neuropatik. Studi diikuti oleh 123 responden dan tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Hasil studi didapatkan sebesar 92 (74,8%) responden memiliki pengetahuan baik terkait pharmacology pain management, meliputi: pain assesment tools (73,2%), pain pathway (65,0%), klasifikasi nyeri (67,5%), pengetahuan nyeri nosiseptif (67,5%), pengetahuan nyeri neuropatik (67,5%), WHO analgesic ladder  (68,3%), farmakoterapi nyeri nociceptive yang terdiri dari mekanisme kerja obat (65,0%), sediaan dan dosis (66,7%), efek samping (64,2%), serta farmakoterapi nyeri neuropatik yang terdiri dari mekansime kerja obat (61,0%), dosis dan sediaan (27,6%), dan efek samping obat (70,7%). Secara keseluruhan, tingkat pengetahuan pharmacology pain management pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan tahun 2020 masuk ke dalam kategori baik.
Faktor risiko stroke pada pasien lanjut usia di Rumah Sakit Royal Taruma Herdiman, Alicia; Andriani, Rini
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.31067

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan paling sering di seluruh dunia. Proporsi kejadian stroke tertinggi di Indonesia terjadi pada individu berusia lebih dari 75 tahun. Stroke iskemik menyumbang sekitar 85% kasus, sedangkan stroke hemoragik hanya 15%. Prevalensi stroke di Indonesia mengalami peningkatan dimana pada 2018 angka kasus stroke di Indonesia sudah mencapai 10,9% permil dari 7% permil pada tahun 2013. Faktor risiko stroke terdiri dari faktor yang dapat diubah (hiperlipidemia, diabetes melitus, hipertensi, atrial fibrilasi, komsumsi alkohol, merokok, ketidak aktifan fisik, waist to hip ratio, diet, apolipoprotein B dan A1) dan tidak dapat diubah (usia, jenis kelamin, dan ras). Studi bersifat deskriptif dengan desain potong lintang untuk melihat gambaran faktor risiko pada semua pasien yang mengalami stroke dan berusia > 60 tahun di RS Royal Taruma. Total sampling digunakan untuk pengambilan 90 subjek studi. Variabel pada studi ini adalah usia, jenis kelamin, hipertensi, diabetes melitus, hiperlipidemia, atrial fibrilasi.  Sumber data menggunakan data sekunder dari pasien RS Sakit Royal Taruma adalah sumber data. Hasil studi menunjukkan karakteristik pasien stroke lansia pada studi ini adalah lebih banyak berjenis kelamin perempuan, mengalami hipertensi dan kelaianan jantung, menderita dislipidemia, namun sedikit yang menderita diabetes melitus.
Hubungan self-esteem dengan tingkatan stres pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020-2022 Putra, Rizki Cahaya; Irawaty, Enny
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.31072

Abstract

Mahasiswa kedokteran dapat mengalami stres yang tinggi dalam menempuh pendidikannya. Kondisi tersebut bila tidak diatasi dengan baik akan berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Stres yang terjadi berkaitan dengan self-esteem, yang merupakan keyakinan terhadap dirinya sendiri dalam menghadapi tantangan dan mengatasi tekanan dalam hidup. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan self-esteem terhadap tingkatan stres mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi analitik ini menggunakan desain potong lintang dan dilakukan di bulan Mei hingga Desember 2022. Sebanyak 305 mahasiswa angkatan 2020-2022 mengisi kuesioner Rosenberg self-esteem scale dan Perceived stress scale 10 dalam bahasa Indonesia. Mayoritas responden memiliki self- esteem sedang (72,4%) dan stres tingkat sedang (70.5%). Uji chi-square menunjukkan self-esteem memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan tingkatan stres (p-value <0,001). Responden dengan self-esteem rendah cenderung mengalami stres berat dibandingkan self-esteem sedang dan tinggi.
Pengaruh ekstrak kulit kayu angsana terhadap proses penyembuhan luka sayat pada Sprague-Dawley Pranata, Genclang Az Zahra; Nataprawira, Sari Mariyati Dewi; Eryani, Asteria
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.31086

Abstract

Luka merupakan hilangnya atau rusaknya jaringan tubuh tertentu. Kondisi ini dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul. Masyarakat di Indonesia mengobati luka menggunakan bahan – bahan alami yang memiliki banyak khasiat seperti, tanaman angsana atau Pterocarpus indicus. Selain digunakan sebagai obat luka, tanaman angsana juga sering digunakan untuk mengobati penyakit. Berdasarkan beberapa literatur tanaman angsana mengandung banyak senyawa kimia yang bermanfaat diantaranya, sebagai antiseptik, antibakteri, antiinflamasi, dan antibiotik. Namun saat ini khususnya pada penanganan luka, masyarakat lebih sering menggunakan povidone iodine sebagai antiseptik pada luka. Tujuan studi ini untuk melihat perbedaan ketebalan gambaran jaringan granulasi pada penyembuhan luka sayat yang diberikan ekstrak kulit kayu angsana dibandingkan dengan povidone iodine. Studi eksperimental menggunakan Sprague Dawley yang disayat dan dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu, kelompok yang dioleskan ekstrak kulit kayu angsana dan povidone iodine. Tikus diterminasi pada hari ke-7 dan hari ke-14. Hasil studi didapatkan bahwa ekstrak kulit kayu angsana memiliki ketebalan jaringan granulasi yang lebih tebal jika dibandingkan dengan pemberian povidone iodine baik pada hari ke-7 maupun hari ke-14 (178,28 μm vs. 133,28 μm dan 147,26 μm vs. 137,68 μm). Pemakaian ekstrak kulit kayu angsana lebih baik untuk penyembuhan luka dibandingkan povidone iodine.