cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung H - Kampus 2 UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27218686     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIAR atau yang lebih dikenal dengan Seminar Ilmiah Arsitektur adalah rangkaian seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 648 Documents
Pengaruh Pemilihan Warna Interior terhadap Peningkatan Branding Klinik Kecantikan Skinori Putra, Feza Restu; Indrawati, I
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa penting pemilihan warna bagi konsumen. Penggunaan warna ini juga bertujuan untuk mendukung branding kinik kecantikan Skinori yang fokus mengutamakan untuk menciptakan suasana yang sesuai dengan identitas merek yang ingin ditampilkan oleh klinik kepada para pelanggan. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dan bertujuan untuk mempelajari bagaimana warna memengaruhi branding klinik kecantikan. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur dan wawancara. Usulan desain interior klinik kecantikan Skinori didominasi dengan Warna coklat tua yang mendominasi interior berasal dari material bermotif kayu yang memberikan kesan yang tidak sesuai dengan identitas merek. Perancangan ulang elemen interior klinik kecantikan Skinori didesain ulang dengan warna-warna netral pada elemen interior yang telah direspon pada usulan desain. Sesuai dengan warna Identitas merek yang ingin ditunjukkan oleh klinik kecantikan Skinori. Desain bertujuan untuk menciptakan kesan dan suasana mewah, estetis, dan alami dengan penggunaan material alami di dalam ruangan. Sehingga dapat meningkatkan branding klinik kecantikan Skinori.
Analisis Pola Sirkulasi Pengunjung pada Tingkat Pendapatan Pedagang pasca Revitalisasi Pasar Jongke Surakarta Prihantoro, Irfan Mahfudz; Astuti, Dyah Widi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Jongke di Surakarta adalah salah satu pasar tradisional yang baru saja mengalami revitalisasi dalam rangka meningkatkan kondisi fisik dan fungsionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh revitalisasi Pasar Jongke Surakarta terhadap pendapatan pedagang dan analisis sirkulasi bagi pengunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat survei dengan melakukan wawancara kepada pedagang kios, kuesioner dan observasi langsung pada pasar jongke. Hasil penelitian yang didapat adalah (1) Sirkulasi yang ada pada Pasar Jongke sudah memenuhi standar SNI, (2) mendapatkan analisa tentang rata-rata pendapatan pedagang pasca revitalisasi, (3) Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung terkait pengelolaan terhadap Pasar Jongke dan upaya meningkatkan kesejahteraan pedagang serta memperhatikan kenyamanan bagi pengunjung pasar. Dan juga dapat memberikan wawasan perihal perancangan bangunan Pasar tradisional yang baik.
Analisis Pemanfaatan Tanah Kas Desa sebagai Pengembangan Kawasan Agrowisata (Studi Kasus: Desa Sobokerto, Kabupaten Boyolali) Ramadhan, Rafli; Astuti, Dyah Widi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah Kas Desa (TKD) adalah aset kekayaan desa yang dikelola oleh pemerintah desa untuk kepentingan umum. Pengelolaan TKD yang efektif dapat menjadi sumber pendapatan asli desa untuk menunjang roda pemerintahan. Optimalisasi TKD bisa memberikan dampak signifikan, salah satu caranya adalah dengan pemanfaatan untuk sektor pariwisata. Penelitian ini menganalisis potensi pemanfaatan TKD di Desa Sobokerto, Boyolali, untuk pengembangan kawasan agrowisata berkelanjutan. Dengan memanfaatkan lahan TKD seluas 10 hektar yang subur dan berbatasan langsung dengan Waduk Cengklik, kawasan ini memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata berbasis pertanian yang menarik, edukatif, dan ramah lingkungan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekaan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan agrowisata dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja baru, memberdayakan masyarakat lokal, serta melestarikan lingkungan. Penerapan elemen 4A of Tourism (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary Services) secara komprehensif juga direkomendasikan untuk meningkatkan daya tarik kawasan. Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta, agrowisata Desa Sobokerto dapat menjadi model destinasi wisata berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Identifikasi Penerapan Gaya Arsitektur Kolonial pada Fasad Baru Gedung Djoeang 45 Pasar Kliwon Surakarta Izzati, Dafina Rizqya; Setyowati, Suryaning
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai tahun 1923 kota Surakarta termasuk garda griliya melawan kolonialisme. Pada masa penjajahan Belanda, kota Surakarta merupakan wilayah otonomi Forstenlanden. Akibat dari invasi Belanda pada masa penjajahan di kota Surakarta terdapat pula berbagai macam bangunan bersejarah peninggalan Belanda, salah satunya adalah Gedung Djoeang 45. Gedung Djoeang 45, sebuah bangunan cagar budaya yang terletak di Pasar Kliwon, Kota Surakarta ini menceritakan kisah perjuangan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 silam. Pada tahun 2013 gedung ini mendapatkan ijin revitalisasi dan pada 2014 sampai 2019 mengalami revitalisasi pada segi tampilan yang kini dialih fungsi kan sebagai museum dan destinasi wisata popular dengan nuansa kolonial, untuk mengenang sejarah yang pernah ada di Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami gaya desain fasad baru Gedung Djoeang 45 serta kesesuaiannya dengan penggunaan gaya arsitektur kolonial. menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan mengunjungi dan mengamati objek secara langsung. Maka dapat diketahui bahwa gaya desain fasad baru Gedung Djoeang 45 sesuai dengan karakteristik gaya arsitektur kolonial, meskipun sudah melewati faktor harmonisasi lingkungan dari proses revitalisasi dan alih fungsi bangunan. Sehingga masyarakat dapat mengenal lebih jauh mengenai bentuk dan tampilan fasad arsitektur kolonial dan melestarikannya.
Signifikansi Pengaruh Orientasi Bangunan terhadap Efisiensi Energi Pencahayaan (Kasus: Perumahan di Karangayar) Ahmad, Jundi Faiza; Indrawati, I
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orientasi bangunan merupakan faktor penting dalam merancang efisiensi energi, terutama dalam hal pencahayaan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi orientasi bangunan, menghitung kebutuhan energi untuk pencahayaan dan membandingkan efisiensi energi pencahayaan terhadap beberapa orientasi bangunan. Dalam penelitian ini, simulasi dilakukan menggunakan simulasi DIALux Evo pada beberapa model orientasi bangunan yang berbeda untuk mengevaluasi intensitas pencahayaan alami yang diterima oleh ruang-ruang interior pada berbagai kondisi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi bangunan yang tepat dapat mengoptimalkan penggunaan cahaya alami, mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan, dan menghemat energi secara signifikan pada siang hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan orientasi rumah memiliki signifikansi yang relative rendah pada efisiensi energi pencahayaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perancangan bangunan yang lebih ramah lingkungan dan efisien energi.
Evaluasi Tata Letak Spasial terhadap Aksesibilitas dan Interaksi Sosial (Studi Kasus: Kos Putra Alungkene, Sleman, Yogyakarta) Naabih, Akhdaan Alam; Raidi, Syamsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah kos yaitu hunian sementara untuk individu, seperti mahasiswa, pekerja maupun umum guna membutuhkan hunian praktis. Penelitian ini mengevaluasi tata letak di Kos Putra Alungkene dan bagaimana hal itu memengaruhi kelancaran fungsional serta interaksi sosial antar penghuni. Dengan meningkatnya kebutuhan hunian praktis bagi mahasiswa, desain ruang yang baik menjadi semakin penting. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan mengobservasi terhadap kondisi fisik rumah kos serta wawancara dengan penghuni dan pengelola kos untuk mengetahui kebutuhan penghuni Kos Putra Alungkene. Berdasarkan dari hasil penelitian ini, Kos Putra Alungkene menunjukkan bahwa masih kurangnya sirkulasi yang baik dan belum memenuhi aspek kenyamanan interaksi sosial penghuni.
Reklamasi: Analisis Teori dan Implementasi dalam Penyediaan Lahan Hunian Jakarta Utara Syah, Muhammad Syahrul Fikryan; Nugroho, Muhammad Siam Priyono
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hunian merupakan kebutuhan pokok manusia yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mencerminkan kondisi ekonomi dan politik masyarakat. Di Indonesia, pertumbuhan penduduk yang pesat dan urbanisasi menyebabkan tingginya kebutuhan hunian, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan. Namun, keterbatasan lahan dan lonjakan harga properti membuat hunian layak sulit diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Reklamasi lahan menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menciptakan lahan baru dari wilayah perairan. Meski memberikan peluang untuk pengembangan kawasan komersial dan hunian, reklamasi juga membawa dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi yang signifikan. Secara lingkungan, reklamasi berpotensi merusak ekosistem pesisir, meningkatkan sedimentasi, dan memperburuk risiko bencana seperti banjir. Secara sosial, proyek reklamasi kerap mengorbankan komunitas pesisir, mata pencaharian nelayan, serta mengurangi akses masyarakat terhadap ruang publik. Sementara itu, secara ekonomi, manfaat reklamasi cenderung dinikmati oleh kelompok tertentu, dengan fokus pada pembangunan perumahan kelas atas yang tidak terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk memastikan reklamasi yang berkeadilan dan berkelanjutan, diperlukan pendekatan yang melibatkan perlindungan lingkungan, transparansi proyek, penghormatan terhadap hak masyarakat terdampak, dan kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat lokal. Solusi lain, seperti pengelolaan lahan eksisting dan pengembangan social housing, perlu menjadi prioritas. Secara keseluruhan, reklamasi dapat menambah luas daratan, tetapi tidak sepenuhnya efektif untuk mengatasi krisis hunian di Indonesia, khususnya untuk menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
Optimalisasi Desain Ruang Tunggu Eka Hospital Family untuk Meningkatkan Kenyamanan bagi Pasien dan Keluarga Anggraini, Sherly Mofa; Nurjayanti, Widyastuti; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan ruang tunggu di rumah sakit ibu dan anak sangat penting untuk meningkatkan pengalaman pasien dan keluarga. Penelitian ini menganalisis kenyamanan ruang tunggu di Eka Hospital Family, khususnya di area informasi dan apotek, dengan fokus pada aspek ergonomis, visual, termal, dan audial. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan sejauh mana fasilitas ruang tunggu memenuhi standar desain Neufert (2000) terkait kenyamanan ergonomis, serta mengukur dan menganalisis tingkat gangguan kebisingan dan suhu yang mempengaruhi kenyamanan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menilai tingkat kepuasan pengunjung terhadap aspek ergonomis, visual, termal, dan audial, guna menyusun rekomendasi perbaikan desain ruang tunggu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian pada kenyamanan ergonomis, seperti jarak antar kursi yang hanya 40 cm (standar 60 cm) dan meja administrasi yang terlalu tinggi (90 cm). Secara visual, pencahayaan rata-rata memenuhi standar 200 lux, tetapi beberapa area mendekati batas bawah pada sore hari. Dari aspek termal, suhu ruang tunggu 28–29°C melebihi standar kenyamanan 23–26°C. Tingkat kebisingan 55–63 dB juga melebihi batas ideal 45 dB. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan tata ruang, pengaturan pencahayaan, kontrol suhu, dan pengurangan kebisingan untuk menciptakan ruang tunggu yang lebih nyaman dan ergonomis.
Identifikasi Penerapan Arsitektur Ramah Disabilitas pada Fasilitas Masjid Besar Kota Tayu Ammaaruddin, Muhammad; Setyowati, Suryaning
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid merupakan salah satu bangunan umum yang difungsikan sebagai tempat ibadah bagi umat muslim. Ibadah merupakan hak semua manusia tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas. Fasilitas khusus untuk penyandang disabilitas dan lansia pada masjid perlu diperhatikan guna memenuhi hak-hak mereka seperti manusia normal pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauhmana fasilitas yang aksesibel bagi kaum disabilitas pada Masjid Besar Riyadlus Sholihin Kota Tayu. Ada 4 prinsip aksesibilitas sebagai acuan dalam konteks mengidentifikasi masjid yang ramah bagi kaum disabilitas yang pada prinsipnya berusaha memenuhi asas kegunaan, asas keselamatan, asas kemudahan dan asas kemandirian. Variabel pengamatan sesuai asas tersebut: ramp, pintu, toilet dan tempat wudhu. Metode pada penelitian ini yaitu secara deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi aksesibilitas pada Masjid Besar Riyadlus Sholihin Kota Tayu yang dikomparasikan dengan Peraturan Pemerintah No. 30/PRT/M/2006, kemudian divisualisasikan dalam bentuk desain. Hasil penelitian bahwa fasilitas dan aksebilitas untuk disabilitas pada Masjid Besar Riyadlus Sholihin Kota Tayu masih belum aksesibel sesuai pedoman dari pemerintah. Berdasarkan analisa tentang fasilitas khusus pada masjid ini akan dihasilkan visualisasi rekomendasi desain untuk 4 area masjid yakni ramp, pintu, toilet dan tempat wudhu. Kesimpulan yang didapat yaitu Masjid Besar Kota Tayu ini belum ramah terhadap penyandang disabilitas.
Perbandingan Estetika dan Kinerja HPL dengan Material Finishing Lain dalam Desain Interior Prayogi, Alvian Rifky; Indrawati, I
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan estetika dan kinerja High- Pressure Laminate (HPL) dengan berbagai material finishing lainnya yang digunakan dalam desain interior. Studi ini mengevaluasi aspek estetika yang mencakup visual, tekstur, dan kemampuan adaptasi desain HPL dibandingkan dengan material lain seperti veneer dan cat. Selain itu, kinerja material diukur berdasarkan ketahanan terhadap goresan, noda, panas, dan kelembapan. Metode penelitian yang digunakan mencakup survei kepuasan pengguna, dan analisis studi kasus pada beberapa proyek desain interior. Dari segi kualitas, visual, tekstur alami, dan fleksibilitas desain, HPL mencapai tingkat kepuasan responden 49%. Sebaliknya, cat populer karena harganya yang terjangkau dan variasi warna yang beragam, tetapi memiliki kelemahan dalam daya tahan dan tekstur. Veneer menawarkan estetika mewah alami, namun memerlukan perawatan khusus, material ini cocok untuk proyek dengan fokus estetika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HPL menawarkan kombinasi unggul antara estetika dan kinerja, namun pemilihan material finishing yang tepat tetap bergantung pada konteks penggunaan dan preferensi desain.