cover
Contact Name
Nur Evira Anggrainy
Contact Email
nur.bahrain@iain-manado.ac.id
Phone
+6285398951811
Journal Mail Official
jiva.pi@iain-manado.ac.id
Editorial Address
JL. Dr.S.H. Sarundajang Kawasan Ring Road I, Malendeng, Manado 95128
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health
ISSN : -     EISSN : 27234363     DOI : http://dx.doi.org/10.30984/jiva
JIVA: Journal of behavior and mental health adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Program Studi Psikologi Islam. JIVA merupakan kumpulan artikel yang memuat hasil-hasil penelitian maupun buah pikiran yang berdasarkan keilmuan psikologi. Keilmuan psikologi mengkaji tentang perilaku manusia serta hubungan manusia dengan sekitarnya. Oleh karena itu, JIVA hadir sebagai jurnal yang akan meneliti dan mengkaji masalah maupun fenomena yang dihadapi oleh manusia. JIVA menerima tulisan yang mengkaji keilmuan psikologi, dan setiap naskah tulisan yang masuk kepada para editor diminta untuk mengikuti format yang telah ditentukan. Semua naskah yang masuk, telah melalui peer-reviewer sebelum diterbitkan.
Articles 67 Documents
PERBEDAAN KESEHATAN MENTAL IBU PASCA MELAHIRKAN DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN, JUMLAH ANAK, DAN JENIS PEKERJAAN Purnomo, Nourma Ayu Safithri
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v5i2.3480

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the differences in mental health of postpartum mothers in terms of education level, number of children, and type of  employment. This study used quantitative methods with research data collected through Google Forms filled in by mothers who gave birth in the last 6 months. Data analysis in this study used 3-way Anova. Mental health variable was measured using the adapted MHI-18 scale. The results of the three-way ANOVA test showed that the number of children had a significant effect on the mental health of postpartum mothers (p < 0.05), while the level of education and types of employment did not show a significant effect. In addition, there was no interaction between the independent variables simultaneously in influencing the mental health of postpartum mothers. The results of this study also highlight the importance of providing support to mothers who have more children. The social support from family and society is key in helping mothers cope with postpartum psychological distress.Keywords : Mental Health, Education Level, Number Of Children, Types of  Employment ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kesehatan mental ibu pasca melahirkan ditinjau dari tingkat pendidikan, jumlah anak, dan jenis pekerjaan. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data penelitian yang dikumpulkan melalui Google Form yang diisi oleh ibu yang melahirkan dalam 6 bulan terakhir. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Anova 3 jalur. Variabel kesehatan mental diukur menggunakan skala MHI-18 yang telah diadaptasi. Hasil uji Anova tiga jalur menunjukkan bahwa jumlah anak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan mental ibu pasca melahirkan (p < 0,05), sementara tingkat pendidikan dan bentuk pekerjaan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Selain itu tidak ditemukan interaksi antara variabel bebas secara simultan dalam memengaruhi kesehatan mental ibu pasca melahirkan. Hasil penelitian ini juga menyoroti pentingnya memberikan dukungan atau support pada ibu yang memiliki jumlah anak yang lebih banyak. Dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan menjadi kunci dalam membantu para ibu mengatasi tekanan psikologis pasca melahirkan.Kata Kunci: Kesehatan Mental,  Tingkat Pendidikan, Jumlah anak, Jenis Pekerjaan
HUBUNGAN ANTARA SHYNESS DENGAN SELF-ESTEEM PADA DEWASA AWAL YANG TIDAK BEKERJA DI KOTA MAKASSAR Rezqyawan, Nandhika; Ridfah, Ahmad; Syam, Rahmawati
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v5i1.3184

Abstract

ABSTRACTSelf-esteem really supports early adult individuals in getting a job, but most individuals who have entered the early adulthood phase still feel ashamed of themselves and their surroundings, making it difficult to get a job. This research aims to determine the relationship between shyness and self-esteem in young adults who do not work in Makassar City. The sample consisted of 402 respondents. The data collection technique was carried out using the instruments (1) shyness scale and (2) self-esteem scale. The technique used in hypothesis testing is the non-parametric statistic Kruskal-Wallis test. The results of the research show that 1) there is a negative relationship between shyness and self-esteem in young adults who do not work in the city of Makassar, 2) based on the results of hypothesis testing, the correlation coefficient value is -0.204 with a p value of 0.000, which means the shyness variable has a negative relationship with self-esteem. So the lower an individual's shyness, the greater the individual's self-esteem. Based on this, it can be concluded that there is a negative relationship between shyness and self-esteem in young adults who have not worked in Makassar City. The implications of this research provide a positive outlook for individuals who are not working so they can increase self-esteem and reduce shyness so they are more productive.Keywords: Self-esteem, Shyness, Young Adults ABSTRAKSelf-esteem sangat menunjang individu dewasa awal untuk mendapatkan pekerjaan namun kebanyakan individu yang sudah menginjak fase dewasa awal masih merasa malu dengan dirinya sendiri dan lingkungan sekitar sehingga sulit mendapatkan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara shyness dengan self-esteem pada dewasa awal yang tidak bekerja di Kota Makassar. Sampel berjumlah 402 responden adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen (1) skala shyness dan (2) skala self-esteem. Teknik yang digunakan dalam uji hipotesis adalah statistik non parametrik uji kruskal-wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada hubungan negatif antara shyness dengan self-esteem pada dewasa awal yang tidak bekerja di kota Makassar, 2) berdasarkan hasil uji hipotesis nilai koefisien korelasi sebesar -0,204 dengan nilai p sebesar 0,000 yang berarti variabel shyness memiliki hubungan negatif dengan self-esteem. Sehingga semakin rendah shyness individu maka semakin meningkat self-esteem yang dimiliki oleh individu. Berdasarkan hal tersebut maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif shyness dengan self-esteem pada dewasa awal yang belum bekerja di Kota Makassar. Implikasi penelitian ini memberikan pandangan positif bagi individu yang tidak bekerja agar mampu meningkatkan self-esteem dan menurunkan  shyness sehingga lebih produktif.Kata Kunci: Dewasa awal, Self-esteem, Shyness
PERBEDAAN PENGAMBILAN RISIKO WIRAUSAHA DITINJAU DARI JENIS MOTIVASI BERWIRAUSAHA Mathar, Andi Muthmainnah; Muis, Ismarli; Hamid, Andi Nasrawaty
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v5i1.3010

Abstract

ABSTRACT Entrepreneurship is an activity that involves risk, so a risk-taking attitude is required for entrepreneurs to develop a business. Previous studies have confirmed that entrepreneurs' risk-taking is affected by individuals' motivation to start businesses. However, most studies focused on two types of motivation - necessity-based or opportunity-based or pulled and pushed - even though individual entrepreneurial motivations vary. This research aims to fill the gap by examining the risk-taking in 100 entrepreneurs regarding six types of motivation (Reluctant entrepreneurs, convenience entrepreneurs, economically driven entrepreneurs, social entrepreneurs, learning and earning entrepreneurs, and prestige and control entrepreneurs). Participants are 100 entrepreneurs in South Sulawesi who are founders, run their businesses every day, and are willing to participate in the research. The effects of examination suggest a distinction in the risk-taking of entrepreneurs based on their motivation. Prestige and control entrepreneurs are the highest risk-takers, while social entrepreneurs are the lowest. Research also suggests that the effect of education on risk-taking is significantly different. However, the difference in risk-taking among male and female entrepreneurs is insignificant. Our research has potential practical benefits to assist policymakers or business advisors in mapping risks according to business development potential based on an entrepreneur's entrepreneurial motivation categories, help women to increase their confidence in taking risks for their businesses, and encourage entrepreneurs to continue to learn and improve their abilities in both formal and informal environments.Keywords: entrepreneur, entrepreneurial motivation, entrepreneurial risk-taking ABSTRAKKewirausahaan merupakan suatu kegiatan yang memiliki risiko, sehingga diperlukan sikap berani mengambil risiko bagi wirausaha dalam mengembangkan usahanya. Penelitian sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa pengambilan risiko wirausaha dipengaruhi oleh motivasi individu untuk memulai bisnis. Namun, sebagian besar penelitian berfokus pada dua jenis motivasi – berdasarkan kebutuhan (necessity-based) atau berdasarkan peluang (opportunity-based) atau pulled and pushed – meskipun motivasi berwirausaha individu berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan mengkaji pengambilan risiko pada 100 wirausaha mengenai enam jenis motivasi, yaitu reluctant entrepreneurs, convenience entrepreneurs, economically driven entrepreneurs, social entrepreneurs, learning and earning entrepreneurs, dan prestige and control entrepreneurs. Responden penelitian adalah 100 wirausaha di Sulawesi Selatan yang merupakan pendiri, menjalankan usahanya setiap hari dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Dampak dari pemeriksaan ini menunjukkan adanya perbedaan dalam pengambilan risiko yang dilakukan wirausaha berdasarkan motivasi mereka. Prestige and control entrepreneurs merupakan pengambil risiko tertinggi, sedangkan social entrepreneurs merupakan pengambil risiko paling rendah. Penelitian juga menunjukkan bahwa pengaruh pendidikan terhadap pengambilan risiko berbeda secara signifikan. Namun, perbedaan pengambilan risiko antara wirausaha laki-laki dan perempuan tidak signifikan. Penelitian ini mempunyai potensi manfaat praktis untuk membantu pengambil kebijakan atau penasihat bisnis dalam memetakan risiko sesuai potensi pengembangan usaha berdasarkan kategori motivasi wirausaha seorang wirausaha, membantu perempuan untuk meningkatkan rasa percaya diri dalam mengambil risiko bagi usahanya, dan mendorong wirausaha untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuannya baik di lingkungan formal maupun informal.Kata Kunci: motivasi berwirausaha, pengambilan risiko, wirausaha
PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY TRAITS TERHADAP MARITAL SATISFACTION PADA PASANGAN TA’ARUF Hapsari, Rifani Nadya; Faradiba, Andi Tenri
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v5i1.3188

Abstract

ABSTRACTRecently, ta'aruf is one of the practices for Indonesian Moslems to find a life partner. Choosing the right life partner is necessary because personality characteristics are a determining factor in marital satisfaction. This study aims to determine how much the influence of big five personality traits on marital satisfaction in ta'aruf couples. This research approach is a quantitative approach with a cross-sectional research design. Respondents in this study were married couples, aged 20-59 years, who have been married for at least one year and underwent ta'aruf for a maximum of three months, which were obtained using an accidental sampling technique. The instruments used in this study are the Skala Kepuasan Pernikahan Pasangan Urban with 38 items (reliability = 0.77) and NEO-FFI-3 with 61 items (reliability = 0.95 – 0.97) which analyzed by simple linear regression technique. The results showed that there was an effect of extraversion (35.4%), openness to experience (31%), conscientiousness (19.4%), and agreeableness (13.7%) on marital satisfaction (p<0.05). However, neuroticism (2.5%) was found to have no effect (p>0.05) on marital satisfaction. The results of the ANOVA test show that there is a difference in average marital satisfaction at the level of income per month owned by the respondents. The results of this study focus on the importance of cultivating personality characteristics that can increase marital satisfaction in ta'aruf couples, both before marriage and after marriageKeywords: adulthood, arranged marriages, marital satisfaction, big five personality traits, marital relationship, ta’aruf,  ABSTRAKSaat ini, ta’aruf menjadi salah satu cara yang dilakukan individu beragama Islam di Indonesia untuk mencari pasangan hidup. Memilih pasangan hidup menjadi penting karena karakteristik kepribadian menjadi faktor penentu dalam marital satisfaction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara big five personality traits terhadap marital satisfaction pada pasangan ta’aruf. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Responden penelitian ini adalah pasutri yang menikah dari proses ta’aruf, berusia 20-59 tahun, sudah menikah minimal satu tahun dan menjalani ta’aruf maksimal tiga bulan, yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Skala Kepuasan Pernikahan Pasangan Urban dengan 38 item (reliabilitas = 0.77) dan NEO-FFI-3 dengan 61 item (reliabilitas = 0.95 – 0.97) yang dianalisa dengan teknik regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh extraversion (35.4%), openness to experience (31%), conscientiousness (19.4%), dan agreeableness (13.7%) terhadap marital satisfaction (p<0.05). Namun, neuroticism (2.5%) ditemukan tidak memiliki pengaruh (p>0.05) terhadap marital satisfaction. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa ada perbedaan rata – rata marital satisfaction pada tingkat penghasilan per bulan yang dimiliki responden. Hasil penelitian ini berfokus pada pentingnya untuk menumbuhkan karakteristik kepribadian yang dapat meningkatkan marital satisfaction pada pasangan ta’aruf, baik sebelum menikah maupun setelah menikah.Kata Kunci: arranged marriages, kepribadian big five, kepuasan pernikahan, ta’aruf, usia dewasa.
ANALISIS PERKEMBANGAN BAHASA ANAK SINDROM DOWN Ashari, Novita; Azis, Andi Sri Ramadana; Nadia, Nadia
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v5i1.3153

Abstract

ABSTRACTDown syndrome children have problems in language development because they have communication difficulties. The purpose of this study is to analyze language development in children with Down syndrome. The method used by researchers in qualitative research with a case study approach. Data collection techniques used are interview techniques, documentation, and observation. This research was conducted in class 2 SLB Negeri 1 Parepare City. The subjects in this study had the initials AN and SY. AN is 13 years old while SY is 9 years old. The results showed that AN had not been able to learn about the contextual meaning of punctuation marks, had not been able to use polite language and had not been able to compare language styles. While SY is not yet able to speak, is not brave enough to appear in public with effective grammar skills, is not interested in visual media and is not yet able to have adult-like speech patterns.Keyword:  Language Development, Down Syndrome ABSTRAKAnak sindrom down mempunyai permasalahan dalam perkembangan bahasa karena memiliki kesulitan pada komunikasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis perkembangan bahasa pada anak sindrom down. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Penelitian ini dilakukan di kelas 2 SLB Negeri 1 Parepare. Subjek dalam penelitian ini berinisial AN dan SY. AN 13 tahun sementara SY berusia 9 tahun. Hasil penelitian menujukkan bahwa AN belum mampu belajar mengenai makna konteks tanda baca, belum mampu menggunakan bahasa yang sopan dan belum mampu membandingkan gaya bahasa. Sementara SY belum mampu dalam berbicara, belum cukup berani tampil di depan umum dengan mampu memiliki pola bicara yang seperti orang dewasa.Kata kunci: Perkembangan Bahasa, Sindrom Down
PENGARUH MEMBACA AL-QUR’AN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN AKADEMIK PADA SISWA Mansyur, Zulkifli; Baba, Mastang Ambo; Bandil, Pertiwi Deviria
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v5i1.3155

Abstract

ABSTRACTAcademic anxiety is a significant issue among adolescents where high levels of anxiety can have a negative impact on mental well-beings. In an effort to deal with this, a holistic approach such as reading al-Qur'an which prioritizes mental well- being must be applied. This research aims to find out the effect of reading al- Qur'an on the level of academic anxiety on students. This research employed a quantitative approach with simple linear regression analysis involving 61 subjects. Data collection for the academic anxiety variable used the Academic Anxiety Scale adapted from Calhoun and Accocela, while the al-Qur'an reading variable was taken from the raw score of the al-Qur'an reading results of MA Assalaam students. The results of this study found that there was a significant negative correlation between the variable reading the al-Qur'an and academic anxiety with a score of -0.434. Furthermore, the results of the regression analysis show that reading al-Qur'an has a significant effect on academic anxiety (F-13.727 and p <0.05). Reading al-Qur'an makes an effective contribution of 18.9% to students' academic anxiety at MA Assalaam Manado.Key Words: Reading al-Qur’an, Academic Anxiety and Adolescents.  ABSTRAKKecemasan akademik merupakan masalah yang signifikan dikalangan remaja dimana tingkat kecemasan yang tinggi dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental. Dalam upaya menghadapi tersebut pendekatan holistik seperti membaca al-Qur’an yang mengutamakan kesejahteraan mental harus diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh membaca al-Qur’an terhadap tingkat kecemasan akademik pada pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana yang melibatkan 61 subjek. Pengumpulan data variabel kecemasan akademik menggunakan Skala Kecemasan Akademik yang diadaptasi dari Calhoun dan Accocela, sedangkan variabel membaca al-Qur’an diambil dari raw score hasil membaca al-Qur’an pelajar MA Assalaam. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada korelasi negatif yang signifikan antara variabel membaca al-Qur’an dan kecemasan akademik dengan skor sebesar -0,434. Selanjutnya, hasil analisis regresi menunjukkan membaca al-Qur’an memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecemasan akademik (F=13,727 dan p < 0,05). Membaca al-Qur’an memberikan sumbangan efektif sebesar 18,9% terhadap kecemasan akademik pelajar di MA Assalaam Manado.Kata Kunci: Membaca al-Qur’an, Kecemasan Akademik dan Remaja.
KEPRIBADIAN PENGGUNA FACEBOOK Anggrainy, Nur Evira; Aisa, Siti; Soleman, Aris
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v5i1.3183

Abstract

ABSTRACTFacebook is one of the social media that is often used to interact in cyberspace for students. The use of Facebook creates activity patterns that are divided into 4 categories, namely, electronic interactions, self-presentation, voyeurism, and gaming. Four categories of activity patterns of Facebook users can be related to the personality of individuals who use Facebook. The personality that is used to be associated with the pattern of facebook user activity is the big five personality. This study also raises the issue of the relationship between the personality of Facebook users for students in Manado City. The study used quantitative methods and the sampling technique used purposive sampling, with 250 participants. The questionnaires used are The Big Five Personality Inventory (BFI) and the Facebook Instrument Activity Pattern. The results showed that the extraversion personality trait had a significant relationship to electronic interactions and self-presentation. The personality trait of openness to experience has a significant relationship with electronic interactions, self-presentation, and voyeurism. The neuroticism personality trait has a significant relationship with voyeurism.Keywords: Personality. Pattern of Facebook Activity, and students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepribadian terhadap pola pengguna Facebook pada mahasiswa di Kota Manado. Penggunaan facebook memunculkan pola aktivitas yang terbagi atas 4 kategori yaitu, elektronic interactions, self-presentation, voyeurisme, dan gaming. Kepribadian yang digunakan untuk dihubungkan dengan pola dari aktivitas pengguna facebook yaitu the big five personality.Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling, dengan 250 partisipan.  Kuisioner yang digunakan yakni The Big Five Personality Inventory (BFI) dan Pattern Activity Facebook Instrument. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trait kepribadian extraversion memiliki hubungan siginifikan terhadap elektronic interactions dan self-presentation. Trait kepribadian opennes to experience memiliki hubungan signifikan terhadap elektronic interactions, self-presentation, dan voyeurisme. Trait kepribadian neuroticism memiliki hubungan  signifikan terhadap voyeurisme.Kata Kunci: Kepribadian, Pola Aktivitas Pengguna Facebook, dan mahasiswa