cover
Contact Name
Malik
Contact Email
alkarimastiq@gmail.com
Phone
+6287881807504
Journal Mail Official
messakelam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Solo-Tawangmangu KM. 34 Pakel, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. Kode Pos: 57791 Telp : (0271) 6901044
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
ISSN : 25493035     EISSN : 28293703     DOI : -
Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran Isy Karima Karanganyar setiap bulan Februari dan Agustus setiap tahun
Articles 112 Documents
Konsep Tadabur Al-Qur’an dalam Tafsir As-Sa’di Fauziyah, Nurrohmah
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2017): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v1i2.35

Abstract

Fungsi wahyu Al-Qur’an adalah sebagai petunjuk kepada kebenaran hidup. Al-Qur’an juga memberikan berkah kepada mereka yang ingin membaca, mempelajari, merenungkan, dan mengamalkan isi yang terkandung di dalamnya. Melihat pentingnya fungsi Al-Qur’an, umat Islam dilarang untuk menyia-nyiakan dan meninggalkan Al-Qur’an. Namun, tidak sedikit umat Islam di zaman sekarang yang hanya membaca Al-Qur’an tanpa tadabur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tafsir As-Sa’di mengenai ayat-ayat yang mengandung kata tadabur dan bagaimana cara merenungkan Al-Qur’an menurut As-Sa’di. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir maudhu’i (tematik). Hasil penelitian ini mencatat bahwa tadabur menurut As-Sa’di dalam tafsirnya adalah perintah Allah kepada umat Islam, agar mereka mau merenungkan dan menghargai isi Al-Qur’an, sehingga akan memperoleh beberapa manfaat, termasuk meningkatkan keyakinan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah yang membuat seseorang akan mengenal Tuhannya, menerima petunjuk kebaikan dan terlindung dari kejahatan, membuka pintu kebenaran, mendapatkan berkah dalam hidup dan juga menghindari sifat munafik dan kafir yang menolak kebenaran Al-Qur’an.
Perilaku Homoseksual dalam Perspektif Tafsir Al-Azhar: Studi Analisis Kisah Nabi Luth Wirastho, Edy; Mukaromah, Robiatul
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2019): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v3i2.70

Abstract

Pada saat ini telah terjadi maraknya perilaku homoseksual di masyarakat. Beberapa kalangan telah mengaitkan perbuatan tersebut dengan perbuatan kaum Nabi Luth. Salah satu penyebab maraknya perkembangan kaum homoseksual di masyarakat adalah ketidakpedulian masyarakat terhadap perilaku ini. Secara umum Islam melarang perbuatan tersebut. Namun, dalam empat tahun terakhir, muncul beberapa penelitian yang menganggap bahwa homoseksual adalah kodrati, sesuatu yang sifatnya “given” atau dalam bahasa fikih disebut sunnatullah, yang mana tidak ada hubungannya dengan Nabi Luth. Penelitian ini fokus pada telaah ayat-ayat tentang kisah Nabi Luth dalam tafsir Al-Azhar, karya seorang ulama nusantara, Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan nama Hamka, dan perilaku homoseksual dalam penafsiran ayat-ayat tersebut. Kajian ini merupakan kajian kepustakaan, dengan metode penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ajaran Nabi Luth sebagaimana tersampaikan dalam Al-Qur`an terkait dengan Tauhid dan Syari’at. Kaum Nabi Luth menentang ajaran Tauhid yang ia ajarkan. Homoseksual merupakan salah satu dari penyimpangan dan pengingkaran kaum Sodom terhadap risalah yang dibawa Nabi Luth. Homoseksual merupakan penyimpangan seksual yang paling menonjol. Kisah Nabi Luth yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dapat disimpulkan, meskipun tidak dijelaskan secara rinci isi ajarannya.
Penafsiran Ayat-ayat Perintah Infaq Fii Sabilillah: Studi Tematik Tafsir Al-Maraghi Iqbal, Ipmawan Muhammad; Chauriningsa, Nining
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2022): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harta di samping perhiasan hidup juga merupakan ujian dari Allah, Allah menguji hamba yang telah mendapatkan harta dengan bagaimana cara mengelola dan memanfaatkan harta tersebut, apakah orang yang memegang harta tersebut mampu memanfaatkanya dengan baik sesuai tuntunan agama Islam atau justru menjadikan harta tersebut membakar dirinya ibarat bara api yang yang terus dipegang. Oleh karena itu selanjutnya kedudukan harta dalam Islam harusnya sebagai bekal ibadah dan perjuangan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penafsiran Imam Al-Maraghi terhadap ayat-ayat perintah infâq fî sabîlillah dalam Tafsîr al- Marâghî, serta apa sajakah hikmah dari perintah infâq fî sabîlillah dalam Tafsîr alMarâghî. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan metode tematik (maudhu’i) sebagai teknik analisis data. Hasil analisis penelitian ini adalah, penafsiran Imam Al-Maraghi terhadap ayat-ayat perintah Infâq fî sabîlillah mengandung beberapa pokok pembahasan, di antaranya: Infâq merupakan tanda sempurnanya iman. Pentingnya menginfakkan harta di jalan Allah dengan Ikhlas dan perumpamaan orang yang enggan menginfakkan harta di jalan Allah. Perumpamaan orang yang berinfak ikhlas karena Allah. Sifat dan bentuk harta yang diinfakkan. Bolehnya berinfak secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Balasan bagi orang yang berinfak di jalan Allah. Sedangkan analisis hikmah dari perintah Infâq fî sabîlillah dalam Kitab Tafsîr al- Marâghî diantaranya: Ungkapan rasa syukur kepada Allah, sebagai perwujudan iman kepada Allah, sebagai sarana pembersih jiwa, menghindarkan seseorang dari api neraka, dan menumbuhkan rasa kasih sayang sesama manusia dan memupuk rasa solidaritas.
Etos Kerja dalam Al-Qur'an: Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah Romadhon, Arif Firdausi Nur
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v4i1.61

Abstract

Allah menjadikan semua yang ada di bumi sebagai lapangan untuk mencari rezeki atau kehidupan. Karenanya, manusia diperintahkan dalam Al-Qur’an untuk bertebaran di muka bumi ini untuk mencari anugerah dari Allah Swt. Apabila seseorang ingin mengalami kesuksesan dalam kehidupannya, salah satu modal utama adalah memiliki etos kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penafsiran ayat-ayat etos kerja dalam kitab Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah. Dua kitab tafsir terkemuka di Indonesia yang tentunya dalam penafsirannya sedikit banyak menyesuaikan dengan konteks ke-Indonesiaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Metode penelitian ini menggunakan komparatif yakni dengan menggambarkan penafsiran Hamka dan Quraish Shihab kemudian menganalisis perbedaan dari penafsiran keduanya. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa etos kerja menurut Hamka dan Quraish Shihab ialah bekerja dan berusaha menurut tenaga dan kemampuan, menggunakan akal pikirannya guna mencari karunia Allah, dan memperoleh bekal hidup di dunia. Perbedaannya bahwa Hamka menjelaskan kata amal dengan pekerjaan, usaha dan keaktifan hidup. Sedangkan Quraish Shihab menjelaskan kata amal dengan aneka amalan yang sholeh dan bermanfaat.
Studi Penafsiran Lafazh Al-‘Adl dalam Tafsir Al-Maraghi Sulthoni, Akhmad; Adawiyah, Robiatul
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2021): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v5i2.103

Abstract

Di dalam al-Qur’an terdapat kata al-‘Adl yang hampir terjemahan al-Qur’an dan beberapa liternatur kitab tafsir mengartikannya dengan “adil”. Makna al-‘adl sendiri tidak hanya adil atau menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya, tapi apabila dilihat dari kitab akhlak atau bila dilihat dari sisi al-Qur’an m3akna al-‘Adl memiliki signifi kansi yang berbeda. Karena itu, kita perlu untuk mengetahu makna lafazh al-‘Adl yang terdapat di dalam al-Qur’an. Di dalam al-Qur’an terdapat 28 lafazh al-‘Adl yang terbagi pada beberapa ayat al-Qur’an. 2 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran lafazh al-‘Adl oleh Ahmad Mushthafa al-Maraghi dalam tafsir al-Maraghi, serta untuk mengetahui metode yang beliau gunakan dalam menafsirkan ayat-ayat yang mengandung lafazh al-‘Adl. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, dan metode penelitian yang digunakan adalah metode tematik yaitu menghimpun seluruh ayat yang mengandung tema yang sama, kemudian menjelaskan dari penafsirannya. Hasil penelitian didapatkan lafazh al-‘Adl yang dipaparkan oleh al-Maraghi dalam tafsirnya memiliki makna 1)tebusan: al-Baqoroh: 48,123, al-an’am:70, 2)adil: al-Baqoroh:282, anNisa:3,58,129, al-Maidah:8,95,106, al-An’am:115,152, al-A’raf:159,181, an-Nahl:76,90, asy-Syu’ra:15, al-Hujurat:9, at-Talaq:2, 3)seimbang atau sebanding: al-Maidah:9, al-Infitar:7, 4)sekutu: an-Nisa’:135, al-An’am:1,150, an-Naml:60. Dalam menafsirkan ayat-ayat yang mengandung lafazh al-‘Adl al-Maraghi mengunakan gabungan metode penafsiran yaitu disebagian ayat beliau menjelaskan dengan metode ijmali (global) dan sebagian yang lain beliau menjelaskan dengan metode tahlili (analisis).
Implementasi Jilbab dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab Ayat 59: Studi Komparatif Kitab Tafsir Fi Zhilalil Qur'an dan Kitab Tafsir Al-Misbah Wirastho, Edy; An-Nabilah, Amatullah
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2021): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v5i1.52

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, pemahaman terhadap Al-Qur’an pun semakin berkembang diantaranya pemahaman tentang jilbab yang sempat menjadi perdebatan yang sangat kuat sehingga menimbulkan kerancuan pemahaman di antara masyarakat khususnya di Indonesia dengan munculnya pernyataan dari salah satu mufasir Indonesia, yaitu Muhammad Quraish Shihab bahwa kewajiban jilbab bagi wanita muslim merupakan ranah ikhtilaf, yang secara tersirat menyatakan bahwa jilbab bagi wanita muslimah tidaklah wajib. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna serta perbedaan dan persamaan penafsiran implementasi jilbab dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59 berdasarkan Tafsir Fi Dzilalil Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (Library Research), yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur, baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian dari penelitian terdahulu. Sumber primer yang digunakan ialah Tafsir Fi Dzilalil Qur’an karya Sayyid Quthb dan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Metode yang digunakan ialah Deskriptif Analisis, yakni penelitian yang mengutamakan pengamatan suatu gejala, peristiwa, dan kondisi aktual di masa sekarang untuk kemudian hasil penelitian akan diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulan menggunakan metode muqarin (perbandingan), yaitu menafsirkan teks-teks ayat Al-Qur’an atau surat tertentu dengan cara membandingkan ayat dengan ayat, ayat dengan hadits, atau ayat dengan pendapat para ulama tafsir dari segi perbedaan dan persamaan. Jilbab dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59 adalah bentuk perintah Allah Swt. melalui Nabinya agar supaya istri-istri beliau, anak-anak beliau, serta wanita-wanita mukminin agar menutupi tubuhnya, kepalanya, dan belahan baju yang terletak di dadanya, dengan jilbab yang menyelimutinya agar supaya terhindar dari sebab-sebab pelecehan dan sebagai pengukuhan penghormatan atas wanita muslimah. Dan anggota tubuh yang harus ditutupi ialah seputar kepala hingga tubuh wanita muslimah dengan membiarkannya menjulur sehingga menutupi wajah dan dadanya pula
Ayat- ayat Qasam Allah SWT dalam Juz ’Amma menurut Tafsir Al-Maraghi Hadijah, Siti
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2018): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v2i2.90

Abstract

Qasam (Arab: half dan yamin) yang artinya sumpah. Merupakan suatu ucapan yang ditunjukkan untuk mengukuhkan dan membenarkan. Dalam hal ini qasam adalah salah satu untuk penguat perkataan yang masyhur untuk memantapkan dan memperkuat suatu kebenaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maudhu’i (tematik) dengan mengumpulkan ayat-ayat dengan tema yang sama, yaitu tentang qasam Allah swt., kemudian memaparkan penafsiran ayat-ayat qasam Allah swt. dalam juz ‘amma dari kitab Tafsir AlMaraghi. Selanjutnya, menjelaskan hikmah yang bisa dipetik dari ayat-ayat sumpah Allah swt. dalam juz ‘amma menurut Tafsir Al-Maraghi. Pada dasarnya, hikmah qasam Allah swt. ini sangat terkait dengan objek sumpahnya. Di antara hikmahnya adalah untuk menunjukkan keagungan, kemuliaan dan kekuasaan, menunjukkan manfaat, kebaikan dan kebenaran yang ada di dalamnya, mengukuhkan apa yang hendak Allah swt. sampaikan kepada manusia serta mengukuhkan hati manusia dalam mengkaji dan mempelajari Al-Qur’an.
Makna Ulul Albab dalam Tafsir Al-Qur’anul ‘Azhim Humairoh, Ira Adriani
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v4i1.42

Abstract

Ulul Albab ini disebutkan dalam Al-Qur’an terdapat di 16 ayat yang tersebar dalam 10 surat. Penelitian ini pada kajian makna Ulul Albab dalam Tafsir Al-Qur`an Al-‘Azhim karya Abul Fida’ Imaduddin. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis (maudhu’i-tahlili) dengan jenis penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini didapatkan pula bahwa Ibnu Katsir tidak menjelaskan definisi Ulul Albab secara jelas, namun Ibnu Katsir menjelaskan ciri-ciri seseorang yang dikategorikan sebagai Ulul Albab, yaitu seseorang yang dalam hidupnya selalu berpikir dengan hati yang terbuka untuk memahami Al-Qur’an dan mengikuti ajaran Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam. Orang-orang yang memiliki kecerdasan akal yang diiringi dengan keimanan dan ketaqwaan (Ulul Albab) akan ditinggikan derajatnya di dunia dan akhirat. Didapatkan pula bahwa bahwa kecerdasan yang berproses pada makna Ulul Albab. Meliputi dua tema utama, yaitu siap menerima syari’at Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan mau mentadabburi ayat-ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Oleh sebab itu, dengan dua tema utama ini masih relevan dengan kehidupan manusia saat ini, meskipun beberapa syari’at ada yang tidak dijalankan. Tema-tema ini dapat dikatakan sebagai unsur-unsur seseorang yang semestinya dilakukan oleh seorang muslim agar menjadi Ulul Albab.
Konsepsi Pelecehan Terhadap Ayat dalam Surat Al-Jatsiyah: 7-11 dan Surat At-Taubah: 64-66: Studi Komparatif Antara Fi Zhilalil Qur’an dan Al-Azhar Faridah, Faridah
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2017): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v1i2.80

Abstract

Al-Qur’an adalah petunjuk menuju keselamatan dan kebahagiaan yang tiada keraguan di dalamnya. Hendaknya manusia bersikap baik terhadap Al-Qur’an, tetapi fenomena yang terjadi adalah ayat Al-Qur’an direndahkan, yakni ditulis pada sandal, sepatu, dan panci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) konsepsi pelecehan terhadap ayat dalam surat AlJatsiyah: 7-11 dan surat At-Taubah: 64-66 secara tafsir yakni tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Quthb dan Tafsir Al-Azhar karya Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka), 2) Persamaan dan perbedaan penafsiran dari keduanya 3) Hukum pelecehan terhadap ayat AlQur’an. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan tafsir komparatif (muqorin). Sumber primernya adalah tafsir Fi Zhilalil Qur’an dan tafsir Al-Azhar. Sedang sumber data sekundernya adalah buku-buku, majalah dan sumber lain yang berupa tulisan yang memiliki keterkaitan dan relevan dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data adalah dengan dokumen. Teknik analisis data menggunakan metode muqorin yaitu membandingkan penafsiran tafsir Fi Zhilalil Qur’an dengan tafsir Al-Azhar tentang ayat-ayat yang dikaji untuk melihat perbedaan dan persamaannya serta menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) konsepsi pelecehan terhadap ayat menurut Sayyid Quthb dan Buya Hamka: perkataan dan perbuatan secara terang-terangan atau tersirat yang menunjukan kepada merendahkan, kukuh dalam kebatilan, menolak kebenaran, menyombongkan diri atau berpura-pura tidak mendengar akan ayat-ayat Allah baik seluruh atau hanya sebagian 2) Perbedaan dari keduanya ialah Sayyid Quthb membahas lafal dan menyatakan bahwa pelecehan terhadap ayat termasuk pelanggaran akidah, sedang Buya Hamka tidak membahas lafal dan tidak menyatakan pelanggaran akidah akan tetapi memberikan beberapa contoh bentuk pelecehan terhadap ayat Al-Qur’an. Persamaanya adalah, mereka mengutip riwayat tentang asbab an-nuzul dari surat At-Taubah: 64-66 dan membiarkan riwayat tanpa penjelasan, yakni kisah Rasulullah ketika menghadapi pelecehan terhadap ayat. Tidak mengutip pendapat atau riwayat yang berkaitan dengan hukum pelecehan ayat, 3) Hukum Pelecehan terhadap ayat Al-Qur’an adalah haram, dan pelakunya menjadi kafir.
Pola-pola Pemeliharaan Al-Qur'an dalam Tinjauan Historis Pramono, Muh Fajar
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2017): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v1i1.31

Abstract

Pemeliharaan Allah saw. terhadap Al-Quran adalah suatu kepastian. Sebagaimana Firman Allah dalam QS. Al-Hijir: 15, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-Dzikr (Al-Quran), dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjaganya”. Tujuan dari makalah ini ingin mengungkapkan bagaimana pola-pola bentuk penjagaan Allah saw. dari masa ke masa. Kajian ini menggunakan pendekatan historis. Hasil kajian diketahui bahwa pola-pola bentuk penjagaan Allah swt. secara umum ada tiga pola, yaitu: Pertama, bertumpu pada kekuatan Al-Quran sendiri (bahasa dan sastra). Kedua, terletak pada kekuatan umat Islam, baik dalam tradisi menghafal dan menulis. Ketiga, jaminan dari Allah swt. itu sendiri

Page 7 of 12 | Total Record : 112


Filter by Year

2017 2025