cover
Contact Name
Malik
Contact Email
alkarimastiq@gmail.com
Phone
+6287881807504
Journal Mail Official
messakelam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Solo-Tawangmangu KM. 34 Pakel, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. Kode Pos: 57791 Telp : (0271) 6901044
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
ISSN : 25493035     EISSN : 28293703     DOI : -
Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran Isy Karima Karanganyar setiap bulan Februari dan Agustus setiap tahun
Articles 112 Documents
Konsep Al-Qur'an dalam Menghadapi Era Modern: (Studi Penafsiran Abul Hasan Ali An-Nadwi atas Surat Al-Kahfi) Sulthoni, Akhmad
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2017): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v1i1.66

Abstract

Teks Al-Quran dan hadits nabawi sebagai sumber utama ajaran Islam telah sempurna disampaikan dengan wafatnya Rasulullah saw. Di sisi lain, masalah-masalah yang timbul di tengah umat manusia, senantiasa berkembang seiring perubahan zaman. Respons umat Islam atas permasalahan ini dapat dilihat dalam usaha para ulama Islam untuk melakukan kajian yang mendalam atas dua sumber ajaran Islam itu untuk menjawab sekian banyak masalah kehidupan. Salah satu dari usaha itu adalah kajian Al-Quran secara maudhu’i atau tematik. Di antara kajian Al-Quran dengan tema tantangan era global atau zaman modern adalah kajian Abul Hasan Ali an-Nadwi atas surat Al-Kahfi, yang ia tulis dalam buku, ‘asShira` baina ad-Din wal Madiyyah, Taammulat fi Surati al-Kahfi’. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian Library Research, dan termasuk dalam kategori kajian tafsir Maudhu’i. Dalam penelitian ini dihasilkan bahwa an-Nadwi menjadikan surat Al-Kahfi sebagai objek kajian yang berfokus pada tema konsep Al-Quran dalam menghadapi era global. Konsep AlQuran dalam menghadapi era global disimpulkan oleh an-Nadwi dari kajiannya atas empat kisah utama dalam surat Al-Kahfi, yaitu kisah Ashabul Kahfi, kisah pemilik dua kebun, kisah pertemuan Nabi Musa as dengan Hidzir, dan kisah Dzhulqarnain. Keempat kisah tersebut memuat beberapa konsep besar tentang cara pandang seorang muslim dalam menghadapi kehidupan modern, yaitu konsep keimanan, cara pandang seorang mukmin terhadap harta, cara pandang terhadap ilmu, dan konsep umum kepemimpinan.
Studi Komparasi Penafsiran Henry Shalahuddin dan Musdah Mulia Terhadap Ayat-ayat Kesetaraan Gender Latifah, Sana
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2021): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v5i2.108

Abstract

Agama seringkali diindikasikan dengan ketimpangan gender. Musdah Mulia mengkaji Al-Qur'an sebagai dalil kesetaraan gender sebagai interpretasi baru dari penafsiran ulama patriarki. Berbeda dengan Henry Shalahuddin menilai adanya indikasi feminis Barat dalam kesetaraan gender. Penelitian ini adalah penelitian bersifat penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan dianalisa dengan dua teknik yakni interpretatif dan komperatif. Dengan mengumpulkan data terkait dengan penelitian kemudian dibandingkan. Adapun sumber data primer atau rujukan utamanya yaitu buku- buku karya Henry Shalahuddin dan karya Musdah Mulia. Sedangkan sumber data sekunder yaitu literatur dari buku, jurnal ilmiah, skripsi, dan artikel yang relevan dengan tema. Dari hasil analisa penelitian ini didapatkan bahwa konsep kesetaraan gender dalam Al-Qur'an yang disimpulkan Henry adalah konsep keluarga dan yang disimpulkan Musdah adalah implikasi ajaran tauhid. Dan terdapat persamaan dan perbedaan penafsiran terhadap dalil- dalil Al-Qur'an tentang kesetaraan gender antara Henry Shalahuddin dan Musdah Mulia diantaranya, persamaan melihat Al-Quran memuliakan perempuan dan tidak membeda- bedakan kedudukan antara laki-laki dan perempuan, dan perbedaan melihat makna ayat penciptaan manusia pertama, syariat hak waris dan hijab.
Kajian Tentang Penciptaan Alam Semesta dalam Perspektif Kitab Tafsir Al-Azhar dan Ilmuwan Sains Khotimah, Husnul
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v4i2.57

Abstract

Pada saat ini, dalam kajian-kajian agama Islam di masyarakat, masih sangat jarang adanya pembahasan seputar ilmu pengetahuan khususnya kajian tentang ilmu sains. Masih sangat kurangnya kajian yang menitikberatkan pada penelaahan tentang ilmu sains, misalnya tentang penciptaan alam semesta yang dihubungkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an, yang dijelaskan pada kitab-kitab tafsir Al-Qur’an. Padahal hal ini cukup sangat penting, mengingat adanya beberapa penemuan barat yang menjelaskan bahwa alam semesta ada dengan sendirinya, sehingga meniadakan sebuah proses penciptaan. Dengan demikian, jika penemuan tersebut diikuti, maka akan menjadikan manusia tidak memercayai bahwa adanya Tuhan (Allah) yang menciptakan alam semesta. Sehingga manusia menjadi kafir karena mengikuti penemuan tersebut. Di dalam kitab tafsir Al-Azhar karya Hamka mengenai penciptaan alam semesta ini, selain menerangkan tentang proses penciptaannya, Hamka juga menerangkan seputar keimanan yang harus dimiliki, bahwa alam semesta ini ada karena kuasa Allah Ta’ala. Oleh karena itu, penelitian ini fokus pada penciptaan alam semesta yang mengaitkan antara Kitab Tafsir Al-Azhar dan penemuan dari beberapa ilmuwan sains mengenai hal tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Deskriptif dalam hal ini berarti memaparkan secara objektif tentang penciptaan alam semesta. Sedangkan analitis adalah menganalisis data-data tersebut dengan jelas dan sistematis terhadap objek penelitian. Penciptaan alam semesta, yang awal mulanya menyatu dan bersatu padu, kemudian terpisah dengan dentuman besar. Sehingga terpisahlah langit dan bumi. Di mana alam semesta ini diciptakan dalam enam masa. Yang mana hanya Allah sajalah yang mengetahui persisnya waktu dan prosesnya. Enam masa itu terbagi menjadi dua masa adalah penciptaan bumi, kemudian dua masa Allah menyiapkan perlengkapannya sebagai tempat tinggal manusia, kemudian dua masa lagi adalah penciptaan langit yang terdiri dari tujuh tingkatan.
Kisah Nabi Musa dengan `Abdun dalam Al-Qur`An Menurut Kitab Tafsir Ibnu Katsir Abdullah, Imaradila Zahra
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2019): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v3i1.95

Abstract

Di antara kisah para Nabi yang terdapat di dalam Al-Qur`an, kisah Nabi Musa alaihis salam adalah yang paling banyak disebutkan dan diulang. Hal ini menunjukkan pentingnya mempelajari nilai-nilai dalam perjalanan hidup dan dakwah Nabi Musa. Dan satu dari sekian kisah Nabi Musa yang termaktub dalam Al-Qur`an adalah kisah Nabi Musa dengan ‘Abdun yang disebutkan pada surat Al-Kahfi ayat 60-82. Maka penelitian ini mengkaji kisah tersebut berdasarkan tafsir di dalam kitab Tafsir Al-Qur`an Al-‘Azhim karya Imam Ibnu Katsir yang merupakan mufassir sekaligus ahli hadits, ahli fikih, dan pakar sejarah. Fokus pembahasan penelitian ini ialah bagaimana kisah Nabi Musa dengan ‘Abdun dalam kitab Tafsir Al-Qur`an Al-‘Azhim, sumber-sumber penafsirannya, serta nilai dan ‘ibrah-nya. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini adalah dengan metode tahlili (analitis), yaitu menjelaskan makna dan tafsir dari ayat atau surat tertentu sesuai dengan urutan ayat Al-Qur`an yang tercantum dalam mushaf. Dalam menafsirkan kisah ini, sebagian besar rujukan yang diambil Ibnu Katsir adalah riwayat shahih dan tidak ada satu pun riwayat Israiliyat. Kisah ini menceritakan perjalanan Nabi Musa untuk mendapatkan ilmu dari ‘Abdun yang tidak lain adalah Khidhir, seorang Nabi yang Allah isyaratkan berada di pertemuan dua lautan. Selama perjalanan, Khidhir melakukan 3 perbuatan yang secara zhahir tampak sia-sia dan bertentangan dengan syariat. Yaitu saat Khidhir melubangi perahu, membunuh seorang anak, dan menegakkan dinding yang hampir roboh. Namun semua itu dilakukan Khidhir atas perintah Allah sebagai rahmat dari-Nya. Di dalam kisah ini terdapat nilai-nilai dan pelajaran bagi umat Islam, antara lain tentang pentingnya sikap sabar, metode tarbiyah (pendidikan) yang benar, etika terhadap ilmu dan pemilik ilmu, dan yang terpenting adalah tentang luasnya ilmu serta rahmat Allah bagi hamba-Nya.
Pendidikan Anak dalam Al-Qur’an: Studi Komperatif Tafsir Fi Dzilalil Qur’an dan Tafsir Al Azhar Terhadap Surat Luqman Ayat 12-19 Niswa, Autsaqun
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2018): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v2i2.47

Abstract

Fungsi Al-Qur’an diantaranya adalah memberikan solusi terhadap masalah kehidupan masyarakat, termasuk kemerosotan moral pada anak yang terjadi di zaman sekarang ini. Namun selain itu harus ada jiwa-jiwa dan semangat orang tua untuk membekali anak dalam melawan tantangan melalui pendidikan anak secara benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran Sayyid Quthb dan Buya Hamka terhadap ayat pendidikan anak dalam surat Luqman ayat 12-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode muqorin (metode komparasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menafsirkan surat Luqman ayat 12-19, baik Buya Hamka maupun Sayyid Quthb memberikan makna yang sama, saling menguatkan satu sama lain. Ayat 12 mengarahkan kepada kesyukuran, ayat 13 merupakan nasihat yang mengandung pengikraran tauhid, ayat 14 mengandung syukur kepada orang tua, ayat 15 menunjukkan ikatan nasab berada dalam urutan setelah ikatan akidah, ayat 16 menunjukkan bahwa Allah Maha Teliti atas segala sesuatu, ayat 17 merupakan perintah shalat, amar ma’ruf nahi munkar, dan bersabar dalam berdakwah, ayat 18 merupakan larangan berbuat sombong, dan ayat 19 menerangkan etika berjalan dan berbicara kepada orang lain. Namun, dari penafsiran tersebut ada beberapa perbedaan dalam penafsiran mereka. Pertama, dalam penasfirannya Buya Hamka memberikan judul pada pembahasan tema, sedangkan Sayyid Quthb tidak memberikan tema. Kedua, penafsiran Buya Hamka lebih banyak memberikan penjelasan riwayat hadits dibandingkan penafsiran Sayyid Quthb. Ketiga, Buya Hamka lebih banyak memberikan analogi dan contoh-contoh dalam masyarakat yang berkaitan dengan tema ayat dibandingkan penafsiran Sayyid Quthb. Rumusan pendidikan yang terkandung dalam surat Luqman ayat 12-19 adalah: mengajarkan bersyukur, mengajarkan tauhid, berbakti kepada kedua orang tua, merasa di bawah pengawasan Allah, pendidikan shalat, amar ma’ruf nahi munkar, belajar sabar, larangan berbuat sombong, sederhana dalam berjalan, dan berbicara dengan pelan dan lembut.
Studi Ayat-ayat Hijab dalam Tafsir Al-Ibrîz Karya KH. Bisyri Musthafa Delmin, Delmin
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2018): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v2i1.86

Abstract

Muslimah diperintahkan dalam Islam untuk menjaga bagian tubuhnya yang tidak boleh terlihat saat melakukan ritual (aurat). Hal ini sangat penting, Rasulullah bersabda: jika seorang muslimah memakai pakaian, tetapi dalam Islam dia dianggap telanjang. Tujuan dari kata ini adalah agar dia tidak mencium bau surga, muslimah mengenakan pakaian tetapi tubuhnya tetap menonjol, bau surga dapat tercium dari jarak jauh. Allah memerintahkan muslimah untuk mengenakan hijab dalam surah An-Nûr ayat 31, surah Al-Ahzâb ayat 32, 33, 53, dan 59. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tematik. Tujuan dari objek ini adalah sistem analisis menyeluruh Al-Qur’an berdasarkan topik masalah, mengumpulkan ayat-ayat dari Al-Qur’an yang dipelajari dan dianalisis dengan analisis tematik. Hasil dari penelitian ini, pertama, mengkaji ayat-ayat tentang hijab pada surah An-Nûr ayat 31, surah Al-Ahzâb ayat 32, 33, 53, dan 59. Kedua, batas aurat muslimah adalah telapak tangan dan wajahnya. Ketiga, mahram bagi muslimah ada sebelas, yaitu suami, ayah, mertua, anak tiri, keponakan dari saudara laki-laki, keponakan dari saudara perempuan, pelayan, laki-laki yang tidak memiliki nafsu terhadap wanita dan anak yang belum mengetahui aurat muslimah.
Etika Profetik dalam Persepektif Al-Qur’an Ridho, Muhammad Mukharrom
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2022): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v6i2.129

Abstract

Tujuan penulisan ini untuk membahas etika profetik dalam persepektif Al-Qur’an. Merupakan problem keumatan yang cukup menguras perhatian adalah generasi sekarang khususnya dari umat Islam sendiri kurang memperhatikan bagaimana mengimplementasikan akhlak yang mulia sebagaimana yang terkandung dalam Al-Qur’an dalam pergaulan seharihari. Menjadikan akhlak dan etika Islami sebagai perilaku yang dijiwai dan melekat pada diri seorang muslim. Akhlak merupakan hal yang berhubungan erat dengan perbuatan baik, buruk, benar atau salah dalam tindakan seseorang manusia. Hal ini tak luput dari perhatian Asy-Syaari’ yang diajarkan dalam nilai-nilai moral yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah Saw. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, profetik, teknik pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan. Dalam tulisan ini penulis membahas tentang pengertian etika profetik, konsep etika profetik dalam Al-Qur’an serta hubungannya antara etika manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
Revitalisasi Peran Pengurus Masjid dalam Upaya Pemberdayaan Umat Berbasis Kearifan Lokal sebagai Model Dakwah Ekonomi Kreatif dalam Perspektif Al-Qur’an Musriadi, Musriadi; Juhari, Andi Rezal
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2022): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v6i2.135

Abstract

Makalah ini membahas terkait bagaimana peran pengurus masjid masyarakat suku Bugis dalam mengelola masjid. Berawal dari fungsi masjid dewasa ini yang semakin sempit maka perlu adanya revitalisasi pengurus masjid sebagai pengelola untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai pelopor utama peradaban umat. Revitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat sebagai solusi problematika dewasa ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kajian pustaka dengan menggunakan pendekatan Ilmu Tafsir dan Ilmu Antropologi. Serta melakukan kajian lapangan dengan melakukan wawancara kepada tokoh adat. Berdasarkan dari serangkaian tahapan penelitian tersebut. Peneliti dapat menghasilkan kesimpulan bahwa hasil revitalisasi peran pengurus masjid berbasis kearifan lokal melalui dakwah ekonomi kreatif dalam perspektif al-Qur'an adalah melahirkan program pemberdayaan ekonomi yang dikelola oleh pengurus masjid dengan bentuk kkonsep program ekonomi konsumtif dan ekonomi kreatif.. Implikasi penelitian ini yakni hendaknya pengurus masjid mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pelopor utama pemberdayaan umat melalui program-program yang berbasis kearifan lokal.
Makna Takdir dalam Al-Qur’an: Studi Penafsiran dalam Tafsir Al-Mishbah Murdianto, Murdianto; A'yun, Qurrota
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2022): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v6i2.128

Abstract

Takdir berarti ketentuan atau kekuasaan. Takdir merupakan sebuah ketetapan Allah Subhânahu wa Ta’ala yang meliputi segala kejadian yang terjadi di alam ini, baik itu mengenai kadar atau ukurannya, tempat maupun waktunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran takdir dalam Alquran menurut M. Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al-Mishbah serta mengetahui relevansi penafsiran M. Quraish Shihab tentang takdir dalam kehidupan kontemporer. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (Library Research). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, yaitu dengan cara mengumpulkan data yang berhubungan dengan objek penelitian dari kitab tafsir dan buku-buku yang relevan dengan pembahasan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis yaitu memberikan gambaran dan pemaparan tentang tafsir makna takdir yang di tafsirkan oleh M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al- Mishbah. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa takdir merupakan ketentuan Allah yang mutlak, mengatur segala urusan termasuk dalam membatasi dan memberi rizki serta menentukan suatu ukuran pada segala sesuatu. Sedangkan kontekstualisasi dalam kehidupan kontemporer yakni bahwa takdir Allah juga bisa dirubah oleh manusia, karena manusia diberi kebebasan dalam berbuat dan bersikap dengan memaksimalkan akal yang dimilikinya untuk merubah keadaan mereka dari keburukan kepada kebaikan, namun kebebasan tersebut terbatasi oleh sunnatullah yang berlaku kepada setiap penciptaan-Nya.
Israiliyyat dalam Penafsiran Surat Shad: Kajian Kitab Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka Wirastho, Edy; Syaputra, Shofly Hamka
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2022): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v6i2.132

Abstract

Al-Qur'an menyampaikan kisah-kisah sejarah umat manusia yang di dalamnya mengandung nasehat serta pelajaran. Kajian atas kisah dalam Al-Qur`an telah dilakukan dari masa salaf hingga saat ini. Dalam perkembangannya kajian terhadap kisah di dalam Al-Qur`an seringkali dikaitkan dengan kisah-kisah yang ada dalam Taurat dan Injil. Kajian ini dikenal dengan istilah israiliyyat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kisah Israiliyat yang ada dalam Tafsir al-Azhar karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), khususnya pada Surat Shad serta mengetahui tanggapan Hamka terhadap kisah-kisah tersebut serta memahami ibrah yang dapat dipetik dari kisah-kisah yang dibahas di dalamnya. Penelitian ini merupakan studi pustaka (library research) dengan pendekatan kajian tematik (maudhu`i). Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dalam penafsiran surat Shad pada kitab Tafsir Al-Azhar terdapat kisah israiliyyat seperti kisah datangnya dua malaikat untuk memberi peringatan kepada Dawud karena ingin mengambil istri prajuritnya. Sujudnya Dawud selama 40 tahun sambil menangis karena penyesalan. Ada juga kisah Sulaiman yang lalai beribadah karena asik dengan kuda-kudanya. Sulaiman yang memerintahkan matahari untuk kembali sore. Diambil alihnya kerajaan Sulaiman oleh setan yang menyerupai Sulaiman. Kemudian tentang iblis yang turun dari langit ke tujuh untuk menggoda Ayyub. Serta negosiasi antara iblis yang menyamar menjadi tuhan dengan istri Ayyub. Pada penafsiran tersebut telah dibantah oleh Hamka, baik dengan pendapatnya sendiri maupun menukil pendapat ahli tafsir lainnya. Dari kisah-kisah tersebut dapat kita ambil beberapa ibrah seperti pelajaran tentang kepemimpinan Nabi Dawud, wujud Syukurnya Nabi Sulaiman serta kesabaran Nabi Ayyub yang bisa kita jadikan tauladan untuk kehidupan kita saat ini.

Page 8 of 12 | Total Record : 112


Filter by Year

2017 2025