cover
Contact Name
Malik
Contact Email
alkarimastiq@gmail.com
Phone
+6287881807504
Journal Mail Official
messakelam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Solo-Tawangmangu KM. 34 Pakel, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. Kode Pos: 57791 Telp : (0271) 6901044
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
ISSN : 25493035     EISSN : 28293703     DOI : -
Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran Isy Karima Karanganyar setiap bulan Februari dan Agustus setiap tahun
Articles 112 Documents
Makna Lafadz Thaharah dalam Al-Qur’an Analisa Semantik Toshihiko Izutsu Nur Romadloni, Arif Firdausi; Rosyada, Amrina
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2022): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v6i2.133

Abstract

Thahârah atau kebersihan merupakan salah satu unsur penting dalam perilaku beradab. Karena itu, kebersihan menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari seorang muslim. Penggunaan semantik dalam penelitian ini adalah karena semantik menduduki posisi yang cukup relevan dalam konteks penerjemahan al-Qur’an. Penerjemahan dengan metode semantik ini merupakan salah satu cara memahami al-Quran secara tafsiriyah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode semantik Toshihiko Izutsu terhadap kata Thahârah. Kata Thahârah berarti suci, bersih. Makna dasar dari kata Thahârah adalah lawan dari haidh atau lawan dari najis. Makna relasionalnya secara sintagmatik Thahârah memiliki makna mandi dan zakat. Adapun secara paradigmatik thahârah memiliki kesamaan makna dengan zakâ dan qaddasa. Sedangkan kata yang berlawanan adalah najis dan haidh. Secara historis kata thahârah mengalami perubahan yang cukup signifikan. Kata thahârah Pra Qur’anic bermakna yang lebih cenderung pada makna bathiniyah, dimana Thahârah diartikan sebagai kesucian hati dan akhlak, sedangkan pada periode Qur’anic ditemukan makna yang lebih berkembang yakni selain kesucian diri secara bathiniyah, namun juga kesucian secara lahiriyah, yaitu menjaga diri dari segala najis dan hadats.
Studi Penafsiran Ayat-ayat Perintah Dzikir kepada Allah dalam Tafsir Al-Munir Faridah, Faridah; Khodijah, Khodijah
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2022): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v6i2.131

Abstract

Kehidupan dunia yang semakin menggiurkan dirasa perlu ada pegangan untuk tetap hidup dalam batasan syariat Islam. Peran dzikir atau mengingat Allah sangat dibutuhkan di sini, karena dengan mengingat-Nya, maka kehidupan akan bisa dilalui dengan ketenangan hati dan tidak mudah terusik dengan tawaran-tawaran duniawi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penafsiran Wahbah az-Zuhaili terhadap penafsiran ayat-ayat perintah dzikir kepada Allah dalam Tafsir al-Munir serta apa sajakah hikmah dari perintah dzikir kepada Allah dalam Tafsir al-Munir. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan metode tematik (maudhu’i) sebagai teknik analisa data. Hasil analisa penelitian ini adalah, penafsiran Wahbah az-Zuhaili terhadap penafsiran ayatayat perintah dzikir kepada Allah mengandung beberapa pokok pembahasan, diantaranya: perintah dzikir bermakna taat, perintah dzikir bermakna mengingat dengan lisan, perintah dzikir bermakna shalat lima waktu, perintah dzikir bermakna mengingat dengan hati. Sedangkan analisa hikmah dari perintah perintah dzikir kepada Allah dalam Tafsir al-Munir diantaranya: merasa selalu diawasi oleh Allah, yang mengingat Allah maka akan diingat oleh Allah, mendapat ketenangan hati, jiwa dan pikiran, faktor kemenangan atas musuh, wasilah mendapat ampunan dari Allah, mendapatkan keuntungan dan terhindar dari neraka.
Corak Penafsiran Hukum dalam Tafsir Al-Azhar Amir, Ahmad Nabil
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 1 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v7i1.153

Abstract

Kajian ini membahaskan metode penelitian hukum yang digariskan oleh Hamka dalam tafsir al-Qurannya, i.e., Tafsir al-Azhar. Ia bertujuan melihat aliran dan konteks pemikiran yang dibawakan dalam perbincangan hukum dan syariah yang terkait dengan aspek pembaharuan dalam ideologi hukum dan fiqh, maqasid, faham maslahah dan usul syariah. Metodologi kajian bersifat kualitatif dari jenis penelitian pustaka. Bahan-bahan kajian diperoleh dari sumber-sumber primer dan sekunder yang terkait dan dianalisis secara deskriptif, analitis dan komparatif. Hasil tinjauan menyimpulkan kesederhanaan dan keluasan pandangan hukumnya yang tidak terikat dengan mana-mana doktrin dan ideologi mazhab. Ia memperlihatkan pandangan yang klasik dan universal yang mempertahankan nilai kebebasan dan ijtihad dan semangat hukum yang rasional dan kontekstual yang terkesan bercorak fiqh nusantara dengan maksud mendekatkan pemahaman hukum dengan nuansa kehidupan masyarakat dan konteks perkembangan Islam di Indonesia yang serba moden dan kosmopolit.
Dimensi Emosi pada Surat Al-Baqarah Ayat 155 dalam Tafsir Fi Zhilal Al-Qur'an Karya Sayyid Qutb Halimah, Ulfatul
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 1 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v7i1.146

Abstract

Setiap manusia mempunyai emosi dalam dirinya terlebih ketika ia mengalami ujian dan cobaan. Tidak sedikit ditemukan kasus bunuh diri karena tidak bisa menahan emosi saat mengalami ujian dari Allah. Oleh karena perlu adanya solusi dan pencerahan dalam menghadapi permasalan seperti ini. Artikel ini akan membahas mengenai dimensi emosi dalam surat al Baqarah ayat 155 dalam pandangan Sayyid Qutb. Artikel ini menggunakan metode library research dengan data primer Tafsir Fi Zhilalil Quran dengan teknik pengumpulan data dokumentasi. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa salah satu cara menghadapi ujian adalah dengan mengelola emosi sabar dan pasrah kepada Allah.
Terjemah Al-Qur'an pada Q.S Al-Mulk: (Perbandingan Terjemah Al-Qur'an Versi ELFAN Bokkless Library System dan Al-Qur'an dan Terjemahannya) Saputra, Akhmadiyah; Nurdi Annisa, Rashifa Hani'
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 1 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v7i1.148

Abstract

Di era modern ini, ilmu berkembang sangat pesat, terutama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga berpengaruh pada bidang pembelajaran Al-Qur'an. Banyak pihak yang membuat berbagai macam aplikasi Al-Qur'an dengan disertai terjemahannya yang sangat mudah untuk diakses oleh masyarakat, seperti ELFAN Bookless Library System. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode terjemah yang digunakan dalam Al-Qur'an dan Terjemahnya karya Kementerian Agama Republik Indonesia dan Al-Qur'an dan Terjemahnya dalam Teknologi Kepustakaan ELFAN Bookless Library System juga persamaan dan perbedaan keduanya. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan komparatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Hasil analisa dari penelitian ini adalah pertama, metode terjemah yang digunakan sama, yaitu metode terjemah harfiyyah. Kedua, persamaan antara kedua Al-Qur'an terletak pada metode penerjemahan dan beberapa tanda baca yang masih salah digunakan dalam terjemah Surat al-Mulk. Sedangkan perbedaan terjemah dari kedua Al-Qur'an tersebut terletak pada susunan struktur kalimat, penulisan kata penghubung, penulisan kalimat efektif, penulisan tanda baca dan perbedaan makna dari masing-masing terjemah.
Telaah Ayat-Ayat Pembebasan Baitul Maqdis dalam Tafsir Al-Azhar Sulthoni, Akhmad; Amrulloh, Muhamad
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 1 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v7i1.149

Abstract

Baitul Maqdis memiliki posisi penting bagi umat Islam. Perjuangan pembebasan kawasan Baitul Maqdis telah dilakukan sejak zaman Rasulullah saw. diawali dengan menanamkan ilmu, kemudian politik dan militer. Sekian banyak surat al-Qur’an memiliki keterkaitan dengan Baitul Maqdis, disebutkan secara langsung, penyebutan dengan sifat keutamaan, ataupun sebagai tempat kejadian kisah-kisah. Ayat-ayat pembebasan Baitul Maqdis dapat ditemukan dalam kisah Bani Israil setelah keluar dari negeri Mesir di dataran Sinai. Kisah ini disebutkan dalam surat al-Baqarah 58-59, al-Baqarah ayat 246-252, al-Maidah ayat 21-26, dan surat al-A’raf ayat 137. Penelitian ini fokus pada penafsiran Hamka dalam Tafsir al-Azhar, relevansi penafsiran dengan perjuangan umat Islam, dan karakter para pejuang pembebas Baitul Maqdis, dengan menggunakan metode library research yang bersifat deskriptif-analitis, dengan pendekatan maudhu’i. Dari penelitian ini disimpulkan: a. Hamka menafsirkan bahwa Bani Israil saat dipimpin oleh Musa as, menolak perintah Allah untuk berjuang membebaskan Baitul Maqdis. Keberhasilan membebaskan Baitul Maqdis berikutnya didapatkan oleh generasi baru yang taat dari kalangan Bani Israel. Sejarah pembebasan ini merupakan sejarah umat para Nabi utusan Allah. Keimanan dan ilmu merupakan pondasi utama dalam perjuangan. Allah menetapkan aturan yang ditetapkan bagi Bani Israil apabila mereka menguasai Baitul Maqdis, merupakan aturan dan akhlaq yang harus dilaksanakan pula oleh umat Islam saat menguasai sebuah tempat, sebagaimana telah dicontohkan oleh nabi Muhammad saw saat memasuki kota Makkah dalam peristiwa Fathu Makkah. b. Baitul Maqdis bukanlah hak warisan yang dimiliki oleh bangsa Yahudi, melainkan hak bagi siapapun umat yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. c. Para Pejuang Pembebasan Baitul Maqdis dipimpin oleh seorang pimpinan yang unggul dalam keilmuan dan fisik, pasukan yang taat terhadap pimpinan, dan memiliki kualitas keimanan yang kuat, dan kepercayaan yang tinggi kepada janji Allah Ta’ala.
Pendidikan Prenatal dalam Al-Qur'an (Studi Surah An-Nahl Ayat 78): Prenatal Education In the Qur'an Study of Surah An-Nahl Verse 78 fitriyah, Lailatul fitri
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 1 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v7i1.139

Abstract

Prenatal education is very important education in child development, because prenatal education is foundation education for childrens. In the Al-Qur’an there is verse wich explain about prenatal education on of them is surah An-nahl verse 78 . In this research the writer reaserched surah an-nahl verse 78 according of the commentators of Al-Qur’an. In this research uses library reaserch and this reaserch method uses the Maudhu’I method. The purpose of this research is to knowing of explain the commentators of Al-Qur’an about prenatal education in the Qur’an Surah An-Nahl verse 78. The purpose of this research to know opinion of commentator of the Qur’an about prenatal education in the surah an-nahl verse 78. In this research the are some opinions commentator of the Qur’an, that is the first, the are commentator who think is prenatal education can occur at the stage of pregnance because senses are working and can receive stimulation from outside the womb, the second opinion, the are commentator who think is prenatal education can not happen because the senses can not working and can not receive stimulation from outside the womb, third opinion, does not link surah an-nahl verse 78 with prenatal education.
Membangun Sikap Moderasi Beragama Melalui Penanaman Nilai-Nilai Kearifan Lokal Yasisoppengi sebagai Model Dakwah Bil Hikmah dalam Perspektif Al-Qur'an Musriadi, Musriadi; Jauhari, Andrez
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 1 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v7i1.154

Abstract

Tulisan ini membahas terkait bagaimana budaya masyarakat suku Bugis dalam mengimplementasikan penerapan nilai-nilai modrasi beragama di lingkungannya. Keberadaan modrasi beragama di lingkungan kehidupan masyarakat suku Bugis tidak terlepas aspek falsafah budayanya yakni yasisoppengi. Penanaman nilai-nilai budaya tersebut telah ditekuni oleh masyarakat setempat sejak diusian dini. Sehingga keberadaan kehidupan masyarakat Soppeng hidup dengan penuh keharminisasian. Tulisan ini menggunakan pendekaran Ilmu Antropologi dan pendekatan Ilmu Tafsir untuk mencapai hasil penelitian. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa, keberadaan falsafah yasisoppengi selaras dengan konsep dan nilai-nilai moderasi beragama. Implikasi pada penelitian ini adalah sebaiknya pemerintah lebih memaksimlakan edukasi kebudayaan kepada generasi muda serta melestarikan falsafah kehidupan yang pernah ada di kehidupan.
Keterkaitan Istilah Pendidikan Islam : Tarbiyah, Ta'lim dan Ta'dib Dalam Al-Qur'an (Analisis Tafsir Ibnu Katsir) Yani, Yuli
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 2 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v7i2.162

Abstract

Pendidikan Islam memiliki istilah yang berbeda-beda, adapun istilah dalam pendidikan Islam yaitu tarbiyah, ta'lim dan ta'dib. Dalam Al-Qur'an, istilah-istilah pendidikan tadi dijelaskan didalam QS. Al-Isra (17): 24, QS. Al-Baqarah (2): 31, QS. Al-Qalam (68): 4, dalam penelitian ini mengkaji istilah pendidikan berdasarkan analisis tafsir ibnu katsir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara istilah-istilah pendidikan dalam Islam serta makna dari setiap istilah pendidikan berdasarkan Al-Qur'an.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan studi kepustakaan (library research) dan menggunakan metode tafsir tahlili. Hasil analisa dari penelitian ini adalah ketiga istilah pendidikan dalam Islam memiliki titik tekan yang berbeda-beda, ta' lim titik tekannya pada penyampaian ilmu pengetahuan yang benar, tarbiyah fokus pada bimbingan anak agar memiliki potensi yang dapat terus berkembang, dan ta''dib titik tekannya pada tingkah laku dan akhlak yang baik. Ketiganya mendasari tujuan, metode, kurikulum pendidikan, dan manajemennya, yang akan menghantarkan anak didik menjadi yang “seutuhnya”, sehingga mampu mengarungi kehidupan ini dengan baik sekarang akan dapat datang dengan baik.
Al-Qur'an sebagai Filosofi Masjid: (STUDI LIVING QURAN DI MASJID SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA) Fabrori, Fahri Muhaimin
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 2 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v7i2.158

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena Living Quran pada kaligrafi Al-Quran sebagai filosofi masjid. Dalam penelitian ini adalah folosofi kaligrafi masjid Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hal ini menarik untuk di dalami karena Al-Quran pada dasarnya tidak muncul dalam lingkungan yang pasif serta konteks yang kaku. Untuk mendalami kejadian tersebut, penulis menggunkan pendekatan teori fenomenologi dua motif yaitu because motive dan in-order-to-motive yang dikembangkan oleh Alfred Schutz. Penelitian ini menyimpulkan bahwa filosofi kaligrafi Al-Quran di Masjid Sunan kalijaga memiliki dua motif. Pertama, because motive yaitu adanya lingkungan dan suasana masjid yang kurang sejuk dan asri maka dari adanya kaligrafi ditujukan untuk dapat memberikan ketenangan dan ketentraman kepada masjid dan jamaah masjid ketika ibadah di dalam masjid. Kedua, in-order-to motive yaitu sebagai media dakwah dan pelajaran bagi para jamaah masjid untk selalu berpikir dan meresapi apa yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Quran. Dengan demikian, filosofi kaligrafi Al-Quran disuatu masjid bukan hanya sebagai hiasan atau pajangan saja, melainkan dalam kaligrafi tersebut mengandung makna dan filosofi terdalam yang dalam hal ini untuk memperkokoh terhadap ensensi dan eksistensi masjid yang hidup di dalam lingkungan masyarakat terpelajar.

Page 9 of 12 | Total Record : 112


Filter by Year

2017 2025