cover
Contact Name
Malik
Contact Email
alkarimastiq@gmail.com
Phone
+6287881807504
Journal Mail Official
messakelam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Solo-Tawangmangu KM. 34 Pakel, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. Kode Pos: 57791 Telp : (0271) 6901044
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
ISSN : 25493035     EISSN : 28293703     DOI : -
Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran Isy Karima Karanganyar setiap bulan Februari dan Agustus setiap tahun
Articles 112 Documents
Kajian Kepemimpinan Nabi Yusuf dalam Kitab Tafsir Al-Azhar Andriono, Anton
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2018): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v2i2.89

Abstract

Allah subhânahu wa ta’âla telah menurunkan Al-Qurân sebagai petunjuk bagi manusia untuk menuntunnya kepada jalan yang lurus. Manusia harus mampu mempelajari dan memahami petunjuk -petunjuk serta pesan moral yang ada di dalam Al-Qurân, dan diantara petunjuk yang ada di dalam Al-Qur’ân adalah kisah para nabi. Salah satunya, yaitu kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salâm. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepemimpinan Nabi Yusuf ‘alahis salâm menurut penafsiran Hamka berdasar pada beberapa teori kepemimpinan. Sehingga kemudian akan diketahui bagaimana kepemimpinan Nabi Yusuf ‘alaihis salâm serta hikmah yang terkandung dalam kepemimpinannya
Penafsiran Lafadz Ifk dalam Tafsir Asy-Sya'rawi Syahidah, Farisah Umni
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2021): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v5i1.41

Abstract

Lafadz ifk dalam Al-Qur’an dapat diidentifi kasikan sebagai berita bohong. Lafadz ifk dan berbagai bentuk derivasinya disebutkan sebanyak 30 kali dalam Al-Qur’ân Maka penggalian ayat-ayat yang berkaitan dengan penyebaran berita bohong dalam Al-Qur’ân penting dilakukan agar dapat diambil sikap yang sesuai dengan Al-Qur’ân dalam menghadapi fenomena berita bohong pada zaman sekarang dan untuk mengetahui makna lafadz ifk dan etika menyikapi suatu berita dalam Tafsîr Asy-Sya’râwî. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maudhu’i (tematik), yaitu dengan mengumpulkan ayat-ayat yang di dalamnya terdapat lafadz ifk, kemudian memaparkan dan mengklasifi kasikan makna ayat-ayat tersebut menurut penafsiran Asy-Sya’rawi. Selanjutnya menganalisis penafsiran ayat-ayat tersebut dan mengaitkannya dengan kitab-kitab dan rujukan pendukung. Makna lafadz ifk dalam Tafsîr Asy-Sya’râwî berdasarkan bentuk derivasinya, makna-makna tersebut, yaitu membalikkan fakta atau kenyataan, berpaling, bohong yang disengaja, perbuatan bohong yang paling jelek, kaum Nabi Luth (kaum yang dibalikkan). Dari penafsiran Asy-Sya’râwî pada lafadz ifk dapat diambil beberapa sikap yang dapat digunakan untuk menghindari berita bohong, yaitu menerima dan menyampaikan berita yang sudah jelas kebenarannya, menahan diri dan menjaga lisan sebelum menyampaikan berita agar terhindar dari kebohongan, menyampaikan sesuai fakta atau kenyataan serta menjauhi prasangka, dan mengedukasi umat islam.
Counterproductive Method of Hermeneutics as The Tafsir Al-Qur’an Studies Ghozali, Mohammad
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2017): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v1i2.79

Abstract

Hermeneutics is the philosophy of interpretation that originated from the tradition of Bible interpretation. Among Muslim scholars, there is a mindset of interpreting the Qur’an that clearly adopts the hermeneutic method. Muslim scholars who support this adoption work believe that this method can bring changes to the method of Qur’anic interpretation, which they have long considered stagnant. The Qur’an, as a sacred scripture, is revered and used as a guide for life by Muslims. The Qur’an is the word of God, revealed to Prophet Muhammad (peace be upon him) through the Angel Gabriel for humanity in this world. The adoption of the hermeneutic theory is seen as the initiator of a new interpretation method. Hermeneutics, as an interpretation method, is highly counterproductive with the salaf al-salih scholars in understanding the message of the Qur’an, so that the subtlety of intelligence (accuracy of understanding) and the subtlety of explication (accuracy of explanation) of the verses of Allah can be traced comprehensively. Hermeneutika merupakan filsafat penafsiran yang lahir dari tradisi intepretasi Bible. Di kalangan cendekiawan Muslim terdapat mindset penafsiran Al-Qur’an yang tampak sekali mengadopsi metode hermeneutika. Cendekiawan Muslim yang mendukung kerjakerja adopsi ini yakin bahwa metode ini mampu membawa perubahan dalam metode penafsiran Al-Qur’an yang selama ini mereka anggap jumud. Al-Quran sebagai kitab suci yang disakralkan dan dijadikan pegangan hidup oleh umat Islam. Al-Quran adalah kalam Ilahi, diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril bagi umat manusia di dunia ini. Pengadopsian terhadap teori hermeneutika itu dianggap pencetus metode tafsir baru. Hermeneutika sebagai sebuah metode interpretasi yang sangat kontraproduktif dengan para ulama salaf al-shalih dalam memahami pesan Al-Quran agar subtilitas intelegensi (ketepatan pemahaman) dan subtilitas ecsplicansi (ketepatan penjabaran) dari ayat-ayat Allah bisa ditelusuri secara komprehensif.
Penafsiran Ayat-ayat Munafik dalam Kitab Al-Munafiqun Fî Al-Qur’an Al-Karim Karya Abdul Aziz Abdullah Al-Humaidi Rohmani, Faoziyah
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v4i2.29

Abstract

Kemunafikan merupakan sifat yang sangat berbahaya bagi diri seorang muslim. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an dalam sekian banyak ayat. Sebuah kajian sangat terperinci dalam tema ini sangatlah penting untuk digali. Salah satu ulama yang telah melakukan kajian ini adalah Abdul Aziz Abdullah Al-Humaidi dalam karyanya “Al-Munafikun fii Al-Qur’an AlKarim”. Penelitian ini fokus pada bagaimana penafsiran ayat-ayat munafik menurut Al-Humaidi dalam kitabnya serta relevansinya dengan masa kini. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa kajian Al-Humaidi atas ayat-ayat munafik dalam Al-Qur’an telah ia lakukan dengan metode maudhu’i yang sistematis, meskipun masih memungkinkan adanya beberapa ayat yang terlewatkan. Dari relevansinya didapatkan bahwa kajian ini telah memberikan kontribusi atau kemudahan untuk mengkaji tema munafik dalam Al-Qur’an, serta memberikan gambaran atas sifat kemunafikan yang harus dihindari umat Islam 1) Terkait dengan syari’at meliputi: malas dan riya’ dalam shalat, sedikit mengingat Allah, menipu Allah. 2) Terkait dengan sosial masyarakat meliputi: suka berdusta, mengingkari janji, suka berkhianat dan suka berbuat zalim.
Tradisi Pembacaan Ayatul Khirzi: Studi Living Qur’an Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Saputra, Akhmadiyah; Nasri, M Ridho
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v4i1.65

Abstract

Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro memiliki program tahfidz Al-Qur’an. Untuk mendukung program tersebut ada tradisi Pembacaan Ayatul Khirzi ini secara rutin di setiap pagi dan sore harinya. Tradisi tersebut merupakan ibadah amaliah yang dilakukan secara berjamaah yang bertujuan mengharapkan penjagaan Allah dari bacaan tersebut. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui bagaimana penerapan dan dampak dari pembacaan Ayatul Khirzi tersebut. Metode penelitian ini dengan menggunakan gounded research. Hasil penelitian menunjukkan bahwas penerapan pembacaan Ayatul Khirzi selain sebagai untuk penjagaan diri santri penulis lebih mengkhususkan kepada tiga penjagaan, yaitu penjagaan kesabaran, keikhlasan dan ukhuwah Islamiyah santri selama menjalani kehidupan di Pondok Al-Fatah Temboro.
Doa-doa Nabi Musa dalam Al-Qur’an: Kajian Tafsir Al-Maraghi Wahyuningsih, Puput
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2021): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v5i2.107

Abstract

Doa merupakan bentuk ritual ibadah yang wajib bagi setiap muslim. Penulis mengambil kisah doa Nabi Musa karena memiliki keistimewaan yaitu mirip dengan kisah Nabi Muhammad dari segi syari’ah, dan nama Nabi Musa disebutkan lebih banyak di bandingkan nabi-nabi yang lain sampai di ulang sebanyak 130 kali di dalam Al Qur’an. Dalam penelitian ini mengkaji doa Nabi Musa dalam Tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Musthafa al-Maraghi. Sebuah kitab tafsir yang monumental dengan gaya penyampaian yang modern sehingga lebih mudah di pahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran doa-doa Nabi Musa dalam Al-Qur’an serta ketentuan berdoa menurut penafsiran Al-Maraghi. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pustaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maudh’i. Hasil penelitian ini menunjukkan penafsiran doa-doa Nabi Musa dalam fase alur kehidupan Nabi Musa, yaitu fase pertama sejak berada di mesir sebelum kenabian, fase kedua saat hijrah ke madyan dan fase ketiga ketika kembali ke mesir setelah kenabian. Penafsiran doa Nabi Musa dalam ketentuan berdoa secara umum diperoleh 4 kategori yaitu ikhlas dalam berdoa, yakin bahwa doa itu akan terkabul, bertaubat dan berbaik sangka kepada Allah.
‘Ijaazunnaasiyah dalam Perspesktif Tasiilul ‘Ijaazul ‘Ilmi Fiil Qur’an Wassunnah Rismawati, Fitria Ningrum
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v4i2.56

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah studi kasus dari ditemukannya kasus pornografi yang mengakibatkan rusaknya otak manusia bagian PFC (Pre Frontal Cortex). Jika difoto melalui alat Magnetic Resonance Imagine (MRI), otak yang rusak akibat pornografi memperlihatkan hasil mengalami kerusakan pada lima bagian otak dan merusak moral manusia yang berdampak pada dekadensi moral, diantaranya orang kehilangan pekerjaan, perkawinan, produktivitas, dan harga diri mereka. Bagian PFC ini memiliki fungsi seperti pemimpin, ia tempat berkonsentrasi, memahami benar dan salah, karena ia tempatnya akal manusia 33 1. PENDAHULUAN Al-Qur’an adalah sebuah kitab yang berasal dari Allah Swt., baik secara lafal maupun makna. Diwahyukan oleh Allah Swt. kepada Nabi Muhammad Saw. melalui wahyu al jaliy, yaitu dengan turunnya Malaikat Jibril a.s.1 AlQur’an adalah metode hidup yang memberi jaminan kebahagiaan dunia dan akhirat bagi orang yang berpegang teguh padanya dan mengaplikasikan ajarannya. Berangkat dari prinsip ini, kita wajib bersungguh-sungguh mempelajari Al-Qur’an, yang diantaranya menelaah tafsirannya, mengetahui sebab-sebab turun ayat-ayatnya yang diriwayatkan dengan sanad yang shohih dan mengetahui mu’jizatnya.2 Dengan adanya kemajuan sains dan teknologi menjadikan manusia semakin menyadari bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah Swt. yang pasti dan terbukti nyata ayat-ayatnya. 1 Yusuf Qardhawi. 1999. Berinteraksi dengan Al-Qur’an. Jakarta: Gema insani Press. hlm. 1025. 2 Mahmud Al-mishri. 2014. Asbabun Nuzul Fadha’ilul Qur’an wa Kaifa Tahfadzul Qur’an, terjm Arif Munandar. (Solo: Zam-Zam) cet I-2014, hlm. 26. Empat belas abad yang lalu, Allah menurunkan Al-Qur’an pada umat manusia sebagai penuntun. Allah Swt. menyeru umat manusia mengikuti Al-Qur’an agar menemukan kebenaran. Sejak Al-Qur’an turun sampai hari perhitungan, kitab suci ini akan menjadi satu-satunya tuntunan bagi umat manusia. Al-Qur’an memiliki keajaiban salah satunya adalah kebenaran ilmiah yang baru dapat diungkap oleh manusia dengan teknologi abad ke-20, yang telah dijelaskan Al-Qur’an pada masa 1400 tahun yang lalu. Hal ini membuktikan bahwa AlQur’an benar-benar firman Allah Swt.3 Barubaru ini ditemukan kasus pornografi yang mengakibatkan rusaknya otak manusia pada bagian PFC (Pre Frontal Cortex) menurut peneliti otak bernama Jordan Grafman bagian PFC ini hanya ada pada otak manusia, sehingga membedakan manusia dengan binatang. Bagian ini dirancang dan diciptakan khusus oleh Allah Swt. supaya manusia mampu memilih dan me3 Harun Yahya. 2004. The Qur’an Leads The Way to Sains, ter, Tim. Hikmah Teladan. Bandung: Syamil Cipta Media, hlm. 79. yang membedakan dirinya dengan hewan. ‘Abdul Majid bin Azzindaani merenungi sebuah ayat tentang naasiyah. Penelitian ayat ini dilakukan selama lebih dari 10 tahun dengan menelaah kitab-kitab tafsir. Maka ditemukanlah jawaban di sana, yaitu bahwa yang dimaksud bukan ubun-ubun (naasiyah) yang berbohong, yang dimaksud adalah bermakna kiasan. Karena ubun-ubun terletak di bagian depan dari kepala, digambarkan sebagai pendusta, sementara yang dimaksud dari pendusta adalah orang tersebut. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna naasiyah (Otak bagian Pre Frontal Cortex), untuk mengetahui penyebab kerusakan naasiyah (Otak bagian Pre Frontal Cortex), untuk mengetahui keajaiban naasiyah (Otak bagian Pre Frontal Cortex) menurut Azzindaani. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang bersumber dari dokumen-dokumen terkait berupa tulisan ataupun hasil karya dari sumber yang diamati. Penelitian ini juga termaksud berupa dokumentasi library yang datanya bersumber dari kepustakaan. Maka hasil penelitian ini menjelaskan bahwa naasiyah sebagai pusat kendali pada manusia maupun hewan. Dari sinilah naasiyah adalah keajaiban otak, bagi manusia maupun hewan.
Karakteristik Masyarakat Islam dalam Surat Al-Hujurat Menurut Tafsir Fii Zhilal Al-Qur’an Basith, Abdul
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2019): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v3i1.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik masyarakat Islam yang terdapat dalam surat Al-Hujurât menurut tafsir Fi Zhilâl al-Qur`ân. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan penelitian kepustakaan. Data tentang karakteristik masyarakat Islam didapat dari tafsir Fî Zhilâl al-Qur`ân yang ditulis oleh Sayyid Quthb mengenai pembahasan tafsir surat Al-Hujurât. Hasil penelitian yang didapat menjelaskan bahwa karakteristik masyarakat Islam yang terdapat dalam surat Al-Hujurât menurut tafsir Fi Zhilâl al-Qur`ân sebagai berikut: 1) Masyarakat yang beriman, 2) Masyarakat yang berakhlak mulia, 3) Masyarakat yang bersatu dan bersaudara, dan 4) Masyarakat yang menjaga nilai kemanusiaan.
Penafsiran Ayat-ayat Syukur dalam Tafsir Fii Zhilal Al-Qur’an Rahmatillah, Aniq Amania; Romadlon, Arif Firdausi Nur
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2018): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v2i2.46

Abstract

Berkaitan dengan banyaknya penyebutan ayat-ayat syukur dalam Al-Qur’an, maka pastilah ada makna yang mendalam, sehingga Allah swt. menyebutkan ayat-ayat syukur di AlQur’an dalam jumlah banyak. Penelitian dalam skripsi ini ialah bagaimana mewujudkan rasa syukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt.. Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui makna syukur dan bagaimana mewujudkan rasa syukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt. dalam Al-Qur’an menurut perspektif tafsir Fî Zhilâl Al-Qur’ân, Jenis penelitian yang ditempuh adalah dengan menggunakan penelitian Library Research (telaah perpustakaan), metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Maudhu’i Tahlili. Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa Penafsiran Ayat-ayat syukur menurut Sayyid Qutbh yaitu syukur terhadap hidayah, syukur terhadap kehidupan, syukur terhadap rezeki, syukur terhadap sarana dan prasarana, syukur terhadap pancaindra, syukur terhadap pengampuna-Nya. Makna Syukur adalah memuji Allah swt. , dan menyebut-nyebut segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt. , mengakui kenikmatan, menampakkannya dan baginya ridho dan pahala dari Allah swt. , sedangkan cara bersyukur yaitu adalah syukur dengan lisan, syukur dengan hati, dan syukur dengan perbuatan.
Larangan dalam Al-Quran antara Syariat dan Nilai Pendidikan Khoiri, Shohib
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2018): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v2i1.85

Abstract

Pembahasan mengenai larangan-larangan dalam Al-Quran merupakan salah satu pembahasan yang banyak dikaji oleh para akademisi. Apakah larangan tersebut hanya sebatas perintah syariat ataukah memberikan dampak positif bagi manusia menjadi topik pembahasan yang akan dikaji. Berdasarkan hasil penelitian, sebagaimana perintah, larangan dalam Al-Quran tidak hanya sebatas syariat yang harus ditaati, akan tetapi memberikan dampak positif yang akan menjaga jiwa dan mental dari kerusakan. Larangan tersebut baik dalam aspek akidah maupun aspek syariah. Pengkajian mengenai hal ini penting untuk dilakukan agar seorang muslim memahami secara baik hikmah dari pelarangan tersebut, sehingga mereka tidak hanya memahami secara syariat, akan tetapi memahami pula dari aspek nilai-nilai pendidikan yang akan memberikan dampak positif bagi kehidupannya. Al-Quran bukan hanya petunjuk untuk kebahagiaan di akhirat, akan tetapi ia merupakan pegangan hidup untuk hidup yang baik di dunia, oleh sebab itu, segala aspek pembahasan dalam Al-Quran tidak hanya sebatas “dogmatis-religious”, akan tetapi memberikan pesan moral bagi kehidupan yang baik, dunia dan akhirat, diantaranya adalah berkaitan dengan larangan-larangan.

Page 6 of 12 | Total Record : 112


Filter by Year

2017 2025