cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 350 Documents
Memahami dan Mencegah Perilaku Plagiarisme dalam Menulis Karya Ilmiah Muhammad Abdan Shadiqi
Buletin Psikologi Vol 27, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.585 KB) | DOI: 10.22146/buletinpsikologi.43058

Abstract

Plagiarism is a misconduct act and a scourge for science. Plagiarism perpetrators steal other author's work without citing the original references. Psychology is one of the most vulnerable sciences with plagiarism and must give more attention to this issue. Several types of plagiarism can be distinguished to the plagiarism motivation (intentional, unintentional, and inadvertent), how to do plagiarism (patchwriting, inappropriate paraphrasing, and summaries) and self-plagiarism (text recycling, redundant or duplicate publication, salami-slicing or data fragmentation). There are several reasons to do plagiarism, such as ease to get information via the internet, pressure on academic tasks, bad writing skill, hurry to write under pressure, lack of understanding how to rewrite the original reference, a misconception to understanding self-plagiarism, and habitual plagiarists. This article also presents steps to avoid plagiarism, such as avoiding "intellectual theft", doing good writing (citation and paraphrasing), and testing the similarity test (plagiarism detection service).
Membangun Konsep Organisasi Autentik. Kajian Metaetnografi Sus Budiharto; Fathul Himam; Bagus Riyono; Arief Fahmi
Buletin Psikologi Vol 27, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.219 KB) | DOI: 10.22146/buletinpsikologi.43267

Abstract

Facing the “VUCA world” (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), organizations need strategies to sustain and keep growing. The aim of this research is constructing authentic organization as alternative concept for organizations in coping with those rapid changes. However, the concept of authentic organization is not solid yet. This research explores and builds the concept of authentic organization. Using seven steps of meta-ethnography approach for 33 relevant articles, this study offers two main findings: The first is the definition of authentic organization and the second is Truthfulness, Resilience, Uncertainty friendly, and Eminence (“TRUE”) as the factors of authentic organization.
Kesuksesan Karier Subjektif sebagai Identitas Karier Karyawan Tri Muji Ingarianti; Fajrianthi Fajrianthi; Achmad Chusairi
Buletin Psikologi Vol 28, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.401 KB) | DOI: 10.22146/buletinpsikologi.43401

Abstract

Kesuksesan karier subjektif dipandang sebagai bidang utama yang diminati dan eksplorasi, baik di bidang akademik maupun praktik. Konteks karier modern lebih menekankan pada mobilitas dan ketidakpastian. Oleh karena itu, karyawan tidak lagi hanya mengandalkan organisasi untuk mencapai kesuksesan kariernya. Mereka memiliki tanggung jawab untuk mengelola dan menciptakan pilihan-pilihan karier mereka sendiri. Memahami kesuksesan karier subjektif adalah tugas penting bagi individu dan organisasi. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk melakukan telaah literatur yang relevan mengenai kesuksesan karier subjektif dan mengembangkan kerangka teoretis tentang konsep dan definisi kesuksesan karier subjektif, faktor-faktor yang berhubungan dengan kesuksesan karier subjektif, dampak dari kesuksesan karier subjektif dan peran identitas karier terhadap kesuksesan karier subjektif.
Kritik terhadap Penggunaan IQ dalam Diagnosis Kesulitan Belajar Spesifik Satrio Budi Wibowo; Saifuddin Azwar; Maria Goretti Adiyanti; Supra Wimbarti
Buletin Psikologi Vol 28, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.811 KB) | DOI: 10.22146/buletinpsikologi.43518

Abstract

Kesulitan belajar spesifik sering didefinisikan sebagai pencapaian rendah yang tidak terduga. Berdasarkan konsep mengenai pencapaian rendah yang tidak terduga, model kesenjangan digunakan dalam upaya mendiagnosis kesulitan belajar spesifik. Menurut model kesenjangan, diagnosis kesulitan belajar spesifik dapat ditegakkan setelah ditemukan adanya perbedaan antara IQ dan prestasi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti mempertanyakan validitas model kesenjangan dalam mendiagnosis SLD. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan IQ dalam mendiagnosis SLD tidak diperlukan. Jadi kriteria diagnostik SLD dalam beberapa pedoman internasional direvisi. Salah satu manual diagnostik yang direvisi adalah Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM). Kriteria dan diagnosis tentang kesulitan belajar spesifik telah berubah, di mana model kesenjangan tidak digunakan. Makalah ini berupaya menjelaskan berbagai argumen yang mematahkan konsep model kesenjangan, sehingga penggunaan tes kecerdasan tidak lagi diperlukan dalam menegakkan diagnosis kesulitan belajar spesifik.
Metafora Waktu dan Penalaran Temporal dalam Perspektif Budaya Waktu Dyah Triarini Indirasari; Harry Susianto; Guritnaningsih Guritnaningsih
Buletin Psikologi Vol 27, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.882 KB) | DOI: 10.22146/buletinpsikologi.44124

Abstract

Time is an abstract concept that can be understood by making an analogy or a metaphor from a more concrete concept such as a spatial construct. Previous studies found that people from different cultures and languages constructed time movement differently. In addition, the use of specific time metaphor tends to activate different type of temporal reasoning. Time metaphor studies related to Indonesian’s culture and language are still limited. Although it is known that Indonesians tend to use different temporal reasoning compare to other countries, how their time metaphors may have impact on their temporal reasoning is still unknown. It is then important to further investigate the effect of time metaphor on time reasoning particularly in different cultural contexts and how it may have impact on people behavior. This paper will discuss some findings in the topic of time metaphor and temporal reasoning, including the influence of culture on time conception.
Relasi Remaja – Orang Tua dan Ketika Teknologi Masuk di Dalamnya Novi Qonitatin; Faturochman Faturochman; Avin Fadilla Helmi; Badrun Kartowagiran
Buletin Psikologi Vol 28, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.844 KB) | DOI: 10.22146/buletinpsikologi.44372

Abstract

Relasi remaja-orang tua memiliki karakteristik unik karena perubahan yang terjadi sebagai akibat dari transisi masa kanak-kanak ke dewasa pada remaja. Masuknya teknologi dalam kehidupan keluarga turut berpengaruh terhadap relasi antara remaja dan orang tua mereka. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan pemetaan konseptual relasi remaja – orang tua dan pengaruh teknologi dalam relasi tersebut. Hasil kajian terurai dalam berbagai konsep yang dikerucutkan menjadi beberapa temuan, seperti: (1) definisi relasi remaja-orang tua, (2) aspek-aspek relasi terkait dengan bagian-bagian yang membentuk relasi, (3) dimensi relasi yang menunjukkan karakteristik relasi; dan (4) struktur relasi yang menunjukkan pola relasi. Penelaahan riset menemukan bahwa ada beberapa determinan utama yang memengaruhi relasi, seperti persepsi sosial dalam domain intrapersonal, komunikasi dalam domain antarpribadi, dan variasi sub kelompok dalam domain kelompok. Selain itu, terdapat dampak positif dan negatif karena penggunaan teknologi dalam relasi remaja-orang tua.
Counseling as a Method of Psychological Reconciliation for Victims of Dating Violence Inosensius Tomi Kristoper; Sutarto Wijono; Jacob Daan Enge
Buletin Psikologi Vol 27, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.533 KB) | DOI: 10.22146/buletinpsikologi.44792

Abstract

Dating violence (DV) has psychological impacts on the victims such as depression, trauma, anxiety, decreased self-esteem and feeling of resentment. This article aims to rediscuss the process of reconciliation and its relationship to DV victims’ inner peace. The process of psychological reconciliation would help to set the victims free from the shackle of previous abusive dating relationship. Reconciliation is defined as being able to cultivate peace within oneself. Because the victims’ problem lied in the memory of abusive experiences conducted by the violent doer, one of the proposed effective techniques that can be used in psychological reconciliation is counseling for DV victims.
Inisiasi Ketangguhan Masyarakat dalam Mengatasi Adiksi NAPZA: Menelaah Program Rehabilitasi Maria Goretti Adiyanti
Buletin Psikologi Vol 27, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.424 KB) | DOI: 10.22146/buletinpsikologi.45890

Abstract

The problem of drug abuse and addiction cannot yet be resolved completely even though many addicts have done rehabilitation. This paper aims to analize intervention programs for drug addicts and propose alternative programs that emphasize psychological aspects. This paper begins by interpreting the implementation of the Drug Rehabilitation Center Practice and relaps after the addict completes rehabilitation. An understanding of addiction is needed to provide an understanding of the mental state of addicts and the process of change that must be experienced during the rehabilitation process. The recovery process through the Rehabilitation Institution will be discussed, especially in achieving "clean and sober" conditions. At the end of the article an alternative of psychological growth program is presented as a complementary program with the exsisting TC program. Psychological growth programs are expected to have a contribution to overcome psychological problems that until now have not been addressed
Compassion pada Pengasuhan Anak dengan Autism Spectrum Disorder Dinie Ratri Desiningrum; Fendy Suhariadi; Dewi Retno Suminar
Buletin Psikologi Vol 28, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.783 KB) | DOI: 10.22146/buletinpsikologi.45926

Abstract

Compassion adalah berbelas kasih terhadap penderitaan orang lain dan ditindaklanjuti dengan menolongnya. Compassion penting dalam kehidupan manusia, dan diterapkan di berbagai lapisan masyarakat. Dalam ranah keluarga, compassion dapat menstimulasi kesejahteraan individu dan keluarga. Penelitian terbaru belum banyak yang mengkaji compassion dalam konteks pengasuhan anak, khususnya anak dengan autism spectrum disorder. Tujuan dari studi hasil pemikiran ini adalah mencoba menggambarkan compassion, yaitu dalam hal ontologi dan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan compassion khususnya compassion pada pengasuhan anak, dan lebih khusus lagi adalah compassion pada pengasuhan anak dengan autism spectrum disorder. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Hasil studi ini menemukan pemahaman compassion secara komprehensif, dan menemukan konsep compassion dalam pengasuhan anak dengan autism spectrum disorder. Hasil penelitian bisa menjadi dasar konsep yang digunakan oleh peneliti lain yang berminat dalam ranah studi yang sama, yaitu untuk pengembangan studi lebih lanjut terkait pengasuhan anak berkebutuhan khusus, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Teori Kontak: Konsep dan Perkembangannya Ichlas Nanang Afandi; Faturochman Faturochman; Rahmat Hidayat
Buletin Psikologi Vol 29, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.959 KB) | DOI: 10.22146/buletinpsikologi.46193

Abstract

Teori Kontak merupakan salah satu teori Psikologi klasik yang paling banyak digunakan untuk membahas relasi antar kelompok. Beberapa ahli Psikologi Sosial mengemukakan bahwa teori ini menjadi pilihan utama dalam studi yang membahas relasi antar kelompok, terutama tentang conflik antar kelompok yang melibatkan prasangka. Meskipun demikian, bahasan tentang perkembangan Teori Kontak terutama dalam konteks Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memberi kontribusi terhadap pengetahuan baru melalui kajian literatur terkait dengan perkembangan Teori Kontak di Indonesia. Kajian literatur menunjukkan perkembangan terbaru, kelebihan dan kekurangan serta relevansi aplikasi Teori Kontak dalam konteks Indonesia yang multi kultural.